Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    Penerapan Model Course Review Horay (CRH) untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas IV SDN Merjosari 1 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Pratiwi, Lika. 2011. Penerapan Model Course Review Horay (CRH) untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas IV SDN Merjosari 1 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Agus Triwidjaja, M.Pd, (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si.   Kata kunci: Model Course Review Horay (CRH), pembelajaran, IPA Model Course Review Horay (CRH) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang bersifat menyenangkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam berkompetisi secara positif dalam pembelajaran, selain itu juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, serta membantu siswa untuk mengingat konsep yang dipelajari secara mudah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas IV SDN Merjosari 1 Malang pada waktu pembelajaran IPA didapatkan fakta bahwa pembelajaran yang dilakukan guru belum menggunakan model pembelajaran secara optimal, guru sudah melakukan percobaan namun pada saat pelaporan cenderung monoton, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Rata-rata nilai siswa 58,78 dengan ketuntasan kelas 43,75%, sedangkan SKM yang ditentukan adalah 65 untuk hasil belajar dan 65% untuk ketuntasan kelas. Untuk itu agar dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model Course Review Horay (CRH). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model CRH pada mata pelajaran IPA, (2) mendeskripsikan aktivitas siswa dengan penerapan model CRH, (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model CRH. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif model kolaboratif yang dilakukan 2 siklus dengan 2 pertemuan tiap siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Merjosari 1 Malang. Dalam penelitian ini peneliti menjadi pengajar dan guru kelas sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model CRH pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Merjosari 1 Malang dengan kompetensi dasar “Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang ada di lingkungan sekitar kita serta sifat-sifatnya” dapat dilaksanakan sesuai dengan langkah model CRH. Keaktifan siswa pada pembelajaran dengan penerapan model CRH 66,87 pada awal siklus I menjadi 84,97 pada akhir siklus II. Hasil belajar juga meningkat dari rata-rata 58,78 dan ketuntasan kelas 43,75% sebelum tindakan menjadi rata-rata 79,7 dan ketuntasan kelas mencapai 68,75% pada akhir siklus II. Dengan demikian penerapan model CRH dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan dalam melakukan model CRH ini, hendaknya guru mempersiapkan dengan matang alat dan bahan dalam percobaan serta peralatan yang dibutuhkan dalam model CRH

    Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Melalui Model Jigsaw pada Siswa Kelas V SD Negeri Latek Bangil Tahun Pelajaran 2010/2011

    No full text
    ABSTRAK   Safriani, Silfia. 2011. Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Melalui Model Jigsaw pada Siswa Kelas V SD Negeri Latek Bangil Tahun Pelajaran 2010/2011. Ujian Akhir Program, Program Studi S 1 PGSD PJJ Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.  Pembimbing Drs. Heru Agus Tri Widjaja, M.Pd   Kata Kunci: Pembelajaran, IPA, Model Jigsaw   Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di kelas V SD Negeri Latek Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan, dengan pendekatan konvensional yang selama ini diterapkan oleh seorang guru. Hasil pembelajaran yang diinginkan belum tercapai secara optimal, karena siswa belum diberi kesempatan secara luas untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuannya. Pembelajaran yang dilakukan terkesan monoton dan tidak menggairahkan siswa untuk lebih aktif lagi. Hal itu mengakibatkan siswa kurang berminat untuk mengikuti dan melaksanakan proses belajar mengajar, sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan tidak dapat tercapai secara optimal. Penerapan model Jigsaw dalam pembelajaran sebagai alternatif untuk mengatasi rendahnya mutu pendidikan nasional, sekaligus membuat pembelajaran IPA di SDN Latek Bangil lebih inovatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas hasil belajar siswa kelas V SDN Latek Bangil Pasuruan Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Latek Bangil Pasuruan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Latek Bangil Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011 berjumlah 30 siswa terdri dari 18 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan model Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dibuktikan dengan adanya peningkatan pada tiap siklus yaitu siklus I pertemuan 1 yaitu 18 (60%) siswa memiliki kriteria cukup aktif, 12 (40%) siswa memiliki kriteria aktif, pertemuan 2 siswa yang cukup aktif sebanyak 11 (37%) siswa, 15 (50%) siswa memiliki kriteria aktif, 4 (13%) siswa memiliki kriteria sangat aktif . Pada siklus II pertemuan 1 siswa yang cukup aktif sebanyak 10 (33%), 15 (50%) siswa memiliki kriteria aktif dan 5 (17%) siswa memiliki kriteria sangat aktif , pertemuan 2 yaitu siswa yang cukup aktif sebanyak 7 (23%) siswa, 18 (60%) siswa memiliki kriteria aktif, dan 5 (17%) siswa memiliki kriteria sangat aktif, serta hasil belajar siswa pada siklus 1 pertemuan 1 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 57,20, pada pertemuan 2 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 61,30 dan pada siklus 2 pertemuan 1 adalah 66,27, pada pertemuan 2 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 75. Sesuai dengan indikator keberhasilan bila telah mencapai skor 70. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Latek Bangil materi sifat-sifat cahaya. Saran yang perlu disampaikan kaitannya dengan hasil penelitiaan ini adalah hendaknya perlu dilatih tentang teknis perpindahan kelompok dan dibentuk kelompok terlebih dahulu.

