Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    Upaya Meningkatkan Pembelajaran Melalui Penerapan Model Make A Match Tema Pahlawanku Kelas IV SDN Lesanpuro 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK Goro, Rambusari S. 2017. Upaya Meningkatkan Pembelajaran Melalui Penerapan Model Make A Match Tema Pahlawanku Kelas IV SDN Lesanpuro 1 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Toha Mashudi, S.Pd., M.Pd (II) Dr. H. Sutarno, M.Pd. Kata Kunci: Make A Match, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar.Make A Match merupakan model pembelajaran yang memasangkan kartu/mencocokkan kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban. Setelah melakukan observasi tanggal 21 November 2016 di kelas IV ditemukan data berupa rendahnya aktivitas siswa, kurangnya penerapan model yang merangsang aktivits siswa, dan masih terdapat 7 siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran, aktivitas siswa dalam pembelajaran, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan, yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Langkah PTK dilaksanakan dalam dua siklus setiap siklus terdiri dari  4 tahap, yakni 1) Perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan 3) pengamatan 4) refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa SDN Lesanpuro 1 Malang dengan jumlah siswa 42 anak. Instrumen yang digunakan meliputi: 1) Lembar observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan aktivitas guru dari siklus I ke siklus II 100%, aktivitas siswapun meningkat dari siklus I pertemuan I yaitu I porsentase  aktivitas siswa yaitu 59,17%, pada pertemuan II yaitu 69,72%. Sedangkan pada siklus II pertemuan I yaitu 71,19%, pada pertemuan II yaitu 73,80%, dan hasil belajar siswapun meningkat dari siklus I terdapat 29 siswa tidak lulus dan pada siklus II terdapat semua siswa yang berjumlah 42 siswa lulus dengan KKM di atas 80. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu model Make A Match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Lesanpuro 1 Malang. Sarannya dalam pelaksanaan pembelajaran perlu diterapkan model-model yang dapat merangsang aktivitas siswa, namun model tersebut disesuaikan dengan karakteristik siswa dan karakteristik materi

    persepsi guru tentang penilaian hasil belajar kurikulum 2013 di SDN Ngulankulon 01 Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek

    No full text
    ABSTRAK Penilaian hasil belajar Kurikulum 2013 merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Masihterdapatkendala yang sekolahdasarpercontohanKurikulum 2013 di daerahtertinggaldalampelaksanaaanpenilaianhasilbelajarKurikulum 2013.Ada kemungkinanpersepsi guru tentangPenilaianKurikulum 2013 belumtepat.Berkaiatandenganitu, makadiperlukanpenelitianpersepsi guru tentangpenilaianhasilbelajarKurikulum 2013.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikanpemahaman guru tentang Kurikulum 2013, pemahaman guru tentang penilaian hasil belajar Kurikulum 2013,pelaksanaan penilaian hasil belajar Kurikulum 2013 ,kendala pelaksanaan penilaian hasil belajar Kurikulum 2013, dan  persepsi guru tentang penilaian hasil belajar Kurikulum 2013Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus.Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan instumen peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis dimulai dengan tahap reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Berdasarkan analisis tersebut diperoleh simpulan data penelian, sebagai berikut:Pemahaman guru SDN Ngulankulan 01 tentang Kurikulum 2013 dan peniliaian hasil belajar Kurikulum 2013 berbeda dikarenakan faktor intensitas pelatihan kurikulum 2013 yang berbeda, perbedaan reverensi informasi, dan belum adanya diskusi bersama di lingkupsatusekolahuntuk menyamakan persepsi tentang penilaian hasil belajar Kurikulum 2013. Kendala penilaian hasil belajar di kelas I sampai kelas V SDN Ngulankulon 01 meliputi keterbatasan waktu penelitian, jumlah muatan penilaian yang banyak, sumber reverensi yang berbeda, dan perubahan bentuk penilaian hasil belajar di kelas I sampai kelas V di awal dan di akhir semesterrumit.4 dari 5 guru memilikipersepsipenilaianhasilbelajarKurikulum 2013 terlalurumitdenganbanyaknyamuatanpenilaian.PenilaianhasilbelajarKurikulum 2013 lebihbaikdisederhanakanmengadaptasipenilaian KTSP agar tidakterlalurumi

