Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
PENERAPAN GARIS PERKALIAN UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN LATEK KECAMATAN BANGIL KABUPATEN PASURUAN
ABSTRAK Ilham, Nur Mohammad. 2011. Penerapan Permainan Garis Perkalian Untuk Meningkatkan Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas IV SDN Latek Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Ujian Akhir Program, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Program Studi S-1 PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Heru Agus Tri Widiaia M.Pd Kata Kunci: Permainan Garis Perkalian (PGP), Pembelajaran, Kelas IV, Hasil Observasi pembelajaran Matematika di kelas IV SDN Latek Bangil pada materi operasi perkalian dan pembagian sebelum penerapan PGP, kegiatan mengajar yang dilakukan guru masih monoton dan kurang variatif sehingga aktivitas siswa terbatas pada mencatat, menghafal, dan kemudian mengerjakan soal. Hal ini berdampak pada hasil belajar materi perkalian dan pembagian yaitu dari 30 siswa, hanya 7 siswa yang mendapatkan nilai memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan yaitu nilai 70, sedangkan sisanya dibawah nilai KKM. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses belajar mengajar dengan menggunakan PGP dalam meningkatkan pembelajaran Matematika kelas IV SDN Latek Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan, dan mendeskripsikan aktivitas siswa kelas IV SDN Latek Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan, serta mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas IV SDN Latek Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini berbentuk PTK dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di kelas IV SDN Latek Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan sebanyak dua siklus yang dilakukan mulai bulan Pebruari sampai dengan Maret 2011. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa. Hasil penelitian ini adalah penerapan PGP dapat meningkatkan pembelajaran matematika khususnya pada materi perkalian dan pembagian. Penerapan PGP yang dilakukan guru pada sikus-1 memperoleh rata-rata nilai 55,87%, sedangkan pada siklus II naik dengan rata-rata nilai 94,11%, dan meningkatkan aktivitas belajar siswa dibuktikan dengan adanya peningkatan pada tiap siklus yaitu pada siklus-1 rata-rata 46,66%, sedangkan pada siklus II naik menjadi 54,99% (Cukup aktiv), serta meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SDN Latek Kecamatan Bangil pada materi perkalian dan pembagian dari nilai rata-rata kelas sebelum penerapan PGP sebesar 50,50 setelah penerapan meningkat menjadi 75,33 dengan Ketuntasan Klasikal yang diperoleh sebesar 76,66% dari target minimal yang ditentukan sebesar 70% . Berdasarkan temuan diatas, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan PGP dapat meningkatkan pembelajaran Matematika dalam materi operasi perkalian dan pembagian. Saran yang perlu disampaikan kaitannya dengan hasil penelitiaan ini adalah PGP dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran Matematika dalam materi operasi perkalian dan pembagian.
penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan pada siswa kelasIV sdn sempalwadak bululawang
ABSTRAK Amir, Syaiful. 2011. Penggunaan Media Gambar Seri untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Pada Siswa Kelas IV SDN Sempalwadak Bululawang. Elektronik Tugas Akhir, Jurusan KSDP, Program Studi S1 PJJ PGSD Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Toha Mashudi, S.Pd, M.Pd Kata kunci: media, gambar seri, menulis karangan, SD Saat ini pembelajaran menulis adalah pembelajaran dasar bagi siswa disamping pembelajaran membaca. Menulis dapat digunakan sebagai media pengungkapan gagasan, pikiran dan ungkapan hati menggunakan bahasa tulis. Menulis karangan adalah salah satu pembelajaran menulis di sekolah dasar (SD). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di kelas IV SDN Sempalwadak ditemukan beberapa masalah dalam pembelajaran menulis karangan yaitu: (1) cara penyampaian materi yang dilakukan oleh guru kurang bisa dimengerti oleh siswa; (2) guru tidak menggunakan media yang sesuai dengan materi mengarang yang sedang diajarkan; dan (3) kurangnya perbendaharaan kata yang dimiliki oleh seorang siswa. Masalah yang ditemukan pada saat studi pendahuluan membutuhkan pemecahan oleh karena itu perlu diadakan penelitian tentang Penggunaan Media Gambar Seri untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Pada Siswa Kelas IV SDN Sempalwadak Bululawang. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa. Pada kegiatan pra tindakan rata-rata hasil belajar siswa 62,4. Pada siklus I meningkat menjadi 68 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 77,8. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Penggunaan media gambar seri pada pembelajaran menulis karangan di kelas IV SDN Sempalwadak Bululawang dapat meningkatkan aktivitas dan semangat belajar siswa. (2) Dampak setelah penerapan media gambar seri pada pembelajaran menulis karangan di kelas IV SDN Sempalwadak adalah peningkatan hasil belajar siswa yaitu pada kegiatan pra tindakan rata-rata hasil belajar siswa 62,4. Pada siklus I meningkat menjadi 68 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 77,8. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa hasil belajar mengalami peningkatan, maka disarankan: (1) Bagi Sekolah, hendaknya sekolah-sekolah menerapkan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan; (2) Bagi Guru, hendaknya penggunaan media gambar seri ini dapat lebih dikembangkan secara optimal; (3) Bagi siswa, hendaknya penggunaan media gambar seri dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa dan dapat dijadikan media untuk belajar dalam bentuk visual
