Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan pada Tema Alam Semesta melalui Media Hidden Chart pada Kelompok B RA Muslimat NU 25 Malang
ABSTRAK Rohmatulloh, Kiky. 2018. Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan pada Tema Alam Semesta melalui Media Hidden Chart pada Kelompok B RA Muslimat NU 25 Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Made Seken, M.Pd, (II) Eny Nur Aisyah, S.Pd.I., M.Pd. Kata Kunci: Membaca Permulaan, Media Hidden Chart, Anak Kelompok B Berdasarkan hasil pengamatan pada kelompok B RA Muslimat NU 25 Malang, diketahui bahwa kemampuan membaca permulaan anak belum berkembang secara optimal. Hal ini tampak ketika guru menunjukkan sebuah gambar anak mampu menyebutkan nama dari gambar tersebut, namun ketika diminta untuk menyebutkan huruf apa saja dari nama gambar tersebut anak belum mampu melaksanakannya. Dari 14 anak hanya 5 anak atau sekitar 35,7% yang sudah mampu membaca permulaan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan media hidden chart dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada tema alam semesta anak kelompok B RA Muslimat NU 25 Malang. (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca permulaan pada tema alam semesta melalui media hidden chart anak kelompok B RA Muslimat NU 25 Malang. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri atas (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diamati meliputi data kemampuan membaca permulaan anak yang terdiri dari menyebutkan nama gambar pada media hidden chart, menyebutkan huruf pada nama gambar yang terdapat pada media hidden chart, dan merangkai huruf menjadi nama gambar yang sesuai lalu merekatkan pada media hidden chart kemudian membacanya. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B2 tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 14 anak dengan 8 anak perempuan dan 6 anak laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media hidden chart dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak. Hal tersebut didukung dengan hasil penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan yaitu pada siklus I pertemuan pertama ketercapaian kelas sebesar 42,8% dan pada pertemuan 2 menjadi 57,1%, pada siklus II ketercapaian kelas mencapai 85,7%.Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media hidden chart dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak. Peneliti memberikan saran kepada guru untuk memperbaiki tindak pembelajaran, dan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penggunaan media hidden chart untuk meningkatkan aspek perkembangan yang lain sesuai dengan kurikulum yang berlaku
PENGARUH MODEL GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
ABSTRAK Bambang, Sumarni. 2018. Pengaruh Model Group Investigation Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Dan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Hj. Utami Widiati, M.A.,Ph.D., (II) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M. Pd. Kata Kunci : group investigation, kemampuan membaca pemahaman, berpikir kritis. Group investigation (GI) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan dan memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam kelompok kecil yang heterogen guna membahas dan menyelesaikan suatu masalah yang diberikan guru kepada siswa. Model group investigation dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan yang di hadapi oleh siswa. Hal ini karena siswa secara langsung mengidentifikasi dan memilih topik, membuat rencana kerja kelompok, melakukan tugas investigasi, menyiapkan laporan, menyajikan laporan hasil penemuan mereka serta melakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan memmbaca pemahaman dan berpikir kritis siswa SD pada materi teks wacana. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model Group Investigation terhadaap kemampuan membaca pemahaman dan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi experiment). Dengan desain penelitian Non Equivalent Control design. Rancangan penelitian ini menggunakan quasi eksperimen untuk mengetahui adanya pengaruh model Group Investigation terhadap kemampuan membaca pemahaman dan berpikir kritis. Kemampuan membaca pemahaman siswa diukur dengan menggunakan tes pilihan ganda dan kemampuan berpikir kritis siswa diukur dengan menggunakan tes esai. Data hasil pengukuran dianalisis dengan menggunakan t-test dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Populasi dan sampel penelitian ini terdiri dari dua sekolah yaitu kelas V SDN Krisik 01 sebagai kelas eksperimen dan SDN Krisik 03 sebagai kelas kontrol. Data hasil pretest dan postest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol akan memperoleh data dari Gain Score. Data Gain Score tersebut diperoleh dari hasil nilai pengurangan tes akhir dan tes awal. Nilai kemampuan membaca pemahaman kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata pretest 41,00 sedangkan nilai rata-rata postest yang diperoleh dengn presentase 76,33 dengan nilai gain seore yang dicapai 35,33. Nilai kemampuan membaca pemahaman kelas kontrol memiliki nilai rata-rata pretest 35,17 sedangkan nilai rata-rata postest 70,00 dengan nilai gain score 34,83. Hasil pengujian statistik nilai signifikan 0,000 yang artinya ada pengaruh model Group Investigation (GI) terhadap kemampuan membaca pemahaman. Dan nilai kemampuan berpikir kritis kelas ekperimen memiliki nilai rata-rata pretest 57,33 sedangkan nilai rata-rata postest 85,33 dengan gein score 28,00. Sedangkan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata pretest 56,03 sedangkan nilai rata-rata postest 76,72 dengan nilai gan score 20,69. Hasil pengujian statistik nilai signifikan 0.008 yang artinya terdapat ada pengaruh model Group Investigation (GI) terhadap kemampuan berpikir kritis. Pengujian statistik menggunakan uji independent sample t-test untuk melihat pengaruh model Group Investigation terhadap kemampuan membaca pemahaman dan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan model pembelajaran Group Investigation dalam materi teks wacana dapat terlaksana dengan baik. (2) hasil belajar kemampuan membaca pemahaman siswa dibelajarkan dengan model Garoup Investigation lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan pemebalajaran konvensional pada meteri teks wacana. Selain itu model pembelajaran Group Investigation mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. (3) kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Group Investigation lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada teks wacana
Perkembangan Majalah Dinding di SDN Bareng 1 Kecamatan Klojen Kota Malang
Lailiah, Ari Hidayatul. 2017. Perkembangan Majalah Dinding di SDN Bareng 1 Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Siti Umayaroh, S.Pd, M.Pd., (II) Drs. Sjafruddin A.R, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Majalah Dinding,Sekolah Dasar Kelemahan siswa dalam menulis yang cenderung memiliki kosakata yang sedikit dengan latihan yang singkatdiperoleh saat pembelajaran bermuatan bahasa Indonesia membuat siswa tidak berlatih lagi. Dibutuhkan media dan kesempatan agar keterampilan menulis siswa terasah. Media tidak mahal apabila guru mampu menyadari keberadaan media tersebut seperti majalah dinding. Majalah dinding sebagai bentuk media sekolah dapat memberikan manfaat atas keberadaannya dan juga kendala dalam pengelolaannya. Untuk mengetahui perkembangan, kendala hingga manfaat dari majalah dinding di SDN Bareng 1, peneliti melakukan penelitian tentang Perkembangan Majalah Dinding di SDN Bareng 1 Kecamatan Klojen Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualtitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kepala sekolah, kuesioner diisiguru, serta dokumentasi majalah dinding. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Objek yang diteliti oleh peneliti ialah manfaat majalah dinding, kendala majalah dinding dan perkembangan majalah dinding di SDN Bareng 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembanganmajalahdinding di SDN Bareng 1 ialah di dalammajalahdindingterdapatidentitasmajalahdinding (nomoredisidantema), identitasredaksi (pelindung, ketuaredaksi, sekretaris, bendahara, dewanredaksi, koordinatorreporter, reporter, koordinator ilustrator, dan ilustrator), materi sajian majalah dinding (kata mutiara, puisi, vignet, dan pantun), dengan tampilan majalah dinding yang sudah sesuai tema, terdapat gambar, dan ukuran dapat dibaca. Kendalapengelolaanmajalahdinding di SDN Bareng 1 yaitutidakadadana, timbulnyakejenuhan, tidakadakemajuan, sepinyapembaca, waktudantenagaterbatas. Sedangkan manfaat majalah dinding yaitu sebagai wadah kreativitas, menanamkan kebiasaan membaca, pengisi waktu, melatih kecerdasan berpikir, mendorong latihan menulis, penyemai demokrasi, wadah inspirasi, penyempurnapembelajaran, dan media komunikasi. Saran yang diberikan peneliti untuk guru dan sekolah dasar negeri Bareng 1 yaitu hasil temuan ini dapat dijadikan evaluasi dalam pengembangan pengelolaan majalah dinding sekolah dan dapat dijadikan proyeksi ke depan dalam menyusun program/ strategi baru dalam mengembangkan kualitas pendidikan. Untuk sekolah lain yang belum mengembangkan majalah dinding bahwa hasil temuan ini dapat dijadikan referensi dalam pengelolaan majalah dinding.Untuk peneliti lanjutan dapat digunakan untuk menambah referensi. Lailiah, Ari Hidayatul. 