Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    Penerapan Cooperative Learning Tipe Team Game Tourment untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA di SDn Pecalukan V Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Al Murtadho, Muh. 2011. Penerapan Cooperative Learning Tipe Team Game Tournamentuntuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA di SDN Pecalukan V Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan.Elektronik Tugas Akhir,S-1 Pendidikan Guru SekolahDasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan PraSekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Drs. HeruAgus Tri Widjaja, M.Pd   Kata Kunci: IPA SD, Team Game Tournament (TGT), Cooperative Learning.   Berdasarkanhasilobservasipembelajaran IPA di kelas V SDN Pecalukan V Prigenpadamateripesawat sederhana masih belum optimal.Terbuktidalamhasil ulangan materi pesawat sederhanadari20siswa, hanya5siswa yang mendapatkannilaimemenuhiKriteriaKetuntasan Minimal (KKM) yang telahditetapkanyaitunilai 70, sedangkan15 siswa dibawahnilai KKM.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses belajar mengajar dengan  model team game tournament (TGT)dalam meningkatkan pembelajaran, mendeskripsikan aktivitas siswa, serta mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas V SDN PecalukanVPrigenKabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan di kelas V SDN Pecalukan V PrigenKabupaten Pasuruan sebanyak dua siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini pada siswa kelas V SDN Pecalukan V sebanyak 20 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Hasil penelitian penerapan model team game tournament (TGT) ini dapat meningkatkan proses belajarmengajardibuktikandenganpelaksanaanpembelajarandari siklus-1 hingga siklus-2 penerapan model TGTsudahmencapaiseluruhindikator, meningkatkanaktivitasbelajarsiswayang pada siklus-1 sebesar 30%menjadi 80% pada siklus-2.Hasilbelajarsiswajugaturutmengalamipeningkatan yang pada siklus-1 nilai rata-rata hasilbelajarsiswaadalah57,9danpada siklus-2 adalah 74mengalamikenaikanskor16,1. Sesuaidenganindikatorkeberhasilan bila telah mencapai skor 70. Berdasarkan temuan diatas, dapat disimpulkanbahwa dengan menggunakan model TGTdapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada pembelajaran IPA dengan materipesawatsederhana.Karenalebihantusias, aktifdalammelakukanpermainan, dan siswalebihberkompetisidalambelajar.Saran yang bisa disampaikan dengan menggunakan model TGT siswa sangat ramai dalam pembentukan kelompokyang heterogen, untukituperlu dibuat peraturan dalam pembelajaran berlangsung.    

    Penerapan Model CTL dalam Meningkatkan Kemampuan Membuat Kalimat Siswa Kelas III SDN Wonoayu Wajak Malang

    No full text
    ABSTRAK   Faridha, Dyan. 2011. Penerapan Model CTL dalam Meningkatkan Kemampuan Membuat Kalimat Siswa Kelas III SDN Wonoayu Wajak Malang. Ujian Akhir Program. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Drs. Toha Mashudi, S.Pd, M. Pd.   Kata kunci: model CTL, kemampuan membuat kalimat, kelas III SD   Berdasarkan observasi awal di SDN Wonoayu Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas III dalam membuat kalimat sangat rendah. SisWa masih banyak mengalami kesulitan dalam membuat kalimat. Pembelajaran yang dilkukan guru juga masih konvensional dan monoton. Hal tersebut yang menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Siswa merasa bosan mengikuti pembelajaran dan pada akhirnya mereka kurang aktiv sehingga kelas hanya berpusat pada guru saja. Hal tersebut yang mendorong peneliti melakukan penelitian dengan tujuan: 1) mendeskripsikan penerapan model CTL untuk meningkatkan kemampuan membuat kalimat, 2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam membuat kalimat. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Pada tiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari empat komponen yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan dan observasi, 3) refleksi, dan 4) perbaikan perencanaan. PTK ini dilakukan di kelas III SDN Wonoayu Kecamatan Wajak Kabupaten Malang dengan jumlah siswa 22 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CTL (Contextual Teaching and Learning) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dari siklus I nilai rata-rata yaitu 66,88 dan pada siklus II yaitu 70,23, selain itu nilai rata-rata kelas hasil belajar siswa juga meningkat dari siklus I yaitu 62,04 dan pada siklus II yaitu 67,73. Berdasarkan temuan dan analisis, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model CTL dapat meningkatkan kemampuan membuat kalimat bagi siswa kelas III SDN Wonoayu Kecamatan Wajak Kabupaten Malang terutama dalam membedakan subjek,predikat, objek, keterangan, dan dapat menyusun kalimat dengan pola SPOK. Disarankan pada guru-guru pada saat menggunakan model CTL harus dapat mengatur alokasi waktu dengan baik agar pelaksanaan pembelajaran yang direncanakan dengan model CTL dapat berjalan dengan lancar.

    Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Strategi KWL (Know – Want to know – Learned) pada Siswa Kelas III MIN Beji Kabupaten Pasuruan.

    No full text
    ABSTRAK   Maulidah, Ucik Nurul. 2011. Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Strategi KWL (Know - Want to know - Learned) pada Siswa Kelas III MIN Beji Kabupaten Pasuruan. Ujian Akhir Program (UAP). Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah. FIP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Sukamti, M.Pd.   Kata Kunci: membaca pemahaman, Strategi KWL, SD.   Kemampuan mambaca bagi siswa perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh unsur pendidikan yang ada di sekolah. Khususnya dalam membaca pemahaman. Diketahui bahwa kegiatan pembelajaran membaca di kelas III MIN Beji Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan masih terkategori kurang baik. Hal ini menyebabkan siswa tidak mampu memahami bacaan dengan baik, siswa merasa bosan dan kesulitan, serta kurang antusias pada kegiatan membaca pemahaman. Masalah yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah Bagaimana strategi KWL dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman, bagaimana strategi KWL dapat meningkatkan kemampuan mengungkapkan isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi KWL dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman, mendeskripsikan strategi KWL dalam meningkatkan kemampuan mengungkapkan isi bacaan Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara kolaboratif antara guru kelas III dan peneliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif  kualitatif. Subyek penelitian ini ini adalah siswa kelas III MIN Beji Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Dengan jumlah siswa 31 yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Peneliti ini menggunakan lembar observasi pelaksanaan kegiatan, wawancara untuk mendapatkan informasi dari terwawancara, tes berupa tugas sebagai instrumen pengumpulan data, dan dokumen foto untuk mengetahui kegiatan siswa selama melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kemampuan membaca siswa kelas III MIN Beji ditunjukkan dari prosentase ketuntasan hasil membaca pemahaman siswa pada setiap siklus mengalami peningkatan. Hasil peningkatan ini terlihat dari hasil membaca pemahaman siswa, keaktifan, minat dan motivasi pada pada setiap siklus. Pada pra tindakan atau sebelum siklus prosentase kemampuan memahami isi bacaan adalah 22,6%. Pada pembelajaran siklus I pertemuan pertama ketuntasan belajar meningkat menjadi 58,1%, dan pertemuan kedua ketuntasan belajar mencapai 67,7%. Pada pembelajaran siklus II secara klasikal mencapai ketuntasan belajar mencapai 93,5%. Sedangkan untuk kemampuan mengungkapkan isi bacaan, pada pra tindakan atau sebelum siklus prosentase mengungkapkan isi bacaan adalah 38,7%. Pada pembelajaran siklus I pertemuan pertama ketuntasan belajar meningkat menjadi 54,8%, dan pertemuan kedua ketuntasan belajar mencapai 80,6%. Pada pembelajaran siklus II secara klasikal mencapai ketuntasan belajar sebesar 92,8%. Pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan strategi KWL dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Guru menulis satu topik di papan tulis, 2) Siswa menuliskan apa yang diketahuinya tentang topik tersebut pada kolom K (Know), 3) Siswa membuat beberapa pertanyaan tentang apa yang ingin diketahuinya tentang topik tersebut dan menuliskannya pada kolom W (Want to know), 4) Siswa membaca teks, 5) Siswa menuliskan tentang apa yang telah dipelajarinya dari membaca teks pada kolom L (Learned). Dari hasil penelitian ini, diharapkan siswa mampu meningkatkan kemampuan membaca dalam mata pelajaran bahasa Indenesia khususnya membaca pemahaman. Selain itu, harapan dari penelitian ini adalah semoga hasil penelitian ini membantu guru, siswa, maupun peneliti lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia sehingga mutu pendidikan akan terwujud dengan baik.   

