Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Analisis Muatan Nilai-Nilai Karakter pada Buku Siswa Tematik Terpadu Kelas IV Sekolah Dasar Tema Indahnya Kebersamaan
ABSTRAK Ridwan, Muhammad Habib. 2017. Analisis Muatan Nilai-Nilai Karakter pada Buku Siswa Tematik Terpadu Kelas IV Sekolah Dasar Tema Indahnya Kebersamaan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Alif Mudiono, M.Pd (II) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd Kata Kunci: nilai-nilai karakter, buku siswa tema indahnya kebersamaan kelas IV SD, dan tematik terpadu.Nilai karakter penting untuk ditanamkan dan dikembangkan pada diri siswa. Pengembangan nilai karakter tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran. Buku ajar dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa tentang nilai karakter sesuai Standar Isi Kurikulum 2013.Fokus penelitian ini untuk menganalisis nilai karakter dalam buku siswa tema indahnya kebersamaan kelas IV SD yaitu: (1) religius, (2) jujur, (3) disiplin, (4) santun, (5) percaya diri, (6) peduli, dan (7) tanggung jawabPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti berupa metode dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar perekam data.Berdasarkan hasil analisis data terhadap buku siswa tema indahnya kebersamaan kelas IV SD diperoleh 9 temuan yaitu: (1) persentase keragaman karakter religius mencapai 28% yang termasuk dalam kategori cukup, sedangkan jumlah kemunculannya yaitu 98 kali termasuk kategori sangat banyak; (2) persentase keragaman karakter jujur mencapai 6,9% yang termasuk kategori sangat kurang, sedangkan jumlah kemunculannya yaitu 24 kali termasuk kategori cukup; (3) persentase keragaman karakter disiplin mencapai 3,7% yang termasuk dalam kategori sangat kurang, sedangkan jumlah kemunculannya yaitu 13 kali termasuk kategori sedikit; (4) persentase keragaman karakter santun mencapai 9% yang termasuk dalam kategori sangat kurang, sedangkan jumlah kemunculannya yaitu 31 kali termasuk kategori cukup; (5) persentase keragaman karakter percaya diri mencapai 27,9% yang termasuk dalam kategori cukup, sedangkan jumlah kemunculannya yaitu 97 kali termasuk kategori sangat banyak; (6) persentase keragaman karakter peduli mencapai 20% yang termasuk dalam kategori cukup, sedangkan jumlah kemunculannya yaitu 69 kali termasuk kategori sangat banyak; (7) persentase keragaman karakter tanggung jawab mencapai 4,5% yang termasuk dalam kategori sangat kurang, sedangkan jumlah kemunculannya yaitu 16 kali termasuk kategori sedikit. Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, peneliti memberikan saran kepada (1) penyusun bahan ajar, dapat meninjau ulang dan melakukan perbaikan dan pengembangan terhadap nilai karakter jujur, disiplin, santun dan tanggung jawab pada buku siswa, (2) guru, dapat menambah kegiatan untuk memunculkan dan mengembangkan nilai karakter jujur, disiplin, santun dan tanggung jawab, dan (3) peneliti selanjutnya, dapat menganalisis muatan nilai-nilai karakter pada tema-tema yang lain sehingga nilai-nilai karakter yang hendak dikembangkan dapat teridentifikasi dengan jelas
Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Bertekstur Melalui Media Kotak Raba pada Anak Kelompok A RA Istiqomaturrohmah Kota Blitar
ABSTRAK Azizah, Ulan. 2017. Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Bertekstur Melalui Media Kotak Raba pada Anak Kelompok A RA Istiqomaturrohmah Kota Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Sutansi, M.Pd, (2) Suwarti, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : peningkatan, huruf bertekstur, media kotak raba Hasil observasi yang dilakukan terhadap proses pembelajaran tentang kemampuan membaca permulaan pada kelompok A RA Istiqomaturrohmah Kota Blitar diketahui terdapat beberapa permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu (1) dari 16 anak, terdapat 11 anak yang belum mampu mengenal serta membedakan huruf, sedangkan 5 anak sudah cukup lancar; dan (2) volume anak pada saat menyebutkan huruf masih pelan dan cenderung takut apabila salah dalam menyebutkannya. Penyebab permasalahan tersebut antara lain (1) metode pembelajaran yang digunakan kurang menarik minat anak dalam belajar mengenal huruf, (2) media atau alat peraga yang bersifat monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media kotak raba serta peningkatan kemampuan mengenal huruf bertekstur anak kelompok A RA Istiqomaturrohmah Kota Blitar melalui media kotak raba. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakam dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, obeservasi,dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian penggunaan media kotak raba untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf bertekstur dilaksanakan oleh guru dengan sangat baik (91,6%) dan diikuti anak dengan sangat baik (90,5%). Rata-rata kemampuan membaca permulaan dari pratindakan sampai siklus II meningkat dari kriteria sangat kurang (53) menjadi baik (85). Demikian juga dengan ketuntasan anak secara klasikal meningkat dari kriteria cukup (68,7%) pada pratindakan menjadi sangat baik (87,5%) di akhir tindakan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kotak raba dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf bertekstur anak. Melalui media yang menarik akan menumbuhkan minat anak untuk mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu disarankan bagi guru untuk menggunakan kotak raba pada pembelajaran bahasa khususnya kemampuan mengenal huruf bertekstur, supaya dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf bertekstur anak kelompok A RA Istiqomaturrohmah Kota Blitar.