2017. The Development of Bulletin Board at SDN Bareng 1 Klojen District Malang City. Elementary Schools Teachers Training Program, Elementary Schools and Pre School Department, Faculty of Education, State University of Malang. Advisors:: (I) Dra. Siti Umayaroh, S.Pd, M.Pd., (II) Drs. Sjafruddin A.R, S.Pd, M.Pd. Keywords: Bulletin Board, Elementary School The students in writing who tend to have little amounts of vocabulary with a short exercise obtained when learning is loaded with the Indonesian language makes students no longer practice. It takes media and an opportunity for students' writing skills to be honed. Media is not expensive if teachers are able to realize the existence of such media such as bulletin board. Bulletin board as a form of school media can provide benefits for its existence and also obstacles in its management. To find out the development, obstacles to the benefits of bulletin board in SDN Bareng 1, researchers conducted research on the development of Bulletin Board in SDN Bareng 1 Klojen District Malang City. This study uses a qualitative description approach. Data collection techniques were conducted through interviews with principals, questionnaires filled with teachers, and documentation of bulletin board. Data analysis of research results done by data reduction, data presentation, and conclusion. Objects studied by researchers is the benefits of bulletin board, bulletin board constraints and the development of bulletin board in SDN Bareng 1. The result of the research shows that the development of bulletin board in SDN Bareng 1 is in bulletin board there are bulletin board identity (edition number and theme), redaction identity (patron, editor chief, secretary, treasurer, editorial board, reporter coordinator, reporter, illustrator coordinator, And illustrators), bulletin board articles (pearls, poems, vignettes, and pantuns), bulletin board wall displays that match the theme, pictures, and readable sizes. Constraints to the management of bulletin board in SDN Bareng 1 is no funding, the emergence of saturation, no progress, lonely readers, time and limited energy. While the benefits of bulletin board that are as a container of creativity, inculcate reading habits, filler time, train intelligence thinking, encouraging writing exercises, democracy sowing, the container of inspiration, perfecting learning, and communication media. A suggestion given by researcher for teacher and primary school of Bareng 1 that the result of this finding can be used as evaluation in the development of school bulletin board management and can be used as a projection ahead in developing new program/strategy in developing education quality. For other schools that have not yet developed a bulletin board that these findings can be used as a reference in the management of bulletin’s board. For advanced researchers, it can be used to add the next research reference.
Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B TK Kreatif Zaid Bin Tsabit Nglegok Blitar
ABSTRAK Kegiatan membaca untuk anak usia dini khususnya anak kelompok B di Taman Kanak-kanak bukanlah membaca seperti yang orang dewasa lakukan. Pendidik harus memberikan stimulus kepada anak melalui strategi yang bervariasi di sekolah sehingga minat anak untuk membaca meningkat. Membelajarkan membaca pada anak usia dini harus yang bersifat rangsangan karena untuk menarik minat anak dan membuat anak senang dengan kegiatan membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca permulaan anak kelompok B TK Kreatif Zaid Bin Tsabit Nglegok Blitar. Selain itu penelitian ini juga menggambarkan kesulitan yang dihadapi anak dalam membaca permulaan di TK Kreatif Zaid Bin Tsabit Nglegok Blitar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK Kreatif Zaid Bin Tsabit Nglegok Blitar yang berjumlah 75 orang. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 39 anak kelompok B. Sampel yang diambil adalah anak yang memiliki absensi ganjil pada setiap kelas. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Observasi dilakukan pada saat pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan anak kelompok B TK Kreatif Zaid Bin Tsabit Nglegok Blitar memiliki presentase 78,12%. Pada sub variabel pemahaman simbol huruf memiliki presentase 80,77%. Pada kemampuan membaca gambar sederhana memiliki presentase 79,06%. Kemampuan pemahaman terhadap rangkaian huruf memiliki presentase 76,07%. Berdasarkan hasil paparan data pada kemampuan membaca permulaan, anak kelompok B TK Zaid Bin Tsabit termasuk dalam kategori berkembang sangat baik. Namun demikian terdapat kesulitan yang dialami anak dalam membaca permulaan. Kesulitan ditemukan dalam indikator yang berada di bawah kriteria berkembang sangat baik, yaitu indikator mampu menyusun huruf-huruf menjadi sebuah kata yang memiliki makna dengan presentase sebesar 64,96%. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya media yang menarik minat anak
penggunaan media buku cerita bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B di Tk dharma wanita mojokerto
ABSTRAK Umami Riza,Novia. 2017. Penggunaan Media Buku Cerita Bergambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B Di TK Dharma Wanita Mojokerto. Skripsi Prodi S1-PGPAUD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Suharjo,M.S.,M.A. (II) Retno Tri Wulandari, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : Penggunaan Media Buku Cerita Bergambar, Dan Kemampuan Membaca PermulaanPenelitian ini berlatar belakang kurangnya kemampuan membaca permulaan anak, hal ini disebabkan karena pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan membaca permulaan yang digunakan guru kurang menarik minat anak, dan guru jarang memberikan buku-buku yang menarik untuk dibaca anak. Berdasarkan hasil observasi ditemukan fakta bahwa anak belum mampu melakukan kegiatan membaca permulaan menggunakan media buku cerita bergambar. Hal ini terlihat dari kemampuan anak ketika membaca permulaan menggunakan buku cerita bergamba, anak hanya tertarik pada gambar yang ada didalamnya saja, anak merasa ragu dalam melakukan kegiatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan membaca permulaan anak setelah menggunakan media buku cerita bergambar.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model penelitian kolaboratif yang terdiri atas 2 siklus, masing-masing siklus 2 pertemuan, masing-masing siklus memiliki 4 tahapan,yaitu: (1) perencanaan, (2)pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian dan pedoman observasi. Subjek penelitian ini sebanyak 26 anak, diantaranya 14 anak perempuan dan 12 anak laki-laki. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriftif kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk mengetahui percapaian perkembangan membaca permulaan anak setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan media buku cerita bergambar kepada anak.Penggunaan media bukucerita bergambar di tk dharma wanita sangat membantu untuk peningkatan membaca permulaan anak. Anak jadi mudah untuk belajar membaca dengan menggunakan media buku cerita bergambar ini karena ada gambar-gambar yang sudah sesuai dengan cerita didalamnya jadi anak lebih mudah untuk memahami cerita tersebut.Hasil penelitian dan pembelajaran kemampuan membaca permulaan dari penggunaan media buku cerita bergambar yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu perkembangan kelas pada siklus I mencapai 42% dan perkembangan kelas pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 85%. Berdasarkan temuan peneliti,dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media buku cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B di TK Dharma Wanita Mojokerto. Oleh karena itu, penggunaan media buku cerita bergambar dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak sangat disarankan, karena sangat menarik bagi anak dan antusias anak ketika melakukan kegiatan membaca
Pengembangan Permainan Bangun Geometripada Pembelajaran Kecerdasan Visual Spasial untuk Anak Kelompok A TK Kartika IV-8 kabupaten Jember
