Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN KOTAK RAHASIA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL HURUF PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ABA 26 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Sari, Evinda. 2018. Pengaruh Penerapan Permainan Kotak Rahasia Terhadap Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di TK ABA 26 Malang. Skripsi. Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd., M.Pd (II) Leni Gonadi, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci : Permainan Kotak Rahasia, Kemampuan Mengenal Huruf, Usia 5-6 TahunKemampuan mengenal huruf merupakan kemampuan mengenali ciri-ciri aksara dalam tata tulis yang merupakan anggota abjad yang melambangkan bunyi bahasa. Anak yang belajar mengenal huruf dimulai dengan bentuk benda dari huruf-huruf tersebut. Berdasarkan hasil penelitian awal di TK ABA 26 Malang ditemukan terdapat seorang anak berinisial OV yang  mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, terdapat anak yang hanya mengenal beberapa huruf vokal saja, anak cenderung diam dan menggelengkan ketika ditanya tentang nama huruf yang ditunjuk oleh guru. Tujuan dari penelitian menggambarkan kemampuan mengenal huruf awal anak sebelum diberikan perlakuan menggunakan permainan kotak rahasia, kemampuan setelah diberikan perlakuan, serta untuk mendeskripsikan pengaruh permainan kotak rahasia terhadap kemampuan mengenal huruf  OV.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Single Subject Research dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari suatu perlakuan (treatment) yang diberikan kepada subjek secara berulang-ulang dalam waktu tertentu. Teknik analisis data dalam penelitian eksperimen kuantitatif sederhana kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis visual data grafik.Berdasarkan hasil observasi kemampuan awal mengenal huruf anak tertinggi pada baseline (A1) anak mampu mengenal huruf dengan kategori: BSH (berkembang sesuai harapan) sebanyak sembilan huruf, MB (mulai berkembang) sebanyak satu huruf, BB (belum berkembang) sebanyak enam belas huruf dan kemampuan mengenal huruf anak tertinggi pada fase Baseline (A2) setelah diberikan intervensi dengan menggunakan permainan kotak rahasia yaitu  anak mampu mengenal huruf dengan kategori: BSH (berkembang sesuai harapan) sebanyak dua puluh huruf.Kesimpulan dari penelitian ini adalah permainan kotak rahasia dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak usia 5-6 Tahun dalam penelitian ini subjek penelitiannya adalah seorang anak berinisial OV berusia 5-6 tahun di TK ABA 26 Malang

    Pengaruh Pemberian Reward terhadap Perkembangan Emosional Anak Kelompok A di TK ABA 18 Malang

    No full text
    ABSTRAK Rofi’ah, Muqsidatur. 2018. Pengaruh Pemberian Reward terhadap Perkembangan Emosional Anak Kelompok A di TK ABA 18 Malang. Skripsi, Prodi SI Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum, (II) Suryadi, S.Sn, M.Pd. Kata Kunci: reward, perkembangan emosional, anak kelompok A Berdasarkan permasalahan yang terjadi di TK ABA 18 Malang menunjukkan bahwa guru kurang bervariatif dalam memberikan reward sehingga anak kurang antusias dan kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran sehingga memunculkan perasaan negatif pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perkembangan emosional anak tanpa pemberian reward pada kelompok A TK ABA 18 Malang, (2) perkembangan emosional anak melalui pemberian reward pada kelompok A TK ABA 18 Malang, (3) pengaruh pemberian reward terhadap perkembangan emosional anak kelompok A TK ABA 18 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen, dengan rancangan pre-experimental dan menggunakan desain one group pre-test post-test desaign. Populasi dalam penelitian ini yaitu keseluruhan kelompok A TK ABA 18 Malang. Menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 15 anak. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa lembar observasi dan dokumentasi berupa foto saat pretest dan posttest. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik observasi dan teknik dokumentasi dengan analisis data menggunakan uji wilcoxon signed rank test dan uji t. Hasil analisis perkembangan emosional anak tanpa diberikan reward diperoleh mean sebesar 11,67, sedangkan analisis perkembangan emosional anak melalui pemberian reward diperoleh mean sebesar 20,4 sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perkembangan emosional anak setelah diberikan reward lebih baik. Pada analisis uji wilcoxon signed rank test diperoleh hasil Z sebesar -3.426a bahwa dapat dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest yang telah dilakukan. Kemudian, berdasarkan hasil analisis uji t diperoleh nilai t sebesar 12,148 > 0,005 yang dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh pemberian reward terhadap perkembangan emosional anak kelompok A TK ABA 18 Malang.  Kesimpulan penelitian yaitu terdapat pengaruh pemberian reward terhadap perkembangan emosional anak kelompok A TK ABA 18 Malang. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu kepada sekolah, pendidik dan peneliti lain, untuk memperbaiki pembelajaran dan mengembangkan kemampuan emosional anak agar berkembang secara optimal