Peningkatan Hasil Belajar IPS tentang Peristiwa Sekitar Proklamasi melalui Metode Pemberian Tugas di Kelas V SDN Plosokerep II Kota Blitar
ABSTRAK Saputri, Juvania Dea. 2017. Peningkatan Hasil Belajar IPS tentang Peristiwa Sekitar Proklamasi melalui Metode Pemberian Tugas di Kelas V SDN Plosokerep II Kota Blitar. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Suwarti, S.Pd., M.Pd, (II) Dra. Sri Murdiyah, M.Pd. Kata Kunci: Peningkatan, Hasil Belajar, Metode Pemberian Tugas Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masalah hasil belajar siswa yang masih rendah. Rendahnya hasil belajar siswa dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar yaitu 64 dari 23 siswa hanya 8 siswa yang tuntas belajar dan 15 siswa belum tuntas belajar. Hal tersebut disebabkan karena dalam pembelajaran masih menggunakan metode ceramah. Dalam penelitian ini menggunakan metode pemberian tugas. Metode pemberian tugas yaitu suatu metode yang melibatkan siswa secara aktif dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan waktu yang telah ditentukan. Penggunaan metode pemberian tugas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar, mengembangkan kemandirian dan meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas Kemmis & Mc Taggart. Data yang digunakan berupa data proses yaitu pengamatan, dokumentasi dan catatan lapangan. Sedangkan data hasil adalah hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, tes dan catatan lapangan. Sedangkan analisis data dimulai dari tahap pengamatan, penyajian data berdasarkan pengamatan dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil pengamatan awal yang dilakukan pada saat pratindakan dapat diketahui bahwa nilai yang diperoleh masih di bawah KKM yaitu 65. Hanya ada 9 siswa dari 23 siswa sudah mencapai nilai diatas KKM. Sedangkan 14 siswa lainnya belum mencapai KKM. Hal ini berarti hanya ada 39% siswa yang tuntas belajar. Setelah menggunakan metode pemberian tugas, nilai siswa pada siklus I meningkat yaitu 60% dengan 14 siswa yang tuntas belajar. Persentase tersebut perlu ditingkatkan dengan melaksanakan siklus II. Pada siklus II nilai siswa meningkat menjadi 95,6% dengan 22 siswa yang tuntas belajar. Aktivitas siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan. Hal ini dapat diketahui dari persentase keberhasilan pada siklus I yaitu 66,6% meningkat menjadi 100% pada siklus II. Demikian juga dengan kemampuan guru dalam menerapkan metode pemberian tugas juga mengalami peningkatan. Pada siklus I persentase keberhasilan yang diperoleh yaitu 75% meningkat pada siklus II menjadi 100%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan metode pemberian tugas terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu aktivitas siswa dalam pembelajaran juga meningkat. Oleh karena itu disarankan bagi guru untuk menggunakan metode pemberian tugas dalam pembelajaran agar hasil belajar yang diperoleh menjadi maksimal.
