Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    peningkatan keterampilan berbicara melalui penerapan metode bermain peran pada siswa kelas III SDN Madyopuro 2 kota Malang

    No full text
    ABSTRACT Pranatalia, Desi. 2016. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Penerapan Metode     BermainPeran  pada  siswa Kelas III Madyopuro 02 Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Harti Kartini, M. Pd, (II) Drs. Rumidjan, M. Pd.Kata Kunci: Keterampilan Berbicara, Bermain peran, Bahasa Indonesia, SDPembelajaran Bahasa Indonesia memuat aspek, yaitu berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis. Berdasarkan hasil pegamatan ditemukan aspek berbicara belum berhasil. Hal ini karena siswa belum diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya maka perlu diterapkan metode bermain peran. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan Penerapan. Pembelajaran Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 2 dengan Metode Bermain Peran Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa, (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbicara siswa kelas III melalui metode bermain peran.Penelitian ini adalah bentuk Penelitian Tindakan Kelas dengan model siklus yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan: (1) perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, (4) refleksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian sebagai instrumen utama. Data penelitian ini berupa kata-kata. Pengumpulan data menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas model siklus. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas III SDN Madyopuro 2 Kota Malang yang berjumlah 19 laki-laki dan 21 perempuan. Data penelitian berupa kata-kata. Data dikumpulkan melalui observasi dengan peneliti sebagai instrumen utama, pedoman wawancara, serta foto digital sebagai instrumen pendukung.Hasil yang diperoleh pada siklus I sebagian besar keterampilan berbicara siswa masih kurang. Dari jumlah  40 siswa, pada siklus I, siswa belum  mampu memerankan drama dengan  dan intonasi yang tidak tepat dan  ekspresinya masih kurang sesuai dengan tokoh yang diperankan. Setelah diadakan perbaikan terjadi peningkatan yang cukup dratis. Pada siklus II seluruh siswa 100%  sudah mencapai ketuntasan (nilai 70-90). Siswa sudah mampu memerankan drama dengan lafal jelas, intonasi tepat, dan ekspresi sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Berdasarkan paparan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode bermain peran dalam pembelajaran tema 7 subtema 3 pembelajaran 2 terbukti dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Dengan demikian disarankan kepada guru sebelum siswa bermain peran supaya memberikan bimbingan yang benar dan mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bermain peran tersebut supaya  kegiatan pembelajaran berjalan optimal untuk meningkatkan keterampilan berbicara sisw

    Penerapan Model Quantum Writing untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas IVA SDN Martopuro 1 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK Pangesti, Mella Dwi. 2016. Penerapan Model Quantum Writing untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas IVA SDN Martopuro 1 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan KependidikanSekolahDasardan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Nawawi, M.Si, (II) Drs. Sjafruddin A.R, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Model Quantum Writing, Kemampuan Menulis, Karangan Deskripsi Proses pembelajaran menulis karangan dalam Bahasa Indonesia di SDN Martopuro 1 ini kurang meningkatkan kreativitas siswa, terutama dalam menulis karangan deskripsi. Hal ini terlihat dari hasil karangan deskripsi siswa yang tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Peneliti menggunakan model Quantum Writing sebagai model untuk pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikanpenerapan modelQuantum Writinguntukmeningkatkankemampuanmenuliskarangandeskripsi siswakelas IVA SDN Martopuro 1 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan dan untuk mendeskripsikanpeningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas IVA SDN Martopuro 1 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan setelah penerapan model Quantum Writing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, penilaian aktivitas siswa dan hasil menulis karangan deskripsi. Peneliti menerapkan 2 siklus pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil kemampuan menulis karangan deskripsi siswa meningkat cukup signifikan. Hal ini terbukti dari nilai rata-rata 78,68 dan nilai tersebut masuk dalam kategori baik. Adapun dari 37 siswa kelas IVA, terdapat 2 siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran. Pembelajaran menulis karangan deskripsi menggunakan model Quantum Writing terdapat tahapan yang memudahkan siswa. Tahap-tahap tersebut, yaitu: (a) tahap persiapan ; (b) tahap draf  kasar; (c) tahap berbagi, (d) tahap revisi, (e) tahap penyuntingan, (f) tahap penulisan kembali dan (g) tahap evaluasi. Guru harus menguasai dan menerapkan pembelajaran yang inovatif dalam menulis karangan, sehingga siswa menjadi antusias, aktif dan termotivasi

    Penerapan Media Ular Tangga Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN Kalirejo 01 Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.

