Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Peningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Problem Posing Pada Pembelajaran Matematika Kelas V SD Negeri Wonorejo 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar
ABSTRAK Alianto Sugeng 2011. “Peningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Problem Posing Pada Pembelajaran Matematika Kelas V SD Negeri Wonorejo 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar”. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. I Wayan Sutama, M.Pd. Kata Kunci : Problem Posing, Keaktifan Siswa, Hasil Belajar. Berdasarkan observasi pada tanggal 21 Pebruari 2011 di SDN Wonorejo 01 Kecamatan Talun kabupaten Blitar, dalam pembelajaran guru terlalu banyak ceramah, tidak melibatkan anak, sehingga anak pasif dan hanya mendengarkan penjelasan guru. Hasil belajar siswa pada ulangan harian tentang pecahan masih belum tuntas secara keseluruhan. Diperoleh data dari 35 siswa kelas V SDN Wonorejo 01 pada semester 2 tahun ajaran 2010 / 2011 terdapat 17 siswa (48,6%) yang mendapat nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) yitu 65. Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan pelaksanaan model Problem Posing pada mata pelajaran matematika di kelas V SDN Wonorejo 01 Kecamatan talun Kabupaten Blitar; 2) untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Posing dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas V SDN Wonorejo 01 Kecamatan talun Kabupaten Blitar; Penelitian ini rancangan penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus tindakan, setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu persiapan / rencana tindakan, observasi, analisis / refleksi. Pada penelitian ini, peneliti mencoba suatu pembelajaran dengan menggunakan model problem posing. Problem posing adalah penyusunan pembuatan soal / pertanyaan oleh siswa dari situasi / informasi yang diberikan guru. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN Wonorejo 01 Kecamatan Talun dengan jumlah siswa 35anak Hasil pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dapat disimpulkan bahwa 1) Penerapan model problem posing dapat meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa kelas V SD Negeri Wonorejo 01 Kec Talun Kab Blitar. 2) Penerapan model problem posing dapat meningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri Wonorejo 01 Kec Talun Kab Blitar. Siswa menjadi lebih mudah dalam memahami materi pelajaran dan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mencapai ketuntasan belajar yaitu 85,7% Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan sebaiknya dilakukan penelitian sejenis pada konsep-konsep matematika yang lain untuk mengetahui apakah penelitian ini dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa
Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) pada Siswa Kelas V SDN Kademangan 05 Kec. Kademangan Kab. Blitar
ABSTRAK Puspasari, Retno Tri. 2011. Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) pada Siswa Kelas V SDN Kademangan 05 Kec. Kademangan Kab. Blitar. Skripsi, Program Studi S1 PGSD, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Widayati, M.H, (2) Suwarti, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: peningkatan, hasil belajar, pembelajaran PKn, model VCT Pembelajaran PKn di SDN Kademangan 05 masih menggunakan metode konvensional. Apabila ada kesulitan siswa terlihat diam saja dan tidak mempunyai keinginan untuk bertanya dengan gurunya maupun bertukar pendapat dengan temannya. Selain itu media yang digunakan tidak menarik dan sulit dipahami oleh siswa. Akibatnya hasil belajar PKn pada pra tindakan sangat rendah yaitu dari 20 siswa hanya ada 1 siswa yang memperoleh nilai 70 atau 5% dari jumlah siswa. Sedangkan yang lainnya yaitu 1 siswa memperoleh nilai 20, 1 siswa memperoleh nilai 30, 5 siswa memperoleh nilai 40, 6 siswa memperoleh nilai 50, dan 6 siswa memperoleh nilai 60. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Bagaimanakah penerapan model VCT dalam pembelajaran PKn di kelas V SDN Kademangan 05 Kec. Kademangan Kab. Blitar? (2) Apakah penerapan model VCT dalam pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar di kelas V SDN Kademangan 05 Kec. Kademangan Kab. Blitar?. Upaya perbaikan untuk pembelajaran selanjutnya dengan menerapkan model pembelajaran yang bisa meningkatkan hasil belajar siswa yaitu model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique). Model ini dipilih karena untuk memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran PKn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualititatif. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga tahap yaitu pra tindakan, siklus I dan siklus II. Masing-masing tahap terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada saat pra tindakan adalah 49 kuali-fikasi nilai kurang, pada siklus I pertemuan 1 adalah 55 kualifikasi nilai kurang, pada siklus I pertemuan 2 adalah 70 kualifikasi nilai cukup, pada siklus II pertemuan 1 adalah 78,5 kualifikasi nilai baik, dan pada siklus II pertemuan 2 adalah 90,4 kualifikasi nilai sangat baik. Dari hasil belajar tersebut dapat diketahui peningkatan dari pra tindakan ke siklus I pertemuan 1 sebesar 6%, dari siklus I pertemuan 1 ke siklus I pertemuan 2 sebesar 15%, dari siklus I pertemuan 2 ke siklus II pertemuan 1 sebesar 8,5%, dan dari siklus II pertemuan 1 ke siklus II pertemuan 2 terjadi peningkatan sebesar 11,9%. Kesimpulan berdasarkan temuan dari penelitian ini, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran selama pra tindakan, siklus I dan siklus II dengan mene-rapkan model pembelajaran VCT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn, serta dapat meningkatkan aktivitas siswa dan aktivitas guru
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENGALAMAN MELALUI METODE KARYA WISATA DI KELAS V MI TA’LIMUSSHIBYAN KARANGPANDAN REJOSO PASURUAN
ABSTRAK Rozi, Fathur. 2011. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerita Pengalaman Melalui Metode Karya Wisata di Kelas V MI Ta’limussibyan Karangpandan Rejoso Pasuruan. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi S1 PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd., (II) Drs. H. Rumidjan, M.Pd. Kata Kunci: menulis cerita, metode karya wisata , Sekolah Dasar (SD). Kemampuan menulis pada hakikatnya merupakan hasil dari sebuah proses. Dengan konsep dasar seperti ini maka kesempatan menulis akan diperoleh siswa melalui proses yaitu dengan pelatihan. Keterampilan menulis sangat dibutuhkan karena merupakan suatu ciri dari orang yang terpelajar atau bangsa yang terpelajar. Menulis dipergunakan oleh orang terpelajar untuk mencatat atau merekam, melaporkan atau memberitahukan dan mempengaruhi. Maksud dan tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh orang-orang yang dapat menyusun pikiran dan mengutarakannya dengan jelas. Kejelasan ini tergantung pada pikiran, organisasi, pemakaian kata-kata dan struktur kalimat yang jelas. Berdasarkan hasil observasi di kelas V MI Ta’limussibyan Karangpandan Rejoso Pasuruan, ditemukan permasalahan kemampuan menulis siswa yang masih rendah. Salah satu penyebabnya diduga karena penggunaan metode pembelajaran dan bahan ajar yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) peningkatan keterampilan menulis cerita pengalaman siswa kelas V melalui metode karya wisata, (2) perilaku siswa kelas V dalam mengikuti pembelajaran menulis cerita pengalaman dengan metode karya wisata. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan 2 siklus. Subyeknya 16 siswa kelas V MI Ta’limussibyan Karangpandan Rejoso Pasuruan. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi, lembar penilaian proses, lembar penilaian kemampuan menulis, tes dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan mengelompokkan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari instrumen penilaian proses dan wawancara, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari tes, instrumen observasi dan penilaian kemampuan menulis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Hal ini diketahui dari peningkatan kemampuan menulis siswa yang mencakup unsur cerita (tokoh, latar, alur) dan tata bahasa (ejaan, tanda baca, pengkalimatan) yang dinilai menggunakan deskripsi nilai kemampuan menulis. Siswa dikatakan tuntas jika memperoleh nilai minimal 70 berdasarkan deskripsi nilai tersebut. Dari 16 siswa, yang tuntas pada pra tindakan sebanyak 3 atau 18,8%, meningkat menjadi 9 atau 56,3% pada siklus 1, kemudian meningkat lagi menjadi 13 siswa atau 81,3% pada siklus 2. Secara keseluruhan peningkatan yang diperoleh mulai dari pra tindakan sampai tindakan siklus 2 sebesar 62,5% atau 10 siswa dari yang semula 3 siswa menjadi 13 siswa yang tuntas. Secara umum disimpulkan metode karya wisata dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas V melalui tahap-tahap dalam proses menulis yaitu menulis draft; merevisi; mengedit; menulis jadi; dan memajangnya. Disarankan kepada guru untuk menjadikan metode karya wisata sebagai alternatif dalam meningkatkan kemampuan menulis di kelas V maupun di kelas yang lain
PENERAPAN MODEL EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SDN RANDUAGUNG 02
ABSTRAK Sarini. 2011. Penerapan Model Eksperimen untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SDN Randuagung 02 Singosari. Ujian Akhir Program. Program Studi PJJ S-1 PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Dra. Harti Kartini, M.Pd. Kata Kunci: model eksperimen, meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana pembelajaran agar murid secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Terwujudnya pembelajaran yang aktif merupakan harapan dari semua lembaga pendidikan dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi. Meskipun pembelajaran telah menggunakan berbagai macam metode, tetapi aktivitas dan hasil belajar siswa masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari Standar Ketuntasan Belajar Minimal yang ditetapkan sekolah sebesar 70. Dari 32 siswa kelas V SDN Randuagung 02 hanya 16 siswa yang tuntas belajar dilihat dari ulangan siswa pada materi gaya. Untuk menguasai konsep IPA secara tepat, maka strategi pembelajaran yang diterapkan harus dapat membangkitkan minat belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan siswa dipandang sebagai subyek yang aktif dan kreatif adalah model Eksperimen. Tujuan penelitian ini untuk: 1) mengetahui penerapan model Eksperimen untuk meningkatkan aktivitas siswa, 2) mengetahui penerapan model Eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2010/2011, pada bulan Maret-April 2011. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Randuagung 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang 2011 dengan jumlah 32 siswa. Standar Kompetensi ''memahami hubungan antara gaya,gerak,dan energi serta fungsinya". Rancangan penelitian ini disusun dalam dua siklus. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi, analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Eksperimen dapat meningkatkan: 1) aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II di mana nilai aktivitas siswa pada siklus I rata-rata 70,31 dan nilai rata-rata pada siklus II 78,62. 2) hasil belajar siswa yang diukur dengan nilai rata-rata dan prosentase ketuntasan belajar secara klasikal pada pra tindakan 60,5 pada siklus I 72 dan pada siklus II yaitu 77,84. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model Eksperimen dapat meningkatkan aktivitas dan belajar siswa. Temuan lain yang didapatkan dalam pembelajaran model Eksperimen siswa lebih aktif dan antusias dalam belajar yang dapat dilihat dari aktivitasnya saat berlangsung pembelajaran. Sehingga motivasi siswa untuk belajar juga lebih meningkat. Dari hasil penelitian disarankan untuk menerapkan model Eksperimen sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas.
Penerapan Metode Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VI SDN Klampis Ngasem IV / 560 Surabaya Pada Pokok Bahasan Benua.
