Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    Penggunaan Media Gambar Seri Dalam Meningkatkan Ketrampilan Bercerita Pada Anak Kelompok A TK AL Hidayah 01 Talun

    No full text
    ABSTRAK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERCERITA PADA ANAK KELOMPOK A DI TK AL HIDAYAH 01 TALUN   Siti Julaikah   Abstract: The background of this research is the learning activity when students tell the story about them self or the experiencethey have. Kindergarden students do not really like the story telling activiy, because they think that it is hard to do. Some children are able to tell the story, but not in good way and there is some space or stop in the middle of story telling, even some are just keep onm silent without words. Story telling by using media still seldom to be done among teachers, especially the picture series media. The purpose of this research is to answer how the use of picture series media to improve the story telling skill and wheter teh picture series media can improve the story telling skill to students group A kindergarden Al Hidayah 01 Talun. this research is to answer the problem statemnt in kindergarden Al Hidayah 01 Talun. the method of this study in Classroom Action Research (CAR) cycle type. In every cycle consist of some steps that is planning, doing, observing, and reflecting. In this research there is also a collaboration with teacher in group A class. The result of this research show that picture series media really helps students to improve the story telling skill in kindergarden Al Hidayah 01 Talun. this is can be proven from the increading score of process from preactivity  until cycle II, the increasing is 30,9% which is consists of : preactivity 33,3%, cycle I 64,2%, and cycle II 77,6%. It can be summarized that the use of picture media can improve the storu telling sjill through the story telling activity using picture series. The result of this research shows : the use of picture series can improve the story telling skill of students through sharing and asking activy. By doing asking and answering, using picture series media given by the teacher can train students to share their idea and the inspiration is from picture series media, and it is suggested that the story telling activity using picture series media can be done to improve the story telling skill for student the picture series media is supposed to be interesting so that the students have interest to tell the story. Teacher should prepare the learning media and all of the stuff to make the class in a good condition so the subject explained by the teacher can be understand by the students. The teacher should also motivate the students to do something new.   Key Words: skill, picture series media, story tellin

    PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK

    No full text
    ABSTRAK   Rusnanik, Endang. 2011. Penerapan Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pengukuran  Berat  Siswa Kelas III SDN Gondowangi 01 Kecamatan Wagir. Ujian Akhir Program, Program Studi PJJ S-1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd   Kata kunci: model pembelajaran tematik, hasil belajar, pengukuran berat, pembelajaran SD   Hasil observasi terhadap siswa kelas III di SDN Gondowangi 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang siswa kurang mampu memahami pengukuran berat yang disampaikan. Siswa merasa kesulitan dalam mengidentifikasi satuan berat serta penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.. Hal ini dikarenakan dalam proses pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan fakta tersebut peneliti mengadakan penelitian dengan tujuan: mendeskripsikan langkah-langkah penerapan pembelajaran tematik, mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa dan mendiskripsikan peningkatan pemahaman pengukuran berat siswa kelas III melalui pembelajaran tematik  pada mata pelajaran Matematika di SDN Gondowangi 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model kolaboratif, yaitu kerjasama antara peneliti dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran tematik yang dikolaborasikan dengan metode pembelajaran diskusi kelompok mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN SDN Gondowangi 01 Wagir Kabupaten Malang. Peningkatan rata-rata aktivitas belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 13,3%, peningkatan prosentase ketuntasan belajar kelas yang menunjukkan tingkat pemahaman siswa terhadap teks cerita anak dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 31%. Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran tematik dapat meningkatkan aktivitas, dan hasil belajar siswa kelas III di SDN Gondowangi 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Saran kepada guru-guru hendaknya memilih model pembelajaran yang sesuai dan efektif dalam penyampaian materi pelajaran Matematika. Guru dapat menerapkan dan mengembangkan model pembelajaran kooperatif  pada pembelajaran Matematika ke dalam kompetensi atau tema-tema yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah masing-masing karena terbukti dengan menerapkan model pembelajaran tematik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran.

