Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    Pengembangan Permainan Smile Sirkuit untuk Pembelajaran Fisik Motorik Anak Kelompok B di TA Ar-Ridlo Malang

    No full text
    ABSTRAK   Aminah. 2012. Pengembangan Permainan Smile Sirkuit Untuk Pembelajaran Fisik Motorik Anak Kelompok B di TA Ar-Ridlo Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Malang. Pembimbing (1) Drs. Heru Widijoto, M.S, (2) Pramono, S. Pd. M.Or.   Kata kunci: Permainan Smile Sirkuit, Pembelajaran Fisik Motorik, Anak Kelompok B Pertumbuhan dan perkembangan fisik motorik merupakan salah satu perkembangan anak yang perlu mendapat stimulasi baik, karena setiap kegiatan anak selalu melibatkan motorik. Anak akan mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optimal  jika pada masa peka anak  diberi stimulasi sesuai dengan kebutuhan motoriknya. Berdasarkan hasil oservasi dan wawancara diperoleh data: pada kegiatan senam pagi dan lempar tangkap bola pada anak kelas B belum mencapai hasil maksimal karena dari seluruh anak, 40 % anak mengerjakan dengan senang hati, 10% anak merasa bosan, 20% anak enggan melaksanakan kegiatan fisik motorik dan 30% anak tetap mengerjakan tapi bermalas-malasan dan tidak semangat karena terpaksa. Hal tersebut menurut peneliti kurang sesuai dengan perkembangan anak, untuk itu peneliti bekerja sama dengan guru TK untuk memperbaikinya melalui permainan Smile Sirkuit. Tujuan penelitian dan pengembangan permainan Smile Sirkuit adalah untuk mengembangkan pembelajaran fisik motorik melalui permainan Smile Sirkuit yang diharapkan mudah untuk dilakukan, menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak. Prosedur pengembangan permainan Smile Sirkuit untuk pembelajaran fisik motorik adalah: 1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi, 2) Melakukan perencanaan, selanjutnya dievaluasi oleh para ahli, 3) Mengembangkan bentuk produk awal, 4) Melakukan uji coba kelompok kecil dengan 6 subjek, 5) Melakukan revisi terhadap produk awal, 6) Melakukan uji lapangan utama dengan 34 subjek, 7) Melakukan revisi produk. Intrumen yang digunakan adalah berupa kuesioner berisi tentang rancangan produk dan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah 94% anak mudah melakukan permainan Smile Sirkuit, 100% anak senang melakukan permainan Smile Sirkuit dan 100% anak tidak berbahaya melakukan aktivitas permainan Smile Sirkuit. Kesimpulan penelitian dan pengembangan permainan Smile Sirkuit untuk pembelajaran fisik motorik mudah, menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diujicobakan kepada kelompok yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain hal tersebut karena penelitian ini hanya terbatas pada pengembangan produk, diharapkan ada penelitian selanjutnya untuk menguji tingkat keefektifan dari produk yang dikembangkan

