Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA LISAN ANAK KELOMPOK A TK LABORATORIUM UM MELALUI METODE BERCERITA

    No full text
    ABSTRAK   Mastutik, Elik . 2011. Peningkatan Kemampuan Bahasa Lisan Anak Kelompok A di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang melalui Metode Bercerita Berbasis IT. Skripsi. Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si. (II) Dra. Wiwik Dwi Hastutik, S.Pd  M.Pd.   Kata Kunci: Bercerita berbasis IT, peningkatan bahasa lisan anak TK kelompok A. Sebagian besar anak didik Kelompok A masih menemui kesulitan untuk mengembangkan kemampuan bahasa, Hasil observasi di Taman Kanak-kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang menunjukkan salah satu indikator pengembangan bahasa yang kurang dapat dikembangkan secara optimal yaitu kemampuan anak dalam menceritakan kembali isi cerita secara sederhana Kemampuan tersebut hanya bisa dicapai 35% anak yang mampu bercerita dan menceritakan kembali isi cerita sederhana dan ada 65% anak yang belum mampu bercerita dan menceritakan kembali isi cerita secara sederhana Berdasarkan permasalahan tersebut , maka Guru  Kelompok A di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang melakukan upaya perbaikan pembelajaran dengan melakukan penelitian dengan tujuan mendeskripsikan  peningkatan kemampuan bahasa lisan anak kelompok A melalui metode bercerita berbasis IT. Penelitian dilakukan bersiklus dengan menggunakan model penelitian tindakan kelas dari Kemmis dan MC Taggart (1990). Peningkatan kemampuan bahasa lisan anak kelompok A melalui metode bercerita berbasis IT di TK Lab. UM ini dilaksanakan dengan  mengajak anak untuk mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita secara sederhana dengan  menggunakan media LCD proyektor. Peneliti melihat kesungguhan anak  dalam mendengarkan cerita, mampu menilai perilaku tokoh, mampu menjawab pertanyaan guru tentang isi cerita, mampu menyebutkan judul cerita, mampu menyebutkan nama tokoh dalam cerita dan mampu menceritakan kembali cerita secara sederhana.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah Peningkatan kemampuan bahasa lisan anak kelompok A di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang melalui metode bercerita berbasis IT dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mendengar dan menceritakan kembali cerita secara sederhana dari 35% pada pra penelitian menjadi  85%. Hal ini menunjukkan, bahwa peningkatan kemampuan bahasa lisan anak melalui metode bercerita berbasis IT mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mendengarkan dan menceritakan kembali cerita secara sederhana  pada anak kelompok A di TK Lab. UM. Saran dalam penelitian ini adalah bercerita berbasis IT (LCD proyektor) dapat dikembangkan dan dijadikan  pembelajaran yang  inovatif dan menyenangkan di TK

    penggunaan peta konsep untuk meningkatkan pemahaman konsep ips siswa kelas V mi darussalam malang

    No full text
    ABSTRAK   Ismawati. 2011.Penggunaan Peta Konsep Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPS Siswa Kelas VMI Darussalam Malang. UAP. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Lia Yuliati, M.Pd.   Kata kunci : pemahaman konsep, ips, peta konsep Ilmu Pengetahuan Sosial (social studies) pada hakekatnya adalah mempelajari interaksi antara individu dengan masyarakat dan lingkungannya. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memegang peranan penting dalam mengembangkan kemampuan hidup siswa. Pada waktu kegiatan pembelajaran IPS di MI Darussalam khususnya materi mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan jepang siswa tampak malas dan kurang antusias dalam memahami hal yang disampaikan Guru, waktu siswa mengerjakan soal suasana kelas tidak kondusif sehingga kelancaran pembelajaran terganggu, siswa juga kesulitan untuk memahami materi. Efek secara umum adalah pemahaman konsep IPS di kelas V menjadi rendah. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (a)Bagaimanakah penerapan penggunaan peta konsep untuk meningkatkan pemahaman konsep mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan jepang Siswa Kelas V MI Darussalam Malang? (b)Apakah penerapan penggunaan peta konsep dapat meningkatkan pemahaman konsep mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan jepang Siswa Kelas V MI Darussalam Malang? Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus menggunakan model Kemmis dan Taggart meliputi perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan, dan refleksi hasil tindakan. Subyek penelitian adalah siswa kelas V tahun pelajaran 2010-2011 MI Darussalam Malang. Instrumen yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman konsep IPS siswa Kelas V MI Darussalam meningkat. Pada siklus ke-1 pertemuan 1 skor rata-rata siswa 47 yang termasuk dalam klasifikasi C (kemampuan berpeta konsep siswa kurang). Pada pertemuan ke-2 skor rata-rata siswa 59 yang termasuk dalam klasifikasi C (kemampuan berpeta konsep siswa kurang). Pada siklus ke-2 pertemuan 1 skor rata-rata siswa 79 yang termasuk dalam klasifikasi B (kemampuan berpeta konsep siswa cukup baik). Pada pertemuan ke-2 skor rata-rata siswa 85 yang termasuk dalam klasifikasi A (kemampuan berpeta konsep siswa baik). Hasil tes pada siklus 1 nilai rata-rata hasil belajar siswa 60 pada siklus 2 meningkat menjadi 65. Pada siklus 1, 56 % siswa mencapai KKM, sedangkan pada siklus 2, 89% siswa mencapai KKM. Dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 33%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan: (1)Guru hendaknya menggunakan peta konsep dalam membelajarkan anak pada materi perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Dapat pula digunakan model dan metode pembelajaran yang lain untuk mengembangkan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan penuh kreativitas. (2) Kepala Sekolah dan Pengawas dapat mensosialisasikan hasil penelitian ini kepada guru-guru lain sepengawasan

