Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    Analisis Penyelenggaraan Perpustakaan di SDN Penanggungan Kota Malang

    No full text
    Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana penting yang sangat berpengaruh terhadap hasil pendidikan. Keberadaan perpustakaan di sekolah dasar sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Perpustakaan dapat memberikan kesempatan bagi siswa dan guru untuk memperdalam ilmu teknologi. Empat faktor yang harus ada di perpusakaan yaitu gedung perpustakaan, koleksi pustaka, pustakawan dan pemustaka. Berdasarkan data awal diperoleh sedikitnya siswa berkunjung ke perpustakaan sejumlah 5 siswa dari 345 siswa di SDN Penanggungan Kota Malang. Letak Perpustakaan paling ujung utara sekolah dengan bentuk sekolah yang memanjang, dan pelayanan perpustakaan dibantu dengan tenaga perpustakaan yang berjumlah hanya 1 orang.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelenggaraan perpustakaan di SDN Penanggungan Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari petugas perpustakaan, kepala sekolah, dan guru. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan perpustakaan belum berjalan secara optimal. Aspek penyelenggaraan perpustakaan masih memiliki banyak kekurangan. Kekurangan dalam penyelenggaraan perpustakaan meliputi: ukuran fasilitas gedung tidak memenuhi syarat, lokasi dan ukuran ruang perpustakaan tidak sesuai standar, peralatan dan perlengkapan belum lengkap, layanan peminjaman buku jarang dilakukan, penegakan tata tertib dengan pemberian sanksi pun belum dilaksanakan, pelayanan dan pemeliharaan tidak bisa secara optimal karena kekurangan tenaga perpustakaan, serta kualifikasi tenaga perpustakaan juga tidak sesuai standar. Anggaran dana untuk perpustakaan hanya terbatas pada DPA (Dana Penggunaan Anggaran) dalam satu tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan perpustakaan belum berjalan optimal dikarenakan adanya hambatan, utamanya sarana prasarana, sistem pelayanan dan petugas perpustakaan. Untuk itu, disarankan pihak sekolah agar melengkapi sarana prasarana sekolah perpustakaan, mengikutkan pustakawannya melanjutkan pendidikan tentang ilmu perpustakaan, dan memaksimalkan potensi yang ada di perpustakaan agar dapat berjalan dengan baik

    Pengaruh Penerapan Permainan BBC (Bunga Bisik Ceria) Terhadap Social Skill Anak Kelompok B Di TK Akademika Sawojajar

    No full text
    Permainan BBC yaitu permainan kerjasama yang menyerupai bunga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh permainan BBC (Bunga bisik Ceria) terdahap keterampilan sosial anak kelompok B di Tk Akademika Sawojajar. Berdasarkan observasi awal yaitu kegiatan pembelajaran di masih menggunakan model pembelajaran klasikal, pembelajaran ditekankan pada aspek perkembangan kognitif dan aspek perkembangan bahasa, anak hanya mendengarkan guru saat guru menjelaskan materi, anak duduk rapi, diam dan memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru, pembelajaran secara individual, tugas yang diberikan oleh guru masih banyak menggunakan LK (Lembar Kerja) serta metode pembelajaran yang monoton sehingga anak kurang diberi kesempatan untuk bersosialisasiPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah One-Group-Pretest-Posttest Design. Populasinya adalah anak Kelompok B di TK Akademika Sawojajar Malang. Sampel yang digunakan adalah satu kelas anak Kelompok B sejumlah 18 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik uji t dan diuji hipotesisnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah skor pada pretest anak sebesar 2389, dengan rata-rata sebesar 132.7.  Jumlah skor pada posttest anak sebesar 3695, dengan rata-rata sebesar 205.7. Dengan demikian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan pada hasil pretest dan posttest anak. Adapun hasil dari uji t yang dilakukan adalah 9.540 dengan taraf signifikasi 5% yaitu 2.10. Oleh karena nilai >, maka dapat dikatakan bahwa  ditolak dan  diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh permainan BBC (Bunga Bisik Ceria) terhadap keterampilan sosial anak kelompok B di Tk Akademika Sawojajar sebesar 9.540.Peneliti memberikan saran bagi sekolah untuk memfasilitasi semua aspek perkembangan pada anak, saran bagi guru dapat menggunakan permainan BBC (Bunga Bisik Ceria) pada proses pembelajaran keterampilan sosial, dan saran bagi peneliti selanjutnya untuk lebih mengembangkan dan menambah inovasi agar lebih variatif, menarik dan menyenangkan

