Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    Penerapan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penerapan Media Gambar Di Kelompok ATk Al-Hidayah Kedungbunder 02 Sutojayan Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Sulistiorini, Binti. 2013. Penerapan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penerapan Media Gambar Di Kelompok ATk Al-Hidayah Kedungbunder 02 Sutojayan Blitar. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Abdul Huda, M. Pd. (II) Suminah, Spd, M.Pd.   Kata kunci: kemampuan membaca, media gambar Penelitian ini berlatar belakang masih rendahnya kemampuan membaca anak dalam hal mengungkapkan gagasan atau ide untuk menyampaikan maksud. Hal ini disebabkan oleh kegiatan pembelajaran yang masih bersifat pasif. Kegiatan pembelajaran berpusat pada guru dan tidak adanya media gambar dan penampilan guru yang kurang menarik. Sehingga dari 21 anak, yang berani mengungkapkan idea tau gagasan hanya 5 anak, karena takut. Penelitaian ini bertujuan untuk : (1) mendeskrpsikan penggunaan media kartu gambar untuk meningkatkan kemampuan membaca pada kelompok A TK Al-Hidayah Kedungbunder 02 Sutojayan Blitar. (2) mendeskripsikan  peningkatan kemampuan membaca pada kelompok A TK Al-Hidayah Kedungbunder 02 Sutojayan Blitar. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian ini adalah 21 anak kelompok A TK Al-Hidayah Kedungbunder 02 Sutojayan Blitar. Instrumen penelitian ini meliputi  lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan hádala teknik analisis data secara kualitatif. Penelitian ini dilakukan 2 siklus dengan tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Proses pembelajaran pada penelitian ini dimulai dengan guru menunjukkan gambar pada anak, kemudian anak menirukan ucapan guru, lalu guru menggali pengetahuan anak dengan memberikan anak kesempatan megemukakan pendapatnnya atau idenya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan terhadap pelaksanaan pembelajaran dari pra tindakan kurang baik atau mencapai 52,1%, siklus I cukup baik atau mencapai 63%, pada siklus II menjadi sangat baik atau mencapai 72% dari jumlah siswa 21. Sedangkan hasil belajar siswa meningkat dari pra tindakan terdapat 14% siswa yang tuntas, siklus I terdapat 57% siswa yang tuntas belajar, dan pada siklus II menjadi 100% siswa yang tuntas belajar dari jumlah siswa 21. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan, dengan penerapan media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca anak kelompok A TK Al-Hidayah Kedungbunder 02. dapat disarankan agar guru menerapkan metode pembelajaran membaca menggunakan media kartu gambar ini agar siswa senang dalam mengikuti pembelajaran. Guru hendaknya juga menciptakan pembelajaran yang inovatif agar hasil belajar siswa dapat meningkat

    PEMANFAATAN MEDIA BIJI-BIJIAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBILANG ANAK KELOMPOK B TK RAUDLATUL FALAH TUREN MALANG