    Meningkatkan Kemampuan Fisik-Motorik Anak Usia Dini melalui Permainan Circuit Training“World of Fruit” Kelompok B TK Dharma Wanita Madusari Siman Kabupaten Ponorogo

    No full text
    Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di TK Dharma Wanita Madusari Siman Kabupaten Ponorogo pada kelompok B ditemukan bahwa kemampuan fisik-motorik anak belum berkembang dengan baik. Permasalahan yang ditemukan dalam kemampuan fisik-motorik adalah: (1) beberapa anak hanya diam ketika guru melakukan gerak dan lagu, (2) aktivitas fisik-motorik masih sebatas senam, gerak dan lagu, dan bermain sendiri, (3) kegiatan yang diberikan oleh guru belum bervariasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan penerapan permainan circuit training “World of Fruit” dan peningkatan kemampuan fisik-motorik kekuatan, kecepatan, power, ketahanan, kelincahan, keseimbangan, fleksibilitas, dan koordinasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa penerapan permainan circuit training “World of Fruit” dapat meningkatan aktivitas anak dan kemampuan fisik-motorik anak. Aktivitas anak mengalami peningkatan dari cukup (69.2%) menjadi baik (78.6%) menjadi sangat baik (100%). Pada aktivitas guru mengalami peningkatan dari baik (80%) menjadi sangat baik (85.6) dan sangat baik (100%) karena guru melaksanakan sesuai dengan langkah-langkah. Ketuntasan klasikal kemampuan fisik-motorik anak melangalami peningkatan yaitu dari kurang (46.4%) menjadi cukup (67.6%) menjadi baik (78.6%) dan menjadi sangat baik (100%). Dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan circuit training “World of Fruit” aktivitas anak sangat baik diikuti aktivitas guru yang sangat baik pula dan juga dapat meningkatkan kemampuan fisik-motorik keseimbangan, kekuatan, kelincahan, koordinasi dan fleksibilitas anak kelompok B TK Dharma Wanita Madusari Siman Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk menerapkan permainan circuit training “World of Fruit” dalam mengembangkan kemampuan fisik-motorik.

    IMPLEMENTASI MODEL THINK-PAIR-SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SUBTEMA 2 “INDAHNYA KERAGAMAN BUDAYA NEGERIKU” KELAS IV-C SDN BUNULREJO 2 KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Lionintyas, Agnita Kumala. Implementasi Model Think-Pair-Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Subtema 2 "Indahnya Keragaman Budaya Negeriku" Kelas IV-C SDN Bunulrejo 2 Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Dasar dan Prasekolah. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharjo, M.S, M.A, (II) Drs. Imam Nawawi, M.Si   Kata Kunci:Think-Pair-Share, Aktifitas dan Hasil Belajar, Tematik Permasalahan yang dihadapi oleh guru Kelas IV-C SDN Bunulrejo 2 Kota Malang yaitu rendahnya aktifitas belajar siswa yang berdampak pada hasil belajar yang rendah. Guru yang kurang kreatif dalam melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan hanya berceramah dan kegiatan tanya jawab yang membuat siswa merasa bosan. Hal itu berdampak pada hasil belajar dengan nilai siswa yang masih dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Terdapat 10 dari 36 siswa yang nilainya masih dibawah 75. Berangkat dari permasalahan tersebut, peneliti dan guru kelas IV-C SDN Bunulrejo 2 Kota Malang merasa perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas dalam rangka memperbaiki kondisi pembelajaran yang dirasakan kurang efektif, karena pembelajaran yang dipakai selama ini hanya pembelajaran konvensional. Peneliti menyarankan salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat memperbaiki aktifitas dan hasil belajar siswa. Adapun model yang digunakan yaitu Model Kooperatif dengan Tipe Think-Pair-Share(TPS). Penggunaan Model Pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) dijadikan rasional dalam sebuah penelitian tindakan kelas. Adapun tujuan dari penelitian tindakan kelas ini, meliputi : 1) mendiskripsikan aktifitas belajar siswa melalui implementasi model pembelajaran Think-Pair-Share, dan 2) mendiskripsikan hasil belajar siswa melalui implementasi model pembelajaran Think-Pair-Share. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis pendekatan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian yang berjenis penelitian tindakan kelas. Model penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah model Kemmis dan McTaggart. PTK dilaksanakan 2 siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Setiap tahapan paada siklus 1 berulang pada siklus 2 hingga menemukan hasil yang diinginkan. Hasil dari penelitian ini yaitu meningkatnya aktifitas dan hasil belajar siswa. Pada aktifitas belajar siswa menunjukkan bahwa 97% tingkat keberhasilan dengan kualifikasi sangat baik. Pada hasil belajar siswa, ketuntasan dari siklus 1 ke siklus 2 naik 31% dengan presentase ketuntasan akhir mencapai 84% siswa yang tuntas dalam pembelajaran tersebut.

