Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    Penerapan Permainan Kotak Pos Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Kelompok A di TK Al-Fadholi Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kusumawati, Mei. 2012.Penerapan Permainan Kotak Pos Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Kelompok A di TK Al-Fadholi Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.Ahmad Samawi,M. Hum, (2) Wuri Astuti,S.Pd Kata kunci : Permainan Kotak Pos , Kemampuan Berbicara, Anak TK  A   Berbicara merupakan proses komunikasi yang dilakukan anak dengan lawan bicaranya. Kemampuan anak dalam berkomunikasi seperti : menjawab pertanyaan, menirukan 3-4 kalimat, mengolah kata menjadi kalimat, bercerita, tidaklah sama. Hal ini dikarenakan stimulus yang didapat oleh tidaklah sama tergantung lingkungan dimana anak tinggal. Untuk itu diperlukan upaya memfasilitasi perkembangan kemampuan berbicara anak agar meningkat dengan optimal, Penerapan Permainan Kotak Pos dapat diharapkan dapat dijadikan solusinya.  Dari hasil observasi awal, didapat 2 rumusan masalah yang berhubugan  dengan masalah-masalah peningkatan kemampuan berbicara anak TK A, yaitu (1) bagaimana penerapan permainan kotak poas dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok A di TK Al-Fadholi Malang; (2) apakah penerapan permainan kotak pos dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok A di TK Al-Fadholi Malang.  Penelitian ini dilakukan di TK Al-Fadholi Malang Kelompok A yang berjumlah 18 anak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah  rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Adapun tahap-tahap penelitiannya terdiri dari 2 siklus, yaitu meliputi: siklus 1 dan siklus 2 yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan (act), pengamatan (observe), refleksi (reflect). Siklus 1 dilaksanakan berdasarkan hasil pengamatan pada kegiatan pra siklus. Siklus 2 dilaksanakan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus 1. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, penilaian perkembangan anak dan dokumentasi.   Hasil penelitian ini menunjukkan 2 hal yaitu :(1) Langkah-langkah penerapan kegiatan bermain kotak pos (a) anak-anak diajak duduk melingkar dikarpet sambil bernyanyi,(b) anak berdoa bersama (c)anak diajak bercakap-cakap tentang tema hari ini (d) guru menyiapkan media yang akan digunakan (e) guru menjelaskan hari ini anak akan diajak bermain apa, bagaimana cara bermainnya, apa  aturannya, jika tidak bisa apa hukumannya dan jika berhasil apa hadiahnya(2) Bahwa dengan kegiatan bermain kotak pos dapat mengembangkan kemampuan anak dalam berbicara di kelompok A2 Tk Al-Fadholi Malang.  Hal ini terbukti dengan hasil rata-rata nilai anak meningkat 84% yang berarti sangat baik.  Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak dalam berbicara dapat ditingkatkan melalui penerapan permainan kotak pos, karena dalam permainan ini anak dituntut untuk menjawab, menirukan kata, menebak dan bercerita, dan kegiatan tersebut dilakukan dengan bahasa verbal. Sehingga disarankan permainan ini dapat disosialisasikan kesekolah lain dan digunakan sebagaimana sestinya

    PENGGUNAAN MEDIA BLOK DIENES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGURANGAN BILANGAN CACAH PADA SISWA KELAS III SDN TLOGOMAS 2 MALANG