    PENERAPAN MODEL INVESTIGASI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA KELAS V SDN SUWAYUWO I KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Fatmawati, Ninik. 2011. Penerapan Model Investigasi Kelompok Untuk Meningkatan Pembelajaran  IPA  Kelas V SD Suwayuwo I Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Elektronik Tugas Akhir, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Heru Agus Triwidjaja, M.Pd   Kata Kunci : Investigasi kelompok, Pembelajaran, IPA   Pembelajaran IPA di kelas V SDN Suwayuwo I Sukorejo pada materi pesawat sederhana mempermudah pekerjaan, belum sepenuhnya berpusat pada siswa. Pembelajaran yang dilakasanakan masih menggunakan model dan metode pembelajaran yang masih didominasi guru dan belum memberi kesempatan pada siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung sebagaimana yang diharapkan dalam pembelajaran IPA sehingga aktivitas siswa dalam pembelajaan kurang maksimal. Hal inilah yang mengakibatkan hasil belajar siswa kurang optimal. Berdasarkan hasil belajar siswa yang didokumentasikan guru kelas V, bahwa hasil tes formatif pada materi pesawat sederhana, dari 24 siswa, hanya 11 siswa yang mendapatkan nilai memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan yaitu nilai 75, sedangkan sisanya dibawah nilai KKM. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model investigasi kelompok dalam meningkatkan pembelajaran IPA kelas V SDN Suwayuwo I Sukorejo Kabupaten Pasuruan, mendeskripsikan aktivitas siswa kelas V SDN Suwayuwo I Sukorejo Kabupaten Pasuruan, dan mendeskripsikan  hasil belajar siswa kelas V SDN Suwayuwo I Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan di kelas V SDN Suwayuwo I Sukorejo Kabupaten Pasuruan dengan subjek penelitian sebanyak 24 siswa, 12 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Tagard. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model investigasi kelompok berhasil diterapkan dalam pembelajaran IPA sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hasil observasi penerapan pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 16,1% dari siklus I ke siklus II. Hasil observasi aktivitas siswa menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 8,05%. Dalam pembelajaran dengan odel investigasi kelompok siswa dituntuk untuk bekerjasama dengan kelompok untuk memecahkan masalah dengan cara melakukan pengamatan (investigasi) . Sehinga kemampuan siswa dalam bekerjasama memecahkan masalah, memasukkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan dan mempresentasikan hasil temuannya dapat dilatih dengan menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok ini. Sehubungan dengan itu hasil belajar dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 2,3%. Saran yang dapat penulis sampaikan adalah hendaknya dalam pelakasanaan pembelajaran model investigasi kelompok, kelompok siswa dibentuk terlebih dahulu dan ditetapkan sehingga mempermudah pemerolehan informasi tentang perkembangan kemampuan siswa di masing-masing siklus.

    Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perkalian Siswa Kelas II SDN Gondowangi 02 Kecamatan Wagir

    No full text
    ABSTRAK   Novarera, Renti Yoika. 2011. Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perkalian Siswa Kelas II SDN Gondowangi 02 Kecamatan Wagir. Ujian Akhir Program, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dra. Sri Harmini, S.Pd. M.Pd   Kata Kunci : Media gambar, pemahaman konsep, perkalian Ditemukan beberapa bukti, banyak siswa menyatakan bahwa pelajaran matematika susah, tidak menarik, dan tidak menyenangkan. Pada materi perkalian, siswa tidak memahami konsep perkalian dengan menggunakan simbol. Melihat kesulitan yang dialami siswa, peneliti berpendapat diperlukan suatu media lain untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep perkalian. Teori belajar Bruner menyajikan 3 model penyajian, yaitu 1)Model Tahap Enaktif, dalam tahap ini peserta didik terlibat secara langsung dalam memanipulasi objek. 2) Model Tahap Ikonik. Tahap ikonik, yaitu suatu tahap pembelajaran di mana pengetahuan diwujudkan dalam bentuk visual/gambar. 3) Model Tahap Simbolis. Pada tahap ini, pembelajaran direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki hasil belajar siswa. Hasil belajar dapat meningkat, apabila siswa dapat memahami konsep perkalian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data penelitian berupa hasil belajar siswa, dokumen foto dan dokumen audio visual. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan penggunaan media gambar dapat meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa kelas II SDN Gondowangi 02. Sebelum dilakukan penelitian, siswa tidak memahami konsep perkalian dengan menggunakan simbol. Pada siklus 1 pertemuan ke 1, media gambar benda yang dijajar dapat meningkatkan pemahaman konsep perkalian dari 19,2% menjadi 23,1%. Pada siklus 1 pertemuan ke 2 dan ke 3, media gambar hewan dan kartun juga meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep perkalian. Pada siklus 2, penggunaan media gambar bangun datar, ikan dan aquarium, serta gambar baju dan celana dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep perkalian. Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan, yaitu visual activities, oral activities, writing activities, mental activities, dan emotional activities. Visual activities berupa peningkatan perhatian siswa terhadap gambar dan mendemonstrasikan. Oral activities berupa peningkatan siswa bertanya dan mengemukakan pendapat. Writing activities berupa peningkatan kemampuan siswa menuliskan konsep perkalian menggunakan simbol. Mental activities berupa kemampuan siswa dalam memecahan soal. Emotional activities berupa rasa gembira siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran

    PENERAPAN PERMAINAN BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN KELAS II SDN JEDONG 02 KECAMATAN WAGIR

    No full text
    ABSTRAK   Pratiwi, Andi. 2011. Penerapan Permainan Bilangan untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep  Perkalian Kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir. Ujian Akhir Program. Jurusan KSDP. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd   Kata Kunci : Pembelajaran matematika SD, permainan, perkalian Materi perkalian mulai diberikan di kelas II dan sebagai dasar materi perkalian di kelas lebih tinggi. Hasil observasi pendahuluan menunjukkan bahwa hasil belajar matematika pada materi perkalian di kelas II SDN Jedong 2 Kecamatan Wagir  masih rendah. Hasil belajar yang  rendah dikarenakan siswa masih belum memahami konsep perkalian dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keterlaksanaan permainan bilangan untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir, (2) mengetahui penerapan permainan bilangan dapat peningkatan pemahaman konsep  perkalian kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir. Penelitian ini difokuskan pada peningkatan pemahaman konsep perkalian siswa dalam pelajaran Matematika. Subjek penelitan ini adalah kelas II sebanyak 15 anak. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: (1) refleksi awal, (2) perencanaan, (3) pelaksanaan, (4) observasi dan evaluasi, (5) refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, hasil evaluasi, dan tugas kelompok. Kemudian data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu, (1) bagaimanakah keterlaksanaan permainan bilangan untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir dan (2) apakah dengan menggunakan permainan bilangan dapat meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa kelas II SDN Jedong  02 Kecamatan Wagir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan bilangan dapat meningkatkan pemahaman konsep perkalian. Pada observasi pendahuluan, tingkat ketuntasan belajar siswa hanya 20%. Akhir siklus 1 ketuntasan belajar siswa mencapai 60%. Pelaksanaan siklus 2 ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 73,3% . Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa: (1) permainan bilangan dapat diterapkan dengan baik dalam pembelajaran konsep perkalian pada mata pelajaran matematika kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir, (2) penerapan permainan bilangan dapat meningkatkan pemahaman konsep perkalian kelas II SDN Jedong 02 Kecamatan Wagir

    PENERAPAN COGNITIVE STYLE MAPPING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS KELAS V SDN PURWODADI 1 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Mauluti, Silfi, Aski. 2011. Penerapan Cognitive Style Mapping Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Kelas IV SDN Purwodadi 1Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Murtiningsih, M.Pd, (II) Dra. Nur Hanifah, M.Pd.   Kata kunci: Cognitive Style Mapping, Aktivitas,  Hasil belajar, IPS SD Pembelajaran IPS yang disampaikan selama ini masih terpusat pada guru. Hal ini dapat dilihat dari pembelajaran IPS di SDN Purwodadi 1 Malang. Pembelajaran yang diajarkan kepada siswa kelas V sering kali didominasi oleh guru. Guru hanya berceramah dan bertanya jawab saja sedangkan siswa cukup mendengarkan, sehingga menimbulkan kebosanan pada siswa dalam menerima pelajaran. Kemudian yang terjadi siswa mengalihkan perhatiannya dengan membuat gambar-gambar pada buku catatannya. Dan akhirnya siswa tidak menyerap dengan baik pelajaran yang disampaikan guru. Sehingga hasil belajar siswa menurun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diadakan penelitian dengan menerapkan Cognitive Style Mapping (CSM). Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk: (1) mendiskripsikan penerapan Cognitive Style Mapping (CSM), dan (2) mendiskripsikan peningkatan hasil belajar IPS dengan penerapan Cognitive Style Mapping (CSM) di kelas V SDN Purwodadi 1 Kota Malang. Cognitive Style Mapping merupakan suatu teknik pencatatan materi dalam bentuk pemetaan gambar dan simbol agar siswa dapat tertarik, mudah mengingat, dan tidak bosan dalam pembelajaran IPS. Dengan menggunakan Cognitive style Mapping siswa akan lebih memahami materi yang diberikan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Purwodadi 1 Malang pada siswa kelas V semester 2 bulan Maret-April 2011. Jenis penelitian yang akan diterapkan oleh peneliti adalah kualitatif. Pendekatan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & MC. Taggart. Penelitian ini bersifat kolaboratif karena melibatkan guru kelas V, teman sejawat dan peneliti selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan CSM mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siswa pada pratindakan sebesar 46,6, pada siklus I   meningkat menjadi 67,3. Pada siklus II kembali meningkat menjadi 80,3. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan CSM dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SDN Purwodadi 1 Malang. Selain meningkatkan hasil belajar CSM juga dapat meningkatkan aktivitas belajar.  Untuk itu disarankan bagi guru dapat menjadikan Cognitive Style Mapping  sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Bagi peneliti lanjut disarankan untuk dapat menerapkan CSM pada mata pelajaran lainnya

