Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    Peningkatan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas IV MI. Darul Ulum Gondangwetan Kabupaten Pasuruan Melalui Pembelajaran Model Jigsaw

    No full text
    ABSTRAK   Arifin, Samsul. 2011. ”Peningkatan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas IV MI. Darul Ulum Gondangwetan Kabupaten Pasuruan Melalui Pembelajaran Model Jigsaw” Skripsi jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. FIP Universitas Negeri Malang. pembimbing: (1) Drs,A. Badawi, M.Pd (2) Drs. Sjafruddin. AR,S.Pd, M. Pd.   Kata kunci: Kemampuan Berbicara, Pembelajaran Model Jigsaw, Hasil belajar. Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yaitu  dengan cara memperbaiki proses belajar mengajar. Salah satu yang memegang peranan penting dalam memperbaiki proses belajar mengajar adalah guru. Seorang guru yang profesional dituntut untuk dapat  menampilkan keahliannya sebagai guru di depan kelas.Bahasa Indonesia berperan sebagai alat untuk mempersatukan keberagaman bahasa, adat istiadat, suku, dan budaya. Bertolak dari hal tersebut, siswa diharapkan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berdasarkan hasil observasi awal ditemukan bahwa siswa MI. Darul Ulum Gondangwetan Pasuruan belum mampu mencapai kriteria ketuntasan yang ditentukan oleh sekolah yaitu 70 ketuntasan individu. Hal ini, terbukti dari nilai-nilai UAS (ujian akhir semester) tahun ajaran 2009/2010 dengan rata-rata 5,8. Permasalahan yang terjadi di kelas IV adalah rendahnya hasil belajar siswa. Sebagai dasar pijakan berfikir. Teori-teori yang peneliti dikelompokkan dalam Pembelajaran Bahasa, Pembelajaran Berbicara, Metode Pembelajaran Model Jigsaw di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI).Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran model Jigsaw yaitu model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif sub kuantitatif. Bahasa merupakan rangkaian bunyi yang melambangkan pikiran, perasaan, serta sikap. Jadi, bahasa ialah lambang Hasil penelitian ini menunjukkan pembelajaran model Jigsaw dalam  pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV MI. Darul Ulum Gondangwetan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, terbukti dari hasil yang diperoleh siswa dapat dilihat dari rata-rata hasil tes mulai dari pre tes (59,75) dengan prosentase (40%), meningkat siklus I (68,15) dengan prosentase (60%), dan meningkat lagi siklus II (72,5) dengan prosentase (80%) yang terus mengalami peningkatan. Saran yang disampaikan kepada guru yaitu lebih profesional dalam menjalankan tugas mengajar untuk merangsang minat belajar siswanya, serta melibatkannya secara utuh dalam pembelajara

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MEDIA GAMBAR TUNGGAL PADA SISWA KELAS IV SDN DENGKOL 01 SINGOSARI

    No full text
    ABSTRAK   Yusewarsih, Endang.2011. Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Melalui Media Gambar Tunggal Pada Siswa Kelas IV SDN Dengkol 01 Singosari, Ujian Akhir Program Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Prasekolah,Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing Dra.Harti Kartini,M.Pd.   Kata Kunci: Kemampuan Menulis Karangan Media Gambar,SD.               Berdasarkan pengalaman peneliti selama mengajar di sekolah dasar SD kelas IV ditemukan bahwa siswa dalam menulis karangan masih mengalami banyak kesulitan. Kesulitan yang dialami siswa dalam menyusun karangan yaitu:belum mampu memilih kosakata yang tepat,belum mampu mengembangkan karangan sesuai dengan ciri karangan,kualitas ide tulisan yang dihasilkan masih rendah.Tujuan penelitan ini adalah:(1) Mendeskripsikan proses pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan dengan menggunakan media gambar,(2) Mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis karangan.             Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus.Setiap siklus terdiri atas empat komponen yaitu perencanaan,tindakan,observasi dan refleksi.PTK ini dilaksanakan di kelas IV SDN Dengkol 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dengan jumlah siswa 30 terdiri dari 11 laki-laki,19 perempuan.             Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) proses penerapan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam menulis karangan dengan menggunakan media gambar ditempuh dengan langkah-langkah sesuai dengan tahapan penggunaan media gambar (2) dengan menerapkan media gambar pada pembelajaran Bahasa Indonesia dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan siswa kelas IV SDN Dengkol 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang mengalami peningkatan pada siklus I siswa yang mendapat nilai diatas 60 ada 32% sedangkan pada siklus II siswa yang mendapat diatas 60 ada 60% saran dari PTK ini yaitu dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia dalam menulis karangan dengan menggunakan media gambar dapat diterapkan dan dikembangkan dengan baik di kelasIV sesuai dengan langkah-langkah yang benar.  