PENGGUNAAN MEDIA MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD PADA OPERASI PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT
ABSTRAK Suryanto, 2011. Penggunaan Media Manik-Manik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD pada Operasi Penjumlahan Bilangan Bulat. Elektronik Tugas Akhir, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd Kata Kunci : media manik-manik, bilangan bulat, hasil belajar. Sesuai dengan kenyataan yang ada di SDN Sidorahayu 04 Kecamatan Wagir tempat peneliti mengajar, bahwa siswa kelas IV masih kesulitan memahami operasi penjumlahan bilangan bulat. Hal ini terlihat dari hasil ulangan harian matematika siswa kelas IV SDN Sidorahayu 04 Kecamatan Wagir pada materi operasi penjumlahan bilangan bulat. Dari 20 siswa, yang menjawab benar 3 anak. Sedangkan yang 17 anak menjawab salah. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses belajar mengajar dengan penerapan media manik-manik dalam meningkatkan hasil belajar matematika kelas IV SD N Sidorahayu 04 Wagir, dan mendeskripsikan aktivitas hasil belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di kelas IV SD N Sidorahayu 04 Wagir sebanyak dua siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini ada 20 siswa. Hasil penelitian ini merupakan penggunaan media manik-manik untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada operasi penjumlahan bilangan bulat, yang dibuktikan dengan pelaksanaan pembelajaran dari siklus I hingga siklus II dengan menggunakan media manik-manik sudah mencapai seluruh indikator. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi, teknik dokumentasi berupa foto kegiatan dan dokumen portofolio. Simpulan dari penelitian ini yaitu, penggunaan media berupa benda manik-manik dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada operasi penjumlahan bilangan bulat di kelas IV sdn Sidorahayu 04 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang
Pemanfaatan Media Gambar untuk Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Kelompok B di TK PGRI III Kebotohan Kraton Pasuruan. Skripsi,
ABSTRAK Andayani , Endang : 2011 Pemanfaatan Media Gambar untuk Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Kelompok B di TK PGRI III Kebotohan Kraton Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Muchtar,S.Pd, M.Si. (2) Drs. Suprijanta. Kata Kunci : Media gambar, Kemampuan bahasa anak, TK. Taman kanak-kanak adalah salah satu bentuk pendidikan jalur formal yang menyediakan program pendidikan usia dini. Untuk mencapai tujuan pendidikan tidaklah mudah karena diperlukan sarana dan prasarana yang dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari peran serta guru dalam mengelola pengajaran sehingga siswa dapat belajar dengan tenang dan memungkinkan untuk mencapai prestasi dalam belajar. Kemampuan berbahasa Indonesia pada usia pra sekolah kurang untuk itu peneliti memanfaatkan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan mendeskripsikan perkembangan kemampuan berbahasa dengan menggunakan media gambar. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penilitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen pengumpulan data berupa observasi anak dan format, penilaian. Penilaian acuan yang digunakan adalah ketuntasan kelas ( 75 % ) subyek penelitian adalah anak kelompok B di TK PGRI III Kebotohan. Hasil penelitian menunujukkan bahwa pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak pada siklus I rata – rata anak mendapatkan nilai 73,95 % pada siklus II meningkat menjadi rata – rata anak mendapat nilai 88,54 %. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah : (1) Pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di TK PGRI III kebotohan, (2) Pemanfaatan media gambar dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di TK PGRI III Kebotohan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada guru agar dapat memanfaatkan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak dengan mengembangkan pengembangan yang lain. Kegiatan pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini juga dapat digunakan dalam penelitian-penelitian sebagai bahan perbandingan, sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik
ALAT PENGAMAN REGULATOR GAS LPG BERBASIS MIKROKONTROLER