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP RESUME UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn DI KELAS IV SDN MADYOPURO II KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Tuburpon, Habida. 2011. Penerapan model pembelajaran group Resume untuk meningkatkan hasil belajar PKN Group Resume di kelas IV SDN Madyopuro II Kota Malang. tugas Akhir S1 PGSD, Jurusan KSDP, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1 Drs.Imam Nawawi  M.Si Pembimbing 2 Drs. H. M Thoha A R, S. Pd, M.Pd   Kata Kunci : Pembelajaran Group Resume, Hasil Belajar PKN SD.   Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan watak warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. , ditemukan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKN  masih rendah. Hal ini  dibuktikan (Guru kelas) dengan menunjukkan lembaran hasil ulangan harian siswa yang masih jauh dari standar ketuntasan yang sudah ditentukan. Nilai rata-rata kelas 57,33 dari 45 siswa, tingkat keberhasilan siswa mencapai 34%, dan tingkat ketidakberhasilan siswa mencapai 66%. sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal atau standar ketuntasan belajar yang telah ditetapkan di SDN Madyopuro II minimal 70 %. Standar ketuntasan minimal (SKM) pada mata PKN  70 %.Selain itu model pembelajaran yang digunakan oleh Guru kelas IV SDN Madyopuro II dalam proses belajar mengajar, beliau katakan bahwa seringkali beliau menggunakan metode dan pendekatan yang kurang bervariatif Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Madyopuro II yang berjumlah 45 siswa yang terdiri dari 19 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki dan seorang guru kelas.pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: lembar observasi, hasil observasi, lembar kerja siswa (LKK), soal tes, pedoman wawancara, serta rencana pelaksanaan tindakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Group Resume tidak hanya dapat meningkatkan aspek kognitif saja, namun semua aspek yang menyangkut perkembangan siswa dalam pembelajaran seperti kemampuan bekerjasama serta partisipasi siswa dalam pembelajaran selain itu pembelajaran kooperatif tipe Group Resume juga dapat meningkatkan kemampuan guru dalam merancang serta mengelola pembelajaran secara individual, klasikal maupun secara kelompok. 2) Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Group Resume dapat meningkatkan hasil belajar PKN pada siswa kelas IV SDN Madyopuro II. Hal ini dapat dilihat pada peningkatan hasil tes tulis pada setiap siklus. Hasil tes pada siklus I mencapai 68,66% dan meningkat menjadi 82,55% pada siklus II.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Group Resume dapat meningkatkan hasil belajar PKN pada siswa kelas IV SDN Madyopuro. Tentunya model pembelajaran ini bisa diterapkan pada kelas yang berbeda. Saran kepada guru sebaiknya menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Group Resume sebagai variasi model pembelajaran. Saran kepada siswa hendaknya meningkatkan hasil belajar dengan cara lebih aktif dan kreatif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

    PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V SDN JUGO 02 TAHUN PELAJARAN 2010-2011