    PENERAPAN METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE (TPR) DALAM PENGENALAN BAHASA INGGRIS DI TK KATOLIK SANTA MARIA 2 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Wismayati, Inneke. 2012. Penerapan Metode TPR (Total Physical Resposne) dalam Pengenalan Bahasa Inggris di TK Katolik Santa Maria 2 Malang. Skripsi. Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan , Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ahmad Samawi, M.Hum (II) Wuri Astuti, S.Pd   Kata Kunci: Penerapan Metode TPR, Pengenalan Bahasa Inggris, Anak TK Pengenalan  bahasa Inggris di TK telah banyak diberikan tetapi apakah sudah sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Fokus dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana penerapan metode Total Physical Response (TPR) dalam pengenalan bahasa Inggris di TK Katolik Santa Maria 2 Malang. (2) Apa faktor pendukung dalam penerapan metode Total Physical Response (TPR)yang digunakan dalam pengenalan bahasa Inggris di TK Katolik Santa Maria 2 Malang. (3) Apa kendala dalam penerapan metode Total Physical Response (TPR)yang digunakan dalam pengenalan bahasa Inggris di TK Katolik Santa Maria 2 Malang. (4) Bagaimana cara mengatasi kendala dalam penerapan metode Total Physical Response (TPR) yang digunakan dalam pengenalan bahasa Inggris di TKK Santa Maria 2 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah anak TK Katolik Santa Maria 2 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen dalam pengumpulan data adalah peneliti sendiri, lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumen. Untuk menjaga keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan penelitian bahwa penerapan metode TPR dalam pengenalan bahasa Inggris untuk anak TK Katolik Santa Maria 2 Malang membuat anak senang dan bersemangat untuk belajar.  Faktor pendukung penerapan metode TPR adalah karakteristik anak usia dini yang selalu aktif, ingin meniru sehingga metode ini dapat diterapkan dengan baik, membangun rasa ingin tahu anak, tersedianya sarana pendukung bagi penerapan metode TPR, seperti gambar-gambar sehingga lebih bervariatif. Kendala dalam penerapan metode TPR, belum semua guru memahami materi  bahasa Inggris dan metode TPR, kesulitan dalam merancang kegiatan pembelajaran yang memuat metode TPR di dalamnya, dan dibutuhkannya media penunjang yang lain untuk memperkenalkan kosa kata di luar kata kerja. Untuk mengatasi kendala dari guru pihak lembaga telah melakukan beberapa hal, yaitu: mengikutsertakan guru-guru dalam kursus bahasa Inggris, melakukan peer teaching berpasangan, pertemuan pararel untuk membahas dan merancang kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk anak, serta studi bersama. Saran: kepada guru,diharapkan guru untuk mencoba menggunakan metode TPR dalam pengenalan bahasa Inggris kepada anak. Kepada kepala TK diharapkan kepala TK untuk memberikan fasilitas seluas-luasnya agar para guru dapat memperoleh pengetahuan baru, khususnya dalam pengenalan bahasa Inggris untuk anak TK. Kepada penenili lebih lanjut disarankan untuk meneliti apakah ada hubungan antara metode TPR dengan hasil Pengenalan bahasa Inggris kepada anak usia TK

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn TENTANG SISTEM PEMERINTAHAN PUSAT MELALUI PENERAPAN METODE SIMULASI DI KELAS IV SDN TANGGUNG 2 KOTA BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Angwarmase, Hendrika Pia. 2012. Peningkatan Hasil Belajar PKn Tentang Sistem Pemerintahan Pusat Melalui Penerapan Metode Simulasi di Kelas IV SDN Tanggung 2 Kota Blitar. Skripsi, Program Studi S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Widayati, M.H, (2)  Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si.   Kata Kunci: peningkatan, hasil belajar, pembelajaran PKn, metode simulasi   Pembelajaran PKn di SDN Tanggung 2 masih menggunakan metode konvensional. Apa bila ada kesulitan siswa terlihat diam saja dan tidak mempunyai keinginan untuk bertanya dengan gurunya maupun bertukar pendapat dengan temannya. Selain itu media yang digunakan tidak menarik dan sulit dipahami oleh siswa. Akibatnya hasil belajar PKn pada pra tindakan sangat rendah yaitu 25 siswa hanya 1 siswa yang memperoleh nilai 75 atau 4% dari jumlah siswa. Sedangkan yang lainnya yaitu 1 siswa memperoleh nilai 20, 1 siswa memperoleh nilai 30, 6 siswa memperoleh nilai 40, 8 siswa memperoleh nilai 50, dan 8 siswa memperoleh nilai 60. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) bagaimanakah penerapan metode Simulasi dalam pembelajaran PKn di kelas IV SDN Tanggung 2 Kota Blitar? (2) Apakah penerapan metode Simulasi dalam pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar di kelas IV SDN Tanggung 2 Kota Blitar?. Upaya perbaikan untuk pembelajaran selanjutnya dengan menerapkan metode pembelajaran yang bisa meningkatkan hasil belajar siswa yaitu metode Simulasi. Metode ini dipilih karena untuk memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran PKn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga tahap yaitu pra tindakan, siklus I dan siklus II. Masing-masing tahap terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada saat pra tindakan adalah 49,8 kulaifikasi nilai kurang, pada siklus I pertemuan 1 adalah 60,2 kualifikasi nilai cukup, pada siklus I pertemuan 2 adalah 74 kualifikasi nilai cukup, dan pada siklus II adalah 90 kualifikasi nilai sangat baik. Dari hasil belajar tersebut dapat diketahui peningkatan pada pra tindakan ke siklus I pertemuan 1 sebesar 10,4%, dari siklus I pertemuan 1 ke siklus I pertemuan 2 sebesar 13,8%, dan dari siklus I pertemuan 2 ke siklus 2 terjadi peningkatan sebesar 16%. Kesimpulan berdasarkan temuan dari penelitian ini, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran selama pra tindakan, siklus I dan siklus II dengan menerapkan metode Simulasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn, serta dapat meningkatkan aktivitas siswa dan aktivitas guru.

