Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) SISWA KELAS IV SDN TANJUNGSARI 2 KOTA BLITAR
ABSTRAK Gupti, Maulita Vira. 2011. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Siswa Kelas IV SDN Tanjungsari 2 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Alif Mudiono, M.Pd, (II) Dra. Sutansi, M.Pd.Kata kunci: berbicara, Contextual Teaching And LearningBahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar (SD). Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan. Berdasarkan hasil observasi, guru masih menggunakan menggunakan metode ceramah saja sehingga siswa merasa bosan dan malas untuk belajar, guru kurang telaten membiasakan siswa untuk selalu berkomunikasi lisan Hal tersebut menjadi penyebab belum maksimalnya keterampilan berbicara siswa. Berkaitan dengan hal tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai peningkatan keterampilan berbicara melalui pendekatan CTL siswa kelas IV. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan CTL dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV SDN Tanjungsari 2 Kota Blitar dan mendeskripsikan pendekatan CTL dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan menggunakan pendekatan kualitatif.Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Data penelitian yang berupa keterampilan berbicara siswa dengan materi menjelaskan petunjuk penggunaan alat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara, lembar observasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Tanjungsari 2 sangat baik. Pada tahap pratindakan nilai rata-rata kelas 59. Siswa yang tuntas belajar pada tahap pratindakan sebanyak 7 siswa (19%) dan siswa yang tidak tuntas belajar sebanyak 30 siswa (81%). Pada pelaksanaan pembelajaran siklus I, nilai rata-rata kelas menjadi 72. Jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 22 siswa (59%) dan siswa yang tidak tuntas belajar sebanyak 15 siswa (41%).Pada pelaksanaan pembelajaran siklus II nilai rata-rata kelas yang dicapai adalah 79. Siswa yang tuntas belajar sebanyak 31 siswa (84%) dan siswa yang tidak tuntas belajar sebanyak 6 siswa (16%). Keenam siswa ini adalah siswa tidak serius mengikuti pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan CTL terbukti dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Tanjungsari 2. Oleh karena itu, disarankan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa, guru menguasai dan mampu menerapkan pendekatan CTL karena mampu mengajak siswa untuk menemukan masalah dan mencoba untuk memecahkannya, serta menjadikan siswa aktif dalam mengikuti pembelajara
PENERAPAN MODEL PAKEM UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS KELAS V SDN TEGALWERU KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Zamzami, Emi. 2011. Penerapan Model PAKEM untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Kelas V SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Moh. Shochib, M.Pd, (2) Drs. Toha Mashudi, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: model PAKEM, kualitas pembelajaran, IPS SD Berdasarkan observasi awal pada pembelajaran IPS kelas V di SDN Tegalweru, diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan yang menyebabkan lemahnya kualitas pembelajaran IPS di kelas V. Permasalahan tersebut antara lain, rendahnya aktivitas belajar siswa ditandai dengan siswa kurang berperan aktif dalam kegiatan belajarnya, pembelajaran yang kurang menarik dan membosankan, serta diperolehnya hasil belajar siswa sangat rendah. Hal ini disebabkan karena pembelajaran masih bersifat teacher centered yaitu guru lebih sering menggunakan metode ceramah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu perlu memilih model pembelajaran yang tepat. Salah satunya dengan menerapkan model PAKEM. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model PAKEM pada mata pelajaran IPS pokok bahasan keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia kelas V SDN Tegalweru Malang; (2) mendeskripsikan peningkatan kualitas pembalajaran IPS pokok bahasan keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia siswa kelas V SDN Tegalweru Malang melalui model PAKEM. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, refleksi dan rencana perbaikan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tegalweru yang berjumlah sebanyak 29 siswa. Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan tes. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PAKEM dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS siswa kelas V SDN Tegalweru. Hal ini dapat dilihat dari perolehan hasil belajar siswa yang terus meningkat. Dari rata-rata hasil belajar sebelumnya hanya sebesar 63,55 meningkat menjadi 74,48 pada siklus I, dan 83,21 pada siklus II. Sedangkan peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 8.63% (visual activities), 29.31% (oral activities), 13.80% (listening activities), 6.90% (writing activities), 6,92% (motor activities), 20,69% (mental activities) dan 12.07% (emotional activities). Pada siklus II ketuntasan belajar mencapai diatas 75 % sehingga siklus dihentikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar guru dapat menerapkan dan mengembangkan model PAKEM pada pokok bahasan yang lain atau pada tingkatan kelas yang lain dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di SD dan untuk penelitian selanjutnya hendaknya dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada sehingga pembelajaran diharapkan berjalan seoptimal mungkin
Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Reading and Composition (CIRC) Untuk Meningkatkan Pemahaman Isi Bacaan Kelas 3A SDN Kotalama 3 Malang
ABSTRAK Ervina. 2011. Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Reading and Composition (CIRC) Untuk Meningkatkan Pemahaman Isi Bacaan Kelas 3A SDN Kotalama 3 Malang. UAP, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Drs. H. Ahmad Samawi. M.Hum Kata Kunci: Model Pembelajaran CIRC, Pemahaman Isi Bacaan, SD Pembelajaran membaca di Sekolah Dasar memegang peranan penting dalam pengajaran bahasa. Hal itu sangat berpengaruh pada ke empat keterampilan berbahasa. Keefektifan pembelajaran membaca pemahaman ditentukan oleh implikasi membaca sebagai proses memahami isi bacaan dan mengembangkan keterampilan menulis. Berdasarkan hasil orientasi di SDN Kotalama 3 Malang ditemukan beberapa masalah dalam pembelajaran pemahaman isi bacaan Bahasa Indonesia, yaitu: (1) rendahnya minat baca siswa, (2) siswa miskin akan perbendaharaan kata atau kosakata Bahasa Indonesia, (3) siswa kurang mampu menuangkan ide atau gagasan dalam menceritakan kembali cerita yang dibaca, (4) dalam proses pembelajaran masih menggunakan model konvensional sehingga efektifitas pembelajaran menjadi menjemukan. Penelitian ini bertujuan mendeskrisikan (1) model pembelajaran CIRC dalam meningkatkan pemahaman isi bacaan, (2) peningkatan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas 3A dengan model pembelajaran CIRC. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas 3A SDN Kotalama 3 Malang. Instrumen penelitian berupa observasi, dokumentasi, wawancara, dan soal tes. Hasil penelitian dikemukakan sebagai berikut: (1) prosentase nilai rata-rata dari pra tindakan, siklus 1 sampai siklus 2 meningkat. Hasil belajar pra tindakan sebesar 55,2 % (tabel 4.1) meningkat pada siklus 1 menjadi 60,7 %, pada siklus 2 hasil belajar siswa menjadi 82,2 %. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal siswa meningkat, pada pra tindakan ketuntasan belajar klasikal sebesar 22,2 %, pada siklus 1 menjadi 38,8 %, dan pada siklus 3 meningkat menjadi 91,6 %. Aktifitas belajar siswa dalam keaktifan, kerjasama, unjuk kerja, dan tanggung jawab juga meningkat dari siklus 1 dengan prosentase 71,5 % meningkat pada siklus 2 menjadi 85,3 %. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa tercapai dan membuktikan model pembelajaran CIRC dapat meningkatkan pemahaman isi bacaan kelas 3A SDN Kotalama 3 Malang. Saran dari penelitian ini adalah model pembelajaran CIRC hendaknya digunakan sebagai masukan untuk peningkatan kualitas proses belajar dan hasil belajar pemahaman isi bacaan, serta bagi guru supaya dapat menerapkan model pembelajaran CIRC untuk meningkatkan pemahaman isi bacaan, sehingga kreatifitas dan hasil belajar siswa meningkat.
Penggunaan Media Film dan Video Interaktif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Metamorfosis Hewan di Kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 05 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang.