    Penerapan Model Pembelajaran Demokratis Berperspektif Gender untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn Pada Siswa Kelas IV SDN Kesamben 06 Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Yulistyawan, Dandik Dwi. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Demokratis Berperspektif Gender  untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn Pada Siswa Kelas IV SDN Kesamben 06 Blitar. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. I Wayan Sutama, M.Pd.   Kata kunci: Pembelajaran Demokratis Berperspektif Gender, hasil belajar PKn   Pada tanggal 17-18 Februari 2011 dilakukan observasi di kelas IV SDN Kesamben 06 mata pelajaran PKn, ternyata nilai hasil pembelajaran yang diperoleh siswa laki-laki cenderung lebih tinggi dari nilai hasil pembelajaran yang diperoleh siswa perempuan yaitu nilai siswa laki-laki 60, sedangkan nilai siswa perempuan 50, jadi nilai rata-rata siswa laki-laki dan perempuan rata-ratanya 55. Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan pembelajaran di kelas IV SDN Kesamben 06 tidak ada kesetaraan gender, karena jumlah siswa laki-laki lebih banyak dari pada jumlah siswa perempuan sehingga dalam  kegiatan pembelajaran siswa laki-laki lebih dominan dari siswa perempuan baik dalam mengajukan pertanyaan maupun pendapat. Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan pelaksanaan model pembelajaran demokratis berperspektif gender pada mata pelajaran PKn di kelas IV  SDN Kesamben 06 Blitar; 2) untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran demokratis berperspektif gender dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di kelas IV SDN Kesamben 06 Blitar. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Untuk mengumpulkan data, instrumen pengumpuan data yang digunakan berupa: 1) lembar observasi; 2) soal tes. Seorang siswa dinyatakan tuntas belajarnya apabila telah mencapai skor 70. Pelaksanaan pembelajaran dibagi dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: a) perencanaan; b) pelaksanaan tindakan dan observasi; c) refleksi; d) revisi. Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kesamben 06 Blitar. Hasil penelitian menunjukkan langkah-langkah pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran demokratis berperspektif gender pada mata pelajaran PKn telah bejalan dengan baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: 1) penerapan model pembelajaran demokratis berperspektif gender dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa 2) penerapan model pembelajaran demokratis berperspektif gender dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran. Saran kepada guru agar menggunakan model pembelajaran model pembelajaran demokratis berperspektif gender dalam pelajaran PKn, siswa tidak sepenuhnya dibebaskan dalam pembentukan kelompok agar dapat memperhatikan perspektif adil gender. Di samping itu, dalam kegiatan pembelajaran hendaknya dilaksanakan dengan selalu memberi kesempatan yang sama kepada seluruh siswa tanpa membeda-bedakan jenis kelamin, tingkat kecerdasan, latar belakang untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

    Penerapan Metode Mengarang Terpimpin dengan Media Film untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa Kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 01 Pagak

