Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    Studi Penggunaan Media Pembelajaran Tema 6 Kelas 4 Sekolah Dasar Negeri di Gugus VIII Kecamatan Sukun Kota Malang

    No full text
    RINGKASANPakshi, Latifah Eka. 2019. Studi Penggunaan Media Pembelajaran Tema 6 Kelas 4 Sekolah Dasar Negeri di Gugus VIII Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumanto, M.Pd., (II) Drs.Syaiful Imam, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Media Pembelajaran Sekolah Dasar, Penggunaan Media Pembelajaran.Pembelajaran dalam Kurikulum 2013 menekankan hasil yang didapat berdasarkan proses pembelajaran dan menuntut keaktifan siswa. Oleh karena itu, diperlukan usaha guru dalam memanfaatkan berbagai sumber-sumber belajar, termasuk media pembelajaran untuk menciptakan suatu pembelajaran yang menyenangkan. Media Pembelajaran merupakan alat bantu dalam kegiatan pembelajaran untuk mengkomunikasikan informasi yang terdapat dalam suatu pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan mengamati penggunaan media pembelajaran oleh guru kelas 4 SD Negeri di Gugus VIII Kecamatan Sukun Kota Malang. Tujuan yang ingin dihasilkan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kecenderungan perencanaan dan penggunaan jenis media pembelajaran serta faktor yang mendukung dan menghambat penggunaan media pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Karangbesuki 1 Malang, SDN Karangbesuki 2 Malang, SDN Karangbesuki 3 Malang dan SDN Karangbesuki 4 Malang. Penelitian ini menghasilkan deskripsi umum dari kecenderungan perencanaa jenis media pembelajaran, kecenderungan penggunanaan jenis media pembelajaran, faktor pendukung dan penghambat penggunaan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :(1) media pembelajaran yang cenderung direncanakan yaitu jenis media presentasi verbal dengan persentase 36%;(2) media pembelajaran yang cenderung digunakan yaitu media presentase verbal dengan persentase 50% dan dengan persentase 56,25% media pembelajaran yang digunakan guru selama pembelajaran Tema 6 kurang sesuai dengan materi pelajaran yang akan dilaksanakan;(3) faktor yang mendukung penggunaan media pembelajaran yaitu adanya dukungan dari orang tua serta faktor yang menghambat penggunaan media pembelajaran yaitu kurangnya fasilitas media pembelajaran yang disediakan oleh sekolah. SUMMARYPakshi, Latifah Eka. 2019. Research of Learning Tools Application for 6 th Themes at 4 th Grade Elementary School in Cluster 8, Sukun, Malang City. Minithesis, Undergraduated Study Program of Elementary School Teacher, Faculty of Educaation, State University of Malang, Supervisor: (I) Drs. Sumanto, M.Pd., (II) Drs.Syaiful Imam, S.Pd., M.Pd. Key Words: Elementary School Learning Tools, Application of Learning Tools.Learning in the 2013 Curriculum emphasizes the results obtained based on the learning process and demands the activity of students. Therefore, it takes the effort of the teacher in utilizing various learning resources, including learning media to create fun learning. Learning Media is a tool in learning activities to communicate information contained in learning. Based on this, the study was conducted by observing the use of instructional media by grade 4 teachers in Public Elementary Schools in Cluster VIII Malang Breadfruit District. The purpose of this research is to describe the tendency of planning and applicated of learning tools types and the factors that support and inhibit the use of learning tools. The research method used in this study uses a qualitative approach with a type of descriptive research. This research was carried out at Karangbesuki 1 Elementary School Malang, Karangbesuki 2 Elementary School Malang, Karangbesuki 3 Elementary School Malang, and Karangbesuki 4 Elementary School Malang. This study generates a general description of the trends in the types of learning media planning, the tendency for the use of learning media types, the supporting factors and the inhibitors of the use of instructional media. The results of this research show that:(1) learning tools which tend to be planned are types of verbal presentation media with percentage of 36%;(2) learning tools which tend to be used are verbal percentage media with percentage of 50% and with percentage of 56.25% of learning tools used by teachers during 6th theme learning is not accordance with subject of learning; (3) The factors that support the use of learning media like parent's support and the factors that hinder the use of learning tools like the lack of learning tools facilities provided by the school

