Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Problem Solving untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas V SDN Tulusrejo II Malang.
ABSTRAK Septyanna, Gita. 2011. Penerapan Model Problem Solving untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas V SDN Tulusrejo II Malang. Skripsi, Program Studi SI PGSD, Jurusan KSDP, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Hj. Sukamti M. Pd, (2) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si. Kata kunci: Problem Solving, Hasil Belajar IPA, Sekolah Dasar Dari hasil observasi terhadap siswa dan guru diketahui bahwa pembelajaran masih berpusat pada guru. Guru masih menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi, siswa hanya mendengarkan penjelasan guru, sehingga siswa kurang bersemangat dalam belajar. Guru kurang kreatif dalam menyampaikan materi, siswa hanya membayangkan apa yang sisampaikan guru tanpa memperoleh pengalaman langsung Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Penerapan model Problem Solving dalam pembelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V SDN Tulusrejo 02 Malang; (2) Peningkatan hasil belajar IPA materi pesawat sederhana Kelas V SDN Tulusrejo 02 Malang menggunakan model Problem Solving. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model kolaboratif, yaitu kerjasama antara peneliti dengan guru kelas, peneliti sebagai pengajar dan guru kelas sebagai observer. Subjek penelitian dibatasi pada siswa kelas V SDN Tulusrejo 02 Malang yang berjumlah 38 siswa. Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dengan penggunaan model Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi pesawat sederhana kelas V SDN Tulusrejo 2 Malang. Dalam menerapkan model Problem Solving pada materi pesawat sederhana terdapat langkah-langkah yang sistematis sehingga siswa menjadi terus termotivasi dalam pembelajaran. Hasil belajar siswa telah meningkat dari pra tindakan ke siklus 1 dan siklus 2. Peningkatan hasil belajar IPA tersebut, terlihat hasil belajar dari pra tindakan dengan siklus 1 dan siklus 2. Hasil belajar tersebut terbukti bahwa pada pra tindakan siswa yang tuntas dengan nilai 75 adalah 13,1%, sedangkan 78,3% siswa tidak tuntas. Pada siklus 1 dengan penerapan model problem solving terlihat adanya peningkatan hasil belajar yaitu dari 38 siswa dengan nilai 75 adalah 31% siswa tuntas, sedangkan 60,4% tidak tuntas, dan pada siklus 2 dengan nilai 75 adalah 10,5% siswa tidak tuntas dan 86,9% siswa tuntas. Dari ketuntasan klasikal hasil belajar siswa yang peneliti inginkan adalah >75% dari jumlah siswa dalam kelas tuntas, tetapi dalam penerapannya pada akhir siklus 2 siswa yang tuntas dalam kelas V SDN Tulusrejo 02 Malang adalah 86,9% tuntas. Peningkatan hasil belajar dari pra tindakan sebesar ke siklus 1 adalah 17,9%, sedangkan dari pra tindakan ke siklus 2 adalah 73,8%, dari peningkatan yang dapat dikatakan cukup besar itu, maka penerapan model problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Tulusrejo 02 Malang dan model problem solving sudah cocok untuk diterapkan dikelas V SDN Tulusrejo 02 Malang dengan materi pesawat sederhana.
