Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    Peningkatan Kemampuan Mengenal Konsep Lambang Bilangan Melalui Permainan Pot Rainbow Pada Anak Kelompok A TK Permata Bunda Sawojajar Malang

    No full text
    ABSTRAK Hasil pengamatan yang dilakukan di TK Permata Bunda Sawojajar Malang, diketahui bahwa media pembelajaran dalam pengenalan konsep lambang bilangan yang digunakan kurang menarik karena hanya menggunakan jari dan papan tulis saja. Hasil belajar anak didik dalam pembelajaran mengenal konsep lambang bilangan belum sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan kognitif anak kelompok A. sebanyak 10 dari 13 anak belum mampu mengenal konsep lambang bilangan 1—10.Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana penerapan permainan pot rainbow dalam meningkatkan kemampuan mengenal konsep lambang bilangan pada anak kelompok A di TK Permata Bunda Sawojajar Malang? (2) apakah melalui permainan pot rainbow dapat meningkatakan kemampuan mengenal konsep lambang  bilangan pada anak kelompok A TK Permata Bunda Sawojajar Malang?.Penelitian ini menggunakan metode Peneltian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian sebanyak 13 anak, yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Penelitian ini dilakukan 2 siklus, masing-masing siklus 2 pertemuan. Masing-masing siklus ada 4 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi.Berdasarkan analisis permainan pot rainbow dapat meningkatkan kemampuan konsep lambang bilangan 1—10 pada kelompok A TK Permata Bunda Sawojajar Malang dengan hasil peningkatan sebagai berikut. Kemampuan anak pada pertemuan pertama siklus I anak yang tercapai sebesar 30%, pada pertemuan kedua anak yang tercapai sebesar 38%, pertemuan pertama pada siklus II anak yang tercapai sebesar 61% dan pada pertemuan kedua siklus II anak yang tercapai sebesar 84%.Secara garis besar peningkatan dicapai secara prosentase yang dicapai ≥75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengenalan konsep lambang bilangan anak kelompok A TK Permata Bunda Sawojajar Malang mengalami peningkatan. Bagi peneliti lain disarankan untuk mencoba penelitian menggunakan permainan pot rainbow untuk peningkatan aspek perkembangan yang lainnya

    Profil Pengelolaan Perpustakaan Sekolah di SDN Tanjungrejo 4 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Yuliana, Dewi. 2018. Profil Pengelolaan Perpustakaan Sekolah di SDN Tanjungrejo 4 Kota Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muchtar, S.Pd., M.Si. (II) Dra. Dimyati, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Profil, pengelolaan perpustakaan, Sekolah Dasar. Perpustakaan adalah salah satu sarana prasarana yang harus ada di sekolah dasar. Keberadaannya penting bagi keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Empat faktor yang harus ada di perpustakaan yakni gedung perpustakaan, koleksi pustaka, pustakawan, dan pemustaka. Di kebanyakan perpustakaan sekolah dasar, 4 faktor  ini belum tersedia secara maksimal sehingga memengaruhi pengelolaan perpustakaan. Perpustakaan SDN Tanjungrejo 4 Malang telah memiliki keempat faktor  ini. Berkaitan dengan itu menarik untuk diketahui profil pengelolaan perpustakaan sekolah di SDN Tanjungrejo 4 Malang. Ada 2 tujuan dalam penelitian ini. Pertama untuk mendeskripsikan profil pengolahan bahan pustaka. Kedua, untuk mendeskripsikan layanan perpustakaan di SDN Tanjungrejo 4 Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari wawancara dengan pustakawan dan pemustaka, serta observasi dan dokumentasi kegiatan serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pengelolaan perpustakaan SDN Tanjungrejo 4 Malang. Instrumen yang digunakan yaitu peneliti sendiri, dibantu dengan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap data reduction, display data, conclusion drawing/verification. Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan yang pertama, pengolahan bahan pustaka di SDN Tanjungrejo 4 Malang secara umum sudah baik. Kegiatan inventarisasi, klasifikasi dan penyusunan koleksi pustaka sudah sesuai dengan pedoman yang berlaku, didukung dengan ketersediaan gedung dan sarana yang memenuhi standar. Namun kegiatan katalogisasi belum terlaksana. Kedua, layanan sirkulasi di perpustakaan SDN Tanjungrejo 4 Malang juga sudah baik dan sesuai pedoman. Begitu juga dengan layanan referensinya. Namun layanan referensi belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pemustaka. Berdasarkan kesimpulan, maka disarankan kepada pihak sekolah agar mengikutkan pustakawannya pelatihan tentang ilmu perpustakaan, memaksimalkan potensi yang ada di perustakaan, serta meningkatkan pengelolaan perpustakaan terutama dalam hal katalogisasi bahan pustaka dan layanan refernsi. Bagi penelitian selanjutkan, disarankan untuk melakukan penelitian tentang e-katalog di perpustakaan SD, atau pengaruh layanan referensi perpustakaan bagi pembelajaran