    Lestari, Dwi Setyo Muji. 2011. Penerapan Model Group Investigation untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN Jabung 1 Kab. Malang . Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan

    No full text
    Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, IPA, Model Group InvestigationBerdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti sebelum melaksanakan penelitian diperoleh informasi bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Jabung 1 tahun pelajaran 2011/2012 masih tergolong rendah, hal ini disebabkan karena dalam mengajar guru hanya mengajarkan prosedur isi materi tanpa melibatkan siswa untuk ikut berpikir dalam menyelesaikan masalah, maupun menemukan sendiri konsep-konsep baru.Pernyataan ini sesuai dengan kenyataan hasil ulangan pada ujian kenaikan kelas yang rata-ratanya 60 dan kenyataan ini menunjukkan hasil belajar siswa yang masih berada dibawah standar SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimum) sekolah, yaitu 65. Berdasarkan hal itu maka peneliti menganggap penting untuk menerapkan model pembelajaran Group Investigation untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Penerapan model Group Investigatian pada pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Jabung 1 Kab. Malang (2) Penerapan Model Group Investigation terhadap aktivitas belajar siswa (3) Penerapan Model Group Investigation terhadap hasil belajar siswa .Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan, serta tes untuk memperoleh data hasil belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data berupa angka sebagai pendukung. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan ditemukan hal-hal sebagai berikut: (1) Penerapan model Group Investigation berhasil diterapkan dengan baik dengan perolehan skor akhir 87 dan masuk pada kategori taraf keberhasilan sangat baik. (2) Aktivitas belajar siswa meningkat dengan perolehan skor akhir 83 dan masuk pada kategori taraf keberhasilan sangat baik. (3) Hasil belajar siswa meningkat dengan perolehan rata-rata kelas adalah 72 dan sebanyak 32 siswa yang tuntas belajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.Saran yang dapat peneliti sampaikan adalah untuk menerapkan model Group Investigation pada siswa kelas tinggi, karena penguasaan kelasnya akan lebih mudah. Sebaiknya mengaplikasikan pada materi IPA yang lain yang menuntut adanya analisis dan pemecahan masalah secara berkelompo

    PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI METODE SOSIODRAMA DRAMA DI KELAS V SDN SENTUL 1 KOTA BLITAR

    No full text
    ABSTRACT  Mawanti, Wida Astu. 2011.  Skill step-up converses To Pass Through Sosiodrama's Method at brazes v SDN Sentul 1 Blitar's City Paper, Majors to Elementary School education and Prasekolah, Education Knowledge faculty, Baleful Country university. Counsellor: (I. ) Dr. H. Alif Mudiono, M. Pd, (II.) Dra. Sri Nuryati, M. Pd Key word : speaking skill, sosiodrama's method             On early observation to be gotten that data at the moment learning, teacher is still utilize conventional method. Besides,of result data studies indonesian point out that student was wonted speaking at ease.  Students speaking skill which contemn it, in a general way unaccustomed student converses by pronunciation and intonation that really. It begets 73% student don't reach KKM that talah is established which is 70. Base that thing therefore, need arranged observational one aim to: (1 ) describe sosiodrama's method implement in increase student speaking skill brazes v SDN Sentul 1 Blitar's City (2 ) describe ability step-up converse class student v SDN Sentul 1 Blitar's Cities passes through sosiodrama.Observational method that is utilized is descriptive observational method kualitatif. Observational type that is used in this paper writing is Observational Action braze (PTK). Approaching that is utilized in this research is kualitatif's approaching. This research consisting of two cycles. Every cycling executed with step as follows: (1 ) plannings, (2 ) performings, (3 ) watches, and (4 ) reflections. Meanwhile data collecting tech that is utilized is observation, interview, essay and documentation.This observational result points out that impersonation learning performing drama figure via methodics sosiodrama can increase student speaking skill brazes v SDN Sentul 1 one pointed out by average value on pratindakan 61,33, on i. cycle 65, and cycle II. 74. Learned thoroughness on pratindakan as big as 27%, i. cycle as big as 63%, and cycle II. 95%.  Base observational result gets to be concluded that figure impersonation learning drama by use of method sosiodrama can increase student studying result. To it is suggested that teacher utilizes to methodic sosiodrama because besides gets to increase speaking skill, can also meningktakan usufruct student studyin