Penerapan model STAD untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Jimbaran III Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan
ABSTRACT Wahyudi, Dedy Dwi. 2011. Application of Model Student Team Achievement Division (STAD) To Improve Student Science Learning Class IV SDN Jimbaran III Puspo Pasuruan District. Electronic final project, the Department of Education Primary School and Pre School, State University of Malang FIP. Advisors: Drs. Heru Agus Triwidjaja, M. Pd Keywords: Learning, Science, STAD Learning science in fourth grade SDN Jimbaran III Puspo on alternative energy materials, teachers dominate in conventional learning, teachers do not encourage students to engage in questions and answers relating to the matter, and immediately gave the task independently without the explanation first and use the learning model impressed rigid and boring, so that student learning outcomes is not yet optimal. Based on the observations of researchers in the fourth grade teacher, that the results of tests of alternative energy items, of 17 students, only 7 students who meet the criteria for thoroughness score determined the minimum value of 70, while remaining below the value of KKM. The purpose of this study is to describe the process of learning and teaching with STAD model in improving science teaching fourth grade SDN Jimbaran III Puspo Pasuruan District, and describes the activities of students in grade IV SDN Jimbaran III Puspo Pasuruan District, and describe the learning outcomes of students class IV SDN Jimbaran III Puspo Pasuruan District. The experiment was conducted in class IV SDN Jimbaran Puspo III Pasuruan District two cycles. Each cycle includes planning, implementation, observation and reflection. The subjects were 17 students. The results of this research is the implementation of STAD model to enhance teaching and learning process, namely SIKUS-1 with a value of 93 ride in cycle-2 with a value of 100, and enhance students' learning activities is evidenced by an increase in each cycle that in cycle-1 average of 60 , 6 rose to 85.3 in cycle-2 and the results of fourth grade students at SDN Jimbaran III Puspo Pasuruan District 88% have achieved mastery of a minimum target of 75% and meet the Minimum Standard completeness is 70 with an average of 75.5 classes . Based on the above findings, it can be concluded that by using STAD model to improve science learning materials in alternative energy. Suggestions should be submitted to do with the results of this penelitiaan STAD model can be used to enhance science learning in the matter of alternative energy.
Peningkatkan Kemampuan Bercerita Menggunakan Media Kartu Pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas V SDN Kotalama 1
ABSTRAK Kurlila, Sofia Inis. 2011. Peningkatkan Kemampuan Bercerita Menggunakan Media Kartu Pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas V SDN Kotalama 1. E-ta. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, FIP Universitas negeri Malang. Pembimbing Drs. H. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata Kunci : Kemampuan Bercerita, Media Kartu, Pembelajaran IPS Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar menuntut guru agar dapat membelajarkan siswa untuk memahami, mengaplikasikan, dan mengembangkan konsep, menguasai ketrampilan proses, memiliki sikap positif terhadap lingkungan sekitarnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas V di SDN Kotalama 1 tentang pembelajaran IPS ada beberapa permasalahan yang dihadapi, diantaranya: (1) ketika siswa diajak untuk bercerita, hanya sebagian kecil yang berani menceritakan ke depan, kemampuan siswa dalam menceritakan masih rendah, hal ini dapat dibuktikan bahasa yang digunakan dalam bercerita bercampur baur dengan bahasa daerah, banyak pengulangan bahasa yang tidak efektif, kebahasaan anak kurang dalam bercerita, anak merasa tidak percaya diri dalam bercerita, (2) dalam proses pembelajaran guru masih terlalu terpaku buku paket, (3) Hasil belajar IPS siswa kelas V masih rendah terdapat 68% siswa yang mendapat nilai kurang dari 70 (KKM sekolah) dan 32% siswa yang mendapat nilai diatas 70. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan penerapan media kartu dalam bercerita pada pembelajaran IPS. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) penerapan penggunaan media kartu dalam meningkatkan kemampuan bercerita pada pembelajaran IPS siswa kelas V SDN Kotalama 1, (2) peningkatan kemampuan bercerita menggunakan media kartu pada pembelajaran IPS siswa kelas V SDN Kotalama 1. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dan jenis dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilakukan dengan prosedur kerja dilaksanakan 2 siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah 27 siswa kelas V SDN Kotalama 1 Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil yang diperoleh adalah dengan penggunaan media kartu adalah: (1) membuat siswa menjadi aktif, (2) hasil belajar meningkat dari pra tindakan nilai rata-rata adalah 55, siklus 1 sebesar 73,63 dan siklus 2 meningkat lagi 82,52, dan (3) kemampuan bercerita pada pembelajaran IPS juga tejadi peningkatan dari pra tindakan dengan rata-rata 60.2, mengalami peningkatan pada siklus 1 meningkat menjadi 66,56 dan meningkat lagi pada siklus 2 menjadi 80,22. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan penggunaan media kartu pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas V SDN Kotalama 1 Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru menerapkan penggunaan media kartu pada pembelajaran IPS sehingga kemampuan bercerita siswa meningkat dan siswa dapat belajar dengan lebih bermakna.
PENERAPAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH PIDATO PADA SISWA KELAS VI SDN TAMPUNG 01 KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN
ABSTRAK Wahyuni, Diana. 2011. Penerapan Pendidikan Komunikatif untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Naskah Pidato Pada Siswa Kelas VI SDN Tampung I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. ETA. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan,Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : Pendekatan komunikatif, menulis naskah pidato, SD Berdasarkan temuan awal pada pembelajaran sebelumnya, siswa tidak aktif dan mengalami kesulitan dalam menguasai materi menulis naskah pidato dibuktikan dengan rendahnya nilai rata-rata yaitu 56,6. Metode penyampaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas VI SDN Tampung I kurang bermakna dan tidak bervariasi. Guru memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar. Untuk meningkatkan mutu siswa, pembelajaran menulis naskah pidato menjadi lebih aktif, efektif, menarik dan merangsang serta menumbuhkan minat siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menulis naskah pidato siswa kelas VI SDN Tampung I Lekok Pasuruan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas adalah penerapan pendekatan komunikatif dengan menggunakan metode diskusi kelompok dan dilaksanakan selama dua siklus. Arah penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Data penelitian diperoleh melalui pengumpulan data yang yang dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi dan analisis data. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Tampung I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, sebanyak 27 siswa yang terdiri 15 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Komunikatif dilakukan pada semester II tahun pelajaran 2010 - 2011 dengan materi menulis naskah pidato mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan menulis naskah pidato siswa dilaksanakan dalam bentuk yang memaksimalkan potensi siswa seperti tanya jawab, menulis, diskusi kelompok, mendengarkan dan berpendapat, menanggapi, menyusun dan membaca naskah pidato di depan kelas. Hal ini dibuktikan dengan adanya nilai rata-rata hasil menulis naskah pidato yaitu 56,6 dengan prosentase 56% pada pra tindakan meningkat menjadi 74% dengan nilai rata-rata 66,4 siswa yang tuntas belajar pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 85% dengan nilai rata-rata73,5 pada siklus II. Ini berarti diperoleh kriteria ketuntasan belajar yang diharapkan peneliti yaitu 85%. Saran yang diberikan kepada guru, hendaknya guru diharapkan mampu me nerapkan pendekatan komunikatif sebagai salah satu cara atau alternatif dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan ketrampilan menulis naskah pidato siswa, karena pendekatan komunikatif merupakan pendekatan dalam bahasa yang memfokuskan pada ketrampilan berkomunikasi baik lisan maupun tulis.
Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Masalah Pecahan Melalui Langkah-langkah Polya di Kelas IV SDN Plinggisan Pasuruan
ABSTRAK Handayani. Desi Tri. 2011. Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Masalah Pecahan Melalui Langkah-langkah Polya di Kelas IV SDN Plinggisan Pasuruan. Ujian Akhir Program, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Goenawan Roebyanto, M. Pd Kata Kunci: meningkatkan menyelesaikan masalah, metode Polya Soal penyelesaian masalah matematika adalah soal yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Soal penyelesaian masalah biasanya diletakkan pada tiap akhir pokok bahasan atau sub pokok bahasan. Pada pokok bahasan pecahan misalnya diakhiri dengan soal cerita yang melibatkan operasi penjumlahan dan pengurangan begitu juga pada pokok bahasan yang lain. Demikian pula halnya dengan soal-soal cerita yang diberikan pada materi penjumlahan dan pengurangan, sudah barang tentu akan melibatkan operasi tersebut. Kemampuan menyelesaikan soal cerita di SD Negeri Plinggisan belum mencapai hasil yang optimal, meskipun upaya guru telah dilakukan dengan mengadakan latihan berulang-ulang. Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai guru kelas IV, bahwa hasil ulangan materi pecahan terutama berbentuk soal cerita, siswa yang mengalami kesulitan sebanyak 65% dari 30 siswa. Dengan kata lain kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal cerita baik pada proses pengerjaan maupun pada hasil yang dicapai belum menunjukkan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan metode Polya dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penyelesaian masalah pada siswa kelas IV SDN Plinggisan Kabupaten Pasuruan dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan menyelesaikan soal penyelesaian masalah pecahan pada siswa kelas IV SDN Plinggisan Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan di kelas IV SDN Plinggisan sebanyak dua siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa. Indikator keberhasilan siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65 % atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila dikelas tersebut terdapat 80 % yang telah mencapai nilai lebih dari 65. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan digunakannya metode Polya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penyelesaian masalah pecahan. Berdasarkan temuan diatas, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Polya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penyelesaian masalah dapat ditingkatkan. Saran yang perlu disampaikan kaitannya dengan hasil penelitiaan ini adalah metode Polya dapat digunakan untuk menyelesaikan soal penyelesaian masalah pecahan.
