Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Penerapan Permainan Kata Berantai untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Harga Diri pada PKn Kelas III SDN Banjararum 03 Malang
ABSTRAK Sulicha. 2011. Penerapan Permainan Kata Berantai untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Harga Diri pada PKn Kelas III SDN Banjararum 03 Malang. UAP, Program S1 PJJ, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing Dra. Hj. Harti Kartini, M.Pd Kata Kunci: permainan kata berantai, harga diri, pembelajaran PKn, SD Hasil observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran PKn di kelas III SDN Banjararum 03 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dimana pada kenyataannya guru masih menggunakan pola pembelajaran konvensional, yaitu pendekatan yang digunakan dalam penyampaian materi bahan pelajaran kepada peserta didik banyak menitikberatkan pada metode ceramah dan mencatat. Dari hasil observasi ditemukan siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar khususnya pada mata pelajaran PKn. Anak cenderung tidak begitu tertarik dengan pelajaran PKn, karena pelajaran PKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata, kurang menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan kurangnya minat belajar PKn siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes yang dilakukan peneliti pada salah satu materi pembelajaran PKn kelas III dengan standar kompetensi memiliki harga diri sebagai individu, dengan kompetensi dasar memberi contoh bentuk harga diri di SDN Banjararum 03, Kec. Singosari. Dari hasil ulangan harian tentang mengenal harga diri menunjukkan hasil yang mengecewakan. Tujuan dari penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran tentang harga diri melalui permainan kata berantai pada mata pelajaran PKn kelas III SDN Banjararum 03 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Diharapkan melalui permainan kata berantai pemahaman siswa kelas III SDN Banjararum 03 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dalam pembelajaran PKn tentang harga diri dapat ditingkatkan dan aktivitas belajar peserta didik dapat meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan permainan kata berantai yang dikombinasikan dengan metode pembelajaran diskusi kelompok mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang aturan di masyarakat yang terlihat dari hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik. Hasil belajar siswa pada siklus I dan II mengalami peningkatan. Nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan yang sangat tinggi dari hasil pratindakan sebesar 48,39 meningkat pada siklus I dengan rata-rata 65,29 dan meningkat lagi pada siklus II dengan rata-rata 80,71 dengan kriteria ketuntasan sangat baik yaitu 89,29%.
Peningkatan Kemampuan Menulis Deskripsi dengan Metode Field trip pada Siswa Kelas IV SDN Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Hidayah, Lailatul. 2011. Peningkatan Kemampuan Menulis Deskripsi dengan Metode Field Trip pada Siswa Kelas IV SDN Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Ujian Akhir Program Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah. FIP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Sukamti, M.Pd. Kata kunci: Menulis Deskripsi, Metode Field Trip, SD Kemampuan menulis bagi siswa perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh unsur pendidikan yang ada di sekolah. Khususnya dalam menulis deskripsi. Diketahui bahwa kegiatan pembelajaran menulis deskripsi di kelas IV SDN Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan masih terkategori kurang baik. Masalah yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode field trip dalam pembelajaran menulis deskripsi, bagaimana meningkatkan kemampuan menulis deskripsi dengan metode field trip. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode field trip dalam pembelajaran menulis deskripsi, mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis deskripsi dengan metode field trip. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk penelitian tindakan kelas (PTK) secara kolaboratif antara guru kelas IV dan peneliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan dengan jumlah 25 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kemampuan menulis siswa kelas IV SDN Kalisat ditunjukkan dari prosentase ketuntasan hasil karangan deskripsi siswa pada setiap siklus mengalami peningkatan. Hasil peningkatan ini terlihat dari hasil karangan deskripsi siswa, keaktifan, minat dan motivasi pada setiap siklus. Pada pra tindakan atau sebelum siklus persentase kemampuan siswa dalam menulis deskripsi adalah 9%. Pada pembelajaran siklus I pertemuan pertama ketuntasan belajar meningkat menjadi 33%, dan pertemuan kedua ketuntasan belajar siswa mencapai 60%. Pada pembelajaran siklus II secara klasikal mencapai ketuntasan belajar sebesar 100%. Dari hasil penelitian ini, diharapkan siswa mampu meningkatkan keterampilan menulis dalam mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam menulis deskripsi. Selain itu, harapan dari penelitian ini adalah semoga hasil penelitian ini membantu guru, siswa, maupun peneliti lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia sehingga mutu pendidikan akan terwujud dengan baik.
Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkaan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Materi Cinta Tanah Air pada Siswa Kelas III SDN Pogar II Bangil Pasuruan
ABSTRAK Hermiati, Wari. 2011. Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkaan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Materi Cinta Tanah Air pada Siswa Kelas III SDN Pogar II Bangil Pasuruan. Elektronik Tugas Akhir. Progam Studi S1 PGSD PJJ. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd.,M.Pd. Kata kunci: media gambar, aktivitas, hasil belajar, PKn, SD. Bentuk keanekaragaman masyarakat Indonesia dapat dilihat dari perbedaan rumah adat, pakaian, lagu daerah, dan sebagainya. Bangsa Indonesia hidup dalam keanekaragaman, tetapi tetap mengutamakan persatuan. Hal ini sesuai dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika". Kebhinnekaan merupakan salah satu kekhasan bangsa Indonesia dan harus dibanggakan. Kebanggaan terhadap kekhasan tersebut diwujudkan dalam bentuk cinta tanah air. Cinta tanah air merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Kenyataan di SDN Pogar II setelah diadakan tes hasil belajar pada pembelajaran PKn materi cinta tanah air menunjukkan bahwa sebagian besar nilai siswa di bawah rata-rata kelas yaitu 62,2. Nilai ketuntasan belajar mata pelajaran PKn di SDN Pogar II adalah 65. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) cara penggunaan media gambar untuk meningkatkaan aktivitas dan hasil belajar PKn materi cinta tanah air pada siswa kelas III SDN Pogar II Bangil, (2) penggunaan media gambar yang dapat meningkatkaan aktivitas belajar PKn materi cinta tanah air pada siswa kelas III SDN Pogar II Bangil, (3) penggunaan media gambar yang dapat meningkatkaan hasil belajar PKn materi cinta tanah air pada siswa kelas III SDN Pogar II Bangil. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III sebanyak 27 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi, wawancara, dan tes. Teknik analisis data yang dipakai adalah rata-rata dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) penggunaan media gambar untuk meningkatkaan aktivitas dan hasil belajar PKn materi cinta tanah air pada siswa kelas III SDN Pogar II dilakukan dengan cara: (a) penjelasan guru di awal pembelajaran, (b) kegiatan pembelajaran menggunakan media gambar, (3) pembahasan bersama, (2) penggunaan media gambar dapat meningkatkan aktivitas belajar PKn siswa kelas III SDN Pogar II dapat dibuktikan dari banyaknya siswa yang melakukan aktivitas belajar. Pada siklus I rata-rata banyaknya siswa yang melakukan aktivitas belajar adalah 54,5 dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 76,9, (3) penggunaan media gambar dapat meningkatkaan hasil belajar PKn siswa kelas III SDN Pogar II. Hal ini berdasarkan nilai rata-rata siswa pada siklus I pertemuan 1 adalah 62,2 dan pertemuan 2 adalah 70,4. Pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa pada petemuan 1 adalah 88,9 dan pertemuan 2 adalah 92,2 Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) media gambar dapat digunakan dengan baik, (2) penggunaan media gambar dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Disarankan: (1) Kepala sekolah hendaknya meningkatkan layanan fasilitas pembelajaran di SD, (2) guru hendaknya menggunakan media gambar dalam pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman materi materi pelajaran PKn, (3) peneliti selanjutnya dalam mengadakan penelitian hendaknya meneliti hal lain yang berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran PKn selain media gambar misalnya benda sebenarnya dan komputer.