    penggunaan media kartu domino untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar dalam operasi hitung perkalian siswa kelas IV SDN Jatimulyo 01 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Risdiayu, Ajeng. 2011. Penerapan Media Kartu Domino Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Dalam Operasi Hitung Perkalian  Siswa Kelas IV SDN Jatimulyo 01 Kota Malang.  Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dra. Endang Setyowinarni, M.Pd; (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd,. M.Pd   Kata kunci : media kartu domino, aktivitas, hasil belajar.   Dalam KBM peneliti melakukan observasi awal dengan mengamati aktivitas siswa dan aktivitas guru. Ditemukan beberapa permasalahan pada pembelajaran Matematika yaitu (1) guru masih mendominasi kegiatan pembelajaran didalam kelas, (2) siswa hanya sebagai subjek yang kurang aktif dan kegiatan yang dilakukan siswa hanya mengamati, mendengar, dan mencatat, (3) siswa tidak mendapat kesempatan untuk melakukan atau mencoba menemukan sendiri tentang apa yang dipelajari. Untuk itu diperlukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan media kartu domino perkalian. Media kartu domino perkalian  adalah media kartu yang berbentuk persegi panjang yang berisikan bilangan untuk permainan operasi perkalian. siswa. Siswa yang paling dulu habis kartunya atau paling sedikit sisanya akan menjadi pemenang, dan pemain yang paling akhir membuang kartu atau paling banyak sisanya adalah siswa yang kalah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan media kartu domino perkaliandalam operasi hitung perkalian, (2) mendeskripsikan media kartu domino perkalian dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Jatimulyo 01 Kota Malang, (3) mendeskripsikan media kartu domino perkalian dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Jatimulyo 01 Kota Malang.. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan prosedur penelitian yang dilaksanakan 2 siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.  Adapun pendekatan penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah 28 siswa kelas IV SDN Jatimulyo 01 Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kartu domino perkalian dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV. Ini terbukti pada siklus I skor rata-rata aktivitas siswa sebesar 57% dan pada siklus II skor rata-rata aktivitas siswa meningkat menjadi . Pada hasil belajar siklus I, skor rata-rata hasil belajar siswa 70,63% dengan 19 (61%) siswa yang mengalami tuntas belajar dan 9(39%) siswa yang belum tuntas belajar. Siklus II mengalami peningkatan pada skor rata-rata siswa yaitu 76% dengan 22 (71%) siswa mengalami tuntas belajar secara klasikal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan media kartu domino perkalian dapat meningkatkan aktivitas siswa di dalam kelas dan hasil belajar siswa juga meningkat. Disarankan agar guru dapat menggunakan kartu perkalian pada pembelajaran dengan cara memberikan bimbingan pada siswa dengan cara belajar melalui bermain agar siswa tidak merasa bosan.