Analisis Kesalahan Ejaan Dalam Karangan Siswa Kelas IV SDN Madyopuro I Kecamatan Kedungkandang Kota Malang
ABSTRAK Djontar, Korlenci. 2011. An Analysis of Misspelling in the Essays of Fourth Graders of SDN (State Elementary School)Madyopuro I Sub-District of Kedungkandang Malang City. Thesis. S1 Elementary School Teacher Education. Elementary School and Pre-School Education Department. Faculty of Education State University of Malang.Advisors: (1) Muchtar, S.Pd.,M.Si., (2) Dra., Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd., M.Pd., Keywords: misspell, essay, fourth graders Language error is the form of language deviation done by learners so that it would become problems in verbal and written communication. One of the language mistakes is misspelling such as improper use of period, comma, improper dictions, and improper placements of capital letters. In the use of written language in the students of fourth grade of SDN Madyopuro I Sub-District of Kedungkandang Malang City, some deviations were still found. Those deviations of language rules were commonly in the form of the improper use of spelling in the essay writings. This improper use of spelling resulted in the frequent miscommunications. This research attempted to find the language errors description: (1) were there any misspelling in the essay writing of fourth graders of SDN Madyopuro 1 Malang, (2) what kind of mistakes can be found in the essays of fourth graders of SDN Madyopuro 1 Malang? The population of this research was fourth graders of SDN Madyopuro I Sub-District of Kedungkandang Malang City, and the sample was acquired through the purposive sampling technique that is the samples were taken with certain purposes and sources. He methods used in this research was descriptive method. The data collected was then analyzed. The qualitative technique was being used to find the description and the form of the misspelling in the essays. The data analysis results are as follows: (1) there were errors in the students’ essays in the form of misuse of period and commas, misuse of diction, and misplacement of capital letters. (2) the errors done by students are: misuse of period mark 9,31%, misuse of comma 10,34% both can be classified as minor error. Misuse of diction with the percentage of 22,41% can be classified as minor error. The misplacement of capital letters with the percentage of 44,82% can be classified as average error. The misplacement of capital letters was the most errors done by students. From the data analysis description, the conclusion is that fourth graders of SDN Madyopuro I made language errors in the forms of misspelling, misuse of period mark, commas, misuse of diction, and misplacement of capital letters. Thus, the suggestion for Bahasa Indonesia teachers is that they should consider writing activity as the process to help students develop ideas that will be developed again to be essays by using proper and correct spellings. The writing techniques and contents of student should be the priority. The purpose is that, in the future, students’ essays will always be good in the aspects of contents and writing techniques
PENERAPAN PROBLEM SOLVING MODEL POLYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN
ABSTRAK Dewi, Amalya Intan Pusfica. 2011. Penerapan Problem Solving Model Polya Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika Tentang Pecahan Siswa Kelas IV SDN Jugo 05 Kabupaten Blitar. PTK, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi S1 PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. I Wayan Sutama, M.Pd Kata Kunci : Problem Solving Model Polya, Kemampuan Memecahkan Masalah, Matematika, Pecahan. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pecahan merupakan salah satu kompetensi dasar yang sulit untuk dikuasai. Dalam mengerjakan soal matematika tentang pecahan terkait dengan pemecahan masalah dalam bentuk soal cerita, siswa cenderung menjawab dengan prosedur yang diingat bukan pemahaman. Siswa langsung mengerjakan dan memasukkan bilangan yang ada pada soal. Siswa juga kesulitan dalam menerapkan KPK dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah yang berpenyebut tidak sama. Akibatnya hasil belajar siswa pada materi ini rendah, prosentase ketuntasan siswa hanya mencapai 45 %. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan model Polya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah metematika berkaitan dengan pecahan kelas IV SDN Jugo 05, (2) kemampuan memecahkan masalah melalui problem solving model Polya oleh siswa pada materi pecahan kelas IV SDN Jugo 05 meningkat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitinnya yaitu siswa kelas IV SDN Jugo 05 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar yang berjumlah 29 anak. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus melalui empat tahapan yaitu : perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Untuk mempermudah dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pecahan, diterapkannya problem solving model Polya. Ada empat langkah pemecahan masalah model Polya antara lain : (1) memahami masalah, (2) merencanakan cara penyelesaian masalah, (3) melaksanakan rencana, dan (4) melihat kembali hasil pemecahan masalah yang diperoleh. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa melalui penerapan problem solving model Polya ada peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika tentang pecahan pada siswa kelas IV SDN Jugo 05. Hal ini dapat dibuktikan dari ketuntasan siswa yang terus meningkat. Pada observasi awal tingkat ketuntasan siswa hanya mencapai 45% (13 anak) dengan nilai rata-ratanya 58,10. Siklus I siswa yang tuntas belajar 21 anak (72%) dengan nilai rata-rata 69,72. Sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 23 anak (79%) dengan nilai rata-rata 78,41, melebihi kriteria yang telah ditetapkan sebanyak 75%. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan guru dalam memilih metode pembelajaran sehingga ada variasi metode pembelajaran matematika. Bagi Kepala Sekolah, sebagai bahan masukan dalam upaya memberikan supervisi dan bimbingan kepada guru. Bagi peneliti lain dapat digunakan sebagai bahan sehingga dapat menyempurnakan dan mengembangkan hasil penelitian yang telah ada
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS IV SDN SUTOJAYAN 04 KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Wulandari, Tri Cahyo. 2011. Peningkatan Keterampilan Menulis Narasi Melalui Model Picture and Picture pada Siswa Kelas IV SDN Sutojayan 04 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Suminah, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Sri Nuryati, M.Pd. Kata kunci: keterampilan menulis, narasi, model picture and picture Keterampilan menulis narasi di kelas IV SDN Sutojayan 04 Kabupaten Blitar kurang memuaskan, yaitu hanya terdapat 2 siswa dari jumlah total 10 siswa yang sudah mencapai batas nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM), yaitu 65. Hal ini dikarenakan guru menggunakan metode konvensional yang membuat siswa menjadi bosan dan pembelajaran kurang menyenangkan, sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan adanya penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model picture and picture dalam keterampilan menulis narasi dan mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis narasi siswa setelah mengikuti pembelajaran melalui model picture and picture. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, wawancara dan tes. Hasil penelitian setelah menggunakan model picture and picture, aktivitas siswa dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat sebesar 30%, yaitu dari 40% menjadi 70%. Ketuntasan keterampilan menulis narasi siswa dari pratindakan ke siklus 1 meningkat sebesar 10%, yaitu dari 20% menjadi 30%. Dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat 60%, yaitu 30% menjadi 90%. Pada akhir siklus 2 terdapat 1 siswa yang belum tuntas, karena siswa tersebut mengalami keterlambatan belajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model picture and picture dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA di Kelas IV SDN Purwoasri 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.