    Peningkatan Sikap Sosial Anak Kelompok B RA Raden Patah Melalui Pemberian Reward Reinforcement

    No full text
    ABSTRAK   Wilujeng, Mi’rojta. 2018. Peningkatan Sikap Sosial Anak Kelompok B RA Raden Patah  Melalui Pemberian Reward Reinforcement . Skripsi Prodi S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar  dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Tumardi , S.Pd.,M.Pd (II) Sandy Tegariyani Putri Santoso, S.Pd.,M.Pd. Kata Kunci : Sikap Sosial, Reward, Reinforcement. Sikap sosial adalah perilaku anak yang menunjukkan sikap taat peraturan dan keterbiasaan baik, kecakapan tersebut tampak pada perilaku anak selama anak berada disekolah. Reward adalah pemberian hadiah baik berupa verbal maupun non verbal kepada subjek yang melakukan perilaku mentaati peraturan dan  keterbiasaan yang baik dengan tujuan  untuk memberikan memotivasi anak agar mengulangi sikap sosial tersebut. Reinforcement  yaitu penguatan secara verbal yang diberikan secara langsung saat anak memunculkan respon perilaku . Reinforcement  pada penelitian ini meliputi positif reinforcement (penguatan positif) dan negatif reinforcement (penguatan negatif). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan sikap sosial pada anak kelompok B RA Raden Patah setelah pemberian tindakan reward reinforcement. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan secara kolaboratif peneliti dengan guru kelas. Kolaborasi peneliti dan guru dilakasanakan pada tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di kelompok B RA Raden Patah dusun Lebo desa Madiredo kecamatan Pujon. Waktu pelaksanaan penelitian ini yaitu pada semester II tahun pelajaran 2017-2018. Subjek penelitian ini yaitu seluruh siswa kelompok B RA Raden Patah yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi teknik pengumpulan data melalui observasi terfokus. Penguatan positif secara langsung disampaikan dengan pendekatan klasikal, memberikan dampak yaitu kondisi kelas yang kondusif dalam jangka waktu yang sebentar.  Penguatan positif secara langsung disampaikan dengan pendekatan individual secara perlahan dapat mempengaruhi perilaku anak, anak dapat menyampaikan gagasanya serta anak berusah menunjukkan performansi terbaiknya. Pemberian reward dengan interval waktu pemberian sehari sekali memberikan dampak yaitu kondisi kelas yang berubah secara spontan menjadi kondusif tetapi dalam jangka waktu yang sangat singkat. Pemberian reward dengan interval pemberian satu sesi sekali (pembukaan, inti dan penutup) berdampak pada antusias anak sangat tinggi dan anak berusaha menunjukkan performasi terbaiknya. Pemberian reward  disertai dengan penguatan terhadap setiap individu mempunyai pengaruh anak merasa dihargai serta anak menunjukkan peningkatan perilaku terutama dalam hal sopan santun. Pemberian penguatan negatif dapat berpangaruh terhadap anak ketika kondisi anak sudah tenang saat diberikan penguatan ini. Hasil dari penelitian dapat memberikan saran baik kepada orang tua maupun guru bahwa pendekatan secara verbal yang disampaikan dengan penuh kehangatan akan lebih dapat mempengaruhi perilaku anak dibandingkan dengan pemberian benda. Penelitian ini menekankan pada proses pemberian tindakan dan dampak terhadap perilaku anak secara klasikal sehingga bagi peneliti selanjutnya perlu mendalami lebih lanjut perkembangan pada masing-masing individu anak sebagai dampak dari adanya tindakan pemberian reward reinforcement

