Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Peningkatan Hasil Belajar dalam Menentukan FPB dan KPK dengan Kartu Bilangan Prima Pada Siswa Kelas V SDN Tenggilisrejo Pasuruan
ABSTRAK Nasution, Kartini. 2011. Peningkatan Hasil Belajar dalam Menentukan FPB dan KPK dengan Kartu Bilangan Prima Pada Siswa Kelas V SDN Tenggilisrejo Pasuruan. Elektronik Tugas Akhir, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Goenawan Roebyanto, M.Pd. Kata Kunci: hasil belajar, FPB dan KPK, kartu bilangan prima Berdasarkan observasi peneliti pembelajaran matematika di kelas V SDN Tenggilisrejo Pasuruan bahwa setelah siswa menerima penjelasan tentang materi menentukan FPB dan KPK, siswa mengerjakan soal latihan yang ada di papan tulis. Hal tersebut membuat siswa merasa bosan dan kurang tertarik terhadap pelajaran matematika. Untuk mengatasi hal ini, peneliti mencoba untuk menerapkan pembelajaran menggunakan media kartu bilangan prima pada siswa kelas V SDN Tenggilisrejo Pasuruan. Penerapan pembelajaran matematika menggunakan kartu bilangan prima membimbing siswa untuk mengembangkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pembelajaran dengan menggunakan kartu bilangan prima untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam menentukan FPB dan KPK pada siswa kelas V dan mendeskripsikan penerapan pembelajaran dengan menggunakan kartu bilangan prima untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menentukan FPB dan KPK pada siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model kolaboratif. Dimana peneliti bekerjasama dengan guru matematika kelas IV SDN Tengilisrejo Pasuruan. Penelitian dilaksanakan di SDN Tenggilisrejo sebanyak 2 siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian sebanyak 40 siswa. Indikator keberhasilan siswa telah tuntas belajar bila mencapai skor 60% atau nilai 60, dan kelas dikatakan tuntas belajar apabila 70% siswa telah mencapai nilai minimal 60. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dua hasil simpulan. Pertama, siswa kelas V SDN Tenggilisrejo lebih aktif dan antusis dalam pembelajaran matematika dengan menggunaka media kartu bilangan prima daripada pembelajaran sebelumnya. Kedua, hasil belajar siswa kelas V SDN Tenggilisrejo meningkat setelah menggunakan media kartu bilangan prima, meskipun ada 3 siswa yang belum tuntas.
Penerapan Model Pembelajaran Short Card untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pembelajaran IPA Materi Gaya di SDN Oro Oro Pule
ABSTRAK Hariyanto, Dody. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Short Card untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pembelajaran IPA Materi Gaya di SDN Oro Oro Pule . Elektronik Tugas Akhir. Program Studi SI Pendidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Goenawan Roebyanto, M.Pd Kata Kunci : Pembelajaran, IPA, Model Pembelajaran Short Card Pembelajaran IPA Kelas IV di SDN Oro Oro Pule pada materi gaya, guru terlalu mendominasi dalam pembelajaran, siswa hanya diminta untuk duduk, dengar dan catat. Penggunaan pembelajaran ini terlalu kaku dan membosankan bagi siswa. Berdasarkan pengamatan dari peneliti bahwa hasil ulangan siswa, hanya 5 siswa yang mendapat nilai memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan yaitu 75, sedangkan sisanya dibawah KKM. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Short Card dalam meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV SDN Oro Oro Pule Kabupaen Pasuruan, dan mendeskripsikan aktivitas siswa kelas IV SDn Oro Oro Pule, serta mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas IV SDN Oro Oro Pule Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN Oro Oro Pule Kabupaten Pasuruan sebanyak 2 siklus. Setiap silus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah 25 siswa. Hasil penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Short Card dapat meningkatkan proses belajar mengajar dibuktikan dengan pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1 hanya 51,6% pada siklus 2 meningkat menjadi 100%, juga meningkatkan aktivitas siswa pada setiap siklus saya aktivitas siswa mencapai37,2% pada siklus 2 meningkat 86,8%, serta hasil belajar siswa kelas IV SDN Oro Oro Pule pada siklus 1 nilai rata-rata adalah 66,8 pada siklus 2 meningkat menjadi 76,4 mengalami kenaikan 9,8. Sesuai dengan indikator keberhasilan bila telah mencapai 75 berarti tuntas. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan dan saran dapat disampaikan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Short Card dapat meningkatkan pembelajaran IPA dalam materi gaya.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PECAHAN SISWA KELAS V SDN PANDANREJO 1 KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Ramai, Sri. 2011. Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD untuk meningkatkan Prestasi Belajar Pecahan Siswa Kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2010/2011,Ujian Akhir Program, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan KSDP SI PGSD-PJJ, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Lia Yuliati, M. Pd. Kata kunci: prestasi belajar, matematika, model kooperatif Berdasarkan hasil obserfasi yang dilakukan di SDN Pandanrejo 01 pada saat pembelajaran guru terbiasa menjelaskan cara menyelesaikan soal pecahan, guru terbiasa memberikan contoh dipapan tulis dan kemudian memberikan soal untuk dikerjakan, guru terbiasa tidak memberikan kesempatan pada siswa untuk kreatif dan aktif menemukan jawaban / pemecahan sendiri, guru terbiasa tidak menggunakan media dalam pembelajaran. Permasalahan inilah yang menyebabkan prosentase hasil belajar siswa menurun, khususnya dalam mata pelajaran matematika presentase hasil belajar siswa hanya mencapai 55% dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 60 untuk mata pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan : mendeskripsikan penerapan pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD pada siswa kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir, dengan menerapkan pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir dengan menerapkan pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD. Rancangan yang digunakan alam penelitian ini adalah menggunakan rancangan penelitian pendekatan kualitatif, karena data yang dikumpulkan berbentuk kata atau kalimat bukan angka. Sedangkan jenis PTK yang digunakan adalah kolaborasi yang dilaksanakan 2 siklus yang meliputi : 1.) perencanaan tindakan, 2.) tindakan, 3.) pengamatan 4.) refleksi. (1) hasil belajar siswa pada tes awal nilai rata-rata 41,53, siklus 1 nilai rata-rata 57,38 dan siklus 2 nilai rata-rata 80,76. (2) aktifitas siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari tes awal 23,07%, siklus 1 menjadi 26,93%, dan siklus 2 mencapai 65,38%. Penerapan model kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar tentang pecahan siswa SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Penerapan model kooperatif tipe STAD dapat mempermudah siswa mencapai prestasi belajar tentang pecahan khususnya bagi siswa kelas V SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Dalam penerapan model kooperatif tipe STAD hendaknya guru dapat mengembangkan lagi penggunaannya. Sehingga siswa mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan oleh guru dan memperoleh nilai sesuai dengan KKM yang diharapkan.
Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk menigkatakan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Pada Siswa Kelas IV Dengan Pokok Bahasan Sistem Pemerintahan Pusat Di SDN Kiduldalem1 Kota Malang
ABSTRAK SIRLOY, ZET. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk menigkatakan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Pada Siswa Kelas IV Dengan Pokok Bahasan Sistem Pemerintahan Pusat Di SDN Kiduldalem1 Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing 1): Dra, Nur Hanifah M.Pd.(2) Dr, I Made Suardana S.Pd.M.Pd Kata Kunci:Role Playing, aktivitas dan hasil Belajar, PKn, SD. PKn merupakan mata pelajaran yang memegang peranan penting karena berhubungan dengan sikap atau mental anak dimasa datang. Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran PKn harus mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil observasi awal ditemukan bahwa siswa di SDN Kiduldalem 01 Kota Malang belum menerapkan Model Role Playing. Sebagian siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan kelas 75%. Berdasarkan hal tersebut, Model Pembelajaran Role Playing Sangat tepat digunakan dalam proses pembelajaran, karena dapat mencakup tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Mendiskripsikan Penerapan Model Role Playing dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas IV SDN Kiduldalem 01; 2)Mendiskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar PKn pada pokok bahasan sistem pemerintahan pusat melalui Model Pembelajaran Role Playing siswa kelas IV SDN Kiduldalem 01.3) Mendeskripsikan penerapan Model Pembelajaran Role Playing untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas IV SDN Kiduldalem 1 Penelitian ini menggunakan Model penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus, siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika telah mencapai nilai standar minimal 75 dengan ketuntasan belajar kelas 80%.Subjek penelitian ini adalah guru dan 29 siswa kelas IV SDN Kiduldalem 01. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi,wawancara,dan tes. Sedangkan intrumen pengumpulan data yang digunakan berupa pedoman wawancara, APKG I dan II, , post test. Dari hasil analisis data menunjukan bahwa: 1) pada pembelajaran PKn siklus I mencapai prosentasi keberhasilan 65;dan pada siklus II mencapai prosentase keberhasilan 80; 2) untuk aktifitas belajar siswa secara klasikal pada siklus I mencapai nilai rata-rata 62,50% dan pada siklus II mencapai nilai rata-rata kelas 74,15%; 3) Untuk hasil belajar siswa pada waktu pra tindakan (sebelum penerapan model pembelajaran Role Playing mencapai rata-rata kelas 59,31% Selanjutkan peniliti menyarankan kepada guru agar dapat menerapkan model pembelajaran Role Playing pada pembelajaran PKn denga kompetensi lain atau mata pelajaran lain, dengan demikian siswa dapat mengembangkan potensi diri melalui Role Playing