    Analisis Keterbacaan Teks Non Fiksi pada Buku Siswa Kelas IV Semester 1 dengan Menggunakan Formula Grafik Fry

    No full text
    RINGKASANRamadhani, SitiAmalia. 2019. Analisis Keterbacaan Teks Non Fiksi Pada Buku Siswa Kelas IV SD Semester 1 Dengan Menggunakan Formula Grafik Fry. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Achmad Taufiq, M.Pd.,(II)Drs. Heru Agus Tri Widjaja,M. Pd., Kata kunci:Keterbacaan, Buku Siswa, Formula Grafik FryLatar belakang penelitian ini diperoleh pada saat melaksanakan KPL di SDN Rampal Celaket 2 Malang diperoleh adanya siswa kelas IV yang masih kurang memahami keterbacaan sebuah teks non fiksiyang telah dibaca, saat diminta untuk membaca buku siswa kelas IV SD semester 1 yang berjudul “Pawai Budaya. Hal itu, dapat menimbulkan praduga diantaranya kompetensi membaca yang dimiliki siswa kurang (masih rendah) dan dapat disebabkan oleh tingkat keterbacaan teks pada buku siswa yang berada pada peringkat rendah.Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini, yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci mengenai kesesuaian teks non fiksi yang terdapat dalam buku siswa kelas IV SD semester 1menggunakan Formula Grafik Fry. Penelitian ini menghasilkan data yang kemudian data tersebut dideskripsikan dalam bentuk kata-kata atau menjelaskan peristiwa dan kejadian pada masa sekarang. Termasuk dalam metode alamiah yang bertujuan guna memahami fenomena-fenomena yang dialami oleh subjek penelitian.Hasil penelitian dinyatakanbahwa dari 23 teks non fiksi yang terdapat pada buku siswa kelas IV SD semester 1karangan Angi,st. Anggari, dkkyang telah dianalisis menggunakan Formula Grafik Fry, teks non fiksi yang ada dalam buku siswa tidak ada yang sesuai dengan kelas pembaca, yaitu Kelas IV SD. Terdapat 3 teks non fiksi level 7 tingkat pembaca (VI SD, VII SMP, VIII SMP), 8 teks non fiksi level 8 tingkat pembaca (VII SMP, VIII SMP, IX SMP), 4 teks non fiksi level 9 tingkat pembaca (VIII SMP, IX SMP, X SMA), 1 teks non fiksi level 10 tingkat pembaca (IX SMP, X SMA, XI SMA), 4 teks non fiksi level 11 tingkat pembaca (X SMA, XI SMA, XII SMA), 2 teks non fiksi level 12 tingkat pembaca ( XI SMA, XII SMA dan Collage). Kemudian ada 1 teks non fiksi yang tidak dapat dianalisis menggunakan Formula Grafik Fry karena jumlah suku kata melebihi batas level, yaitu collage (Perguruan Tinggi).Saran pada penelitian ini tertuju(1) Bagi penerbit buku, hendaknya  penerbit buku siswa kelas IV SD diharapkan tingkat keterbacaan buku siswa tersebut sesuai dengan tingkat pembaca, agar siswa lebih mudah mengerti, dan menangkap informasi, serta memahami buku.;(2) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya ditujukan peneliti selanjutnya, menjadikan penelitian ini sebagai acuan dalam penelitian sejenisnya, dan juga menganalisis tingkat keterbacaan buku siswa pada kelas yang berbeda, sehingga menemukan perbedaan yang sesuai dengan tingkat pembaca/kelas pembaca.; dan (3) Bagi guru, hendaknya kepada guru kelas IV SD, guru harus mengetahui kelayakan teks yang ada dalam Buku Siswa, sehingga guru bisa merangkum teks jika teks tersebut terlalu sulit untuk dipahami oleh siswa-siswi

    Studi Kasus Perilaku Konsumtif dalam Penggunaan Uang Saku Anak Usia Dini di Kelompok B TK Kemala Bhayangkari 100 Malang

