Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Penggunaan media buku cerita bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B di TK Dharma Wanita Mojokerto
Penelitian ini berlatar belakang kurangnya kemampuan membaca permulaan anak, hal ini disebabkan karena pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan membaca permulaan yang digunakan guru kurang menarik minat anak, dan guru jarang memberikan buku-buku yang menarik untuk dibaca anak. Berdasarkan hasil observasi ditemukan fakta bahwa anak belum mampu melakukan kegiatan membaca permulaan menggunakan media buku cerita bergambar. Hal ini terlihat dari kemampuan anak ketika membaca permulaan menggunakan buku cerita bergamba, anak hanya tertarik pada gambar yang ada didalamnya saja, anak merasa ragu dalam melakukan kegiatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan membaca permulaan anak setelah menggunakan media buku cerita bergambar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model penelitian kolaboratif yang terdiri atas 2 siklus, masing-masing siklus 2 pertemuan, masing-masing siklus memiliki 4 tahapan,yaitu: (1) perencanaan, (2)pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian dan pedoman observasi. Subjek penelitian ini sebanyak 26 anak, diantaranya 14 anak perempuan dan 12 anak laki-laki. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriftif kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk mengetahui percapaian perkembangan membaca permulaan anak setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan media buku cerita bergambar kepada anak. Penggunaan media bukucerita bergambar di tk dharma wanita sangat membantu untuk peningkatan membaca permulaan anak. Anak jadi mudah untuk belajar membaca dengan menggunakan media buku cerita bergambar ini karena ada gambar-gambar yang sudah sesuai dengan cerita didalamnya jadi anak lebih mudah untuk memahami cerita tersebut.Hasil penelitian dan pembelajaran kemampuan membaca permulaan dari penggunaan media buku cerita bergambar yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu perkembangan kelas pada siklus I mencapai 42% dan perkembangan kelas pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 85%. Berdasarkan temuan peneliti,dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media buku cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B di TK Dharma Wanita Mojokerto. Oleh karena itu, penggunaan media buku cerita bergambar dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak sangat disarankan, karena sangat menarik bagi anak dan antusias anak ketika melakukan kegiatan membaca.
Nilai-nilai Karakter Siswa yang Tampak pada Pembelajaran Subtema 8.1Kelas VI SDN Bareng 05 Menggunakan Model Pembelajaran Kuantum
ABSTRAK Abdillah, Fa’iz Nur. 2017. Nilai-nilai Karakter Siswa yang Tampak pada Pembelajaran Subtema 8.1Kelas VI SDN Bareng 05 Menggunakan Model Pembelajaran Kuantum. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ruminiati, M.Si, (II) Dr. Sutarno, S.Pd. Kata kunci: Nilai-nilai Karakter, Model Pembelajaran Kuantum, Pembelajaran Kelas IV Subtema 8.1.Nilai karakter adalah tabiat, mutu atau kadar sifat-sifat kejiwaan yang membedakan seseorang dengan yang lain. Pendidikan karakter merupakan salah satu program pendidikan nasional untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa, dan harus diimplementasikan ke dalam lembaga pendidikan formal di seluruh jenjang pendidikan. Yang terjadi di SDN Bareng 05 Kota Malang, pendidikan karakter akan selalu dikembangkan termasuk pada pembelajaran di kelas dikarenakan pembelajaran terlihat lebih terfokus pada guru, dan aktivitas siswa yang dapat mencerminkan nilai karakter baik masih kurang dalam pembelajaran. Dengan penerapan model pembelajaran kuantum di pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku diharapkan akan mengubah suasana belajar menjadi lebih menyenangkan, meriah, dan lebih melibatkan siswa dalam pembelajaran sehingga aktivitas siswa lebih banyak pada pembelajaran. Berkaitan dengan itu, diperlukan pembahasan tentang nilai-nilai karakter yang tampak pada pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kuantum.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kuantum pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku, dan nilai-nilai yang tampak dalam pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa deskripsi aktivitas siswa dalam pembelajaran, perkataan narasumber, dan foto kegiatan diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen observasi, panduan wawancara, dan dokumen kegiatan. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan keajegkan pengamatan dan triangulasi teknik. Kegiatan analisis data dimulai dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Berdasarkan analisis data tersebut, hasil penelitian menunjukkan: (1) Penerapan sintaks tandur model pembelajaran kuantum mendapatkan dengan skor 97,77 pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku, sedangkan prinsip-prinsip pembelajaran kuantum mendapatkan skor 100 pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku, (2) Nilai karakter yang tampak yaitu nilai karakter kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, dan menghargai prestasi. Nilai karakter kerja keras siswa mendapatkan skor 95 dan 19 indikator kegiatan. Nilai karakter kreatif siswa kelas IV mendapatkan skor 60 dan 12 indikator kegiatan. Nilai karakter mandiri siswa kelas IV mendapatkan skor 73,33 dan 11 indikator kegiatan. Nilai karakter rasa ingin tahu siswa kelas IV lingkungan tempat tinggalku mendapatkan skor 60 dan 12 indikator kegiatan. Nilai karakter menghargai prestasi siswa kelas IV mendapatkan skor 45 dan 9 indikator kegiatan. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu: (1) penerapan model pembelajaran kuantum sangat baik pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku, (2) nilai karakter yang tampak yaitu nilai nilai karakter kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, dan menghargai prestasi. Kerja keras siswa mendapatkan skor 95 dan 19 indikator kegiatan. Nilai karakter kreatif siswa kelas IV mendapatkan kriteria sangat baik. Nilai karakter mandiri siswa kelas IV mendapatkan kriteria baik. Nilai karakter rasa ingin tahu siswa kelas IV lingkungan tempat tinggalku mendapatkan kriteria baik. Nilai karakter menghargai prestasi siswa kelas IV mendapatkan kriteria kurang baik. Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti memberi saran: (1) Penerapan model pembelajaran kuantum yang sudah diterapkan dengan baik sebaiknya dapat melanjutkan penerapan model pembelajaran kuantum pada pembelajaran-pembelajaran selanjutnya sebagai variasi pembelajaran, (2) Nilai-nilai karakter yang tampak pada pembelajaran sebaiknya dapat dipertahankan dalam pembelajaran-pembelajaran lain sehingga terjadi keberlanjutan nilai-nilai karakter siswa. Sedangkan ilai-nilai karakter yang belum tampak pada pembelajaran sebaiknya untuk menjadi fokus perhatian guru dan kepala sekolah untuk dikembangkan dalam pembelajaran
Pengembangan Suplemen Bahan Ajar IPS Materi Dinamika Interaksi Manusia Berbasis Kearifan Budaya Lokal Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat
Penerapan kurikulum di sekolah dengan menjadikan materi tentang budaya lokal sebagai bahan pembelajaran merupakan langkah agar budaya lokal tidak tergerus oleh waktu, salah satunya dengan mengembangan suplemen bahan ajar. Suplemen bahan ajar berbasis kearifan budaya lokal Polewali Mandar merupakan salah satu bahan ajar yang penting untuk dikembangkan, karena di SMP Negeri 5 Campalagian belum terdapat bahan ajar hasil pengembangan. Keberadaan suplemen bahan ajar dapat menambah wawasan siswa berkaitan dengan materi yang telah dipelajari dan pembelajaran akan lebih bermakna. Prosedur penelitian dan pengembangan mengadopsi model Borg & Gall yang terdiri dari sepuluh langkah, namun dalam penelitian ini hanya sampai pada langkah ke tujuh karena tujuan penelitian dan pengembangan hanya untuk menghasilkan produk berupa suplemen bahan ajar yang telah divalidasi dan dilakukan uji coba. Prosedur penelitian dan pengembangan dilakukan menjadi 3 tahapan besar. Tahap pertama penelitian dan pengumpulan data yang meliputi: mengumpulkan sumber rujukan/kajian pustaka, observasi, dan identifikasi permasalahan yang dijumpai dalam pembelajaran dan merangkum permasalahan. Tahap kedua pengembangan, yaitu mengembangkan produk yang telah dilakukan validasi untuk menghasilkan produk yang layak berdasarkan kategori materi, bahasa dan desain. Tahap ketiga uji coba lapangan, yaitu melakukan uji coba lapangan produk kepada 1 guru mata pelajaran IPS dan kepada 10 siswa. Data validasi dan uji coba berupa penilaian, saran dan tanggapan sebagai dasar untuk merevisi produk. Berdasarkan analisis