ABSTRAK Menipisnya cadangan minyak di perut bumi dan melimpahnya gas alam di Indonesia membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan yaitu mengganti minyak tanah yang selama ini menjadi kebutuhan sehari-hari beralih menggunakan gas LPG. Sejak itu, sering terjadi kebakaran atau ledakan yang disebabkan oleh kebocoran gas LPG dan sering kali kebocoran terletak pada regulator tabung gas LPG. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan alat pengaman regulator gas LPG yang dapat menutup regulator secara otomatis ketika terjadi kebocoran gas. Perencanaan, pembuatan dan implementasi perancangan Alat Pengaman Regulator Gas LPG Berbasis Mikrokontroler memiliki tujuan antara lain: Mengembangkan alat pengaman regulator berbasis mikrokontroler, Menciptakan alat pengaman regulator yang dapat menghindarkan kebakaran atau ledakan yang disebabkan oleh kebocoran gas, Menguji alat pengaman regulator yang dapat menghindarkan kebakaran atau ledakan yang disebabkan oleh kebocoran gas. Sistem yang dikembangkan pada ”Alat Pengaman Regulator Gas LPG Berbasis Mikrokontroler” terdiri dari beberapa blok meliputi: Sensor LPG, Mikrokontroler ATMega 8535, Buzzer, Driver, dan Motor DC. Hasil perencanaan, pembuatan dan implementasi perancangan menunjukkan bahwa sistem bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan. Alat ini dapat bekerja apabila sensor mendeteksi adanya gas dan tegangan keluaran lebih dari 1 volt, yaitu motor berputar untuk menutup regulator gas LPG dan buzzer berbunyi sebagai indikasi adanya kebocoran gas. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah Dapat mengembangkan alat pendeteksi kebocoran gas LPG yang dilengkapi dengan motor untuk menutup regulator. Perancangan alat pengaman regulator gas LPG berbasis mikrokontroler terdiri dari beberapa blok diagram meliputi: Sensor LPG, Mikrokontroler ATMega 8535, Buzzer, Driver, dan Motor DC. Alat Pengaman Regulator Gas LPG Berbasis Mikrokontroler berhasil diuji yaitu apabila sensor mendeteksi adanya gas dan tegangan keluaran sensor lebih dari 1 volt, maka motor penutup regulator berputar dan buzzer berbunyi. Kata kunci: Regulator, LPG, Mikrokontroler
meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dengan model polya pada materi operasi hitung campuran siswa kelas III SDN Wirotaman 02 Kec.Ampelgading Kab.Malang
ABSTRAK Harmawan. 2011. Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Dengan Model Polya Pada Materi Operasi Hitung Campuran Siswa Kelas III SDN Wirotaman 02 Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang . E-TA. Program Studi PJJ S-1 PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Musa Sukardi, M.Pd Kata Kunci : kemampuan memecahkan masalah, model Polya, operasi hitung campuran. Berdasarkan hasil studi awal yang dilakukan peneliti, di kelas III SDN Wirotaman 02 kecamatan Ampelgading kabupaten Malang dengan memberikan soal yang berkaitan dengan pecahan ditemukan bahwa, khusus untuk soal yang berkaitan dengan menyelesaikan masalah banyak siswa masih belum bisa 80% siswa masih belum bisa memahami masalah seperti menuliskan hal yang diketahui dan hal yang ditanyakan, 60% siswa masih salah dalam merencanakan tindakan seperti menuliskan model matematika, 30% siswa masih salah dalam melaksanakan rencana seperti pengerjaan hitungnya, sedangkan 90% siswa sudah mampu menuliskan jadi meskipun penempatanya salah. Peneliti disini menawarkan pemecahan masalah model Polya mengatasi masalah di atas tersebut. Tujuan diadakannya penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) penerapan model Polya untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi pecahan, 2) penerapan model Polya dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam memecahkan masalah pada materi pecahan, 3) penerapan model Polya dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi pecahan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini siswa kelas III SDN Wirotaman 02 kecamatan Ampelgading kabupaten Malang sebanyak 25 siswa. Intrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi lembar observasi guru dan siswa, tes dan lembar catatan lapangan. Hasil penelitian menunujukkan bahwa penerapan pembelajaran pemecahan masalah pada materi pecahan dengan model Polya dapat dilaksanakan dengan baik, dan dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Hal ini dapat dilihat dari penerapan model Polya pada siklus I rata-rata skor yang diperoleh 11 dan meningkat pada siklus II menjadi 11,5. Aktivitas siswa meningkat, siklus I mendapat rata-rata 71,73 menjadi 92,36 pada siklus II. Kemampuan memecahkan masalah sudah meningkat dapat dilihat dari kenaikan rata-rata nilai pada tiap siklus. nilai proses siklus I 71,73 pada siklus II meningkat 92,13. Nilai evaluasi pada siklus I 88,33 meningkat pada siklus II yaitu 94,33. Dan nilai rata-rata tugas siklus I 94,93 meningkat pada siklus II 95,5. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan guru dalam kegiatan pembelajaran matematika yang berkaitan dengan pemecahan masalah hendaknya menggunkana model Polya dalam pembelajaran sehingga siswa bisa lebih mudah menyelesaiakan pemecahan masalah. Peneliti lain, selanjutnya kalau menggadakan penelitian tentang pemecahan masalah bisa menggunakan model pemecahan masalah lain yang sejenis.