    Pelaksanaan Literasi di Kelas 1 SDN Kedungkandang 1 Kota Malang

    No full text
    Gerakan literasi menjadi program yang harus dilaksanakan berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2015 yaitu mengenai kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Gerakan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan berliterasi perlu diketahui lebih dalam pelaksanaannya di sekolah. Untuk mengetahui gerakan tersebut penelitian ini dilakukan. Penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif ini diniatkan untuk  mendeskripsikan:(1) Pelaksanaan literasi di kelas 1 SDN Kedungkandang 1 Kota Malang, (2) Bahan Pustaka yang terdapat  di sekolah dalam mendukung pelaksanaan literasi di kelas 1 SDN Kedungkandang 1 Kota Malang, (3) Pihak yang terlibat dalam pengelolaan pelaksanaan literasi di kelas 1 SDN Kedungkandang 1 Kota Malang. Penelitian yang datanya diolah secara analitik dalam bentuk deskriptif naratif ini menghasilkan simpulan (1)Literasi di kelas 1 belum dilaksanakan sesuai dengan Permendikbud No. 23 tahun 2015, (2) Bahan pustaka masih terbatas dan tidak memungkinkan untuk digunakan dalam kegiatan literasi dengan bacaan yang sama, (3) Semua pihak sudah berupaya untuk berkontribusi dalam pelaksanaan literasi, meskipun belum maksimal. Namun yang lebih berperan adalah dari pihak sekolah. Demi peningkatan dan kesempurnaan gerakan literasi di kelas 1 SDN Kedungkandang 1 kota Malang, gerakan literasi ini disarankan: (1) Diperlukan dukungan pengadaan literatur bacaan non pelajaran, (2) Petugas perpustakaan sebaiknya mencatat buku yang jumlahnya sedikit dan menyampaikan kepada orangtua siswa terkait buku yang jumlahnya sedikit di perpustakaan. Hal itu, untuk mencukupi program 1 anak 1 buku dapat di penuhi, (3) Pihak sekolah lebih mengintensifkansosialisasi kegiatan literasi terhadap pihak orang tua. Hal itu, untuk lebih memotivasi dukungan orang tua dalam pengadaan bahan pustaka.

    . Pengembangan Media Pembelajaran Game Interaktif Berbasis Komputer untuk Pembelajaran Pengenalan Konsep Alam Semesta Anak Usia 5-6 Tahun.

