Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Aktifitas Kerja Kelompok Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran IPS SDN Manaruwi II Kecamatan Bangil.
ABSTRAK Fachrudiana, Ari. 2011. Penerapan Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Aktifitas Kerja Kelompok Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran IPS SDN Manaruwi II Kecamatan Bangil. UAP, Program Studi S1PJJ PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Sukamti, M.Pd Kata Kunci: Aktivitas, Kerja Kelompok, Model NHT, IPS SD Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran IPS di kelas IV SDN Manaruwi II Kec. Bangil ditemukan fakta bahwa banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar terutama pada saat kerja kelompok, Perolehan nilai pada materi pengajarannya sebesar 59,64. Perolehan hasil aktifitas kerja kelompok sebesar 13,38%. Oleh karena itu pada penelitian ini dicoba diterapkan pembelajaran model NHT. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan model NHT untuk meningkatkan hasil belajar permasalahan sosial di daerahnya, mendiskripsikan cara meningkatkan hasil belajar permasalahan sosial di daerahnya, mendiskripsikan cara meningkatkan aktifitas kerja kelompok siswa pada permasalahan sosial di daerahnya pada mata pelajaran IPS di SDN Manaruwi II Bangil. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas model bersiklus (model Kemmis dan Taggart). Yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Manaruwi II Kec. Bangil, sebanyak 28 siswa. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes tulis. Instrumen yang digunakan meliputi: lembar observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan, soal evaluasi ( tes tulis ). Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas kerja kelompok dan hasil belajar siswa selama pembelajaran meningkat. Indikasinya banyak siswa mau membaca materi, mau bekerja sama, mau mengemukakan ide dan mau menjawab pertanyaan yang diajukan. Aktifitas kerja kelompok dari pra tindakan ke siklus I meningkat sebesar 7,13%, dari pra tindakan ke siklus II meningkat sebesar 43,8%, dari Siklus I ke siklus II meningkat sebesar 36,68% dan hasil belajar siswa dari pra tindakan ke siklus I meningkat 7,14%, dari pra tindakan ke siklus II meningkat 13,21% dan dari siklus I ke siklus II meningkat 6,07 % . Disarankan pada pihak sekolah hendaknya memberikan dukungan positif terhadap penyelenggaraan pembelajaran kooperatif model NHT sehingga tercapai tujuan pembelajaran seperti yang diharapkan, sedangkan pada penelitian selanjutnya dapat lebih mengembangkan fokus penelitiannya tentang penerapan model NHT untuk mendapatkan temuan lain yang signifikan.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN IPS KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT KELAS V DI SDN BAJANG 03 KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Wiyanti, Niken. 2011. Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Metode Mind Mapping dalam Pembelajaran IPS Kegiatan Ekonomi Masyarakat Kelas V di SDN Bajang 03 Kabupaten Blitar. PTK, Program Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Drs.I Wayan Sutama, M.Pd Kata kunci : hasil belajar siswa, mind mapping. Hasil observasi penelitian diketahui bahwa pada semester I tahun pelajaran 2010-2011 hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS hanya mencapai rata-rata 57,5 paling rendah bila dibandingkan dengan nilai rata-rata mata pelajaran lain. Dari 11 siswa, terdapat 3 siswa mendapat nilai 55, 2 siswa 50 dan 1 siswa mendapat nilai 48. Dalam kegiatan pembelajaran hanya beberapa anak saja yang antusias memperhatikan, sedangkan yang lain asyik berbicara sendiri bahkan ada berapa anak yang menyandarkan kepala di meja. Jarang dijumpai siswa mencatat materi yang diterangkan oleh guru, sering kali jika tidak diminta mencatat materi yang ditulis guru di papan tulis siswa tidak akan menulis. Tujuan penelitian sesuai dengan rumusan masalah adalah sebagai berikut. (1) Untuk mendeskripsikan penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS Kelas V Di SDN Bajang 03 Kabupaten Blitar pada setiap siklus. (2) Untuk mengetahuai hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS Kelas V di SDN Bajang 03 Kabupaten Blitar dari penggunaan metode mind mapping. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitiannya yaitu siswa kelas V SDN Bajang 03 Kabupaten Blitar yang berjumlah 11 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Setelah menggunakan metode mind mapping pada siklus I,hasil belajar siswa mencapai yaitu nilai rata- rata 56,3 sedangkan pada siklus II mencapai rata-rata 63,3 sehingga dapat diketahui hasil belajar siswa meningkat 7,3. Peningkatan aktivitas belajar dari pra tindakan dan siklus I sebanyak 14,2. Pada siklus II aktivitas belajar siswa menjadi 76,5, peningkatan 21,8 dari pra tindakan,dan peningkatan 7,6 dari siklus I. Berdasarkan peningkatan hail belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind mapping yang di laksanakan dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN Bajang 03. Untuk itu, hendaknya para guru lebih aktif dan kreatif dalam menggunakan metode mind mapping dalam pembelajaran IPS, sehingga anak menjadi lebih aktif dan hasil belajarnya meningkat maksimal
eningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas IV SDN Sukoharjo 1 Kecamatan Klojen Kota Malang
ABSTRAK Watafuhan, Rajuna. 2011. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas IV SDN Sukoharjo 1 Kecamatan Klojen Kota Malang. Penelitian Tindakan Kelas, Program Studi S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. (II) Drs. I Wayan Sutama. M.Pd. Kata kunci : Hasil Belajar, Metode Eksperimen, Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya hasil belajar siswa yang belum tuntas sesuai dengan ketuntasan belajar secara klasikal atau standar ketuntasan belajar minimal 65%. Hal tersebut disebabkan karena kegiatan pembelajaran kurang bermakna. Guru hanya menggunakan metode ceramah dan bergantung pada buku teks. Selain itu guru cenderung untuk menekankan penguasaan konsep dari pada proses. Siswa tidak diarahkan pada suatu kegiatan atau aktivitas belajar seperti pengamatan, percobaan atau aktivitas lainnya dan siswa cenderung pasif, tidak ada keinginan untuk mencari pengetahuan sendiri. Siswa hanya duduk, diam dan menunggu penjelasan materi dari guru, siswa berbicara dengan teman ketika guru menjelaskan materi pelajaran Proses belajar mengajar dengan metode eksperimen ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang suatu objek, keadaan atau proses sesuatu. Peran guru dalam metode eksperimen ini sangant penting, khususnya berkaitan dengan ketelitian dan kecermatan sehingga tidak terjadi kekliruan dan kesalahan dalam memaknai kegiatan eksperimen dalam kegiatan belajar dan mengajar. Kancah penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Sukoharjo 1 dengan jumlah siswa 26. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc. Taggart melalui dua siklus (siklus I dan siklus II). Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode eksperimen mampu meningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pada siklus I aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung sebesar 62,6%, meningkat pada siklus 2 menjadi 74,8%, dan hasil belajar pada siklus I mempunyai rata-rata kelas sebesar 66,3 dengan ketuntasan kalsikalnya 49,3%, meningkat pada siklus II menjadi 75,9 dengan ketuntasan klasikalnya 66,7%. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bahwa guru IPA hendaknya menerapkan metode eksperimen pada mata pelajaran IPA sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas dengan menyesuaikan materi yang diajarkan.