ABSTRAK Arini, Viska Mei. 2016. Pengembangan Permainan Bangun Geometri pada Pembelajaran Kecerdasan Visual Spasial untuk Anak Kelompok A TK Kartika IV-8 kabupaten Jember. Skripsi, Program studi Pendidikan Guru Pendikan Anak Usia Dini. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Made Seken, M.Pd, (II) LeniGonadi, S.Pd.,M.Pd. Kata Kunci: AnakKelompok A, permainan Bangun Geometri, Kecerdasan visual spasial.Permainan bangun geometri merupakan permainan untuk pembelajaran visual spasial anak kelompok A di TK Kartika V-8 Jember. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan pembelajaran yang dilakukan cenderung didalam kelas, yang mana dalam setiap pembelajaran guru tidak mencantumkan aspek kecerdasan visual-spasial dilihat pada saat pembelajaran kurangnya pemanfaatan alat permainan. Kurang kreatifnya guru dalam pemanfaatan permainan, sehingga anakcenderungcepatbosandenganpembelajaran yang diberikan oleh guru, sehingga peneliti membuat alternatif permainan untuk digunakan sebagai sarana pembelajaran yang mudah, menyenangkan dan aman bagi anak.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa permainan Bangun Geometri yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pembelajaran dari segi tujuan, isi dan desain untuk mengembangkan kecerdasan visual spasial dalam mengenalkan bentuk geometri untuk anak TK Kelompok A. Serta dapat menambah aktivitas di sekolah yang menyenangkan, mudah dilakukan anak, dan tidak membahayakan, sehingga anak dapat aktif dalam pembelajaranModel pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Borg & Gall.pengembangan pembelajaran kecerdasan visual-spasial melalui permainan geometri di TK Kartika IV-8 Jember, peneliti menggunakan 7 langkah prosedur penelitian dan pengembangan R&D. Penelitian ini berlangsung dalam skala kecil (hanya 1 sekolah) dan tidak dilakukan uji secara luas dan tidak di distribusikan secara meluas cukup untuk kalangan internal sekolah dikarenakan keterbatasan waktu dan durasi waktu yang terbatas melakukan penelitian di lebihdari 1 sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa presentase. Kesimpulan penelitian dan pengembangan produk Permainan Bangun Geometri dalam pembelajaran kecerdasan visual spasial menurut ahli materi pembejaran masuk dalam kategori sangat valid (dapat digunakan sedangkan menurut ahli permainan anak usiadini masuk dalam kategori sangat valid (dapat digunakan). Berdasarkan hasil pengembangan disarankan agar media ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam proses pembelajaran kecerdasan visual-spasial. Hasil keseluruhan dari uji coba kelompok kecil dalam permainan geometri mendapatkanpersentase rata-rata sebesar 97.2%. Padaujikelompokbesardalampermainangeometrimendapatkanpersentasesebesar 96,3%, sehinggaprodukPermainanGeometridapatdigunakansebagaisalahsatualternatifprodukpembelajaran visual spasial
Peningkatan Hasil Belajar Tema Indahnya Keberagaman di Negeriku Melalui Model Two Stay Two Stray Pada Siswa Kelas IV SDN Karangtengah 4 Kota Blitar
ABSTRAK Febriani, Dewi. 2017. Peningkatan Hasil BelajarTema Indahnya Keberagaman di Negeriku Melalui Model Two Stay Two Stray Pada Siswa Kelas IV SDN Karangtengah IV Kota Blitar. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Widayati, M.H, (2) Suwarti, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: hasil belajar, tema indahnya keberagaman di negeriku, model two stay two stray, sekolah dasar Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada kelas IV SDN Karangtengah 04 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar menunjukkan bahwa (1) pembelajaran masih menggunakan model yang konvensional dan tanpa menggunakan media, (2) guru mengajar tanpa menggunakan RPP, (3) siswa belum aktif mengemukakan pendapat dan menjawab pertanyaan dari guru, (4) suasana belajar yang monoton sehingga membuat siswa bosan, dan (5) siswa masih kurang menguasai materi yang disampaikan guru. Hal inilah yang menyebabkan hasil belajar siswa sangat rendah. Dari 39 siswa, hanya 10 siswa yang nilainya diatas KKM, yaitu 75 dengan persentase KBK 26%. Untuk mengatasi permasalahan ini dengan menggunakan model Two Stay Two Stray. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan model Two Stay Two Stray dan (2) hasil belajar tema Indahnya Keberagaman di Negeriku melalui model Two Stay Two Stray pada siswa kelas IV SDN Karangtengah 04 Kota Bitar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik observasi, wawancara, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Two Stay Two Stray pada pembelajaran tema Indahnya Keberagaman di Negeriku dapat meningkatkan aktivitas siswa. Pada siklus I aktivitas siswa pada pertemuan I yaitu 67% dengan kriteria cukup baik, pada pertemuan 2 meningkat sebesar 73% dengan kriteria baik. Pada siklus IIpertemuan 1 86% dan pertemuan 2 meningkat menjadi 100% dengan kriteria sangat baik. Hasilbelajarsiswajugamengalamipeningkatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa saat pratindakan rata-rata nilai siswa adalah 61 dengan jumlah siswa yang tuntas 10 dari 39 siswa, persentasenya 26% masuk dalam kriteria sangat kurang baik. Pada siklus I nilai akhir siswa meningkat dengan rata-rata 71 dengan persentase 49% masuk ke dalam kriteria kurang baik, pada siklus II nilai akhir rata-rata siswa meningkat menjadi 83 persentasenya 87% masuk kriteria baik. Kesimpulannya adalah penerapan model Two Stay Two Stray dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, disarankan agar guru hendaknya menerapkan model Two Stay Two Stray dalam pembelajaran tematik khususnya tema Indahnya Kebergaman di Negeriku subtema 2, karena dapat meningkatkan kerjasama, tanggung jawab, keterampilan berbicara, kemampuan memecahkan masalah dengan berdiskusi, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Kemampuan Membaca Teks Nonfiksi Berbasis TaksonomiProgress in Internastional Reading Literacy Study (PIRLS) Siswa Kelas V SDN Bareng 2 Kecamatan Klojen Kota Malang
ABSTRAK Pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah dasar dengan menggunakan kurikulum 2013 menekankan pada pembelajaran yang berbasis teks, sehingga diperlukan keterampilan membaca dalam pelaksanaannya. Dalam pembelajaran pada kelas tinggi teks nonfiksi banyak digunakan sehingga diperlukan kemampuan membaca teks nonfiksi yang memadai, darihasilstudiinternasionalProgress in Internastional Reading Literacy Study(PIRLS) menggambarkankemampuansiswa Indonesia dalammembacamasihtergolongdibawahstandarinternasional.Dengan melihat hal tersebut perlu dideskripsikan sejauh mana kemampuan membaca teks nonfiksi siswa SDN Bareng 2 Kecamatan Klojen Kota Malang.Tujuan penelitian ini, yaitu untukmendeskrispsikan kemampuan siswa dalam memahami teks nonfiksi berdasarkan tingkat pemahaman PIRLS, meliputi. Tingkat pemahaman rendah (Low), Tingkat pemahaman sedang (Intermediate), Tingkat pemahaman tinggi (High), dan Tingkat pemahaman sempurna (Advanced)pada siswa kelas V SDN Bareng 2Kecamatan Klojen Kota Malang.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Sedangkan rancangan penelitiannya adalah penelitian deskriptif. Subjek dari penelitian ini yakni siswa kelas VA,VB, dan VC SDN Bareng 2Kecamatan Klojen Kota Malang yang berjumlah 86 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembarteksbacaannonfiksiberjudul “misteri Gigi Raksasa” yang diambildanditerjemahkandariPIRLSsertasoaldengankategoriPemahamanPIRLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-ratakemampuansiswadalammembacateksnonfiksiberbasisPIRLSpadakategorirendah (Low) adalah 73,75%, padakategorisedang (Intermediate) adalah 32,5%, padakategoritinggi (High) adalah 21,56%, danpadakategorisempurna (Advanced) adalah 16,25%. SedangkansecarakeseluruhankemampuansiswadalammembacateksnonfiksiberbasisPIRLSadalah 36% dengankategorikurang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwakemampuansiswadalammemahamiteksnonfiksimasihrendahsesuaidenganhasiltes yang dilakukanPIRLS. Oleh karena itu, disarankan kepada guru dalam melaksanakan pembelajaran membaca untuk menggunakan tingkat pemahaman PIRLS dalam membuat soal agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman
PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENEMUKAN IDE-IDE POKOK DALAM TEKS TULIS DI KELAS IV SDN PANDANWANGI 4 KOTA MALANG
ABSTRAK Rohmatulloh, Dahliya Irmawati. 2017. Penerapan Model Student Facilitator and Explaining untuk Meningkatkan Kemampuan Menemukan Ide-ide Pokok dalam Teks Tulis di Kelas IV SDN Pandanwangi 4 Kota Malang. Skripsi, Program S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. A. Badawi, S.Pd., M.Pd, (2) Dra. Nihayati, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Model Student Facilitator and Explaining, Menemukan ide pokok, SD.Pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya membaca sangat penting, karena dari membaca seseorang akan memperoleh informasi. Salah satu tujuan dari membaca adalah untuk menemukan ide-ide pokok dalam teks. Informasi yang diperoleh dari kelas IV di SDN Pandanwangi 4 Kota Malang menunjukkan kemampuan siswa dalam menemukan ide pokok masih rendah. Hal itu dikarenakan siswa kurang memahami bacaan, dan metode yang digunakan guru masih kurang efektif. Dengan demikian, peneliti perlu melakukan variasi dalam pembelajaran khususnya pembelajaran Bahasa Indonesia materi menemukan ide pokok.