    No full text
    PENGGUNAAN MEDIA BLOK DIENES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGURANGAN BILANGAN CACAH PADA SISWA KELAS III SDN TLOGOMAS 2 MALANG   Rupi’ah Universitas Negeri Malang   ABSTRAK: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan penerapan media blok dienes pada pembelajaran pengurangan bilangan cacah teknik meminjam pada siswa kelas III SDN Tlogamas 2, (2) Mendeskripsikan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran pengurangan bilangan cacah teknik meminjam menggunakan Blok Dienes pada siswa kelas III SDN Tlogomas 2, (3) Mendeskripsikan hasil belajar siswa pada pembelajaran pengurangan bilangan cacah teknik meminjam menggunakan Blok Dienes pada siswa kelas III SDN Tlogomas 2. Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif yang terdiri dari dua siklus, tiap siklus melalui empat tahapan yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto antara lain: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Subyek  tindakan yaitu  seluruh siswa kelas III SDN Tlogomas 2 tapel 2010/2011. Data dalam penelitian ini diambil dari hasil tes, hasil observasi, dan catatan lapangan. Hasil Penelitian ini dikemukakan sebagai berikut: (1) Penggunaan media Blok Dienes yang dilakukan peneliti yaitu secara konseptual dan prosedural dalam menyelesaikan soal pengurangan bilangan cacah teknik meminjam , (2) Aktifitas belajar siswa pada pembelajaran pengurangan bilangan cacah teknik meminjam menggunkan media Blok Dienes dapat meningkat , (3) Penggunaan media Blok  Dienes dapat meningkatkan hasil belajar siswa, terbukti dengan meningkatnya nilai akhir yang diperoleh siswa. Suasana kelas sangat kondusif sehingga dapat mempermudah siswa dalam memahami soal pengurangan bilangan cacah, akhirnya melalui penerapan media Blok Dienes dapat mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pengurangan bilangan cacah teknik meminjam di kelas III dan terpenting nilai siswa dapat sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan  yaitu 70. Kata Kunci : Media Blok Dienes, Pengurangan Bilangan Caca

    Penerapan Model Permainan Fun Cooking Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B TK Kartika 22 Singosari Malang

    No full text
    ABSTRAK   Widiastuti, Rizka, Susilo. 2012. Penerapan Model Permainan Fun Cooking Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B TK Kartika 22 Singosari Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn (II) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum   Kata Kunci: Kemampuan Motorik Halus, Model Permainan Fun Cooking, Anak Usia Dini Latar belakang dalam penelitian ini berdasar pada rendahnya kemampuan motorik halus anak pada kelompok B di TK Kartika 22 Singosari Malang. Hal ini ditunjukkan dengan seringnya anak meminta bantuan kepada guru untuk membuat bentuk dengan plastisin/playdough daripada berinisiatif dan mencoba sendiri membuat bentuk-bentuk yang diinginkan anak. Berkaitan dengan itu, sebagai upaya guru untuk meningkatkan motorik halus anak dalam membuat bentuk dengan plastisin/playdough maka diperlukan model permainan yang sesuai, yaitu dengan menerapkan model permainan fun cooking. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan cara penerapan model permainan fun cooking untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK Kartika 22 Singosari Malang, dan (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK Kartika 22 Singosari Malang dengan menerapkan model permainan fun cooking. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahapan: perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, masing-masing siklus terdiri dari 1 (satu) kali pertemuan. Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B di TK Kartika 22 Singosari Malang, dengan jumlah murid 20 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan dari awal hingga akhir dapat dikatakan bahwa penggunaan model permainan fun cooking dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dari 60% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II. Pada siklus I jumlah anak yang mencapai presentase minimal keberhasilan kemampuan motorik halus hanya mencapai 12 orang anak, pada siklus II meningkat menjadi 17 orang anak. Saran bagi lembaga, sebagai salah satu masukan dalam memperkaya variasi kegiatan pembelajaran dan membuat materi pelajaran yang lebih variatif lagi serta memprogramkan peningkatan gizi anak melalui permainan fun cooking. Bagi guru, hendaknya menggunakan model permainan fun cooking sebagai variasi pembelajaran yang menyenangkan bagi anak disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi. Bagi peneliti selanjutnya, permainan fun cooking yang digunakan dalam penelitian ini juga dapat digunakan sebagai bahan perbandingan sehingga menjadi dapat lebih baik lagi dalam meningkatkan kemampuan anak

    Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Siklus Belajar 5E Pada Siswa Kelas IV SDN Ponggok 04 Kabupaten Blitar.

