Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
INCREATION ACTIVITY AND STUDY RESULT USE THINK-TALK-WRITE (TTW) OF SOCIETY SCIENCE GRADE IV GOVERNMENT ELEMENTARY SCHOOL MADYOPURO V DISTRIK KEDUNGKANDANG MALANG CITY
ABSTRAKKobawon,Fransina. 2011. Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar dengan Menggunakan Model Think-Talk-Write (TTW) Mata Pelajaran IPS Kelas IV SDN Madyopuro 5 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Harti Kartini S.Pd, M.PdKata kunci: Think-Talk-Write (TTW) Aktivitas dan Hasil Belajar Pada proses pembelajaran siswa akan berhasil kalau dirinya sendiri ada kemauan untuk belajar dan keinginan atau dorongan untuk belajar, karena dengan peningkatan motivasi belajar maka siswa akan tergerak, serta terarahkan sikap dan perilaku siswa dalam belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV SDN MAdyopuro 5 Malang, peneliti menyimpulkan bahwa penguasaan konsep siswa terhadap materi koperasi, tujuan dan manfaat, perbedaan koperasi dengan badan usaha lainnya belum maksimal. Selain itu siswa cenderung merasa bosan jika pembelajarannya bersifat konfensional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Think-Talk-Write (TTW) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan MC. Taggart. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Madyopuro 5 yang berjumlah 46 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, tiap siklus dilakukan dalam dua pertemuan yang melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.Model TTW dalam penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap think, pada tahap think siswa merangkum hasil yang sudah dibacakan didalam kelompok. Tahap ke 2 yaitu tahap talk, pada tahap ini yang dilakukan siswa adalah berdiskusi dengan teman sendiri, dan tahap ke 3 yaitu tahap write, tahap Write terlihat pada saat siswa mulai menulis hasilnya yang tadi dibaca dalam rangkuman . Dari tahap-tahap dalam model ini terlihat ada peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa.Dari deskripsi hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran bertujuan melatih siswa untuk menuliskan hasil diskusinya ke dalam bentuk tulisan secara sistematis, oleh karena itu selama proses pembelajaran guru mengadakan penilaian proses untuk mengetahui keaktifan siswa yaitu siklus I 68,75%, dan siklus II 81,25%. Dan ketuntasan belajar yang diperoleh pada saat pra tindakan yaitu 43,47%, siklus I sebesar 73,91%, sedangkan siklus II semuanya sudah mencapai nilai yang maksimal. Penerapan model TTW dalam pembelajaran koperasi ini merupakan salah satu alternatif dalam meningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa SD.Dengan demikian disarankan bagi peneliti lain, agar penelitian ini di jadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman pengembangan profesi dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
Penggunaan Media Gambar dan Kartu Kata untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Kalimat pada Siswa Kelas 1 SDN Pagentan 0I Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.