    Peningkatan Kerampilan Membaca Pemahaman Teks Narasi Menggunakan Model Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R) di Kelas V SDN Ngembul 04 Kabupaten Blitar

    No full text
    RINGKASANPrasetiyo, ArifDwiPujo. 2019. Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahamanteks Narasi menggunakan model Survey, Question, Read, Recite, And Review (Sq3r) Di Kelas V SDN Ngembul 04 Kabupaten Blitar.Skripsi. Prodi S1Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suhel Madyono, M.Pd, (II) Arda Purnama Putra, M.Pd Kata kunci: keterampiilan membaca pemahaman,teks narasi, model sq3rBerdasarkan hasil observasi terhadap pembelajaran membaca pemahaman teks narasi di  kelas V SDN Ngembul 04 Kabupaten Blitar masihrendah. Ada beberapa penyebab rendahnya tingkat kesulitar belajar yang berasal dari guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman teks narasi siswa menggunakan model survey, question, read, recite, and review (SQ3R)pada siswa kelas V SDN Ngembul 04 Kabupaten Blitar.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang dirancang dengan menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Penelitian dilaksanakan dalam 3 tahapan yaitu tahap pratindakan, siklus I, dan siklus II, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dengan tahapan, perencanaan, pelaksanaan, observasi, danrefleksi. Model yang digunakan adalah model survey, question, read, recite, and review  (SQ3R)dengan jenis data berupa data proses berupa aktivitas guru dan aktivitas siswa serta data hasil keterampilan dan pengetahuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model SQ3Rdapat meningkatkan siswa untuk berfikir kritis, aktif dalam kegiatan pembelajaran, dan menjadikan pembelajaran lebih bermakna sudah dilksanakan dengan baik sehingga dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman dan hasil belajar siswa di kelas V SDN Ngembul 04 Kabupaten Blitar Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model SQ3R pada pembelajaran membaca pemahaman teks narasi dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman dan hasil belajar siswa kelas V SDN Ngembul 04 Kabupaten Blitar. Dengan demikian, hendaknya guru menerapkan model SQ3R dalam pembelajaran membaca pemahaman teks narasi

    Peningkatan Hasil Belajar Meringkas Teks Penjelasan Melalui Model Cooperative Script Pada Siswa Kelas V SDN Karanggayam 02 Kabupaten Blitar