    No full text
    ABSTRAK Rahayu, Giat Nitia. 2016. Penerapan Media Ular Tangga Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN Kalirejo 01 Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd., (2) Prof. Dr. Ruminiati, M.Si. Kata kunci: media ular tangga, aktivitas belajar, hasil belajar, IPS SD Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas V SDN Kalirejo 01 Lawang, peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran IPS belum berjalan dengan maksimal. Hal itu disebabkan karena kurang minatnya peserta didik dalam kegiatan belajar. Selain itu, guru menyampaikan pembelajaran secara monoton, yaitu peserta didik hanya membaca materi yang terdapat pada buku kemudian guru menerangkan sebentar dan memberikan penugasan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media ular tangga untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Ular tangga adalah permainan papan yang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Papan permainan di dalam ular tangga dibagi dalam kotak-kotak kecil dan diberi nomor pada masing-masing kotak dan di beberapa kotak digambar sejumlah tangga atau ular. Kelebihan dari penerapan media ular tangga ini yaitu menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi peserta didik karena peserta didik dapat belajar sambil bermain. Sedangkan kelemahan dari penerapan media ini yaitu jumlah waktu yang tebatas dalam setiap kegiatan pembelajaran. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari 2 siklus dengan 2 kali pertemuan tiap siklusnya. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas V SDN Kalirejo 01 Lawang. Tahap dalam penelitian ini (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Refleksi, (4) Perbaikan di tiap siklusnya. Instrumen pada penelitian ini berupa (1) wawancara, (2) observasi, (3) dokumentasi, dan (4) soal tes. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan secara sistematis dan utuh, dapat disimpulkan bahwa penerapan media ular tangga dapatmeningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Aktivitas peserta didik meningkat di tiap siklusnya, pada siklus I yaitu 25% dan pada siklus II yaitu 95% sehingga aktivitas peserta didik meningkat sebesar 70%. Sedangkan hasil belajar pun mengalami peningkatan dari pra tindakan yaitu 25% ke siklus I yaitu 57,5% dan siklus II yaitu87,5%. Sehingga peningkatan hasil belajar di tiap siklusnya sebesar 32%. Dari hasil penelitian ini, diharapkan guru dapat meningkatkan pembelajaran IPS dengan menerapkan media pembelajaran agar peserta didik tidak cepat merasa bosan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Media ular tangga ini merupakan salah satu media yang mudah diterapkan pada siswa SD sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik

    Pemanfaatan Media Boneka Tangan Untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita Pada Siswa Kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRACT Septidear, Vidia. 2016. Pemanfaatan Media Boneka Tangan untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita pada Siswa Kelas III SD Negeri 2 Pakisaji 2 Kabupaten Malang. Skripsi S – 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. M. Thoha A.R, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Harti Kartini, M.Pd.Kata Kunci: Media Boneka Tangan, Keterampilan Bercerita, Bahasa Indonesia, Sekolah DasarBerdasarkan hasil observasi awal di SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang terdapat beberapa permasalahan pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam keterampilan bercerita, yaitu: 1) kemampuan siswa dalam bercerita masih rendah dengan siswa yang memenuhi Standar Ketuntasan Minimal (SKM) 75 berjumlah 15 orang siswa dari total 48 siswa, 2) Guru kesulitan menentukan media pembelajaran yang mendukung  siswa untuk bercerita, 3) pembelajaran bercerita terkesan monoton karena guru hanya memberikan teks cerita kemudian siswa menceritakan kembali di depan kelas, oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dengan menerapkan pembelajaran bercerita memanfaatkan media boneka tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil tindakan guru berupa pemanfaatan media boneka tangan untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitiannya siswa kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang sebanyak 48 siswa, terdiri atas 18 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Analisis data yang digunakan pada penelitianini yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan bercerita melalui media boneka tangan, pada siklus I kelancaran dan intonasi siswa masih belum baik. Selain itu siswa masih merasa canggung dalam memanfaatkan boneka. Pada siklus II  siswa sudah bisa bercerita dengan lancar dan intonasi yang tepat. Selain itu siswa sudah mulai terbiasa memanfaatkan boneka tangan tanpa malu-malu. Hal ini terbukti dengan kenaikan rata-rata kelas dari 72,69 menjadi 77,33 pada siklus II, serta kenaikan ketuntasan klasikal dari 54,17% pada siklus I menjadi 77,08% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media boneka tangan dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang. Disarankan bagi guru untuk menggunakan media boneka tangan dalam pembelajaran bahasa Indonesia guna peningkatan pada aspek lain seperti menulis, menyimak  dan membaca