    Penerapan Media Neraca Bilangan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Operasi Perkalian Pada Siswa Kelas II SDN Bugul Lor Pasuruan.

    No full text
    ABSTRAK   Hidayah, Ika Nur. 2011. Penerapan Media Neraca Bilangan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Operasi Perkalian Pada Siswa Kelas II SDN Bugul Lor Pasuruan.  Tugas Akhir Program, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi S1 PJJ Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M. Pd.   Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Neraca Bilangan, Perkalian   Matematika merupakan salah satu pendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Rendahnya hasil belajar matematika salah satu penyebabnya antara lain daya tarik siswa terhadap mata pelajaran matematika masih kurang. Asumsi yang didapat bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dan membingungkan, terutama dalam penguasaan konsep perkalian dan menyelesaikan soal-soal perkalian. Peneliti berasumsi dengan media neraca bilangan siswa besemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika tentang konsep perkalian sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan prestasinya. Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pelaksanaan pembelajaran "media neraca bilangan" pada siswa kelas II SDN Bugul Lor, (2) Meningkatan hasil belajar siswa kelas II SDN Bugul Lor setelah dilaksanakan pembelajaran metematika menggunakan "media neraca bilangan", (3) Meningkatkan keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan "media neraca bilangan". Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subyek penelitian ini ialah siswa kelas II SDN Bugul Lor sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes, lembar observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang dipakai adalah rata-rata dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media neraca bilangan untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa kelas II SDN Bugul Lor dilakukan dengan cara siswa mengisi lembar tes akhir tentang operasi perkalian dan secara berkelompok mempraktekkan dengan menggunakan media neraca bilangan. Pemahaman konsep siswa ditunjukkan dari nilai rata-rata pretest dan postest, pada siklus I meningkat dari 5,07 menjadi 6,7. Sedangkan pada siklus II ditunjukkan dari nilai postest pada siklus II meningkat dibandingkan pada siklus I yaitu 6,7 menjadi 8,4. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) pembelajaran menggunakan media neraca bilangan dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap perkalian, (2) Meningkatkan keaktifan siswa. Hak itu dapat dilihat dari nilai rata-rata pretest dan posttest pada siklus I yaitu dari 6,7 menjadi 8,4 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan: (1) guru dalam pelajaran matematika hendaknya menggunakan media pembelajaran yang efektif bagi siswa yaitu "neraca bilangan" agar tujuan belajar matematika tercapai, (2) sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran metematika dengan media neraca pembelajaran, (3) peneliti lain diharapkan dapat melanjutkan untuk mendapatkan temuan yang lebih signifikan.