    No full text
    Dimmayanti, Fransiska Helwa. 2019. Peningkatan Hasil Belajar Meringkas Teks Penjelasan Melalui Model Cooperative Script Pada Siswa Kelas V SDN Karanggayam 02 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Alif Mudiono, M.Pd, (2) Dra. Sri Murdiyah, M.Pd Kata Kunci: hasil belajar, meringkas, Cooperative ScriptBerdasarkan hasil observasi yang dilakukan ketika guru mengajar meringkas teks penjelasan kepada siswa kelas V SDN Karanggayam 02, diketahui bahwa guru belum memperhatikan tahapan dalam meringkas melainkan guru langsung mengharapkan siswanya untuk dapat meringkas sekali jadi. Sehingga dalam membuat sebuah ringkasan banyak siswa yang tidak mengembangkan gagasan utama yang ada pada setiap paragraf melainkan siswa menulis ulang teks bacaan yang ada, dan ketika batas waktu yang diberikan sudah habis, siswa belum selesai dalam meringkas teks penjelasan. Permasalahan tersebut berdampak pada hasil belajar meringkas teks penjelasan siswa menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Cooperative Script dalam meringkas teks penjelasan dan peningkatan hasil belajar meringkas teks penjelasan pada siswa kelas V SDN Karanggayam 02 Kabupaten Blitar.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan dirancang dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dengan menggunakan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan (plan), tindakan (act), pengamatan (observe), dan refleksi (reflect). Sumber data penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN Karanggayam 02. Data dalam penelitian ini adalah data proses dan hasil. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis secara kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar. Aktivitas guru pada siklus I dan siklus II yaitu 100%. Aktivitas siswa pada siklus I sebesar 92,9% dan siklus II meningkat menjadi 97,3%. Rata-rata nilai pra tindakan siswa 62 dengan ketuntasan belajar klasikal 34,6%, meningkat menjadi 68,46 dengan ketuntasan belajar klasikal 65,38% pada siklus I, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 80,96 dengan ketuntasan belajar 88,46%. Pada aspek keterampilan siklus I rata-rata nilai optimum siswa yaitu 76,19 dengan ketuntasan belajar klasikal 80,77% dan pada siklus II rata-rata nilai optimum siswa yaitu 93,08 dengan ketuntasan belajar klasikal 96,15%. Sedangkan pada aspek sikap yang terdiri atas percaya diri, teliti, dan tanggung jawab menunjukkan bahwa dalam setiap pertemuan dalam siklus I dan II meningkat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Cooperative Script dapat meningkatkan hasil belajar meringkas teks penjelasan pada siswa kelas V SDN Karanggayam 02 Kabupaten Blitar. Oleh karena itu disarankan bagi para guru untuk menerapkan model Cooperative Script dalam meringkas teks penjelasan agar dapat tercipta pembelajaran yang aktif dan dapat meningkatkan hasil belajar sisw

    . Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi melalui Teknik Peer Correction pada Siswa Kelas II SDN Bandungrejosari I Kota Malang

    No full text
    RINGKASANTasyakuranti, Rifiera Tresta. 2019. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi melalui Teknik Peer Correction pada Siswa Kelas II SDN Bandungrejosari I Kota Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ratna Trieka A, S.Pd. M.Pd , (II) Dra.Nihayati, S.Pd. M.Pd. Kata Kunci:Menulis, Karangan Narasi,Teknik Peer CorrectionHasil penilaian akhir terhadap karangan narasi siswa dalam kegiatan pratindakan yang dilakukan peneliti di kelas IIA SDN Bandungrejosari 1 Kota Malang menunjukkan bahwa hanya 13 siswadari 28 siswa yang tuntas mencapai standar ketuntasan minimal (SKM), dengan nilai rata-rata klasikal 66.Nilaiyang tidak tuntas dikarenakan masih banyak siswa yang melakukan kesalahan. Misalnya hasil karangan yang tidak runtut dan banyak kesalahan pada aspek mekanik. Selain itu, guru saat pelaksanaan pembelajaran menulis masih belum menggunakan teknik tertentu. Berdasarkan data hasil penilaian dan wawancara terhadap pelaksanaan pembelajaran, maka keterampilan menulis siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II perlu ditingkatkan.Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu(1) bagaimana penerapan pembelajaran dengan teknik peer correction untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi dalam aspek isi karangan dan aspek mekanik pada siswa kelas II SDN Bandungrejosari I Kota Malang?, dan(2) apakah teknik peer correction dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi dalam aspek isi karangan dan aspek mekanik pada siswa kelas II SDN Bandungrejosari I Kota Malang?Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatifdeskriptif. Sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjekpenelitianiniadalahsiswakelas IIA SDN Bandungrejosari I kota Malang yang berjumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar observasi aktivitas guru, lembar penilaian proses siswa dalam pembelajaran, dan lembar penilaian hasil karangan siswa. Penerapan teknik peer correction pada pembelajaran menulis karangan narasi dilaksanakan pada tahapanrevising dan editing. Teknik peer correction membantu siswa menyadari kesalahan pada karangannya dan memberikan pengalam belajar yang bervariasi. Hasil penilaian akhir keterampilan menulis karangan narasi siswa meningkat di setiap siklus. Ketuntasan siswa meningkat dari 46,42% pada pratindakan, menjadi 60,71% pada tindakan Siklus I, dan meningkat kembali menjadi 82,14% pada tindakan Siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan teknik peer correction dapat meningkatkan hasil keterampilan menulis karangan narasi siswa. Selain itu, dapat membelajarkan siswa menjadi pembaca dan penulis yang kritis serta memberikan kesempatan bagi siswa agar dapat lebih aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk menggunakan teknik peer correction dalam pembelajaran menulis karangan narasi secara berkelanjutan