    Penerapan Model Learning Cycle (LC) 5 Fase untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas V-B SDN Bareng 01 Kecamatan Klojen Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Ningsih, Setiyani Eka. Penerapan Model Learning Cycle (LC) 5 Fase untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas V-B SDN Bareng 01 Kec. Klojen Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Agus Tri W, M.Pd, (II) Drs. Sutrisno, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci : Pembelajaran IPA, Model Learning Cycle (LC) 5 fase. Pembelajaran IPA pada siswa kelas V-B SDN Bareng 01 masih rendah, berdasarkan observasi awal ditemukan bahwa dalam pembelajaran guru selalu menyampaikan informasi materi dengan berceramah. Aktivitas siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru kemudian mengerjakan soal-soal. Pembelajaran tersebut mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 54℅ dengan rata-rata kelas mencapai 55,3. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) bagaimana penerapan pembelajaran dengan model Learning Cycle (LC) 5 Fase untuk meningkatkan pembelajaran IPA Siswa kelas V-B SDN Bareng 01, (2) aktivitas siswa kelas V-B SDN Bareng 01 setelah diterapkan model Learning Cycle 5 Fase, (3) hasil belajar siswa kelas V-B SDN Bareng 01 setelah diterapkan model Learning Cycle 5 Fase. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif sedangkan jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Untuk mengumpulkan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, catatan lapangan serta tes. Sedangkan instrumennya berupa lembar observasi penyusunan RPP dengan model LC 5Fase, Lembar observasi Penerapan Model LC 5 Fase, Lembar observasi aktivitas siswa, Lembar catatan lapangan serta lembar soal tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Model Learning Cycle (LC) 5 Fase dapat meningkatkan pembelajaran IPA. Terbukti pada pembelajaran yang sudah dilaksanakan, siswa terlibat langsung dalam pembelajaran sedangkan guru sebagai fasilitator. Prosentase Keberhasilan penyusunan RPP pada siklus 1 mencapai 97,2℅ meningkat pada siklus 2 menjadi 100℅ sedangkan Prosentase untuk keberhasilan guru dalam menerapkan model pada siklus 1 mencapai 85,1℅ dan meningkat pada siklus 2 menjadi 96,3℅. Aktivitas Siswa Kelas V-B setelah diterapkan model LC 5 Fase pada pembelajaran IPA meningkat. Hal ini terbukti dengan skor rata-rata kelas dari siklus 1 yang hanya mencapai 68 meningkat pada siklus 2 menjadi 73,2. Dan Hasil belajar Siswa Kelas V-B setelah diterapkan model LC 5 Fase pada pembelajaran IPA meningkat. Hal ini dapat dilihat hasil belajar pada siklus 1 skor rata-rata kelas mencapai 65,5 sedangkan pada siklus 2 meningkat menjadi 72,8. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru (1) dalam melaksanakan pembelajaran dengan model LC 5 Fase memerlukan persiapan yang matang, (2) sebaiknya guru lebih dapat mengelola kelompok dan kelas, (3) guru lebih menguasai materi dan waktu dalam pembelajaran

    PENERAPAN STRATEGI PAIR CHECK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGARANG SISWA KELAS III SDN PAGENTAN 05 SINGOSARI

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Nurul. 2011. Penerapan Strategi Pair Check dengan Menggunakan Gambar Seri untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa Kelas III SDN Pagentan 05 Singosari. UAP, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Musa Sukardi,M.Pd.   Kata Kunci : Strategi Pair Check, Media Gambar Seri, Mengarang.   Tingkat kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 sangat rendah, hal ini disebabkan karena guru kurang menerapkan strategi yang beragam dan jarang menggunakan media pembelajaran dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Secara umum tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri terhadap kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari, serta mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis karangan siswa dengan menerapkan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari yang berjumlah 51 siswa. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa hasil menulis karangan siswa berdasarkan gambar seri dari aspek EYD, ide cerita, serta keruntutan kata dan kalimat. Kemampuan mengarang yang dapat dicapai oleh siswa pada siklus I pertemuan 1 mencapai rata-rata 61, pada pertemuan 2 rata-rata nilai naik menjadi 70. Sedangkan pada siklus II rata-rata nilai kemampuan mengarang meningkat menjadi 80, SKBM untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kecamatan Singosari adalah 70. Ini berarti sudah memenuhi SKBM yang telah ditentukan. Pada penelitian ini nilai rata-rata siswa mencapai 80, ini berarti secara klasikal telah dianggap tuntas belajar dan terjadi peningkatan kemampuan mengarang. Hendaknya guru dapat menerapkan strategi pair check dalam pembelajaran mengarang, serta menggunakan media gambar seri. Karena dengan menerapkan strategi pembelajaran yang dipadukan dengan menggunakan media pembelajaran  dapat meningkatkan kemampuan siswa, serta aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.