    No full text
    ABSTRAK Nisa, Fitroh, Khoirun. 2013. Pemanfaatan Media Biji-bijian Untuk Meningkatkan Kemampuan Membilang Anak Kelompok B TK Raudlatul Falah Turen Malang. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Tomas Iriyanto, S. Pd, M. Pd, (2) Drs. Usep Kustiawan, M. Sn Kata Kunci: Media biji-bijian, Kemampuan membilang, Anak Usia Dini. Penelitian ini berlatar belakang pada rendahnya kemampuan membilang anak dalam mengurutkan lambang bilangan dan membilang dengan benda. Hal ini disebabkan karena anak hanya sebatas hafal urutan bilangan tanpa mengetahui konsep dari bilangan itu sendiri. Selain itu guru terlihat monoton dalam memilih media yang digunakan untuk pembelajaran membilang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) bagaimana pemanfaatan media biji-bijian untuk meningkatkan kemampuan membilang anak kelompok B TK Raudlatul Falah Turen Malang, (2) apakah pemanfaatan media biji-bijian dapat meningkatkan kemampuan membilang anak kelompok B TK Raudlatul Falah Turen Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelompok B TK Raudlatul Falah Turen Malang berjumlah 23 anak. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observation), refleksi (reflection). Teknik pengumpulan data untuk mendukung penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik dokumentasi, instrumen penelitian, dan teknik analisis data. Hasil penelitian yang diperoleh dari pemanfaatan media biji-bijian terhadap kemampuan membilang anak kelompok B TK Raudlatul Falah Turen Malang dilakukan dengan cara membilang/menyebut urutan bilangan 1-20 dengan biji-bijian, membilang (mengenal konsep bilangan dengan biji-bijian) sampai 10, membuat urutan bilangan 1-10 dengan biji-bijian. Pemanfaatan media biji-bijian ini dapat meningkatkan kemampuan membilang anak kelompok B TK Raudlatul Falah Turen Malang terbukti dari hasil siklus-1 pertemuan I 68,65% dan siklus-1 pertemuan II 80,04%. Diperoleh hasil rata-rata 74% sehingga mengalami peningkatan siklus-1 sebesar 11,4% dan pada siklus-2 diperoleh hasil rata-rata 91% sehingga mengalami peningkatan pada siklus-2 kemampuan membilang anak sebesar 17%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan media biji-bijian dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan membilang/menyebut urutan bilangan 1-20, membilang (mengenal konsep bilangan dengan benda) sampai 10, dan membuat urutan bilangan 1-20 dengan benda. Pemanfaatan media biji-bijian dapat meningkatkan kemampuan membilang anak kelompok B TK Raudlatul Falah Turen Malang terbukti dari peningkatan siklus-1 ke siklus-2 sebesar 17%. Untuk itu bagi guru TK dalam pembelajaran kemampuan kognitif disarankan menggunakan media biji-bijian sehingga anak tidak merasa bosan, anak-anak juga tertarik untuk belajar dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengeksplorasi potensi dan kecerdasan yang dimiliki anak

    Peningkatan kemampuan siswa mengembangkan keterampilan proses melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learningpada pembelajaran IPA Kelas IV di SDN Sumberdadi Kecamatan Bakung

    No full text
    ABSTRAK   Widarto. 2012. Peningkatan kemampuan siswa mengembangkan keterampilan proses melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learningpada pembelajaran IPA Kelas IV di SDN Sumberdadi Kecamatan Bakung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Dra. Lilik Bintartik, M.Pd,(2) Dra. Hj. Wasih DS, M.Pd.   Kata Kunci: Peningkatan Keterampilan Proses, PendekatanCTL, Pembelajaran IPA. Hasil observasi pendahuluan pembelajaran IPA kelas IV SDN Sumberdadi menunjukkan bahwa pembelajaran IPA kelas IV dilaksanakan dengan metode ca-ramah dan Tanya jawab. Kondisi ini berakibat keterampilan proses siswa tidak dapat berkembang. Kenyataan ini menginspriasi peneliti melakukan penelitian pembelajaran IPA untuk meningkatkan kemampuan siswa mengembangkan kete-rampilan proses. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap dan mendeskripsikan: (1) pelaksanaan pembelajaran IPA kelas IV pada tahap pra tindakan; (2) kemampuan siswa mengembangkan keterampilan proses dalam pembelajaran IPA pada tahap pratindakan; (3) pelaksanaan pembelajaran IPA kelas IV dengan menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning pada setiap siklus; (4) kemampuan siswa mengembangkan keterampilan proses dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning pada tiap siklus; dan (5) peningkatan kemampuan siswa mengembangkan keterampilan proses dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus terdiri atas 3 pertemuan. Subjek penelitian siswa kelas IV sebanyak12 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengamatan, wawancara, dokumentasi,  dan catatan lapangan pada saat kegiatan tindakan dilakukan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA kelas IV pada tahap pratindakan mencapai kualifikasi kurang baik dengan persentase keterca-paian 26,8%. Kemampuan siswa mengembangkan keterampilan proses pada tahap pratindakan nilai yang dicapai pada kualifikasi kurang baik dengan persentase ke-tercapaian 13%. Pembelajaran IPA kelas IV pada siklus I pertemuan pertama, ke-dua dan ketiga mencapai persentase dan kualifikasi berturut-turut 88% (sangat baik), 88% (sangat baik), 90% (sangat baik). Peningkatan pencapaian persentase-nilai pembelajaran sebesar 61.2% terjadi dari pembelajaran pada tahap pratindakan menuju pertemuan pertama siklus I. Pembelajaran IPA kelas IV pada siklus II  pertemuan pertama, kedua dan ketiga mencapai persentase dan kualifikasi bertu-rut-turut 92% (sangat baik), 94% (sangat baik), 98% (sangat baik). Pelaksanaan pembelajaran IPA kelas IV mengalami peningkatan sedikit demi sedikit mulai pertemuan pertama siklus I sampai pertemuan ketiga siklus II dengan persentase-peningkatan rata-rata sebesar 2%. Kemampuan siswa mengembangkan keterampi-lan proses pada siklus I pertemuan pertama, kedua, dan ketiga mencapai persenta-sedan kualifikasi berturut-turut57% (cukup baik), 65% (cukup baik) 68% (cukup baik). Kemampuan siswa mengembangkan keterampilan proses padasi klus II per-temuan pertama, kedua, dan ketiga mencapai persentase dan kualifikasi berturut-turut 69% (cukup baik), 72% (baik) 77% (baik). Kemampuan siswa mengalami peningkatan sedikit demi sedikit mulai pertemuan pertama siklus I sampai perte-muan ketiga siklus II dengan rata-rata peningkatan sebesar 4,4%. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Pelaksanaan pendekatan pembela-jaran CTL pada pembelajaran IPA kelas IV dengan kriteria sangat baik dapat meningkatkan kemampuan siswa mengembangkan keterampilan proses dengan kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian ini,maka disarankanbahwadalam mengajar, guru hendaknya menggunakan pendekatan pembelajaran CTL dalam pembelajaran IPA untuk mengembangkan keterampilan proses. Mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, dan lembar kerja kelompok dengan matang sebelum menerapkan Pendekatan pembelajaran CTL dalam pembelajaran IPA.  Guru hendaknya membimbing siswa dalam pembelajaran yang menggunakan Pendekatan Pembelajaran CTL agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan efektif