    Peningkatan Keterampilan Motorik Halus melalui Kegiatan Menganyam Kertas pada Anak Kelompok A1 TK Negeri Pembina Kota Blitar

    No full text
    ABSTRACT Primawati, Avi. 2016. Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Melalui  Kegiatan Menganyam Kertas pada Anak Kelompok A1 di TK Negeri Pembina Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Suminah, S.Pd.,M.Pd, (II) Drs. Sunyoto, S.Pd.,M.Si. Kata Kunci: keterampilan motorik halus melalui kegiatan menganyam kertaspada anak kelompok AHasil observasi awal pada keterampilan motorik halus anak kelompok A1yang berjumlah 20 anak terdiri dari 9 anak laki-laki dan 11 anak perempuan di TKNegeri Pembina Kota Blitar khususnya pada kegiatan menganyam kertas masihkurang mendapat perhatian guru jadi hasil observasi pada kegiatan menganyamada 14 anak atau 70% anak masih belum bisa menganyam, guru lebih seringmenggunakan kegiatan menulis, mewarnai dan menggambar untuk meningkatkanketerampilan motorik halus.Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikanpenerapan kegiatan menganyam kertas dan meningkatkan keterampilan motorikhalus pada anak kelompok A1 di TK Negeri Pembina Kota Blitar. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK)sebanyak 2 siklus. Pada setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan,observasi, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian meliputi langkahreduksi data, penyajian data dan pemberian kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menganyam kertasdilaksanakan dengan baik oleh guru dan anak. Terlihat pada proses pembelajaranuntuk aktivitas guru siklus I mencapai 69,2% dengan kriteria baik, sedangkansiklus II mencapai 88,45% dengan kriteria sangat baik, pada nilai aktivitas anakpada siklus I mencapai 58,54% dengan kriteria cukup selanjutnya untuk aktivitassiklus II mencapai 84,62%. Keterampilan motorik halus melalui kegiatanmenganyam kertas pada pra tindakan mencapai 43,75% dengan kriteria cukup,siklus I mencapai 54,53125% dengan kriteria cukup, sedangkan pada siklus IImencapai 80,47% dengan kategori sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penerapan kegiatan menganyamkertas yang dilakukan guru dan anak dengan sangat baik dapat meningkatkanketerampilan motorik halus anak kelompok A1 dengan baik. Disarankan padaguru kelompok A1 untuk menggunakan kegiatan menganyam kertas sebagai salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus. 

    peningkatan keterampilan berbicara melalui penerapan metode bermain peran pada siswa kelas III SDN Madyopuro 2 kota MalangABSTRAK Pranatalia, Desi. 2016. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Penerapan Metode BermainPeran pada siswa Kelas III