    STUDI KASUS GANGGUAN MUTISME SELEKTIF(SELECTIVE MUTISM) PADA ANAK KELOMPOK A DI CHILDREN CENTER BRAWIJAYA SMART SCHOOL UB

    No full text
    ABSTRAK Fajarwatiningtyas, Alfiana. 2018. Studi Kasus Gangguan Mutisme Selektive (Selective Mutism) pada Anak Kelompok A di Children Center Brawijaya Smart School UB. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd., M.Pd (II) Eny Nur Aisyah, S.Pd.I., M.Pd.Kata Kunci:Gangguan, Mutisme Selektif, Anak.Aspek kemampuan bahasa yang penting yaitu kemampuan bicara. Salah satu jenis gangguan dalam berbicara yaitu gangguan mutisme selektif (selective mutism). Berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap seorang anak TK A di Children Center Brawijaya Smart School UB ditemukan bahwa anak sering tidak menjawab pertanyaan dari guru dan lebih banyak diam ketika di sekolah, namun orang tua mengatakan bahwa anak sangat aktif berbicara ketika di rumah. Kondisi tersebut berlangsung sejak berada di playgrup dan semakin parah saat anak memasuki TK A.Fokuspenelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: (1) gambaran umum gangguan mutisme selektif,(2)faktor-faktor penyebab gangguan mutisme selektif, (3) kendala-kendala yang dialami guru dalam menangani gangguan mutisme selektif, (4) cara penanganan yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi gangguan mutisme selektif pada anak kelompok A di Children Center Brawijaya Smart School UB.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis rancangan studi kasus. Analisis data dengan menggunakan model analisis menurut Miles dan Huberman. Proses analisis data dilakukan mulai dari pengumpulan data, reduksi data, display data dan terakhir penarikan kesimpulan. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dalam penelitian dan hadir secara langsung di lapangan.Hasil penelitian diperoleh bahwa anak mutisme selektif berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, mau berbicara dengan orang terdekat dan tingkat intelegensi anak normal. Faktor penyebab gangguan mutisme selektif yang dialami anak yaitu malu dan kurang percaya diri, faktor keturunan, keluarga migran, pemberian apresiasi dari guru, dan perkataan teman sebaya. Kendala yang dialami guru dalam mengatasi gangguan ini yaitu sulit memahami maksud anak dan sulit mendorong anak agar mau berbicara. Sementara cara penanganan yang dilakukan oleh guru yaitu menjadikan anak sebagai pemimpin, memberikan motivasi, tidak memberikan apresiasi khusus pada anak, menggunakan pertanyaan terbuka, melakukan kerjasama dengan orang tua dan melakukan pendekatan secara intensif, sedangkan hasil penanganan guru meningkat secara bertahap.Saran bagi orang tua yaitu tidak memaksa anak dan memberi kesempatan lebih untuk bersosialisasi dengan lingkungan. Bagi guru terutama tidak memberikan apresiasi secara khusus kepada anak. Peneliti selanjutnya dapat menemukan perbandingan antara dua orang anak dengan gangguan yang sama

    Pengaruh ModelProblem Based Learning (Pbl) Berbantuan Media Kliping Terhadap Kemampuan Membaca SekilasPada Siswa Kelas 4 Sdn Kandangan Kota 2