data yang diperoleh secara keseluruhan dari validator ahli dan subjek uji coba lapangan, tingkat persentase produk suplemen bahan ajar hasil pengembangan yaitu 83,63% dengan kualifikasi cukup valid dan keputusan uji dapat digunakan namun perlu revisi kecil. Persentase yang didapatkan dari hasil uji coba lapangan berdasarkan tingkat kemenarikan dari siswa sebesar 83,41% dengan kualifikasi sangat menarik. Suplemen bahan ajar yang telah dikembangkan diharapkan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Saran pemanfaatan dapat digunakan secara meluas dengan menyesuaikan karakteristik siswa. Saran diseminasi sebaiknya dilakukan sampai pada tahap uji efektivitas untuk mengetahui kelayakannya yang nantinya dapat dijadikan produk massal. Saran pengembangan bagi peneliti yang lain sebaiknya: 1) uji coba kelompok besar, 2) dilakukan penelitian dan pengembangan selanjutnya yang lebih dalam lagi berkaitan dengan pembelajaran IPS di SMP
Penerapan Model Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA di Kelas III SDN Ampeldento 2 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang
ABSTRAK Amalia, Lia Rizqi. 2017. Penerapan Model Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA di Kelas III SDN Ampeldento 2 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sukamti, M.Pd, (II) Drs. Dimyati, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: hasil belajar, IPA, Quantum Teaching.Rendahnya keberhasilan pada pembelajaran IPA di kelas III SDN Ampeldento 2 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang disebabkan oleh respon siswa terhadap apa yang disampaikan guru sangat rendah, siswa masih belum paham tentang materi secara mendalam, siswa mudah kehilangan konsentrasi dalam belajar, serta guru cenderung menggunakan metode ceramah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dalam meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas III sekolah dasar dan meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas III sekolah dasar.Pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif dengan menggunakan jenis metode penelitian deskripstif. Jenis penelitin deskriptif yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini difokuskan di pada mata pelajaran IPA. Pengumpulan data dilakukan dengan urutan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan mengumpulkan data yaitu dengan observasi, dokumentasi, dan tes. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan ketelitian atau kecermatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: untuk hasil keberhasilan guru dalam menerapkan model Quantum Teaching, peningkatan aktivitas siswa, peningkatan hasil belajar siswa, dan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 sampai dengan siklus II pertemuan 2 mengalami peningkatan. Dan menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching, dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPA di kelas III SDN Ampeldento 2 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Pemilihan model pembelajaran yang tepat merupakan alternatif yang dapat ditempuh. Quantum Teaching merupakan suatu pembelajaran yang menuntut guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, dengan cara menggunakan unsur yang ada pada diri siswa dan lingkungan belajarnya melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas. Maka siswa akan belajar dengan mengalami langsung dan pembelajaran akan lebih menyenangkan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pembelajaran menjadi berpusat pada siswa sehingga siswa sendiri yang menemukan konsep-konsep IPA dan guru lebih bertindak sebagai fasilitator. Aktivitas-aktivitas tersebut meliputi: (a) respon siswa, (b) percobaan; (c) pengkonsepan pengetahuan; (d) demonstrasi, (e) merangkum, dan (f) merayakan