    Pendekatan Manajemen Kelas terhadap Masalah Belajar melalui Studi Kasus di Kelas I SDN Merjosari 4 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Guru memiliki tuntutan dalam kompetensi pedagogik yakni mengelola pembelajaran. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di kelas I SDN Merjosari 4 Malang ditemukan bahwa terdapat masalah belajar diantaranya yaitu kurang konsentrasi dalam pembelajaran, peserta didik yang terlalu aktif, dan peserta didik yang memiliki gangguan penglihatan. Kelas I SDN Merjosari 4 Malang merupakan kelas yang berada pada peringkat tiga besar dalam lomba pengelolaan kelas se-Kecamatan Lowokwaru pada akhir tahun 2017. Guru kelas I mengungkapkan bahwa guru spontan dan belum mengetahui dengan pasti cara yang paling efektif dalam mengatasi masalah belajar.Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pendekatan manajemen kelas yang tercermin pada perencanaan dan pelaksanaan guru kelas I SDN Merjosari 4 Malang terhadap masalah belajar. Penelitian kualitatif ini menggunakan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian diperoleh dengan pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di kelas I SDN Merjosari 4 Malang. Proses analisis data penelitian ini menggunakan siklus interaktif proses analisis data penelitian kualitatif oleh Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian pendekatan manajemen kelas terhadap masalah belajar melalui studi kasus di kelas I SDN Merjosari 4 Malang dapat diperoleh bahwa guru kelas I menerapkan pendekatan eklektik dan analitik pluralistik. Guru kelas I memperlihatkan adanya pendekatan manajemen kelas yakni pendekatan Pengubahan Tingkah Laku masing-masing sebanyak 5 kali, pendekatan Iklim Sosio-Emosional sebanyak 29 dan 19 kali, pendekatan Proses Kelompok sebanyak 10 dan 16 kali, pendekatan Otoriter (Kekuasaan) sebanyak 27 dan 23 kali, pendekatan Intimidasi (Ancaman) sebanyak 3 dan 8 kali, pendekatan Permisif (Kebebasan) sebanyak 26 dan 13, pendekatan Resep sebanyak 18 dan 46 kali, dan pendekatan Instruksional (Pengajaran) sebanyak 24 dan 12 kali. Penelitian ini dapat diteruskan untuk meneliti salah satu atau gabungan pendekatan manajemen kelas yang digunakan oleh guru. Peneliti selanjutnya dapat meneliti kegunaan pendekatan manajemen kelas terhadap masalah belajar. Penelitian ini dapat diteruskan untuk meneliti perbedaan pendekatan manajemen kelas yang ditunjukkan guru dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran

    Upaya Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas IV SDN Madyopuro Menggunakan Model Problem Based Learning

    No full text
    ABSTRAK Meninjau permasalahan yang ditemui peneliti di kelas IV SDN Madyopuro 6 seperti kurangnya pembelajaran dalam perencanaan, pelaksanaan, aktivitas siswa dan hasil maka peneliti menggunakanmodel Problem Based Learning untuk mengatasinya. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDN Madyopuro 6.  Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN Madyopuro 6 dengan jumlah 22 siswa. Pendekatan  dalam penelitian ini yaitu kualitatif, dengan model deskriptif, serta jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, catatan lapangan, tes, dan juga dokumentasi.Hasil penelitian ini yaitu: (1) terjadi peningkatan kualitas RPP pada keseluruhan tindakan yakni sebesar 83,33% hingga 95,83%; (2) peningkatan aktivitas guru juga terjadi pada keseluruhan tindakan, yakni sebesar 76,92% hingga 88,46%; (3) peningkatan aktivitas belajar siswa juga terjadi pada setiap tindakan, yaitu sebesar 66% hingga 82%; (4) peningkatan pada data hasil belajar akhir siswa yang juga meningkat pada setiap tindakan untuk persentase ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 36,36% hingga 81,82%. Kesimpulan dari penelitan ini yaitu dengan penerapan model Problem Based Learning  dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Madyopuro 6

    Peningkatan Kemampuan Bercerita Anak Melalui Media Ritatoon Untuk Kelompok B Di TK Selaras Cita Malang