    No full text
    ABSTRAK   Erliyani Yusuf. 2017. “Pengaruh Model Problem Based Learning (Pbl) Berbantuan Media Kliping Terhadap Kemampuan Membaca Sekilas  Pada Siswa Kelas 4 Sdn Kandangan Kota 2”.Tesis S2 Pendidikan Dasar. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si, Pembimbing II Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW, M.A., M.Si., M.A.   Kata Kunci:         Membaca Sekilas, Media Kliping, Problem Based Learning (PBL) Dalam perkembangan pendidikan saat ini siswa di tuntut dapat memberikan gagasan-gagasan baru dengan menemukan jawaban terhadap suatu masalah, padapilihan yang rumit siswa dapat menalar dengan baik, berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa dengan mandiri, mampu mengungkapkan, dan menganalisanya. Hal tersebut dilakukan dengan bantuan berbagai informasi.Oleh karena itu perlu digunakan model PBLberbantuan media kliping yang mampu memberikan inovasi guna meningkatkan kemampuan membaca sekilas siswa.Kliping disini berguna untuk membantu siswa mengorganisir informasi dengan tema yang sama. Jenis penelitian yang digunakan pada tesis ini adalah Quasi Experiment, dengan desain pre-posttest. Subjek penelitian ini adalah kelas 4 SDN Kandangan Kota 2 tahun ajaran 2017/2018 berjumlah 21 orang pada kelas kontrol dan 21 orang pada kelas eksperimen.Pada kelas eksperimeni berikan 3 kali perlakuan.Pada pertemuan pertama guru memberikan apersepsi dan membuat media kliping.Pada pertemuan kedua, guru bersama siswa melakukan proses pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL)berbantuan kliping. Pada pertemuan ketiga, guru memberikan posttest.Sedangkan pada kelas kontrol seperti pembelajaran yang biasa dilakukan di sekolah yaitu, pendekatan saintifik kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hasil posttest kelas control dibandingkan dengan hasil pretest mengalami peningkatan rerata sebesar 8,9. Kemudian pada kelas eksperimen mengalamip eningkatan rerata sebesar 15,2. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan nilai kemampuan membaca sekilas antara kelompok eksperimen dan kelompok.Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh model problem based learning (PBL) berbantuan media kliping terhadap kemampuan membaca sekilas siswa. Adapun saran yang dikemukakan peneliti agar model pembelajaran ini dapat diterapkan pada pelajaran Bahasa Indonesia dengan memperhitungkanmeningkatnya hasil belajar siswa

    Penerapan Model InkuiriTerbimbinguntukMeningkatkanKeterampilanSaintifikSiswaKelas V padaTema 7 Subtema 3 di SDN Bareng 3 Malang.

