Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PERMAINAN PUZZLE, HANGMAN DAN BINGO UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA SISWA KELAS IV SDN PAGENTAN 01 SINGOSARI

    No full text
    ABSTRAK   Warnindah. 2011. Penerapan Model Permainan Puzzle, Hangman dan Bingo untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Siswa Kelas IV SDN Pagentan 01 Singosari. Ujian Akhir Program, Progam Studi S1 PJJ PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Harti Kartini, M.Pd.   Kata Kunci: puzzle, hangman, bingo, penguasaan kosakata   Pembelajaran kosakata merupakan aspek yang selalu ada dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kosakata terlihat sangat mudah bagi siswa karena siswa telah menguasi Bahasa Indonesia dengan lancar, namun ketika kosakata tersebut  digabungkan dengan frasa, kalimat maupun pertanyaan-pertanyaan yang agak membingungkan, siswa menemui kesulitan dengan kosakata yang ada. Oleh karena itu dibutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan penerapan model permainan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Permainan yang diberikan antara lain adalah puzzle atau teka-teki silang, Hangman dan Bingo.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan langkah-langkah permainan puzzle, hangman dan bingo pada siswa kelas IV SDN Pagentan 01 Singosari, meningkatkan hasil belajar serta keaktifan belajar siswa SDN Pagentan 01 Singosari dalam pembelajaran kosakata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas menggunakan model permainan puzzle, hangman dan bingo. Dalam hal ini guru sebagai instrumen utama yang berperan dalam penelitian tindakan kelas pada siswa kelas IV SDN Pagentan 01 Singosari. Data dikumpulkan melalui observasi serta postes pada siswa kelas IV. Penerapan model permainan puzzle, Hangman dan Bingo dapat meningkatkan penguasaan kosakata dan keaktifan siswa. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan baik  hasil penguasaan kosakata serta keaktifan siswa pada tiap siklus. Rata-rata penguasaan siswa terhadap kosakata meningkat dari 65,13 menjadi 81,75 atau ketuntasan siswa dari 45,94% menjadi 86,48%. Rata-rata keaktifan siswa pada siklus I mencapai 63,3 atau mencapai ketuntasan 35,15% sedangkan pada siklus II rata-rata siswa mencapai 82,5 atau mencapai ketuntasan 86,48%. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa agar permainan dapat dikuasai siswa dengan baik diperlukan langkah-langkah permainan secara jelas, pembelajaran dengan penerapan permainan puzzle, hangman dan bingo dapat meningkatkan penguasaan kosakata serta keaktifan belajar siswa oleh karena itu, agar proses pembelajaran kosakata lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal, maka disarankan agar guru menerapkan permainan puzzle, hangman dan bingo pada bidang studi lain sehingga siswa tidak merasa bosan dan jenuh, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai model permainan lain yang sesuai agar pembelajaran lebih bermakna sehingga siswa mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.

    Pemahaman Dan Penerapan Konsep Energi Pada Pembelajaran IPA Dengan Model Webbed Kelas II SD Negeri Pandean II Rembang Pasuruan.