    No full text
    ABSTRAK Khotijah, Siti. 2018. Peningkatan Kemampuan Bercerita Anak Melalui Media Ritatoon Untuk Kelompok B Di TK Selaras Cita Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Made Seken, M.Pd (2) Suryadi, S.Sn, M.PdKata Kunci: Peningkatan kemampuan bercerita anak, media ritatoon, kelompok BBerdasarkan hasil pengamatan di TK Selaras Cita anak kelompok B5 pada bulan januari, ditemukan hanya 6 dari 27 anak yang sudah mencapai kriteria keberhasilan sesuai indikator kemampuan bercerita anak. Sedangkan 21 anak meliputi 13 anak yang belum berkembang dan 8 anak yang mulai berkembang belum memenuhi kriteria keberhasilan kemampuan bercerita secara individu. Hal ini dapat terlihat dari hasil lembar kegiatan yang dikerjakan oleh anak dalam menceritakan alur gambar, anak masih bingung dan tidak terarah dalam bercerita.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media ritatoon untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak kelompok B5 di TK Selaras Cita Malang serta mengetahui apakah penggunaan media ritatoon dapat meningkatkan kemampuan bercerita anak kelompok B5 di TK Selaras Cita Malang.Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus dimana setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian ini dapat diketahui beberapa peningkatan yang terjadi setiap tahapannya. Pada tahap pratindakan persentase kemampuan bercerita anak yang sesuai dengan kriteria keberhasilan hanya mencapai 22,2%. Siklus I pertemuan pertama persentase kemampuan bercerita anak yang sesuai dengan kriteria keberhasilan mencapai 44,4%. Siklus I pertemuan kedua persentase kemampuan bercerita anak yang sesuai dengan kriteria keberhasilan mencapai 62,9%. Siklus II persentase kemampuan bercerita anak yang sesuai dengan kriteria keberhasilan mencapai 81,5%.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan media ritatoon dapat mengasah kemampuan bercerita anak dengan baik, hal ini sesuai pada hasil penelitian tindakan yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan bercerita anak sesuai dengan indikator. Setiap siklus dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan kemampuan bercerita anak melalui media ritatoon. Penelitian dihentikan pada siklus II karena telah mencapai ≥75%. Secara klasikal

    Rancang Bangun Mesin Pencetak Bricket Sistem Pneumatik

    No full text
    Dalam dunia industri perkembngan dalam sisitem teknologi pneumatik juga berkembang pesat dan permintaan konsumen selalu meningkat. Dengan menggunakan sistem teknologi pneumatik dapat menggantikan mesin dengan sitem konvensional yang membutuhkan pekerjaan yang cepat, tepat, dan efisien. Pada perkembangan industri bricket tidak memungkinkan dengan pemanfaatan bricket yang terus meningkat maka dibutuhkan sistem teknologi pneumatik yang dapat membantu dalam kecepatan, ketepatan, dan efisiensi dalam membuat bricket. Pembuatan mesin ini bertujuan untuk (1) menghasilkan konstruksi mesin pencetak bricket yang kuat, kokoh, aman, dan efisien. (2)Mengetahui proses kerja mesin pencetak bricket. (3)Mengetahui besar kapasitas produksi yang di hasilkan oleh mesin pencetak bricket ini. Tiga rumusan masalah diajukan dan berhubungan dengan ketiga tujuan perencanaan. Perancangan mesin pencetak bricket dilakukan dengan tahapan yaitu perencanaan dan penjelasan komponen utama mesin, rancangan konsep produk (gambar kerja). Analisis teknik meliputi analisis daya, torsi yang terjadipada poros dan kontruksi rangka. Tenaga penggerak mesin pencetak bricket menggunakan kompressor yang disesuaikan dengan kemampuan pneumatik yang digunakan. Hasil rancangan menghasilkan mesin pencetak bricket dengan spesifikas iukuran panjang 500, lebar 500 dan tinggi 1000 mm. Kontruksi rangka terbuat dari bahan astm a36 ukuran 60 mm x 60 mm x 4 mm dengan bahan St 42 untuk cetakan bricket. Pada cetakan mesin ini dilengkapi dengan 4 buah cetakan yang berbentk silinder dengan diameter 52 mm dan tirus 2º disetiap lubang cetakan Pada mesin pencetak bricket ini memiliki 4 cetakan yang membuat produksi semakin meningkat dan dalam produksi 1 jam dapat menghasilkan kurang lebih 360 bricket bila digunakan dengan maksimal. Pada mesin ini memiliki daya listrik 75 watt. Dengan kapasitas produksi yang disebutkan maka keuntungan yang didapatkan membantu produksi dalam keefektifanwaktu produksi, dan hasil cetak yang rapi dan waktu yang efisien