    Penerapan Model Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran dan Pemahaman Cerita Anak pada Siswa Kelas V SDN Ngijo 01 Karangploso Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Ulum, Miftachul. 2011. Penerapan Model Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran dan Pemahaman Cerita Anak pada Siswa Kelas V SDN Ngijo 01 Karangploso Malang. Ujian Akhir Program, Program Studi PJJ S-1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Drs. H. Sutarno, M.Pd   Kata kunci: model pembelajaran Two Stay Two Stray, aktivitas belajar, pemahaman teks cerita pendek, pembelajaran SD   Hasil observasi terhadap siswa kelas V di SDN Ngijo 01 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang siswa kurang mampu memahami teks cerita yang disampaikan. Siswa merasa kesulitan dalam mengidengtifikasi unsur-unsur intrinsik dalam cerita, seperti: tema cerita, tokoh cerita beserta karakternya, latar cerita, alur cerita, dan amanat cerita. Hal ini dikarenakan dalam proses pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan fakta tersebut peneliti mengadakan penelitian dengan tujuan: mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray, mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa dan mendiskripsikan peningkatan pemahaman teks cerita pendek siswa kelas V melalui model pembelajaran Two Stay Two Stray pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Ngijo 01 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model kolaboratif, yaitu kerjasama antara peneliti dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray yang dikolaborasikan dengan metode pembelajaran diskusi kelompok mampu meningkatkan aktivitas dan pemahaman tesk cerita rakyat siswa kelas V SDN Ngijo 01. Peningkatan rata-rata aktivitas belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 13,3%, peningkatan prosentase ketuntasan belajar kelas yang menunjukkan tingkat pemahaman siswa terhadap teks cerita anak dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 31%. Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan aktivitas, dan pemahaman teks cerita pendek siswa kelas V di SDN Ngijo 01 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Saran kepada guru-guru hendaknya memilih model pembelajaran yang sesuai dan efektif dalam penyampaian materi pelajaran Bahasa Indonesia. Guru dapat menerapkan dan mengembangkan model pembelajaran kooperatif  pada pembelajaran Bahasa Indonesia ke dalam kompetensi atau tema-tema yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah masing-masing karena terbukti dengan menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

    Penerapan Origami untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bangun Ruang Pada Siswa Kelas IV SDN Ketindan 04 Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Komalasari, Dyah. 2011. Penerapan Origami Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Bangun Ruang Pada Siswa Kelas IV SDN Ketindan 04 Kabupaten Malang. Elektronik Tugas Akhir, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H, Ahmad Samawi, M. Hum   Kata Kunci : Pembelajaran Matematika, Origami, Bangun ruang   Di Sekolah Dasar pembelajaran yang paling kurang diminati adalah pembelajaran Matematika. Kurang diminati karena siswa cenderung jenuh karena harus menghafal dan metode pembelajarannya menggunakan metode konvensional. Materi tidak disampaikan dan langsung memberikan tugas mandiri tanpa penjelasan  lebih dulu dan penggunaan model pembelajaran terkesan kaku dan membosankan, sehingga hasil belajar siswa belum optimal. Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai guru kelas IV, bahwa hasil ulangan materi bangun ruang dari 17 siswa, hanya 6 siswa yang mendapatkan nilai memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan yaitu nilai 70, sedangkan sisanya dibawah nilai KKM. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses belajar mengajar dengan menerapkan media origami dalam meningkatkan pembelajaran Matematika kelas IV SDN Ketindan 04 Kabupaten Malang, dan  mendeskripsikan aktivitas siswa kelas IV SDN Ketindan 04 Kabupaten Malang, serta mendeskripsikan hasil belajar kelas IV SDN Ketindan 04 Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan di kelas IV SDN Ketindan 04 Kabupaten Malang sebanyak dua siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah 17 siswa. Hasil penelitian ini adalah penerapan media origami dalam pembelajaran dapat meningkatkan proses belajar mengajar dibuktikan dengan pelaksanaan pembelajaran dari siklus 1 hingga siklus 2. Penerapan media origami sudah mencapai seluruh indikator, meningkatkan aktivitas belajar siswa dibuktikan dengan adanya peningkatan pada tiap siklus : membuat pertanyaan 60%, menjawab pertanyaan 50%, mengikuti pembelajaran 30%,mencatat materi 30%, menganalisis 45%, menanggapi presentasi 35%, rajin mengerjakan tugas 30%, tepat waktu 35%, senang mengikuti permainan 30% , membantu teman yang kesulitan  45%, bekerja sama dengan kelompok 50%, menyelesaikan tugas bersama 55%, berbagi pengetahuan dengan kelompok 35%, penguasaan materi 35%, kelompok heterogen 30%, semua memiliki hak yang sama 30%, serta hasil belajar siswa kelas IV SDN Ketindan 04 Kabupaten Malang pada siklus 1 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 60 dan pada siklus 2 adalah 74 mengalami kenaikan skor 14. Sesuai dengan indikator keberhasilan bila telah mencapai skor 89. Berdasarkan temuan diatas, dapat disimpulkan dan saran yang disampaikan bahwa dengan menerapkan media origami pada pembelajaran di kelas IV SDN Ketindan 04 Kabupaten Malang dengan materi bangun ruang.