    Meningkatkan pemahaman konsep menghargai keputusan bersama dalam pembelajaran PKN melalui metode Role Playing siswa kelas V SDN Glanggang I Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kusrini, Erna. 2011. Meningkatkan Pemahaman Konsep Menghargai Keputusan Bersama dalam Pembelajaran PKn melalui Metode Role Playing Siswa Kelas V SDN Glanggang I Malang. UAP. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Harti Kartini, M.Pd.   Kata Kunci: menghargai keputusan bersama, PKn SD, dan role playing.                     Penelitian dilaksanakan berdasarkan pembelajaran yang disampaikan di kelas selama ini sebagian besar diberikan melalui metode ceramah dan tanya jawab sehingga siswa kurang diberi kesempatan untuk berpikir, berpendapat tentang materi yang dipelajari. Sikap siswa dalam pembelajaran di kelas masih tampak individu, pilih-pilih teman dalam menentukan kelompok, kurang menghargai pendapat teman dalam bermusyawarah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman   konsep menghargai keputusan bersama pada siswa kelas V SDN Glanggang I Kecamatan Pakisaji Malang dalam pembelajaran PKn melalui metode role playing. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan menggunakan dua siklus, sedangkan tiap-tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang dialami melalui pengumpulan data. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN Glanggang I Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa kurang antusias untuk mengikuti setiap pembelajaran PKn. Hal ini disebabkan karena mereka merasa takut untuk tampil di depan kelas apalagi bahasa yang mereka pergunakan kurang lancar. Siswa di dalam pergaulan sehari-hari tidak terbiasa menggunakan bahasa Indonesia sehingga mereka kurang lancar dalam berbicara. Siswa dalam pergaulan sehari-hari masih menggunakan bahasa daerah. Pada siklus I siswa sudah mulai berani untuk tampil di depan teman-temannya meskipun bahasa yang dipergunakan masih belum lancar. Siklus II tampak sikap siswa sudah mampu mengadakan suatu musyawarah untuk mencapai mufakat , berani mengemukakan pendapatnya di hadapan teman-temannya, dan mampu menerima pendapat teman yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa hasil belajar pada tes awal yang memperoleh nilai di bawah KKM (70) sejumlah 20 siswa dengan nilai rata-rata kelas 59,6. Pada siklus I terjadi peningkatan jumlah siswa yang menguasai materi di atas KKM sebanyak 7 dengan nilai rata-rata 67,6. Sedangkan pada siklus II terjadi lagi peningkatan hasil belajar yaitu sebanyak 20 siswa yang mendapat nilai di atas KKM dengan nilai rata-rata 77,7. Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar  siswa kelas V SDN Glanggang I Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang meningkat setelah mengikuti pembelajaran PKn dengan metode role playing. Disarankan agar guru lain jika menggunakan metode role playing diharapkan dapat memperhatikan kesiapan, keterbatasan waktu, dan penguatan pada siswa.

    Persepsi Guru Tentang Pelaksanaan Supervisi Klinis dan Kompetensi Guru di SD/MI Gugus V Kecamatan Sukun Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Amaliyah, Yuli. 2011. " Persepsi Tentang Pelaksanaan Supervisi Klinis dan Profesionalisme Guru di SD/MI Gugus V Kecamatan Sukun Kota Malang". Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Musa Sukardi, M.Pd (2) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd   Kata Kunci: Supervisi Klinis, Profesionalisme guru, SD Guru di SD/MI gugus V kecamatan Sukun Kota Malang memiliki perbedaan persepsi mengenai pelaksanaan supervisi klinis dan kompetensi guru. Hal ini terjadi diduga disebabkan antara lain: iklim sosial, sistem kedinasan, atau persepsi dari guru sendiri. Persepsi guru mengenai supervisi klinis dilihat dari pelaksanaan supervisi tersebut. Sedangkan persepsi guru mengenai kompetensi guru dilihat dari penguasaan kompetensi sebagai seorang guru, meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi tentang pelaksanaan supervisi klinis dan kompetensi guru di SD/MI gugus V kecamatan Sukun kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan sampel 65 dipada guru di SD/MI gugus V kecamatan Sukun kota Malang .Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan metode penelitian deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner (angket). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki persepsi „efektif‟ (44.62%) mengenai pelaksanaan supervisi klinis, diartikan supervisi klinis telah dilaksanakan dengan efektif serta berkesinambungan dengan baik antara prosedur pada supervisi klinis. Sedangkan mengenai kompetensi guru, sebagian besar guru memiliki persepsi yang sangat tinggi (52.31%), diartikan bahwa guru di SD/MI gugus V kecamatan Sukun kota Malang adalah guru yang berkompeten atau telah memiliki kompetensi/kemampuan sabagai seorang guru Disarankan Bagi Kepala Sekolah agar menindaklanjuti pelaksanaan supervisi klinis dengan secara berkesinambungan dan terkoordinasi dengan baik, serta mengevalusai kinerja guru untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi dalam pembelajaran didalam atau diluar kelas.Bagi guru disarankan untuk melaksanakan supervisi klinis dengan intensif untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran dikelas guna meningkatkan profesionalisme, serta melaksanakan sebagaimana mestinya kompetensi sebagai guru yang profesional dan menyelenggarakan program pembelajaran yang baik kepada peserta didiknya, sehingga akan tercipta suasana belajar yang komunikatif, variatif dan berdaya saing. Bagi peneliti diharapkan apabila menggunakan variabel yang sama dalam penelitiannya disarankan agar mengambil jumlah sampel yang lebih luas sehingga hasil penelitian tersebut bermanfaat bagi banyak pihak

    PENERAPAN STRATEGI BERTANYA DENGAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG PENGARUH LINGKUNGAN FISIK TERHADAP DARATAN PADA SISWA KELAS IVB SDN KANDANGAN III/621 SURABAYA

    No full text
    ABSTRAK Murdi, Ahmad. 2011. Penerapan Strategi Bertanya dengan Media Gambar untuk Meningkatkan Pemahaman tentang Pengaruh Lingkungan Fisik terhadap Daratan pada Siswa Kelas IVB SDN Kandangan III/621 Surabaya. Penelitian Tindakan Kelas, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Lia Yuliati, M.Pd   Kata kunci : strategi bertanya, media gambar, lingkungan Kurangnya pemahaman siswa tentang pengaruh lingkungan fisik terhadap daratan disebabkan kurang tepatnya strategi model pembelajaran yang diterapkan guru. Guru belum menggunakan strategi bertanya dan memanfaatkan media dalam pembelajaran secara maksimal, misalnya media gambar. Padahal penggunaan media gambar akan membantu siswa untuk lebih mudah mencerna dan memahami materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengaruh lingkungan fisik seperti erosi, banjir, abrasi dan tanah longsor terhadap daratan pada siswa kelas IVB SDN Kandangan III/621 Surabaya melalui strategi bertanya dengan media gambar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Pada masing-masing siklus dilaksanakan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kandangan III/621 Surabaya yang berjumlah 30 orang siswa. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dalam rentang waktu dua bulan, mulai bulan April sampai Mei 2010. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi, tes, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bertanya dengan media gambar yang digunakan dalam pembelajaran IPA pada pokok bahasan pengaruh lingkungan fisik terhadap daratan dapat meningkatkan pemahaman siswa. Penugasan membuat pertanyaan juga dapat membuat siswa lebih leluasa untuk mengungkapkan rasa keingintahuannya, sehingga tingkat pemahaman siswa pun ikut meningkat. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi bertanya bertanya dengan media gambar dapat meningkatkan pemahaman tentang pengaruh lingkungan fisik terhadap daratan pada siswa kelas IVB SDN Kandangan III/621 Surabaya. Untuk memperoleh hasil yang maksimal diharapkan dalam penerapan strategi ini digunakan gambar yang lebih kompleks dan penggunaan pertanyaan dalam bentuk uraian

    Peningkatan Kemampuan Bercerita Anak Kelompok A melalui Permainan Tebak Gambar di TK Negeri Pembina Kabupaten Malang.

    No full text
    ABSTRAK Dewi,  Astina Ratna. 2011. Peningkatan Kemampuan Bercerita Anak Kelompok A melalui Permainan Tebak Gambar di TK Negeri Pembina Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci : Kemampuan Bercerita, Permainan Tebak Gambar, TK Negeri Pembina Kabupaten Malang Usia emas anak mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang  pesat pada aspek fisik, emosi, sosial, bahasa, dan kognitif. Dari hasil observasi pada anak kelompok A di TKN Pembina Kabupaten Malang ditemukan bahwa anak masih belum mampu bercerita tentang pengalamannya. Hal tersebut diperkuat dari 28 orang anak didik ada 17 anak yang belum mampu menceritakan pengalamannya. Berangkat dari masalah tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan cara meningkatkan kemampuan bercerita anak kelompok A di TKN Pembina Kepanjen melalui permainan “Tebak Gambar” serta untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan bercerita anak kelompok A di TKN Pembina Kepanjen setelah dibelajarkan melalui permainan “Tebak Gambar”. Ruang lingkup penelitian ini adalah terbatas pada implementasi kegiatan bermain “Tebak Gambar” sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak khususnya pada anak kelompok A di TKN Pembina Kepanjen. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model siklus Kemmis dan MC. Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah anak-anak kelompok  A TKN Pembina Kabupaten Malang yang berjumlah 28 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian  ini berupa panduan observasi aktifitas siswa untuk mengetahui kemampuan bercerita. Analisis data penelitian yang dipakai adalah deskriptif kuantitatif maupun kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah pada siklus I peningkatan kemampuan anak dalam bercerita pengalamannya mencapai 71,43% sedangkan pada siklus 2 meningkat lagi menjadi 100%. Hal ini terlihat dari faktor-faktor sebagai berikut: keberanian anak, kelancaran anak dalam bercerita, serta kevariatifan cerita anak.Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan permainan “Tebak Gambar” dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak terutama kemampuan bercerita anak. Adapun saran yang dikemukakan penulis adalah 1) Bagi guru khususnya TK hendaknya selalu kreatif dan inovatif dalam membantu mengembangkan kemampuan bahasa terutama kemampuan bercerita anak melalui berbagai inovasi pembelajaran, 2) Bagi sekolah, hendaknya pihak sekolah selalu mendekung program guru dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak, serta bagi peneliti lanjutan, hendaknya menggunakan media gambar dan tema cerita yang lebih bervariatif.

    PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KESEIMBANGAN ANAK MELALUI MEDIA PAPAN TITIAN PADA KELOMPOK A DI TK SATU ATAP TULUSREJO I MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Pengembangan dan pembinaan keterampilan motorik sangat diperlukan karena merupakan  perkembangan unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh yang sangat diperlukan bagi kehidupan anak. Rendahnya keseimbangan kemampuan fisik motorik anak berjalan pada suatu titian  membuat anak menjadi ragu dalam bermain, berlari, memanjat, bergelantung yang dibutuhkan saat bersosialisasi dengan teman sepermainannya. Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan pengalaman yang dimiliki tiap anak, metode guru yang digunakan kurang menarik, kurang sistematis dan membosankan. Berdasarkan hal tersebut maka dibuatlah sebuah model papan titian untuk mengembangkan keterampilan keseimbangan anak.  Tujuan dari penelitian ini (1) Mendeskripsikan penerapan media papan titian di kelompok A TK Satu Atap Tulusrejo I Malang, (2) Mendeskripsikan penerapan media papan titian dalam mengembangkan keterampilan keseimbangan anak kelompok A TK Satu Atap Tulusrejo I Malang. Pada penelitian ini merupakan penelitian model pengembangan suatu media papan titian terhadap keterampilan keseimbangan anak yang dilakukan melalui uji kelompok kecil dan uji lapangan. Pembuatan model media ini divalidasi ahli pembelajaran dan ahli media untuk evaluasi keefektifan model media ini. Subyek dari penerapan model pengembangan media ini adalah 15 anak kelompok A TK Satu Atap Tulusrejo I Malang. Hasil akhir analisa uji kelompok besar (uji lapangan) diperoleh penilaian sebanyak 95,24% anak menyatakan mudah melakukan aktivitas kegiatan berjalan di atas papan titian. Kualifikasi kevalidan dari hasil presentase tersebut berada pada kisaran  80% - 100% tergolong dalam kualifikasi valid berarti media ini dapat digunakan. Kelebihan dari kegiatan ini adalah: 1) menarik bagi anak, 2) pembelajaran lebih menyenangkan, 3) penggunaan waktu lebih efisien,  4) melatih anak untuk lebih berkonsentrasi, 5) melatih keseimbangan anak dan melatih kesabaran. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi TK yang ingin cepat mengembangkan keterampilan  keseimbangan menggunakan media ini, penggunaan papan titian ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, bagi peneliti lanjutan agar mengembangkan model untuk pengembangan aspek-aspek yang lain. Kata Kunci: Keterampilan keseimbangan, Media papan titian, Taman kanak-kana