Penerapan Pendekatan Pemecahan Masalah Heuristik 1 untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pengurangan Bilangan Bulat Kelas IV SD
ABSTRAK Tri SA., Ririn 2010. Penerapan Pendekatan Pemecahan Masalah Heuristik 1 untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pengurangan Bilangan Bulat Kelas IV SD., Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing. Dra. Sri Harmini, S.Pd, M. Pd Kata Kunci : Heuristik I, Hasil Belajar, Bilangan Bulat. Hasil observasi awal di SDN Pandanrejo 01 pada saat pembelajaran pengurangan bilangan bulat, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa penyebab kesulitan siswa yaitu : (1) Siswa belum mengerti tentang konsep dasar operasi pengurangan bilangan bulat, (2) Guru belum menggunakan media dalam pembelajaran yang tepat , (3) Guru belum menerapkan pendekatan pemecahan masalah Heuristik I dalam pembelajaran. Pembelajaran yang monoton sering membuat siswa salah tafsir dalam menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru. Hal ini terbukti bahwa setelah proses pembelajaran berlangsung selama pra tindakan diketahui 12 anak dari 25 anak atau sebanyak 48 % kelas IV masih mendapatkan hasil belajar di bawah kriteria ketuntasan minimum (KKM), sedangkan yang berhasil masih 52% saja. Padahal pada saat ini kriteria Ketuntasan yang harus dicapai adalah di atas 60 %, jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran mengenai materi pokok pengurangan bilangan bulat pada siswa kelas IV di SD Pandanrejo 01 pada fase pra tindakan belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan : Mendeskripsikan keterlaksanaan pendekatan pemecahan masalah Heuristik I terhadap hasil belajar operasi pengurangan bilangan bulat dan mengetahui sejauhmana pendekatan pemecahan masalah Heuristik I dapat meningkatkan hasil belajar operasi pengurangan bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN Pandanrejo 01. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis PTK diterapkan model pelaksanaan penelitian guru sebagai peneliti dan penelitian dilaksanakan dua siklus. Pada penerapan bahwa hasil belajar siswa pada pra tindakan mencapai 52%, selanjutnya pada siklus I adalah 72 %, yang berarti terjadi peningkatan sebesar 20 %. Pada pelaksanaan siklus I dinyatakan belum berhasil karena belum mencapai ketuntasan individu maupun kelompok. Pada siklus II pertemuan adalah 96 %, yang berarti ada peningkatan sebesar 44 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan pemecahan masalah Heuristik I dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Disarankan guru diharapkan dapat menerapkan langkah-langkah pelaksanaan pendekatan heuristik 1 melalui kegiatan menggambar atau membuat diagram serta hendaknya menggunakan media yang tepat dan yang bersifat menyenangkan bagi siswa agar hasil yang dicapai dapat lebih maksimal
Upaya Meningkatkan Pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Bandungrejosari I Kota Malang melalui Model Attention Relevance Confidence Satisfaction (ARCS)
ABSTRAK Riyani. 2011. Upaya Meningkatkan Pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Bandungrejosari I Kota Malang melalui Model Attention Relevance Confidence Satisfaction (ARCS). Skripsi, Jurusan KSDP, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Agus Triwidjaja, M. Pd, (II) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd. Kata kunci: Pembelajaran IPA, SD, Model ARCS Model ARCS merupakan model pembelajaran yang menitik beratkan pengelolaan dan peningkatan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada saat pembelajaran IPA di kelas IV SDN Bandungrejosari I Kota Malang didapatkan fakta bahwa pembelajaran yang dilakukan masih berpusat pada guru, pembelajaran kurang bervariasi, aktivitas siswa terlihat kurang aktif dan banyak yang mengantuk. Dari nilai siswa pada materi menggolongkan hewan berdasarkan makanannya menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 48,88 dengan ketuntasan kelas 13%, sedangkan KKM yang ditentukan adalah 70.00 untuk hasil belajar dan 75% untuk ketuntasan kelas. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan upaya perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran ARCS. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan (1) penerapan model ARCS untuk meningkatkan pembelajaran IPA, (2) aktivitas siswa selama pembelajaran dengan model ARCS, (3) hasil belajar siswa setelah diterapkan model ARCS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif model kolaboratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Bandungrejosari I Kota Malang. Dalam penelitian ini peneliti menjadi pengajar dan guru mata pelajaran IPA sebagai pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran ARCS pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Bandungrejosari I Kota Malang dengan standar kompetensi “Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya” dapat dilaksanakan dengan baik sesuai rencana. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan keberhasilan guru dalam menerapkan model ARCS pada siklus I yaitu 75% dan meningkat pada siklus II menjadi 92,5%. Aktivitas siswa meningkat, siklus I 10,80% menjadi 12,71% pada siklus II. Hasil belajar juga meningkat dari rata-rata 62,82 dengan ketuntasan 46% pada siklus I menjadi rata-rata 70,64 dengan ketuntasan kelas mencapai 92% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan dalam menerapkan model ARCS ini hendaknya guru mempersiapkan rencana pembelajaran yang matang, Pembelajaran hendaknya terpusat pada siswa, guru memberikan penghargaan berupa hadiah kecil pada siswa yang aktif dalam pembelajaran
Penerapan Model Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS pada siswa kelas V SDN Madyopuro I Kecamatan Kedungkandang Kota Malang,
ABSTRAK Quantum Teaching merupakan salah satu model pembelajaran yang sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah apalagi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Dengan penerapan model quantum teaching terlihat jelas bahwa motivasi dan hasil belajar siswa sangan meningkat. Quantum Teaching adalah model pembelajaran yang menguraikan cara- cara baru dalam memudahkan belajar proses belajar mengajar, lewat pemanduan unsur seni dan pencapaian- pencapaian yang terarah. Selain itu quantum teaching merupakan panduan praktis dalam belajar yang berusaha mengakomodir setiap bakat siswa atau dapat menjangkau setiap siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang mana permasalahan diperoleh dari dalam kelas. Sementara pendekatan penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif.Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; hasil pra tindakan rata-rata hasil belajar siswa 27.90%, Setelah titerapkan pembelajaran model quantum teaching pada siklus I dan siklus II maka, pada hasil pos tes siklus I hanya 28 (65.12 %) siswa yang mampu memperoleh nilai di atas standar keberhasilan yang ditetapkan (64.76 %) dan 15 (34.88%) siswa lainnya belum mencukupi standar yang ditetapkan dengan rata-rata kelas adalah 66.62 %. Sedangkan pada siklus dua rata-rata kelas meningkat menjadi 41 (95.34 %) siswa, dan tingkat keberhasilan siswa berkurang menjadi 2 (4.62 %) siswa. Oleh karena itu secara klasikal rata-rata nilai siswa dalam kelompok maupun individu siswa belum berhasil, karena masih ada 2 siswa belum berhasil dalam proses pembelajaran, sedangkan yang berhasil hanya 41 siswa. Dengan diterapkankannya model quantum teaching terjadi peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V SDN Madyopuro 1 Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rujukan dan menambah wawasan pengetahuan bagi peneliti lain, sebagai upaya dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Quantum Teaching baik dalam pembelajaran IPS maupun pada pembelajaran yang lain
Peningkatan Pemahaman Konsep Belajar PKn melalui Metode Penugasan pada siswa kelas V SDN Dawuhan 01 Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2010/2011
ABSTRAK Kokaryanto, Nanang, 2011. Peningkatan Pemahaman Konsep Belajar PKn melalui Metode Penugasan pada siswa kelas V SDN Dawuhan 01 Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2010/2011. E-Tugas Akhir, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan PraSekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Lia Yuliati, M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran melalui metode penugasan, pemahaman konsep Penelitian ini dimaksudkan sebagai upaya memperbaiki proses pembelajaranPKn melalui model pembelajaran dengan metode penugasan . Salah satu model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dalam pembelajaran.Pada penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakn Kelas. Data yang didiskripsikan meliputi kegiatan pembelajaran, data hasil observasi keaktifan siswa, dan data observasi belajar siswa. Adapun subyek penelitian adalah siswa SDN Dawuhan 01 kecamatan Poncokusumo.Hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan prosentase dari 61 pada siklus 1 menjadi 66 pada siklus 2.Kesimpulan yang diperoleh adalah melalui model pembelajan melalui penugasan metode dapat meningkatkan pemahaman konsep belajar PKn yang menunjukkan ketuntasan belajar semakin baik/meningkat
Penerapan Model Eksperimen untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA pada siswa Kelas V di SDN Kotalama 2 Malang