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG PENGUKURAN BERAT MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) DI KELAS IV SDN WONOREJO 01 KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Imroah, Mahiyatul. 2011. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Tentang Pengukuran Berat Melalui Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) di Kelas IV SDN Wonorejo 01 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si, (II) Suwarti, S.Pd, M.PdKata Kunci: hasil belajar, pengukuran berat, pendekatan RMEHasil belajar matematika tentang pengukuran berat di SDN Wonorejo 01 kurang memuaskan, yaitu dari 23 siswa hanya 11 siswa yang nilainya mencapai KKM yang ditetapkan. hasil observasi ini disebabkan karena guru masih meng-gunakan pendekatan konvensional sehingga pembelajaran belum terpusat pada siswa. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pendekatan yang dapat meningkat-kan hasil belajar siswa. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran matematika adalah pendekatan RME karena pendekatan ini menjadikan pembelajaran terpusat pada siswa. Sehingga rumusan masalah yang dapat diambil adalah: bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran matematika melalui pendekatan RME serta apakah melalui pendekatan RME dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK).Model penelitian yang digunakan mengadopsi dari model Kemmis dan Taggart. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran serta data hasil belajar siswa. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, penilaian hasil belajar, angket, serta dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa serta hasil belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif, yang meliputi 3 kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan melalui 2 siklus. Dan masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan.Dengan menggunakan pendekatan RME, aktifitas guru dan siswa serta hasil belajar siswa meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dari aktivitas guru pada siklus II mencapai 93,3% dengan kriteria sangat baik. Sedangkan untuk aktivitas siswa pada siklus II mencapai 87% yang juga berada kriteria sangat baik. dan untuk hasil belajar siswa mencapai 78% sebanyak 18 siswa yang dinyatakan tuntas belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan RME, dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika tentang pengukuran berat. Melalui pendekatan RME pembelajaran menjadi terpusat pada siswa, karena pendekatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat menemukan konsep sendiri baik secara individu maupun kelompok. Untuk itu, guru hendaknya menggunakan pendekatan RME dalam pembelajaran matematika pada materi lain supaya hasil belajar siswa meningkat
Penerapan Metode Karya Wisata untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas V SDN Karangbesuki 4 Malang.
ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi permasalahan yang timbul di SDN Karangbesuki 4 Malang yaitu rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh pembelajaran PKn yang kurang berani berkreatif, guru cenderung menggunakanmetode yang menyebabkan siswa menjadi bosan dan tidak menyukai mata pelajaran PKn. Peneliti mengupayakan suatu metode yang dapat membuat siswa menyukai mata pelajaran PKn dan juga dapat meningkatkan hasil belajar PKn yaitu dengan penerapan metode karya wisata. Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi belajar tersebut dengan metode karya wisata.Salah satu upaya perbaikan kualitas pembelajaran melalui peningkatan kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan akan baik apabila semua materi pelajaran dapat terserap oleh siswa dengan baik. Pembelajaran PKn di sekolah dasar merupakan pembelajaran dasar PKn sebelum ada pada jenjang selanjutnya dan ini akan berjalan sesuai tujuan apabila dilaksanakan dengan gembira dan memiliki aktifitas yang membuat anak-anak merasa terpanggil untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Aktifitas yang menyenangkan itu akan membuat siswa dapat menyerap secara optimal tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik. Metode ini lebih menekankan pada pembelajaran di luar kelas dan langsung mencari informasi yang diinginkan di tempat kunjungan. Ciri-ciri metode karya wisata antara lain adanya objek yang akan dipelajari, misal Balaikota, Objeknya berada di luar kelas dan hasil belajar PKn. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Karangbesuki 4, Malang tahun ajaran 2010/2011. Penelitian tindakan kelas berangkat dari permasalahan yang timbul pada subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument wawancara, tes,dokumentasi, catatan lapangan dan observasi. Berdasarkan hasil analisis data dari penerapan metode karya wisata yang telah dilaksananan maka kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode karya wisata dapat meningkatnya keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan metode pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki siswa