ABSTRAK Agustina, Eka. 2011. Penggunaan Media Gambar dan Kartu Kata untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Kalimat pada Siswa Kelas 1 SDN Pagentan 0I Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Ujian Akhir Program, Program Studi S1 PJJ PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Musa Sukardi, M.Pd. Kata Kunci: Media Kartu Kata, hasil belajar, aktifitas siswa. Penggunaan media gambar dan kartu kata ini sangat cocok digunakan guru untuk dijadikan suatu media dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis kaliamat, Dalam usaha peningkatan mutu pendidikan tersebut perlu ada perbaikan dan pengembangan dalam segenap aspek pendidikan, salah satunya dari kualitas pendidik. Penelitian ini menggunakan media gambar dan kartu kata dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas, yang dilakukan dalam 2 siklus, siklus 1 terbagi 2 kali pertemuan sedangkan siklus 2 dilakukan dalam 1 kali pertemuan. Penelitian in idilakukan selama 3 bulan mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2011. Data yang digunakan ditentukan dengan perolehan nilai siswa. Untuk teknik analisa data digunakan 4 tahapan yaitu planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas 1 SDN Pagentan 01 dalam melaksanaan pembelajaran bahasa indonesia terutama menulis kalimat pada siklus 1 pertemuan 1 memperoleh hasil 64% untuk siswa yang kurang dalam penguasaan materi pada siklus 1 pertemuan 2 hasil yang diperoleh 48% untuk siswa yang kurang dalam penguasaan materi siklus 2 pertemuan 2 hasil yang diperoleh siswa mengalami peningkatan karena jumlah siswa yang tidak dapat menguasai materi hanya 39%.Dengan perolehan hasil belajar siswa maka guru dapat mengetahui tingkat kemampuan siswa sehingga dapat memilih rancangan yang tepat untuk proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil temuan-temuan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar dan kartu kata dapat meningkatkan hasil belajar serta keaktifan siswa dalam menulis kalimat
Penerapan Model Kooperatif Make A Match untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas 3 SDN Tanjungrejo 5 Kecamatan Sukun Kota Malang
ABSTRAK Agustina, Ernis. 2011. Penerapan Model Kooperatif Make a Match untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas 3 di SDN Tanjungrejo 5 Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Estu Winahyu,M.Pd. (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. Kata kunci: Model kooperatif make a match, hasil belajar, keaktifan, IPA, SD. Model make a match merupakan salah satu model kooperatif yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, baik secara kognitif maupun fisik. Selain itu, model model ini juga memiliki unsur permainan yang menyenangkan sehingga dapat pula meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di kelas 3 SDN Tanjungrejo 5 Malang pada waktu pembelajaran IPA didapatkan fakta bahwa pembelajaran yang dilakukan guru kurang bervariasi, siswa terlihat kurang aktif , banyak yang mengantuk, dan bermain sendiri. Dari nilai siswa pada materi energi dan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 60, 50 dengan ketuntasan kelas 37,50%, sedangkan KKM yang ditentukan adalah 72,00 untuk hasil belajar dan 70% untuk ketuntasan kelas. Untuk itu agar dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif make a match. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran kooperatif make a match yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa, (2) mendeskripsikan peningkatan keaktifan siswa melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif make a match, (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif make a match. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif model kolaboratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3B SDN Tanjungrejo 5 Malang, dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang siswa, yaitu 16 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Dalam penelitian ini peneliti menjadi pengajar dan guru kelas sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif make a match untuk pembelajaran IPA siswa kelas 3B SDN Tanjungrejo 5 dengan standar kompetensi “Memahami kenampakan permukaan bumi, cuaca, dan pengaruhnya bagi manusia, serta hubungannya dengan cara manusia memelihara dan melestarikan alam ” dapat dilaksanakan dengan efektif. Keaktifan siswa meningkat dari 50,00 pada awal siklus I menjadi 93,75 pada akhir siklus II. Hasil belajar juga meningkat dari rata-rata 69,10 dan ketuntasan kelas 46,67% sebelum tindakan menjadi rata-rata 85,57 dan ketuntasan kelas mencapai 86,67% pada akhir siklus II. Kesimpulan dari penelitian adalah penerapan model pembelajaran kooperatif make a match dapat meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas 3B SDN Tanjungrejo 5 Malang. Diharapkan dalam menerapkan model ini guru hendaknya membuat kesepakatan dengan siswa terlebih dahulu tentang aturan/tata tertib yang berlaku agar situasi di kelas tidak terlalu gaduh