    No full text
    ABSTRAK Zaman modern ini teknologi bukanlah hal yang asing, termasuk bagi anak–anak dalam kegiatan belajar dan bermain mereka. Teknologi juga sudah diintegrasikan ke dalam dunia pendidikan anak usia dini sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran akan sangat dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran TK yang tematik. Penelitian awal menunjukkan bahwa guru-guru mengalami kesulitan mengajarkan tema alam semesta karena keterbatasan media dan kekompleksan tema. Oleh karena itu peneliti mengembangkan media interaktif berbasis komputer untuk pengenalan konsep alam semesta anak usia 5-6 tahun.Tujuan diadakanya penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah media berupa game interaktif berbasis komputer yang mampu mempermudah proses pembelajaran di TK dalam hal penanaman konsep alam semesta. Media ini diharapkan menjadi media pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development) dengan model 4-D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan, dkk. Setelah melakukan penelitian awal, pengembangan dimulai dengan membuat rancangan hingga media jadi dan siap digunakan. Kemudian divalidasi dan dilakukan uji coba di TKK Santa Maria III dengan subjek uji coba seluruh siswa kelas B yang berjumlah 40 anak. Peneliti melakukan revisi dan olah data.Hasil penelitian ini berupa produk media pembelajaran berupa 2 keping CD yang dikemas secara menarik dalam sebuah dvd case serta sebuah buku pedoman. Media ini juga telah dinyatakan valid 90.1%, praktis 98.3%, efektif dengan gain score 0.71. Kesimpulannya media ini valid, praktis, dan efektif untuk menanamkan konsep alam semesta pada anak usia 5-6 tahun. Media dapat digunakan tanpa revisi. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti menyarankan: (1) Ketika menggunakan siswa perlu pengawasan dan bimbingan, (2) Para guru menggunakan media ini untuk menanamkan konsep alam semesta, (3) Kepala sekolah menyediakan fasilitas untuk pemanfaatan media secara maksimal, (4) Dilakukan penelitian lebih lanjut yang relevan, (5) Dinas pendidikan diharapkan mengadakan pelatihan penggunaan dan pembuatan media sejenis serta melakukan proses diseminasi produk

    Pengaruh Penggunaan media boneka tangan terhadap kemampuan berbicara anak kelompok A TK ABA20 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Mardiana, Eka. 2017. Pengaruh Penggunaan Media Boneka Tangan Terhadap Kemampuan Berbiacara Anak Kelompok A TK ABA 20 Kota Malang. Skripsi Prodi S1- Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd(2) Sandy TegariyaniPutri S, S.Pd, M.Pd   Kata Kunci: Penggunaan Media Boneka Tangan, Kemampuan Berbicara.   Berdasarkan hasil observasi diperoleh data yaitu: 1) 75 persen anak kelompok A belum dapat memahami cerita yang diceritakan, 2) anak belum dapat menceritakan isi cerita, 3) penggunaan boneka tangan yang belum maksimal, 4) anak belum mampu berbicara/bercerita di depan kelas, 5) anak belum dapat  mengungkapkan pendapat di depan umum. Berdasarkan data yang telah di peroleh dari hasil wawancara yang telah dilakukan  dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan berbicara anak kelompokA di TK ABA 20 Malang kurang berkembangnya.   Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan(1) Mendiskripsikan kemampuan berbicara anak kelompok A sebelum menggunakan media boneka tangan, (2) Mendiskripsikan kemampuan berbicara anak kelompok A sesudah menggunakan media boneka tangan, (3) Menjelaskan pengaruh penggunaan media boneka tangan terhadap kemampuan berbicara anak kelompok A TK ABA  20 Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain eksperimen semu (quasi eksperimen). Desain eksperimen yang digunkaan yaitu Nonequivalent Control Group Design yaitu pada kelas eksperimen dan kontrol diberi pre-test dan post-test. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian ini adalah seluruh murid kelompok A TK ABA 20 kota Malang. Terdapat 2 kelas dan kelompok A1 dan A2 sebanyak  22 anak terdiri dari11anak dikelas A1 dan 11 anak di kelas A2. Penelitian ini menggunkaan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampel. Sampel yang digunakan yaitu seluruh anak kelompok A TK ABA 20 Kota Malang. Instrumen yang digunakan yaitu observasi berupa chek list skor hasil pre-test dan post-test, serta dokumentasi yaitu RPPH. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji prasyarat dan uji hipotesis penelitian dengan menggunakan kendall’s tau.   Berdasarkan analisis data tersebut terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media boneka tangan terhadap kemampuan berbicara. Diperoleh hasil sig. (2-tailed) sebesar 0,000 hasil tersebut lebih kecil dari 0,05 dapat ditarik kesimpulan bahwa ditolak dan  diterima berarti media boneka tangan berpengaruh baik terhadap kemampuan berbicara.   Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa media boneka tangan berpengaruh terhadap kemampuan berbicara anak kelompok A di TK ABA 20 Kota Malang. Disarankan bagi guru yaitu agar guru dapat menggunakan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak.