    No full text
    RINGKASANLarasati, E N. 2019. Studi Kasus Perilaku Konsumtif dalam Penggunaan Uang Saku Anak Usia Dini di Kelompok B TK Kemala Bhayangkari 100 Malang. Skripsi Prodi S1 PG-PAUD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum., (II) Sandy Tegariyani, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: Perilaku Konsumtif, Uang Saku, Anak Usia 5-6 TahunPenelitian ini tentang penggunaan uang saku pada anak usia dini seperti munculnya perilaku konsumtif yang timbul dari penggunaan uang saku. Hal ini didasari karena dari hasil pengamatan peneliti ditemukan bahwa sebagian besar anak dalam satu kelas membawa uang saku dengan jumlah yang berbeda-beda dengan latar belakang pekerjaan orangtua yang berbeda-beda pula. Siswa-siswa tersebut pasti membeli makanan atau minuman pada saat jam istirahat. Terdapat beberapa siswa yang membawa bekal dan uang saku memilih untuk menggunakan uang tersebut saat jam istirahat. Beberapa siswa yang lain tidak pernah jajan karena tidak dibawakan uang oleh orangtua  atau membawa bekal dari rumah. Ada pula yang tidak pernah membawa bekal dan dibawakan uang oleh orangtua untuk membeli makanan atau minuman ketika jam istirahat. Hal tersebut  dapat memicu perilaku konsumtif sejak dini dan memiliki pengaruh saat anak dewasa nanti.Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penggunaan uang saku anak usia dini (2) mendeskripsikan perilaku konsumtif pada anak akibat pemberian uang saku terhadap anak usia dini (3) mendeskripsikan cara mengatasi munculnya perilaku konsumtif dalam penggunaan uang saku terhadap anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif menggunakan metode studi kasus dengan jenis studi kasus tunggal karena bersifat khusus. Teknik pengumpulan data yang yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 100 Malang.Hasil penelitian ini adalah (1) siswa kelompok B TK Kemala Bhayangkari 100 Malang memiliki perilaku konsumtif dikarenakan siswa-siswa tersebut membeli barang tanpa dipikirkan kegunaannya terlebih dahulu, hanya untuk memenuhi apa yang diinginkan bukan apa yang dibutuhkan dengan adanya pengaruh lain seperti teman sebaya (2) siswa sudah terbiasa diberi uang saku orangtua setiap hari untuk dibawa ke sekolah dengan berbagai alasan yang berbeda-beda, kebanyakan orangtua memberi uang saku dengan alasan tidak sempat membawakan bekal ke sekolah sehingga lebih praktis untuk memberikan siswa uang saku (3) peran orangtua agar menghindari anak dari perilaku konsumtif sangat penting, pastikan anak berangkat sekolah dalam kondisi kenyang setelah sarapan, apabila tidak sempat sarapan, usahakan amembawa bekal dari rumah, setelah pulang sekolah, orangtua menanyakan apa yang telah dibeli dari sekolah.  SUMMARYLarasati, E. 2019. Case Study of Consumptive Behavior in the Use of Pocket Money for Early Childhood in Group B of Kemala Bhayangkari 100 Malang Kindergarten. Thesis, S1 PG-PAUD Study Program, Department of Elementary and Preschool Education, Faculty of Education, State University of Malang. Adviser: (I) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum., (II) Sandy Tegariyani, S.Pd., M.Pd.Keyword: Consumptive Behavior, Pocket Money, 5-6 years childThe purpose of this study is (1) to describe the use of early childhood’s pocket money (2) to describe the causes of consumptive behavior in the use of pocket money for early childhood (3) describe how to resolve the emergence of consumptive behavior in the use of pocket money for early childhood. This study uses descriptive qualitative methods using a case study method with a type of single case study because its in particular. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. This research was located at Kemala Bhayangkari 100 Malang Kindergarten.This research is about the use of pocket money in early childhood as the emergence of consumptive behavior arising from the use of pocket money. This is based on the results of observations of researchers found that most children in one class has different amounts of pocket money with different job backgrounds of their parents. These students must buy food or drinks during a break time. There are some students who bring provisions and pocket money but choosing to use the money during the break time. Some students never has snacks because they are not brought money or bring lunch from home. Others who never bring lunch and are brought by parents to buy food or drinks during break. This can trigger consumptive behavior early and have an influence when the child grows up.The results of this study are (1) students do not have consumptive behavior because these students do not waste too much money, do not depend on luxurious life, and impose conditions to buy what they want (2) students are accustomed to being given pocket money from their parents every day to be taken to school for a variety of different reasons, most parents give pocket money because they don't have time to bring supplies to school so it is more practical to give students pocket money (3) the role of parents in avoiding consumptive behavior is very important children go to school in full condition after breakfast, if they do not have breakfast, try to bring supplies from home, after going home from school, parents ask what has been purchased from school