    No full text
        ABSTRAK   Agus, Elfaidin Devid. 2011. Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas V SDN Jugo 02 Tahun Pelajaran 2010-2011, PTK, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program Studi PJJ S1-PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. I Wayan Sutama, MPd.   Kata Kunci: Pendekatan Kontekstual, Keterampilan Berbicara, Hasil Belajar   Penggunaan metode pembelajaran yang belum tepat dalam pembelajaran bahasa Indonesia menjadi salah satu faktor kurangnya penguasaan keterampilan berbicara dan hasil belajar siswa. Guru hanya menggunakan metode ceramah untuk menjelaskan kepada siswa tentang penggunaan ejaan dan kesesuaian kalimat, selanjutnya siswa diberi tugas untuk membuat daftar pertanyaan wawancara. Setelah pembelajaran ini siswa mengumpulkan hasil kerjanya yang selanjutnya diadakan penilaian oleh guru tanpa mencoba untuk mempraktekkan kegiatan wawancara tersebut. Selama proses pembelajaran keterampilan siswa dalam aspek berbicara yang meliputi keberanian, pemahaman, dan sikap badan dari setiap pertemuan berjalan cukup baik. Dengan diterapkannya pendekatan kontekstual ini, siswa merasa terbantu dan lebih paham bagaimana menyampaikan sesuatu secara lisan dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Penerapan pendekatan kontekstual dinyatakan dapat meningkatkan keterampilan berbicara dan hasil belajar pada siswa kelas V SDN Jugo 02. Hal ini dapat dibuktikan dari ketuntasan siswa yang terus meningkat. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Setiap siklus dengan dua kali pertemuan yang masing-masing. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas V SDN Jugo 02 kabupaten Blitar. Data yang diperoleh berupa hasil tes, lembar observasi kegiatan belajar mengajar (aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran), wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka diperoleh peningkatan nilai rata-rata keterampilan berbicara siswa di kelas V dari sebelum siklus 57,33 mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 66 (9%), siklus II 77 (12%). Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan paparan data bahwa penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan keterampilan berbicara dan hasil belajar siswa. Setelah penerapan pendekatan kontekstual diharapkan guru senantiasa melakukan variasi di dalam menerapkan metode pembelajaran agar siswa tidak bosan dan lebih bersemangat dalam belajar. Siswa diharapkan senantiasa siap untuk menerima pembaharuan dalam setiap metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru, dan lebih bersemangat dalam belajar.

    Penerapan Metode Demonstrasi Menggunakan Kartu Bilangan Bulat untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dalam Menyelesaikan Penjumlahan Bilangan Bulat pada Siswa Kelas IV SDN Kebotohan Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Widowati, Ruri Ayu. 2011. Penerapan Metode Demonstrasi Menggunakan Kartu Bilangan Bulat untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dalam Menyelesaikan Penjumlahan Bilangan Bulat pada Siswa Kelas IV SDN Kebotohan Pasuruan. Ujian Akhir Program, Jurusan KSDP Program Srudi SI PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Musa Sukardi, M.Pd.   Kata Kunci: metode demonstrasi, media kartu bilangan, penjumlahan bilangan bulat   Berdasarkan observasi awal ditemukan permasalahan bahwa dari 22 siswa kelas IV SDN Kebotohan, siswa masih belum menguasai konsep dasar penjumlahan bilangan bulat dengan rincian dari 22 siswa hanya 4 siswa yang mampu mengerjakan 3 soal dengan benar, 5 siswa mampu mengerjakan 2 soal dengan benar, dan 14 lainnya salah dalam mengerjakan soal tersebut. Sesuai dengan perkembangan kognitif anak menurut Piaget, maka diadakan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode demonstrasi dalam menggunakan media kartu bilangan bulat untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan penjumlahan bilangan bulat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Mendiskripsikan penerapan metode demonstrasi menggunakan kartu bilangan bulat yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika dalam menyelesaikan penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN Kebotohan Pasuruan, 2) Mendiskripsikan peningkatkan hasil belajar Matematika siswa dalam menyelesaikan penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN Kebotohan Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), kolaboratif dan bersiklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kebotohan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan tes evaluasi. Sedangkan instrumen penelitian data yang digunakan berupa pedoman observasi dan lembar evaluasi. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisa secara kuantitatif dan kualitatif, dan indikator keberhasilan dalam PTK ini adalah ketuntasan perorangan sebesar 65% dan ketuntasan klasikal 75% berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar dalam KTSP. Hasil dari penelitian setelah dilakukan Tindakan Kelas, data menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pra tindakan rata-rata 20,0. Pada siklus I mencapai 62,7, sedangkan pada siklus II mencapai rata-rata 80,0 sehingga ketuntasan belajar meningkat melampaui standar ketuntasan minimal 75%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan dalam PBM guru menggunakan media yang menarik dan bervariasi supaya pembelajaran berlangsung menyenangkan dan guru harus kreatif menemukan cara-cara yang mudah dan cepat dipahami siswa dalam pembelajaran Matematika.

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