AKTUALISASI NILAI-NILAI KEKELUARGAAN DAN KEGOTONG-ROYONGAN DALAM KOPERASI SERBA USAHA SEMANGAT45 DI DESA DAYU KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Liliananta, Gabriella. 2017. Aktualisasi Nilai-Nilai Kekeluargaan Dan KegotongRoyongan Dalam Koperasi Serba Usaha Semangat 45 Di Desa DayuKecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si, (II) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., M.H. Kata Kunci: aktualisasi, nilai kekeluargaan, nilai kegotong-royongan Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan, menunjukkan usaha yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia adalah koperasi. Nilai yang menjadi dasar kegiatan koperasi yaitu nilai kekeluargaan dan nilai kegotong-royongan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan: (1) aktualisasi nilai kekeluargaan di KSU Semangat 45, (2) aktualisasi nilai kegotong-royongan di KSU Semangat 45, (3) kendala dalam mewujudkan nilai kekeluargaan dan kegotong-royongan di KSU Semangat 45, (4) upaya untuk mengatasi kendala dalam mewujudkan nilai kekeluargaan dan kegotong-royongan pada KSU Semangat 45. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan observer partisipatif dalam mengumpulkan data-data di lapangan yaitu di KSU Semangat 45 Desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan ketekunan pengamatan dan triangulasi data. Sedangkan kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) aktualisasi nilai kekeluargaan di KSU Semangat 45 ditandai dengan adanya kepedulian antar sesama anggota dan tidak membedakan keanggotaan, (2) aktualisasi nilai kegotong-royongan di KSU Semangat 45 ditandai adanya kerjasama antar anggota, (3) kendala dalam mewujudkan nilai kekeluargaan yaitu sebagian warga tidak dapat menjadi anggota, sedangkan kendala dalam mewujudkan nilai kegotong-royongan yaitu masih ada anggota tidak tertib dengan aturan, (4) upaya untuk mengatasi kendala dalam mewujudkan nilai kekeluargaan yaitu warga yang bukan anggota dapat meminjam nama kepada anggota koperasi untuk melakukan peminjaman, sedangkan upaya untuk mengatasi para anggotanya yang tidak tertib yaitu diberikan sanksi berupa dikeluarkannya anggota tersebut dari keanggotaan KSU Semangat 45. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada pengurus koperasi agar mengurangi jumlah simpanan pokok sehingga warga yang kurang mampu bisa menjadi anggota. Kemudian disarankan kepada anggota agar tidak mengulur waktu untuk melunasi pinjamannya sehingga kegiatan berkoperasi dapat berjalan dengan lancar
Penerapan Kegiatan Cooking Dash Untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak Kelompok B1 TK Negeri Pembina 2 Kota Malang
ABSTRAK Rahma, Dewi Nindya Suci. 2017. Penerapan Kegiatan Cooking Dash Untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak Kelompok B1 TK Negeri Pembina 2 Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Tumardi, S.Pd, M.Pd, (II) Wuri Astuti, S.Pd. Kata Kunci: Kegiatan Cooking Dash, Motorik Kasar, Capaian BelajarBerdasarkan hasil pengamatan pada kelompok B1 TK Negeri Pembina 2 Kota Malang, diketahui bahwa keterampilan motorik kasar anak belum berkembang optimal.Anak kurang terampil melakukan gerakan terkoordinasi secara terkontrol, seimbang, dan lincah.Tampak 15 dari 21 anak belum terampil melakukan gerakan yang menunjukkan kelincahan dan kecepatan.Selain itu, 13 dari 21 anak belum terampil melakukan gerakan yang menunjukkan kelentukan.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan kegiatan cooking dash pada kelompok B1 TK Negeri Pembina 2 Kota Malang, (2) mendeskripsikan apa saja peningkatan capaian belajar anak dengan diterapkannya kegiatan cooking dash pada kelompok B1 TK Negeri Pembina 2 Kota Malang.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas.Penelitian ini dilaksankan dalam dua siklus, terdiri atas (1) perencanaan, (2) pengamatan, (3) refleksi, (4) memperbaiki perencanaan.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Data yang digunakan meliputi, data keefektifan pembelajaran, data kemenarikan pembelajaran serta data efisiensi pembelajaran. Subjek penelitian ini yaitu anak kelompok B1 tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 21 anak yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 9 anak perempuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiataan cooking dash dapat meningkatkan capaian belajar anak kelompok B1.Hal tersebut didukung dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yaitu pada siklus I terdapat 15 anak mencapai KD 3.3 dan 3.4 dan pada siklus II meningkat menjadi 21 anak. Pada KD 2.7 jumlah anak mencapai sebanyak 17 anak pada siklus I menjadi 21 anak pada siklus II. Begitu juga dengan KD 3.2 jumlah anak mencapai sebanyak 14 anak pada siklus I kemudian meningkat menjadi 21 anak pada siklus II. Sedangkan KD 4.9, 3.10 dan 2.4 dapat dicapai oleh seluruh anak sejumlah 21 anak.Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan kegiatan cooking dash dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar anak dan capaian belajar yang lainnya. Peneliti memberikan saran bagi guru untuk memperbaiki tindak pembelajaran, dan bagi peneliti selanjutnya dapat menerapkan kegiatan cooking dash untuk meningkatkan capaian belajar yang lain di kompetensi dasar yang berbeda sesuai dengan kurikulum yang berlaku