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR MUATAN PKn MATERI HUBUNGAN SIMBOL DAN SILA PANCASILA MELALUI MODEL ROLE PLAYING DIKELAS II SDN 1 KERJO KABUPATEN TRENGGALEK

    No full text
    RINGKASANDini, Annisa S. 2019. Peningkatan Hasil Belajar Muatan PKn Materi Hubungan Simbol dan Sila Pancasila melalui Model Role Playing di Kelas II SDN 1 Kerjo Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Prodi S1-Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Murdiyah, M.Pd, (II) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: hasil belajar, role playing, hubungan simbol dan sila.Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan penugasan, sehingga kurang merangsang keaktifan siswa. Sikap disiplin siswa kurang, dan sikap kerjasama belum muncul karena guru hanya melaksanakan pengelolaan kelas secara klasikal. Hasil belajar PKn siswa kelas II SDN 1 Kerjo hanya mencapai ketuntasan klasikal sebesar 33,3%, maka tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan proses dan hasil belajar PKn siswa kelas II SDN 1 Kerjo melalui model Role Playing.Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaaan, pengamatan, pelaksanaan dan refleksi. Data diperoleh dari hasil tes, observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data yang diperoleh meliputi data proses dan data hasil belajar. Data proses didapatkan dari hasil observasi aktivitas guru dan siswa. Data hasil belajar diperoleh dari nilai sikap, pengetahuan dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan data bahwa aktivitas guru dan siswa mengalami peningkataan, pada siklus I aktivitas guru mencapai 86% dengan kriteria baik dan aktivitas siswa 78% dengan kriteria cukup kemudian pada siklus II aktivitas guru mencapai 100% dengan kriteria sangat baik sedangkan aktivitas siswa mencapai 94% dengan kriteria sangat baik. Hasil belajar aspek pengetahuan menunjukkan rata-rata pada siklus I mencapai 75,8 dengan persentase ketuntasan klasikal 70% dengan kriteria cukup, meningkat pada siklus II dengan perolehan rata-rata 88,4 dan persentase ketuntasan klasikal 90% dengan kriteria sangat baik. Aspek sikap dan keterampilan juga mengalamai peningkatan pada setiap pertemuan dari siklus I sampai siklus II. Berdasarkan paparan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model role playing telah dilakukan dengan baik dan sesuai, terbukti dari meningkatnya aktivitas guru dan siswa dari siklus I ke siklus II, hasil belajar siswa kelas II SDN 1 Kerjo pada materi hubungan simbol dan sila Pancasila meningkat hingga 90% dengan kriteria sangat. Saran yang didasarkan pada penelitian ini adalah hendaknya guru mempelajari berbagai macam model pembelajaran dan menerapkanya dalam proses belajar mengajar, penerapan model pembelajaran yang sesuai akan meningkatkan hasil belajar siswa. Pemberian motivasi juga sangat mempengaruhi ketersediaan siswa untuk belajar dengan baik.

    Peningkatan KemampuanMengenalKonsepBilanganMelalui Media Kreasi Flipbook Kelompok A di TK Al-Husna Buring Malang

    No full text
    Hasil observasi pada kelompok A1 di TK Al-Husna Buring Jl. KH. Malik Dalam, Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang menunjukkan bahwa kemampuan mengenal konsep bilangan anak belum berkembang optimal. Anak belum mampu mengenal lambang bilangan dan mengurutkan angka 1-10. 13 dari 23 anak mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan mengenal konsep bilangan.Rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:(1) Bagaimana penerapan media kreasi flipbook dalam upaya meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan kelompok A1 di TK Al-Husna Buring Malang? dan(2) Apakah ada peningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan melalui media kreasi Flipbook kelompok A1 di TK Al-Husna Buring?.Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model penelitian bersiklus yangmenggunakan model Kemis& MC. Taggart. Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus, satu siklus dilaksanakan 2 pertemuan. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan& observasi, refleksidanrevisiperencanaan. Subjek penelitian adalah anak kelompok A1 di TK Al-Husna Buring Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui media kreasi flipbook dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak kelompok A1 TK Al-Husna Buring Malang. Hal ini dibuktikan melalui hasil penilaian kemampuan mengenal konsep bilangan pada pratindakan dengan persentase 43,5%, siklus I dengan persentase 40,9%, sedangkan pada siklus II kemampuan mengenal konsep bilangan anak berkembang dengan baik persentase mencapai 81,81% atau meningkat sebanyak 40% darisiklus I. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kreasi flipbook yang sudah dilaksanakan guru dengan baik dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-10. Melalui media kreasiflipbook yang menarik dapat menumbuhkan minat anak untuk mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu disarankan kepada guru menggunakan media pembelajaran dengan media kreasi flipbook yang lebih menyenangkan untuk anak dan sesuai dengan tahap perkembangan dalam meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan

    Pengembangan LKPD Berbasis Guided Inquiry Materi Perpindahan Kalor untuk Kelas 5 SDIT Al-Hikmah Bence Garum Blitar

    No full text
    Ashari, Dona. 2019. Pengembangan LKPD Berbasis Guided Inquiry Materi Perpindahan Kalor untuk Kelas 5 SDIT Al-Hikmah Bence Garum Blitar. Skripsi. Program Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd., (II) Dr. Alif Mudiono, M.Pd. Kata kunci: LKPD, guided inquiry, perpindahan kalorModel pembelajaran guided inquiry merupakan model pembelajaran yang membimbing peserta didikmemperolahpengetahuan melalui proses inquiry. Model inisesuaiuntuk pembelajaran IPA yang berawaldarifakta, membentukkonsephinggateori. Pembelajaran IPA di SDIT Al-Hikmah Bence Garum Blitar telah menggunakan modul pembelajaran yang disusun oleh tim guru. Didalamnya juga terdapat LKPD untuk kegiatan percobaan, namun pada materi perpindahan panas belum menunjukkan kegiatan berbasis inquiry. Untuk melengkapi bahan ajar yang telah ada maka dilakukan penelitian dan pengembangan LKPD berbasis guided inquiry materi perpindahan kalor untuk kelas 5. Tujuan penelitian dan pengembangan adalah menghasilkan LKPD yang valid menurut ahli materi, ahli media, ahli bahasa, pengguna, dan praktis untuk peserta didik kelas 5.Penelitian ini dilakukandengan menggunakan langkah penelitian pengembangan model Borg dan Gall yang dimodifikasi. Penelitian menghasilkan data dalam bentuk akhir deskriptif kuantitatif. Data kuantitatif bersumber dari angket validasi oleh validator ahlimateri, ahli media, ahlibahasa, dan guru kelas 5 sebagaipengguna, Data kualitatif diperoleh dari komentar dan saran dari validator dan pengguna.Produk LKPD mencapai nilai validasi materi 87% atau sangat valid, nilai validasi media 100% atau sangat valid, nilai validasi bahasa 100% atau sangat valid, nilai validasi pengguna 92% atau sangat valid dan nilai kepraktisan produk mencapai 98% atau sangat praltis . Kevalidan produk berada pada rentang nilai 85,01%-100%, sehingga peroduk LKPD berada dalam kategori sangat valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Kepraktisan produk berada pada rentang nilai 81%-100% sehinggaprodukdinyatakansangatpraktis. Penelitian dan pengembangan menghasilkan kesimpulan bahwa produk sangat valid dan sangatpraktisdapat digunakan dalam pembelajaran. Penelitian yang telah dilakukan hanya terbatas pada peserta didik di SDIT Al-Hikmah BenceGarum. Apabila hendak menggunakan produk LKPD di SD lain perlu diperhatikan kesesuaian antara LKPD berbasis guided inquiry dengan keadaan guru dan peserta didik. Sehingga dapat dilakukan evaluasi dan penyesuaian LKPD sebelum digunakan dalam pembelajaran

    Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Literasi Sains Siswa Kelas V SD Negeri Tanjungrejo 2 Malang