Meningkatkan Kemampuan berbicara Anak Kelompok A dengan Menggunakan Metode Bercerita di TK Dharma Wanita Persatuan 5 Kecamatan Gempol
ABSTRAK Laili, Nanda Amalia. 2017. Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Kelompok A Dengan Menggunakan Metode Bercerita Di Tk Dharma Wanita Persatuan 5 Kecamatan Gempol. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Guru Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto S.Pd., M.Pd, (II) Eny Nur Aisyah S.Pd.I., M.Pd. Kata Kunci: Anak Kelompok A, Kemampuan Berbicara, Metode Bercerita Hasil observasi pada kelompok A di TK Dharma Wanita Persatuan 5 Kecamatan Gempol, menunjukkan bahwa kemampuan berbicara anak kelompok A belum berkembang optimal. Hal ini dapat dilihat dari 20 anak terdapat 12 anak mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan berbicara. Rumusan penelitian ini yaitu bagaimana penerapan metode bercerita untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak, apakah terdapat peningkatan kemampuan berbicara anak melalui penerapan metode bercerita. Penelitian tindakan kelas ini membahas tentang perkembangan bahasa anak khususnya perkembangan berbicara anak. Pembelajaran yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak menggunakan metode bercerita. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 20 anak kelompok A TK Dharma Wanita Persatuan 5 Kecamatan Gempol. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar penilaian, pedoman wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A TK Dharma Wanita Persatuan 5 Kecamatan Gempol. Hal ini dibuktikan melalui peningkatan capaian perkembangan anak pada pra tindakan 40% menjadi 45%. Kemampuan berbicara anak berkembang sangat baik pada siklus II mencapai 80% atau meningkat sebanyak 35% dari siklus I. Kesimpulan penelitian ini bahwa penerapan kegiatan bercerita dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Peneliti juga memberikan saran bagi peneliti lain untuk mengembangkan kegiatan bercerita dalam meningkatkan kognitif, bahasa, atau senidemi pemahaman yang lebih baik dalam penerapannya
PENERAPAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III TEMA 6 SUBTEMA 2 SDN BUNULREJO 5 KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG
ABSTRAK Fitriyana, Deasfita, R. 2017. Penerapan Model Numbered Head Together (NHT) untuk Meningkatkan Proses dan Hasil BelajarSiswa Kelas III di SDN Bunulrejo 5 Kecamatan Blimbing Kota Malang. Skripsi, Program Sarjana S1–Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Sutarno.M.Pd (II) Drs.M.Imron Rosyadi.S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Numbered Head Together, Aktivitas dan hasil belajar.Dikarenakan kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran serta kurang bertanggungjawabnya siswa terhadap tugas yang di berikan oleh guru.Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti aktivitas dan hasil belajar siswa saat pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah 1) Pembelajaran dari penerapan model Numbered Head Together; 2)Penerapan model Numbered Head Together dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas III SDN Bunulrejo 5 Kecamatan Blimbing Kota Malang; 3) Penerapan model Numbered Head Together dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Bunulrejo 5 Kecamatan Blimbing Kota Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif dan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Numbered Head Together menggunakan siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus pada tema Indahnya Persahabatansubtema Tumbuhan Sahabatku dengan subjek penelitian siswa kelas III SDN Bunulrejo 5 yang berjumlah 25 siswa.Numbered Head Togetheradalah suatu model pembelajaran yang menggunakan nomor kepala dan dipasangkan atau dipakai oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Numbered Head Together dapat meningkatkan: (1) aktivitas siswa pada siklus I rata-rata 58,95% meningkat menjadi 79,44% pada siklus II,(2) hasil nilai siswa meningkat dimulai dari pratindakan hingga siklus Iyaitu pada pratindakan 23% siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan oleh peneliti, pada siklus I meningkat menjadi 55%, dan pada siklus II meningkat menjadi 85%.Berdasarkan paparan diatas peneliti menyimpulkan bahwa penerapan model Numbered Head Together dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Dari proses pembelajaran dapat disimpulkan bahwa siswa menjadi lebih aktif dan hasil nilai yang diperoleh meningkat setelah penerapan model pembelajaran Numbered Head Together pada siswa kelas 3 SDN Bunulrejo 5 Kota Malang. ABSTRACTFitriyana, Deasfita, R. 2017. Application of Numbered Head Together (NHT) Model to Improve Process and Learning Outcomes of Class III Students at SDN Bunulrejo 5 Blimbing Sub-district of Malang City.Thesis, Undergraduate Program - Elementary School Teacher Education, Department of Primary and Preschool Education, Faculty of Education, State University of Malang.