    Pengembangan Soal Evaluasi Interaktif Mata Pelajaran IPA Materi Hubungan Makhluk Hidup Dengan Lingkungan Kelas IV Sekolah Dasar

    No full text
    ABSTRAK Tag, Ertoha. 2013. Pengembangan Soal Evaluasi Interaktif Mata Pelajaran IPA Materi Hubungan Makhluk Hidup dengan Lingkungan Kelas IV Sekolah Dasar. Skripsi,Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sukamti, M.Pd, (2) Dra. Harti Kartini, M.Pd   Kata Kunci: pengembangan, soal evaluasi, interaktif   Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan,ditemukan fakta bahwa dari evaluasi hasil belajar berupa tes tulis yang selama ini dilakukan, siswa merasa kurang tertarik terhadap jenis evaluasi tersebut. Dari soal mengenai ketidak-tertarikan siswa dengan pilihan jawaban evaluasi, tugas, dan kegiatan pembelajar-anditemukan sejumlah 48,28% siswa menyatakan kurang tertarik terhadap evaluasi hasil belajar berupa tes tulis 37,93% kurang tertarik terhadap tugas-tugas, dan 13,79% siswa menyatakan kurang tertarik terhadap pembelajaran yang selama ini dilakukan. Data ini didukung oleh pernyataan guru yang dituliskan dalam kuesioner bahwa evaluasi hasil belajar yang selama ini dilakukan berupa tes tulis. Permasalahan yang ada disini adalah tentang usaha menciptakan suasana evaluasi hasil belajar yang menarik sehingga menumbuhkan ketertarikan bagi siswa.Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini mengambil fokus pengembangan dari bentuk tes tulis ke dalam bentuk interaktif berbasis komputer yang diharapkan dapat menjadi suatu pembaharuan dalam hal penyajian soal evaluasi yang menarik dengan mempertimbangkan kemenarikan dan kemudahan dalam pengoperasian produk. Penelitian untuk menghasilkan produk ini menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg dan Gall dengan langkah yang meliputi langkah-langkah pengembangan dan langkah-langkah validasi produk. Langkah-langkah yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi analisis kebutuhan, pengembangan produk awal yang dilanjutkan dengan uji validitas produk, uji coba produk, dan revisi. Berdasarkan hasil analisis data validasi produk oleh ahli pembelajaran IPA SD diperoleh rata-rata persentase validitas 86,67% dan ahli media 84,8%. Ber-dasarkan data ini maka produk dinyatakan telah layak secara teoritikdigunakan sebagai salah satu bentuk evaluasi di pada kelas IV SD. Dari hasil uji coba dengan menggunakan 12 siswa diperoleh persentase 84,82%. Data persentase di atas menunjukkan bahwa produk soal evaluasi interaktif ini memiliki tingkat validitas yang tinggi dengan kriteria kelayakan layak tanpa revisi. Berdasarkan hasil analisis data ini diperoleh kesimpulan bahwa produk sudah layak secara praktik sebagai salah satu bentuk soal evaluasi hasil belajar.             Saran-saran yang diajukan berdasarkan kajian produk ini meliputi saran pemanfaatan, saran diseminasi, dan saran pengembangan lebih lanjut. Saran pemanfaatan yang diajukan yaitu hendaknya produk dimanfaatkan dengan menggunakan komputer yang memenuhi spesifikasi minimal. Saran diseminasi yaitu ditinjau dari kelebihan produk, guru dan pemerintah hendaknya beralih ke soal evaluasi interaktif. Saran pengembangan lebih lanjut yaitu untuk peneliti selanjutnya supaya mengembangkan produk yang masih offline menjadi online