    Peningkatan Keterampilan Berbicara (Speaking) Melalui Kegiatan Membaca Cerpen Pada Siswa Kelas VI SDN Purwantoro 8 Kota Malang Tahun Ajaran 2010/2011

    No full text
    ABSTRAK   Putra, Yusika Adi. 2011. Peningkatan Keterampilan Berbicara (Speaking)  Melalui Kegiatan Membaca Cerpen Pada Siswa Kelas VI  SDN Purwantoro 8 Kota Malang Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri  Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ratna Trieka Agustina, S.Pd., M.Pd, (II) Dra. Harti Kartini, M.Pd   Kata Kunci: keterampilan berbicara, membaca cerpen, bahasa Inggris, SD. Selama ini masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah. Berdasarkan observasi awal di kelas VI SDN Purwantoro 8 Kota Malang, pembelajaran bahasa Inggris dengan metode ceramah membuat siswa kurang antusias dan pembelajaran terkesan membosankan, sehingga berakibat pada rendahnya tingkat keterampilan berbicara. Rendahnya keterampilan berbicara siswa dapat dibuktikan dengan melihat hasil perolehan penilaian dalam kegiatan pra tindakan. Mengingat rendahnya keterampilan berbicara siswa, maka dirancanglah suatu penelitian tindakan guna meningkatkan keterampilan berbicara tersebut.   Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan realitas pembelajaran bahasa Inggris, data yang dihasilkan berupa data deskriptif yakni keterampilan berbicara melalui kegiatan membaca cerpen. Peneliti sebagai instrumen pokok, dengan sasaran penelitian adalah siswa kelas VI SDN Purwantoro 8Kota Malang. Berdasarkan model PTK, Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang diawali dengan kegiatan pra tindakan kemudian diikuti dengan tahapan-tahapan pada setiap siklus yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan kelas, pengamatan, dan refleksi. Dalam tahap pelaksanaan tindakan, guru menggunakan kegiatan membaca cerpen yang terdiri dari beberapa tahap antara lain class presentation, pembentukan kelompok, pemberian tugas membaca cerpen, kuis, pemberian evaluasi, poin peningkatan individual, penutup. Perolehan hasil dan pembahasan pada penelitian siklus I dan II menunjukan bahwa kegiatan membaca cerpen pada siswa kelas VI SDN Purwantoro 8 Kota Malang terbukti mampu meningkatkan keterampilan berbicara. Dalam akhir kegiatan penelitian tindakan ini dapat diketahui bahwa rata-rata keterampilan berbicara siswa meningkat, dengan rincian rata-rata perolehan siswa siklus 1 dengan kategori baik, sedangkan siklus 2 dengan kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan membaca cerpen, siswa sangat antusias baik itu individu maupun secara kelompok dan aktif  bertanya ketika guru menyampaikan penjelasan pelajaran. Di samping itu kegiatan membaca cerpen juga mampu meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa. Siswa mengaku bahwa adanya interaksi antarkelompok dan penghargaan, mampu memotivasi secara individu untuk tekun belajar guna memperoleh nilai yang baik, selain itu melalui kegiatan membaca cerpen menjadi wadah yang efektif untuk meningkatkan daya imajinasi siswa yang tinggi, sehingga siswa akan menjadi lebih senang dan penuh percaya diri