    No full text
    ABSTRAK   Daroini, Endah. 2012. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Siklus Belajar 5E Pada Siswa Kelas IV SDN Ponggok 04 Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si, (II) Dra. Hj. Wasih DS, M.Pd   Kata kunci: perkalian dan pembagian, peningkatan hasil belajar, siklus belajar 5E Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin memajukan daya pikir manusia. Observasi awal di kelas IV SDN Ponggok 04 Kabupaten Blitar pada pembelajaran matematika tentang perkalian dan pembagian belum memenuhi harapan, karena 13 dari 20 siswa belum mencapai KKM. Penyebabnya adalah sis-wa belum memahami konsep perkalian dan pembagian. Selain itu guru menyampai-kan materi dengan metode ceramah, pemberian tugas. Berkaitan dengan hal itu, maka diperlukan perbaikan mengenai pembelajaran operasi hitung perkalian dan pembagian melalui model siklus belajar 5E. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) Pelaksanaan pembe-lajaran matematika dengan menggunakan model siklus belajar 5E siswa kelas IV SDN Ponggok 04 Kabupaten Blitar, dan (2) Peningkatan hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model siklus belajar 5E di SDN Ponggok 04 Kabupaten Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Data diperoleh dari aktivitas guru dan aktivitas siswa, sedangkan instrumennya berupa lembar observasi, lembar tes dan kamera digital. Model penelitian ini adalah kolaboratif, maksudnya yaitu peneliti bertindak sebagai pelaksana sekaligus pengamat dalam kegiatan belajar mengajar yang dibantu oleh guru kelas IV sebagai observer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran operasi hitung perkalian dan pembagian melalui model siklus belajar 5E dapat meningkat-kan hasil belajar siswa kelas IV SDN Ponggok 04 Kabupaten Blitar. Hal itu dapat dibuktikan dengan skor rata-rata hasil belajar pada pra tindakan 48,4%, siklus I 65,65%, dan siklus II 79,7% . Ketuntasan belajar pada pra tindakan sebesar 35%, siklus I sebesar 60%, dan siklus II 90%. Kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu bahwa hasil belajar siswa kelas IV SDN Ponggok 04 Kabupaten Blitar dengan menggunakan model siklus belajar 5E dapat meningkat. Terjadi peningkatan skor rata-rata sebesar 17,25% dari pra tindakan ke siklus I dan 14,05% dari siklus I ke siklus II. Peningkatan ketuntasan klasikal siswa dari pra tindakan menuju siklus I sebesar 35%. Sedangakan dari Siklus I ke Siklus II terjadi peningkatan sebesar 30%. Saran diberikan kepada guru yaitu untuk 1) melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran yang bisa mengaktifkan siswa untuk membangun pengetahuan sendiri tentang suatu materi, sehingga pengetahuan yang diperoleh siswa dapat lebih bermakna, 2) mencoba menggunakan model pembelajaran siklus belajar 5E sebagai salah satu pertimbangan untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika pada materi yang lain

    PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL OPEN-ENDED SISWA KELAS IV SDN 1 PENJOR KABUPATEN TULUNGA

    No full text
    ABSTRAK   Kenyataan di lapangan, siswa kelas IV SDN 1 Penjor Kabupaten Tulungagung masih memiliki pemahaman konsep yang perkalian dan pembagian yang rendah sehingga hasil belajar matematika untuk materi KPK dan FPB masih kurang dari KKM. Untuk itu diadakan penelitian agar bisa mengatasi masalah yang dihadapi. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif sedangkan jenis penelitian yang dipergunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran open-ended dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV  SDN 1 Penjor  Kabupaten Tulungagung. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar pada pratindakan 50, siklus I 66, dan siklus II 77

    Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui metode pemberian tugas bagi Siswa Kelas 1V SDN Turi 02 Kota Blitar

