Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Kegiatan Ekonomi di Kelas IV A SDN Tawangsari 01 Kabupaten Blitar
RINGKASAN Kholifah, Ira Chusnul. 2019. Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Kegiatan Ekonomi Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) di Kelas IV A SDN Tawangsari 01 Kabupaten Blitar. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Alif Mudiono, M.Pd., (II) Dra. Sri Murdiyah, M.Pd. Kata Kunci: hasil belajar, kegiatan ekonomi, Problem Based Learning (PBL) Berdasarkan hasil studi penelitian di SDN Tawangsari 01 Kabupaten Blitar ditemukan bahwa hasil belajar siswa, terutama pada muatan IPS masih belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Siswa juga belum terlibat aktif dalam pembelajaran karena pembelajaran masih berpusat pada guru, sehingga hasil belajar siswa belum optimal. Hanya 7 siswa yang memenuhi KKM dari 26 siswa. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki permasalahan tersebut, agar siswa dapat terlibat aktif dalam mendiskripsikan model PBL menunjukkan hasil belajar siswa menggunakan model PBL. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, tes, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data yang dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang menerapkan model PBL dapat meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa. Pada siklus I persentase aktivitas guru adalah 96,1% dan meningkat menjadi 100% pada siklus II. Kemudian aktivitas siswa selama siklus I adalah 74%, meningkat menjadi 95,3% pada siklus II. Penerapan model PBL pada materi mengidentifikasi kegiatan ekonomi dapat meningkatkan hasil belajar pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa. Nilai akhir rata-rata siswa pada tahap pratindakan yaitu 60,6 meningkat menjadi 98 di akhir siklus II. Nilai keterampilan pada siklus I yang memiliki kategori kurang, meningkat menjadi sangat baik pada akhir siklus II. Aspek sikap pada siklus I, sikap kerja sama memiliki kategori perlu bimbingan, sikap percaya diri dan tanggung jawab memiliki kategori cukup. Kemudian pada siklus II sikap tanggung jawab, percaya diri, dan tanggung jawab mengalami peningkatan dengan kategori sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model PBL yang sesuai dengan langkah-langkahnya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Disarankan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan model PBL agar sesuai dengan kondisi siswa dan kelas yang ada.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA MENEMUKAN KESALAHAN PENULISAN EJAAN DALAM KARANGAN NARASI KELAS V SDN SE-GUGUS RANDUAGUNG SINGOSARI KABUPATEN MALANG
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa menemukan kesalahan penulisan ejaan dalam karangan narasi kelas V SDN Se-Gugus Randuagung Singosari Kabupaten Malang. Variabel-variabel kesalahan penulisan ejaan tersebut diantaranya pemakaian huruf kapital, penulisan kata depan, dan pemakaian tanda baca. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu kemampuan siswa kelas V SDN Se-Gugus Randuagung Singosari Kabupaten Malang menemukan kesalahan pemakaian huruf kapital dan penulisan kata depan dalam karangan narasi berkategori baik, sementara kesalahan pemakaian tanda baca berkategori cukup. Kata kunci: Analisis kemampuan, Siswa Menemukan, Kesalahan Penulisan, Ejaan, Karangan Narasi.AbstractThis study aims to determine the level of understanding students find spelling writing errors in the narrative essay 5th grade elementary school of a cluster of Randuagung Singosari Malang Regency. The variables of spelling writing errors include the use of capital letters, prepositions, and the use of punctuation. The results obtained from this study are the ability of fifth grade students of elementary school of a cluster of Randuagung Singosari Malang Regency to find capital letter usage errors and the writing of prepositions in a well-written narrative essay, while punctuation errors are sufficient.Key Word: Capability analysis, Students Find, Writing errors, Spelling, Narrative essay
Peningkatan Keterampilan Membaca Puisi Melalui Metode Pemodelan di Kelas IV SDN Plumbangan 01 Kabupaten Blitar