    No full text
    ABSTRAK   Riami. 2011. Pemahaman Dan Penerapan Konsep Energi Pada  Pembelajaran IPA Dengan  Model Webbed  Kelas II SD Negeri Pandean II Rembang Pasuruan. Ujian Akhir Program, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Program Studi S-1 PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Heru Agus Triwidjaja, M.Pd   Kata Kunci : Pembelajaran, IPA SD , model webbed   Pembelajaran IPA di kelas II SDN Pandean II Rembang pada materi sumber energi, guru mendominasi dalam pembelajaran secara konvensional, guru tidak mengajak siswa untuk terlibat dalam tanya jawab yang berkaitan dengan materi, dan langsung memberikan tugas mandiri tanpa penjelasan  lebih dulu dan penggunaan model pembelajaran terkesan kaku dan membosankan, sehingga hasil belajar siswa belum optimal. Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai guru kelas II, bahwa hasil ulangan materi   sumber energi, dari 16 siswa, hanya 3 siswa yang mendapatkan nilai memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan yaitu nilai 70, sedangkan sisanya dibawah nilai KKM. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses belajar mengajar dengan  model webbed untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas II SDN Pandean II Rembang , dan  mendeskripsikan aktivitas siswa kelas II SDN Pandean II Rembang, serta mendeskripsikan  hasil belajar siswa kelas II SDN Pandean II Rembang. Penelitian dilaksanakan di kelas II SDN Pandean II Rembang sebanyak dua siklus. Setiap siklus penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah 16 siswa. Hasil penelitian ini adalah penerapan model webbed dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dibuktikan dengan adanya peningkatan pada tiap siklus : kategori A 6,25%, kategori  B 6,25%, kategori C 12,5%,  serta hasil belajar siswa kelas II di SDN Pandean II Rembang pada siklus 1 pertemuan 1 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 63,62, pada pertemuan 2 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 65,12 dan pada siklus 2 pertemuan 1 adalah 70,37, pada pertemuan 2 nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 74,75 mengalami kenaikan skor 3,71. Sesuai dengan indikator keberhasilan bila telah mencapai skor 70. Berdasarkan temuan diatas, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model webbed dapat meningkatkan pembelajaran IPA dalam materi sumber energi. Saran yang perlu disampaikan kaitannya dengan hasil penelitiaan ini adalah model webbed dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran IPA dalam materi sumber energi.

    penerapan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV mata pelajaran PKn di SDN Lesanpuro 3 Kota Malang

    No full text
    Badelwair,Yuni Epi. 2011. The Implementation of STAD Learning Model to Improve the Learning Outcome of Fourth Grader on Civics Education Subject in SDN Lesanpuro 3 Malang. Thesis, Primary School Teacher Education Program, Primary School and Pre-school Education Department, Faculty of Education, State University of Malang. Advisors: (1). Drs. Imam Nawawi, M. Si, (2) Drs. H. Ahmad. Samawi, M.Hum.Keywords: STAD model, learning outcome, primary school Civics Education subject.Civics education has important part in every level of eduation especially in primary school, since the subject is meant to provide the students with the good characters, the skill and knowledge on the relation among citizens as well as the preliminary education on the state defense, so that they can be the citizens that the country and people can rely on. The efforts in improving the students learning outcome can be done by fixing the learning process. the teacher plays important role in the fixation of the learning process. therefore, the teacher is expected to be able to find out the most suitable method for the learning process, thus the syudents’ learning outcome can be improved. STAD is one of the cooperative learning models which puts stress on the exixtance of activity and interaction among students to motivate and help one another in order to comprehend the material for the best outcome. In other word, STAD is a learning method that put stress on students activity in a group to work together in understanding and mastering the learned materials. This study used the class action research design with the Kemmis and Taggart model consisting of: 1) Planning, 2) Executing, 3) Observing, and 4) Reflecting. The subject of the study was fourth grader of SDN Lesanpuro 3, Kedungkandang, Malang consisting of 42 studnets. The instrument of the study were test questions, observation sheet (for Teacher and Students).From the research findings, we learned that the students learning outcome had been improving from cycle I and cycle II. In cycle I the number of students who had comprehend the material was 11 students (26.19%). In cycle II, there was some improvement since the number of students who had comprehend the material was 42 students (100%)  after the implementation of STAD model. The implementation of the STAD learning model on the maeroial of globalization is considered very appropriate for fourth grader in SDN Lesanpuro 3, Kedungkandang, Malang since the teacher had prepared the lesson plan wich suits the implemented learning model.          Based on the research findings, it can be concluded that: (1) STAD model can be well implemented on civics education subject for SDN Lesanporo 3 Malang, (2) the learning model is model can improve the learning outcome of fourth grader SDN Lesanpuro 3 Malang