    No full text
    ABSTRAK  Muhamad Ali Radja  2012. Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui metode pemberian tugas bagi Siswa Kelas 1V SDN Turi 02 Kota  Blitar. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing:(1).suminah M.Pd. (2) Dra. Suwarti M.Pd Kata Kunci Hasil belajar, metode pemberian tugas, IPS SD Pemilihan metode pembelajaran sangat penting untuk dipertimbangkan oleh guru karena metode pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa dalam mempelajari materi. Berdasarkan hasil observasi metode yang digunakan oleh guru adalah ceramah, siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran, hal itu diperkuat dengan rata-rata nilai ulangan akhir semester siswa kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar adalah 50,3. Alternatif pemecahan masalah tersebut yaitu menggunakan metode pemberian tugas dalam pelajaran IPS. Tujuan penelitian ini: 1) mendeskripsikan penerapan metode pemberian tugas pada pembelajaran IPS di kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar.2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPS melalui  motode pemberian tugas di kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar. Penelitian ini adalah jenis penenlitian tindakan kelas (PTK. Penelitian terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Isntrumen dalam penelitian ini yaitu lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru, tes, angket, dan kamera. Observasi aktivitas siswa, data direkam dengan instrumen tersebut. Data yang diperoleh disajikan alam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif.          Hasil penelitian dari  pra- tindakan sampai sikus II pertemuan II diketahui persentase peningkatan aktivitas siswa, peningkatan aktivitas guru, dan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS kelas IV SDN Turi 02 Kota Blitar. Aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan I mengalami peningkatan sebesar 27%, kemuadian pada siklus I pertemuan II mengalami peningkatan 6% dan pada siklus II pertemuan I mengalami peningkatan sebesar 4% dan pada siklus II pertemuan II mengalami peningkatan sebesar 6% persentase aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 9,16% pada siklus I pertemuan I pada siklus I pertemuan II mengalami peningkatan 10,25% pada siklus II pertemuan I mengalami peningkatan sebesar 9,59% dan pada siklus II pertemuan II mengalami penngkatan sebesar 11,41%. Hasil belajar siswa pada siklus pertemuan I mengalami penurunan sebesar 1,16% pada siklus I pertemuan II terjadi penngkatan sebesar 3,55% pada siklus II pertemuan I terjadi peningkatan 10,78% dan pada siklus II pertemuan II terjadi peningkatan sebesar 85%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pemberian tugas dapat diterapkan dalam pembelajaran IPS di SD dan dapat meningkatkan kemampuan serta hasil belajar siswa.

    Peningkatan Pembelajaran Matematika tentang Operasi Penjumlahan melalui Alat Peraga Dekak-Dekak pada Siswa Kelas II SDN 2 Pucangan Kabupaten Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Hasil observasi yang dilaksanakan oleh peneliti pada siswa kelas II di SDN 2 Pucangan menunjukkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran guru tidak menggunakan media pembelajaran. Selain itu, hasil belajar siswa menunjukkan bahwa sebanyak 9 siswa dari 16 siswa memperoleh nilai di bawah KKM. Oleh karena itu, perlu diadakan penelitian untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa telah terjadi peningkatan pembelajaran pada setiap siklus. Sehingga kegiatan pembelajaran operasi penjumlahan melalui alat peraga dekak-dekak dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II di SDN 2 Pucangan