RINGKASANRianti, Cindy. 2019. Peningkatan Keterampilan Membaca Puisi Melalui Metode Pemodelan di Kelas IV SDN Plumbangan 01 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sutansi, M.Pd, (II) Suminah, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: keterampilan membaca puisi, metode pemodelan.Permasalahan yang ada di kelas IV SDN Plumbangan 01 Kabupaten Blitar pada pembelajaran membaca puisi yaitu kesulitan siswa dalam membaca puisi, kesulitan itu tampak ketika siswa mengekspresikan dan menghayati puisi yang dibacanya. Permasalahan tersebut berdampak pada hasil keterampilan membaca puisi siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan tentang penerapan metode pemodelan dan peningkatan keterampilan membaca puisi siswa kelas IV SDN Plumbangan 01 Kabupaten Blitar melalui metode pemodelan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yangs dirancang dengan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, tes, dokumentasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data kualitatif yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian dengan menerapkan metode pemodelan dalam pembelajaran membaca puisi pada siklus I didapatkan nilai rata-rata observasi aktivitas guru sebesar 80% meningkat menjadi 98% pada siklus II. Nilai rata-rata observasi aktivitas siswa pada siklus I sebesar 68% meningkat menjadi 94% pada siklus II. Nilai rata-rata keterampilan membaca puisi siswa pada pratindakan adalah 49 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 29%. Pada siklus I nilai rata-rata keterampilan membaca puisi siswa meningkat menjadi 67 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 43%. Selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata keterampilan membaca puisi siswa meningkat menjadi 84 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 82%. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan metode pemodelan dapat meningkatkan hasil keterampilan membaca puisi siswa kelas IV SDN Plumbangan 01 Kabupaten Blitar. Oleh karena itu, pembelajaran membaca puisi yang dilaksanakan di sekolah hendaknya dengan cara guru membimbing siswa untuk membaca berulang-ulang puisi yang akan dibaca dengan tujuan agar siswa memahami isi puisi, sehingga memudahkan siswa dalam membaca puisi. Guru hendaknya juga membimbing siswa menyimak acuan atau contoh dalam membaca puisi, dengan menyimak dan mengamati acuan atau contoh, siswa mempunyai acuan dalam membaca puisi dan memudahkan siswa dalam membaca puisi yang sesuai dengan lafal, intonasi dan ekspresi yang tepat. Selain itu, pembelajaran membaca puisi menggunakan metode pemodelan juga dapat meningkatkan keterampilan membaca puisi siswa
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Rutin di SDN Bedilan Gresik
RINGKASANZaqiyah, Arrofatuz. 2019. Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Rutin di SDN Bedilan Gresik. Skripsi. Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (1) Dr. Sutarno, M.Pd., (2) Putri Mahanani, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : Penguatan Pendidikan Karakter, Kegiatan Rutin, Sekolah DasarPenguatan pendidikan karakter merupakan upaya yang dilaksanakan untuk membentuk nilai karakter bagi peserta didik. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SDN Bedilan Gresik, peneliti masih menemukan beberapa peserta didik yang kurang disiplin seringkali datang terlambat ke sekolah, kurang sopan terhadap petugas sekolah. Maka SDN Bedilan Gresik berupaya untuk membangun karakter peserta didik, salah satunya melalui kegiatan rutin . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan rutin di SDN Bedilan Gresik, nilai-nilai penguatan pendidikan karakter yang tampak pada peserta didik, dan kendala yang dihadapi dalam menerapkan penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan rutin.