PENGGUNAAN PERMAINAN JOEPARDY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUAT PERTANYAAN TERTULIS PADA SISWA KELAS III SDN KEDAWUNGWETAN IV GRATI PASURUAN
ABSTRAK Syafrilia, Ainur. 2011. Penggunaan Permainan Joepardy Untuk Meningkatkan Kemampuan Membuat Pertanyaan Tertulis Pada Siswa Kelas III SDN Kedawungwetan IV Grati Pasuruan. Ujian Akhir Program. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Program Studi PJJ S1 PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: permainan Joepardy, pertanyaan tertulis, SD. Bahasa Indonesia mencakup empat aspek keterampilan berbahasa yaitu mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan menulis mempunyai tujuan agar siswa dapat menuangkan ide, pikiran dalam bentuk tulisan, dapat membuat pertanyaan tertulis dan karangan dalam sebuah cerita. Penggunaan bahasa gabungan antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia membuat siswa merasa kesulitan dalam berkomunikasi dengan baik sehingga mempengaruhi gaya tulisan siswa. Kesulitan yang dialami siswa salah satunya adalah membuat pertanyaan tertulis berdasarkan jawaban yang tersedia. Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa membuat pertanyaan tertulis dengan menggunakan permainan Joepardy. Media tersebut cocok untuk pemecahan masalah yang dihadapi oleh siswa sekolah dasar. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di kelas III di Sekolah Dasar Negeri Kedawungwetan IV, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kelas, dengan menggunakan model Kemmis dan Tagart (1982). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan 1) perencanaan, 2) tindakan dan observasi, 3) refleksi, dan 4) perbaikan perencanaan. Pada pelaksanaan siklus 1, prosentase siswa masih belum tuntas mencapai 69% atau hanya 39% ketuntasan hasil belajar yang dicapai dengan rata-rata kelas 41,14. Pada siklus 2, prosentase ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 54,28% dengan rata-rata kelas 75,42. Dari hasil pelaksanaan dan observasi dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan siswa membuat pertanyaan tertulis berdasarkan jawaban yang tersedia baik dari segi konsep penulisan maupun dari segi karakteristik jawaban yang diberikan dengan menggunakan permaian Joepardy. Sehingga dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran sudah memenuhi apa yang diharapkan yaitu adanya peningkatan hasil belajar siswa.
Penerapan Media Piramida Cerita unuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa SDN Pagentan 05 Singosari
ABSTRAK Wilujeng, Frosriana. 2011. Penerapan Media Piramida Cerita unuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa SDN Pagentan 05 Singosari. Ujian Akhir Program, Program Studi S1 PJJ PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Harti Kartini, M.Pd. Kata Kunci: keterampilan menulis, piramida cerita, Malang Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang wajib diberikan mulai jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Masalah mendasar yang terjadi di kelas IV SDN Pagentan 05 Singosari pada pembelajaran bahasa Indonesia adalah rendahnya kemampuan menulis siswa, terutama menulis cerita. Hal tersebut dikarenakan rendahnya kemampuan siswa menemukan ide yang akan ditulisnya dalam bentuk tulisan. Untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam menulis diperlukan media yang tepat sehingga siswa dapat lebih memacu diri dalam menulis. Piramida cerita merupakan alah satu media yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita siswa dan dapat meningkatkan aktivitas belajar menulis siswa. Rancangan yang digunakan dalam pendekatan ini adalah penelitian tindakan kelas. Data penelitian ini berupa tulisan cerita siswa yang memperhatikan aspek kepaduan antar kalimat, keruntutan cerita, dan penggunaan ejaan. Pengumpulan data yang digunakan adalah berupa tes menulis cerita pada siswa. Metode tes yang digunakan adalah observasi dan tes menulis. Kegiatan analisis data dimulai dari seleksi data, pengoreksian data, pembobotan data, dan penyimpulan data. Pada penelitian ini diperoleh hasil dengan meningkatnya kemampuan menulis cerita dengan memperhatikan kepaduan kalimat, keruntutan cerita, serta penggunaan ejaan. Temuan pada siklus I adalah siswa menghabiskan waktu untuk menggambar dan mewarna sehingga tidak memfokuskan kegiatan menulis ceritanya. Di siklus II hasil menulis siswa lebih meningkat, hal ini dikarenakan siswa membuat piramida cerita di rumah, sehingga waktu untuk menulis cukup lama. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara klasikal meningkatnya kemampuan siswa dalam menulis cerita dengan menggunakan media piramida cerita. Saran dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis sebaiknya menggunakan buku cerita yang didalamnya terdapat gambar yang mudah dibuat agar siswa lebih memfokuskan menulis cerita daripada membuat piramida cerita.