ABSTRAK Oktriana, Leny. 2011. Penerapan Metode Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VI SDN Klampis Ngasem IV / 560 Surabaya Pada Pokok Bahasan Benua. Elektronik Tugas Akhir, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi S1 PGSD, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Sutarno, M.Pd Kata Kunci: Metode PQ4R, aktifitas belajar, hasil belajar Hasil observasi di kelas diketahui hasil belajar siswa kurang, hal ini disebabkan karena pembelajaran masih bersifat konvensional sehingga siswa kurang tertarik dan bersikap pasif. Oleh karena itu, diperlukan metode atau strategi dalam proses pembelajaran. Pembelajaran IPS mencakup bahasan yang sangat luas dan mengharuskan siswa mengingat materi yang sangat banyak. Sehingga siswa mengalami kesulitan dalam mengingat materi. Dengan melihat perbedaan dan karakteristik serta potensi yang dimiliki siswa, dapat digunakan metode PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, and Review) sebagai alternative proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan efektifitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan langkah-langkah penerapan metode PQ4R dalam pembelajaran IPS siswa kelas VI SDN Klampis Ngasem IV/560 Surabaya, (2) Peningkatan aktivitas belajar IPS dengan penerapan metode PQ4R pada siswa kelas VI SDN Klampis Ngasem IV/560 Surabaya, (3) Peningkatan hasil belajar IPS dengan penerapan metode PQ4R pada siswa kelas VI SDN Klampis Ngasem IV/560 Surabaya. Rancangan yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan model penelitian tindakan kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus. Subjek penelitian siswa kelas VI SDN Klampis Ngasem IV/560 Surabaya yang berjumlah 16 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, dan tes Hasil penelitian menunjukkan langkah-langkah metode PQ4R telah berjalan dengan baik, yang ditunjukkan dengan aktivitas guru pada siklus I sebesar 65,6%, pada siklus II meningkat menjadi 87,5%. Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari 51,95% pada siklus I menjadi 67,38% pada siklus II. Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar siswa, hal ini ditunjukkan pada siklus I 47,87% yang mengalami peningkatan ke siklus II menjadi 75%. Dari hasil temuan di atas dapat disimpulkan bahwa penenerapan metode pembelajaran PQ4R dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Saran yang dapat disampaikan yaitu guru hendaknya menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki siswa dalam upaya pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal.
Penggunaan Model Picture and picture untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Gadingkulon 03 Dau Malang
ABSTRAK Wulandari, Erva. 2011. Penggunaan Model Picture and Picture untuk meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas IV SDN Gadingkulon 03 Dau Malang. Fakultas Ilmu Pendidikan. Program Studi S1 PJJ PGSD. Pembimbing: Drs. Toha Mashudi, S.Pd, M.Pd Kata kunci: Pembelajaran IPA, model Picture and picture, IPA Berdasarkan observasi di SDN Gadingkulon 03 Dau Malang, hasil belajar siswa kelas IV masih relatif rendah. Hal ini dapat dilihat dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah 65, dari 10 siswa hanya terdapat 2 siswa yang tuntas belajar dan 8 siswa lainnya belum tuntas belajar. Hail belajar siswa yang masih rendah disebabkan karena pembelajran yang digunakan masih menggunakan metode konvensional (ceramah). Metode ini membuat siswa menjadi pasif dan kurang kreatif sehingga perlu digunakan model pembelajaran yang dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dan tertarik dengan pembelajaran. Model yang dapat diterapkan misalnya dengan menggunakan model picture and picture. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Gadingkulon 03 Dau Malang. Standar Kompetensi ”hubungan antara sumber daya alam dan teknologi”. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model Picture and picture dalam pembelajaran IPA, (2) mendeskripsikan penggunaan model Picture and picture untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, (3) mendeskripsikan penggunaan model Picture and picture untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Picture and picture dapat meningkatkan: (1) Aktivitas guru dari Siklus I ke Siklus II, nilai rata-rata aktivitas guru yaitu dan 85,72 meningkat pada siklus II yaitu 92,86, (2) Aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II dimana nilai rata-rata aktivitas pada siklus I yaitu 71,46 dan nilai rata-rata akivitas siswa pada siklus II yaitu 82,27, (3) Hasil belajar siswa yaang diukur dengan skor rata-rata dan prosentase ketuntasan belajar secara klasikal dari pra tindakan, siklus I dan siklus II. Skor rata-rata klasikal pada pratindakan yaitu 53 pada siklus I meningkat menjadi 65,53 dan pada siklus II meningkat menjadi 77,25. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penggunaan model Picture and picture dapat meningkatkan Pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Gadingkulon 03 Dau Malang.