    No full text
    ABSTRAK   Latifah, Nur. 2011. Penerapan Metode Mengarang Terpimpin dengan Media Film untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa Kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 01 Pagak. e-TA Progam Studi SI PGSD, Jurusan Kependidian Sekolah  Dasar dan Prasekolah, , Fakultas Ilmu Pendidikan,   Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Sutarno, M.Pd   Kata Kunci: mengarang, mengarang terpimpin, media film   Mengarang merupakan salah satu ketrampilan bercerita dalam bentuk tulisan. Ketrampilan menulis karangan ini merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai khususnya siswa kelas IV SD. Pada penerapan pembelajarannya siswa sering merasa kesulitan dalam mengungkapan imajinasinya dalam bentuk bahasa tulis. Dalam menulis karangan siswa hanya menuliskan empat sampai lima kalimat pendek. Maka diperlukan latihan dan bimbingan lebih lanjut agar siswa dapat memahami langkah-langkah menulis karangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan penerapan metode mengarang terpimpin untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 01 Pagak dan peningkatan kemampuan mengarang dengan metode mengarang terpimpin dengan media film siswa kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 01 Pagak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dekriptif kualitatif. Data penelitian berupa lembar observasi aktifitas siswa dan guru dalam pembelajaran, kumpulan  portofolio hasil menulis karangan siswa, dan lembar wawancara dengan guru dan siswa. Instrument pengumpulan data berupa lembar obserfasi, portofolio dan lembar panduan wawancara. Kegiatan analisa data dilakukan secara deskriptif  kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyusun karangan siswa mengalami peningkatan setelah dibimbing dengan pola karangan yang sama sesuai dengan pola mengarang terpimpin. Pola mengarang terpimpin menurut Sukadi AM adalah 1) guru memberikan contoh karangan dan membacakannya, 2) guru menerangkan contoh karangan, 3) siswa membuat karangan dengan judul yang sama. Dengan menggunakan media film mempermudah siswa dalam menuliskan rangkaian cerita atau alur cerita. Siswa  lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran karena dalam memberikan bimbingan mengarang guru menggunakan stategi diskusi dengan siswa.  Kegiatan   pembelajaran lebih menyenangkan hal ini terlihat dari antusias siswa ketika memperhatikan film dan menulisnya dalam bentuk karangan. Siswa juga  lebih percaya diri dan mandiri dalam kegiatan pembelajaran.

    PENERAPAN PEMBELAJARAN BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN PERILAKU ANAK KELOMPOK B DI TK NEGERI PEMBINA I KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan perilaku anak yang meliputi : a) perkembangan bahasa anak, b) perkembangan sosial anak, c) perkembangan emosi anak, d) Perkembangan koqnitif anak, e) perkembangan moral anak Kelompok B TK Negeri Pembina I Kota Malang, yang dibelajarkan dengan cara bercerita. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas pada anak kelompok B TK Negeri Pembina 1 Kota Malang tahun pelajaran 2010/2011. Subyek penelitian adalah 25 peserta didik . Penelitian dilaksanakan selama dua siklus dengan prosedur umum meliputi tahapan: 1) Perencanaan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Pengamatan, 4) Refleksi, 5) Revisi Tindakan.Alat pengumpulan data berupa lembar observasi penilaian kemampuan anak. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Berdasarkan deskripsi pembelajaran dan analisis data, diperoleh hasil bahwa penerapan pembelajaran bercerita dapat meningkatkan perkembangan perilaku anak kelompok B TK Negeri Pembina I Kota Malang. Pada siklus I rata-rata kemampuan perilaku anak sebesar 66%, pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 80 %, terjadi peningkatan perkemba perilaku anak dari siklus I ke siklus II sebesar 14 %. Sesuai hasil penelitian tersebut, maka disarankan kepada guru Taman Kanak-kanak untuk menerapkan pembelajaran bercerita dengan menggunakan media buku cerita yang menarik bagi peserta didik. Kata Kunci: Pembelajaran Bercerita, Perkembangan Perilaku, Anak Taman Kanak-kana