    Penerapan Metode Bermain Peran untuk Meningkatkan Sikap Empati Anak Kelompok B TK Permata Bunda Malang

    No full text
    ABSTRAK   Busrin, Sofia, Lasi. 2012. Penerapan Metode Bermain Peran untuk Meningkatkan Sikap Empati Anak Kelompok B TK Permata Bunda Malang, Skripsi, Program Studi S1 PG-PAUD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra-sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Musa Sukardi, M.Pd, (II) Wuri Astuti, S.Pd.   Kata Kunci: Metode Bermain Peran, Sikap Empati, Anak Kelompok B.      Kecerdasan emosional sangat penting dalam diri anak. Empati merupakan salah satu aspek emosional atau sikap kepedulian terhadap orng lain. Sikap empati anak kelompok B TK Permata Bunda Malang belum maksimal. Hal-hal yang melatarbelakangi permasalahan tersebut diantaranya disebabkan karena anak sibuk dengan dirinya sendiri dan metode pengajaran kurang memancing anak untuk bisa berempati. Untuk itu perlu dikembangkan metode pembelajaran yang mampu merangsang kecerdasan emosi anak khususnya dalam meningkatkan sikap empati anak. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah dengan “Bermain Peran”. Rumusan masalah pada penelitian ini: (1) bagaimanakah penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan sikap empati pada anak TK B di Permata Bunda Malang, (2) apakah penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan sikap empati anak TK B di Permata Bunda Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, dengan subyek penelitian anak kelompok B yang berjumlah 13 anak terdiri dari 7 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus,  Dalam setiap siklus terdiri dari beberapa tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Teknik pengumpulan data yang diambil melalui observasi penilaian aktivitas anak dalam kegiatan permainan dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi sikap empati anak dan dokumentasi berupa foto kegiatan. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif persentase dan analisis rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian siklus I dan siklus II didapatkan persentase hasil rata-rata nilai anak meningkat 90,38% yang berarti sangat tinggi. Demikian dapat disimpulkan bahwa bermain peran dapat meningkatkan sikap empati anak kelompok B di TK Permata Bunda Malang. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan peningkatan nilai yang diperoleh anak. Disarankan bagi para pendidik anak usia dini perlu mengembangkan metode pembelajaran untuk meningkatkan sikap empati anak dengan melakukan kegiatan bermain peran

    Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V SDN Turi 2 Kota Blitar.