    No full text
    ABSTRAK Amiriel, Rezky. 2018. Penerapan Model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Saintifik Siswa Kelas V pada Tema 7 Subtema 3 di SDN Bareng 3 Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri EstuWinahyu, M.Pd. (II) Drs. M. Imron Rosyadi SY., S.Pd.,M.PdKata Kunci:Peningkatan, Model Inkuiri Terbimbing,Keterampilan Saintifik.Keterampilan saintifik merupakan keterampilan dasar yang penting bagi siswa dalam menerapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Hal ini dikarenakan keterampilan saintifik siswa menentukan ketercapaian hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Berdasarkan hasil pengamatan pada siswa kelas VB SDN Bareng 3, keterampilan saintifik siswa ketika pembelajaran tematik dengan muatan IPA masih pada kategori yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan model inkuiri terbimbing dan peningkatan keterampilan saintifik siswa kelas V pada tema 7 subtema 3 di SDN Bareng 3.Pendekatan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, jenis deskriptif, dengan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK pada penelitian ini merupakan adaptasi dari model Kemmisdan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VB SDN Bareng 3 dengan jumlah 22 siswa. Data pada penelitian ini diperoleh dari teknik observasi, catatan lapangan dan dokumentasi.Hasil penelitian ini yaitu: (1) terjadi peningkatan aktivitas guru dalam pelaksanaan model inkuiri terbimbing, pada siklus 1 dan 2 telah mencapai keterlaksanaan pelaksanaan model inkuiri dengan kategori tinggi, dan pada siklus 3 dan 4 telah mencapai keterlaksanaan dengan kategori sangat tinggi; (2) keterampilan saintifik siswa juga menunjukkan peningkatan, padasiklus 1 diperoleh persentase sebesar 61,3%, pada siklus 2 meningkat menjadi 67,3%, siklus 3 meningkat lagi menjadi 70,6%, dan hingga pada siklus 4 meningkat menjadi sebesar 77,4%.Kesimpulan dari penelitian ini ialah pelaksanaan model inkuiri terbimbing telah mencapai keterlaksanaan dengan kategori sangat tinggi dan penerapan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan saintifik siswa kelas V SDN Bareng 3. Sebaiknya guru tidak mendominasi pada setiap kegiatan pembelajaran berlangsung dan guru sebaiknya lebih menjadi fasilitator daripada inisiator dalam pembelajaran dan guru dapat menggunakan model inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan saintifik siswa.ABSTRACTAmiriel, Rezky. 2018. Implementation of Guided Inquiry Model to Improve The Scientific Skill of 5th Grader on 7th Theme 3rd Subtheme in SDN Bareng 3 Malang. Thesis,Educational Program Teachers Elementary School, Faculty of Education, State University of Malang. Adviser (I) Dra. Sri EstuWinahyu, M.Pd. (II) Drs. M. ImronRosyadi SY., S.Pd.,M.PdKeywords:Improvement, Guided Inquiry Model, Scientific Skill.Scientific skills are important basic skills for students in applying learning with a scientific approach. This is because the scientific skills of students determine the achievement of student learning outcomes in learning with a scientific approach. Based on the observations on the students of VB grade SDN Bareng 3, the students' scientific skill when the thematic learning with the content of IPA is still in the low category. This study aims to describe the implementation of guided inquiry model and improvement of scientific skill of class V students on theme 7 subtema 3 in SDN Bareng 3.The approach in this research is qualitative, descriptive type, with Class Action Research model (PTK). PTK in this study is an adaptation of the Kemmis and Mc model. Taggart. The subjects of this study are students of grade VB SDN Bareng 3 with a total of 22 students. The data in this study were obtained from observation techniques, field notes and documentation.The results of this study are: (1) there is an increase in teacher activity in the implementation of guided inquiry model, in cycles 1 and 2 has reached the implementation of the model inquiry model with high category, and in cycles 3 and 4 has reached the implementation of very high category; (2) the students' scientific skill also showed improvement, in cycle 1 the percentage was 61,3%, the cycle 2 increased to 67,3%, cycle 3 increased again to 70,6%, and until cycle 4 increased to 77 , 4%.The conclusion of this research is the implementation of guided inquiry model has reached the implementation of very high category and the application of guided inquiry model can improve the scientific skill of grade V students of SDN Bareng 3. It is better for teacher not to dominate in every learning activity and teacher should be more facilitator than initiator in learning and teachers can use guided inquiry models to improve students' scientific skills

    Analisis Buku Siswa Tema Indahnya Kebersamaan Berbasis Pendekatan Saintifik di Kelas IV Sekolah Dasar