ABSTRAK Rosikkawati, Dina. 2011. Penggunaan Media Film dan Video Interaktif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Metamorfosis Hewan di Kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 05 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang. Elektronik Tugas Akhir, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi S1 PGSD, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Sutarno, M.Pd Kata Kunci: Media Film dan Video Interaktif, aktifitas belajar, hasil belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar pada dasarnya harus disajikan secara PAKEM yaitu pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Pembelajaran IPA dengan materi metamorfosis hewan diperlukan penunjang media yang menarik dan mengandung konsep-konsep pembelajaran. Karena keterbatasan ruang, tempat, dan waktu peneliti menggunakan media film dan video interaktif dalam penyampaian pembelajaran. Media tersebut dapat mengatasi keterbatasan itu dan untuk perbaikan aktifitas dan hasil belajar siswa. Karena pada pembelajaran sebelumnya nampak pada aktifitas siswa yang pasif, enggan untuk menanggapi pembelajaran, ragu-ragu dalam menjawab pertanyaan dari guru, dan malas untuk mencatat materi dan ramai sendiri saat pembelajaran sehingga hasil belajarpun juga tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan penggunaan media film dan video interaktif untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar metamorfosis hewan di kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 05 kecamatan Pagak kabupaten Malang, (2) Mendeskripsikan penggunaan media film dan video interaktif dalam meningkatkan aktifitas belajar metamorfosis hewan di kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 05 kecamatan Pagak kabupaten Malang, (3) Mendeskripsikan penggunaan media film dan video interaktif dalam meningkatkan hasil belajar metamorfosis hewan di kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 05 kecamatan Pagak kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan model penelitian tindakan kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus. Subjek penelitian siswa kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 05 Kec. Pagak Kab. Malang yang berjumlah 19 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media film dan video interaktif dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan pada siklus I yang mengalami peningkatan ke siklus II sebesar 34,71%. Aktifitas belajar siswa juga mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 27,93%. Dari hasil temuan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film dan video interaktif dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa. Saran yang dapat disampaikan yaitu guru hendaknya menggunakan media yang menarik dan sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki siswa dalam upaya pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Stad Untuk Meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Materi Listrik Siswa Kelas VI di SDN Sukoreno I
ABSTRAK Sunoto. 2011: Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Stad Untuk Meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Materi Listrik Siswa Kelas VI di SDN Sukoreno I. Elektronik Tugas Akhir, Prodi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang Pembimbing: Dra.Hj Sukamti, M. Pd. Kata kunci: Pembelajaran IPA, Kooperatif Model Stad, Aktifitas dan Hasil Belajar. Berdasarkan temuan awal pada pembelajaran sebelumnya, siswa kurang aktif dan mengalami kesulitan dalam menguasai materi listrik dengan nilai rata-rata 60, penyampaian pembelajaran yang dilakukan di kelas VI SDN Sukoreno I kurang bervariasi dan masih dominannya metode ceramah, padahal guru memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar, dalam meningkatkan mutu siswa, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab guru untuk membuat pembelajaran IPA menjadi lebih aktif, efektif, menarik dan menumbuhkan minat belajar siswa. Salah satu model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan model stad yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan memperbaiki pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model stad ,khususnya dalam menyelesaikan mata pelajaran IPA soal materi listrik siswa kelas VI. Pelaksanaan pembelajaran ini diharapkan mampu meningkatkan aktifitas dan hasil belajar materi listrik siswa kelas VI di SDN Sukoreno I Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan metode deskriptif kualitatif model dua siklus dengan langkah: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas VI, sebanyak 24 siswa yang terdiri 12 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pedoman observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model stad (1) dapat diterapkan dengan baik dalam pembelajaran IPA, (2) dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa dari kurang baik pada siklus I menjadi baik pada siklus II, (3) dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu nilai rata-rata kelas dari 69,31 pada siklus I menjadi 81,45 pada siklus II dan siswa yang berhasil dari 29,16% pada siklus I menjadi 87,5% pada siklus II mata pelajaran IPA untuk materi listrik siswa kelas VI di SDN Sukoreno I Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Kesimpulan:Penerapan pembelajaran kooperatif model stad (1) dapat diterapkan dengan baik dalam pembelajaran IPA (2) dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran IPA siswa kelas VI, (3) hasil belajar siswa meningkat setelah mengikuti pembelajaran IPA model stad.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGARANG MENGGUNAKAN METODE QUANTUM LEARNING PADA SISWA KELAS V SDN JUGO 05 KEC. KESAMBEN KAB. BLITAR