    meningkatkan keterampilan menulis Deskripsi Melalui Group Field Tour ( GFT ) Pada Kelas 5 SD Negeri Binangun 2 Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAKSaputra, Dian Andik. 2011. Meningkatkan Keterampilan Menulis DeskripsiMelalui Group Field Tour (GFT)Pada Kelas 5 SD Negeri Binangun 2 Kabupaten Blitar.Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra.Sutansi, M. Pd, (II) Drs. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd.Kata Kunci: hasil belajar, menulisdeskripsi, group field tour (GFT)Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap pembelajaran menulis deskripsi, siswa masih mendapatkankan nilai jauh dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yakni 70. Dari 15 siswa kelas V, hanya 2 anak yang mendapata nilai 73, 1 anak mendapatkan nilai 70 dan sisanya mendapat nilai di bawah 70 yakni pada kisaran 60 sampai dengan 68. Dengan rata – rata nilai kelas 65. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikkan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan GFT. Rumusan masalah penelitian ini: (1) Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran menulis dekripsimelalui GFT pada siswa kelas V SD Negeri Binangun 2 Kabupaten Blitar?(2) Apakah Group Field Tour (GFT) dapat meningkatkan keterampilan menulis dekripsisiswa kelas V SD Negeri Binangun 2 Kabupaten Blitar?Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Tindakan Kelas (PTK).Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Binangun 2, Kabupaten Blitar yang berjumlah 15 siswa terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Dalam penelitian ini peneliti sebagai perencana kegiatan, pelaksana pembelajaran, pengumpul data, penganalisis data, dan pelapor hasil penelitian. Peneliti berkolaborasi  dengan  guru kelas V yang berperan sebagaipengumpul data dan pengamat situasi pembelajaran (observer).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan GFT siswa kelas V SDNBinangun 2, kecamatan Binangun Kabupaten Blitar sangat baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang sangat baik pula. Presentase ketuntasan pada pratindakan 13% (2 siswa yang tuntas dengan skor ≥70) sedangkan untuk persentase siswa tidak tuntas yaitu 87% (13 siswa yang tidak tuntas dengan skor ≤70), pada siklus 1 pertemuan 1 adalah 60% tuntas, siklus 1 pertemuan 2 adalah 80% siswa tuntas, siklus 2 pertemuan 1 adalah 87% siswa tuntas dan pada siklus 2 pertemuan 2 adalah 100% siswa tuntas.Berdasarkan hasil kesimpulan disarankan guru kelas V Binangun 2, kecamatan binangun Kabupaten Blitar dalam pembelajaran menulis deskripsi untuk menggunakan metode GFTagar hasil belajar siswa meningkat dan lebih optimal

    Pengembangan Permainan Sirkuit ”Cari Aku” untuk Meningkatkan Aspek-aspek Perkembangan pada Anak Usia Dini di Play Group Laboratorium UM