Penerapan Model POE (Predict, Observe, Explain) untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas III SDN Karangbesuki 4 Malang
ABSTRAK Nugraheni, Setyaningtyas Wahyu. 2011. Penerapan Model POE (Predict, Observe, Explain) untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas III SDN Karangbesuki 4 Malang. Skripsi. Jurusan KSDP Program S1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Sri Estu Winahyu, M.Pd, (2) Drs. H. Sutrisno, S.Pd, M.Pd. Kata kunci : pembelajaran IPA, model POE, aktivitas, hasil belajar Pembelajaran IPA pada siwa kelas III SDN Karangbesuki 4 Malang selama ini masih berpusat pada guru dan masih sering menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan. Guru jarang mengajak siswa melakukan percobaan. Dalam kegiatan tanya jawab guru jarang memberikan pertanyaan yang menuntut siswa untuk berpikir seperti meminta siswa untuk memprediksi suatu permasalahan. Aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran cenderung pasif. Hasil belajar siswa rata-rata 68,79. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran POE. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan model POE dalam pembelajaran IPA di kelas III SDN Karangbesuki 4 Malang, (2) peningkatan aktivitas belajar siswa kelas III setelah dibelajarkan melalui model POE, serta (3) peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Karangbesuki 4 Malang setelah dibelajarkan melalui model pembelajaran POE. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III sebanyak 21 siswa, dengan siswa laki-laki sebanyak 12 siswa dan 9 siswa perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK dalam bentuk kolaboratif. Pelaksanaan PTK yang digunakan meliputi empat tahapan, yaitu: 1) planning, 2) acting 3) observing, dan 4) reflecting. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: observasi, dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model POE dapat meningkatkan pembelajaran IPA. Terbukti pada pembelajaran yang sudah dilaksanakan, siswa terlibat langsung dalam pembelajarannya sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan motivator. Prosentase untuk keberhasilan guru dalam menerapkan model pada siklus 1 mencapai 93,39% dan meningkat pada siklus 2 menjadi 100%. Nilai rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 70,50 dengan kriteria memuaskan dan pada siklus II rata-rata aktivitas belajar meningkat menjadi 77,22 dengan kriteria memuaskan. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Prosentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 57,14% dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 73,81 dan pada siklus II prosentase meningkatan menjadi 85,71% dengan nilai rata-rata 79,91. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran diberikan oleh peneliti dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SD adalah untuk kepala sekolah hendaknya dapat memberikan dukungan dan pengarahan kepada guru agar dapat menerapkan model pembelajaran POE sehingga dapat meningkatkan pembelajaran IPA. Guru diharapkan dapat menerapkan model pembelajaran POE pada materi lain selama materi tersebut sesuai dengan karakter model pembelajaran POE
Penggunaan Solar Sistem Dan CD Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mengidentifikasi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI SDN Sumberoto 05 Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang
ABSTRAK Cacilia, Felina Devi. 2011. Penggunaan Solar Sistem Dan CD Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mengidentifikasi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI SDN Sumberoto 05 Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Ujian akhir program ini Dibimbing oleh Drs. H. Sutarno, M.Pd. Kata Kunci : Media Solar Sistem dan CD Interaktif, Hasil belajar Ketika guru menjelaskan di depan kelas, hanya beberapa anak yang antusias, sedangkan yang lain berbicara sendiri, bahkan ada yang mengalihkan perhatian ke tempat lain. Sedangkan pada saat anak kerja kelompok, hanya satu dua anak yang mau mengerjakan yang lain hanya duduk sambil bermain sendiri dan ada pula yang membicarakan materi lain. Anak mengalami kesulitan dalam mengimajinasikan sistem tata surya dari penjelasan guru sehingga belum mampu mengidentifikasi sistem tata surya. Selain itu, guru hanya menggunakan metode ceramah , tanya jawab dan penugasan, sedangkan anak hanya mendengarkan dan melakukan tanya jawab yang materi pelajarannya belum mereka pahami , sehingga anak mudah bosan dan konsentrasi cepat hilang Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk (1) Mengetahui bagaimana langkah-langkah Penggunaan Media Solar Sistem dan CD Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mengidentifikasi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI SDN Sumberoto 05 Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang (2) Mengetahui apakah dengan Penggunaan Media Solar Sistem dan CD Interaktif dapat Meningkatkan Hasil Belajar Mengidentifikasi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI SDN Sumberoto 05 Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang? Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (Action Research) model Kemmis dan Mc Taggart sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sasaran penting ini adalah siswa kelas VI SDN Sumberoto 05 Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penggunaan Media Solar Sistem dan CD Interaktif siswa mampu mengidentifikasi sistem tata surya beserta ciri-cirinya. Penggunaan Media Solar Sistem Dan CD Interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SDN Sumberoto 05 Kec. Donomulyo Kab. Malang. Hasil belajar terus mengalami peningkatan sehingga dapat dari siklus 1 sebesar 38,9% meningkat menjadi 94,4% pada siklus 2. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan media Solar Sistem dan CD Interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN Sumberoto 05 Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, serta media ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA atau Sains. Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini hendaknya guru Sejak awal pembelajaran menerapkan media solar sistem dan media CD Iteraktif pada setiap pertemuan. Materi sama dapat menimbulkan kebosanan jadi sebaiknya dapat mengembangkan indikator dalam setiap pertemuan harus memperhatikan perbedaannya agar tujuan pembelajaran lebih jelas.