Penerapan Model Directive Learning untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas V SDN Kedungkandang 1 Kota Malang
ABSTRAK Andayani, Sri. 2011. Penerapan Model Directive Learning untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas V SDN Kedungkandang 1 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ruminiati, M.Si, (II) Drs. Imam Nawawi, M.Si Kata Kunci: Model directive learning, kreatifitas, hasil belajar, PKn SD Model directive learning merupakan suatu pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa dalam mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Kreatifitas siswa dapat tumbuh dan dipupuk sejak usia dini, terutama pada pendidikan di Sekolah Dasar (SD). Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajaran PKn berupa seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif-interaktif yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang ditemukan dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas dilakukan secara bersiklus, yang setiap siklus terdiri atas; perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Adapun pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat natural, deskriptif, induktif, dan menemukan makna dari suatu fenomena. Yang menjadi subyek penelitian adalah siswa SDN Kedungkandang 1 Kota Malang kelas V pada semester II tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 39 siswa. Analisis data yang digunakan dalam penerapan model Directive Learning yaitu analisis prosentase dan analisis rata-rata. Kriteria ketuntasan minimal belajar yang digunakan dalam penelitian ini dianggap telah “tuntas belajar” apabila telah mencapai 75 % dari jumlah siswa. Model pembelajaran directive learning ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Langkah-langkah pembelajaran dalam model directive learning yang digunakan oleh guru dalam penelitian siklus I dan siklus II terbukti dapat meningkatkan kreatifitas dan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Kedungkandang 1 Kota Malang; (2) model directive learning yang diterapkan dalam penelitian ini dapat meningkatkan kreatifitas siswa; (3) Hasil belajar PKn yang dicapai siswa menunjukkan peningkatan terbukti dengan pada siklus I meningkat 18% dari pra tindakan, yaitu dengan rata-rata 74,02. Pada siklus II juga lebih meningkat 69 % dari siklus I, yaitu dengan rata-rata 77,41. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model directive learning terbukti: (1) dapat meningkatkan kreatifitas dan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Kedungkandang 1 Kota Malang; (2) kreatifitas siswa lebih meningkat dengan hasil pengamatan yang menunjukkan seluruh aspek dari kreatifitas tersebut mendapatkan kategori baik; dan (3) hasil belajar siswa meningkat 87 %, lebih tinggi nilainya daripada target minimal ketuntasan belajar 75 %
PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING RANCANGAN TANDUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MATA PELAJARAN IPS DI SDN MADYOPURO 2 KOTA MALANG
ABSTRAK Sesuai dengan observasi langsung dalam proses pembelajaran, guru hanya menggunakan metode ceramah, serta tidak melibatkan siswa langsung dalam proses pembelajaran. Dari hasil penilaian 45 siswa kelas IV, hanya 18 orang yang mencapai nilai standar ketuntasan (38 %), dan 27 siswa belum mencapai standar ketuntasan (62%), sesuai dengan SKBM yang ditetapkan guru mata pelajaran IPS, SKBM yang ditetapkan oleh guru mata pelajaran IPS adalah 65 % (hasil wawancara langsung dengan kepala sekolah dan wali kelas IV tentang dokumen sekolah tahun 2010/2011). Model Quantum Teaching merupakan model pembelajaran yang menyenangkan, dengan segala nuansanya. Quantum Teaching juga menyertakan segala kaitan, interaksi dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar, Quantum Teaching berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas, interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar (Lazanov, 1978 dalam Deporter, 2002). Rancangan tandur adalah singkatan dari: tumbuhkan, alami, namai, demonstrasi, ulangi, dan rayakan. Penelitian ini dilakukan di SDN Madyopuro 2, jalan raya Madyopuro 2 Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang Propinsi Jawa Timur. Sedangkan waktu pelaksanaan penelitian ini mulai pada tanggal 21 Februari sampai dengan tanggal 21 April 2011. Peneltian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) Kemmis & Taggart. Dari data aktivitas dan hasil belajar pada siklus II maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa dengan menggunakan model quantum teaching dapat meningkatkan aktivitas atau kerjasama dalam kelompok dan hasil belajar siswa yang tadi hasil belajar siswa nilai rata-ratanya hanya 57,44% meningkat menjadi 76.11, jadi dapat dibilang penelitian dengan menerapkan model quantum teaching ini berhasil. Dilihat dari hasil perlakuan tindakan siklus I dan II cenderung meningkat dengan sangat drastis. Sehingga, model pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa, apabila diterapkan secara sistematis dan utuh. Hasil belajar siswa meningkat jika di bandingkan dengan hasil belajar sebelum diterapkan model quantum teaching, dari hasil penelitian ini maka disarankan bagi guru mata pelajaran IPS agar dapat menggunakan model quantum teaching dalam pembelajaran lebih khususnya IP
penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan prestasi belajar IPA tentang cahaya merambat lurus pada siswa kls V di SDN Baturetno 04 Singosari Kab. Malang
ABSTRAK Sunarto. 2011. Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Tentang Cahaya Merambat Lurus Pada Siswa Kelas V Di SDN Baturetno IV Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2009/2010. E-TA. Program Studi PJJ S-1 PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Musa Sukardi, M.Pd Kata Kunci : Eksperimen, IPA, cahaya merambat lurus. Prestasi belajar IPA materi cahaya siswa kelas V di SDN Baturetno IV berdasarkan lembar evaluasi menggunakan metode konvensional menunjukkan hasil yang kurang baik. Siswa yang tuntas belajarnya pada saat dilakukan evaluasi hanya sebanyak 4 siswa (20%) dari keseluruhan siswa kelas V SDN Baturetno IV yang berjumlah 20 siswa. 16 orang siswa lainnya (80%) kurang menguasai materi sehingga tidak dapat menjawab pre tes yang diberikan dengan hasil yang maksimal sehingga nilai yang diperoleh masih di bawah KKM IPA SDN Baturetno IV sebesar 60. Secara klasikal, nilai rata-rata prestasi belajar IPA materi tentang cahaya merambat lurus hanya sebesar 41. Oleh karena itu diperlukan metode baru dalam peningkatan prestasi belajar IPA siswa kelas V di SDN Baturetno IV. Metode yang dipilih adalah metode eksperimen dengan pertimbangan sesuai karakteristik materi dan siswa kelas V di SDN Baturetno IV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan tahapan pelaksanaan metode eksperimen yang dapat meningkatkan prestasi belajar IPA tentang cahaya merambat lurus pada kelas V di SDN Baturetno 04 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mendiskripsikan penerapan metode eksperimen yang dapat meningkatkan prestasi belajar IPA tentang cahaya merambat lurus pada siswa kelas V di SDN Baturetno 04 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan pada satu kelas agar diperoleh pengamatan yang mendalam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Evaluasi dilaksanakan dua kali setelah pertemuan 2 dan pertemuan 4 selesai. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu tahap rencana tindakan (planning, pelaksanaan tindakan (action), mengamati (observasi) dan melakukan refleksi (reflection). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN Baturetno IV tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 20 orang. Lokasi penelitian ini berada di dukuh Benel Baturetno kecamatan Singosari kabupaten Malang. Instrumen penelitian ini, antara lain: tes, wawancara, lembar observasi, dan catatan lapangan. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik deskrtiptif kualitatif untuk data kualitatif, sedangkan untuk data kuantitatif digunakan teknik analisis mean persentase. Pelaksanaan metode eksperimen yang dapat meningkatkan IPA tentang cahaya merambat lurus pada kelas V SDN Baturetno 04 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang; (a) memberikan appersepsi yang sesuai karakteristik materi, (b) eksplorasi materi dan tujuan pembelajaran, (c) pembagian lembar kegiatan siswa dan bahan eksperimen, (d) penjelasan tujuan eksperimen, (e) pemberian petunjuk eksperimen, (f) pembimbingan pelaksanaan eksperimen, (g) pengamatan dan pengumpulan data eksperimen, (h) penarikan kesimpulan eksperimen, (i) penerapan hasil eksperimen, (j) pelaporan hasil eksperimen, (k) pemantapan hasil eksperimen, (l) refleksi pembelajaran eksperimen, (m) pemberian tes evaluasi, (n) pemberian tindak lanjut eksperimen pertemuan selanjutnya. Penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan aktifitas belajar IPA tentang cahaya merambat lurus pada siswa kelas V SDN Baturetno 04 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Persentase aktifitas belajar siswa untuk aspek penilaian sesuai langkah kerja sebesar 0% pada pra tindakan, 68% pada siklus I pertemuan 1, 75% pada siklus I pertemuan 2, 82% pada siklus II pertemuan 1, serta 83% pada siklus II pertemuan 2. Pada aspek penilaian kebenaran mencatat data eksperimen, persentase yang didapat sebesar 0% pada pra tindakan, 72% pada pada siklus I pertemuan 1, 73% pada siklus I pertemuan 2, 83% pada siklus II pertemuan 1, serta 88% pada siklus II pertemuan 2. Pada aspek penilaian kerjasama kelompok eksperimen, persentase yang didapat sebesar 0% pada pra tindakan, 53% pada pada siklus I pertemuan 1, 53% pada siklus I pertemuan 2, 60% pada siklus II pertemuan 1, serta 60% pada siklus II pertemuan 2. Penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar IPA tentang cahaya merambat lurus pada siswa kelas V SDN Baturetno 04 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Siswa yang tuntas pada tahap pra tindakan sebesar 20% (4 siswa) dan siswa yang belum tuntas sebanyak 80% (16 siswa). Nilai rata-rata evaluasi belajar siswa sebesar 41. Nilai rata-rata prestasi belajar IPA pada siklus I pertemuan 1 sebesar 50. Siswa yang tuntas sebesar 50% (10 siswa) sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 50% (10 siswa). Nilai rata-rata prestasi belajar IPA pada siklus I pertemuan 2 sebesar 53. Siswa yang tuntas sebesar 60% (12 siswa) sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 40% (8 siswa). Nilai rata-rata prestasi belajar IPA pada siklus II pertemuan 1 sebesar 58. Siswa yang tuntas sebesar 70% (14 siswa) sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 30% (6 siswa). Nilai rata-rata prestasi belajar IPA pada siklus II pertemuan 1 sebesar 70. Siswa yang tuntas sebesar 90% (18 siswa) sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 10% (2 siswa). Berkaitan dengan hasil penelitian tindakan kelas ini, maka peneliti menyarankan bagi guru untuk menerapkan metode eksperimen pada materi IPA yang berbeda, merancang kegiatan pembelajaran eksperimen yang lebih inovatif sehingga dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran, memperbanyak media dan sumber belajar yang dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Bagi sekolah disarankan untuk memberikan dukungan kepada guru dan siswa dalam menerapkan pembelajaran dengan metode eksperimen, menganjurkan semua guru kelas tinggi untuk menerapkan metode eksperimen bukan hanya pada mata pelajaran IPA tetapi pada beberapa mata pelajaran lainnya sesuai dengan KTSP. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk; meneliti pengembangan bahan dan media yang praktis, murah, dan higienis untuk penerapan metode eksperimen; meneliti penerapan metode eksperimen pada materi IPA yang berbeda dengan yang telah diteliti pada penelitian ini.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dengan Langkah Polya Pada Siswa Kelas VI SDN Ketawang Kecamatan Gondanglegi
ABSTRAK Prastyowati, Sulis. 2011. Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dengan Langkah Polya Pada Siswa Kelas VI SDN Ketawang Kecamatan Gondanglegi. Tugas Akhir, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Toha Mashudi S.Pd, M.Pd Kata Kunci: pemecahan masalah, matematika Dalam pembelajaran matematika selama ini, dunia nyata hanya dijadikan tempat mengaplikasikan konsep. Akibatnya, siswa kurang menghayati atau memahami konsep-konsep matematika, dan siswa mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari (mathematize of everyday experience) dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari hari. Berdasarkan paparan tersebut, maka dalam penelitian ini diberi judul “Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dengan Langkah Polya pada Siswa Kelas VI SDN KETAWANG .“ Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kelas, dengan menggunakan model Kemmis dan Tagart (1990)(dalam Arikunto:2007). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas 4 kegiatan melalui prosedur: (a) perencanaan, (b) tindakan dan pengamatan, (c) refleksi, dan (d) perbaikan perencanaan. Hasil dari pelaksanaan dan observasi pembelajaran telah menunjukkan peningkatan aktivitas belajar siswa dan peningkatan hasil belajar siswa secara kelompok dalam menyelesaikan masalah. Sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran sudah memenuhi apa yang diharapkan yaitu adanya peningkatan kualitas pembelajaran Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan langkah polya dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VI SDN Ketawang Gondanglegi, dan langkah pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN VCT (VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE) PADA SISWA KELAS II SDN PLOSOKEREP 01 KOTA BLITAR
ABSTRAK Widayati, Esti, Nur. 2011. Peningkatan Hasil Belajar Pkn Melalui Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) Pada Siswa Kelas II SDN Plosokerep 01 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi S1 Pendidikan Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Widayati, M.H, (II) Ibu Suwarti, S. Pd, M.Pd Kata kunci: Hasil belajar, PKn, Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang lebih identik dengan pembentukan sikap dan nilai moral. Berdasarkan hasil observasi pratindakan, dalam pembelajaran khususnya PKn menunjukkan bahwa hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas II SDN Plosokerep 01 masih rendah. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai rata-rata PKn dari 17 siswa pada tahap pra tindakan sebesar 58,17 dengan ketuntasan 47,1%. Selain itu, model pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi yaitu ceramah, tanya jawab, dan penugasan, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran dan cenderung bosan mengikuti pelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mengetahui penerapan model pembelajaran VCT pada pembelajaran PKn kelas II SDN Plosokerep 01 Kota Blitar dan (2) mengetahui peningkatan hasil belajar PKn siswa kelas II SDN Plosokerep 01 Kota Blitar dengan penerapan model pembelajaran VCT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran VCT dapat meningkatkan hasil belajar siswa , yaitu dari rata-rata hasil belajar siswa pada pra tindakan mencapai 58,17% menjadi 62,9% pada siklus I pertemuan I, sehingga terjadi peningkatan sebanyak 4,73%. Pada siklus I pertemuan II rata-rata hasil belajar siswa mencapai 68,53%, sehingga terjadi peningkatan sebanyak 5,63% dari siklus I pertemuan I. Pada siklus II pertemuan I rata-rata hasil belajar siswa mencapai 69,7%, sehingga terjadi peningkatan 1,17% dari siklus I pertemuan II. Pada siklus II pertemuan II rata-rata hasil belajar siswa mencapai 76%. Hal ini menunjukkan peningkatan hasil belajar dari tahap pra tindakan sampai siklus II sebanyak 17,83%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas II SDN Plosokerep 01 Kota Blitar. Disarankan kepada guru untuk menerapkan model pembelajaran VCT di kelas yang lain atau pada mata pelajaran lain yang memerlukan penanaman nilai moral pada siswa guna meningkatkan mutu pembelajaran
PENINGKATAN KOSAKATA SISWA MELALUI MODEL INDUKTIF KATA BERGAMBAR DI KELAS 1 SDN SEDAYU 03 KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Fauziah, Nina Rizki. 2011. Peningkatan Kosakata Siswa Melalui Model Induktif Kata Bergambar di Kelas I SDN Sedayu 03 Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Skripsi, Progam Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhana Gipayana, M. Pd (II) Drs. Rumidjan, M.Pd. Kata Kunci: model induktif, kata bergambar, kosakata SD. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di kelas I SDN Sedayu 03 Turen pada waktu pembelajaran Bahasa Indonesia didapatkan fakta bahwa pembelajaran yang dilakukan guru kurang bervariasi, siswa terlihat bosan pada saat pelajaran, dan siswa membutuhkan waktu yang lama untuk melontarkan sebuah kata-kata. Dari nilai siswa pada saat dilaksanakan pra tindakan menunjukkan hasil belajar siswa yang tuntas hanya mencapai 37% dengan kualifikasi kurang baik, sedangkan SKM yang ditentukan adalah 75 untuk hasil belajar. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model induktif kata bergambar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model induktif kata bergambar yang dapat meningkatkan kosakata hasil belajar siswa, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model induktif kata bergambar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif model kolaboratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas I SDN Sedayu 03 Turen. Dalam penelitian ini peneliti menjadi pengajar dan guru kelas sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model induktif kata bergambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas I SDN Sedayu 03 Turen tentang peningkatan kosakata siswa, dapat dilaksanakan dengan efektif. Hasil belajar siswa persentase jumlah siswa yang tuntas belajar sebelum siklus I yaitu sebanyak 8 orang siswa (29,62%) dan jumlah siswa yang tidak tuntas belajar setelah tindakan pada siklus I pertemuan pertama 19 siswa (70,37%). Pada siklus I pertemuan kedua siswa yang tuntas belajar yaitu sebanyak 21 siswa (68,97%), maka terjadi peningkatan belajar sebesar (48,15%). Pada siklus II dilakukan beberapa koreksi dan perbaikan dengan bertolak dari hasil refleksi dan analisis siklus I. Jika ditinjau dari peningkatan belajar maka pada siklus II terjadi kenaikan peningkatan belajar. Peningkatan belajar siklus I setelah tindakan mencapai 68,97% meningkat menjadi 92,59% pada siklus II pertemuan pertama, sedangkan pada siklus II pertemuan kedua menjadi 85,18% dan jumlah siswa yang tuntas belajar yaitu sebanyak 4 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan dalam melakukan model induktif kata bergambar, seharusnya guru mempersiapkan rancangan dan media pembelajaran dengan baik, selai itu persiapan pada saat pembelajaran berlangsung dan diusahakan memberikan penghargaan pada siswa untuk memacu keaktifan siswa
Peningkatan kemampuan membaca isi dongeng melalui pembelajaran tematik siswa kelas III di SDN Tepas 02 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar
ABSTRAK Nurdianto ,Rudi. 2011. “Peningkatan kemampuan membaca isi dongeng melalui pembelajaran tematik siswa kelas III di SDN Tepas 02 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar”. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Suhel Madyono, S. Pd, M. Pd.,Pembimbing (II) Dra. Sutji Rahayu, M. Si. Kata kunci : kemampuan membaca, siswa, pembelajaran tematik, isi dongeng. Hasil pengamatan di SDN Tepas 02 tentang pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya dalam aspek membaca masih belum mendapat perhatian dan belum maksimal, siswa terlihat belum aktif dalam pembelajaran dan hanya mengerjakan soal-soal saja. Apabila ada siswa disuruh ke depan untuk membaca, meskipun dengan tema yang ada kaitannya dengan pengalaman siswa, sebagian besar siswa belum lancar membaca dan cenderung malu apabila di depan kelas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dalam pembelajaran di kelas dapat diterapkan pembelajaran tematik. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) untuk menerapkan pembelajaran tematik terhadap kemampuan membaca isi dongeng pada siswa kelas III SDN Tepas 02, dan 2) untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran tematik dapat meningkatkan kemampuan membaca isi dongeng pada siswa kelas III SDN Tepas 02 Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan diskriptif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian dilakukan 2 siklus, tiap siklus ada 2 kali pertemuan. Tahapan tiap siklus meliputi: 1) pe-rencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mendukung data penelitian ini meliputi : 1) observasi, 2) wawancara, 3) tes, dan 4) dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa membaca isi dongeng melalui pembelajaran tematik dapat berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa menunjukkan ketuntasan klasikal terbukti pada pratindakan 37%, siklus I 58%, dan pada siklus II 84%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran tematik dapat meningkatkan kemampuan membaca isi dongeng siswa kelas III SDN Tepas 02 kecamatan Kesamben kabupaten Blitar. Guru seharusnya menggunakan berbagai macam metode, media pembelajaran serta memahami kemampuan dan karakteristik siswanya, karena setiap siswa memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda dengan lainnya, sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai