Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN KROMENGAN 2 KABUPATEN MALANG
ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN KROMENGAN 2 KABUPATEN MALANG Noviana Maulidina Berdasarkan hasil observasi awal siswa kelas IV SDN Kromengan 02 Kabupaten Malang, ditemukan permasalahan pada pembelajaran IPS materi perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi, yaitu pembelajaran IPS masih terpusat pada guru.Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran make a match pada mata pelajaran IPS kelas IV SDN Kromengan 2 Kabupaten Malang; (2) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran make a match untuk meningkatkan aktivitas siswa kelas IV SDN Kromengan 2 kabupaten Malang; (3) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kromengan 2 Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Kromengan 2 Kabupaten Malang. Perolehan rata-rata hasil belajar siswa meningkat, dari siklus I ke siklus II sebesar 17% dengan ketuntasan belajar 98%. Sedangkan aktivitas belajar siswa pada dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 11%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas IV SDN Kromengan 2 Kabupaten Malang. Kata kunci: aktivitas belajar, hasil belajar, model pembelajaran make a matc
Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II dengan Pembelajaran Konvensional pada Mata Pelajaran PKn Kelas IV SDN Penanggungan Malang.
ABSTRAK Setyowati, Raras. 2011. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II dengan Pembelajaran Konvensional pada Mata Pelajaran PKn Kelas IV SDN Penanggungan Malang. Skripsi, Program Studi SI Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendisikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutarno, M.Pd, (II) Dra. Nur Hanifah, M.Pd. Kata kunci: Pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw II, PKn SD, dan hasil belajar. Pendidikan adalah suatu proses interaksi antara pendidik dengan subyek didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam kehidupan suatu negara pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup Negara dan bangsa, karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu cara untuk membangkitkan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II. Model pembelajaran kooperati tipe Jigsaw II adalah adaptasi dari teka-teki Eliiot Aronson pada tahun 1978. Dalam tenik ini, siswa bekerja dalam anggota kelompok yang sama, yaitu empat orang, dengan latar belakang yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif jigsaw II dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran PKn kelas IV SDN Penanggungan Malang. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimental) dengan mengambil subjek penelitian dua kelas yaitu kelas IV-A sebagai kelas kontrol dan kelas IV-B sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes untuk pretest dan post-test. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t tidak berpasangan yang diselesaikan dengan bantuan komputer program SPSS 17.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari analisis data diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 72,63 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 66,38 dengan nilai probabilitas (sig) 0,04. Dengan demikian nilai probabilitas 0,04 < 0,05, maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran koopertif tipe jigsaw II dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SDN Penangungan Malang. Disarankan bagi guru PKn dapat menggunakan model pembelajaran Jigsaw II sebagai alternatif dalam merencanakan proses pembalajaran karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Meningkatkan Keterampilan Menyimak Melalui Media Rekaman Tayangan Berita Pada Siswa Kelas V SDN 1 Sobo Kabupaten Trenggalek