menigkatkan keterampilan menulis narasi melalui model pembelajaran quantum learning siswa kelas IV SDN Sukorejo 3 kota Blitar
ABSTRAK Hasniah Yulisa, Ihda. 2011. Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Non Fiksi Melalui Model Pembelajaran Quantum Learning Siswa Kelas IV SDN Sukorejo 3 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. M. Zainuddin, M.Pd, (2) Dra. Sri Nuryati, M.Pd. Kata kunci: quantum learning, keterampilan menulis, narasi Hasil observasi awal yang telah dilakukan di SDN Sukorejo 3 kota Blitar mata pelajaran bahasa Indonesia materi menulis karangan narasi diperoleh data bahwa siswa belum menguasai materi menulis karangan narasi. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil belajar siswa pada akhir pembelajaran yaitu hanya 33% siswa yang dapat melampaui KKM kelas yaitu 65. Siswa yang lain yaitu 67% belum memenuhi KKM. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu perbaikan pembelajaran yaitu dengan menerapkan model pembelajaran quantum learning. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran quantum learning untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi non fiksi siswa kelas IV SDN Sukorejo 3, (2) mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis narasi non fiksi siswa kelas IV SDN Sukorejo 3 kota Blitar dengan model pembelajaran quantum learning. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu penelitian bersifat deskripstif dan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SDN Sukorejo 3 kota Blitar pada kelas IV dengan jumlah siswa 24 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran quantum learning dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi non fiksi siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat pada peningkatan rata-rata prosentase ketuntasan belajar siswa pada pratindakan yaitu 33 % dan meningkat menjadi 67% pada siklus I. Pada siklus II jumlah ini terus meningkat menjadi 83%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model dengan menggunakan model quantum learning dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi non fiksi siswa kelas IV SDN. Sukorejo 3 kota Blitar. Dengan demikian, dapat disarankan bagi peneliti bahwa dengan melihat realitas dilapangan tentang pembelajaran selama ini, maka untuk ke depannya peneliti berusaha agar tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan guru dan dapat memberikan alternatif model pembelajaran salah satunya model pembelajaran quantum learning. Bagi siswa dapat meningkatkan motivasi belajar, siswa lebih aktif, kreatif, dan dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi. Dengan pemberian media yang menarik dan pemutaran musik klasik dapat memberikan suasana belajar yang berbeda kepada siswa. Bagi guru dapat menerapkan model pembelajaran quantum learning sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi non fiksi
Penerapan Strategi Pair Check dengan Menggunakan Gambar Seri untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa Kelas III SDN Pagentan 05 Singosari
ABSTRAK Rahmawati, Nurul. 2011. Penerapan Strategi Pair Check dengan Menggunakan Gambar Seri untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa Kelas III SDN Pagentan 05 Singosari. UAP, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Musa Sukardi,M.Pd. Kata Kunci : Strategi Pair Check, Media Gambar Seri, Mengarang. Tingkat kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 sangat rendah, hal ini disebabkan karena guru kurang menerapkan strategi yang beragam dan jarang menggunakan media pembelajaran dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Secara umum tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri terhadap kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari, serta mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis karangan siswa dengan menerapkan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari yang berjumlah 51 siswa. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa hasil menulis karangan siswa berdasarkan gambar seri dari aspek EYD, ide cerita, serta keruntutan kata dan kalimat. Kemampuan mengarang yang dapat dicapai oleh siswa pada siklus I pertemuan 1 mencapai rata-rata 61, pada pertemuan 2 rata-rata nilai naik menjadi 70. Sedangkan pada siklus II rata-rata nilai kemampuan mengarang meningkat menjadi 80, SKBM untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kecamatan Singosari adalah 70. Ini berarti sudah memenuhi SKBM yang telah ditentukan. Pada penelitian ini nilai rata-rata siswa mencapai 80, ini berarti secara klasikal telah dianggap tuntas belajar dan terjadi peningkatan kemampuan mengarang. Hendaknya guru dapat menerapkan strategi pair check dalam pembelajaran mengarang, serta menggunakan media gambar seri. Karena dengan menerapkan strategi pembelajaran yang dipadukan dengan menggunakan media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa, serta aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PERMAINAN MENCARI PASANGAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPS DI KELAS V SDN TUMPANG 04