    No full text
    Asyhari, Rahayu. 2011. Pengembangan Permainan Sirkuit ”Cari Aku” untuk Meningkatkan Aspek-aspek Perkembangan pada Anak Usia Dini di Play Group Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Drs. I Wayan Sutama, M.Pd, (2)Drs. Heru Widijoto, M.S.   Kata kunci: Pengembangan, Permainan Sirkuit “Cari Aku”, Aspek Perkembangan Anak Usia Dini   Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar. Oleh karena itu, pendidik anak usia dini diharapkan dapat memilih metode pembelajaran yang mempunyai pengaruh cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu dapat melalui permainan edukatif dan tanpa disadari anak-anak telah belajar banyak hal dengan cara bermain. Berdasarkan hasil pengamatan di Play Group Laboratorium UM, guru menyatakan dalam kegiatan pembelajaran belum pernah menerapkan kegiatan pembelajaran yang didesain melalui permainan sirkuit dan membutuhkan bentuk permainan baru dalam kegiatan pembelajaran. Permainan Sirkuit “Cari Aku” merupakan suatu permainan dimana dalam kegiatannya bertujuan untuk meningkatkan semua aspek perkembangan anak usia dini, serta didesain berkelanjutan dari aktivitas satu ke aktivitas yang lain dengan menggunakan alat-alat permainan yang aman dan menarik bagi anak.             Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan permainan sirkuit “Cari Aku” yang diharapkan untuk meningkatkan aspek-aspek perkembangan pada anak usia dini sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang mudah untuk dilakukan, menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak di Play Group Laboratorium UM. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Borg dan Gall. Prosedur pengembangan Permainan Sirkuit ”Cari Aku” yaitu: 1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi, 2) Melakukan perencanaan, selanjutnya dievaluasi oleh para ahli, 3) Mengembangkan bentuk produk awal, 4) Melakukan uji coba kelompok kecil anak kelompok bermain dengan 6 subjek, 5) Melakukan revisi terhadap produk awal, 6) Melakukan uji lapangan utama di Play Group Laboratorium UM dengan 19 subjek, 7) Melakukan revisi produk. Berdasarkan hasil analisis data uji lapangan kelompok besar, diperoleh persentase yaitu: (1) 96,8 % anak mudah melakukan permainan; (2) 100 % anak senang melakukan permainan; (3) 98,8 % aman untuk anak melakukan permainan sirkuit “Cari Aku”; (4) 99,7 % anak sangat mampu dalam perkembangannya terkait dengan keberhasilan anak pada aspek-aspek perkembangan. Disarankan hasil pengembangan ini dapat diujicobakan dan disosialisasikan di sekolah lain sesuai dengan materi pembelajaran yang disajikan, serta dapat diterapkan di kelas lebih tinggi dengan tingkat kesulitan yang lebih. Selain hal tersebut karena penelitian ini hanya terbatas pengembangan produk, diharapkan ada penelitian selanjutnya untuk mengkaji efektifitas produk permainan sirkuit “Cari Aku”

    Penggunaan Media Kartu Domino untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar dalam Operasi Hitung Perkalian Siswa Kelas III SDN Jatimulyo 01 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Risdiayu, Ajeng. 2011. Penerapan Media Kartu Domino Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Dalam Operasi Hitung Perkalian  Siswa Kelas III SDN Jatimulyo 01 Kota Malang.  Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dra. Endang Setyowinarni, M.Pd; (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd,. M.Pd   Kata-kata kunci : media kartu domino, aktivitas, hasil belajar.   Dalam KBM peneliti melakukan observasi awal dengan mengamati aktivitas siswa dan aktivitas guru. Ditemukan beberapa permasalahan pada pembelajaran Matematika yaitu (1) guru masih mendominasi kegiatan pembelajaran didalam kelas, (2) siswa hanya sebagai subjek yang kurang aktif dan kegiatan yang dilakukan siswa hanya mengamati, mendengar, dan mencatat, (3) siswa tidak mendapat kesempatan untuk melakukan atau mencoba menemukan sendiri tentang apa yang dipelajari. Untuk itu diperlukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan media kartu domino perkalian. Media kartu domino perkalian  adalah media kartu yang berbentuk persegi panjang yang berisikan bilangan untuk permainan operasi perkalian. siswa. Siswa yang paling dulu habis kartunya atau paling sedikit sisanya akan menjadi pemenang, dan pemain yang paling akhir membuang kartu atau paling banyak sisanya adalah siswa yang kalah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan media kartu domino perkaliandalam operasi hitung perkalian, (2) mendeskripsikan media kartu domino perkalian dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Jatimulyo 01 Kota Malang, (3) mendeskripsikan media kartu domino perkalian dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Jatimulyo 01 Kota Malang.. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan prosedur penelitian yang dilaksanakan 2 siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.  Adapun pendekatan penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah 28 siswa kelas IV SDN Jatimulyo 01 Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kartu domino perkalian dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV. Ini terbukti pada siklus I skor rata-rata aktivitas siswa sebesar 57% dan pada siklus II skor rata-rata aktivitas siswa meningkat menjadi . Pada hasil belajar siklus I, skor rata-rata hasil belajar siswa 70,63% dengan 19 (61%) siswa yang mengalami tuntas belajar dan 9(39%) siswa yang belum tuntas belajar. Siklus II mengalami peningkatan pada skor rata-rata siswa yaitu 76% dengan 22 (71%) siswa mengalami tuntas belajar secara klasikal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan media kartu domino perkalian dapat meningkatkan aktivitas siswa di dalam kelas dan hasil belajar siswa juga meningkat. Disarankan agar guru dapat menggunakan kartu perkalian pada pembelajaran dengan cara memberikan bimbingan pada siswa dengan cara belajar melalui bermain agar siswa tidak merasa bosan.