    No full text
    ABSTRAK RANGKUMANRohmah, Binti. 2018. Analisis Buku Siswa Tema Indahnya Kebersamaan Berbasis Pendekatan Saintifik di Kelas IV Sekolah Dasar. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd (2) Prof. Dr. H. M Zainuddin, M.Pd.Kata Kunci: analisis, buku siswa, pendekatan saintifikHampir semua institusi pendidikan menggunakan buku ajar sebagai salah satu sumber belajarnya. Isi dari buku ajar disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Buku ajar yang digunakan di Sekolah Dasar yang menerapkan Kurikulum 2013 adalah buku siswa yang dikeluarkan pemerintah. Buku Siswa disajikan dalam bentuk tematik dan terbagi dalam beberapa subtema dan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang dianjurkan dalam Kurikulum 2013 adalah Pendekatan Saintifik. Pendekatan Saintifik meliputi lima pengalaman belajar yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi /mencoba, menalar/meng-asosiasi, dan mengkomunikasikan (5M). Pembelajaran pada pendekatan ini bersifat induktif, dimana siswa diajak untuk mengamati suatu fenomena, menalar dan menarik kesimpulan dari hal tersebut.Kompetensi Dasar yang dikembangkan di dalam buku siswa Tema “Indahnya Kebersamaan” telah sesuai dengan kurikulum, silabus, dan Buku Guru. Dalam muatan IPA KD 3.6 dan KD 4.6 untuk langkah mengamati dan menanya tidak terdapat pada kegiatan pembelajaran didalam silabus. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya analisis lebih lanjut terhadap isi Buku Siswa kelas IV tema 1 “Indahnya Kebersamaan” berdasarkan kesesuaian dengan Pendekatan Saintifik. Penelitian ini untuk menganalisis kemunculan dan urutan kegiatan pembelajaran berdasarkan Pendekatan Saintifik pada Buku Siswa Kelas IV Tema “Indahnya Kebersamaan”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif dan jenis penelitian analisis isi pada penelitian deskriptif. Proses analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan /verifikasi.Hasil analisis kemunculan langkah mengamati 100% dengan kriteria sangat sesuai, langkah menanya 100% dengan kriteria sangat sesuai, langkah mencoba 100% dengan kriteria sangat sesuai, langkah menalar 100% dengan kriteria sangat sesuai, dan langkah mengkomunikasikan 66,67% dengan kriteria sesuai. Hasil analisis urutan kegiatan pembelajaran jumlah skor 111 atau 51,36% dengan kriteria cukup sesuai.  Dari kegiatan analisis dapat ditarik kesimpulan bahwa buku siswa hasil revisi tahun 2017 telah layak digunakan sebagai pegangan pembelajaran, namun disarankan kepada guru yang menggunakan buku tersebut untuk lebih mengembangkan aktivitas langkah kegiatan mengkomunikasikan dalam pembelajaran di kelas

    Pengaruh Model Pembelajaran Carousel Feedback Terhadap Hasil Belajar dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Siswa Pada Muatan IPA Kelas IV SDN 2 Suntu Kota Bima

    No full text
    ABSTRAK   Julaifah, Nurul. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Carousel Feedback Terhadap Hasil Belajar dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Siswa Pada Muatan IPA Kelas IV SDN 2 Suntu Kota Bima. Tesis, Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D. (2) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika R.W.W, MA., M.Si.   Kata Kunci : Model Pembelajaran Carousel Feedback, IPA, Hasil Belajar, Higher Order Thinking Skills (HOTS). Ilmu Pengetahuan Alam mempunyai banyak konsep yang bersifat abstrak yang umumnya sulit dipahami oleh siswa. IPA tidak hanya memiliki konsep yang rumit, tetapi juga membutuhkan keterampilan dalam hal praktikum. Materi yang dianggap sulit oleh siswa salah satunya materi Gaya. Materi gaya bersifat konseptual yang memerlukan Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk memahaminya. Higher Order Thinking Skills (HOTS) akan dicapai melalui penerapan model pembelajaran Carousel Feedback. Tahap umpan balik pada sintaks model pembelajaran Carousel Feedback dapat didukung oleh kemampuan logika dalam mengeluarkan ide. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa pada muatan IPA. Rancangan yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (quasi eksperimental design). Populasi penelitian adalah siswa kelas IV di SDN 2 Suntu Kota Bima. Adapun sampel yang diambil yaitu kelas IVa sebagai kelas eksperimen dan IVb sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Carousel Feedback, sedangkan kelas kontrol dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik. Instrumen pengukuran dalam penelitian ini terdiri dari: lembar observasi, soal tes hasil belajar dan Higher Order Thinking Skills (HOTS), yang telah divalidasi dengan tingkat validitas masing-masing sebesar 93,33 dan 96,7 % dan nilai reliabilitas sebesar 0,609 dan 0,707. Perbedaan hasil belajar, dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) kedua kelas di uji dengan uji MANOVA. Hasil penelitian pada muatan IPA khususunya pada materi gaya di kelas IV SDN 2 Suntu Kota Bima menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kognitif  antara siswa yang dibelajarkan model pembelajaran Carousel Feedback dengan yang menggunakan pendekatakan saintifik. Hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Carousel Feedback ( = 86,9) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik ( =75,95 ); (2) Terdapat perbedaan yang signifikan Higher Order Thinking Skills (HOTS) antara siswa yang dibelajarkan model pembelajaran Carousel Feedback dengan yang menggunakan pendekatakan saintifik. HOTS siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Carousel Feedback (  = 74,60) lebih tinggi daripada siswa siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik (  = 53,57)