    No full text
    RINGKASANFaidah, Ranti Nur. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhandap Literasi Sains Siswa Kelas V SD Negeri Tanjungrejo 2 Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Supriyono Koeshandayanto, M.Pd. M.A., (2) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd.Kata kunci: Literasi Sains, Inkuiri Terbimbing, Pengetahuan awal.Sains dan teknologi saat ini bagi kehidupan manusia memiliki dampak positif dan negatif. Mengantisipasi dampak negatif, siswa perlu memiliki ide-ide ilmiah, kemampuan intelektual, kreativitas, penalaran, dan kepedulian terhadap lingkungan. Seseorang yang tanggap terhadap lingkungan sekitar dan memiliki kemampuan ilmiah dapat dikatakan berliterasi sains. Namun beberapa penelitian menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan melakuan literasi sains, sehingga diperlukan perbaikan mengajar salah satunya menggunakan inkuiri terbimbing. Inkuiri terbimbing mengajak siswa menumbuhkan sikap ilmiah melalui penyelidikan, dan membiasakan siswa untuk menyelesaikan masalah serta membuat kesimpulan dan didukung dengan Pengetahuan awal. Penelitian bertujuan: 1) mengetahui perbedaan literasi sains siswa yang belajar dengan model inkuiri terbimbing dan model konvensional; 2) mengetahui literasi sains siswa yang berPengetahuan awal tinggi dan rendah; 3) mengetahui pengaruh interaksi antara Pengetahuan awal dan model inkuiri terbimbing terhadap literasi sains. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu. Sampel penelitian yaitu semua siswa kelas V SD Negeri Tanjungrejo 2 Malang. Pengambilan sampel penelitian  menggunakan cluster random sampling. Instrumen soal Pengetahuan awal berupa 20 soal pilihan ganda dengan reliabilitas 0,909 memiliki kriteria tinggi, dan 10 butir soal pilihan ganda literasi sains dengan skor 0,620 dengankriteria tinggi.Hasil penelitian: 1) terdapat perbedaan peningkatan literasi sains antara siswa pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol materi peristiwa dalam kehidupan siswa kelas V sekolah dasar; 2) terdapat peningkatan literasi sains pada kelas eksperimen ataupun kelas kontrol baik yang memiliki Pengetahuan awaltinggi maupun rendah; 3) tidak terdapat pengaruh interaksi antara Pengetahuan awal dan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap literasi sains siswa kelas V sekolah dasar.SUMMARYFaidah, Ranti Nur. 2019. The Influence of the Guided Inquiry Learning Model on Science Literacy in Class V Students of Tanjungrejo 2 Elementary School 2 Malang. Thesis, Basic Education Study Program. Postgraduate of Malang State University. Advisor: (1) Dr. Supriyono Koeshandayanto, M.Pd. M.A., (2) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd.Keywords: Science Literacy, Guided Inquiry, Early Ability.Science and technology today for human life have positive and negative effects. Anticipating negative impacts, students need to have scientific ideas, intellectual abilities, creativity, reasoning, and concern for the environment. Someone who is responsive to the surrounding environment and has scientific abilities can be said to be literate in science. However, several studies show that there are still many students who experience difficulties in conducting scientific literacy, so that teaching improvement is needed, one of which is guided inquiry.Guided inquiry invites students to foster scientific attitudes through inquiry, and familiarizes students with problem solving and conclusions and is supported by initial abilities.The research aims: 1) to know the differences in scientific literacy of students who study with guided inquiry models and conventional models; 2) knowing scientific literacy of students with high and low initial abilities; 3) knowing the effect of the interaction between initial abilities and guided inquiry models on scientific literacy. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu. Sampel penelitian yaitu semua siswa kelas V SD Negeri Tanjungrejo 2 Malang. Sampling of this study uses cluster random sampling. The instrumen for the initial ability question was 20 multiple choice questions with reliability of 0.909 having high criteria, and 10 multiple choice items of scientific literacy with a score of 0.620 with high criteriaThe results of the study: 1) there are differences in the increase in scientific literacy between students in the experimental class with material control classes of events in the lives of fifth grade students of elementary school; 2) there is an increase in scientific literacy in the experimental class or the control class both those who have high and low initial abilities; 3) there is no interaction effect between the initial ability and the guided inquiry learning model on science literacy in fifth grade students of elementary school

    Pengaruh Penggunaan Model Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Siswa tentang Perpindahan Kalor di Kelas V SDN Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang

    No full text
    Wineldha, Hanifiyah. 2019. Pengaruh Penggunaan Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Tentang Perpindahan Kalor di Kelas V SDN Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Skripsi, Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suhartono, M.Pd, (2) Dra. Murtiningsih, M.Pd. Kata Kunci: Model Discovery Learning, Hasil Belajar, Perpindahan Kalor, Sekolah Dasar.Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan wali kelas dari kelas V di SDN 2 Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang pada 14 Juli 2018, ditemukan permasalahan pada hasil belajar siswa khususnya pada muatan IPA. Permasalahan yang ditemukan yaitu nilai siswa yang masih dibawah dan setara dengan SKM yaitu 70 dan pembelajaran sering didominasi dengan aktivitas guru untuk menjelaskan materi. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan pembelajaran khususnya pada muatan IPA, siswa tidak pernah melakukan percobaan dan guru tidak pernah mengimplementasikan model pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk(1) Menemukan pengaruh dari penggunaan model discovery learning terhadap hasil belajar siswa tentang perpindahan kalor(2) Menemukan perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa menggunakan model discovery learning dengan model pembelajaran konvensional.Pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental Design  menggunakan One Group Pretest-Posttest Design (Desain Satu Kelompok Tes Awal-Tes Akhir). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 39 yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Kemudian diberikan perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen pembelajaran dengan model discovery learning dan kelas kontrol pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik observasi; teknik wawancara tidak terstruktur; teknik dokumentasi dan teknik tes. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data, yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran; soal pretest dan posttest; keefektifan model discovery learning; dan format observasi model discovery learning.Berdasarkan hasil perhitungan statistik dengan SPSS uji F Kondisi awal kedua kelas tersebut memang terdapat perbedaan pada sebelum pelaksanaan pembelajaran baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis dari data posttest diperoleh t hitung = 2,133 > t tabel = 1,7151 dan (p) hitung = 0,040 t tabel = 1,7151 dan (p) hitung = 0,002 < 0,05 maka hipotesis nol (Ho) ditolak. Kesimpulan hipotesis berdasarkan hasil uji t dan signifikansi bahwa menerima hipotesis alternatif yaitu ada pengaruh model discovery learning pada hasil belajar siswa tentang perpindahan kalor.Berdasarkan perhitungan statistik yang telah dilakukan maka(1) Penggunaan model discovery learning sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa tentang perpindahan kalor, hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada hasil belajar dari 20 siswa melalui perhitungan N-Gain. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen. Kelas eksperimen terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 0,54 atau 54% dengan rata-rata nilai posttest 81 dan berada pada kategori sedang; (2) Hasil belajar siswa dengan menggunakan model discovery learning dengan model pembelajaran konvensional terdapat perbedaan yang signifikan. Perbedaan tersebut dapat dilihat melalui nilai rata-rata pretest kelas eksperimen yaitu 61,5 dan untuk kelas kontrol yaitu 57,89. Setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen yang menerapkan model discovery learning dan pembelajaran konvensional, terjadi peningkatan hasil belajar pada kedua kelas tersebut. Kelas eksperimen terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 0,54 atau 54% dengan rata-rata nilai posttest 81 dan berada pada kategori sedang. Sedangkan pada kelas kontrol terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 0,27 atau 27% dengan rata-rata nilai posttest 72,63 dan berada pada kategori sedang. Maka dapat disimpulkan bahwa N-Gain pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan N-Gain pada kelas kontrol

    Analisis Teks Non Sastra dalam Buku Siswa SD Kelas IV Tema Cita-citaku dengan Menggunakan Kriteria SMOGnaa