    No full text
    ABSTRAK   Heremku, Alfin. 2012. Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V SDN Turi 2 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd, (2) Dra. Hj. Wasih DS, M.Pd.   Kata Kunci: keterampilan berbicara, metode diskusi Berdasarkan observasi pratindakan, pembelajaran yang berlangsung kurang dapat melatih siswa dalam mengembangkan keterampilan berbicara. Guru cenderung menggunakan buku teks dalam melaksanakan pembelajaran khususnya penerapan keterampilan berbicara sehingga sebagian bersar siswa merasa kesulitan disaat diminta untuk mengungkapkan pendapatnya menggunanakan bahasa yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penerapan metode diskusi untuk meningkatkan ketarampilan berbicara siswa kelas V SDN Turi 2 Kota Blitar, (2) mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN Turi 2 Kota Blitar dengan metode diskusi, (3) mendeskripsikan sikap siswa kelas V SDN Turi 2 Kota Blitar dengan menggunakan metode diskusi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model kolaboratif menggunakan acuan model siklus PTK. Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 siklus, dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes lisan dan dokumentasi. Instrumen penilaian yang digunakan berupa pedoman observasi, dan soal tes. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa skor rata-rata kemampuan berbicara siswa pada tahap pratindakan adalah 45 dengan persentase 12 %. Hal ini menunjukah bahwa pembelajaran pada tahap pratindakan memperoleh kualifikasi nilai sangan kurang (SK). Pelaksanaan pembelajaran berbicara melalui metode diskusi dilaksanakn melalui 2 siklus. Pada siklus I skor rata-rata yang diperoleh adalah 19 dengan jumlah persentase sebesar 95 %, persentase tersebut termasuk kualifikasi sangat baik (SB). Pada siklus II skor rata-rata yang diperoleh tidak berubah sperti pada siklus I yaitu 19 dengan jumlah persentase 95 %. Kemammpuan berbicara siswa kelas V mengalami peningkatan pada tiap siklus. Perolehan skor rata-rata siswa yang mengalami peningkatan secara bertahap mulai dari, siklus I dan siklus II. Skor rata-rata yang diperoleh pada siklus I yaitu 82 dengan persentase 82 %. Siklus II skor rata-rata yang diperoleh yaitu  89 dengan persentase 89 %. Sikap siswa pada proses pembelajaran mengalami peningkatan pada tia siklus. Pada siklus I skor rata-rata yang diperoleh yaitu 64 dengan persentase 64 %, sedangkan pada siklus II mengalmi peningkatan yaitu 84 dengan persentase 84 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dalam meningkatkan keterampilan berbicara guru dapat melaksanakan pembelajaran mengunakan metode diskusi

    Peningkatan Kemampuan Fisik Motorik melalui Metode Demonstrasi Dalam Kegiatan Cooking Class Pada Anak Kelompok A Di TK Dharma Wanita Persatuan IX Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Sarifah Astutik, 2012.  Peningkatan Kemampuan Fisik Motorik melalui Metode Demonstrasi Dalam Kegiatan Cooking Class Pada Anak Kelompok A Di TK Dharma Wanita Persatuan IX Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, Skripsi, S1 Pendidikan Guru Anak Usia Dini Jurusan Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd, (II) Muhammad Arafik, S.Pd, M.Pd   Kata Kunci : Kemampuan Fisik Motorik, Metode Demonstrasi, TK Kemampuan fisik motorik anak di TK Dharma Wanita persatuan IX banyak mengalami kesulitan ketika kegiatan  pembelajaran yaitu meliputi kertas, meremas, menggerakkan tangan menjajah anak-anak untuk praktek pembelajaran langsung dengan cara mengoles roti dengan mentega. Berdasarkan hasil observasi kelompok A TK Dharma Wanita Persatuan IX Beji Pasuruan terdapat rumusan masalah sebagai berikut : 1) Bagaimanakah penerapan metode demonstrasi dalam  peningkatan kemampuan fisik motorik melalui metode demonstrasi dalam kegiatan cooking class  pada anak TK, 2) Apakah ada peningkatan kemampuan fisik motorik melalui metode demonstrasi dalam kegiatan cooking class pada anak TK. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart. Penelitian yang dilakukan melalui dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok A sebanyak 20 anak TK Dharma Wanita Persatuan IX Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi anak dan lembar penelitian kemampuan anak. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis penelitian kemampuan fisik motorik dalam kegiatan cooking class pada para tindakan di peroleh 42,09 %. Pada siklus I dilakukan sebanyak 1 kali pertemuan 22 Mei 2012 di peroleh rata-rata 48,34 % dan siklus II yaitu pada tanggal 30 Mei 2012 di peroleh rata-rata 93,51 % terdapat kenaikan skor sebesar 45,17 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat  disimpulkan bahwa kegiatan cooking class dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik. Bagi guru TK disarankan agar pembelajaran lebih menyenangkan, tidak membosankan dan menarik minat anak