    Penerapan permainan sirkuit fantastic bamboe untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK PKK Deyeng Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri

    No full text
    Wahyuningsih, Eny. 2019. Penerapan Permainan Sirkuit Fantastic Bamboe Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok B di TK PKK Deyeng Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Skripsi Prodi S1–Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Retno Tri Wulandari,S.Pd., M.Pd., (II) Suryadi, S.Sn., M.Pd. Kata Kunci:Permainan Sirkuit Fantastic Bamboe, Kemampuan Motorik KasarKegiatan pembelajaran di TK PKK Deyeng Ringinrejo Kab Kediri setiap harinya melatih aspek kognitif, motorik halus, seni, calistung, sedangkan untuk menstimulasi motorik kasar pada anak hanya mengandalkan permainan outdoor, senam bersama, jalan sehat keliling kampung. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di TK PKK ditemukan bahwa terdapat beberapa permasalahan yang terkait dengan aspek motorik kasar pada anak. Dari 17  anak ditemukan 10 anak kesulitan berjalan di atas papan titian, 9 anak kesulitan bergelantungan di tangga majemuk, 11 anak kesulitan senam sesuai dengan gerakan, 7 anak kesulitan melompat sebanyak 5 kali. Penelitian ini bertujuan untuk 1. mendeskripsikan penerapan permainan sirkuit fantastic bamboe untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar kelompok B di TK PKK Deyeng Kecamatan Ringinrejo; 2. mendeskripsikan peningkatan kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK PKK melalui permainan sirkuit fantastic bamboe .Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas model Arikunto yang dilakukan secara kolaboratif peneliti dan guru kelas. Penelitian ini menggunakan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 17 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian  menunjukkan bahwa permainan sirkuit fantastic bamboe dapat meningkatkan aspek motorik kasar. Peningkatan dari pratindakan sampai siklus I indikator keseimbangan mencapai 23,53% sedangkan siklus I sampai siklus II mencapai 35,3%, kekuatan pada pratindakan sampai siklus I mencapai 5,89% sedangkan peningkatan siklus I sampai siklus II mencapai 35,29%, kelentukan pratindakan sampai siklus I mencapai 23,53% sedangkansiklus I sampaisiklus II mencapai 29,41%,kelincahanpadapratindakansampaisiklus I mencapai 11,76% sedangkan pada siklus I sampaisiklus II mencapai 23,53%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa permainan sirkuit fantastic bamboe dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak dengan aturan yang telah ditentukan. Berdasarkan keberhasilan tersebut diharapkan guru dapat mengembangkan permainan dengan menambahkankegiatan-kegiatan yang menarik, sertamemberikaninovasisehinggapermainanlebihbervariasi