    No full text
    ABSTRACT Pranatalia, Desi. 2016. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Penerapan Metode     BermainPeran  pada  siswa Kelas III Madyopuro 02 Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Harti Kartini, M. Pd, (II) Drs. Rumidjan, M. Pd.Kata Kunci: Keterampilan Berbicara, Bermain peran, Bahasa Indonesia, SDPembelajaran Bahasa Indonesia memuat aspek, yaitu berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis. Berdasarkan hasil pegamatan ditemukan aspek berbicara belum berhasil. Hal ini karena siswa belum diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya maka perlu diterapkan metode bermain peran. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan Penerapan. Pembelajaran Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 2 dengan Metode Bermain Peran Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa, (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbicara siswa kelas III melalui metode bermain peran.Penelitian ini adalah bentuk Penelitian Tindakan Kelas dengan model siklus yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan: (1) perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, (4) refleksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian sebagai instrumen utama. Data penelitian ini berupa kata-kata. Pengumpulan data menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas model siklus. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas III SDN Madyopuro 2 Kota Malang yang berjumlah 19 laki-laki dan 21 perempuan. Data penelitian berupa kata-kata. Data dikumpulkan melalui observasi dengan peneliti sebagai instrumen utama, pedoman wawancara, serta foto digital sebagai instrumen pendukung.Hasil yang diperoleh pada siklus I sebagian besar keterampilan berbicara siswa masih kurang. Dari jumlah  40 siswa, pada siklus I, siswa belum  mampu memerankan drama dengan  dan intonasi yang tidak tepat dan  ekspresinya masih kurang sesuai dengan tokoh yang diperankan. Setelah diadakan perbaikan terjadi peningkatan yang cukup dratis. Pada siklus II seluruh siswa 100%  sudah mencapai ketuntasan (nilai 70-90). Siswa sudah mampu memerankan drama dengan lafal jelas, intonasi tepat, dan ekspresi sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Berdasarkan paparan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode bermain peran dalam pembelajaran tema 7 subtema 3 pembelajaran 2 terbukti dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Dengan demikian disarankan kepada guru sebelum siswa bermain peran supaya memberikan bimbingan yang benar dan mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bermain peran tersebut supaya  kegiatan pembelajaran berjalan optimal untuk meningkatkan keterampilan berbicara sisw

    Implementasi Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran pada Kelompok B TK Kartika IX-41 Kota Malang

    No full text
    ABSTRACT Dwi Jayanti, Ayu. 2016. Implementasi Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran pada Kelompok B TK Kartika IX-41 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tumardi, S.Pd, M.Pd, (II) Wuri Astuti, S.Pd.Kata kunci: pendekatan saintifik, pembelajaran, kelompok B.Latar belakang penelitian ini yaitu mengenai Implementasi Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran pada kelompok B TK Kartika IX-41 Kota Malang yang masih memerlukan adaptasi. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik masih belum sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang dibuat. Begitu juga dengan penilaian pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang masih sangat rancu. Penilaian menuntut guru harus melakukan penilaian lebih banyak. Guru masih belum melakukan penilaian sesuai ketentuan yang ada pada pedoman Kurikulum 2013 PAUD. Kelompok B usia 5-6 tahun merupakan tahapan pada masa keemasan (golden age) dimana anak dengan cepat menangkap pembelajaran sesuai dengan apa yang dilihat, didengar dan diketahui sebelumnya.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan temuan-temuan masalah/kendala yang dihadapi pada saat melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang dilakukan oleh guru pada Implementasi Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran pada kelompok B TK Kartika IX-41 Kota Malang.Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan tindakan, selebihnya seperti dokumen dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan 3 teknik pengumpulan data, yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, pada perencanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik oleh guru ditemukan beberapa fakta antara lain: (1)format RPP sesuai dengan komponen RPP pada pedoman Kurikulum 2013 PAUD, (2)guru belum mengorganisasiakn materi pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan sikap, pengetahuan, dan keterampilan, (3)guru tidak melaksanakan kegiatan menarik kesimpulan dan menyampaikan informasi besok terhadap pembelajaran yang akan dilaksanakan pada kegiatan penutup, (4)guru tidak melampirkan bentuk format penilaian untuk menentukan penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan, (5)guru tidak mencantumkan indikator yang akan dinilai pada lembar penilaian harian anak, (6)guru memberikan pembelajaran calistung tidak sesuai porsi pada anak usia 5-6 tahun.  Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka disarankan bagi: (1)kepala sekolah untuk mengadakan pelatihan penyusunan RPP dan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, (2)guru untuk meningkatkan kegiatan mengkomunikasikan agar kemampuan berbicara dan keberanian anak lebih terlatih, (3)peneliti lain untuk mengembangkan penelitiannya tentang kegiatan mengkomunikasikan dalam pembelajaran

    Peningkatan Hasil Belajar Siswa Materi Bilangan Bulat Melalui Model Teams Games Tournament (TGT) di Kelas IV SDN 1 Gilang Kabupaten Tulungagung