    Peningkatan Pemahaman Konsep Belajar PKn Melalui Metode Penugasan Pada Siswa Kelas V SDN Dawuhan 01 Kecamatan Poncokusuma Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kokaryanto, Nanang, 2011. Peningkatan Pemahaman Konsep Belajar PKn melalui Metode Penugasan pada siswa kelas V SDN Dawuhan 01 Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2010/2011. E-Tugas Akhir, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan PraSekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing  Dr. Lia Yuliati, M.Pd.   Kata Kunci:  Model Pembelajaran melalui metode penugasan, pemahaman konsep Penelitian ini dimaksudkan sebagai upaya memperbaiki proses pembelajaranPKn melalui model pembelajaran dengan metode penugasan  . Salah satu model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Pada penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakn Kelas. Data yang didiskripsikan meliputi kegiatan pembelajaran, data hasil observasi keaktifan siswa, dan data observasi belajar siswa. Adapun subyek penelitian adalah siswa SDN Dawuhan 01 kecamatan Poncokusumo. Hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan prosentase dari 61 pada siklus 1 menjadi 66 pada siklus 2. Kesimpulan yang diperoleh adalah melalui model pembelajan melalui penugasan metode dapat meningkatkan pemahaman konsep belajar PKn yang menunjukkan ketuntasan belajar semakin baik/meningkat

    Penerapan Model Think-Talk-Write (Ttw) Untuk Meningkatkan Ketrampilan Menulis Pengumuman Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas Iv Sdn Madyopuro 4 Di Malang

    No full text
    ABSTRAK   Pupupin Oktovina. 2011. Penerapan Model Pembelajaran TTW (Think-Talk-Wrie) untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Pengumuman Bahasa Indonesia Siswa Kelas IVa SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ratna Trieka, S. Pd, (II) Drs. Imron Rosyadi.   Kata Kunci: Model TTW (Think-Talk-Wrie), Kemampuan Menulis dan Bahasa Indonesia. Model TTW (Think-Talk-Wrie)merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat memberikan kesempatan kepada anggota kelompok berdiskusi untuk membagi hasil dan informasi kepada kelompok lain saat diskusi, siswa diharapkan lebih aktif, baik sebagai penerima tamu yang menyampaikan hasil diskusi maupun sebagai tamu yang bertanya informasi kepada kelompok lain. Penelitian ini bertujuan untuk 1)Mengetahui penerapan model TTW (Think-Talk-Wrie) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. 2) Kemampuan menulis pengumuman Bahasa Indonesia siswa kelas IVa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Taggar yang terdiri dari.1) Perencanaan.2) Pelaksanaan.3) observasi.4) Refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVa SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandangn Kota Malang yang terdiri dari 50 siswa.Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh data bahwa kemampuan menulis pengumuman pada pra tindakan dan siklus belum begitu tuntas. Pada siklus II mengalami peningkatan karena sudah banyak yang mulai meningkat setelah  diterapkan model TTW (Think-Talk-Wrie). Sehingga dapat dikatakan pembelajaran Bahasa Indonesia menulis pengumuman telah tuntas. Berdasarkan hasil penelitian model TTW (Think-Talk-Wrie) dapat meningkatkan kemampuan menulis pengumuman Bahasa Indonesia maka disarankan: 1)guru hendak memanfaatkan atau bisa mempertahankan model TTW (Think-Talk-Wrie) tetapi perlu juga memperhatikan hal-hal sebagai berikut (a) mengelompokan siswa secara heterogen.(b) dalam tiap kelompok terdiri dari 6 orang siswa.(c) satu siswa ditugaskan sebagai kolaborasi dan siswa yang lain ditugaskan untuk mengkonstruksi pengetahuan yang memuat pemahaman sebagai peneriman ke dalam tulisan argumentasi). 2) bagi kepala sekolah selalu menyediakan sumber-sumber belajar yang relevan, sarana dan prasarana sekolah yang menunjang pembelajaran aktif di kelas

    PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DI KELAS IV SDN MADYOPURO 1 KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Labok, S 2011. Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar siswa Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Model Pembelajaran Snowball Throwing Di kelas IV SDN. Madyopuro 1 Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Toha Mashudi S.Pd. M.Pd. (II) Drs. Toha A. R M.Pd.   Kata kunci: Model Pembelajaran snowball throwing Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap ativitas belajar siswa yang dilaksankan pada tanggal 23 februari 2011 dikelas IV SDN Madyopuro 1 Kota Malang ditemukan aktivitas siswa bahwa standar yang ditetapkan oleh sekolah rata-rata 35 dari 150 /0 masalah ini perlu diperhatikan dan dipecahkan oleh guru, karena dari 43 siswa hanya 5 siswa yang memperoleh nilai diatas standar yang ditetapkan oleh sekolah. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka rendahnya aktivitas belajar siswa mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial disebabkan karena penggunaan model pembelajaran yang tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. Untuk mengatasi masalah rendahnya aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Madyopuro 1 Kota Malang. Mengacu pada rumusan masalah diatas maka penelitian ini bertujuan : (1) mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran snowball throwing dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN. Madyopuro 1 Kota Malang pada mata pelajaran IPS. (2) mendeskripsikan tingkat keaktifan siswa dalam dalam proses pembelajaran kelas IV SDN Madyopuro 1 Malang setelah model pembelajaran snowball throwing diterapkan pada materi mengenal masalah- masalah sosial dalam meningkatkan kesejatraan masyarakat Ilmu Pengetahuan Sosial. Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : (1) bagaimana penerapan snowball thriwing dalam meningkatkan keaktifan siswa kelas IV SDN. Madyopuro 1 kota malang pada mata pelajaran IPS. (2) bagaimana peningkatan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS melalui pendekatan snowball throwing di kelas IV SDN. Madyopuro 1 Kota Malang. (3) Apakah peningkatan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS melalui pendekatan snowball throwing dapat meningkatkan keaktivan siswa. Berdasarkan pada tabel diatas tampak bahwa pembelajaran IPS dengan pembelajaran snowball throwing dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pra tindakan (50,25) sebanyak 23 siswa (75,18%) tuntas. Sedangkan pada siklus I adalah (73,02) sebanyak 30 siswa (90,53%) tuntas, belum tuntas (20,47%) karena masih dibawah ketuntasan individu. Sedangkan 30 siswa sudah mencapai kriteria ketuntasan individu. Karena hasil ketuntasan kelas masih dibawah kriteria ketuntasan yang ditentukan 70% maka diadakan perbaikan pada siklus II

    PENINGKATAN KREATIVITAS KERAJINAN BENDA HIAS

    No full text
    ABSTRAK Budiharto, Anggra. 2011. Peningkatan Kreativitas Kerajinan Benda Hias dengan Memanfaatkan Bubur Kertas di Kelas IV SDN Gadang 3 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah (KSDP) FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. (II) Drs. Sumanto, M.Pd.Kata Kunci: Kreativitas, Kerajinan Benda Hias, Bubur Kertas, SDSeni merupakan sumber ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk dipelajari dan dikembangkan siswa Sekolah Dasar. Salah satu unsur yang sangat menentukan di dalam keberhasilan pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan adalah kreativitas mengolah sesuatu bahan mentah menjadi suatu bentuk benda yang lebih berguna. Salah satunya adalah pemanfaatan barang bekas berupa kertas yang dalam penelitian ini diolah menjadi bubur sebagai usaha untuk meningkatkan kreativitas siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan materi pembuatan benda hias berupa hiasan dinding atau pajangan hewan berkaki 2 dan hewan berkaki 4 untuk meningkatkan kreativitas seni kerajinan pada mata pelajaran Seni Budaya dan Kerajinan dengan memanfaatkan bubur kertas, mendeskripsikan aktivitas kreatif dalam keterampilan membuat benda hias dengan memanfaatkan bubur kertas serta mendeskripsikan peningkatan hasil belajar keterampilan membuat benda hias dengan memanfaatkan bubur kertas.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam penelitian ini peneliti sebagai pengajar, guru kelas sebagai observer dan satu teman sejawat sebagai observer. Data dalam penelitian ini berupa data kualitatif yang diperoleh dari data primer berupa angket yang langsung diberikan pada saat penelitian dilaksanakan dan data sekunder diperoleh dari data sekolah yang sudah ada. Teknik pengumpulan data berupa observasi rencana pembelajaran dengan teknik pengamatan dan catatan lapangan selama tindakan kelas berlangsung digunakan untuk menilai rencana pembelajaran dan tingkat kreativitas siswa, observasi kegiatan pembelajaran untuk mengamati dan mencatat kejadian secara langsung pada keadaan sebenarnya sebagai sumber data, lembar kerja siswa digunakan sebagai tolak ukur peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan, teknik dokumentasi digunakan untuk data berupa dokumen mulai dari perencanaan sampai penelitian selesai. Instrumen meliputi APKG 1 dan 2, lembar pengamatan dan lembar penilaian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kreativitas siswa dan hasil belajar siswa. Prosentase peningkatan yang diperoleh dari penilaian proses dari pra tindakan ke siklus I sebesar 28,1%, dari siklus I ke siklus II sebesar 35%. Prosentase peningkatan perolehan penilaian hasil dari pra tindakan ke sikus I sebesar 26% sedangkan dari siklus I ke siklus II sebesar 28%. Total prosentase peningkatan yang diperoleh pada penilaian proses dari pra tindakan sampai siklus II sebesar 63,1%. Total prosentase peningkatan yang diperoleh pada penilaian hasil dari pra tindakan sampai siklus II sebesar 54%.Berdasarkan data yang diperoleh diambil kesimpulan bahwa dengan penerapan seni kerajinan dengan bubur kertas ini aktivitas kreatif siswa meningkat sehingga menimbulkan kreativitas siswa yang lebih tinggi. Saran dari penelitian ini ditujukan kepada guru hendaknya memiliki motivasi untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan memanfaatkan barang bekas sebagai kerajinan benda hias, dan bagi pihak sekolah agar mengupayakan adanya guru mata pelajaran khusus yang memiliki keahlian dalam bidangnya sehingga kreativitas siswa dapat tersalurkan secara maksimal untuk hasil yang lebih bai

    Peningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Model Pembelajaran Mind Mapping pada Siswa Kelas VI SDN Arjosari I Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Librianti, Silvia Ida 2011. “ Peningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Model Pembelajaran Mind Mapping pada Siswa Kelas VI SDN Arjosari I Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan”. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Sarjana. Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr Muhana Gipayana,M.Pd (2) Drs. H. Sutarno, M.Pd .   Kata kunci: Membaca pemahaman, Model pembelajaran Mind Mapping Kemampuan membaca besar manfaatnya untuk mempelajari bidang studi lain, sehingga dinyatakan, bahwa membaca dapat dianggap sebagai gerbang untuk mengenal, memahami, dan mendalami pembelajaran lain. Dikemukakan lagi bahwa dalam membaca terkandung prinsip yaitu memahami apa yang di baca/memahami isi bacaan, Pembelajaran melalui metode mind mapping merupakan teknik untuk mengembangkan pendekatan berfikir yang lebih kreatif dan inovatif dengan cara menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki kemampuan berbeda. Berdasarkan paparan tersebut di atas maka peneliti ingin mencoba melakukan PenelitianTindakan Kelas: Bagaimanakah langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping pada membaca pemahaman dan apakah model pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SDN Arjosari I Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan? Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). yang dikembangkan oleh Kemmis dam Mc Tanggart.meliputi empat jalur (langkah), yaitu: Planning –perencanaan; acting– tindakan dan observing - pengamatan; reflecting – perefleksian; dan revise plan – perbaikan rencana. Dalam penelitian ini yang akan menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Arjosari I Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data akan dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditemukan bahwa Model pembelajaran mind mapping, telah dilaksanakan pada pembelajaran bahasa Indonesia di Kelas VI SDN Arjosari I Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. Kemampuan membaca pemahaman siswa Kelas VI SDN Arjosari I Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan pada siklus I rata-rata kelas 66,56 sedangkan ketuntasan belajar masih 56,25% belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dengan memperhatikan refleksi pada siklus I diadakan perbaikan dan pada siklus II terdapat peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa Kelas VI SDN Arjosari I Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan setelah menerapkan model pembelajaran mind mapping pada siklus II rata-rata kelas 74,68 sedangkan ketuntasan belajar mencapai 87,50% berarti telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, peneliti mengemukakan saran yang diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Disarankan bagi guru untuk menggunakan model pembelajaran mind mapping sebagai salah satu upaya peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pada kemampuan membaca pemahaman, Bagi siswa khususnya Kelas VI SDN Arjosari I Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan hendaknya menyadari betapa pentingnya meningkatkan prestasi belajarnya terutama dengan melalui pembelajaran dengan teknik mind mapping. Hasil penelitian ini akan merupakan referensi dan sumbangan yang berarti untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih kualified. Dengan Penelitian Tindakan Kelas ini, penulis disarankan untuk mengembangkan penelitian yang lebih berkualitas dan berdaya guna untuk pengembangan sifat dan karakter ilmiah

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