    Peningkatan Hasil Belajar Pkn Melalui Model Demonstrasi Siswa Kelas 3 SDIT Al-Kautsar Ponggok Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Permanasari, Fajar Qorin. 2012. Peningkatan Hasil Belajar Pkn Melalui Model Demonstrasi Siswa Kelas 3 SDIT Al-Kautsar Ponggok Blitar.skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Hadi Mustofa, M.Pd (2) Dra. Sri Nuryati, M. Pd   Kata kunci: hasil belajar, demonstrasi Berdasarkan observasi di SDIT Al Kautsar, diketahui siswa kurang memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru, kurang aktif saat mengikuti pelajaran, dan banyak yang bermain sendiri. Apabila guru memberikan tugas, siswa malah sering mengganggu teman atau mencontoh pekerjaan dari teman.Guru hanya memberikan materi melalui metode ceramah, dan hanya berpedoman pada buku teks dan LKS. Guru tidak membuat RPP sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dapat dikatakan persiapan guru dalam mengajar kurang. Penelitian ini bertujuanmenjelaskan tentang penerapan model demonstrasi dalam pembelajaran Pkn. Menjelaskan tentang peningkatan hasil belajar Pkn melalui model demonstrasi Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Data diperoleh dari aktifitas guru dan aktifitas siswa, sedangkan instrumennya berupa tes dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Pkn melalui model demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 3 SDIT Al Kautsar, Ponggok, Blitar.Hal itu dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata hasil belajar pada prasiklus56, siklus I 69, dan siklus II 80 . Ketuntasan belajar secara klasikal pada pra tindakan sebesar 23%, siklus I sebesar 38%, dan siklus II 92%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Pkn melalui model demonstrasidapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 3 SDIT Al Kautsar, Ponggok,Blitar. Oleh karena itu guru disarankan untuk menggunakan model pembelajaran Demonstrasi dalam pembelajaran Pkn.   ABSTRACT   Permana sari, Fajar Qorin. Improving the 3th Graders Learning Achievement of Civic Education Course using Demonstrate Model at SDIT Al-Kautsar Ponggok Blitar. Skripsi. S1 of Elementary School Teacher Study Program. Education of Elementary School Teacher. Faculty of Education. Universitas Negeri Malang. Supervisor: (1) Drs. H. Hadi Mustofa, M.Pd (2) Dra. Sri Nuryati, M.Pd   Keyword: learning outcome, demonstration Based on the observation in SDIT Al-Kautsar, the interest of students attention is lack to the material that is delivered by teacher, they are inactive while in the class, and some of them get busy by themselves. While teachers give assignment, students are disturbing their friends or citing the answer from their friends. Teachers only deliver the material with lecture method, and they only hold for textual books and students worksheets as a guidance. Teachers do not create a lesson plan before teaching activity. In other words, teachers’ preparation is lack. The purpose of this research is explaining about the implication of demonstration method in PKn learning. This research is also explaining about the improvement of PKn learning outcome with demonstration method. The method of this research employs the qualitative research method. This research belong also employs the study case in the class as the type of the research in the thesis writing process. This research uses the qualitative approach and divided into two phases. Each phase is applied with the following process: 1) planning, 2) implication, 3) observation, and 4) reflection. The data are collected from the teachers’ activity and students’ activity, whereas the instrument of this research is test and documentation. The result of this research shows that the implication of PKn learning with demonstration method can improve the learning outcome to third year students  of SDIT Al-Kautsar, Ponggok, Blitar. This is proven by the average of learning outcome from pre-treatment is 56, in phase I is 69, and in phase II is 80. The classical mastery of subject in pre-treatment is 23%, in phase I is 38%, and in phase II is 92%. Based on the result, it can be concluded that the implication of PKn learning with demonstration method can improve the learning outcome to the third year students of SDIT AL-Kautsar, Pomggok, Blitar. Therefore, it is recemended to the teachers to employs the demonstration teaching methodin Pkn learning

    Penggunaan Model Permainan Berbasis Teori Dienes Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perkalian Pada Siswa Kelas II SDN Dadaprejo 01 Batu