    Peningkatan Hasil Belajar Siswa kelas IV Mata Pelajaran IPA Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Probing Promting di SDN Palangsari II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK Zainulloh, 2010. Peningkatan Hasil Belaja Siswa kelas IV Mata Pelajarar IPA Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Probing Promting di SDN Palangsari II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar  FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing ; (I) Drs. Heru Agus Triwijaya, M.Pd, (II) Dra. Hj Sri Estu Winayu..M.Pd Kata Kunci : Peningkatan, Hasil Belajar , IPA, Probing Promting   Berdasarkan hasil pengamatan di SDN Palangsari II, Permasalahan yang timbul diantaranya, 1) Faktor pembelajaran berpusat pada guru, kurang adanya partisipasi siswa yang berarti, 2) Rendahnya aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar, siswa cenderung pasif hanya bersifat menerima penjelasan dari guru dan mencatat, 3) Kurang menariknya situasi pembelajaran sehingga terlihat kaku aktivitas siswa merasa tegang apabila menerima materi pembelajaran IPA, 4) Rendahnya prestasi belajar siswa jika dilihat dari rata-rata nilai ketuntasan yang diperoleh oleh masing-masing siswa. Penelitian ini bertujuan adalah:1) Mendeskripsikan penerapan Model Pembelajaran Probing Promting pada mata Pelajaran IPA kelas IV SDN Palangsari II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan, 2) Mendeskripsikan aktifitas siswa kelas IV SDN Palangsari II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan selama penerapan model pembelajaran Probing Promting pada pembelajaran IPA, 3) Mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas IV SDN Palangsari II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan dalam penerapan model pembelajaran Probing Promting pada pembelajaran IPA Dalam penelitian ini penerapan model pembelajaran probing promting pada siswa kelas IV SDN Palangsari II emnggunakan langkah-langkah sebagai berikut: 1)Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat menuntun pengetahuan siswa terhadap materi yang dipelajari, 2) guru mengembangkan pembelajaran memberi pertanyaan-pertanyaan secara acak 3) guru memberi pujian terhadap jawaban siswa yang masuk, 4) Mengevaluasi hasil belajar siswa. Data penelitian berupa hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan hasil observasi terhadap penerapan model pembelajaran probing promting, observasi terhadap aktivitas siswa selama pembelajara, dan mengevaluasi hasil belajar siswa Penerapan model Pembelajaran probing promting  berdampak positif dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar, dapat meningkatkan hasil belajar. Hal ini dapat dilihat dari hasil sebelum dilaksanakan model pembelajaran probing promting. Diketahui nilai rata-rata 59,1 dengan ketuntasan klasikal 36,36% meningkat menjadi rata-rata 64,5 dengan ketuntasan klasikal 45,45%. Pada siklus II mengalamai peningkatan lagi menjadi 69,55 dengan ketuntasan klasikal 81,82%. Kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran probing promting adalah siswa masih belum terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan sehingga siswa merasa kaku dan belum siap dalam memecahkan masalah yang dihadapi yakni menjawab pertanyaan-pertanyaan yang langsung ditujukan kepadanya.. Hasil belajar siswa kelas IV SDN Palangsari II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan masih perlu ditingkatkan lagi melalui upaya-upya terencana dan berkesinambungan. Hasil penelitian ini akan dijadika landasan bagi peneliti lain untuk penelitia sejenis yang akan datang. Berdasarkan hasil penelitian kelas ini, maka saran yang kami ajukan adalah: 1)Kepada guru disarankan bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran probing promting pada mata pelajaran IPA agar lebih memahami begitu juga dapat diterapkan pada pelajaran lain yang sesuai dengan materi, 2) Bagi lembaga pendidikan disarankan menerapkan model pembelajaran probing promting untuk meningkatkan hasil belajar efektifitas dan efisiensi pembelajaran, juga untuk meningkatkan kualitas atau mutu prestasi siswa dengan kinerja guru, 3) Bagi peneliti lain disarankan dapat mengembangkan model pembelajaran probing promting pada mata pelajaran lain sehingga dapat kualitas pendidikan yang lebih baik.sehingga menjadi pembelajaran yang lebih menarik dan lebih baik, 4) Bagi kepala sekolah diharapkan mengadakan pembinaan terhadap guru-guru SDN Palangsari II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan tentang penerapan model pembelajaran probing promting,5)Bagi peneliti lanjutan disarankan supaya mengkombinasikan dengan media yang ada disekitar sekolah, yang relevan dan lebih lengkap, yang mampu meningkatkan hasil belajar secara optimal. Dan disarankan untuk mencoba mengembangkan penelitian lanjutan yang membahas tentang peningkatan efektifitas dan motivasi belajar siswa melalui model pembelajarn probing promting