ABSTRAK Cahyono, Dwi. 2011. Penerapan Model Permainan Mencari Pasangan Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep IPS di Kelas V SDN Tumpang 04. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. I Wayan Sutama, M.Pd. Kata Kunci: model permainan mencari pasangan, pemahaman konsep IPS Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 17-18 Februari 2011 di kelas V SDN Tumpang 04 pada mata pelajaran IPS diperoleh data hasil belajar IPS siswa yang masih terbilang kurang maksimal,.Dari data di SD N Tumpang 04 , nilai yang diperoleh oleh peserta didik di SD N Tumpang 04 tahun pelajaran 2009-2010 untuk mata pelajaran IPS di kelas V dari jumlah peserta didik 23 yang memperoleh hasil di atas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebanyak 10 peserta didik atau sebanyak 43%. Sedangkan 13 peserta didik atau sebanyak 57% tidak memenuhi KKM. Hal ini disebabkan oleh luasnya materi, kurang menariknya pembelajaran di kelas serta kurang terampilnya merangkum materi-materi yang penting dari konsep yang ada. Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: 1)mengetahui sejauh mana penerapan metode pembelajaran model permainan mencari berpasangan pada siswa kelas V SD Negeri Tumpang 04 kecamatan Tumpang dapat meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran IPS. 2)mendeskripsikan penerapan model permainan mencari pasangan pada mata pelajaran IPS kelas V SD N Tumpang 04. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Untuk mengumpulkan data, instrument pengumpuan data yang digunakan berupa: 1) lembar observasi; 2) soal tes. Seorang siswa dinyatakan tuntas belajarnya apabila telah mencapai skor 70. Pelaksanaan pembelajaran dibagi dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: a) perencanaan; b) pelaksanaan tindakan dan observasi; c) refleksi; d) revisi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tumpang 04 Kabupaten Malang. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Dilihat dari proses pembelajaran pada tindakan siklus I dan siklus II dengan skor rata-rata sebagai berikut: (1) tindakan siklus I pre test 48,70 dan post test 60,00; (2) tindakan siklus II pre test 63,48 dan post test 80,87. Pada siklus I dengan prosentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 17,39% dan meningkat pada siklus II menjadi 82,61% Pada siklus II sudah mencapai ketuntasan belajar klasikal di atas 80%. Dari penelitian di atas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran permainan mencari pasangan pada mata pelajaran IPS . Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: 1) penerapan model pembelajaran permainan mencari pasangan dapat meningkatkan pemahaman konsep IPS dalam belajar; 2) penerapan model pembelajaran permainan mencari pasangan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Saran kepada guru-guru, hendaknya menggunakan model pembelajaran yang bervariasi yang sesuai dan efektif dalam penyampaian materi pelajaran IPS
PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PROGRAM SERTIFIKASI GURU TERHADAP MOTIVASI UNTUK MENJADI GURU DAN PRESTASI BELAJAR
ABSTRAK Wijayanti,Revika,Dwi.2010.Pengaruh Persepsi Mahasiswa Tentang Program Sertifikasi Guru Terhadap Motivasi Menjadi Guru dan Prestasi Belajar (Studi Pada Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi 2007 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang).Skripsi,Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) DR Bambang Sugeng SE,MA,MM,Ak (II) Yuli Widi Astuti SE,M.Si,Ak Kata Kunci: Persepsi, Program Sertifikasi Guru, Motivasi Menjadi Guru, Prestasi Belajar Sertifikasi guru adalah proses uji kompetensi yang dirancang untuk mengungkapkan penguasaaan kompetensi seseorang sebagai landasan pemberian sertifikat pendidik. Guru yang telah lulus uji sertifikasi akan mendapatkan imbalan seperti yang telah dijanjikan dalam undang-undang Guru dan Dosen. Hal ini dapat membuat mahasiswa termotivasi untuk menjadi guru dan minat siswa untuk dapat menekuni setiap mata kuliah baik keguruan maupun non keguruan menjadi meningkat. Minat mahasiswa yang besar pada mata kuliah keguruan maupun non keguruan ini akan menjadi suatu pendorong bagi mahasiswa untuk menciptakan hasil belajar yang meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)Pengaruh langsung persepsi mahasiswa tentang program sertifikasi guru terhadap motivasi menjadi guru(2)Pengaruh langsung motivasi menjadi guru terhadap prestasi belajar.