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk mengecek keabsahan data, peneliti menggunakan ketekunan pengamatan dan triangulasi data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi penguatan pendidikan karakter yang telah dilaksanakan di SDN Bedilan Gresik melalui kegiatan rutin kegiatan berjabat tangan, kegiatan upacara bendera hari Senin, kegiatan berbaris sebelum masuk kelas, kegiatan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, kegiatan membaca surat pendek, kegiatan piket kelas, kegiatan salat dzuhur berjamaah, kegiatan senam pagi, kegiatan infaq Jumat, kegiatan istighosah telah memunculkan nilai-nilai penguatan pendidikan karakter yaitu religius dengan sub nilai ketulusan dan teguh pendirian; nasionalis dengan sub nilai disiplin dan apresiasi budaya bangsa sendiri; gotong royong dengan sub nilai kerja sama dan tolong menolong; integritas dengan sub nilai tanggung jawab, komitmen moral dan keteladanan; mandiri dengan sub nilai keberanian. Kendala yang dihadapi dalam membangun karakter peserta didik yaitu kurangnya pengawasan guru dan orang tua yang terlalu memanjakan anak sehingga berdampak kurang baik bagi anak.Kesimpulan penelitian ini, penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan rutin yang dilaksanakan di SDN Bedilan Gresik dapat menanamkan lima nilai penguatan pendidikan karakter sesuai dengan yang dijabarkan oleh Kemendikbud. Saran yang diberikan peneliti, yaitu(1) kegiatan rutin yang telah dilaksanakan perlu dipertahankan dan ditingkatkan di SDN Bedilan,(2) orang tua sering dilibatkan dalam kegiatan sekolah, untuk guru juga dapat membuat jadwal yang menjadi pendamping dari setiap kegiatan rutin,(3) untuk peneliti lain agar lebih banyak kegiatan rutin yang dianalisis
Penggunaan Media Majalah Anak untuk Meningkatkan Keterampilan Menuliskan Kembali Isi Teks Secara Tertulis Siswa Kelas IV SDN 1 Wandanpuro Bululawang Malang
RINGKASAN Mulyandari, Aprillia Tri. 2019. Penggunaan Media Majalah Anak untuk Meningkatkan Keterampilan Menuliskan Kembali Isi Teks Siswa Kelas IV SDN 1 Wandanpuro Bululawang Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. A. Badawi, S.Pd., M.Pd., (II) Dr. I Made Suardana, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Majalah Anak, Keterampilan Menuliskan Kembali, Sekolah Dasar Majalah anak adalah media cetak yang berisi tentang dunia masa kanak-kanak, sehingga mampu untuk membantu perkembangan anak dalam berbagai hal. Keterampilan menuliskan kembali isi teks secara tertulis merupakan kemampuan siswa untuk mengungkapkan kembali isi dari suatu bacaan yang telah dibaca menggunakan susunan kalimatnya sendiri dengan durasi waktu yang telah ditentukan. Dari hasil kegiatan pratindakan yang dilakukan pada siswa kelas IV SDN 1 Wandanpuro Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang, siswa sebenarnya mampu untuk menyelesaikan pekerjaan menuliskan kembali isi teks namun masih belum sempurna karena siswa tidak sepenuhnya mencermati isi teks dengan alasan teks tersebut kurang menarik karena teks tidak memuat gambar. Penelitian ini bertujuan agar dari penggunaan media majalah anak dapat meningkatkan keterampilan menuliskan kembali isi teks. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan pengumpulan data melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 1 Wandanpuro Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang yang berjumlah 19 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap 2018/2019. Data yang diperoleh dianalisis dengan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I nilai rata-rata siswa keseluruhan yaitu 61,27. Sedangkan nilai pada siklus II, yaitu 72,05. Sehingga nilai rata-rata siswa pada siklus I dan siklus II 66,66. Pada siklus III pertemuan pertama nilai rata-rata siswa keseluruhan 72,27. Sedangkan nilai rata-rata pada siklus IV, yaitu 81. Sehingga nilai rata-rata siswa pada siklus III dan IV 76,63 dan nilai tersebut sudah memenuhi KKM yaitu 70. Jadi dapat dilihat bahwa nilai rata-rata dari siklus I sampai dengan siklus IV mengalami peningkatan. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media majalah anak dapat meningkatkan keterampilan menuliskan kembali isi teks. Disarankan agar siswa lebih berani untuk bertanya terkait hal yang kurang dipaham dari teks, dengan memahami maksud dan isi teks siswa akan lebih terampil dalam menuliskan kembali isi teks serta guru lebih kreatif dan lebih variatif dalam menggunakan media pembelajaran
Pengaruh Penerapan Model STAD Bermuatan Karakter Terhadap Penguasaan Konsep Materi Siswa Kelas 5 Tema 8 Pembelajaran "Air Bagi Kehidupan", di SDN Penanggungan Kota Malang