ABSTRAK Budi, Yudista Patriat. 2011. Meningkatkan Keterampilan Menyimak Melalui Media Rekaman Tayangan Berita Pada Siswa Kelas V SDN 1 Sobo Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suhel Madyono, S. Pd, M. Pd., (II) Dra. Sutansi, M. Pd. Kata kunci: keterampilan menyimak, media rekaman tayangan berita Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia aspek menyimak di kelas V SDN 1 Sobo kabupaten Trenggalek yang mengalami permasalahan. Permasalahan tersebut berupa hasil belajar siswa yang masih rendah yaitu dengan nilai rata-rata kelas pada aspek menyimak adalah 60,52 dengan presentase siswa yang mencapai KKM sebesar 37 %, interaksi sosial antara guru dan siswa dan siswa dengan siswa masih kurang, pembelajaran bersifat monoton serta penggunaan media yang kurang variatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pembelajaran menyimak menggunakan media rekaman tayangan serta mendeskripsikan peningkatan hasil belajar mata pelajaran bahasa Indonesia aspek menyimak melalui media rekaman tayangan berita pada siswa kelas V SDN 1 Sobo kabupaten Trenggalek. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kualitatif, jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian terdiri dari dua siklus. Tiap siklus meliputi tahap (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah abstrak, wawancara, angket dan tes. Penelitian ini menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil tersebut berupa peningkatan hasil belajar siswa yaitu presentase siswa yang mencapai KKM pada tahap pratindakan sebesar 37 %, pada tindakan siklus I sebesar 42%, dan pada tindakan siklus II sebesar 84 %. Kriteria aktivitas belajar siswa pada tindakan siklus I yang dominan muncul adalah kurang, sedangkan pada tindakan siklus II kriteria aktivitas belajar siswa yang dominan muncul adalah baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menyimak melalui media rekaman tayangan berita menunjukkan perubahan ke arah positif. Perubahan tersebut yaitu siswa lebih termotivasi, antusias dan senang saat pembelajaran. Sedangkan penilaian terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran menyimak melalui media rekaman tayangan berita juga menunjukkan adanya peningkatan. Oleh karena itu guru disarankan untuk menerapkan pembelajaran menyimak melalui media rekaman tayangan berita
Meningkatkan Pembelajaran IPA Melalui Pendekatan CTL Pada Siswa Kelas V SDN Panggungrejo Kota Pasuruan
ABSTRAK Kusumah, P. 2011. Meningkatkan Pembelajaran IPA Melalui Pendekatan CTL Pada Siswa Kelas V SDN Panggungrejo Kota Pasuruan. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan KSDP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sukamti, M.Pd, (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si Kata kunci: Pendekatan CTL, Pembelajaran, IPA, SD Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan peneliti terhadap pembelajaran IPA di kelas V SDN Panggungrejo Kota Pasuruan. Dari hasil pengamatan dan wawancara dengan beberapa siswa kelas V diperoleh berbagai permasalahan, yaitu: (1) dalam mengajar media yang digunakan guru hanya berupa gambar, (2) metode yang digunakan guru hanya ceramah dan tanya jawab, (3) guru tidak memberikan kesempatan siswa untuk menemukan sendiri pemecahan suatu masalah, (5) hasil belajar yang dicapai siswa pada kompetensi dasar daur air dan peristiwa alam secara klasikal hanya 56,7. Untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran IPA khususnya tentang daur air dan peristiwa alam diterapkan pendekatan CTL dimana siswa didorong dan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran lebih bermakna dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) penerapan pendekatan CTL untuk meningkatkan pembelajaran IPA, (2) mendiskripsikan aktivitas belajar siswa dengan pendekatan CTL , (3) memaparkan hasil belajar IPA melalui pendekatan CTL, dan (4) memaparkan tanggapan siswa kelas Vb SDN Panggungrejo Kota Pasuruan tentang pembelajaran IPA dengan pendekatan CTL Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin yang dilakukan secara bersiklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu dari Maret-Mei 2011. Subyek penelitian ini siswa kelas kelas Vb SDN Panggungrejo Kota Pasuruan sebanyak 24 siswa, terdiri dari 14 laki-laki dan 10 perempuan. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara dan hasil tes. Data yang terbentuk selanjutnya dianalisis melalui reduksi data, paparan data dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL oleh guru dapat dilakukan dengan baik dan mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 18% dari 72,5% menjadi 90,5%. Aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari pra tindakan ke siklus I sebesar 21% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 13%. Hasil belajar siswa meningkat sebesar 15,64 dari pra tindakan ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 8,83. Tanggapan siswa dengan penerapan pendekatan CTL menunjukkan bahwa dengan CTL siswa lebih senang dalam belajar, lebih cepat memahami makna dari kegiatan yang mereka lakukan karena siswa diajak menemukan sendiri isi materi yang dipelajari sehingga pembelajaran tidak menjenuhkan dan membosanka