Peningkatan Kemampuan Menulis Cerita Melalui Penggunaan Media Film Pada Siswa Kelas VB SDN Pagentan 01 Singosari
ABSTRAK Mulyaningsih, Retno. 2011. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerita Menggunakan Media Film Siswa Kelas V B SDN Pagentan 01 Singosari. UAP. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Harti Kartini, M.Pd. Kata Kunci: Menulis cerita, Media Film, Singosari, SD Pembelajaran bahasa Indonesia di SD mencakup 4 aspek, yaitu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Untuk aspek membaca dan mendengarkan siswa tidak mengalami kendala. Tetapi untuk aspek menulis siswa selalu mengalami kesulitan, khususnya menulis di bidang sastra. Hal ini terlihat ketika evaluasi hasil karya siswa. Sebagian besar siswa kurang mampu membuat cerita yang urut, oleh karenanya dalam pengajaran bahasa Indonesia di SD harus diupayakan penggunaan media yang aplikatif dan menarik . pembelajaran yang menarik akan memikat anak-anak untuk terus mengikuti pelajaran dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media film dalam pembelajaran menulis cerita. Aspek-aspek yang akan dideskripsikan mencakup penggunaan kata, kelengkapan kalimat, kesesuaian isi, dan keruntutan cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas, yang dilakukan dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dilakukan selama 3 bulan mulai bulan Februari sampai dengan April 2011. Data yang digunakan berupa karangan siswa berdasarkan film yang telah diputar. Teknik pengumpulan data meliputi Observasi atau pengamatan dan tes kemampuan menulis. Untuk teknik analisis data menggunakan model alir yang meliputi 3 alir kegiatan meliputi (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus 1, kemampuan menulis cerita belum maksimal karena masih banyak siswa yang belum mampu membuat cerita sesuai dengan aspek-aspek yang telah ditentukan. Pada akhir siklus II diperoleh beberapa kesimpulan, Pertama kemampuan siswa dalam menulis cerita meningkat yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata hasil menulis siswa dari pratindakan 51,7, siklus I 61,9 dan siklus II 77,7 . Kedua, mengenai pemilihan kata atau diksi dalam karangan, ketika pratindakan banyak terjadi pengulangan kata dan kesalahan pada kata sambung. Pada saat akhir siklus II siswa telah mampu memilih kata yang tepat dalam menyampaikan pikiran kedalam tulisan, serta pemilihan kata sambung sebagian besar siswa sudah tepat. Begitu juga aspek yang lain, pada akhir siklus II siswa telah mampu menulis kalimat dengan lengkap serta menceritakan dengan urut sesuai dengan jalan cerita film yang telah ditonton. Berdasarkan hasil temuan-temuan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media film dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif , jika pemilihan jenis dan tema film sesuai dengan karakter usia siswa.
penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan aktivitas kinerja siswa dalam menggunakan pesawat sederhana di kelas V SDN Pagentan I Singosari
ABSTRAK Sukmawati, Catur Rini. 2011. Penerapan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Aktivitas Kinerja Siswa dalam Menggunakan Pesawat Sederhana di Kelas V SDN Pagentan 1 Singosari. Elektronik Tugas Akhir, Program Studi S1 PJJ PGSD, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Sukamti, M.Pd Kata Kunci: Pembelajaran pesawat sederhana, metode eksperimen, aktivitas kinerja siswa. Berdasarkan dokumen sekolah, hasil ujian akhir semester I mata pelajaran IPA di kelas V SDN Pagentan 1 Singosari Tahun Pelajaran 2010-2011, siswa yang nilainya memenuhi KKM sebanyak 10 siswa atau hanya 40 % siswa. Dan nilai siswa yang tidak memenuhi KKM sebanyak 15 siswa atau hanya 60 % siswa. Dengan KKM yang ditentukan SDN Pagentan 1 Singosari untuk pelajaran IPA yaitu 60. Berdasarkan pengamatan guru selama ini pada waktu mengajar di kelas V SDN Pagentan 1 Singosari, 50 % aktivitas siswa hanya mendengarkan penjelasan guru, 25 % aktivitas siswa mencatat materi dan 25 % mengerjakan soal evaluasi. Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) untuk dapat mendeskripsikan penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan aktivitas kinerja siswa dalam menggunakan pesawat sederhana di kelas V SDN Pagentan 1 Singosari, 2) untuk dapat mengetahui penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan aktivitas kinerja siswa kelas V SDN Pagentan 1 Singosari, 3) untuk dapat mengetahui penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Pagentan 1 Singosari. Penelitian ini menggunakan metode reflective thinking. Menurut Aunurrrahman, dkk (2010:10-30) "Reflective thinking adalah metode berpikir yang sebenarnya merupakan ‘akar'dari penelitian ilmiah pada umumnya" Metode reflective thinking diawali dengan kegelisahan terhadap masalah yang dirasakan sulit untuk dipecahkan, sehingga mendorong seseorang untuk memecahkan masalah tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode penulisan deskriptif kualitatif. Sasaran pengamatannya adalah guru dan siswa kelas V SDN Pagentan 1 Singosari Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan datanya adalah teknik observasi, tes dan hasil dokumentasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Berdasarkan pengamatan aktivitas kinerja siswa, pada siklus I memperoleh skor rata-rata 69,16 % siswa yang aktif kinerjanya dan pada siklus II memperoleh skor rata-rata 81,5 % siswa yang aktif kinerjanya, pada siklus II dapat dikatakan sudah berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian. Berdasarkan hasil belajar siswa, pada siklus I memperoleh skor rata-rata 47,89 dan siklus II memperoleh skor rata-rata 62,04; pada siklus II dapat dikatakan sudah berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian. Penelitian Tindakan Kelas ini dengan menggunakan metode eksperimen, dapat meningkatkan aktivitas kinerja siswa dan hasil belajar siswa. Saran buat guru selalu meningkatkan kemampuan mengajarnya.