    Penggunaan model pembelajaran advanced organizer yang dipadu dengan mindmapping untuk meningkatkan pembelajaran IPS di kelas V SDN Donowarih 02 Karangploso Malang

    No full text
    ABSTRAK   Erviana, Amalia Dyah. 2011. Penggunaan Model Pembelajaran Advanced Organizer yang dipadu dengan Mindmapping untuk Meningkatkan Pembelajaran IPS di Kelas V SDN Donowarih 02 Karangploso Malang. Ujian Akhir Program Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Sutarno, M. Pd   Kata Kunci: Model Pembelajaran Advanced Organizer, Pembelajaran IPS, Hasil Belajar.   Pembelajaran yang dilakukan dalam mata pelajaran IPS harusnya dapat mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Berdasarkan observasi di kelas V di SDN Donowarih 02  pada tanggal 7 januari 2011 ditemukan beberapa permasalahan pada pembelajaran IPS. Permasalahan tersebut antara lain (1) Pembalajaran didominasi dengan metode ceramah, (2) guru sering bergantung pada buku teks, (3) siswa kurang memperoleh pengalaman langsung sehingga berpikir kreatif mereka kurang dikembangkan. Oleh karena itu pada penelitian kali ini peneliti ingin mencoba untuk menangani rendahnya hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Advanced Organizer yang dipadu dengan Mindmapping  dalam pembelajaran IPS, melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk melaksanakan pembelajaran model Advanced Organizer yang dipadu dengan Mindmapping  pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial  dalam  materi pokok perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Jepang  di kelas V SDN Donowarih 02 Karangploso Malang. ; 2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS dalam  materi pokok perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Jepang siswa kelas V SDN Donowarih 02 Karangploso Malang; (3) Untuk mengetahui aktivitas siswa terhadap model pembelajaran Advanced Organizer yang dipadu dengan Mindmapping pada mata pelajaran IPS dalam  materi pokok perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Jepang kelas V di SDN Donowarih 02 Karangploso Malang. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan sejak Januari 2011 sampai dengan Mei 2011. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan  Kelas dengan model Kemmis dan Taggrat yang terdiri atas empat fase, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa sebelum tindakan nilai rata-rata siswa 64,65, Diketahui 13 siswa belum mencapai ketuntasan individual. Setelah dilakukan tindakan I hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata 71,2, Selanjutya dilakukan tindakan II dan rata-rata hasil belajar siswa menjadi 80,25. Hal ini menunjukan sudah mencapai KKM yang ditentukan. Terbukti bahwa penerapan model pembelajaran Advanced Organizer yang dipadu dengan Mindmapping dapat meningkatkan hasil belajar IPS dalam  materi pokok perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Jepang  kelas V SDN Donowarih 02 Karangploso. Selanjutnya peneliti menyarankan kepada guru agar dapat menerapkan  model pembelajaran Advanced Organizer yang dipadu dengan Mindmapping pada pembelajaran IPS  dengan kompetensi dasar lain ataupun mata pelajaran lain, dengan demikian siswa dapat melakukan pembelajaran secara langsung dan mengembangkan proses berpikirnya melalui presentasi materi dengan menggunakan peta konsep.

    PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS V SDN MLATEN I KECAMATAN NGULING KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Ujianegara, Kurniawan. 2011. Penerapan Pembelajaran Kooperative Tipe Number Head Together (NHT) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Pada Siswa Kelas V SDN Mlaten I Nguling Pasuruan. Ujian Akhir Program. Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar. Program Studi PJJ S1-PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Goenawan Roebyanto, M.Pd.   Kata kunci: kemampuan berbicara, pembelajaran kooperatif tipe NHT, SD   Dalam rangka mengembangkan perbaikan paradigma siswa belajar saat ini dikembangkan pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning). Model kooperatif dirancang agar setiap individu dapat bekerja sama dan saling bergantung satu sama lain dalam suatu struktur dan tujuan. Pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat membentuk keterampilan siswa, dimana siswa dapat berkomunikasi dengan baik dalam mengekspresikan kepada lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil survey terhadap siswa kelas V SDN Mlaten I Nguling Pasuruan kemampuan berbicara anak masih tergolong rendah, hal itu dapat dilihat dari segi pelafalan, intonasi, pilihan kata, struktur kalimat, penguasaan naskah atau materi, dan kesungguhan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengangkat judul "Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Untuk meningkatkan Kemampuan Berbicara pada Siswa Kelas V SDN Mlaten I Nguling Pasuruan. Metode penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk tindakan kelas dan direncanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian siswa kelas V SDN Mlaten I Nguling Pasuruan. Instrumen penelitian (1) panduan observasi, (2) panduan wawancara, (3) lembar kerja siswa (LKS), (4) lembar tes/soal, (5) refleksi. Analisis data terdiri dari reduksi data, sajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian, adanya peningkatan hasil kemampuan berbicara siswa kelas V SDN Mlaten I Nguling Pasuruan. Hal itu dapat dilihat dari presentase ketuntasan pada siklus I sebesar 56%, siswa yang tuntas sebanyak 27 siswa dan 12 siswa belum tuntas, meningkat pada siklus II menjadi 77%, 30 siswa tuntas dan   9 siswa belum tuntas. Kesimpulan implementasi pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas V SDN Mlaten I Nguling Pasuruan. Saran bagi guru penelitian pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam teknik pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan hasil belajar siswa di dalam kemampuan berbicara. Bagi peneliti lain dapat dijadikan acuan untuk mengadakan penelitian yang sejenis dengan permasalahan yang lain.  

    Model Kolaboratif dapat Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Berbicara Siswa pada Mata Pelajaran bahasa Indonesia kelas V SDN Bantur Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Afidah, Eni Nur. 2011. Model Kolaboratif dapat Meningkatkan Aktivitas Belajar  dan Berbicara Siswa pada Mata Pelajaran bahasa Indonesia kelas V SDN Bantur Malang.Ujian Akhir Program, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Toha Mashudi S.Pd, M.Pd   Kata Kunci: bahasa Indonesia, model kolaboratif   Bahasa Indonesia erat kaitannya dengan guru bahasa Indonesia, yakni orang-orang yang tugasnya setiap hari membina pelajaran bahasa Indonesia. Gurulah  yang bertanggung jawab akan perkembangan bahasa Indonesia,  yang akan selalu dituding oleh masyarakat bila hasil pengajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak memuaskan khususnya di Sekolah Dasar.  Berhasil atau tidaknya pengajaran bahasa Indonesia memang di antaranya ditentukan oleh faktor guru, disamping faktor-faktor lainnya, seperti faktor murid, metode pembelajaran, kurikulum (termasuk silabus), bahan pengajaran dan buku, serta yang tidak kalah pentingnya ialah perpustakaan sekolah dengan disertai pengelolaan yang memadai. Ketermpilan berbahasa akan dapat dicapai dengan baik bila dibiasaka menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari misalnya dengan  menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Berdasarkan paparan tersebut, maka dalam penelitian ini diberi judul "Model Pembelajaran Kolaboratif untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN BANTUR MALANG Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kelas, dengan menggunakan model Kemmis dan Tagart (1990)(dalam Arikunto:2007). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas 4 kegiatan melalui prosedur: (a) perencanaan, (b) tindakan dan pengamatan, (c) refleksi, dan (d) perbaikan perencanaan. Hasil dari pelaksanaan dan observasi pembelajaran telah menunjukkan peningkatan aktivitas belajar siswa dan peningkatan hasil belajar siswa secara kelompok dalam menyelesaikan masalah.  Sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran sudah memenuhi apa yang diharapkan yaitu adanya peningkatan kualitas pembelajaran Kesimpulan dari penelitian ini adalah Model Kolaboratif dapat Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa dan Berbicara pada Mata Pelajaran bahasa Indonesia kelas V SDN Bantur Malang, dan model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia.

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