    Peningkatan hasil belajar matematika melalui penggunaan media two counter coin pada siswa kelas 4 sdn wlingi 02 kabupaten blitar

    No full text
    ABSTRAK   Wahyuni, TriEko. 2012.Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Penggunaan Media Two Counter Coinpada Siswa Kelas IV SDN Wlingi 02 Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Dr.H.M.Zainuddin,M.Pd, (2) Dra. Hj.Lilik Bintartik, M.Pd   Kata Kunci :hasilbelajar, matematika, media two counter coin Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulatmerupakansalahsatumateriyang ada dalam mata pelajaranmatematika kelas IV SD.Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan peneliti diketahui bahwa siswakelas IV SDN Wlingi 02 mengalamikesulitandalammenyelesaikansoalpenjumlahan danpengurangan bilangan bulatkarena pembelajaran yang dilakukan guru dilakukan tanpa menggunakan media. Sehinggahasilbelajarsebagianbesarsiswatidakdapatmencapaiketuntasanbelajar minimal yang telahditentukan. Untukitu, perlu dilakukantindakanuntukmencapaiketuntasansiswadalambelajar.Tindakan yang dilakukanyaitudenganmelaksanakanpembelajaranmenggunakan media two counter coin.Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanpenerapandanpeningkatanhasilbelajarmatematikamateripenjumlahan dan pengurangan bilangan bulatmelaluipenggunaan media two counter coinpadasiswakelas IV SDN Wlingi 02 KabupatenBlitar. Penelitiandilakukanmenggunakan pendekatankualitatif, jenispenelitiantindakankelas.Tahapanpenelitiandilakukansesuaidengantahapan yang dikemukakanKemmisdan Taggart.Subjekpenelitian 26 siswa. Data yang diambiladalah data keterlaksanaanpembelajaran menggunakan media two counter coin, baikkegiatan guru maupun aktivitassiswadalampembelajaran,danhasilbelajarsiswa yang berupatesakhir. Instrumen yang digunakanadalahlembarobservasi, angketdantes.Analisis data menggunakanteknikpersentaseuntukmelihatpeningkatan yang terjadidalamkegiatanpembelajaran.Target pencapaiankeberhasilanindividudanklasikaldalampembelajarandipatoksebesar 75%. Hasilpenelitian yang diperolehadalahsebagaiberikut: keterlaksanaanpembelajaran penggunaan media two counter coinpada aktivitas siswa mengalamipeningkatan, darisiklus I 75,85% dengankriteriaklasikalbaikmenjadi80,54% padasiklus II dengan kriteria baik.Kemudianpadaaktivitas guru juga mengalami peningkatan, dari siklus I 79,17% dengankriteriakeberhasilanbaikmenjadi 87,5% pada siklus II dengan kriteria sangat baik. Hasilbelajarsiswa yang berupatesakhir, secaraklasikaljugamengalamipeningkatandarisiklus I 73,65% dengan criteria keberhasilanbaikmenjadi 80,77% padasiklus II dengan kriteria baik. JadidapatdisimpulkanbahwahasilbelajarmatematikasiswakelasIV dapatmeningkatmelaluipenggunaan media two counter coin