PENERAPAN PENDEKATAN WHOLE LANGUAGE DENGAN TEKNIK READING ALOUDS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS I SDN KEJAYAN I KECAMATAN KEJAYAN KABUPATEN PASURUAN
ABSTRAK Wijayanti, Vivi. 2011. Penerapan Pendekatan Whole Language dengan Teknik Reading Alouds untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman pada Siswa Kelas I SDN Kejayan Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd Kata Kunci : whole language, reading alouds, membaca pemahaman, SD Keterampilan membaca menduduki posisi serta peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Membaca merupakan jembatan bagi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan. Kenyataannya kemampuan membaca siswa kelas I SDN Kejayan I masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya minat baca pada siswa. Metode mengajar guru yang kurang sesuai mengakibatkan penguasaan bahasa Indonesia terbatas. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan pendekatan pembelajaran whole language dengan teknik reading alouds. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran bahasa Indonesia melalui pendekatan whole language dan peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui teknik reading alouds. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, yaitu (1) siklus I, pembelajaran dilakukan dengan menyusun rancangan pembelajaran, kegiatannya menggunakan metose ceramah, tanya jawab, diskusi dan penugasan, (2) siklus II, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media yang lebih bervariasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Kejayan I Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan yang berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kemampuan membaca siswa masih kurang, (2) pada siklus I hanya 18 siswa (60%) dari 30 siswa yang mencapai ketuntasan belajar, (3) pendekatan whole language mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan tersebut sebesar 12 dari siklus I yang tadinya sebesar 72 menjadi 84 dengan ketuntasan belajar 100% dan dikategorikan sangat baik. Saran pada penelitian ini adalah guru diharapkan bias menerapkan pembelajaran dengan pendekatan whole language di sekolah, guru hendaknya lebih kreatif dalam menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa.
Penerapan Model Siklus Belajar (Learning Cycle) Untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SDN Jimbaran I Puspo Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Qomah, Elok Dwi Isty. 2011 Penerapan Model Siklus Belajar (Learning Cycle) untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SDN Jimbaran I Puspo Kabupaten Pasuruan. Tugas Akhir Program, Jurusan KSDP, FIP Program Studi PJJ S-1 Angkatan 3 Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: siklus belajar (learning cycle), hasil belajar, IPA. Berdasarkan observasi awal siswa kelas V SDN Jimbaran I Puspo cenderung pasif dalam pembelajaran IPA. Hal ini dikarenakan metode yang digunakan lebih banyak guru menjelaskan dan siswa mendengarkan, sehingga guru berperan aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan model siklus belajar ( Learning cycle) untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas V SDN Jimbaran I Puspo Kabupaten Pasuruan.; (2) Mendeskripsikan aktivitas belajar IPA siswa kelas V SDN Jimbaran I Puspo Kabupaten Pasuruan selama penerapan model siklus belajar (learning cycle).; (3) Mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Jimbaran I Puspo Kabupaten Pasuruan melalui penerapan model siklus belajar (learning cycle) Penelitian ini dilakukan di SDN Jimbaran I Puspo Kabupaten Puspo dengan subjek siswa kelas V sebanyak 31 siswa terdiri dari 16 siswa dan 15 siswi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc.Taggart Langkah PTK ini meliputi 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model learning cycle dapat meningkatkan: 1) aktivitas guru hal ini terlihat dari data yang diperoleh yaitu, Siklus I pertemuan 1 skornya 48 (32%), pertemuan 2 skor meningkat 64 (42,7%) pada siklus II untuk pertemuan 1 skornya menjadi 67 (44,7%), pada pertemuan kedua meningkat 68 (45,3%); 2) aktivitas siswa hal ini dapat dilihat dari data yang diperoleh pada siklus I pertemuan 1 rata-rata yang didapat sebesar 71,5, pertemuan 2 meningkat menjadi 73,9. Pada siklus II rata-rata pada pertemuan 1 76,1 sedangkan pada pertemuan 2 meningkat menjadi 79,7; 3) hasil belajar siswa hal ini terbukti pada pratindakan rata-rata hasil belajar siswa 61,6 dengan ketuntasan belajar 45,2%, meningkat pada siklus I dengan rata-rata 70,00 dengan ketuntasan belajar 67,74% namun belum mencapai standar ketuntasan yang telah ditentukan yaitu sebesar 75%, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan lagi yaitu rata-rata 84,19 dan ketuntasan belajar klasikal yang dicapai sebesar 90,32% Saran yang diberikan peneliti adalah guru-guru hendaknya memilih model-model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa sehingga mempermudah dalam menyampaikan materi pelajaran IPA, yaitu salah satunya dengan menerapkan model learning cycle untuk meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran IPA.