(3)Pengaruh langsung persepsi mahasiswa tentang program sertifikasi guru terhadap prestasi belajar (4) Pengaruh persepsi mahasiswa tentang program sertfikasi guru terhadap prestasi belajar melalui motivasi menjadi guru. Penelitian ini merupakan penelitian sampel yang menggunakan metode simple random sampling yang memakai 47 responden mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi 2007 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanasi assosiatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuisioner dan teknik dokumentasi. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analyisis) Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi mahasiswa tentang program sertifikasi guru berpengaruh langsung terhadap motivasi mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi 2007 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang menjadi guru dengan nilai koefisien beta terstandarisasi 0,484. (2) Motivasi mahasiswa menjadi guru tidak berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar dengan nilai koefisien beta terstandarisasi -0,119. (3) Persepsi mahasiswa tentang program sertifikasi guru tidak berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar dengan nilai koefisien beta terstandarisasi -0,065. (4) Persepsi mahasiswa tentang program sertifiaksi guru tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar melalaui motivasi menjadi guru. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan adalah : (1) Mahasiswa diharapkan sebisa mungkin selalu memiliki persepsi yang baik dan positif karena hal ini dapat meningkatkan motivasi mahasiswa menjadi guru. (2) Bagi peneliti lain yang akan mengadakan penelitian sejenis, disarankan variable yang ingin diteliti lebih diperluas, misalnya :latar belakang sosial ekonomi, lingkungan sosial siswa atau minat siswa sehingga dapat mengungkapklan permasalahan dan memberikan hasil dari temuan penelitian yang lebih berarti dan bermanfaat bagi banyak pihak
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SDN KLINTER KECAMATAN KEJAYAN KABUPATEN PASURUAN
ABSTRAK Mitayani, Realita. 2011. Penggunaan Model pembelajaran Eksperimen Untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa kelas IV SDN Klinter Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan, Penelitian Tindakan Kelas Program S1 PGSD, Jurusan KSDP, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Tomas Iriyanto, S.Pd Kata Kunci: Model Pembelajaran Eksperimen, Prestasi Belajar IPA Model Pembelajaran yang digunakan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa sebab dalam pembelajaran diperlukan kesinambungan antara strategi, model, dan media dengan materi pembelajaran yang akan diajarkan. Dalam perbaikan pembelajaran di SDN Klinter Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan dalam matapelajaran IPA pada materi sifat-sifat benda cair ditemukan permasalahan sebagai berikut: siswa tidak merespon penjelasan guru yang disebabkan penjelasan guru yang terlalu cepat sehingga siswa kurang paham terhadap materi, alat peraga tidak bervariasi, moral dan perilaku siswa kurang baik selama pembelajaran dan kurangnya motivasi siswa terhadap kegiatan pembelajaran IPA. Penelitian ini merumuskan masalah : a) Sejauh mana peningkatan prestasi belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran eksperiman pada matapelajaran IPA. b) Bagaimana model pembelajaran eksperimen dalam meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap matapelajaran IPA. c) bagaimana aktivitas siswa melalui penerapan model pembelajaran eksperimen. Sedangkan tujuannya yaitu untuk meningkatkan prestasi belajar serta melatih keterampilan siswa kelas IV khususnya bidang studi IPA. Manfaat penelitian sebagai acuan untuk pengembangan profesionalitas guru dalam menggunakan beberapa metode terhadap peningkatan hasil belajar. Dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan perbaikan pembelajaran menggunakan 2 siklus. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, pengamatan, pelaksanaan dan refleksi. Lokasi penelitian yaitu SDN Klinter Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan, sedangkan subyek penelitian yaitu siswa kelas IV Semester II tahun pelajaran 2010/2011. Dari hasil data dan pembahasan setiap siklus didapatkan bahwa prestasi belajar siswa dalam materi sifat-sifat air mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini dilihat dari siklus I dan siklus II yaitu siklus I (57%) dan siklus II (96%). Kesimpulan ini dari penelitian tindakan kelas bahwa eksperimen merupakan metode yang tepat dan sesuai serta mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran menuju suatu keberhasilan sesuai tujuan yang diinginkan yaitu memenuhi standart minimal dalam ketuntasan belajar.