    Mesin Penghancur Bata Merah

    No full text
    Batu bata merah sering dianggap hanya berguna sebagai bahan bangunan saja. Padahal batu bata merah ini masih memiliki manfaat yang cukup membantu masyarakat jika diolah secara tepat. Namun kendala dari pemanfaatan batu bata merah ini yaitu masyarakat kesulitan dalam menghasilkan serbuk batu bata merah secara cepat. Tujuan dari pembuatan mesin ini adalah (1) mengetahui cara kerja mesin penghancur bata merah, (2) mengetahui rancangan teknik mesin penghancur bata merah, (3) mengetahui cara perawatan mesin penghancur bata merah. Bagian utama dari mesin ini adalah rangka, hopper, motor diesel, tabung penghancur, sabuk dan pulley. Proses pembuatan mesin penghancur bata merah ini memerlukan beberapa perhitungan dibagian komponennya meliputi hammer, poros, pulley, sabuk, serta kapasitas produksi mesin penghancur bata merah. Proses pengoperasian mesin ini menggunakan tenaga motor diesel sebagai sumber tenaga, putaran puli dari motor diesel diteruskan ke puli transmisi dengan bantuan sabuk lalu menggerakkan poros palu pemukul yang berada di tabung penggilingan sehingga proses penghancuran bata merah.Mesin ini memiliki tinggi 600 mm, panjang 1350 mm, lebar 335 mm. Kapasitas dari mesin penghancur bata merah ini mampu mengahasilkan serbuk halus dengan kapasitas 531 kg/jam, dan hasil dari penggilingan yang berupa serbuk yang sudah halus dapat dimanfaatkan kembali sebagai tambahan pengeras bangunan dan bahan baku pembuatan telur asin. Untuk menjaga agar mesin dalam keadaan baik dan awet maka perlu dilakukan perawatan secara berkala. contohnya membersihkan saringan keluar penggiling, pemberian grease pada bantalan, pelumasan pada setiap komponen yang bergesekan, penggantian oli motor diesel setiap satu bulan sekali. Ditentukan  harga jual mesin ini adalah Rp. 9.088.970

    Analisis Penerapan Nilai-nilai Karakter dalam Pembelajaran di Kelas V SDN Lesanpuro 4 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Pradana, Khrisna. 2018. Analisis Penerapan Nilai-nilai Karakter dalam Pembelajaran di Kelas V SDN Lesanpuro 4 Kota Malang. Skripsi. Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Harti Kartini, M.Pd, (II) Putri Mahanani, S.Pd, M.Pd   Kata Kunci:  Analisis Nilai-nilai, Pendidikan Karakter, Sekolah Dasar   Terjadi beberapa perilaku menyimpang di masyarakat Indonesia, misalnya berita perkelahian antar pelajar, pornografi, pengeroyokan, geng motor, serta masih banyak lagi. Hal ini telah menyimpang dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan norma kehidupan. Hal ini telah menyimpang dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan norma kehidupan. Sumber daya manusia yang ada harus dipersiapkan sebaik mungkin sejak dini. SDN Lesanpuro 4 Kota Malang merupakan salah satu sekolah di Kota Malang yang sudah menerapkan pendidikan karakter. Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan diharapkan dapat menerapkan pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan salah satunya pembelajaran di dalam kelas. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan nilai karakter yang muncul dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif. Sumber data berupa dari kepala sekolah, guru, siswa dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik yaitu mengecek data pada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter dalam pembelajaran diintegrasikan melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan di kelas selama pembelajaran. Karakter religius diintegrasikan melalui kegiatan berdoa dan saling menghargai sesama siswa. Karakter nasionalis diintegrasikan melalui kegiatan menyanyikan lagu wajib dan lagu daerah. Karakter mandiri diintegrasikan melalui kegiatan mengerjakan soal mulai awal hingga akhir pembelajaran. Karakter gotong royong diintegrasikan melalui kegiatan kelompok. Karakter integritas diintegrasikan melalui kegiatan pembiasaan yang dilakukan oleh guru yaitu kegiatan mengerjakan tugas secara mandiri untuk melatih kejujuran. Pelaksanaan pendidikan karakter di dalam kelas di laksanakan dan di kelola oleh guru kelas dengan baik. Penanaman nilai karakter dilakukan guru melalui berbagai kegiatan dari awal hingga akhir pembelajaran. Akan tetapi belum semua siswa menerima dengan baik karakter yang ditanamkan oleh guru. Oleh karena itu disarankan semua guru lebih sering memberikan reward apabila siswa dapat menunjukkan karakter atau punishment apabila ketika siswa menunjukkan perilaku menyimpang, sehingga siswa akan malu dan jera apabila mengulangi kesalahannya kembali