Peningkatan kemampuan membaca dan menulis permulaan melalui metode cooperative intregated reading and composition (CIRC) Pada Sisawa Kelas III SDN Kiduldalem 1 Bangil
ABSTRAK Fauzia, Eny. 2011. Peningkatan Kemampuan Membaca Membaca Dan Menulis Permulaan Melalui Metode CIRC pada Siswa Kelas III SDN Kiduldalem 1 Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. E-Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah. FIP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Sukamti, M.Pd. Kata Kunci: Membaca dan menulis permulaan, Metode (Cooperative Intregated Reading And Compotision) CIRC SD Tujuan pendidikan pada hakikatnya adalah suatu proses terus menerus manusia untuk menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi sepanjang hayat. Bahasa Indonesia mempunyai peranan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan ilmu pengetahuan lain. Dalam kurun waktu terakhir ini para ahli menyadari pentingnya kemampuan membaca dan menulis bagi siswa menjadikan pembelajaran membaca dan menulis menjadi pelajaran paling awal yang harus diikuti oleh siswa kelas III Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu, mendeskripsikan pembelajaran membaca dan menulis permulaan melalui metode CIRC dan peningkatan keaktifan dalam membaca dan menulis permulaan melalui metode CIRC pada siswa kelas III SDN Kiduldalem 1 Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa data pra tindakan dan tindakan kemampuan siswa membaca dan menulis siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik wawancara, observasi dan dokumen foto.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu berupa instrumen manusia yaitu peneliti sendiri. Untuk menhaga keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pemaparan data, penyederhanaan data, pengelompokan data dan pemaknaan. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan ketahui bahwa kemampuan membaca siswa kelas III SDN Kiduldalem1 Bangil ditunjukkan dari prosentase ketuntasan hasil membaca dan menulis siswa pada setiap siklus mengalami peningkatan. Pada pra tindakan prosentase kemampuan membaca adalah 18%. Pada pembelajaran siklus I pertemuan pertama ketuntasan belajar meningkat menjadi 64%, dan pertemuan kedua ketuntasan belajar mencapai 76%. Pada pembelajaran siklus II secara klasikal mencapai ketuntasan belajar mencapai 89%. Sedangkan untuk kemampuan menulis pada pra tindakan atau sebelum siklus prosentase adalah 19%. Pada pembelajaran siklus I pertemuan pertama kemampuan menulis meningkat menjadi 21%, dan pertemuan kedua kemampuan menulis mencapai 25%. Dari hasil penelitian ini, diharapkan siswa mampu meningkatkan kemampuan membaca dalam mata pelajaran bahasa Indenesia khususnya membaca dan menulis. Selain itu, harapan dari penelitian ini adalah semoga hasil penelitian ini membantu guru, siswa, maupun peneliti lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia sehingga mutu pendidikan akan terwujud dengan baik.