ABSTRAK Aries, Sofya. 2011. Penerapan Model Eksperimen untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA pada Siswa Kelas V SDN Kotalama Malang. UAP, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing : Drs. H. Ahmad Samawi. M. Hum Kata Kunci : Eksperimen, Pembelajaran IPA, Aktivitas siswa, Hasil Belajar Pengamatan yang telah dilaksanakan di SDN Kotalama 2 Malang dapat diketahui beberapa permasalahan yang timbul pada pembelajaran IPA. Adapun rincian dari permasalahan yang timbul : (1) kedudukan dan fungsi guru dalam kegiatan pembelajaran cenderung masih dominan. (2) penggunaan sistem pembelajaran yang konvensional yaitu siswa hanya diberi pengetahuan secara lisan (ceramah) dan pemberian tugas saja sehingga siswa menerima pengetahuan secara abstrak, siswa tidak diberi kesempatan untuk mengidentifikasi dan menemukan sendiri konsep IPA. (3) Nilai rata-rata ulangan harian semester II Kompetensi Dasar " Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya" masih di bawah Standar Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan oleh sekolah tersebut yaitu > 70. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) pelaksanaan pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya melalui eksperimen di kelas V SDN Kotalama 2 Malang; (2) peningkatan aktivitas belajar siswa dengan penggunaan eksperimen di kelas V SDN Kotalama 2 Malang. (3) peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan model eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan : Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Kotalama 2 Malang yang terdiri dari 35 siswa dengan rincian 20 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. . Instrumen penelitian berupa pedoman observasi, dokumentasi dan soal tes. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) penerapan model eksperimen dalam pembelajaran IPA dapat dilaksanakan dengan baik ini terbukti dari hasil observasi skor rata-rata 61 dengan presentase 87,1% pada pertemuan 1, skor rata-rata 65 dengan persentase 92,9 % pada pertemuan 2, skor rata-rata 64 dengan persentase 91,4% pada pertemuan 3 dan meningkat pada pertemuan 4 menjadi 67(skor rata-rata) dengan persentase 95,7%. (2) Adanya peningkatan aktivitas belajar siswa diantaranya mulai dari pertemuan 1 sampai pertemuan ke 4 yaitu 66,7% (pertemuan 1), 78,7% (pertemuan 2), 74,7 % (pertemuan 3) menjadi 88 % pada pertemuan 4. (3) Adanya peningkatan hasil belajar siswa dari pertemuan 1 dengan rata-rata kelas 78, nilai rata-rata kelas 79 pada pertemuan 2, nilai rata-rata kelas 81 pada pertemuan 3 dan nilai rata-rata kelas 88 pada pertemuan 4. Saran bagi guru hendaknya menerapkan model eksperimen dalam pembelajaran IPA sebagai inovasi dalam pembelajaran.
THE EFFECTIVENESS OF PUPPET MEDIA IN IMPROVING THE THIRD GRADE STUDENTS MASTERY ON SOCIAL SDN PONGGOK KABUPATEN KEDIRIARINI KURNIA SARI Abstrak: Learning outcomes in social studies class III SDN Ponggok Kediri less satisfactory, of 34 students only 12 st
ARINI KURNIA SARIAbstrak: Learning outcomes in social studies class III SDN Ponggok Kediri less satisfactory, of 34 students only 12 students who have reached the limit value of minimum completeness criteria (KKM), at 65. Based on this observation because the teacher is too dominated the learning so that learning is not fun. In addition teachers who teach in the SDN Ponggok still not able to select and use appropriate media. One effort to create a fun learning is to use learning media.To overcome these problems, it is necessary to the selection of instructional media appropriate to the learning materials that stick puppet media types of work to improve student learning activities so that its value can also be increased. The purpose of this study were (1) To describe the use of media in learning IPS stick puppets in the SDN Ponggok Kediri, (2) To describe the use of a stick puppet media can improve learning outcomes IPS third grade students of SDN Ponggok.The results showed at pre-action stage only 12 students or 35.29% of the 34 students who completed study. Once applied media dolls stick with the method of discussion at the meeting to the I cycle I increased to 18 students or 53% of 34 students. While on cycle I to II meeting student learning outcomes has increased to 20 students or 59% of 34 students. But the results are still not up to the expectations of researchers that conducted the cycle II. In the second cycle to the second meeting of researchers used a stick puppet media by selecting the method of playing a role, students who completed the study increased by 25 students or 73.25% of the 34 students who completed study. At the second meeting of the second cycle learning outcomes of students has increased to 28 students or 83.35% from 34 students.Based on these results we can conclude that through the use of media and stick puppet-show in a concrete demonstration of the duties of each job to make students more comfortable and enjoy learning so that teachers' understanding of the material presented can be understood by students than by the method of discussion. Advice for teachers in using the media should have to adjust with the submitted materials and the selection of appropriate methods for learning objectives can be achieve