RINGKASAN Salihah, Dwiana Ni’matus. 2019. Pengaruh Penerapan Model STAD Bermuatan Karakter Terhadap Penguasaan Konsep Materi Siswa Kelas 5 Tema 8 Pembelajaran “Air Bagi Kehidupan”, di SDN Penanggungan Kota Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar , Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd., (II) Dra .Nihayati, S.Pd.,M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperative, Model Student Teams Achievement Divisions (STAD), Karakter, Siswa Penguasaan konsep dianggap suatu hal yang penting bagi siswa guna memahami materi yang disampaikan. Namun pada kenyataannya, tidak semua siswa mampu memahami konsep secara mendalam. Hal ini dapat terjadi karena siswa kurang memiliki karakter kerjasama, tanggungjawab, dan disiplin, sehi ngga semakin terjadi kesenjangan antara siswa yang mampu dan yang kurang mampu. Oleh karena itu perlu adanya sebuah penerapan model pembelajaran yang dapat mengoptimalkan pemahaman konsep materi seluruh siswa, sembari menanamkan karakter kerjasama, tanggungjawab, dan disiplin. Adapun model yang dimaksud yaitu model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) bermuatan karakter . Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menguji keterlaksanaan serta pengaruh dari penerapan model Student Teams Achievement Divisions (STAD) bermuatan karakter terhadap penguasaan konsep materi siswa kelas 5 tema 8 pembelajaran “Air Bagi Kehidupan” di SDN Penanggungan Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental Design dengan model Nonequivalent Control Group Design. Data dikumpulkan secara kuantitatif menggunakan instrumen tes dan dianalisis menggunakan uji beda (t-test) berbantuan software SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan model STAD bermuatan karakter yang dilakukan di kelas 5C mendapatkan persentase keberhasilan sebanyak 98% dengan kriteria sangat baik. Selanjutnya, analisis data dengan menggunakan uji beda(t-test) didapati bahwa, kelas eksperimen mendapatkan nilai t = 3,66 dengan t ingkat signifikansi 0,001 (p0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model STAD bermuatan karakter ini berpengaruh terhadap penguasaan konsep materi siswa kelas 5 di SDN Penanggungan Kota Malang. Oleh karena itu, diharapkan penelitian tentang model Student Teams Achievement Divisions (STAD) bermuatan karakter ini dapat dig unakan oleh dinas, kepala sekolah, dan guru sebagai bahan untuk dapat disosialisasikan dan diaplikasikan pada pembelajaran siswa SD
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Bentuk Soal Cerita Materi Bangun Datar Siswa Kelas IV SDN Tirtomoyo 2 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang
RINGKASANKholifah, Nur. 2019. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Bentuk Soal Cerita Materi Bangun Datar Siswa Kelas IV SDN Tirtomoyo 2 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Goenawan Roebyanto, M.Pd., (II) Yulia Linguistika, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: kemampuan pemecahan masalah, matematika, soal cerita, bangun datarBerdasarkan hasil observasi pada kelas IV SDN Tirtomoyo 2 diketahui bahwa tingkat kemampuan menyelesaikan soal cerita setiap siswa berbeda-beda. Siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika juga tidak selalu urut dengan prosedur yang sudah dijelaskan. Terdapat banyak siswa yang mengerjakannya hanya menuliskan hasil akhir, tidak melewati tahap-tahap seperti menuliskan apa yang diketahui ditanya dan kesimpulan jawaban. Akan tetapi guru masih belum mengetahui kemampuan matematika siswa yang perlu ditekankan kembali dalam menyelesaikan suatu soal cerita, baik menurut Polya maupun empat aspek kemampuan matematika. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika bentuk soal cerita materi bangun datar berdasarkan langkah Polya dan empat aspek kemampuan matematika siswa kelas IV SDN Tirtomoyo 2 Kecamatan Pakis Kabupaten MalangPenelitian ini dirancang menggunakan metode penelitian kombinasi (mixed method). Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Sebelum instrumen soal tes digunakan di lapangan terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas.Hasil penelitian kemampuan pemecahan masalah matematika materi bangun datar kelas IV SDN Tirtomoyo 2 sebagai berikut:(1) kemampuan siswa pada tahap memahami masalah yaitu sebesar 63,5%.;(2) kemampuan siswa tahap merencanakan penyelesaian yaitu sebesar 73,5%;(3) kemampuan siswa pada tahap menyelesaikan rencana penyelesaian yaitu sebesar 75,5%;(4) kemampuan siswa tahap memeriksa kembali yaitu sebesar 17,5%.;(5) kemampuan siswa pada aspek pemahaman matematik yaitu sebesar 75%;(6) kemampuan siswa pada aspek strategi pemecahan masalah yaitu sebesar 81%;(7) kemampuan siswa pada aspek menjelaskan yaitu sebesar 79,5%;(8) kemampuan siswa pada aspek akurasi jawaban yaitu sebesar 57%. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SDN Tirtomoyo 2 dalam menyelesaikan permasalahan matematika pada materi bangun datar secara parsial memiliki kemampuan cukup yaitu dengan persentase 65,31 %. Sedangkan kemampuan pemecahan masalah siswa secara integral menunjukkan kriteria baik sebesar 73,125%. Disarankan guru untuk membiasakan siswa menyelesaikan soal dengan terstruktur. Selain itu, empat aspek matematika juga harus lebih ditekankan lagi terutama mengenai pemahaman matematika seperti operasi pembagian, perkalian, penjumlahan dan pengurangan
Pemanfaatan Sistem Pneumatik Pada Mesin Pencetak Bricket Sebagai Energi Alternatif
Pada sebuah industri penggunaan teknologi sistem pneumatik sudah banyak membantu pekerjaan, karena perkembangan mesin pada saat ini sangat pesat yang membutuh proses pekerjaan cepat dan efisien. Dalam industri bricket juga mengalami perkembangan atas pemanfaatan bricket yang dapat menjadi energi alternatif.Pembuatan mesin ini bertujuan untuk (1) menghasilkan konstruksi mesin pencetak bricket yang kuat, kokoh, aman, dan efisien. (2)Mengetahui proses kerja mesin pencetak bricket. (3)Mengetahui besar kapasitas produksi yang di hasilkan oleh mesin pencetak bricket ini. Tiga rumusan masalah diajukan dan berhubungan dengan ketiga tujuan perencanaan. Perancangan mesin pencetak bricket dilakukan dengan tahapan yaitu perencanaan dan penjelasan komponen utama mesin, rancangan konsep produk(gambar kerja). Analisis teknik meliputi analisis daya, torsi yang terjadipada poros dan kontruksi rangka. Tenaga penggerak mesin pencetak bricket menggunakan kompressor yang disesuaikan dengan kemampuan pneumatik yang digunakan. Hasil rancangan menghasilkan mesin pencetak bricket dengan spesifikasi ukuran panjang 500, lebar 500 dan tinggi 1000 mm. Kapasitas produksi mesin pencetak bricket4 buah cetakan dengan menggunakan sistem pneumatik. Kontruksi rangka terbuat dari bahan astm a36 ukuran 60 mm x60 mm x4 mm dengan bahan St 42 untuk cetakan bricket. Taksiran harga jual untuk mesin pencetak bricket ini senilai Rp8.925.180,00. Pada mesin pencetak bricket ini memiliki 4 cetakan yang membuat produksi semakin meningkat dan dalam produksi 1 jam dapat menghasilkan kurang lebih 360 bricket bila digunakan dengan maksimal. Pada mesin ini memiliki daya listrik 75 watt. Dengan kapasitas produksi yang disebutkan maka keuntungan yang didapatkanmeningkatnya produksi, hasil cetak yang rapi dan waktu yang efesien
KEMAMPUAN SISWA KELAS IV DALAM MENEMUKAN NILAI-NILAI MORAL PADA DONGENG DI SDN BARENG 3 KOTA MALANG
ABSTRAK Ningsun, Juwita Ari. 2019. Kemampuan Siswa Kelas IV dalam Menemukan Nilai-Nilai Moral pada Dongeng di SDN Bareng 3 Kota Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muchtar, S.Pd, M.Si, (II) Dra. Ratna Trieka Agustina, S.Pd., M.Pd Kata Kunci: Kemampuan Siswa Kelas IV SD, Nilai-Nilai Moral, Dongeng Nilai-nilai moral merupakan pembahasan mengenai baik buruknya tindakan manusia berdasarkan norma-norma yang berlaku. Dongeng dapat menjadi pilihan dalam usaha memperbaiki degradasi nilai-nilai moral. Dongeng merupakan repesentasi nilai-nilai moral dan kumpulan budi pekerti yang tersaji dengan plot yang terencana. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai kemampuan siswa dalam menemukan nilai-nilai moral pada dongeng. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menemukan nilai-nilai moral yang terdapat pada tema, tokoh, latar, amanat, sudut pandang, dan alur dongeng. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini berasal dari hasil wawancara terstruktur dan hasil tes tertulis siswa kelas IV dalam menemukan nilai-nilai moral pada dongeng. Alat untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan tes tertulis. Tes tertulis dikembangkan berdasarkan dongeng yang disajikan oleh peneliti. Dongeng yang digunakan dalam penelitian ini berjenis parabel dengan judul “Raja Cendol”. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap sampel sabanyak 78 siswa kelas IV di SDN Bareng 3 Kota Malang diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu (1) 67 siswa mampu menemukan 2 nilai moral pada tema; (2) 35 siswa mampu menemukan 3 nilai moral pada tokoh; (3) 50 siswa mampu menemukan 1 nilai moral pada latar; (4) 59 siswa mampu menemukan 1 nilai moral pada amanat; (5) 33 siswa mampu menemukan 1 nilai moral pada sudut pandang, (6) 57 siswa mampu menemukan 1 nilai moral alur. Semakin banyak nilai-nilai moral yang disajikan dalam sebuah dongeng, semakin beragam kemampuan siswa dalam memaknai dan membangun pengetahuan siswa akan pemahaman mengenai nilai-nilai moral. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru untuk dapat menyediakan bahan bacaan yang dapat menyajikan gambaran mengenai baik buruknya tindakan seseorang, seperti halnya yang tersaji dalam dongeng “Raja Cendol”. Dongeng dapat menjadi salah satu cara guru untuk menanamkan pengetahuan mengenai nilai-nilai moral sehingga siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya yang akan berimbas pada perasaan dan tindakan moralnya. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi dasar peneliti selanjutnya untuk mengembangkan wawasannya dalam mengukur kemampuan siswa dalam menemukan nilai-nilai moral dan menggunakan populasi yang lebih banyak agar mendapatkan data yang lebih spesifik
Pengaruh Model Problem Based Learning (Pbl) Berbantuan Media Kliping Terhadap Kemampuan Membaca Sekilas Pada Siswa Kelas 4 Sdn Kandangan Kota 2
ABSTRAK Erliyani Yusuf. 2017. “Pengaruh Model Problem Based Learning (Pbl) Berbantuan Media Kliping Terhadap Kemampuan Membaca Sekilas Pada Siswa Kelas 4 Sdn Kandangan Kota 2”.Tesis S2 Pendidikan Dasar. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si, Pembimbing II Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW, M.A., M.Si., M.A. Kata Kunci: Membaca Sekilas, Media Kliping, Problem Based Learning (PBL) Dalam perkembangan pendidikan saat ini siswa di tuntut dapat memberikan gagasan-gagasan baru dengan menemukan jawaban terhadap suatu masalah, padapilihan yang rumit siswa dapat menalar dengan baik, berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa dengan mandiri, mampu mengungkapkan, dan menganalisanya. Hal tersebut dilakukan dengan bantuan berbagai informasi.Oleh karena itu perlu digunakan model PBLberbantuan media kliping yang mampu memberikan inovasi guna meningkatkan kemampuan membaca sekilas siswa.Kliping disini berguna untuk membantu siswa mengorganisir informasi dengan tema yang sama. Jenis penelitian yang digunakan pada tesis ini adalah Quasi Experiment, dengan desain pre-posttest. Subjek penelitian ini adalah kelas 4 SDN Kandangan Kota 2 tahun ajaran 2017/2018 berjumlah 21 orang pada kelas kontrol dan 21 orang pada kelas eksperimen.Pada kelas eksperimeni berikan 3 kali perlakuan.Pada pertemuan pertama guru memberikan apersepsi dan membuat media kliping.Pada pertemuan kedua, guru bersama siswa melakukan proses pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL)berbantuan kliping. Pada pertemuan ketiga, guru memberikan posttest.Sedangkan pada kelas kontrol seperti pembelajaran yang biasa dilakukan di sekolah yaitu, pendekatan saintifik kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hasil posttest kelas control dibandingkan dengan hasil pretest mengalami peningkatan rerata sebesar 8,9. Kemudian pada kelas eksperimen mengalamip eningkatan rerata sebesar 15,2. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan nilai kemampuan membaca sekilas antara kelompok eksperimen dan kelompok.Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh model problem based learning (PBL) berbantuan media kliping terhadap kemampuan membaca sekilas siswa. Adapun saran yang dikemukakan peneliti agar model pembelajaran ini dapat diterapkan pada pelajaran Bahasa Indonesia dengan memperhitungkanmeningkatnya hasil belajar siswa