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining yakni suatu model pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan pada siswa untuk mengkomunikasikan materi yang dipahami kepada anggota kelasnya, juga untuk meningkatkan kemampuan menemukan ide-ide pokok dalam teks tulis pada siswa kelas IV SDN Pandanwangi 4 Kota Malang melalui model Student Facilitator and Explaining.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan observasi, refleksi, dan perencanaan perbaikan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDN Pandanwangi 4 Kota Malang pada dengan jumlah siswa terdiri dari 17 laki-laki dan 20 perempuan.Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model Student Facilitator and Explaininguntuk menemukan ide-ide pokok dalam teks tulis berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan pada siklus I banyak siswa yang masih merasa kesulitan dalam menemukan ide pokok, dengan siswa yang tuntas sebanyak 23siswa (62%) dari 37 siswa. Sedangkan pada siklus II banyak siswa yang sudah bisa menemukan ide pokok dengan tepat dan benar, jumlah siswa yang tuntas sebanyak 33 siswa (89%). Simpulan dari penelitian ini adalah model Student Facilitator and Explaining sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya membaca dan menemukan ide pokok, karena model Student Facilitator and Explaining dapat meningkatkan daya serap siswa terhadap isi bacaan. Adapun saran peneliti adalah bagi guru untuk menggunakan model pembelajaran yang inovatif, cocok dan dapat meningkatkan minat siswa terhadap kegiatan belajar mengajar, sedangkan untuk peneliti lain diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sumber kajian dan inspirasi penelitian berikutnya dengan judul yang lainnya
kreatifitas menggambar anak kelompok B di TK Kartika IX.42 Yonkav 8 Beji Pasuruan
ABSTRAK Nurnailli, Rika. 2017. KreatifitasMenggambarAnakKelompok B Di TK Kartika IX.42 Yonkav 8 BejiPasuruan. Skripsi, Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang Pembimbing: (1) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum (2) Retno Tri Wulandari, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: KreatifitasAnakKelompok B, MenggambarPelaksanaan pendidikan yang dapat menumbuhkankreatifitas dilaksanakan pada kegiatan belajar mengajar, salah satunya melalui kegiatanmenggambar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di TK Kartika IX.42 Yonkav 8 Beji, penelitiingin menemukan bahwakreatifitasanakdenganlatarbelakangkeluargamilitermerekatidakmengalamihambatanuntukmengekspresikankreatifitasnya.Tujuanpenelitianiniuntukmengetahuibagaimanaperkembangankreatifitasmenggambaranakkelompok B di TK Kartika IX.42 Yonkav 8 BejiPasuruan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di TK Kartika IX.42 Yonkav 8, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Sumber data penelitian ini adalah manusia, peristiwa, dan dokumen. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa kreatifitasanakdalam pembelajaranmenggambarpadaanakkelompok B dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan,dan penilaianperkembangankreatifitas. Pembelajaranmenggambartidakdinilaidenganangkamelainkansesuaihasilperkembangankreatifitasmenggambaranak, dansetiapanakberbedapenilaiannya.Berdasarkan analisis data yang dilakuakan, diperoleh kesimpulan hasil penelitian, yaitu: 1) Perencanaanpembelajaranmenggambaranakkelompok B di TK Kartika IX.42 Yonkav 8 Beji adalah dengan menyiapkan indicator perkembangan, Promes, RPPM, RPPH dan bahan ajar.2) Pelaksanaanpembelajaranmenggambaranakkelompok B di TK Kartika IX.42 Yonkav 8 Beji yaitu kegiatan inti digantidengankegiatanmenggambar. Untukpembukadanpenutupsesuaidengan RPPH.3) Perkembangankreatifitasmenggambaranakkelompok B di TK Kartika IX.42 Yonkav 8 Bejikarakter yang tampakadalahkesesuaian gambar dan warna, serta jika dia membuat gambar yang berbeda dan warna berbeda mereka mempunyai alasan untuknya. Berdasarkan penelitian di atas, saran yang diajukan yaitu Sebaiknya guru lebih mengarahkan pada pembelajaran mengambarkreatif yang seharusnya anak dibebaskanuntukmengekspresikandirinya. Pihak sekolah harus bekerjasama dengan orang tua siswa agar penanaman nilai kreatif dapat berjalan dengan optimal