    Muatan Nilai-nilai Karakter Dalam Praktik Permainan Tradisional di SDN Brayu Blandong Mojokerto

    No full text
    ABSTRAK Abda’u, Nanda Fauzia. 2017. Muatan Nilai-nilai Karakter Dalam Praktik Permainan Tradisional di SDN Brayu Blandong Mojokerto. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sutarno, M. Pd., (2) Dra. Sukamti, M. Pd. Kata Kunci :Muatan nilai-nilai karakter, praktik permainan tradisionalPermainan tradisional merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan dikenalkan kepada anak, baik di lingkungan masyarakat, keluarga maupun di sekolah. Berdasarkan observasi peneliti menemukan kegiatan yang dilakukan siswa yaitu berbincang dengan teman, membeli makanan di kantin serta berlari-lari dengan teman. Tidak ada satu pun dari siswa yang bermain dengan melakukan permainan tradisional, bahkan berdasarkan hasil wawancara dengan siswa menjelaskan bahwa mereka hanya pernah mendengar tentang variasi permainan tradisional seperti gobak sodor, kasti, lompat tali, engklek, dakon, dll, akan tetapi tidak bisa melakukan permainan tradisional tersebut. Dijelaskan pula oleh kepala sekolah pada saat wawancara bahwa siswa hanya dikenalkan saja dengan permainan tradisional dan belum pernah ada pembelajaran yang mengkaitkan permainan tradional di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempraktikkan permainan tradisional, menggali nilai-nilai karakter yang termuat saat praktik permainan tradisional, serta menemukan nilai-nilai karakter yang didapatkan siswa dari praktik permainan tradisional.Penelitian ini menggunakan jeis penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan umtuk mendeskripsikan suatu fenomena sebagaimana adanya pada waktu penelitian dilakukan. Instrumen penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik triangulasi data.Permainan tradisional yang dipraktikkan di SDN Brayu Blandong ada 4 jenis permainan yaitu gobak sodor, kasti, egrang dan lompat tali. Dari masing-masing praktik permainan tradisional terdapat nilai-nilai karekter di dalamnya. Muatan nilai-nilai karakter ini ditunjukkan dari perilaku/ karakter siswa pada saat melakukan praktik permainan tradisional. Ada 10 nilai-nilai karakter yang termuat dalam permainan tradisional yang dipraktikkan di SDN Brayu Blandong diantaranya yaitu religious, jujur, toleransi, disiplin, kerjakeras, mandiri, kreatif, bersahabat/ komunukatif, pedulisosial, serta tanggungjawab. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa ada empat permainan yang dipraktikkan di SDN Brayu Blandong, dalam praktik permainan tradisional memuat 10 nilai-nilai karakter, 10 nilai-nilai karakter tersebut didapatkan dari perilaku siswa saat praktik permainan tradisional. Permainan tradisional seharusnya tetap dilestarikan di sekolah, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun pembiasaan kepada siswa. Mengingat banyak sekali manfaat yang terkandung di dalam permainan tradisional. Salah satunya yaitu dalam permainan tradisional memuat nilai-nilai karakter, jadi apabila permainan tradisional dikenalkan serta dipraktikkan dalam kegiatan pembelajaran maupun yang lain di sekolah, dapat memberikan dampak yang baik bagi pendidikan karakter siswa