    penerapan model pembelajaran predict, observe, and explain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran ipa kelas v sdn pisangcandi 4 malang

    No full text
    ABSTRAK   Ayu Ningtyas, Winda. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Predict, Observe, and Explain (POE) untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA Kelas V SDN Pisangcandi 4 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Agus Triwidjaja, M. Pd, (II) Dra. Sri Estu Winahyu, M. Pd.   Kata kunci: Pembelajaran IPA, Model POE   Model POE merupakan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa melalui tahap predict, observe, dan explain. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam membuat prediksi, melakukan percobaan, dan menjelaskan hasil percobaan masih belum dikembangkan. Hal ini akibat dari pembelajaran yang belum memberikan kesempatan pada siswa untuk memprediksi, belum memotivasi untuk mengumpulkan data percobaan yang sesuai, dan belum membimbing untuk menjelaskan data hasil percobaan. Dampak dari pembelajaran tersebut, siswa yang tuntas hasil belajarnya hanya mencapai 40% atau sebanyak 10 siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) penerapan model POE pada pembelajaran IPA, (2) aktivitas siswa saat diterapkan model POE, dan (3) hasil belajar siswa melalui penerapan model POE. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Pisangcandi 4 yakni 11 perempuan dan 14 laki-laki. Rancangan penelitian ini adalah PTK bentuk kolaboratif partisipatoris dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi di setiap pertemuannya. Hasil dari penelitian tersebut dapat dilihat dari penilaian aktivitas belajar siswa. Rata-rata nilai aktivitas belajar siswa di siklus I mencapai 66,12 meningkat menjadi 76,24 di siklus II. Hasil belajar siswa setelah penerapan model POE juga mengalami peningkatan. Jumlah siswa yang tuntas hasil belajarnya di siklus I dengan KKM 70 mencapai 68% meningkat menjadi 80% di siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya peningkatan pembelajaran, aktivitas dan hasil belajar siswa setelah penerapan model POE. Penerapan model POE terbukti dapat mengaktifkan siswa dalam membuat prediksi, mengumpulkan data yang sesuai dengan kegiatan percobaan, dan menjelaskan hasil percobaan yang dilakukan. Peningkatan aktivitas saat penerapan model POE berkaitan juga dengan peningkatan  keterampilan proses memprediksi, mengobservasi, dan menjelaskan pada diri siswa. Hal tersebut akhirnya juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran yang terkait dengan penelitian ini  adalah dibutuhkannya pertanyaan-pertanyaan pengarah yang nantinya dapat membantu siswa dalam membuat prediksi pada tahap predict. Perlu disiapkan juga pertanyaan-pertanyaan penggali dan beberapa buku sumber untuk membimbing siswa dalam tahap explain. Pada tahap predict sebaiknya siswa diberikan kesempatan untuk membuat prediksinya masing-masing

    Penerapan Media Teka-Teki Silang untuk Meningkatkan Partisipasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SDN Jatimulyo 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