    Penerapam Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Di SDN Pagentan 0I Kecamatan Singosari Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Cahyo, Rini Dwi. 2011. Penerapam  Pembelajaran Kooperatif  Tipe Group Investigation  untuk  Meningkatkan  Hasil Belajar IPS   Di SDN Pagentan 0I Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. UAP. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Musa Sukardi, M.Pd.   Kata Kunci: Tipe Group Investigation, hasil belajar, Aktifitas siswa.   Pembelajaran IPS dengan menggunakan Tipe Group  Investigation untuk meningkatkan aktivitas belajar ini merupakan salah satu pembelajaran dengan tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai bidang pendidikan, tidak hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial, melainkan lebih jauh dari pada itu berupaya membina dan mengembangkan peserta didik menjadi sumber daya manusia yang berketerampilan sosial dan intelektual sebagai warga masyarakat dan warga Negara yang memiliki perhatian, kepedulian sosial yang bertanggung jawab. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan  kemampuan berfikir siswa kelas IV semester II SDN Pagentan I Kecamatan Singosari Kabupaten Malang melalui penerapan pembelajaran Kooperatif Tipe Group  Investigation, serta untuk  meningkatan hasil belajar IPS  kelas IV semester II SDN Pagentan I Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dengan penerapan pembelajaran Kooperatif Tipe  Group  Investigation.  Dalam penelitian tindakan kelas ini, untuk melakukan pengamatan atau pengumpulan informasi dan data-data yang diperlukan, maka peneliti melakukan tahap-tahap: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi pada tiap-tiap siklusnya yang saling terkait dan berkelanjutan. data yang telah diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa serta mengetahui keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Untuk analisis tingkat keberhasilan atau prosentase ketuntasan belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung pada tiap siklusnya, dilakukan dengan cara memberikan evaluasi hasil belajar. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data tentang perkembangan prestasi belajar siswa melalui penerapan pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation  ternyata prestasi belajar IPS pada siswa kelas IV SDN Pagentan 01 Kecamatan Singosari  dapat meningkat. Berdasarkan penilaian prestasi hasil belajar IPS nilai rata-rata tes formatif 69 meningkat 86, jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus 1 ada 21 siswa, dan pada siklus 2 meningkat 31 siswa sedangkan persentase ketuntasan pada siklus 1 mencapai 58% dan pada siklus ke 2 meningkat  83 %, siswa lebih aktif dan responsif dalam melakukan diskusi  dengan menggunakan media vidio visual. Perlu adanya pemanfaatan media Video Visual  yang optimal untuk pembelajaran ilmu pengetahuan social dengan mempertimbangkan aspek perkembangan siswa.   Kelemahan pada penulisan penelitian ini tidak menggunakan  media video visual yang lebih bersifat kongkrit/nyata.  

    Peningkatan Minat, Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas VI dengan Media Google Earth pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri Sumberoto 01 Kec. Donomulyo Kab. Malang

    No full text
    ABSTRAK   Agustin, Erna Eka. 2011. Peningkatan Minat, Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas VI dengan Media Google Earth pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri Sumberoto 01 Kec. Donomulyo Kab. Malang. UAP, Program Studi S-1 PJJ Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sutarno, M.Pd   Kata kunci: minat, keaktifan, hasil belajar, IPS, media, google earth   Berdasarkan hasil observasi peneliti pada sebagian besar siswa, IPS merupakan mata pelajaran yang sangat membosankan, karena materi tersebut sangatlah luas sehingga perlu hafalan dan juga tidak ada suatu hal yang dapat menarik minat dan perhatian mereka untuk mempelajari materi tersebut. Selain itu, dalam melakukan pembelajaran guru kebanyakan masih bersifat konvensional, artinya guru masih mendominasi jalannya pembelajaran dan belum memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal sehingga pembelajaran yang dilakukan cenderung kurang menarik siswa. Diharapkan dengan menggunakan media baru google earth lebih mewarnai proses pembelajaran sehingga pembelajaran dapat meningkatkan minat, keaktifan dan hasil belajar siswa. Tujuan diadakan penelitian ini adalah: mendeskripsikan proses penerapan media google earth dalam meningkatkan minat, keaktifan dan hasil belajar siswa. Metode yang dignakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kelas, dengan menggunakan model Kemmis dan Tagart (dalam Arikunto 1996: 3). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas 4 kegiatan melalui prosedur: (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) observasi, dan (d) refleksi.Subyek penelitian siswa kelas VI SDN Sumberoto 01 Kec. Donomulyo Kab. Malang dengan jumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, tes, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan media google earth, minat belajar siswa dapat meningkat. Terlihat dari hasil data angket meningkat dari pra sikus ke  siklus 1 dan siklus 2, yang terlihat mereka merasa senang terhadap pembelajaran. Sedangkan keaktifan siswa dalam pembelajaran juga meningkat dari pra sikus ke  siklus 1 dan siklus 2. Dari yang semula siswa hanya pasif dalam pembelajaran sebagai pendengar materi siswa menjadi lebih aktif dan serius dalam pembelajaran terlihat saat kerja sama dan keberanian mereka dalam diskusi, selain itu nampak pada saat ketepatan dan keberanian siswa saat mengoperasikan media. Hasil belajar siswa juga meningkat dari pra sikus ke  siklus 1 dan siklus 2, nampak dari peningkatan nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal siswa.

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