Implementasi Model LRD (Listen-Read-Discuss) untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN Sumbersari 2 Malang
ABSTRAK Rakhmawati, Yusni Dian. 2011. Implementasi Model LRD (Listen-Read-Discuss) untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN Sumbersari 2 Malang. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Ratna Trieka Agustina, S.Pd, M.Pd, (2) Drs. H. M Thoha AR, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Model Listen-Read-Discuss, Keterampilan Berbicara, Sekolah Dasar Untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa, guru sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang relevan dengan kompetensi yang dicapai. Untuk keterampilan berbicara peneliti mengimplementasikan model Listen-Read-Discuss, karena LRD menjembatani siswa dan guru untuk lebih interaktif, siswa melakukan 3 tahap yaitu menyimak, membaca, dan membahas. Dari 3 tahap tersebut siswa akan lebih memahami teks dan mempermudah mereka untuk menyampaikan teks yang diterima. Permasalahan yang terungkap selama melakukan penelitian: (1) Siswa kesulitan dalam berbicara yaitu dalam lafal/ucapan saat berbicara, (2) Siswa kurang dalam intonasi dan modulasi saat berbicara (3) Siswa belum banyak dalam menggunakan kosa kata dan pemilihan kalimat (4) Siswa kurang dalam hal penampilan atau ekspresi saat berbicara, dan (5) Kesesuaian dengan teks juga masih kurang saat berbicara. Penelitian ini merupakan penelitian berbasis kelas. Dengan demikian peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi 2 siklus. Tiap siklusnya terdiri dari atas empat tahap, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Data penelitian diambil melalui tes dan non tes. Alat pengambilan data tes yang digunakan berupa instrument tes perbuatan yang berisi aspek-aspek criteria penilaian keterampilan berbicara. alat pengambilan non tes yang digunakan berupa pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi (foto). Selanjutnya, data dianalisis secara kalitatif dan kuantitatif. Kegiatan yang dilaksanakan dalam penelitian ini berdasarkan langkah-langkah: (1) menyimak, (2) membaca, (3) Membahas, dan (4) berbicara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa hasil proses belajar pada pembelajaran berbicara melalui model LRD mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan sebelumnya. Nilai keterampilan berbicara pra tindakan rata-rata kelas 65, pada siklus I rata-rata kelas 70, pada siklus 2 rata-rata kelas 78. Dengan demikian keterampilan berbicara melalui model Listen-Read-Discuss dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas IV SDN Sumbersari 2 Malang
PENERAPAN MEDIA FLASHCARD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1 SDLB AUTIS LABORATORIUM UM
ABSTRAK Santi. 2011. Penerapan media flashcard untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas 1 SDLB Autis Laboratorium um. Elektronik Tugas Akhir, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Lia Yuliati, M.Pd Kata Kunci : autisme, membaca permulaan, media flashcard, SD Autisme adalah gangguan saraf pada anak yang menyebabkan anak tidak dapat berkomunikasi dan berinteraksi terhadap lingkungan. Anak cenderung menyukai dunianya sendiri, tidak ada respon terhadap lingkungan, kontak mata terhadap orang lain sangat minim bahkan tidak ada kontak mata sekalipun Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 1 SDLB Autis Laboratorium UM Malang pada materi membaca, guru mendominasi dalam pembelajaran secara konvensional. Guru tidak mengajak siswa untuk terlibat dalam tanya jawab yang berkaitan dengan materi. Guru memberikan tugas mandiri tanpa penjelasan lebih dulu. Kegiatan pembelajaran terkesan kaku dan membosankan, sehingga hasil belajar siswa belum optimal. Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai guru kelas 1, bahwa hasil dari 5 siswa, hanya 2 siswa yang mendapatkan nilai memenuhi kriteria, sedangkan sisanya dibawah nilai kriteria yang ditentukan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses belajar mengajar dengan penerapan media flshcard dalam meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 SDLB Autis Laboratorium UM, dan mendeskripsikan aktivitas hasil belajar siswa kelas 1 SDLB Autis Laboratorium UM. Penelitian dilaksanakan di kelas 1 SDLB Autis Laboratorium UM sebanyak dua siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 5 siswa. Hasil penelitian ini adalah penerapan media flashcard dapat meningkatkan proses belajar mengajar dibuktikan dengan pelaksanaan pembelajaran dari siklus 1 hingga siklus 2 dengan penerapan media flasfcard sudah mencapai seluruh indikator. Instrument yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan data hasil belajar siswa, lembar observasi, instrument penilaian, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi yang bertujuan untuk memperoleh data tentang seluruh kegiatan penelitian. Teknik dokumentasi berupa foto kegiatan dan dokumen portofolio. Kemudian tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa tiap siklus. Teknik analisis data penelitian ini adalah diskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Dimana data yang diperoleh berdasarkan hasil observasi terhadap proses dan hasil belajar siswa, berdasarkan dokumen portofolio, foto kegiatan siswa, dan hasil tes. Berdasarkan temuan, dapat disimpulkan dan menyampaikan saran bahwa dengan menggunakan media flashcard dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada materi menyebutkan benda.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PECAHAN MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION DI KELAS IV SDN GRATI I PASURUAN
ABSTRAK Nurhayati, Lilik. 2011. Peningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Pecahan Melalui Pendekatan Realistic Mathematic Education di Kelas IV SDN Grati I Pasuruan. UAP, Jurusan KSDP, Program Studi S1 PJJ-PGSD, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: memecahkan masalah pecahan, matematika, Realistic Mathematic Education Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, rendahnya hasil belajar matematika siswa disebabkan karena pendekatan, metode, atau pun strategi tertentu yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran masih bersifat tradisional, dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pola pikirnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Akibatnya kreatifitas dan kemampuan berpikir matematika siswa tidak dapat berkembang secara optimal. Tujuan diadakan penelitian di SDN Grati I Kabupaten Pasuruan antara lain: mendeskripsikan proses penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pecahan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa di kelas IV. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Grati I Kec. Grati Kab. Pasuruan dengan jumlah 29 siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumentasi dan pengamatan selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas 4 kegiatan melalui prosedur: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi, dan (d) refleksi. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendekatan Realistic Mathematic Education hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran menyelesaikan permasalahan pecahan dalam matematika dapat ditingkatkan. Hal ini bisa dilihat dari rata-rata skor tes mengalami kenaikan dari 61,8 pada siklus 1 dan naik menjadi 71,8 pada siklus 2. Ketuntasan belajar peserta didik juga mengalami peningkatan. Pada siklus 1 ketuntasannya hanya 31 % dan naik pada siklus 2 menjadi 83 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic Mathematic Education dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa selama pembelajaran. Hal ini tampak dari peningkatan nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal. Adanya variasi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan adanya penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education membuat siswa menjadi tertarik dengan pembelajaran dan aktif mengikuti pembelajaran karena siswa merasa bahwa ide atau pendapatnya dalam menyelesaikan permasalahan matematika dihargai.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR LUAS BANGUN DATAR SISWA KELAS III SDN GONDOWANGI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DISCOVERY