ABSTRAK Susanti, Faridha. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA di Kelas IV SDN Purwoasri 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: 1) Dra. Hj. Sukamti, M. Pd, 2) Drs. I Made Seken, M. Pd. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif Jigsaw II , Aktifitas, Hasil Belajar, IPA, SD. Model pembelajaran kooperatif Jigsaw II dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan kerja sama dan tanggung jawab. Berdasarkan Hasil observasi awal ditemukan bahwa di SDN Purwoasri 01 Kabupaten Malang, khususnya pada kelas IV dalam pembelajaran IPA, guru dalam melaksanakan proses pembelajaran cenderung mengelompokkan siswa secara homogen yaitu dengan bangku terdekat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Kooperatif Jigsaw II; 2) mendeskripsikan penerapan pembelajaran Kooperatif Jigsaw II terhadap peningkatan aktivitas siswa; 3) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Kooperatif Jigsaw II terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Purwosri 01 pada matapelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah 20 siswa kelas IV SDN Purwoasri 01. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model Kooperatif Jigsaw II pada materi ”berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya” dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Purwoasri 01. Untuk aktivitas siswa dapat terlihat dari skor rata-rata aktivitas kegiatan siswa disiklus 1 sebesar 65,4 dan pada siklus 2 skor rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi 87,25. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari rata-rata hasil belajar pra tindakan yaitu 50,25 dengan ketuntasan belajar kelas 60%, dan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif Jigsaw II pada siklus I rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 69,75 dengan ketuntasan belajar kelas sebesar 60%. Sedangkan di siklus 2 mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar menjadi 82,15 dengan ketuntasan belajar kelas sebesar 90% meskipun ada 2 siswa atau (10%) yang belum mencapai ketuntasan belajar secara individu, namun untuk ketuntasan belajar kelas sudah mencapai 90%. Kesimpulan model pembelajaran kooperatif Jigsaw II dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA di kelas IV SDN Purwoasri 01 Kabupaten Malang. Saran yang ingin diberikan oleh peneliti dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Dasar adalah peneliti lain dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw II pada mata pelajaran IPA materi ”berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya”. Dengan memperhatikan kendala-kendala yang ditemukan oleh peneliti ketika menerapkan model pembelajaran kooperatif Jigsaw II sehingga peneliti lain dapat memperoleh tujuan pembelajaran yang lebih optimal
Penerapan Skrip Kooperatif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar dalam menyusun p
ABSTRAK Khafid, 2011.Penerapan Skrip Kooperatif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar dalam menyusun percakapan pada siswa kelas VI SDN Jimbaran II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan.PTK, Jurusan Pendidik Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Sukamti, M.Pd Kata Kunci: Skrip Kooperatif, Keaktifan, hasil belajar, naskah percakapan, SD. Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan agar siswa terampil dalam berkomunikasi secara lisan dan tulisan serta menghidupkan karya cipta bangsa Indonesia.Pembelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari empat aspek keterampilan utama yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.Pada Kurikulum Tingkat Satuan (KTSP) salah satu Kompetensi Dasar yang diajarkan adalah menyusun naskah percakapan/dialog. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran melalui penerapan skrip kooperatif, (2) Mendeskripsikan peningkatan keaktifan belajar siswa dalam menyusun naskah percakapan/dialog melalui penerapan skrip kooperatif, (3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan skrip kooperatif dalam menyusun naskah percakapan/dialog pada siswa kelas VI SDN Jimbaran II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus.Masing-masing siklus dilaksanakan dua kali pertemuan dengan durasi waktu 2 x 35 menit.Subyek penelitian siswa kelas VI yang berjumlah 29 orang, terdiri dari 13 laki-laki dan 16 perempuan.Instrumen pengumpul data utama adalah lembar observasi dan panduan wawancara untuk guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyusun percakapan siswa kelas VI SDN Jimbaran II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatan.Pada siklus I hasil yang diperoleh mencapai rata-rata 69%.Dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan rata-rata 81%. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian dengan hipotesis penelitian yaitu jika siswa kelas VI SDN Jimbaran II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan dibelajarkan menyusun percakapan atau dialog menerapkan skrip kooperatif maka keaktifan dan hasil belajar siswa meningkat. Berdasarkan hasil dan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan skrip kooperatif dalam menyusun naskah percakapan/dialog mengalami peningkatan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menyusun percakapan/dialog, di sarankan hendaknya dalam pembelajaran menggunakan metode dan model yang dapat menyampaikan pesan dan yang bersifat menyenangkan bagi siswa.Bagi peneliti, penelitian ini dapat digunakan sebagai langkah awal untuk melanjutkan penelitian serupa