    Pengembangan Multimedia Interaktif Subtema Kenampakan Rupa Bumi Kelas III SDN Tanjungrejo 4

    No full text
    ABSTRAK   Mulyaningsih, Diana 2017. Pengembangan Multimedia Interaktif Subtema Kenampakan Rupa Bumi Kelas III SDN Tanjungrejo 4. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sumanto, M.Pd. (II) Drs. Rumidjan, M.Pd   Kata Kunci : Media Pembelajaran, Multimedia Interaktif, Kenampakan Rupa Bumi, Sekolah Dasar Media pembelajaran merupakan salah satu perantara yang digunakan dalam pembelajaran untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada peserta didik yang dapat merangsang fikiran, perasaan, minat dan perhatian siswa sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di kelas III SDN Tanjungrejo 4 Kota Malang, seringkali pembelajaran hanya menggunakan buku siswa, sedangkan di dalam kelas ada LCD Proyektor yang bisa dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan multimedia interaktif subtema kenampakan rupa bumi yang valid menurut ahli media, ahli materi, pengguna dan menarik bagi siswa. Multimedia interaktif subtema kenampakan rupa bumi ini merupakan multimedia yang memuat materi pada tema Bumi dan Alam Semesta dengan subtema kenampakan rupa bumi Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model peneltian dan pengembangan Borg and Garl. Langkah-langkah penelitian ini antara lain penelitian awal dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draft produk, validasi ahli, revisi produk awal, uji coba lapangan, revisi produk akhir, dan produksi akhir media. Uji coba produk dilakukan untuk mengetahui kevalidan produk yang akan dibuat dan dikembangkan. Subjek uji coba terdiri dari 2 ahli materi, 2 ahli media dan pengguna. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari tinjauan para ahli berupa saran dan komentar, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari persentase angket. Hasil produk yang dikembangkan berupa multimedia interaktif yang memuat pembelajaran tematik kelas III tema 8 subtema kenampakan rupa bumi pembelajaran 1, 2, 4 dan 5. Produk ini berbentuk Compact Disk (CD) dilengkapi dengan cover, label dan petunjuk pengguna. Hasil yang diperoleh melalui validasi ahli materi sebesar 89 %, persentase 85% dari ahli media, persentase sebesar 100% dari penggunga (guru) dan 97% dari kemenarikan siswa. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari ahli media, ahli materi, pengguna dan siswa, multimedia interaktif ini termasuk kategori media yang valid digunaka

    Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan di TK Negeri Pembina 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK Pendidikan karakter diberikan kepada anak usia dini untuk menguatkan karakter anak dan seluruh aspek perkembangannya. Observasi pendahuluan yang telah dilakukan di TK Negeri Pembina 5 Malang yaitu pada penerapan pendidikan karakter terdapat aspek-aspek pembiasaan yang mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan tujuan pendidikan karakter. Penulisan ini dilakukan untuk mendeskripsikan gambaran implementasi pendidikan karakter melalui pembiasaan pada anak usia dini pada kelompok B1 TK Negeri Pembina 5 Malang.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penulisan studi kasus. Lokasi penelitian adalah TK Negeri Pembina 5 Malang. Sumber data adalah anak kelompok B1, guru kelompok B1, kepala sekolah dan perwakilan orang tua kelompok B1. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu siklus model Miles dan Huberman yang memiliki tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian diketahui: (a) implementasi pendidikan karakter melalui pembiasaan meliputi kegiatan rutin, spontan, keteladanan, pengkondisian dan budaya lembaga, (b) karakter yang tampak pada anak dalam proses pembelajaran yaitu cinta Tuhan YME, kejujuran, disiplin, toleransi dan cinta damai, percaya diri, mandiri, tolong menolong, kerjasama, dan gotong royong, hormat dan sopan santun, tanggung jawab, kerja keras, kepemimpinan dan keadilan, kreatif, rendah hati, peduli lingkungan, dan cinta bangsa dan tanah air, dan (c) Hambatan implementasi pendidikan karakter melalui pembiasaan berupa faktor dari anak, guru, orangtua dan lingkungan. Penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter melalui pembiasaan dilaksanakan pada kegiatan awal, pembukaan, inti, istirahat, penutup dan kegiatan ekstrakurikuler dapat mengembangkan 15 nilai karakter pada anak

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