    PENGARUH MODEL GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

    No full text
    RINGKASAN Bambang, Sumarni. 2018. Pengaruh Model Group Investigation Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Dan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Hj. Utami Widiati, M.A.,Ph.D., (II) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M. Pd.   Kata Kunci: group investigation, kemampuan membaca pemahaman, berpikir kritis. Group investigation (GI) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan dan memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam kelompok kecil yang heterogen guna membahas dan menyelesaikan suatu masalah yang diberikan guru kepada siswa. Model group investigation dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan yang di  hadapi oleh siswa. Hal ini karena siswa secara langsung mengidentifikasi dan memilih topik, membuat rencana kerja kelompok, melakukan tugas investigasi, menyiapkan laporan, menyajikan laporan hasil penemuan mereka serta melakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan memmbaca pemahaman dan berpikir kritis siswa SD pada materi  teks wacana. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model Group Investigation terhadaap kemampuan membaca pemahaman dan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi experiment). Dengan desain penelitian Non Equivalent Control design.  Rancangan penelitian ini menggunakan quasi eksperimen untuk mengetahui adanya pengaruh model Group Investigation terhadap kemampuan membaca pemahaman dan berpikir kritis. Kemampuan membaca pemahaman siswa diukur dengan menggunakan tes pilihan ganda dan kemampuan berpikir kritis siswa diukur dengan menggunakan tes esai. Data hasil pengukuran dianalisis dengan menggunakan t-test  dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Populasi dan sampel penelitian ini terdiri dari dua sekolah yaitu kelas V SDN Krisik 01 sebagai kelas eksperimen dan SDN Krisik 03 sebagai kelas kontrol.  Data hasil pretest dan postest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol akan memperoleh data dari Gain Score. Data Gain Score tersebut diperoleh dari hasil nilai pengurangan tes akhir dan tes awal. Nilai kemampuan membaca pemahaman kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata pretest 41,00 sedangkan nilai rata-rata postest yang diperoleh dengn presentase 76,33 dengan nilai gain seore yang dicapai 35,33. Nilai kemampuan membaca pemahaman kelas kontrol memiliki nilai rata-rata pretest 35,17 sedangkan nilai rata-rata postest 70,00 dengan nilai gain score 34,83. Hasil pengujian statistik nilai signifikan 0,000 yang artinya ada pengaruh model Group Investigation (GI) terhadap kemampuan membaca pemahaman. Dan nilai kemampuan berpikir kritis kelas ekperimen memiliki nilai rata-rata pretest 57,33 sedangkan nilai rata-rata postest 85,33 dengan gein score 28,00. Sedangkan kelas kontrol memiliki nilai  rata-rata pretest 56,03 sedangkan nilai rata-rata postest 76,72 dengan nilai gan score 20,69. Hasil pengujian statistik nilai signifikan 0.008 yang artinya terdapat ada pengaruh model Group Investigation (GI) terhadap kemampuan berpikir kritis. Pengujian statistik menggunakan uji independent sample t-test untuk melihat pengaruh model Group Investigation terhadap kemampuan membaca pemahaman dan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan model pembelajaran Group Investigation  dalam materi teks wacana dapat terlaksana dengan baik. (2) hasil belajar kemampuan membaca pemahaman siswa dibelajarkan  dengan model Garoup Investigation lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan  dengan pemebalajaran konvensional pada meteri teks wacana. Selain itu model pembelajaran Group Investigation mampu meningkatkan kemampuan membaca  pemahaman siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. (3) kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Group Investigation lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada teks wacana.    

    abstrak dila

    No full text
    hbkdkad

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