    Peningkatan Kemampuan Menulis laporan Hasil Pengamatan Melalui Metode Karya Wisata di Kelas VI MI Miftahl Ulum Bajangan Ke. Gondang Wetan Kab. Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Dalam pola kehidupan modern saat ini, yang ditandai oleh pesatnya perkembangan bahasa tulis menuntut semua orang agar mengembangkan tradisi membaca dan menulis. Tradisi menulis dapat diartikan sebagai suatu kebiasaan untuk menyatakan gagasan atau pendapat secara tertulis. Kegiatan menulis banyak dilakukan oleh anak-anak sampai orang dewasa, disekolah maupun diluar sekolah. Oleh karena itu kemampuan berkomunikasi melalui bahasa tulis sangat dibutuhkan oleh setiap anggota masyarakat dan perlu diajarkan mulai dari sekolah dasar (SD). Berdasarkan hasil observasi di kelas VI MI Miftahul Ulum Bajangan Gondangwetan Pasuruan, ditemukan permasalahan kemampuan menulis siswa yang masih rendah, hal ini dapat dilihat dari analisis nilai ulangan siswa. Dari 15 siswa hanya 3 siswa yang mencapai SKM, sedangkan 12 siswa belum mencapai SKM. Salah satu penyebabnya diduga karena penggunaan pendekatan pembelajaran, metode yang kurang bervariasi Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan  metode karya wisata  untuk  meningkatkan kemampuan menulis laporan pengamatan siswa kelas VI , (2) hasil implementasi metode karya wisata  untuk  meningkatkan kemampuan menulis laporan hasil pengamatan siswa kelas VI. Penelitian ini  menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyeknya 15 siswa kelas VI MI Miftahul Ulum Bajangan Gondangwetan Pasuruan. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi, lembar penilaian proses, lembar penilaian kemampuan menulis, tes dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan mengelompokkan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari instrumen penilaian proses dan wawancara, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari tes, instrumen observasi dan penilaian kemampuan menulis. Hasil penelitian terhadap penerapan pembelajaran karya wisata baik kemampuan guru dalam menerapkan metode ataupun aktivitas siswa meningkat dari siklus I adalah 60 meningkat menjadi 72 pada siklus II. Sedangkan aktivitas siswa pada siklus I dengan rata-rata mencapai meningkat menjadi 87,5 pada siklus II.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Hal ini diketahui dari nilai mulai dari pra tindakan sebesar 56,11. Setelah dilakukan tindakan siklus 1 menjadi 61,80. Kemudian di siklus 2 meningkat sebesar 73. Secara keseluruhan peningkatan yang diperoleh mulai dari pratindakan sampai tindakan siklus 2 sebesar 12 %. Secara umum disimpulkan bahwa metode karya wisata dapat  meningkatkan kemampuan menulis laporan hasil pengamatan siswa kelas VI. Disarankan kepada guru untuk menjadikan metode karya wisata dalam meningkatkan kemampuan menulis laporan hasil pengamatan . Kata Kunci: menulis laporan, metode karya wisata, S

    Peningkatan Kemampuan Memahami Isi Teks dengan Model Pembelajaran SQ3R Siswa Kelas IV SDN Purwoasri 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Dwi Prasetyo, Singgih. 2011. Peningkatan Kemampuan Memahami Isi Teks dengan Model Pembelajaran SQ3R Siswa Kelas IV SDN Purwoasri 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Prodi S1-Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Achmad Badawi , S.Pd, M.Pd, (2) Dra. Nur Hanifah, M.Pd.   Kata kunci: Model Pembelajaran SQ3R, Pembelajaran Bahasa Indonesia , Kemampuan Memahami isi teks. Model pembelajaran SQ3R adalah yang pada prinsipnya merupakan singkatan dari langkah-langkah mempelajari teks atau buku yang terdiri dari : (1) mensurvai isi ( survey : S ) (2) mengajukan pertanyaan yang dapat membimbing kita dalam kegiatan membaca ( question : Q ). (3) Membaca isi ( read : R1 ) (4) Menceritakan isi bacaan dengan kata-kata kita sendiri ( recite : R2 ) (5) Meninjau kembali isi bahan bacaan itu ; apakah yang kita ceritakan dengan kata-kata sendiri itu sesuai dengan isi yang sebenarnya atau tidak (review : R3 ). Dan membaca bacaan kurang dari 150 kata. Berdasarkan hasil observasi dilakukan oleh peneliti di kelas IV SDN Purwoasri 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang pada waktu pembelajaran Bahasa Indonesia didapatkan fakta bahwa pembelajaran yang dilakukan masih berpusat pada guru dan masih menggunakan cara konvensional, sehingga siswa mengalami kebosanan dan siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Dari hasil ulangan harian siswa pada materi menemukan kalimat utama menunjukkan rata- rata hasil belajar siswa hanya mencapai 59,5 dan hanya ada 11 siswa (55%) dari 20 siswa yang mencapai KKM yang ditentukan yaitu 65. Untuk itu agar dapat meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia perlu diadakan perbaikan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran SQ3R. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menerapkan Model Pembelajaran SQ3R untuk pada siswa Kelas IV SDN Purwoasri 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang? (2) Meningkatkan kemampuan memahami isi teks dengan Model Pembelajaran SQ3R siswa Kelas IV SDN Purwoasri 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Jenis Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan model kolaboratif partisipatoris. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan tes. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu lembar observasi penyusunan RPP, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran model SQ3R, lembar observasi aktivitas siswa, dan soal tes. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran SQ3R untuk meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia i ii siswa kelas IV Purwoasri 01 dengan kompetensi dasar “Menemukan kalimat utama pada tiap paragraf melalui membaca intensif” dapat dilaksanakan dengan efektif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perolehan keberhasilan guru dalam penerapan model SQ3R, pada siklus I yaitu 90 dan meningkat pada siklus II menjadi 92,5. Aktivitas siswa meningkat, siklus I diperoleh 70 menjadi 82,9 pada siklus II. Hasil belajar siswa juga meningkat dari rata-rata 65,8 pada siklus I menjadi rata-rata 73,9 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi peneliti lain yang akan menerapkan model SQ3R, agar memberikan bimbingan pada siswa dalam memahami isi bacaan serta menjelaskan pembagian tugas dalam bekerja secara kelompok

    Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Melalui Media Crosswords Pada Siswa Kelas V SDN Pisang Candi 3 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Nuraini. 2011. Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Melalui Media Crosswords Pada Siswa Kelas V SDN Pisang Candi 3 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj Ruminiati, M.Si (2) Drs. M. Imron Rosyadi H.Sy. S.Pd., M.Pd   Kata Kunci : Media crosswords, aktivitas belajar, hasil belajar, IPS SD Berdasarkan observasi awal siswa kelas V SDN Pisang Candi 3 Kota Malang, ditemukan beberapa permasalahan pada pembelajaran IPS materi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu (1) siswa kurang tertarik pada pelajaran; (2) siswa cenderung pasif terhadapa pembelajaran; (3) siswa merasa bosan terhadap pembelajaran; (4) aktivitas belajar siswa yang tidak bervariasi; (5) rendahnya hasil belajar siswa. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya media yang digunakan untuk proses pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah dan mendominasi pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut diadakan pembaharuan dalam hal media pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan adalah media crosswords umumnya di Indonsesia dinamakan Teka-Teki Silang, yaitu suatu permainan dimana harus mengisi ruang-ruang kosong (berbentuk kotak-kotak) dengan huruf sehingga berbentuk sebuah kata sesuai dengan petunjuk. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan penerapan media crosswords yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dalam pembelajaran IPS kelas V SDN Pisang Candi; (2) Mendeskripsikan penerapan media crosswords dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS siswa kelas V SDN Pisang Candi 3. (3) Mendeskripsikan penerapan media crosswords dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Pisang Candi . Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, dari yang diadopsi dari Kemmis dan Taggart. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan, dan empat tahap yaitu perencanaan, tindakan dan obeservasi, refleksi, dan perbaikan rencana. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Pisang Candi 3 Kota Malang, yang berjumlah 13 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media crosswords dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Pisang Candi 3 Kota Malang. Perolehan rata-rata aktivitas meningkat dari siklus I ke siklus II untuk komponen Visual Activities sebesar 3,84%, Oral Activities sebesar 17,3%, Listening Activities sebesar 13,4%, Writing Activities sebesar 7,69%, Motor Activities sebesar 11,54%, Mental Activities sebesar 7,69%, dan Emotional Activities sebesar 7,69%. Sedangkan hasil belajar meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 11,53%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan media crosswords dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Pisang Candi 3 Kota Malang, Disarankan media ini dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