ABSTRAK Desy Dwi Ardyanto, 2011. Peningkatan Hasil Belajar Luas Bangun Datar Siswa Kelas III SDN Gondowangi Dengan Menggunakan Pendekatan Discovery. Ujian Akhir Program, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd Kata Kunci : bangun datar, pengukuran luas, pendekatan Discovery. Pembelajaran Matematika di kelas III SD N Gondowangi 01Wagir pada materi pengukuran luas bangun datar, guru mendominasi dalam pembelajaran secara konvensional, guru tidak mengajak siswa untuk terlibat dalam tanya jawab yang berkaitan dengan materi, tapi langsung memberikan tugas mandiri tanpa penjelasan lebih dulu dan kegiatan pembelajaran terkesan kaku dan membosankan, sehingga hasil belajar siswa belum optimal. Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai guru kelas III, bahwa hasil dari 25 siswa, hanya 15 siswa yang mendapatkan nilai memenuhi Kriteria, sedangkan sisanya dibawah nilai kriteria yang ditentukan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses belajar mengajar dengan penerapan metode discovery dalam meningkatkan hasil belajar matematika kelas III SD N Gondowangi 01 Wagir, dan mendeskripsikan aktivitas hasil belajar siswa kelas III Wagir. Penelitian dilaksanakan di kelas III SDN Gondowangi 01 Wagir sebanyak dua siklus. Setiap siklus penelitian meliputi bebrapa pertemuan. Dalam setiap pertemuan tersiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini ada 25 siswa. Hasil penelitian ini merupakan penerapan metode discovery untuk meningkatkan hasil belajar mengajar, yang dibuktikan dengan pelaksanaan pembelajaran dari siklus I hingga siklus II dengan penerapan metode discovery sudah mencapai seluruh indikator. Instrument yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan data hasil belajar siswa, lembar observasi, instrument penilaian, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi yang bertujuan untuk memperoleh data tentang seluruh kegiatan penelitian. Teknik dokumentasi berupa foto kegiatan dan dokumen portofolio. Kemudian tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa tiap siklus. Teknik analisis data penelitian ini adalah diskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Dimana data yang diperoleh berdasarkan hasil observasi terhadap proses dan hasil belajar siswa, berdasarkan dokumen portofolio, foto kegiatan siswa, dan hasil tes. Berdasarkan temuan diatas, dapat disimpulkan dan menyampaikan saran bahwa dengan menggunakan metode discovery dapat meningkatkan hasil belajar pengukuran luas bangun datar
Penerapan PAKEM untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kelas V SDN Bedalisodo 04 Wagir Malang
ABSTRAK Trissyawati, E. 2011. Penerapan PAKEM untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pengubinan Siswa Kelas V SDN Bedalisodo 04 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang . Tugas Akhir Program, Program Studi S1 PJJ PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Dra. Sri Harmini, S.Pd., M.Pd Kata kunci: pendekatan PAKEM, hasil belajar,Aktivitas siswa, Pengubinan Dari soal pre tes yang dilakukan maka ditemukan bahwa siswa belum menguasai cara penyelesaian soal pada materi pengubinan. Guru telah menggunakan media dalam pembelajaran pada materi pengubinan namun guru juga masih kurang optimal dalam penggunaannya. Untuk mengatasi hal itu maka diperlukan suatu pendekatan yang menyenangkan sehingga cara kerja siswa pun akan mudah dimengerti oleh siswa itu sendiri karena siswa bisa mengikuti proses pembelajaran secara menyenangkan. Belajar menyenangkan sangat diperlukan dimanapun dan bagaimanapun materi berlangsung karena bisa menghindari kebosanan yang sering dialami siswa. Pembelajaran menyenangkan juga bisa membuat siswa lebih kreatif dan aktif. Dan peneliti berinisiatif menggunakan pendekatan PAKEM untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek model Kemmis Taggart dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SDN Bedalisodo 04 Kecamatan Wagir Kab. Malang. Tahap dalam penelitian ini (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Alat pengumpul data pada penelitian ini (1) soal-soal tes, (2) pedoman observasi, dan (3) pedoman wawancara. Hasil penelitian ini ternyata menunjukkan peningkatan pada hasil belajar. Pada siklus I pertemuan pertama hasil observasi terhadap guru dengan menggunakan lembar observasi mengajar guru mencapai 66,7 % dan mengalami peningkatan pada pertemuan kedua yaitu mencapai 73,3 %. Pada siklus II ini hasil observasi terhadap guru mengajar mengalami peningkatan. Pada pertemuan pertama tindakan guru dalam PAKEM mencapai 80 %, dan pada pertemuan kedua mengalami peningkatan menjadi 86,7 %, dan pada pertemuan ketiga diperoleh hasil yang sama dengan kegiatan guru pada pertemuan kedua