    PERBANDINGAN TINGKAT KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN TEMBAGA, BESI, DAN ALUMUNIUM PADA PIPA RANGKAIAN CHIPS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai perbandingan konduktivitas pada tembaga, besi, dan alumunium sebagai bentuk pengembangan terhadap CHIPS.  Menyiasati tingkat keefektifan engine pada sistem kendaraan bermotor yang tidak sesuai harapan maka perlu membuat terobosan baru salah satunya CHIPS. Kami terinspirasi dari manfaat alternator. CHIPS memanfaatkan panas mesin hasil pembakaran bahan bakar sebagai suplai listrik pada sistem kendaraan kususnya mobil. CHIPS membutuhkan bahan dengan konduktivitas tinggi karena sesuai teori yang telah ada bahwa semakin besar nilai konduktivitas suatu bahan maka bahan tersebut merupakan konduktor yang baik. Untuk mengetahui besar konduktivitas masing-masing bahan tersebut metode yang digunakan adalah eksperimental. Bahan yang digunakan pada eksperimen ini ada 3 jenis logam yaitu tembaga, besi, alumunium. Nilai konduktivitas yang diperoleh adalah k = 385 W/mKuntuk tembaga; k = 205 W/mK untuk alumunium; dan k = 50 W/mK untuk besi.Kata Kunci: Konduktivitas, Tembaga, Besi, Alumunium, CHIP

    STUDI KASUS PERILAKU KONSUMTIF DALAM PENGGUNAAN UANG SAKU ANAK USIA DINI DI KELOMPOK B TK KEMALA BHAYANGKARI 100 MALANG

    No full text
    RINGKASANLarasati, E N. 2019. Studi Kasus Perilaku Konsumtif dalam Penggunaan Uang Saku Anak Usia Dini di Kelompok B TK Kemala Bhayangkari 100 Malang. Skripsi Prodi S1 PG-PAUD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum., (II) Sandy Tegariyani, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: Perilaku Konsumtif, Uang Saku, Anak Usia 5-6 TahunPenelitian ini tentang penggunaan uang saku pada anak usia dini seperti munculnya perilaku konsumtif yang timbul dari penggunaan uang saku. Hal ini didasari karena dari hasil pengamatan peneliti ditemukan bahwa sebagian besar anak dalam satu kelas membawa uang saku dengan jumlah yang berbeda-beda dengan latar belakang pekerjaan orangtua yang berbeda-beda pula. Siswa-siswa tersebut pasti membeli makanan atau minuman pada saat jam istirahat. Terdapat beberapa siswa yang membawa bekal dan uang saku memilih untuk menggunakan uang tersebut saat jam istirahat. Beberapa siswa yang lain tidak pernah jajan karena tidak dibawakan uang oleh orangtua  atau membawa bekal dari rumah. Ada pula yang tidak pernah membawa bekal dan dibawakan uang oleh orangtua untuk membeli makanan atau minuman ketika jam istirahat. Hal tersebut  dapat memicu perilaku konsumtif sejak dini dan memiliki pengaruh saat anak dewasa nanti.Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penggunaan uang saku anak usia dini (2) mendeskripsikan perilaku konsumtif pada anak akibat pemberian uang saku terhadap anak usia dini (3) mendeskripsikan cara mengatasi munculnya perilaku konsumtif dalam penggunaan uang saku terhadap anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif menggunakan metode studi kasus dengan jenis studi kasus tunggal karena bersifat khusus. Teknik pengumpulan data yang yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 100 Malang.Hasil penelitian ini adalah (1) siswa kelompok B TK Kemala Bhayangkari 100 Malang memiliki perilaku konsumtif dikarenakan siswa-siswa tersebut membeli barang tanpa dipikirkan kegunaannya terlebih dahulu, hanya untuk memenuhi apa yang diinginkan bukan apa yang dibutuhkan dengan adanya pengaruh lain seperti teman sebaya (2) siswa sudah terbiasa diberi uang saku orangtua setiap hari untuk dibawa ke sekolah dengan berbagai alasan yang berbeda-beda, kebanyakan orangtua memberi uang saku dengan alasan tidak sempat membawakan bekal ke sekolah sehingga lebih praktis untuk memberikan siswa uang saku (3) peran orangtua agar menghindari anak dari perilaku konsumtif sangat penting, pastikan anak berangkat sekolah dalam kondisi kenyang setelah sarapan, apabila tidak sempat sarapan, usahakan amembawa bekal dari rumah, setelah pulang sekolah, orangtua menanyakan apa yang telah dibeli dari sekolah.  SUMMARYLarasati, E. 2019. Case Study of Consumptive Behavior in the Use of Pocket Money for Early Childhood in Group B of Kemala Bhayangkari 100 Malang Kindergarten. Thesis, S1 PG-PAUD Study Program, Department of Elementary and Preschool Education, Faculty of Education, State University of Malang. Adviser: (I) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum., (II) Sandy Tegariyani, S.Pd., M.Pd.Keyword: Consumptive Behavior, Pocket Money, 5-6 years childThe purpose of this study is (1) to describe the use of early childhood’s pocket money (2) to describe the causes of consumptive behavior in the use of pocket money for early childhood (3) describe how to resolve the emergence of consumptive behavior in the use of pocket money for early childhood. This study uses descriptive qualitative methods using a case study method with a type of single case study because its in particular. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. This research was located at Kemala Bhayangkari 100 Malang Kindergarten.This research is about the use of pocket money in early childhood as the emergence of consumptive behavior arising from the use of pocket money. This is based on the results of observations of researchers found that most children in one class has different amounts of pocket money with different job backgrounds of their parents. These students must buy food or drinks during a break time. There are some students who bring provisions and pocket money but choosing to use the money during the break time. Some students never has snacks because they are not brought money or bring lunch from home. Others who never bring lunch and are brought by parents to buy food or drinks during break. This can trigger consumptive behavior early and have an influence when the child grows up.The results of this study are (1) students do not have consumptive behavior because these students do not waste too much money, do not depend on luxurious life, and impose conditions to buy what they want (2) students are accustomed to being given pocket money from their parents every day to be taken to school for a variety of different reasons, most parents give pocket money because they don't have time to bring supplies to school so it is more practical to give students pocket money (3) the role of parents in avoiding consumptive behavior is very important children go to school in full condition after breakfast, if they do not have breakfast, try to bring supplies from home, after going home from school, parents ask what has been purchased from school