Pengembangan Media Pembelajaran Buku Bergambar Pada Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Menulis Puisi kelas IVA SDN Mangliawan II Kabupaten Malang
ABSTRAK Gunawan Adi, 2017.Pengembangan Media Pembelajaran Buku Bergambar Pada Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Menulis Puisi kelas IVA SDN Mangliawan II Kabupaten Malang .Pembimbing: I. Drs.H. Sjafruddin., M.Pd, Pembimbing II. Dra. Murtiningsih., M.Pd. Kata Kunci: Media buku bergambar , Pengembangan Media pembelajaran buku bergambar, Bahasa Indonesia materi menulis puisiBerdasarkan perolehan hasil nilai ulangan umum semester I pada tahun 2017/2016 dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IVA SDN Mangliawan II adalah 65,76, sedangkan KKM yang harus di capai adalah 70. Oleh karena itu, untuk peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas IVA SDN Mangliawan II menggunakan media buku bergambar. Tujuan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini Bagaimanakah pengembangan media pembelajaran buku bergambar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi menulis puisi kelas IVA SDN Mangliawan II Kabupaten Malang ?Bagaimanakah kemenarikan media pembelajaran buku bergambar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi menulis puisi kelas IVA SDN Mangliawan II Kabupaten Malang ?Bagaimana efektivitas penggunaan media pembelajaran buku bergambar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi menulis puisi kelas IVA SDN Mangliawan II Kabupaten Malang ?kesimpulan dari penelitian yang telah di lakukan maka dapat di ketahui media buku bergambar layak dan efektif di gunakan untuk kegiatan pembelajaran. Media dinyatakan layak dan efektif di gunakan untuk kegiatan pembalajaran. Media di nyatakan layak berdasarkan capaian evaluasi formatif yang di peroleh dari ahli media ( 83,75% ), ahli materi ( 92,5% ) ,ahli pengguna ( 92,5% ). Media dinyatakan efektif berdasarkan Capaian hasil presentase instrumen tinjauan siswa ( 95,5% ) yang dapat di perkuat dari pembejaran 3,4,5 dan 5 yang masing- masing dan rata- rata kelasnya 44,4,48,75 dan 31,25 meningkat menjadi 81,25,78,75, dan 76, 24. Sarannya dalam penggunaan produk media dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seperti remedial atau pengayaan dapat di gunakan untuk materi pembelajaran lainya seperti media gambar seri, media peta budaya malang dan sebagainya.Hasil penelitian ini juga dapat di manfaatkan sebagai masukan untuk penelitian pengembangan media berbasis media kartu bergambar contohnya kartu berwarna dan lain- lain
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SUBTEMA HEWAN DI SEKITARKU MELALUI MEDIA POP UP BOOK PADA SISWA KELAS II SDN TANJUNGREJO 4 KOTA MALANG
ABSTRAK Rizki Putri Utami. 2017. Peningkatan Hasil Belajar Subtema Hewan di Sekitarku melalui Media Pop Up Book pada Siswa Kelas II SDN Tanjungrejo 4 Kota Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumanto, M.Pd, (II) Dra. Murtiningsih, M.Pd. Kata Kunci: Hasil Belajar, Subtema Hewan di Sekitarku, Media Pop Up Book,Sekolah DasarBerdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di kelas II SDN Tanjungrejo 4 Kota Malang ditemukan beberapa masalah diantaranya: (1) siswa merasa jenuh dan bosan saat mengikuti pembelajaran, (2) kondisi kelas yang ramai, (3) guru tidak menggunakan media pembelajaran, (4) guru hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan, dan (5) hasil belajar siswa rendahTujuan penelitian yaitu: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran subtema hewan di sekitarku melalui media pembelajaran pop up book pada siswa kelas II, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar subtema hewan di sekitarku melalui media pembelajaran pop up book pada siswa kelas II SDN Tanjungrejo 4 Kota Malang. Media pop up book adalah media berbentuk buku dengan unsur tiga dimensi dan memiliki tampilan visual menarik melalui gambar, foto, teks, grafik, dan simbol yang dapat bergerak ketika halamannya dibuka.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yakni siklus I dan siklus II dengan 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi, dokumentasi, dan tes. Subyek penelitian ini berjumlah 40 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni teknik analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Pelaksanaan pembelajaran subtema hewan di sekitarkumelalui media pop up bookberjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar aspek pengetahuan yakni 67,7 pada pratindakan menjadi 75,8 pada siklus I, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 85,2. Rata-rata hasil belajar aspek sikap juga mengalami peningkatan, pada siklus I 81,7 meningkat menjadi 85,3 pada siklus II. Sedangkan rata-rata hasil belajar aspek keterampilan siswa pada siklus I 75,3 meningkat menjadi 81,7 pada siklus II. Kesimpulan menyatakan bahwa media pop up book dapat meningkatkan hasil belajar subtema hewan di sekitarku pada siswa kelas II SDN Tanjungrejo 4 Kota Malang. Disarankan agar guru menggunakan media pop up bookdalam pembelajaran sebagai salah satu alternatif media pembelajaran di kelas dengan mempertimbangkan isi materi pembelajaran
Pengembangan Bahan Ajar Tematik Materi Puisi dengan Memanfaatkan Peta Pikiran Berkonteks Lingkungan Sekitar yang Memuat Nilai-nilai Moral untuk Siswa Kelas V SD Negeri Wotsogo I Tuban
ABSTRAK Wibowo, Roni. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Tematik Materi Puisi dengan Memanfaatkan Peta Pikiran Berkonteks Lingkungan Sekitar yang Memuat Nilai-nilai Moral untuk Siswa Kelas V SD Negeri Wotsogo I Tuban, Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Hj. Utami Widiati, M.A.,Ph.D., (II) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, puisi, peta pikiran, lingkungan sekitar Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SDN Wotsogo I Tuban, ditemukan beberapa fakta diantaranya adalah buku tematik yang diterbitkan pemerintah perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Pada buku tematik tersebut sastra anak yang dikaji adalah syair dan pantun. Tidak ada pembahasan materi puisi. Padahal materi puisi ini yang dibutuhkan untuk memberikan bekal siswa kelas V yang akan mengikuti lomba cipta atau baca puisi yang sering diselenggarakan di berbagai event baik di tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, dan nasional. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar tematik berupa buku siswa dan buku guru yang bersifat suplemen (pelengkap) untuk kelas V Tema 2 “Peristiwa dalam Kehidupan” subtema “Macam-macam Peristiwa dalam Kehidupan” dengan fokus kajiannya pada pada materi puisi. Bentuk kegiatan siswa dalam mempelajari puisi terdiri dari 3 tahap, yaitu (1) pra menulis puisi dilakukan dengan mengamati media dan melakukan imajinasi yang dibantu oleh pemetaan pikiran, (2) proses menulis puisi dilakukan dengan membuat deskripsi dan menulis puisi, (3) pasca menulis puisi dilakukan dengan membacakan hasil puisi dan memajang hasil puisi. Bahan ajar ini banyak memanfaatkan metode peta pikiran untuk menyajikan materi serta memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran. Prosedur penelitian dan pengembangan dilakukan dengan 10 tahap, yaitu (1) analisis kebutuhan dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan rancangan produk, (4) uji tahap awal (validasi), (5) revisi produk awal, (6) uji coba lapangan terbatas, (7) revisi produk, (8) uji lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir, (10) diseminasi dan implementasi. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa dan guru kelas V SD Negeri Wotsogo I Tuban. Pada uji coba lapangan terbatas melibatkan 6 siswa sedangkan pada uji lapangan (kelompok besar) melibatkan 40 siswa. Kelayakan produk yang dikembangakan berdasarkan 4 aspek, yaitu kevalidan, kemenarikan, keefektifan, dan kepraktisan. Hasil validasi ahli pada aspek kevalidan memiliki rata-rata sebesar 90,025. Hasil uji coba kelompok kecil pada aspek kemenarikan memiliki rata-rata sebesar 91,80. Hasil uji coba kelompok besar pada aspek keefektifan menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 90,61 dan aktivitas belajar siswa sebesar 94,90. Sedangkan pada aspek kepraktisan rata-ratanya adalah sebesar 92,18. Hasil validasi dan uji coba tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang tinggi. Sehingga bahan ajar ini disarankan dapat diimplementasikan sebagai sumber pendukung dalam pembelajaran tematik khususnya pada materi puisi.