    No full text
    ABSTRACT Septidear, Vidia. 2016. Pemanfaatan Media Boneka Tangan untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita pada Siswa Kelas III SD Negeri 2 Pakisaji 2 Kabupaten Malang. Skripsi S – 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. M. Thoha A.R, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Harti Kartini, M.Pd.Kata Kunci: Media Boneka Tangan, Keterampilan Bercerita, Bahasa Indonesia, Sekolah DasarBerdasarkan hasil observasi awal di SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang terdapat beberapa permasalahan pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam keterampilan bercerita, yaitu: 1) kemampuan siswa dalam bercerita masih rendah dengan siswa yang memenuhi Standar Ketuntasan Minimal (SKM) 75 berjumlah 15 orang siswa dari total 48 siswa, 2) Guru kesulitan menentukan media pembelajaran yang mendukung  siswa untuk bercerita, 3) pembelajaran bercerita terkesan monoton karena guru hanya memberikan teks cerita kemudian siswa menceritakan kembali di depan kelas, oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dengan menerapkan pembelajaran bercerita memanfaatkan media boneka tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil tindakan guru berupa pemanfaatan media boneka tangan untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitiannya siswa kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang sebanyak 48 siswa, terdiri atas 18 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Analisis data yang digunakan pada penelitianini yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan bercerita melalui media boneka tangan, pada siklus I kelancaran dan intonasi siswa masih belum baik. Selain itu siswa masih merasa canggung dalam memanfaatkan boneka. Pada siklus II  siswa sudah bisa bercerita dengan lancar dan intonasi yang tepat. Selain itu siswa sudah mulai terbiasa memanfaatkan boneka tangan tanpa malu-malu. Hal ini terbukti dengan kenaikan rata-rata kelas dari 72,69 menjadi 77,33 pada siklus II, serta kenaikan ketuntasan klasikal dari 54,17% pada siklus I menjadi 77,08% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media boneka tangan dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang. Disarankan bagi guru untuk menggunakan media boneka tangan dalam pembelajaran bahasa Indonesia guna peningkatan pada aspek lain seperti menulis, menyimak  dan membaca

    Analisis Muatan Nilai-nilai Karakter pada Buku Siswa Kelas VI Semester 2 Sekolah Dasar

    No full text
    ABSTRAK Chabibah, Latifatul. 2016. Analisis Muatan Nilai-nilai Karakter pada Buku Siswa Kelas VI semester 2 Sekolah Dasar. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Suharjo, M.S., M.A (II) Muchtar, S.Pd., M.Si Kata Kunci: Nilai-nilai Karakter, Buku Siswa, Sekolah Dasar Tujuan pendidikan nasional telah mencakup pendidikan karakter. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan pendidikan karakter yaitu melalui pengintegrasian nilai-nilai karakter pada buku ajar, diantaranya buku siswa kelas VI semester 2. Buku siswa tersebut merupakan buku ajar yang baru diterbitkan oleh kemdikbud pada tahun ajaran 2015/2016 untuk digunakan dalam pembelajaran kelas VI Semester 2. Adanya permasalahan berdasarkan hasil penelitian terdahulu mengenai muatan nilai-nilai karakter pada buku ajar Sekolah Dasar yang belum memadai dalam memuat nilai-nilai karakter, maka peneliti bermaksud melakukan penelitian dengan objek yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang termuat pada bagian wacana, bagian petunjuk kerja, bagian tagihan kerja/latihan, dan bagian evaluasi buku siswa kelas VI semester 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis dekriptif dan teknik analisis isi. Sumber data penelitian ini yaitu buku siswa Kelas VI Semester 2 terbitan Kemdikbud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku siswa kelas VI semester  2 telah memuat nilai-nilai karakter. Pada bagian wacana memuat 17 nilai karakter dari 18 nilai karakter yang dikontrakkan pada kurikulum 2013. Nilai karakter baru yang termuat pada bagian wacana yaitu nilai karakter bijaksana, dapat memahami hidup, tegas, adil, rendahhati, danpercayadiri. Pada bagian petunjuk kerja memuat 16 nilai karakter dari 18 nilai karakter yang dikontrakkan pada kurikulum 2013. Nilai karakter baru yang termuat pada bagian petunjuk kerja yaitunilaikarakteradil, danpercayadiri. Pada bagian tagihan kerja/latihan memuat 17 nilai karakter dari 18 nilaikarakter yang dikontrakkan pada kurikulum 2013. Nilai karakter baru yang termuat pada bagian tagihan kerja/latihan yaitu karakteradil, dapat memahami diri sendiri,dan percayadiri. Pada bagian evaluasi memuat 14 nilai karakter dari 18 nilai karakter yang dikontrakkan pada kurikulum 2013. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan bagi pendidik untuk menganalisis terlebih dahulu muatan nilai-nilai karakter pada buku ajar yang akan digunakan. Sementara itu, bagi pemerintah selaku penerbit dapat melengkapi nilai-nilai karakter yang belum termuat dalam buku siswa. Pemerintah juga dapat menambahakan nilai-nilai karakter baru hasil temuan penelitian untuk dijadikan nilai-nilai karakter yag dikontrakkan pada Kurikulum 2013 dan dimasukkan menjadi tambahan 18 nilai budaya dan karakter bangsa

    Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi melalui Model Example Non Example pada Siswa Kelas IV B SDN Kedungkandang 2 Kota Malang.

    No full text
    ABSTRACT Lidyawati, Fitri. 2016. Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi melalui Model Example Non Example pada Siswa Kelas IV B SDN Kedungkandang 2 Kota Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutrisno, S.Pd, M.Pd., (II) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd.Kata Kunci: Model example non example, menulis deskripsi, SDN Kedungkandang 2 Bahasa Indonesia sebagai sarana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia, salah satu faktornya adalah kemampuan menulis siswa yang masih rendah. Bahasa Indonesia sering dianggap mudah padahal dalam kenyataannya keterampilan menulis siswa masih kurang, terutama dalam menulis deskripsi. Diduga dengan diterapkannya model pembelajaran example non example dapat meningkatkan keterampilan siswa menulis deskripsi.Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model example non example pada keterampilan menulis deskripsi siswa kelas IV B SDN Kedungkandang 2 Kota Malang dan mendeskripsikan hasil belajar siswa pada kegiatan menulis deskripsi melalui model example non example di kelas IV B SDN Kedungkandang 2 Kota Malang.Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Prosedur pelaksanaan PTK menggunakan model Kemmis dan Taggart. Setiap siklus tindakan yang dilaksanakan terdiri atas empat tahap yakni (1) perencanaan, (2) tindakan dan pengamatan, (3) refleksi, dan (4) revisi perencanaan 1. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II dilihat dari aktivitas guru dan hasil belajar siswa. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan (1) penerapan model example non example memiliki langkah-langkah sebagai berikut. (a) menyiapkan gambar suatu tempat untuk dideskripsikan, (b) Menempelkan gambar tempat pada papan atau ditayangkan melalui LCD, (c) siswa diberikan petunjuk dan diberi kesempatan untuk mengamati gambar tersebut, (d) membentuk kelompok 4-5 orang siswa kemudian mendiskusikan dan mencatat deskripsi gambar suatu tempat di lingkungan sekitar, (e) setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, (e) guru menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Pada siklus I dan siklus II, pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran example non example. Berdasarkan hal tersebut model pembelajaran example non example berhasil di terapkan pada kelas IV B SDN Kedungkandang 2 Kota Malang. (2) Model pembelajaran example non example pada kegiatan menulis deskripsi dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi dilihat dari  hasil belajar siswa kelas IV B SDN Kedungkandang 2 Kota Malang. Hal ini dapat dibuktikan dengan ketuntasan hasil evaluasi siswa yang selalu meningkat dari tiap tahap. Hasil ketuntasan belajar siswa dari pratindakan sebesar 5  siswa meningkat menjadi 6 siswa pada siklus I pertemuan 1, meningkat menjadi 10 siswa pada siklus I pertemuan 2, meningkat lagi menjadi 17 pada siklus II pertemuan 1, dan meningkat menjadi 20 siswa dari jumlah siswa sebanyak 20 pada siklus II pertemuan 2. Penelitian ini diharapkan bagi guru untuk dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan dan meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan menulis deskripsi; bagi siswa diharapkan dapat meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa; bagi sekolah/lembaga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu teknik untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar; dan bagi peneliti lain diharapkan dapat dijadikan bahan perbandingan untuk penelitian-penelitian sejenis dan bisa ditindak lanjuti sehingga pembelajaran menulis deskripsi semakin berkembang

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