(I) Dr. Sutarno.M.Pd (II) Drs. M. ImronRosyadi.S.Pd, M.Pd. Keywords:Numbered Head Together, Activity and Learning Outcomes.Due to the lack of student activeness in the lesson and less responsibility of students to the task given by the teacher. This study was conducted to examine the activities and learning outcomes of students during the learning. The purpose of this research is 1) Learning from application of model Numbered Head Together; 2) Application of Numbered Head Together model in improving student learning activity of class III SDN Bunulrejo 5 Blimbing District Malang City; 3) Application of Numbered Head Together model in improving student achievement class III SDN Bunulrejo 5 District Blimbing Malang City.This research uses descriptive-qualitative design and used is Classroom Action Research (PTK) with Numbered Head Together model using a cycle consisting of planning, implementation, observation, and reflection. This research was conducted in 2 cycles on the theme of Friendship Friendship subtheme of Sahabatku with the subject of the students of class III SDN Bunulrejo 5, which amounted to 25 students. Numbered Head Together is a learning model that uses head numbers and is paired or used by students during the learning process. The results showed that the application of Numbered Head Together model can increase: (1) student activity on the first cycle average 58.95% increased to 79.44% in cycle II, (2) the result of student value increased starting from pratindakan until cycle I Ie on the pratindakan 23% of students who achieve the Minimum Criterion Question (KKM) set by the researchers, in the first cycle increased to 55%, and in the second cycle increased to 85%. Based on the above exposure, the researcher concludes that the application of Numbered Head Together model can improve the process and result of student learning. From the learning process can be concluded that the students become more active and the results obtained values increased after the implementation of the model of learning Numbered Head Together on grade 3 students SDN Bunulrejo 5 Malang
PERAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KESADARAN HUKUM BERLALU LINTAS BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) 1 JOMBANG
ABSTRAK Peran sekolah yang utama yaitu menjalankan proses belajar dan mengajar, evaluasi hasil belajar siswa, lembaga yang dapat meluluskan siswa yang berkualitas, dan membantu keluarga dan masyarakat dalam melaksanakan fungsinya. Peran sekolah sebagai lembaga pendidikan yang membantu fungsi dari keluarga dan masyarakat terdiri atas berbagai bidang pendidikan dan pembinaan dalam politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta kesadaran hukum. Realitas dilapangan dalam hal politik, ekonomi, sosial dan budaya secara tersistem telah dikembangkan oleh sekolah baik dalam intrakurikuler atau ektrakurikuler. Akan tetapi, dalam hal kesadaran hukum khususnya lalu lintas belum sepenuhnya diperhatikan. Padahal, siswa setiap hari bersinggungan dengan kegiatan lalu lintas. selain itu, akhir-akhir ini kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, salah satu penyumbang tingginya kasus tersebut adalah pelajar atau siswa. Realitas kasus yang terjadi diantaranya pada bulan maret 2017 siswa SD ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus kecelakaan, pada bulan januari 2017 siswa SMAN 1 Solo menjadi korban meninggal kecelakaan, dan akhir tahun 2016 di Jombang siswa MAN menjadi korban meninggal kecelakaan lalu lintas. selain itu, di kawasan Jombang pada akhir tahun 2016 dalam operasi lilin semeru oleh Satlantas Polres Jombang setidaknya 30% dari 1.620 pengendara sepeda motor pelanggarnya terdiri dari siswa atau pelajar. Oleh karena itu, untuk mengetahui sejauh mana peran sekolah dalam hal kesadaran hukum lalu lintas. maka dilakukan penelitian mengenai peran sekolah dalam meningkatkan kesadaran hukm berlalu lintas bagi siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Jombang. Penelitian tersebut dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan peran sekolah melalui program yang dilaksanakan dalam peningkatan kesadaran hukum lalu lintas bagi siswa, (2) mengetahui pihak yang terlibat dalam upaya tersebut, (3) mendeskripsikan dampak yang dirasakan dari program tersebut, dan (4) mendeskripsikan berbagai kendala yang dihadapi serta solusi yang diterapkan dalam pelaksanaan program peningkatan kesadaran hukum berlalu lintas bagi siswa SMAN 1 Jombang. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif. peneliti terlibat dan terjun langsung dilapangan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang valid. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Jombang (SMAN 1 Jombang) yang berada di Jalan Bupati RAA. Soeroadiningrat Nomor 8 Kabupaten Jombang. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer terdiri atas Kepala dan Wakil Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran, Pembina Ektrakurikuler, Pegawai Keamanan, dan Siswa. Selain itu menggunakan sumber data sekunder yang bersal dari berbagai ii dokumen-dokumen dan berbagai benda yang mendukung penelitian ini. Sedangkan, dalam proses pengolahan data yang diperoleh menggunakan analisis data kualitatif model interaktif dari Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Selain itu, untuk mengetahui keabsahan data yang ditemukan menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: pertama, program yang dilaksanakan sekolah dalam meningkatkan kesadaran hukum berlalu lintas siswa SMAN 1 Jombang terdiri atas telah dibentuknya patroli keamanan sekolah (PKS) dengan berbagai kegiatan yang mengarahkan siswa untuk taat dan tertib berlalu lintas, diadakannya pelatihan simulasi SIM bagi siswa, dan dilakukannya program penyuluhan tertib lalu lintas rutin setiap tahunnya. Kedua, pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program peningkatan kesadaran hukum berlalu lintas bagi siswa SMAN 1 Jombang yaitu Satuan Lalu Lintas Polisi Resor Kabupaten Jombang (Satlantas Polres Jombang). Adapun sumbangsihnya yaitu menjadi Pembina dalam ekratkurikuler PKS, membantu secara rutin dalam pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilingkungan SMAN 1 Jombang, dan menjadi fasilitator terhadap program-program yang dilaksanakan untuk peningkatan kesadaran hukum lalu lintas siswa. Ketiga, dampak yang dirasakan oleh siswa secara pengetahuan dan pemahaman siswa baik secara kognisi, afeksi dan psikomotoriknya menjadi bertambah, dan keempat, kendala yang dialami sekolah dalam pelaksanaan program meliputi masih adanya siswa yang belum cukup umur membawa kendaraan saat ke sekolah, lahan parkir yang sempit, sarana prasarana tugas dari PKS yang belum terpenuhi, serta kondisi lingkungan terkait jalur transportasi umum yang belum memiliki akses dilingkungan SMAN 1 Jombang. sedangkan, solusi yang telah dilakukan oleh SMAN 1 Jombang terdiri atas merencanakan pembangunan untuk lahan parkir baru, mengupayakan penambahan petugas keamanan, melakukan sosialisasi dan himbauan secara rutin kesiswa, dan mengadakan berbagai program yang dapat meningkatkan kesadaran hukum berlalu lintas siswa
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENEMUKAN KALIMAT UTAMA DALAM PARAGRAF MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED, READING AND COMPOSITION DI KELAS IV SDN POJOK 02 KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Tresyasari, Evy Inka. 2016. Peningkatan Kemampuan Menemukan Kalimat Utama dalam Paragraf Melalui Model Cooperative Integrated, Reading and Composition di Kelas IV SDN Pojok 02 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dra. Sutansi, M.Pd, (2) Dr. Alif Mudiono, M.Pd. Kata kunci: model circ, kalimat utama Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada guru dan siswa di kelas IV SDN Pojok 02 Kabupaten Blitar pada materi menemukan kalimat utama ditemukan permasalahan (1) siswa belum bisa menemukan kalimat utama, (2) siswa belum bisa menjawab soal-soal pemahaman yang menyertai bacaan, dan (3) kosakata yang dimiliki siswa masih sedikit. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran CIRC dalam meningkatkan kemampuan menemukan kalimat utama dalam paragraf pada siswa kelas IV SDN Pojok 02 Kabupaten Blitar dan peningkatan kemampuan menemukan kalimat utama dalam paragraf pada siswa kelas IV SDN Pojok 02 Kabupaten Blitar melalui model pembelajaran CIRC. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persentase aktivitas siswa dalam pembelajaran meningkat dengan persentase aktivitas siswa pada siklus I sebesar 64% dan siklus II sebesar 89%. Persentase aktivitas guru juga mengalami peningkatan. Pada siklus I sebesar 64% dan siklus II sebesar 83%. Pelaksanaan pembelajaran menemukan kalimat utama melalui model pembelajaran CIRC dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukan dengan nilai rata-rata pada pratindakan 45,85, siklus I 80,59, dan siklus II 82,00. Ketuntasan belajar pada pratindakan sebesar 14%, siklus I 71%, dan siklus II 90%. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahawa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya kemampuan menemukan kalimat utama dalam paragraf, hendaknya guru semakin memperluas pengetahuan dan belajar menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif, salah satunya model pembelajaran Cooperative Integrated, Reading and Composition (CIRC)
PENERPAN GERAK DAN LAGU UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK DI TK DHARMA WANITA PLOSOKIDUL KABUPATEN KEDIRI
ABSTRACT Kurnia, Putri. 2016. Penerapan Gerak Dan Lagu Untuk MeningkatkanKecerdasan Kinestetik Pada Kelompok B di Tk Dharma Wanita PlosokidulKabupaten Kediri. Skripsi. Program StudiPendidikan Guru PendidikanAnak Usia Dini,JurusanKependidikanSekolahDasardanPrasekolah,FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1)Drs.IWayanSutama.M,Pd. (2) Retno Tri Wulandari, S.Pd, M.Pd.Kata Kunci:Kemampuan kinestetik, kualitas pembelajaran.Berdasarkan hasil observasi tentang kemampuan kinestetik di TK Dharma Wanita Plosokidul Kabupaten Kediri tahun ajaran 2015/2016 terdapat beberapa permasalahan. Permasalahan tersebut meliputi kualitas pembelajaran dan kemampuan kinestetik anak. Pada kualitas pembelajaran saat kegiatan anak tidak mentaati peraturan, sulit dikendalikan,tidak tertarik mengikuti kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan kinestetik anak melalui kegiatan gerak dan lagu untuk anak kelompok B.Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan kemampuan kinestetik pada anak kelompok B TK Dharma Wanita Plosokidul. Selain itu juga itu juga untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan kinestetik meliputi kemampuan anak dalam melakukan gerakan terkoordinasi, lincah, kesesuaian antara lagu dengan gerakan. Pada penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam 2 siklus. Model siklus PTK ini yaitu Model Kemis & MC Taggart. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, refleksi dan revisi. Subjek penelitian ini yaitu sebanyak 21 anak kelompok B di TK Dharma Wanita Plosokidul. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.Setelah penerapan gerak dan lagu, kemampuan kinestetik anak mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan hasil pra tindakan yang menunjukkan bahwa sebelumnya kemampuan kinestetik sebagian besar anak belum berkembang mulai meningkat dengan kriteria mulai berkembang pada siklus I. Dilanjutkan dengan peningkatan pada siklus II yang mencapai kriteria berkembang sesuai harapan.Penerapan gerak dan lagu dapat meningkatkan kemampuan kinestetik anak TK B Dharma Wanita Plosokidul. Gerak dan lagu dapat digunakan sebagai kegiatan yang bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan kinestetik anak. Berdasarkan temuan pada refleksi, diharapkan peneliti selanjutnya dapat memanfaatkan gerak dan lagu untuk meningkatkan kemampuan kinestetik anak dengan revisi untuk menyempurnakan penelitian ini agar lebih bak dari sebelumnya
Pemahaman Kedisiplinan dalam Mentaati Tata Tertib Pada Siswa Kelas Tinggi SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Kota Batu