MEMBANTU MENGATASI KESULITAN-KESULITAN DALAM MENGERJAKAN PEMBAGIAN CARA BERSUSUN PADA SISWA KELAS 3 SDN. PLERET III POHJENTREK PASURUAN
ABSTRAK Wasita. 2011. Membantu Mengatasi Kesulitan-Kesulitan Dalam Mengerjakan Pembagian Cara Bersusun Siswa Kelas 3 SDN Pleret III Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan KSDP. Program S-1 PGSD PJJ Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Goenawan Roebyanto, M.Pd. Kata Kunci: Mengatasi Kesulitan , pembagian bersusun, bilangan cacah. Pembelajaran Pembagian bersusun bilangan tiga angka merupakan materi pelajaran yang pertama diterima siswa kelas 3 semester I sehingga siswa terkadang bingung dalam pengerjaanya hal ini terbukti dari dokumen hasil evaluasi siswa kelas 3 SD Negeri Pleret III kecamatan Pohjentrek kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2010-2011 merasa kesulitan dalam mengerjakan pembagian bersusun cara tumpang sehingga hasil rerata yang dicapai dari 20 siswa 6 siswa mandapat rerata di atas SKM sedangkan yang 14 di bawah SKM karena siswa salah menempatkan antara bilangan yang dibagi dengan hasil baginya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara membimbing siawa agar tidak salah dalam menempatkan antara bilangan yang dibagi dengan hasil baginya dalam pembagian bersusun tiga angka. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang meliputi teknik observasi, teknik tes, dan teknik wawancara. Berdasarkan hasil pengumpulan data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: pertama siswa salah dalam menempatkan antara bilangan yang dibagi dengan hasil baginya, kedua siswa kurang teliti dalam pengerjaan pembagian bersusun tiga angka, ketiga hasil belajar siswa yang tuntas mencapai 12% dengan rerata di bawah SKM yang telah ditetapkan SD Negeri Pleret III kecamatan Pohjentrek kabupaten Pasuruan. Dari hasil pengumpulan data yang telah disebut di atas penelitian perlu mengadakan perbaikan dalam pembelajaran terutama pada mata pelajaran matematika dengan materi pembagian bersusun tiga angka terutama pada prosedur pembelajarannya. Pada pembelajaran pembagian bersusun perlu adanya penekanan antara bilangan yang dibagi dengan hasil bagi sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat.
Penggunaan Model Pembelajaran Learning Cycle dan Peta Konsep untuk Meningkatkan Aktivitas dan hasil Belajar IPA Kelas IV SDN Oro Oro Pule Kecamatan Kejayan kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Lestari, Ika Puji. 2011. Penggunaan Model Learning Cycle dan Peta Konsep untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Kelas IV SDN Oro-oro Pule Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan . UAP. Program Studi SI Pendidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Musa Sukardi, M.Pd. Kata Kunci : Penggunaan Model Learning Cycle dan Peta Konsep, Peningkatan, Hasil belajar, IPA Berdasarkan observasi awal siswa kelas IV SDN Oro-oro Pule cenderung pasif dalam pembelajaran IPA. Hal ini dikarenakan pembelajaran masih menggunakan cara tradisional. Metode yang digunakan lebih banyak guru menjelaskan dan siswa mendengarkan, sehingga guru berperan aktif dalam pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran yang lebih kreatif masih jarang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan model learning cycle dan peta konsep untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA kelas IV SDN Oro-oro Pule; (2) meningkatkan aktivitas belajar IPA kelas IV SDN Oro-oro Pule dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle dan peta konsep; (3) meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV SDN Oro-oro Pule dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle dan peta konsep. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif model kolaborotif partisipatoris. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Oro-oro Pule . Dalam penelitian ini peneliti dibantu oleh guru kelas IV dan teman sejawat. Langkah PTK ini meliputi 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Empat tahap tersebut merupakan langkah berurutan dalam satu siklus dan berhubungan dengan siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model learning cycle dan peta konsep dapat meningkatkan aktivitas pada pembelajaran IPA. Selain itu meningkatkan hasil belajar siswa yang pratindakan rata-rata 62,1 meningkat pada siklus I pertemuan 1 yaitu 76,1 kemudian pada pertemuan 2 meningkat 79,3. Pada siklus II pertemuan 1 hasil belajar siswa memperoleh 82,9 pertemuan 2 meningkat 84,6. Ketuntasan belajar secara klasikal siswa meningkat, pada pratindakan ketuntasan secara klasikalnya ada 25 % yang memperoleh nilai di atas rata-rata, kemudian pada siklus I pertemuan 1meningkat 71,4 %, pertemuan 2 meningkat yaitu 89 %. Dan pada siklus II pertemuan 1 sedikit menurun yaitu 88,9%, pertemuan 2 meningkat 89,3 %. Aktivitas siswa juga meningkat. Siswa lebih aktif dan antusias selama proses belajar mengajar. Tanggapan siswa setelah pembelajaran berlangsung juga positif. Siswa menjadi lebih menyukai dan senang dengan pembelajaran IPA. Saran yang diberikan peneliti adalah merencanakan alokasi waktu lebih baik lagi dari pengalaman yang telah peneliti lakukan serta menggunakan beberapa model pembelajaran lain misalnya learning cycle dan peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran IPA materi Energi Alternatif.