Peningkatan Hasil Belajar IPS tentang Peristiwa Sekitar Proklamasi melalui Metode Pemberian Tugas di Kelas V SDN Plosokerep II Kota Blitar
ABSTRAK Saputri, Juvania Dea. 2017. Peningkatan Hasil Belajar IPS tentang Peristiwa Sekitar Proklamasi melalui Metode Pemberian Tugas di Kelas V SDN Plosokerep II Kota Blitar. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Suwarti, S.Pd., M.Pd, (II) Dra. Sri Murdiyah, M.Pd. Kata Kunci:Peningkatan,Hasil Belajar,Metode Pemberian Tugas Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masalah hasil belajar siswa yang masih rendah. Rendahnya hasil belajar siswa dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar yaitu 64 dari 23 siswa hanya 8 siswa yang tuntas belajar dan 15 siswa belum tuntas belajar. Hal tersebut disebabkan karena dalam pembelajaran masih menggunakan metode ceramah. Dalam penelitian ini menggunakan metode pemberian tugas. Metode pemberian tugas yaitu suatu metode yang melibatkan siswa secara aktif dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan waktu yang telah ditentukan. Penggunaan metode pemberian tugas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar, mengembangkan kemandirian dan meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas Kemmis & Mc Taggart. Data yang digunakan berupa data proses yaitu pengamatan, dokumentasi dan catatan lapangan. Sedangkan data hasil adalah hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, tes dan catatan lapangan. Sedangkan analisis data dimulai dari tahap pengamatan, penyajian data berdasarkan pengamatan dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil pengamatan awal yang dilakukan pada saat pratindakan dapat diketahui bahwa nilai yang diperoleh masih di bawah KKM yaitu 65. Hanya ada 9 siswa dari 23 siswa sudah mencapai nilai diatas KKM. Sedangkan 14 siswa lainnya belum mencapai KKM. Hal ini berarti hanya ada 39% siswa yang tuntas belajar. Setelah menggunakan metode pemberian tugas, nilai siswa pada siklus I meningkat yaitu 60% dengan 14 siswa yang tuntas belajar. Persentase tersebut perlu ditingkatkan dengan melaksanakan siklus II. Pada siklus II nilai siswa meningkat menjadi 95,6% dengan 22 siswa yang tuntas belajar. Aktivitas siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan. Hal ini dapat diketahui dari persentase keberhasilan pada siklus I yaitu 66,6% meningkat menjadi 100% pada siklus II. Demikian juga dengan kemampuan guru dalam menerapkan metode pemberian tugas juga mengalami peningkatan. Pada siklus I persentase keberhasilan yang diperoleh yaitu 75% meningkat pada siklus II menjadi 100%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan metode pemberian tugas terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu aktivitas siswa dalam pembelajaran juga meningkat. Oleh karena itu disarankan bagi guru untuk menggunakan metode pemberian tugas dalam pembelajaran agar hasil belajar yang diperoleh menjadi maksimal.