    Nilai-Nilai Pancasila pada Ekstrakurikuler Karawitan di SDN Sumbersari 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

    No full text
    RINGKASANFadhilah, Ainun Ega. 2019. Nilai-Nilai Pancasila pada Estrakurikuler Karawitan di SDN Sumbersari 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muchtar, S.Pd, M.Si., (II) Drs. M. Imron Rosyadi SY., S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Nilai Pancasila, Ekstrakurikuler, Karawitan.Pengembangan pelaksanaan nilai Pancasila diimplementasikan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Melalui ekstrakurikuler karawitan dengan mengimplementasikan nilai Pancasila di luar jam intrakurikuler dan kokurikuler. SDN Sumbersari 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang telah mengimplementasikan nilai Pancasila, salah satunya dikegiatan ekstrakurikuler karawitan. Masalah yang masih terlihat yaitu banyak peraturan yang masih dilanggar oleh siswa. Hasil penelitian sebelumnya pada sekolah lain menemukan beberapa nilai karakter yang identik dengan nilai Pancasila termuat pada ekstrakurikuler karawitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai Pancasila, faktor pendukung dan faktor penghambat pengembangan pelaksanaan nilai Pancaila di SDN Sumbersari 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif bersikap deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi ini menemukan bahwa esktrakuikuler karawitan memuat nilai-nilai Pancasila tertentu dikegiatannya. Nilai Pancasila yang termuat dalam pelaksanaan ekstrakurikuler karawitan sebanyak 29 nilai Pancasila, yang meliputi 10 nilai keTuhanan, 6 nilai kemanusiaan, 5 nilai persatuan, 1 nilai kerakyatan dan 7 nilai keadilan. Faktor pendukung pengembangan pelaksanaan nilai Pancasila pada kegiatan ekstrakurikuler karawitan, yaitu faktor internal yang meliputi faktor kesehatan dan faktor minat. Sedangkan pada faktor eksternal yang meliputi faktor dukungan keluarga, faktor sarana prasarana dari sekolah, dan faktor kegiatan siswa dalam masyarakat. Faktor penghambat pengembangan pelaksanaan nilai Pancasila pada kegiatan ekstrakurikuler karawitan, yaitu faktor internal yang meliputi faktor kesehatan dan faktor minat. Sedangkan faktor ekstrenal meliputi faktor sarana prasarana dari sekolah. Berdasarkan penelitian di atas, peneliti menyarankan terkait nilai-nilai Pancasila faktor pendukung dan faktor penghambat pada ekstrakurikuler karawitan, bagi sekolah untuk memberikan sarana dan prasarana yang lebih baik kualitasnya, dan menyediakan tambahan guru ekstrakurikuler karawitan. Bagi Kepala Sekolah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler karawitan. Bagi guru ekstrakurikuler karawitan untuk membuat progam kegiatan ekstrakurikuler di awal semester, lebih menanamkan nilai-nilai Pancasila, dan memberikan pendampingan bagi siswa yang masih membutuhkan pembinaan. Bagi peneliti lain, untuk mengembangkan penelitian terkait dengan fokus dan cakupan yang lebih luas dengan menggunakan metedologi penelitian yang berbeda