    No full text
    RINGKASANKarismatik, Tri Indah. 2019. Analisis Teks Non Sastra dalam Buku Siswa SD/MI Kelas IV Tema Cita-citaku dengan Menggunakan Kriteria SMOG. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidkan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Achmad Taufiq, M.Pd., (II) Drs. Heru Agus Tri Widjaja, M.Pd Kata Kunci: Teks Non Sastra, SMOGPenelitian ini dilatar belakangi pada saat peneliti melaksanakan KPL di SDN Polehan 5 Kota Malang terdapat 10 siswa dari 17 siswa yang masih belum bisa memahami isi teks secara mendalam dan belum mendapat informasi penting dari teks yang dibaca. Hal tersebut dapat menimbulkan praduga diantaranya kompetensi membaca yang dimiliki siswa kurang dan dapat juga disebabkan oleh tingkat keterbacaan teks pada buku siswa yang berada pada tingkat rendah. Pada penelitian sebelumya, terdapat ketidaksesuaian keterbacaan pada buku siswa kelas V semester 2 dengan kriteria SMOG. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif dengan variasi analisis isi karena ditujukan untuk mengetahui makna, hubungan antara berbagai konsep maupun hasil mengenai kesesuaian teks non sastra dalam buku siswa kelas IV tema cita-citaku dengan menggunakan kriteria SMOG. Penelitian ini menghasilkan suatu data yang kemudian dideskripsikan dalam bentuk kata-kata.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterbacaan teks  non sastra dalam buku siswa SD/MI Kelas IV tema cita-citaku dengan menggunakan kriteria SMOG hanya mencapai 5,0% yang tergolong sangat kurang sesuai karena hanya terdapat 1 dari 20 teks non sastra yang sesuai dengan siswa usia 10 tahun (kelas IV SD/MI). Dapat disimpulkan bahwa jika dilihat dari kriteria SMOG, tingkat keterbacaan teks  non sastra pada buku siswa SD/MI kelas IV tema cita-citaku tidak sesuai dengan siswa kelas IV SD (usia 10 tahun). Saran yang dapat diberikan kepada penyusun buku hendaknya lebih memperhatikan tingkat keterbacaan suatu teks menggunakan kriteria SMOG. serta bagi guru hendaknya lebih teliti dalam memilih teks bacaan yang ada pada buku siswa maupun buku teks bagi siswa.

    Implementasi Pendekatan Saintifik pada Subtema Giat Berusaha Meraih Cita-cita Kelas IV di SDN Karangbesuki 1 Kota Malang

    No full text
    RINGKASAN Aristu, Rahmayani. 2019. Implementasi Pendekatan Saintifik Pada Subtema Giat Berusaha Meraih Cita-cita Kelas IV Di SDN Karangbesuki 1 Kota Malang. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Murtiningsih, M.Pd (II)Drs. Achmad Taufiq, M.Pd   Kata Kunci : pendekatan Saintifik, implementasi pendekatan saintifik Pendekatan saintifik merupakan pendekatan dalam suatu pembelajaran yang dirancang dengan tujuan siswa dapat aktif membangun konsep, hukum atau prinsip melalui tahap mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik akan akan menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa dengan mengkonstruk pengalaman belajarnya sendiri. Peneliti melakukan observasi awal didapati bahwa kegiatan pembelajaran siswa tidak menggunakan langkah pendekatan saintifik dengan maksimal, yakni langkah menanya belum dilakukan. Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian “Implementasi Pendekatan Saintifik Pada Subtema Giat Berusaha Meraih Cita-cita Kelas IV di SDN Karang Besuki 1 Kota Malang”. Tujuan peneilitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi rencana, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada subtema Giat Berusaha Meraih Cita-cita Kelas IV di SDN Karangbesuki 1 Kota Malang. Penelitian ini menggunakkan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Peneliti sebagai intrumen penelitian yang berperan sebagai pengumpul data dari proses mengamati secara langsung, namun tidak terlibat dalam kegiatan yang diamati. Sumber data penelitian ini yaitu dokumen RPP dan pelaksanaan pembelajaran. Teknik yang digunakkan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi rencana pembelajaran dengan pendekatan saintifik belum optimal yakni pada langkah menanya. Implementasi pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik juga belum optimal dimana langkah menanya tidak terlaksana. Langkah pendekatan saintifik yang yang sudah direncanakan dan dilaksanakan yaitu langkah mengamati, mencoba/mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan. Sedangkan implementasi penilaian pembelajaran dengan pendekatan saintifik yaitu penilaian pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada kepala sekolah untuk melakukan pelatihan kepada guru mengenai implementasi pendekatan saintifik. Selain itu peneliti menyarankan kepada guru hendaknya menyusun RPP dengan memperhatikan langkah pendekatan saintifik sesuai teori dan pada pelaksanaan hendaknya guru membimbing siswa untuk dapat menerapkan langkah pendekatan saintifik secara optimal. Bagi peneliti lain dapat mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan pendekatan siantifik dalam hal permasalahan yang dihadapi guru

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