    penerapan snowball throwing untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV SDN SDNU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Nafisah. 2011. Penerapan snowball throwing untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV SDNU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. elektronik tugas akhir, jurusan kependidikan sekolah dasar dan pra sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Heru Agus Triwidjaja, M.Pd   Kata Kunci: Pembelajaran, IPA, Snowball Throwing   Pembelajaran IPA di kelas IV SDNU Bangil pada materi sumber daya alam, guru mendominasi dalam pembelajaran secara konvensional, guru tidak mengajak siswa untuk terlibat dalam tanya jawab yang berkaitan dengan materi, dan langsung memberikan tugas mandiri tanpa penjelasan lebih dahulu dan model pembelajaran terkesan kaku dan membosankan, sehingga hasil belajar siswa belum optimal.berdasaekan pengamatan peneliti sebagai guru kelas IV, bahwa hasil ulangan materi sumber daya alam, dari 34 siswa, hanya 11 siswa yang mendapatkan nilai memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan yaitu nilai 70, sedangkan sisanya dibawah nilai KKM.  Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses belajar mengajar dengan meodel snowball throwing dengan meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV SDNU Bangil Kabupaten pasuruan, dan mendeskripsikan aktifitas siswa kelas IV SDNU Bangil Kabupaten Pasuruan, serta mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas IV SDNU Bangil kabupaten Pasuruan Penelitian ini dilaksankan di kelas IV SDNU Bangil kabupaten pasuruan sebanyak 2 siklus. setiap siklus penelitian mengikuti kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan reduksi. subyek penelitian adalah 34 siswa Hasil penelitan ini adalah penerapan snowball Throwing dapat meningkatkan proses belajar mengajar, dan mengingkatkan aktivitas belajar siswa dibuktikan dengan adanya pengingkatan pada tiap siklus: membuat pertanyaan 53%, menjawab pertanyaan 56%, mengikuti pembelajaran 44% menganalisis 53%, menanggapi presentasi 70% rajin mengerjakan tugas 67%, tepat waktu  67% meremas LKK 50%, melempar bola soal sesuai kesepakatan 76%, bekerja sama dengan kelompok 61% menyelesaikan tugas bersama 67%, berbagi pengatahuan dengan kelompok 76% pengusaan materi 64% kelompok hiterogen 64% semua memiliki hak yang sama 70%, serta hasil belajar siswa kelas IV SDNU Bangil kabupaten pasuruan pada siklus 1 nilai rata-rata hasil belajar siswa 69,12 dan pada siklus 2 adalah 73,53 mengalami kenaikan skor 4,41. sesuai dengan indikator keberhasilan 70. Berdasarkan temuan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model snowball throwing dapat mengingkatkan pembelajaran IPA dalam materi sumber daya alam. saran yang perlu didampaikan dalam hasil penelitian ini adalah model snowball throwing dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran IPA dalam materi sumber daya alam.

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