Peningkatan kreativitas Melalui Metode Bermain Dengan Media Papier Mache untuk Membuat Hasil Karya pada anak kelompok B Taman Kanak-Kanak Siti Hajar Malang
ABSTRAK Chotimah, Nur 2011 Papier Mache untuk Membuat Hasil Karya pada anak kelompok B Taman Kanak-Kanak Siti Hajar Malang. Skripsi jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: I) Prof. Dr. H. Sa’dun Akbar, M.Pd; 2) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. Kata Kunci : Kreativitas, Metode Bermain, Papier Mache, Taman Kanak-kanak Metode bermain dengan media Peningkatan kreativitas Melalui Metode Bermain Dengan Media papier mache adalah salah satu strategi untuk menangani masalah yang berkaitan dengan kreativitas anak dalam membuat hasil karya. Kegiatan bermain dengan media papier mache dapat dilatihkan sejak usia prasekolah yang merupakan salah satu periode emas perkembangan anak termasuk dalam proses kreativitas anak. Penelitian ini didasari oleh rendahnya kreativitas anak kelompok B Taman Kanak-Kanak Siti Hajar Malang. Hal ini ditandai dengan rendahnya kelancaran, imajinasi dan orisinal dalam membuat hasil karya. Guru juga belum memberikan media dan metode yang variatif sehingga kurang menarik minat anak dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan metode bermain dengan media papier mache untuk membuat hasil karya dalam meningkatkan kreativitas anak kelompok B Taman Kanak-Kanak Siti Hajar Malang dan mendiskripsikan peningkatan kreativitas melalui metode bermain dengan media papier mache papier mache untuk membuat hasil karya dapat meningkatkan kreativitas anak. Oleh karena itu disarankan bagi guru dan lembaga Taman kanak-Kanak agar dapat menggunakan metode bermain dengan memanfaatkan media papier mache untuk meningkatkan kreativitas anak dalam proses pembelajaran. Dan bagi peneliti lanjutan agar dapat meneliti penerapan metode bermain dengan media papier mache untuk mengembangkan kemampuan anak yang lain, seperti kognitif, bahasa dan lain sebagainya serta dapat pula dikembangkan untuk pembelajaran kooperatif. untuk membuat hasil karya pada anak kelompok B Taman Kanak- Kanak Siti Hajar Malang. Untuk mencapai tujuan di atas, penelitian dilakukan dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model guru sebagai peneliti, mulai dari tahap identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yang dilaksanakan di kelompok B Taman Kanak-Kanak Siti Hajar Malang. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan perbandingan data keberhasilan anak pada siklus I sebesar 65,3% dan siklus II sebesar 93,3%. Sedangkan kreativitas dalam membuat hasil karya, skor keberhasilan anak pada siklus I adalah 64,8% dan meningkat pada siklus II sebesar 85,2%. Dalam proses pembelajaran anak nampak sangat senang dan bersemangat dalam melakukakan kegiatan sehingga suasana pembelajaran menjadi kondusif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bermain dengan medi
Penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS Siswa kelas V SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
ABSTRAK Goulap, Endang. 2011. Penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS Siswa kelas V SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Skripsi. Jurusan KSDP Program S1 PGSD Fakutas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing; (1) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd.(2) Drs.I Made Seken, M.Pd. Kata Kunci : Pembelajaran, TPS, Aktivitas dan Hasil Belajar, IPS SD. Keberhasilan proses pembelajaran di dalam kelas salah satunya di tentukan oleh cara guru menggunakan model pembelajaran. Model pembelajaran di gunakan harus sesuai dengan kebutuhan siswa, karena setiap model pembelajaran mempunyai tujuan, prinsip dan penekanan yang berbeda. Namun dalam kenyataannya guru tidak pernah menggunakan model pembelajaran yang bervariasi, sehingga aktivitas siswa terlihat masih pasif dan hasil belajarnya rendah. Bahkan guru hanya dapat menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada guru sendiri , sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatakan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang melalui model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Dalam model ini siswa akan berpikir (Think) secara individu, kemudian siswa secara berpasangan (Pair) saling tukar pendapat untuk melengkapi penemuannya. Selanjutnya tahap berbagi dalam kelompok besar yang di lakukan dengan kelompok besar di dalam kelas (Share).Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang dengan jumlah 43 siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan pengembangan Kemmis dan Taggart. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan observasi, wawancara, test, dan dokumentasi. Sedangkan instrumen penelitiannya menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, test, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS materi pokok tokoh-tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan indonesia. Hasil pre test siswa rata-rata 63,25%. Siklus 1 mengalami peningkatan menjadi 84,65% dan siklus 2 terus megalami peningkatan menjadi 95,81%. Penerapan model pembelajaran Think Pair Share berhasil diterapkan pada siswa kelas V SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Disarankan bagi peneliti lain, penelitian ini dapat di jadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan prestasi belajar