    penerapan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Wirogunan Kota Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Lalita, Icca, Nurika. 2011. Penggunaan Model Student Teams Achievement Division untuk Meningkatkan Aktivitas dan  Hasil Belajar IPA Kelas IV SDN Wirogunan Kota Pasuruan . e-TA. Program Studi SI Pendidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing  Drs. Goenawan Roebyanto, M.Pd.   Kata Kunci : Penggunaan Model Student Teams Achievement Division, Peningkatan, Hasil belajar, IPA Berdasarkan observasi awal siswa kelas IV SDN Wirogunan cenderung pasif dalam pembelajaran IPA. Hal ini dikarenakan pembelajaran masih menggunakan metode lama. Metode yang digunakan lebih banyak guru menjelaskan dan siswa mendengarkan, sehingga guru berperan aktif dalam pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran yang lebih kreatif masih jarang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan model Student Teams Achievement Division untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA kelas IV SDN Wirogunan; (2) meningkatkan aktivitas belajar IPA kelas IV SDN Wirogunan dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division  ; (3)  meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV SDN Wirogunan dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif  kualitatif model kolaboratif partisipatoris. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Wirogunan . Dalam penelitian ini peneliti dibantu oleh guru kelas IV dan teman sejawat. Langkah PTK ini meliputi 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Empat tahap tersebut merupakan langkah berurutan dalam satu siklus dan berhubungan dengan siklus berikutnya. Penerapan model pembelajaran STAD dilaksanakan dalam 2 siklus dan tiap siklus 2 pertemuan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pembelajaran IPA. Hasil belajar siswa yang pratindakan rata-rata 62,1 meningkat pada siklus I pertemuan 1 menjadi 71,4 pertemuan 2 menjadi 76,7. Pada siklus II pertemuan 1 hasil belajar siswa menjadi 82,9 pertemuan 2 menjadi 84,6 Ketuntasan belajar secara klasikal siswa meningkat, pada pratindakan ketuntasan secara klasikalnya yang memperoleh nilai di atas KKM adalah 21 % pada siklus I pertemuan 1menjadi 57 %, pertemuan 2 menjadi 71 %. Dan pada siklus II pertemuan 1 menjadi 85,7 %, pertemuan 2 menjadi 89,3 %. Aktivitas siswa juga meningkat. Siswa lebih aktif dan antusias selama proses belajar mengajar. Tanggapan siswa setelah pembelajaran berlangsung juga positif. Siswa menjadi lebih menyukai  dan senang dengan pembelajaran IPA. Kesimpulan:Penerapan Pembelajaran Model STAD akan meningkatkan aktifitas, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan membantu mengkonstruksi pemahamannya, Sehingga informasi yang diperoleh dapat meningkatkan hasil belajar siswa

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn KELAS V MELALUI METODE SIMULASI DI SDN PLOSOKEREP 1 KOTA BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Wahyu, Tika. 2011. Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Model Pembelajaran Simulasi Pada Siswa Kelas V SDN Plosokerep 1 Kota Blitar. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, program Studi Sarjana pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Sunyoto, M.Si   (2) Drs. H. Hadi mustofa, M.Pd Kata Kunci : media pembelajaran, PKn SD, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi ddiketahui bahwa di SDN Plosokerep 1 Kota Blitar siswa kurang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu strategi pembelajaran kurang bervariasi dan kurang melibatkan siswa SDN Plosokerep 1 Kota Blitar. Hal tersebut berdampak pada perolehan rara-rata nilai ulangan dan ketuntasan belajar. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan metode simulasi dalam pembelajarannya.                                                                             Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan: (1) bagaimana penerapan metode simulasi dapat meningkatkan hasil belajar PKn kelas V SDN Plosokerep Kota Blitar, (2) apakah penerapan metode simulasi dapat meningkatkan hasil belajar PKn kelas V SDN Plosokerep 1 Kota Blitar.                              Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Plosokerep kota Blitar dengan jumlah 17 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket dan observasi selama proses belajar mengajar berlangsung. Analilsis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada setiap siklus yang telah dilakukan.                                                                                          Dari hasil penelitian menunjukkan: (1) penerapan metode simulasi meliputi orientasi, latihan bagi peserta, proses simulasi, dan pemantapan, (2) penerapan metode simulasi dapat meningkatkan hasil belajar PKn secara klasikal dengan peningkatan rata-rata penilaian proses pada siklus 1 pertemuan 1 sebesar 57,05, pada silus 1 pertemuan 2 sebesar 61,70, pada siklus 1 pertemuan 3 sebesar 67, pada siklus 2 pertemuan 1 sebesar 68,29, pada siklus 2 pertemuan 2 sebesar 74,23,dan pada siklus 2 pertemuan 3 sebesar 85,12. Sedangkan pada rata-rata penilaian evaluasi  pada pra tindakan 59,64, pada siklus 1 pertemuan 1 sebesar 61,76, pada siklus 1 pertemuan 2 sebesar 64,70, pada siklus 1 pertemuan 3 sebsesar 64,70, pada siklus 2 pertemuan 1 sebesar 66,47, pada siklus 2 pertemuan 2 sebesar 71,18, pada siklus 2 pertemuan 3 sebesar 74,70.                            Berdasarkan analisis data yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan  bahwa metode simulasi dapat membawa pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil beajar siswa setelah pembelajaran dilakukan. Saran dari penelitian yaitu guru menggunakan metode simulasi untuk pembelajaran agar nilai belajar meningkat