    No full text
    ABSTRAK   Nastiti, D. 2011. Penggunaan Model Permainan Berbasis Teori Dienes untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perkalian Siswa Kelas II A SDN Dadaprejo 01 Batu. Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan KSDP. Program S1 PGSD. Pembimbing (1) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd., MPd., (2) Dra. Sri Harmini, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: Model Permainan, Teori Dienes, Konsep Perkalian, Kelas II SD Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penggunaan model permainan berbasis teori Dienes pada materi perkalian di kelas II A SDN Dadaprejo 01 Batu; dan (2) Mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep perkalian setelah diterapkan model permainan berbasis teori Dienes pada siswa kelas II A SDN Dadaprejo 01 Batu. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus mellui 4 tahapan yang dikemukakan oleh Kurt Lewin antara lain (1) planning, (2) acting, (3) observasing, dan (4) refrecting. Subyek yang dikenai tindakan yaitu seluruh siswa kelas II A SDN Dadaprejo 01 Batu dengan banyak 21 siswa. Data dalam penelitin ini diambil dari hasil tes hasil observasi dan hasil catatan lapangan. Hasil penelitian dikemukakan sebgai berikut: (1) Pengguanaan model permainan berbasis teori Dienes pada materi perkalian di kelas II A SDN Dadaprejo 01 Batu menggunakan lima tahapan teori Dienes antara lain (a) tahap bermain bebas (free play); (b) tahap permainan (games); (c) tahap penelaahan kesamaan sifat (searching for communities); (d) tahap representasi (representasion); dan (e) tahap simbolisasi (symbolism); (2) Pemahaman konsep perkalian kelas II A setelah diberikan tindakan dengan penggunaan model permainan berbasis teori Dienes meningkat yang terlihat dari peningkatan presentase keberasilan siswa sebesar 33% dari pra tindakan ke tindakan siklus I, dan 28% dari siklus I ke siklus II. Saran dari peneliti ini dikemukakan sebagai berikut: (1) Pembelajaran dengan model permainan berbasis teori Dienes yan menggunakan 5 tahapan teori Dienes layak dipertimbangkan menjadi bentuk pembelajaran alternatif untuk konsep perkalian karena siswa kelas rendah sekolah dasar masih menyukai permainan; (2) Bagi guru disarankan hendaknya menggunakan model permainan berbasis teori Dienes pada materi perkalian untuk kelas II selanjutnya; (3) bagi peneliti lain yang akan menerapkan model permainan berbasis teori Dienes pada materi perkalian siswa kelas II disarankan untuk: (a)Menggunakan media benda konkret pada setiap siklus; (b) Menggunakan media benda konkret bermacam-macam agar siswa merasa senang; (c) Membatasi kegiatan siswa tanpa mematikan kretivitas siswa untuk berkreasi menemukan pengetahuan baru pada setiap tahap permainan yang dilalui untuk menjaga alokasi waktu

    Peningkatan Kemampuan Berbicara Dengan Menggunakan Metode Role Playing Pada Siswa Kelas V SDN II Plandaan Kabupaten Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK Yuliagustina, Martalita. 2011. Peningkatan Kemampuan Berbicara Dengan Menggunakan Metode Role Playing Pada Siswa Kelas V SDN II Plandaan Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Alif Mudiono, M.Pd, (2) Dra. Sutansi, M.Pd Kata kunci: kemampuan berbicara, metode role playing Hasil pengamatan pratindakan menunjukkan hasil penilaian pem-belajaran bahasa memperoleh nilai di bawah KKM yaitu beberapa kali ulangan keterampilan berbicara nilai rata-rata kelas hanya berkisar 59. Berdasarkan hasil tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan  metode Role Playing dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa Kelas V SDN II Plandaan Kabupaten Tulungagung, dan (2) mendeskripsikan peningkatan hasil pembelajaran metode Role Playing  pada siswa Kelas V SDN II Plandaan Kabupaten Tulungagung. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian yang dilakukan dengan dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dari observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi.  Hasil penelitian yang dilakukan  setelah menggunakan metode Role Playing  dalam keterampilan berbicara menunjukkan adanya peningkatan yaitu siswa yang mendapat nilai 70-80 persentasenya  dari 26,09 %  menjadi 39,13 % pada siklus I jika dibandingkan dengan kegiatan pratindakan, selain itu juga pada siklus II pertemuan 1 juga terdapat peningkatan dari siklus I yaitu dari 39,13 %  menjadi 52,17 %. Dan pada siklus II pertemuan 2 juga terdapat peningkatan dari siklus II pertemuan 2 yaitu siswa yang mendapat nilai antara < 50 mengalami penurunan dari 4,35 %  menjadi 0 %. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan metode Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia khususnya keterampilan berbicara. Dari hasil tersebut diharapkan agar senantiasa meningkatkan kualitas dan kinerjanya dengan menambah pengetahuan dan keterampilannya dalam menerapkan pembelajaran baru yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