ABSTRAK Rahayu, Indah Dwi. 2011. Peningkatan Kemampuan Mengarang Menggunakan Metode Quantum Learning pada Siswa Kelas V SDN Jugo 05 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, PTK, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program Studi S1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. I Wayan Sutama, M.Pd. Kata Kunci : Kemampuan Mengarang, Metode Quantum Learning, Anak SD Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD sangat vital karena erat kaitannya dengan mata pelajaran lainnya. Dengan demikian peserta didik harus mampu menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi, baik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, maupun mata pelajaran lainnya. Pembelajaran Bahasa Indonesia harus diajarkan secara terpadu yang meliputi aspek menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Namun demikian di SDN Jugo 05 terutama di kelas V, aspek menulis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu dalam hal mengarang kemampuan siswa masih sangat rendah. Siswa kurang mampu mengutarakan ide, buah pikiran dan gagasannya ke dalam bahasa tulis. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini di rumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana meningkatkan kemampuan mengarang dengan menggunakan metode Quantum Learning pada siswa kelas V SDN Jugo 05 Kec. Kesamben Kab. Blitar? (2) Apakah penggunaan metode Quantum Learning dapat meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas V SDN Jugo 05 Kec. Kesamben Kab. Blitar?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Peningkatan kemampuan mengarang mengguanakan Metode Quantum Learning pada siswa kelas V SDN Jugo 05 Kec. Kesamben Kab. Blitar. (2) Metode Quantum Learning dalam proses mengarang siswa kelas V SDN Jugo 05 Kec. Kesamben Kab. Blitar. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, wawancara dan tes. Data yang di deskripsikan meliputi data kegiatan pembelajaran, data hasil observasi keaktifan siswa dan data hasil kemampuan mengarang siswa. Penelitian ini menggunakan langkah-langkah: Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Jugo 05 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar yang berjumlah 34 siswa terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 19 siswi perempuan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa melalui Metode Quantum Learning dengan bahan dan sumber pembelajaran lingkungan dapat meningkatkan kemampuan mengarang siswa yaitu pada aspek menulis. Peningkatan kemampuan mengarang terlihat pada skor rata-rata Pra Tindakan dengan 59,18, pada Siklus I 65,13 dan pada Siklus II 81,51. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Metode Quantum Learning dapat meningkatkan kegiatan pembelajaran terutama mengekspresikan imajinasi, ide dan buah pikiran dalam bahasa tulisan atau yang disebut mengarang.Hendaknya guru lebih sering menggunakan metode dan media pembelajaran yang dapat merangsang siswa untuk aktif dalam mengikuti pembelajaran.
PENERAPAN PENDEKATAN STM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN KEDUNGRINGIN II KECAMATAN BEJI KABUPATEN PASURUAN
ABSTRAK Riyadah, Siti. 2011. Penerapan Pendekatan STM untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN Kedungringin II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Elektronik Tugas Akhir, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Sukamti, M.Pd Kata Kunci: Pembelajaran, IPA, STM. Pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri SDN Kedungringin II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan pada materi sumber daya alam, peran guru sangat dominan dan masih menggunakan penerapan model konvensional. Guru tidak melibatkan siswa dalam pembelajaran, siswa tidak terlibat aktif dalam tanya jawab yang berkaitan dengan materi, penggunaan metode ceramah dan pemilihan model pembelajaran terkesan membosankan sehingga hasil belajar siswa kurang optimal. Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai guru kelas V bahwa hasil ulangan pada materi sumber daya alam, dari 20 siswa hanya 8 siswa yang mendapatkan nilai memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan dalam pembelajaran IPA yaitu 70, sedangkan sisanya masih di bawah KKM. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran dengan model STM dalam meningkatkan pembelajaran IPA kelas V di SDN Kedungringin II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, dan mendeskripsikan aktivitas siswa kelas V SDN Kedungringin II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, serta mendeskrip-sikan hasil belajar siswa kelas V SDN Kedungringin II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan di kelas V SDN Kedungringin II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan sebanyak dua siklus, di setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian sebanyak 20 siswa. Hasil penelitian ini adalah penerapan model STM dapat meningkatkan pembelajaran, dan meningkatkan aktivitas belajar siswa dibuktikan dengan adanya peningkatan pada tiap siklus, yaitu : hasil belajar siswa kelas V di SDN Kedungringin II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan pada siklus 1 nilai rata-ratanya hasil belajar siswa adalah 60,0 dan pada siklus 2 adalah 70,0 mengalami peningkatan skor 10,0 Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model STM dapat meningkatkan pembelajaran IPA di kelas V SDN Kedungringin II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan dalam materi sumber daya alam. Saran yang perlu disampaikan, kaitannya dengan hasil penelitian ini adalah model STM dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran IPA dalam materi sumber daya alam.