Pemanfaatan Media Gambar untuk Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Kelompok B di TK PGRI III Kebotohan Kraton Pasuruan
ABSTRAK Taman kanak-kanak adalah salah satu bentuk pendidikan jalur formal yang menyediakan program pendidikan usia dini. Untuk mencapai tujuan pendidikan tidaklah mudah karena diperlukan sarana dan prasarana yang dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari peran serta guru dalam mengelola pengajaran sehingga siswa dapat belajar dengan tenang dan memungkinkan untuk mencapai prestasi dalam belajar. Kemampuan berbahasa Indonesia pada usia pra sekolah kurang untuk itu peneliti memanfaatkan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan mendeskripsikan perkembangan kemampuan berbahasa dengan menggunakan media gambar. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penilitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen pengumpulan data berupa observasi anak dan format, penilaian. Penilaian acuan yang digunakan adalah ketuntasan kelas ( 75 % ) subyek penelitian adalah anak kelompok B di TK PGRI III Kebotohan. Hasil penelitian menunujukkan bahwa pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak pada siklus I rata – rata anak mendapatkan nilai 73,95 % pada siklus II meningkat menjadi rata – rata anak mendapat nilai 88,54 %. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah : (1) Pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di TK PGRI III kebotohan, (2) Pemanfaatan media gambar dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di TK PGRI III Kebotohan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada guru agar dapat memanfaatkan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak dengan mengembangkan pengembangan yang lain. Kegiatan pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini juga dapat digunakan dalam penelitian-penelitian sebagai bahan perbandingan, sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik
Penigkatan Kemampuan Siswa Dalam Menulis Karangan Narasi Dengan Pendekatan Komunikatif Pada Kelas III SD Berita Hidup Malang . Skripsi .Progam SI PGSD Jurusan Krpendidikan Sekolah Dasar dan ,M.PPrasekolah FIP Unuversitas Negeri Malang. Pembimbing ( 1
ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran bahasa Indonesia menulis kararangan narasi kelas III di SD Berita Hidup Malang diketahui bahwa terdapat permasalahan yang cukup komplek pada pembelajaran menulis karangan narasi di kelas tersebut yaitu hasil belajar siswa rendah , siswa merasa jenuh dengan guru . Guru masih mengunakan pembelajaran yang konvensional . Tujuan penelitian ini adalah 1)mendeskripsikan penerapan pendekatankomunitatif pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III ,2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas III SD Berita Hidup Malang pada pembelajaran menulis karangan narasi dengan pendekatan komunikatif . Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK ) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru.PTK ini mengunakan 2 siklus yang tahap siklusnya mengikuti model Kemmis &MC. Taggrat yang refleksi . Subyek penelitian adalah siswa kelas III SD Berita Hidup Malang .Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi ,dokumentasi ,wawancara , dan tes .Sedangkan analisis data yang digunakan adalah deskriptif . kualitatif . Hasil penelitian menunjukan hasil belajar sangat baik bahwa penerapan model pembelajaran komunokatif dapat meningkatkan hasil belajar dari siklus -1 menjadi 8% pada siklus 2 pada pembelajaran karangan narasi sisiwa kelas III SD Berita Hidp Malang. Peningkatan itu berupa penentuan judul dan isi, pemilihan kata dan kalimat, ejaan dan tanda baca , kerapian dan kebersihan tulisan . Oleh karen itu penerapan pendekatan komunikatif sangat baik untuk meningkatkan hasil belajar dan proses mengajar. Disimpulkan dengan mengunakan model komunikatif dapat meningkatkan hasil belajar sebelumnya . Disimpulkan agar guru dalam pembelajaran dan dapat menerapkan model komunikatif pada materi lain yang sesuai . Kata kunci : Pendekatan komunikatif ,karangan narasi ,S