ABSTRACT Larasati, Widya. 2016. Pemahaman Kedisiplinan dalam Mentaati Tata Tertib Pada Siswa Kelas Tinggi SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Achmad Taufik, M.Pd. Pembimbing (2) Dra. Ratna Trieka A, S.Pd, M.Pd. Kata kunci : Pemahaman, Kedisiplinan, Tata Tertib, Sekolah Dasar. Kedisiplinan dalam mentaati tata tertib secara garis besar merupakan sikap dalam mematuhi atau melaksanakan suatu aturan yang dibuat oleh sekolah, dengan berbagai ketentuan yang harus ditaati oleh warga sekolah agar proses berlangsungnya pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Penerapan disiplin akan membentuk moral siswa menjadi lebih baik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan yaitu untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman kedisiplinan siswa kelas tinggi SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Kota Batu dalam mentaati tata tertib sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan persentase, dengan subjek penelitian sebnyak 182 siswa. Data penelitian ini yang berupa gambaran secara sistematis dan akuratberupa fakta tentang tingkat pemahaman kedisiplinan siswa kelas tinggi SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Kota Batu dalam mentaati tata tertib sekolah. Pengolahan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik kuisioner atau angket. Dari hasil penelitian di SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Kota Batu, diperoleh data tingkat pemahaman kedisiplinan siswa kelas tinggi dalam mentaati tata tertib yaitu sebanyak 58,24% dengan kriteria sangat tinggi, 38,46% dengan kriteria tinggi, dan 3,30% dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh secara rata-rata tingkat pemahaman kedisiplinan siswa kelas tinggi SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebesar 58,24% sehingga masuk dalam kategori sangat tinggi. Dari keempat sub variable pemahaman kedisiplinan siswa dalam mentaati tata tertib, persentase pemahaman dari yang tertinggi hingga terendah yaitu pemahaman faktor kedisiplinan (25,93%), pemahaman unsur kedisiplinan (25,04%), pemahaman hakikat kedisiplinan (24,63%), dan pemahaman fungsi kedisiplinan (24,40%). Berdasarkan data yang telah diperoleh di atas untuk mempertahankan pemahaman siswa dalam mentaati tata tertib, perlu adanya upaya peningkatan pemahaman kedisiplinan dalam mentaati tata tertib pada siswa, baik melalui penyuluhan maupun bimbingan konseling yang dapat dilaksanakan oleh sekolah setiap pergantian semester
Peningkatan Hasil Belajar PKn Materi Lembaga Pemerintahan Pusat Melalui Model Mind Mapping Kelas IV SDN Plosokerep 02 Kota Blitar
ABSTRAK Fitria, Ida Stalis. 2016, Peningkatan Hasil Belajar PKn Materi Lembaga Pemerintahan Pusat Melalui Model Mind Mapping Kelas IV SDN Plosokerep 02 Kota Blitar. Skripsi, jurusan kependidikan sekolah dasar dan prasekolah program studi sarjana pendidikan guru sekolah dasar, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Widayati, M.H, (2) Suwarti, S. Pd, M. Pd. Kata Kunci: hasil belajar, PKn, mind mapping Berdasarkan hasil observasi awal dalam proses pembelajaran PKn di kelas IV SDN Plosokerep 02 Kota Blitar pada materi lembaga pemerintahan tingkat pusat terdapat permasalahan yang muncul guru lebih mendominasi dengan menggunakan model konvensional. Guru dalam pembelajaran kurang bisa memanfaatkan media dan model untuk memancing siswa dalam mengembangkan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Sehingga siswa kurang aktif dan berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan hasil belajar siswa kelas IV masih di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskipsikan penerapan model Mind Mapping mata pelajaran PKn pada siswa kelas IV SDN Plosokerep 02 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar mata pelajaran PKn pada siswa kelas IV SDN Plosokerep 02 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar melalui model Mind Mapping. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus selama 4 kali pertemuan. Setiap siklus dilaksanakan melalui 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas IV SDN Plosokerep 02 Kota Blitar yang berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil aktivitas guru dengan menerapkan model Mind Mapping pada siklus I aktivitas guru mencapai 85% dan pada siklus II jumlah meningkat menjadi 97%. Sedangkan hasil aktivitas siswa dengan menerapkan model Mind Mapping pada siklus I aktivitas siswa mencapai 70% dan pada siklus II jumlah meningkat menjadi 95%. Hasil belajar siswa dengan menerapkan model Mind Mapping pada siswa kelas IV SDN Plosokerep 02 yaitu pada tahap pratindakan ketuntasan siswa mencapai 26% dan pada siklus I hasil belajar siswa menjadi 45% dan pada siklus II jumlah meningkat menjadi 95%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PKn melalui model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkat hasil belajar siswa. Model pembelajaran Mind Mapping dapat diterapkan guru untuk memperbaiki pembelajaran PKn agar menjadi lebih baik