    MENINGKATKAN KEMAPUAN BERBAHASA MELALUI MEDIA ARTU GAMBAR PADA KELOMPOK A TK PKK KEPANJENLOR KECAMATAN KEPANJENKIDUL KOTA BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Nastiti, Ida.2017. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Melalaui Media Kartu Gambar Pada Kelompok A di TK PKK Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. Skripsi, Program Studi SI Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. H.M. Zainudin, M.Pd, (II) Drs.Sunyoto S.Pd.,M.Si Kata Kunci: meningkatkan memampuan berbahasa, media kartu gambarHasil observasi yang dilakukan terhadap kegiatan mengembangkan kemampuan berbahasa khususnya bercerita pada kelompok A TK PKK Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar diketahui terdapat beberapa permasalahan pada pelaksanaan pembelajaran yaitu dari 16 anak, terdapat 14 anak yang kurang dapat bercerita dengan baik. Faktor penyebab yang mempengaruhi permasalahan tersebut antara lain: (1) media yang digunakan kurang menarik, (2) pembelajaran berpusat pada guru, (3) kurangnya rasa percaya diri anak, (4) rendahnya motivasi yang diberikan guru, (5) jarangnya kegiatan bercerita yang dilakukan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media kartu gambar serta peningkatan kemampaun berbahasa kelompok A TK PKK Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi.Hasil penelitian media kartu gambar untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dilaksanakan oleh guru dengan sangat baik dan diikuti anak dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari kemampuan berbahasa dari siklus I sampai siklus II meningkat dari sangat kurang (23%) menjadi sangat baik (94,1%). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak khususnya bercerita. Melalui media yang menarik dan dekat dengan anak akan menumbuhkan minat anak untuk mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu sangat disarankan bagi guru untuk menggunakan media kartu gambar pada pembelajaran berbahasa khususnya kartu gambar agar dapat meningkatkan kemampuan bercerita anak kelompok A TK PKK Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar.

    PELAKSANAAN SENI TARI PADA MUATAN PELAJARAN SBDP DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IV SD PLUS RAHMAT KOTA KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Azizah. 2017. Pelaksanaan Seni Tari pada Muatan Pelajaran SBdP dalam Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Plus Rahmat Kota Kediri. Skripsi, Progam Studi S1-PGSD. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Retno Tri Wulandari, S.Pd., M.Pd, (II) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd.   Kata kunci: pelaksanaan seni tari, pembelajaran tematik terpadu. Mata pelajaran seni budaya pada bidang seni tari sampai saat ini belum dilaksanakan secara maksimal di Sekolah Dasar, karena sekolah masih menempatkan pelajaran tari sebagai materi yang bukan diberikan kepada siswa sebagai materi pelajaran wajib. Pada pergantian kurikulum dari KTSP menjadi kurikulum 2013 pembelajaran di sekolah dasar berubah menggunakan tematik integratif, maka seni budaya termasuk seni tari merupakan pelajaran yang masuk didalam tema, dan subtema sesuai dengan kompetensi dasar. SD Plus Rahmat merupakan salah satu sekolah yang sudah menerapkan seni tari yang terintegrasi dalam pembelajaran tematik pada kurikulum 2013. Tujuan Penelitian ini yaitu mendiskripsikan perencanaan pelaksanaan seni tari pada muatan pelajaran SBdP dalam pembelajaran tematik, mendiskripsikan pelaksanaan seni tari pada muatan pelajaran SBdP dalam pembelajaran tematik, serta mendiskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan seni tari pada muatan pelajaran SBdP dalam pembelajaran tematik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian berupa survei. Teknik yang digunakan dalam penelitian yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Tahap analisis data yang digunakan yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini: (1) perencanaan pembelajaran seni tari pada muatan pelajaran SBdP dalam pembelajaran tematik berupa RPP. Penyusunan rpp yang dilakukan guru sudah baik dan lengkap, namun dalam perumusan tujuan guru tidak memperhatikan aspek ABCD (audience, behaviour, condition, degree), (2) pelaksanaan seni tari yang dilakukan oleh guru tersebut kurang sesuai dengan perencanaan pembelajaran, (3) faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran seni tari disebabkan oleh faktor guru, siswa, sarana dan prasarana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan seni tari pada muatan pelajaran SBdP dalam pembelajaran tematik kelas IV SD Plus Rahmat perlu adanya perbaikan pada perencanaan, pelaksanan. Saran umum yang dapat diberikan dalam pelaksannaan seni tari pada muatan pelajaran SBdP yaitu pada pelaksanaan hendaknya guru dapat memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran seni tari, serta bagi kepala sekolah untuk memaksimalkan penyediaan media dalam pembelajaran seni tari

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