Pengaruh Penggunaan LKS Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa kelas IV SDN Penanggungan Malang
ABSTRAK Khasanah, Siwi. 2011. Pengaruh Penggunaan LKS Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa kelas IV SDN Penanggungan Malang. Skripsi, Jurusan KSDP, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sukamti, M.Pd, (II) Dr. Musa Sukardi, M.Pd. Kata kunci: Penggunaan LKS, Hasil Belajar. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengetahuan, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Sekolah memiliki tugas untuk memberikan pengajaran dan pendidikan kepada anak-anak didiknya supaya menjadi orang yang berguna bagi dirinya, orang tua, agama, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara. Interaksi yang baik antara guru dan siswa sangat diperlukan dalam usaha untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang berkualitas. Adapun salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan memanfaatkan media pendidikan dalam proses belajar mengajar. Selain media pembelajaran juga dibutuhkan perangkat pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Salah satu perangkat pembelajaran yang sangat penting adalah penggunaan lembar kegiatan siswa (LKS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan LKS terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Penanggungan Malang. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimental) dengan mengambil subjek penelitian dua kelas yaitu kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes untuk pretest dan posttest. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t independent diselesaikan dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari analisis data diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 75,64 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 59,10 dengan nilai probabilitas (sig) 0,000. Dengan demikian nilai probabilitas 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan LKS berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Penanggungan Malang. Disarankan bagi guru IPA dapat dijadikan alternatif untuk merencanakan pembelajaran serta membuat atau menyusun lembar kegiatan siswa yang kreatif dan didalamnya terdapat kegiatan pemecahan masalah karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan penngunaan LKS pada materi selain kenampakan bumi dan benda langit
Penerapan Model Pembelajaran Quantum Learning untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SDN Turus Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri
ABSTRAK Aida, Hanik. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Quantum Learning untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SDN Turus Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Heru Agus Triwidjaja, M.Pd, (II) Dra. Harti Kartini, M.Pd. Kata Kunci: Quantum Learning, pembelajaran, IPA Pembelajaran guru kelas V SDN Turus Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri ketika mengajarkan materi “Sifat-Sifat Cahaya” masih banyak menggunakan cara-cara lama yaitu dengan lebih banyak ceramah, tanya jawab, dan penugasan (PR), sehingga pembelajaran kurang bermakna bagi siswa. Aktivitas siswa saat pembelajaran IPA mengindikasikan rendahnya kinerja belajar siswa yang mengakibatkan kurangnya pemahaman terhadap materi “Sifat-Sifat Cahaya”, hal ini nampak ketika dalam suasana pembelajaran sebagian siswa tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Hasil dari pre-test yang diberikan pada 26 siswa menunjukkan bahwa hanya ada 3 siswa (12%) yang mencapai KKM yang ditentukan 75,00. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Quantum Learning, aktivitas siswa ketika diterapkan model Quantum Learning, dan hasil belajar siswa setelah diterapkan model Quantum Learning. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan dengan dua siklus masing-masing dua kali pertemuan. Pengumpulan data penerapan model dan aktivitas siswa dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Pengumpulan data hasil belajar siswa dilakukan dengan memberikan tes pada setiap akhir pertemuan. Analisis data penerapan model mengguanakan lembar observasi penerapan model, data aktivitas siswa didanalisis menggunakan lembar pengamatan siswa, dan data hasil belajar siswa dianalisis menggunakan tes pada setiap akhir pertemuan. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh tiga simpulan penelitian sebagai berikut. Pertama, penerapan model Quantum Learning dapat meningkatkan pembelajaran IPA materi “Sifat-sifat cahaya” siswa kelas VA SDN Turus. Penerapan model berturut-turut dari siklus I pertemuan ke-1 sampai siklus II pertemuan ke-2 memperoleh skor 65 atau 86%, 68 atau 91%, 64 atau 85%, 70 atau 94% dari skor maksimal keberhasilan model. Kedua, aktivitas siswa kelas VA dalam belajar IPA materi “Sifat-sifat cahaya” meningkat ketika diterapkan model Quantum Learning. Siswa yang mendapat kriteria aktiv berturut-turut dari siklus I pertemuan ke-1 sampai siklus II pertemuan ke-2 sebanyak 11 siswa atau 42%, 19 siswa atau 73%, 22 siswa atau 85%, dan 22 siswa atau 85%. Ketiga, hasil belajar siswa kelas V dalam belajar IPA materi “Sifat-sifat cahaya” meningkat setelah diterapkan model Quantum Learning. Siswa yang mendapat kriteria tuntas belajar berturut-turut dari siklus I pertemuan ke-1 sampai siklus II pertemuan ke-2 sebanyak 21 siswa atau 81%, 14 siswa atau 54%, 18 siswa atau 69%, dan 23 siswa atau 88%
PROFIL UPAYA PERUBAHAN PERILAKU PADA ANAK AUTIS DI SDN SUMBERSARI 1 MALANG
ABSTRAK Afriyanti, Uke. 2011. Profil Upaya Perubahan Perilaku Pada Anak Autis di SDN Sumbersari 1 Malang. Skripsi, Program Studi S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Sutarno, M.Pd. Kata Kunci : Upaya Perubahan Perilaku, Anak Autis Anak autis memiliki perilaku yang dianggap menyimpang dari perilaku anak normal. Perilaku- perilaku tersebut dianggap sangat mengganggu. Di SDN Sumbersari 1 Malang telah dilakukan upaya perubahan perilaku yaitu dengan menggunakan terapi perilaku. Terapi perilaku yang pernah digunakan di SDN Sumbersari 1 Malang yaitu Terapi Perilaku Applied Behaviour Analysis (ABA) yang bertujuan agar perilaku- perilaku anak autis yang yang dianggap mengganggu tersebut dapat berkurang. ABA merupakan metode khusus untuk terapi perilaku anak autis dan sudah sudah digunakan selama bertahun- tahun. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi karakteristik perilaku anak autis di SDN Sumbersari 1 Malang, (2) mendeskripsikan upaya perubahan perilaku pada anak autis di SDN Sumbersari 1 Malang , dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat upaya perubahan perilaku pada anak autis di SDN Sumbersari 1 Malang. Subyek Penelitian ini adalah karakteristik perilaku anak autis, dan upaya perubahan perilaku pada anak autis di SDN Sumbersari 1 Malang dengan sumber data yaitu: Kepala SDN Sumbersari 1 Malang, Guru Kelas, Guru Pembimbing Khusus, shadow (pendamping anak berkebutuhan khusus), dan siswa normal. Penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan studi kasus. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa karakteristik anak autis di SDN Sumbersari 1 Malang antara lain kegagalan bertatap mata dengan orang lain, kurangnya rasa empati terhadap orang lain, temperamen tantrum, kurangnya kemampuan berkomunikasi. Upaya perubahan perilaku yang telah dilakukan pada anak autis di SDN Sumbersari 1 Malang dilakukan dengan menggunakan terapi perilaku Applied Behaviour Analysis (ABA) namun pelaksanaannya belum intensif dan sering dilakukan hanya pada saat anak autis mengalami tantrum secara tiba- tiba dan penanganannya dilakukan langsung oleh Guru Pembimbing Khusus di Ruang ABK. Selain itu juga dikarenakan berbagai faktor, salah satunya belum adanya jadwal bimbingan khusus secara intensif dari pihak sekolah, dikarenakan jadwal pelajaran yang padat dan keterbatasan jumlah GPK yang hanya 3 orang dan harus menangani sebanyak 24 orang anak berkebutuhan khusus, yang 17 diantaranya adalah autis. Faktor- faktor pendukung upaya perubahan perilaku tersebut antara lain tingkatan autis dari anak yang ringan, kemampuan dan kualitas guru yang berkompeten dan sering diikutkan dalam pelatihan- pelatihan penanganan tentang anak berkebutuhan khusus, sikap kooperatif dari shadow, sarana dan prasarana sekolah yang memadai, lingkungan sekolah yang kondusif. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu konsentrasi dari anak autis yang berbeda- beda, sering munculnya perilaku tantrum pada anak yang sulit dikendalikan, dan belum adanya waktu bimbingan khusus yang intensif. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada Kepala Sekolah, sebagai pihak yang berwenang dalam mengambil kebijakan di sekolah diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu pertimbangan dalam meningkatkan bimbingan layanan khusus anak autis yang sesuai dan mengarah pada peningkatan perilaku positif anak autis tersebut. Sedangkan kepada guru, baik Guru Kelas maupun Guru Pembimbing Khusus (GPK) dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu pertimbangan dalam menyusun kurikulum pembelajaran bagi anak autis yang disesuaikan dengan karakteristik anak tersebut