    No full text
    ABSTRAKSuprapti. 2013. Penerapan Media Teka-Teki Silang untuk Meningkatkan Partisipasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SDN Jatimulyo 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Toha Mashudi, S. Pd M. Pd, (II) Dra. Sri Sugiharti, M. Pd.Kata Kunci: Penerapan Media Teka-Teki Silang, Partisipasi Belajar , Hasil Belajar, IPS SDBerdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa kelas IV di SDN Jatimulyo 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, ditemukan fakta bahwa guru masih mengajar secara konvensional, pembelajaran lebih terpusat pada guru. Partisipasi siswa selama pembelajaran juga kurang. Saat pembelajaran berlangsung, terdapat beberapa siswa yang tidak memperhatikan pelajaran, siswa ada yang berbicara sendiri, menggambar dan bermain kertas dengan temannya. Sedangkan dari hasil dokumentasi sekolah ditemukan fakta bahwa dari jumlah keseluruhan siswa kelas IV SDN Jatimulyo 1 Malang yaitu 15 siswa, hanya 5 siswa atau 33,3% yang hasil ulangannya mencapai atau lebih dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (≥68), sedangkan 10 siswa lainnya atau 66,7% siswa, nilainya kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

    Penerapan Model Tari Bambu Pada Pembelajaran Berbicara Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa Kelas V SDN 2 Pringapus Kabupaten Trenggalek

    No full text
    ABSTRAK   Rozhana, Kardiana Metha. 2013. Penerapan Model Tari Bambu Pada PembelajaranBerbicara untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa KelasV SDN 2 Pringapus Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Fakultas IlmuPendidikan, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah,Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas NegeriMalang. Pembimbing: (1) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd, (2) Drs. UsepKustiawan, M.Sn.   Kata Kunci : Model Tari Bambu, Pembelajaran Berbicara, Kemampuan BerfikirKreatif Permasalahan yang terjadi di SDN 2 Pringapus Kabupaten Trenggalek yaitusiswa kurang maksimal dalam pembelajaran hal ini dikarenakan guru dalam prosesbelajar belum menggunakan RPP, belum menggunakan media, masih menggunakanmetode ceramah atau dekte, dan siswa mengerjakan LKS sebagai penilaian, selain ituguru tidak pernah memberikan soal sebab akibat serta penyelesaian suatu masalah.Permasalahan tersebut mengakibatkan kurang berkembangnya konsep berfikir. Gurukelas masih menyampingkan pembelajaran berbicara. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan model tari bambupada pembelajaran berbicara, dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berfikirkreatif setelah diterapkan model tari bambu pada pembelajaran berbicara siswa kelasV SDN 2 Pringapus Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metodepenelitian diskriptif kualitatif dengan jenis penelitian ini menggunakan desainpenelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, yaitu siklus-1 dansiklus-2 dengan subjek penelitian siswa kelas V SDN 2 Pringapus yang berjumlah 18siswa. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama yaitu sebagai pelaksana,pewawancara, dan pengumpul data. Peneliti juga bertindak sebagai perencanatindakan yaitu membuat rancangan pembelajaran dan pelaksana kegiatanpembelajaran. Penerapan siklus-1 dan siklus-2 melalui 4 tahap yaitu (1) penjelasan topik; (2)pengerjaan kerangka berfikir; (3) penerapan model tari bambu; (4) secara bergantiansiswa menjelaskan informasi yang diperoleh dari penerapan model. Penilaian berfikirkreatif yaitu: (1) kelancaran berbicara; (2) variasi jawaban; (3) orisinalitas; (4)elaborasi. Hasil kemampuan berfikir kreatif pada pembelajaran berbicaramenunjukkan bahwa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan modeltari bambu mengalami peningkatan, pada siklus-1 dengan ketuntasan siswa 44,44%dan pada siklus-2 ketuntasan siswa 88,88%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model tari bambu padapembelajaran berbicara untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa kelasV SDN 2 Pringapus Kabupaten Trenggalek mengalami peningkatan, dan dikatakanberhasil. Namun, sebaiknya guru lebih kreatif dan inovatif untuk melaksanakanpembelajaran agar lebih baik dan dapat mengaktifkan siswa