    PERBEDAAN EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE DENGAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS III PADA MATA PELAJARAN PKn DI SDN DAMPIT 2 KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Mulyeni, Lilik. 2011. Perbedaan Efektifitas Model Pembelajaran Word Square dengan Make a Match Terhadap Hasil Belajar Siswa kelas III Pada Mata Pelajaran PKn di SDN Dampit 2 Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Kependidikan Sekolah Dan PraSekolah, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Ruminiati, M.Si, (II) Drs. Imam Nawawi, M.Si.   Kata kunci: Word Square, Make a Match, Hasil Belajar, PKn SD Model pembelajaran yang dilakukan di SDN Dampit 2 Kabupaten Malang masih bersifat konvensional, hal ini sesuai dengan observasi yang dilakukan peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Word Square dengan Make a Match terhadap hasil belajar; (2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar model pembelajaran Word Square dengan Make a Match siswa kelas III pada mata pelajaran PKn di SDN Dampit 2 Kabupaten Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen kuasi (Quasi Experimental Design) dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat komparasi kausal. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IIIA dan IIIB. Data hasil belajar diperoleh dari tes hasil belajar pada materi harga diri. Setelah data dianalisis dapat diketahui bahwa kedua kelas berdistribusi normal dan memiliki varian yang identik baik untuk data kemampuan awal maupun data hasil belajar serta kemampuan awal kelas eksperimen dan pembanding sama. Sedangkan pada uji hipotesis dapat diketahui bahwa ada perbedaan pelaksanaan efektifitas model pembelajaran Word Square dengan Make a Match terhadap hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran PKn di SDN Dampit 2 Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen (77,143) lebih tinggi dibanding rata-rata hasil belajar kelas  pembanding (65,806). Hasil uji hipotesis dengan uji t menunjukkan taraf signifikansi 0,022 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) hasil penerapan dengan model pembelajaran Word Square dapat mengaktifkan siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Model ini dapat mendisiplinkan siswa dan mengajarkan kerjasama, akan tetapi dapat mematikan kretifitas siswa jika guru tidak menyiapkan pertanyaan lanjutan untuk menggali potensi siswa; (2) hasil penerapan model pembelajaran Make a Match dapat mengaktifkan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung. Model ini dapat melatih tanggung jawab, disiplin serta kerjasama siswa di kelas, akan tetapi siswa cenderung akan bermain daripada belajar jika guru tidak membatasi waktu yang diberikan; (3) rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibanding rata-rata hasil belajar kelas pembanding.  Disarankan, sebaiknya: (1) dua model pembelajaran ini untuk tetap dipertahankan karena sudah terbukti keefektifannya; (2) sebaiknya penelitian ini dilakukan lebih dari satu kali pertemuan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat

    Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas IV di SDN Parasrejo II Pohjentrek Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Permatasari, Dwi Andriani Diah Ayu. 2011. Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas IV di SDN Parasrejo II Pohjentrek Pasuruan. Tugas Akhir. Program Studi S1 PJJ PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd., M.Pd   Kata Kunci: STM, aktivitas, hasil belajar   Untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah telah berupaya untuk mengadakan pembaharuan di berbagai sektor pendidikan. Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah penyempurnaan kurikulum, tak terkecuali kurikulum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pendekatan STM tidak hanya menekankan pada konsep sains saja tetapi juga menekankan pada peranan sains dan teknologi di masyarakat. Dengan STM diharapkan siswa dapat menumbuhkan: (a) rasa tanggung jawab akan kelestarian sumber daya alam, (b) kesadaran untuk tidak merusak lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan cara penggunaan pendekatan STM, peningkatan keaktifan dan hasil belajar IPA siswa kelas IV di SDN Parasrejo II Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. mendeskripsikan penerapan pendekatan STM dalam pembelajaran, mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan pendekatan STM. Berdasarkan pengamatan peneliti pada siswa kelas IV SDN Parasrejo II diketahui bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa masih rendah. Hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA hanya mencapai rata-rata 60,45. Nilai ini masih di bawah Standar Ketuntasan Minimal (SKM) ditetapkan 70,00. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDN Parasrejo II Pohjentrek Pasuruan pada mata pelajaran IPA. Subyek penelitian ini ialah siswa kelas IV SDN Parasrejo II sebanyak 22 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes dan lembar observasi. Teknik analisis data yang dipakai adalah rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan STM dalam pembelajaran, aktivitas belajar dan hasil belajar siswa meningkat. Dari 22 siswa terdapat 18 (82%) siswa mencapai ketuntasan hasil belajar dan 4 (18,18%) siswa yang belum tuntas. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) pembelajaran menggunakan pendekatan STM dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Parasrejo II, (2) peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari nilai rata-rata pada siklus I yaitu dari 64,09 menjadi 74,54. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bilamana seorang guru yang ingin melakukan pembelajaran dengan pendekatan STM perlu memperhatikan bahwa tidak semua materi mata pelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan STM, dan pendekatan STM dalam pembelajaran akan membutuhkan alokasi waktu yang tidak singkat.

    peningkatan kemampuan mendeskripsikan benda melalui media benda konkret pada siswa kelas II SDNU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Karim, Abdul. 2011. Peningkatan Kemampuan Mendeskripsikan Benda Melalui Media Benda Konkret Pada Siswa Kelas II SD NU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Ujian Akhir Program, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sukamti, M. Pd,   Kata kunci : Peningkatan Kemampuan, mendeskripsikan benda, benda konkret,   Siswa kelas II SD.   Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan agar siswa terampil dalam berkomunikasi secara lisan dan tulisan serta menghidupkan karya cipta bangsa Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari empat aspek keterampilan utama yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Pada Kurikulum Tingkat Satuan (KTSP) salah satu Kompetensi Dasar yang diajarkan adalah mendeskripsikan benda. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran melalui media benda konkret . (2) Mendeskripsikan peningkatan keaktifan belajar siswa dalam mendeskripsikan benda melalui media benda konkret. (3) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan mendeskripsikan benda melalui media benda konkret pada siswa kelas II SD NU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan satu kali pertemuan dengan durasi waktu 4 x 35 menit. Subjek penelitian siswa kelas II yang berjumlah 30 orang, terdiri dari 13 laki-laki dan 17 perempuan. Instrumen pengumpul data utama adalah lembar observasi dan panduan wawancara untuk guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mendeskripsikan benda siswa kelas II SD NU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatan. Pada siklus I hasil yang diperoleh mencapai rata-rata 27% dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan hasil rata-rata 80%. Hasil penilitian menunjukkan kesesuaian dengan hipotesis penelitian yaitu jika siswa kelas II SD NU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan dibelajarkan mendeskripsikan benda melalui media benda konkret maka kemampuannya akan meningkat. Berdasarkan hasil dan temuan Penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media benda konkret maka kemampuan siswa dalam mendiskripsikan benda mengalami peningkatan. (1) untuk mempermudah pembelajaran mendeskripsikan benda, disarankan kepada guru untuk menggunakan media benda konkret sebagai media pembelajaran. (2) bagi peneliti, penelitian ini dapat  digunakan sebagai langkah awal untuk melanjutkan penelitian serupa.

    PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI MEDIA PERMAINAN MONOPOLI DI KELAS II SDN PONDOKAGUNG 02 KASEMBON

    No full text
    ABSTRAK   Agustin,Sofia.2011. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Tematik melalui Media Permainan Monopoli di Kelas II SDN Pondokagung 02 Kasembon.Ujian Akhir Program,Program Studi S-1 PJJ PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Toha Mashudi, S. Pd, M. Pd   Kata Kunci:  Pembelajaran Tematik, Permainan monopoli   Penelitian ini berlatar belakang adanya kualitas praktik pembelajaran di kelas 2 SDN Pondokagung 02 yang relatif rendah. Di samping pembelajaran di kelas 2 belum dilakukan secara tematik, praktik pembelajaran masih sangat tergantung pada buku teks, di samping itu juga: keaktifan siswa dalam belajar masih rendah, kurang senang, dan pemahaman terhadap konsep peristiwa juga relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas 2 SDN Pondokagung 02 yang ditandai dengan pembelajaran yang menerapkan model tematik, situasi pembelajaran yang kondusif, terjadi peningkatan keaktifan siswa, menyenangkan, dan pemahaman terhadap konsep peristiwa juga meningkat. Untuk mencapai tujuan di atas, penelitian ini dilakukan dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan Tagart (1990). Peneliti yang juga bertindak sebagai guru kelas 2 SDN Pondokagung 02 memulai dari tahap proses identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media monopoli tematik dengan tema peristiwa dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas 2 SDN Pondokagung 02 Kasembon. Peningkatan kualitas pembelajaran tersebut ditandai dengan: (1) keaktivan belajar siswa; (2) rasa senang siswa dalam belajar; dan (3) meningkatkan pemahaman konsep tentang peristiwa. Disarankan bahwa dalam pembelajaran dengan tema peristiwa guru kelas 2 hendaknya menerapkan model tematik melalui pemanfaatan media permainan monopoli dalam pembelajaran tema peristiwa. Hasil penelitian ini sangat dimungkinkan dapat diterapkan di kelas 2 sekolah lain jika kondisinya relatif sama atau mirip dengan sekolah yang menjadi latar penelitian ini.

    Penerapan Metode Field Trip Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Pada Siswa Kelas V SDN Bukir Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawati, Catur Rahayu. 2011. "Penerapan Metode Field Trip Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Pada Siswa Kelas V SDN Bukir Pasuruan. Tugas Akhir, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan,Program Sarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Drs.Goenawan Roebyanto,M.Pd.   Kata Kunci. Metode Field Trip, Menulis Deskripsi, SD   Hasil Tes Awal Siswa Kelas V SDN Bukir Pasuruan sebelum menerapkan metode Field Trip pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi pokok menulis karangan deskripsi yang rendah menunjukkan bahwa siswa belum sepenuhnya memahami materi tersebut. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman materi menulis karangan deskripsi yaitu dengan menerapkan metode Field Trip. Metode Field Trip merupakan metode yang mampu menjembatani siswa dalam menulis karangan deskripsi Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan metode Field Trip dalam pembelajaran metode Field Trip materi menulis karangan deskripsi pada siswa keas V SDN Bukir Pasuruan. Selain itu mendeskripsikan tingkat keberhasilan penerapan metode Field Trip untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas V SDN Bukir Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Subyek dalam penelitian ini yaitu seorang guru kelas V dan seluruh siswa kelas V SDN Bukir Pasuruan Adapun prosedur dalam penelitian ini adalah (1) Perencanaan tindakan, (2) Pelaksanaan tindakan, (3) Observasi dan evaluasi, (4) Refleksi di setiap siklusnya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa (1) pedoman observasi, (2) Pedoman wawancara, (3) Kamera, (4) LKS, (5) Soal tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan metode Field Trip dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi. Peningkatan rata-rata kelas keaktifan siswa dari siklus I dengan nilai 55,81 ke siklus ii dengan  nilai 75,40 sebesar 19,59%. Sedangkan peningkatan hasil belajar dari pra tindakan, siklus I dan siklus II, yaitu dari nilai rata-rata kelas pra tindakan dengan  nilai 49,15 meningkat menjadi 60,42 dan pada sklus II meningkat menjadi 75,20 dengna persentase 11,27% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 14,78%, sehingga persentase peningkatan nilai rata-rata kelas pra tindakan ke siklus II sebesar 26,25. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan siswa mampu meningkatkan keterampilan menulis pada  mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya dalam menulis deskripsi. Selain itu,harapan dari penelitian ini adalah semoga hasil penelitian ini membantu guru, siswa, maupun peneliti lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia sehingga mutu pendidikan akan terwujud dengan baik.

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