yaitu 86,7 %. Pada hasil belajar siswa menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelasnya yaitu 63,90 atau dibawah nilai rata-rata KKM, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan nilai rata-rata mencapai 76,4. Pembelajaran matematika dilakukan melalui pendekatan PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas V SDN Bedalisodo 04 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang pada pengubinan. Pada penelitian ini peneliti mengalami banyak kekurangan, antara lain: kurang maksimalnya peneliti dalam memanfaatkan media, media yang digunakan pada saat pengajaran kurang bervariasi, tidak semua siswa mengikuti pembelajaran dengan baik, ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan ketika guru memberikan penjelasan, saat mengerjakan LKS tidak semangat. Berdasarkan kakurangan –kekurangan pada penelitian ini maka penulis menyarankan: penggunaan media secara maksimal dalam pembelajaran,melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, memperbanyak latihan – latihan soal yang dapat meningkatkan pembelajaran siswa, perlu adanya penelitian selanjutnya yang berupa pendekatan PAKEM agar lebih menyenangkan
Pemanfaatan Surat Kabar Sebagai Media Pembelajaran IPS Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SDN Pandanwangi 4 Malang
ABSTRAK Irawan, Agus. 2011. Pemanfaatan Surat Kabar Sebagai Media Pembelajaran IPS Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SDN Pandanwangi 4 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Toha Mashudi, M.Pd, (II) Dra. Nur Hanifah, M.Pd. Kata kunci: pemanfaatan surat kabar, media pembelajaran, aktivitas belajar, hasil belajar, IPS. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan pembelajaran IPS di kelas IV SDN Pandanwangi 4 Malang. Selama ini pembelajaran IPS yang diterapkan oleh guru kelas IV belum terlaksana dengan optimal. Guru tidak menggunakan media pembelajaran. Selain itu aktivitas dan hasil belajar siswa juga masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa sebelum penelitian. Diantara 24 siswa, hanya terdapat 12 (50%) siswa yang tuntas belajar atau memenuhi KKM yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini antara lain; (1) mendeskripsikan pembelajaran IPS dengan memanfaatan surat kabar sebagai media pembelajaran kelas IV di SDN Pandanwangi 4 Malang, (2) mendeskripsikan pemanfaatkan surat kabar sebagai media pembelajaran IPS untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV di SDN Pandanwangi 4 Malang, dan (3) mendeskripsikan pemanfaatkan surat kabar sebagai media pembelajaran IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SDN Pandanwangi 4 Malang. Materi yang dibahas dalam penelitian ini adalah permasalahan sosial di daerah sekitar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif interaktif. Dalam penelitian ini. peneliti melakukan kolaborasi dengan guru kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari; wawancara, kuisioner, tes, dan dokumentasi. Jenis data yang akan dikumpulkan berupa data hasil pengamatan penyusunan RPP, hasil pengamatan tindakan peneliti pada saat pembelajaran, aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar siswa. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif, baik deskriptif kualitatif maupun deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus. Dalam penelitian ini, peneliti mengacu pada model siklus PTK yang dikembangkan oleh Kemmis dan MC. Taggart. Kendala yang dialami dalam penelitian ini adalah menentukan bacaan dari surat kabar yang berhubungan dengan materi "masalah sosial". Kesimpulan dari penelitian ini antara lain; (1) pembelajaran dengan memanfaatkan surat kabar sebagai media pembelajaran dinilai efektif untuk pemahaman materi IPS bagi siswa, (2) pembelajaran dengan memanfaatkan surat kabar sebagai media pembelajaran ini dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, dan (3) pembelajaran dengan memanfaatkan surat kabar sebagai media pembelajaran ini juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata prosentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I (40,91%) mengalami peningkatan pada siklus II (84,79%). Berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut, disarankan guru hendaknya menggunakan media pembelajaran yang lebih variatif dan inovatif dalam pembelajaran IPS yang sesuai dengan karakteristik dan tingkat pemikiran siswa.