    PENGGUNAAN MEDIA GEO-SERBU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK A TK PKK KARANGSARI KOTA BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Yanuarti, Betha. 2013. Penggunaan Media Geo-Serbu Untuk MeningkatkanKemampuan Kognitif Anak Kelompok A Di TK PKK Karangsari KotaBlitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Pra Sekolah,Program studi S1 PG PAUD, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd, (II) Suryadi, S.Sn.   Kata Kunci: media geo-serbu, kemampuan kognitif, anak kelompok A Kemampuan kognitif di TK PKK Karangsari masih tergolong rendahterutama dalam pengenalan bentuk-bentuk geometri. Hal ini dikarenakan  masihbanyak guru yang belum mampu memberikan pembelajaran yang menyenangkanuntuk anak. Pembelajaran masih terpusat pada guru, sehingga anak kurang aktifdalam pembelajaran. Suasana belajar yang monoton tanpa penggunaan mediamembuat anak bosan belajar di dalam kelas. Hasil observasi menunjukkan 7 dari21 anak yang mampu mengelompokkan benda sejenis, menunjukkan bendamenurut ciri-ciri tertentu, menyebutkan benda di sekitar anak menurut bentuk.Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan kegiatan perbaikan denganmenggunakan media Geo-Serbu. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: (1) bagaimana penggunaanmedia Geo-Serbu dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak kelompokA di TK PKK Karangsari Kota Blitar, (2) apakah penggunaan media Geo-Serbudapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak kelompok A di TK PKKKarangsari Kota Blitar. Penelitian menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yangdilakukan dalam 2 siklus yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu perencanaan,pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Instrumen yangdigunakan dalam mengumpulkan data berupa instrumen observasi, catatanlapangan, dan foto. Berdasarkan hasil analisis data nilai klasikal anak menunjukkan bahwapelaksanaan penggunaan media Geo-Serbu dapat meningkatkan kemampuankognitif anak kelompok A di TK PKK Karangsari Kota Blitar. Berdasarkanobservasi pra tindakan anak kurang konsentrasi dalam belajar karena penggunaanmedia yang masih minim, sehingga anak mudah bosan. Setelah diadakan tindakanperbaikan menggunakan media Geo-Serbu anak lebih konsentrasi padapembelajaran dan anak sangat antusias. Hasil ketuntasan klasikal anak pada siklusI 61,90% dan meningkat menjadi 100% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan mediaGeo-Serbu dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok A TK PKKKaragsari kota Blitar. Sehingga disarankan untuk kepala sekolah supayamelengkapi sarana dan prasarana seperti media Geo-Serbu meningkatkankemampuan kognitif anak di Taman Kanak-kanak

    Pengaruh penggunaan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw terhadap Hasil Belajar Bangun Ruang Siswa Kelas V SDN Kepanjen 02.

    No full text
    ABSTRAK   Mathematic learning purpose  is the student can use reasoning at system and characteristic, do mathematic manipulation to make generalitation, explain the idea and mathematic declaration, so it’s hope there is an innovative learning model and able to create that learning purpose. But in fact mathematic learning still teacher center and use speech method, which make unoptimum student study result. One  of good solution to make increase study result with space built that is jigsaw coopertaive learning. This research purpose o make equivalent VA student study result which use jigsaw cooperative learning model with VB student use conventional learning in mathematic learning space built. This  research program use quasi experimental research. The instrument in this research are pre test and post test question. Analysis technical data use t experimental at firs student able result and the last student able with prerequisite experiment normality and homogenity analysis. This research result that jigsaw cooperatif learning model give the influence from the student result. It can know from the experiment student average which use jigsaw cooperative model from the beginning 58,75 with the higher mark is 80 and the lower is 30. The average increase become 77,5 with higher mark is 100 and the lower mark is 40 and 5 student from 40 student or 12% student get the lower mark under the average is 70. From the pre test and post test  experience it can increase 31%. The last average student able in experiment class is 70 up so space built mathematic matery show the good result. The positive impact in this research, attention, consentration and student motivation from increase learning proses. During learning go on, the intraction between the teacher and student become fine. The student can do group activities appropriate with the steps jigsaw model aplication until the student can think critical, learning experience become more pleasure and student stronger prehention, so jigsaw model is very suitable to apply in Indonesia education which have high community self help.   ABSTRAK   Pembelajaran matematika bertujuan agar siswa mampu menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, sehingga diharapkan adanya model pembelajaran yang inovatif dan mampu mewujudkan tujuan pembelajaran tersebut. Namun dalam kenyataannya pembelajaran matematika masih berpusat pada guru dan menggunakan metode ceramah yang berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang optimal. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar materi bangun ruang yaitu dengan pembelajaran kooperatif model jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar siswa kelas VA yang menggunakan pembelajaran kooperatif model jigsaw dengan siswa kelas VB yang menggunakan pembelajaran konvensional pada pembelajaran matematika materi bangun ruang. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental semu (Quasi experimental). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal pre test dan pos test. Teknik analisis data dengan menggunakan uji t pada hasil kemampuan awal siswa dan kemampuan akhir siswa yang diawali dengan uji prasyarat analisis normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa  pembelajaran kooperatif model jigsaw memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran kooperatif model jigsaw yang semula 58,75 dengan nilai tertinggi 80 dan terendah 30 rata-ratanya meningkat menjadi  77,5 dengan nilai tertinggi 100 dan terendah 40 serta terdapat 5 siswa dari 40 siswa atau 12% siswa yang mendapat nilai dibawak KKM 70.  Dari nilai hasil uji pre test dan post test dapat disimpulkan bahwa  nilai rata-rata siswa kelas eksperimen mengalami kenaikan sebesar 31%. Nilai rata-rata kemampuan akhir siswa kelas eksperimen sudah di atas KKM 70 sehingga pembelajaran matematika materi bangun ruang sudah menunjukkan hasil yang baik. Dampak positif dalam penelitian ini, perhatian, konsentrasi dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran semakin meningkat. Selama proses pembelajaran berlangsung, interaksi antara guru dan siswa menjadi baik. Siswa dalam melakukan kegiatan kelompok jigsaw sesuai dengan langkah-langkah penerapan model jigsaw sehingga siswa dapat berfikir kritis, pengalaman belajar menjadi lebih menyenangkan dan menguatkan pemahaman siswa sehingga model jigsaw sangat cocok diterapkan dalam pendidikan di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai gotong royon

    PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MELALUI MODEL EXAMPLE NON EXAMPLE PADA SISWA KELAS SDN KAUMAN 01 KOTA BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Leftafuran, Oktofina. 2012. Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi Melalui Model Example Non Example Pada Siswa Kelas V SDN Kauman 01 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suhel Madyono, M. Pd, dan Pembimbing (II) Dra. Sri Nuryati, M. Pd.   Kata Kunci : keterampilan, menulis deskripsi, model example non example. Berdasarkan hasil observasi permulaan yang telah dilakukan oleh peneliti di SDN Kauman 01 Kota Bitar, pada pelaksanaan pembelajaran keterampilan  ditemukan suatu masalah yaitu dari 11 siswa hanya 2 orang saja yang nilainya dapat mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditetapkan yaitu 60, sedangkan 9 siswa masih belum dapat mencapai KKM. Banyaknya siswa yang mendapat nilai dibawah KKM disebabkan karena pembelajaran berpusat pada guru dan model pembelajaran yang digunakan guru kurang menari. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah penerapan model example non example dalam meningkatkan keterampilan menulis deskripsi di kelas V SDN Kauman 01 Kota Blitar? (2) Apakah model example non example dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi di kelas V SDN Kauman 01 Kota Blitar?Metode penelitian yang digunakan adalah PTK. Langkah-langkah penelitian berupa perencanaan pelakanaan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh berupa hasil tes, lembar hasil observasi dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan.   Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran example non example di SDN Kauman 01 Kota Blitar diterapkan dalam tujuh langkah yaitu : (a) Guru mempersiapkan gambar example non example; (b) Guru menempelkan gambar example non example dipapan tulis; (c) Guru menjelaskan cara menganalisis gambar; (d) Guru membentuk kelompok dengan anggota 3-4 siswa untuk menganalisis dan mendiskusikan gambar example dan non example; (e) Siswa membacakana hasil diskusi kelompok dan kelompok lain mengomentar; (f) Guru menjelaskan materi berdasarkan hasil diskusi kelompok; (g) Siswa membuat kesimpulan tentang “Menulis Deskripsi”, setelah menggunakan model pembelajaran example non example dalam pembelajaran menulis deskripsi meningkat. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata pratindakan 41,81 dan tindakan siklus I adalah 50,45, dan tindakan siklus II adalah 80,73. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui model example non example pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi karangan deskripsi pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan dari 50 % menjadi 100 % siswa tuntas belajar dari 11 siswa.   Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model example non example dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas V SDN Kauman 01 Kota Blitar. Oleh karena itu disarankan bagi guru dan pihak sekolah agar menggunakan model example non example untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