    Pengembangan Instrumen Tes Setipe PISA Untuk Melatih Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas V SD LAB UM

    No full text
    ABSTRAKIndrawati, 2019. Pengembangan Instrumen Tes Setipe PISA untuk Melatih Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas V SD LAB UM, Skripsi, Jurusan Pendidikan Sekolah dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Yuniawatika, S.Pd, M.Pd, (II) Suminah, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Instrumen Tes, PISA, Wondershare Quiz CreatorInstrumen tes adalah suatu alat ukur atau alat evaluasi yang digunakan pendidik dalam mengumpulkan data dan informasi untuk kegiatan pengukuran. Selain itu, instrumen tes harus dibuat sesuai dengan acuan dan mempunyai standarisasi dalam pembuatannya. Untuk itulah instrumen tes setipe PISA perlu dikembangkan. Dengan menggunakan standarisasi PISA maka siswa dapat berlatih soal-soal berstandar internasional. Selain itu, instrumen tes setipe PISA dapat melatih kemampuan literasi matematika siswa.Penelitian ini bertujuan untuk menguji kevalidan, kepraktisan, dan mengetahui kualitas instrumen tes. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan pengguna (guru). Kualitas instrumen tes yang dianalisis antara lain, validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran butir soal, dan daya pembeda butir soal.Rancangan penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan Borg and Gall langkah pertama sampai keenam. Uji coba instrumen tes setipe PISA dilakukan dua kali yaitu, uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Uji coba terbatas dilaksanakan kepada 3 siswa kelas V SDN Sentul I, sedangkan uji coba lapangan dilaksanakan di SD LAB UM dengan jumlah 21 siswa kelas V. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi didapatkan persentase sebesar 97,22%, oleh ahli media sebesar 95,83%, oleh pengguna yaitu guru matematika kelas V sebesar 92,59%. Sehingga instrumen tes setipe PISA mendapatkan predikat sangat layak. Kemudian, analisis kualitas instrumen tes mendapatkan hasil diantaranya 16 butir soal valid dan 14 butir soal tidak valid. Reliabilitas instrumen tes sebesar 0,52. Tingkat kesukaran instrumen tes menunjukkan bahwa 13 butir soal dalam kategori sukar, 13 butir soal dalam kategori sedang, dan 4 butir soal dalam kategori mudah. Sedangkan daya pembeda diperoleh hasil 8 butir sangat bagus, 6 butir soal cukup bagus, dan 16 butir soal kurang

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