Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI MENGHARGAI PENINGGALAN SEJARAH DI INDONESIA KELAS IV SEKOLAH DASARABSTRAK Prastowo,Bayu Aji. 2013. Pengembangan Multimedia Pada Mata Pelajaran IPS Materi Menghargai Peninggalan Sejarah Di Indonesia Ke
ABSTRAK Prastowo,Bayu Aji. 2013. Pengembangan Multimedia Pada Mata Pelajaran IPS Materi Menghargai Peninggalan Sejarah Di Indonesia Kelas IV Sekolah Dasar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Imam Nawawi, M.Si, (2) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn Kata Kunci: pengembangan, multimedia, IPS Berdasarkan data observasi awal dari penyebaran angket diperoleh data 54,07% siswa menyatakan bahwa pembelajaran IPS yang selama ini dilakukan jarang memanfaatkan media pembelajaran. Hal ini tampak pada jawaban sejumlah 63,81% siswa menyatakan bahwa penerapan kegiatan belajar jarang menggunakan variasi-variasi tertentu. Salah satu dari bentuk variasi pembelajaran adalah dengan menggunakan variasi media pembelajaran. Tujuan dari pembelajaran yang bervariasi adalah untuk menghindarkan siswa pada kebosanan. Berdasarkan masalah ini penelitian ini mengambil fokus pengembangan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang bervariasi dalam bentuk macromedia flash player . Penelitian ini menggunakan jenis penelitian R&D (Research dan Development). Adapun tujuan dari penelitian dan pengembangan ini meliputi, 1) menghasilkan produk yang valid menurut ahli materi, 2)menghasilkan produk yang valid menurut ahli media, 3) menghasilkan produk yang efektif menurut hasil uji coba produk. Dalam pengembangan produk ini digunakan model penelitian dan pengembangan dari Sadiman. Langkah-langkah tersebut dimodifikasi sehingga didapatkan langkah-langkah yang meliputi:1) identifikasi kebutuhan,2) rumusan tujuan , 3) pengumpulan bahan, 4) pengembangan materi pelajaran, 5) penulisan naskah media, 6) penyusunan prototype, 7) proses produksi, 8) tahap validasi, 9) revisi. Berdasarkan hasil analisis data validasi produk oleh ahli pembelajaran IPS SD diperoleh rata-rata persentase validitas 88,19% dan ahli media 86,7%. Berdasarkan data ini maka produk dinyatakan telah layak secara teoritik digunakan sebagai salah satu bentuk media pembelajaran di kelas IV SD. Dari hasil uji coba dengan menggunakan 27 siswa diperoleh persentase 90%. Data persentase di atas menunjukkan bahwa produk soal media pembelajaran ini memiliki tingkat validitas yang tinggi dengan kriteria kelayakan layak tanpa revisi. Berdasarkan hasil analisis data ini diperoleh kesimpulan bahwa produk sudah layak secara praktik sebagai salah satu media yang digunakan dalam pembelajaran IPS SD. Saran-saran yang diajukan berdasarkan kajian produk ini meliputi saran pemanfaatan, saran diseminasi, dan saran pengembangan lebih lanjut. Saran pemanfaatan yang diajukan yaitu hendaknya produk dimanfaatkan dengan menggunakan komputer yang memenuhi spesifikasi minimal. Saran diseminasi yaitu ditinjau dari kelebihan produk, guru dan pemerintah hendaknya beralih ke media pembelajaran yang berbasis komputer. Saran pengembangan lebih lanjut ditujukan untuk peneliti selanjutnya supaya menguji tingkat keefektifitas produk
hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan kecerdasan interpersonal anak di TK Al-Hidayah X Kauman-Kota Blitar
ABSTRAK Khodijah, Siti. 2013. Hubungan Antara Pola Asuh Orangtua dengan Perkembangan Kecerdasan Interpersonal Anak di TK Al-Hidayah X Kauman Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd, (II) Drs. Abdul Huda, M.Pd. Kata kunci: Pola Asuh Orangtua, Kecerdasan Interpersonal Anak, Anak TK Pola asuh orang tua merupakan bentuk interaksi antara orang tua kepada anaknya untuk mendidik, membimbing dan merawat serta melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yaitu: (1) bagaimana pola asuh orang tua di TK Al-Hidayah X Kauman Kota Blitar, (2) bagaimana perkembangan kecerdasan interpersonal anak di TK Al-Hidayah X Kauman Kota Blitar, (3) apakah terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan kecerdasan interpersonal anak di TK Al-Hidayah X Kauman Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket/ kuesioner. Sampel penelitian ini adalah sampel total (110 anak). Validitas instumen diuji menggunakan rumus Product Moment Pearson dan reliabilitasnya diuji menggunakan rumus koefisien Alpha. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi Product Moment Pearson dan analisis persamaan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orangtua anak di TK Al-Hidayah X Kauman Kota Blitar pada umumnya berpola asuh demokratis. Kecerdasan interpersonal anak di TK Al-Hidayah X Kauman Kota Blitar pada umumnya memiliki kecerdasan interpersonal dengan tingkatan matang. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan perkembangan kecerdasan interpersonal anak di TK Al-Hidayah X Kauman Kota Blitar. Pola asuh orang tua memberikan sumbangan sebesar 52.5% dan sisanya 47.5% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini, diantaranya faktor lingkungan di masyarakat maupun tayangan televisi yang tidak mendidik. Saran-saran yang dapat disampaikan hendaknya orang tua dalam mendidik anak dapat membatu meningkatkan kemampuan anak untuk dapat bersopan santun yang baik dan memiliki tata krama, karena kecerdasan interpersonal sangat diperlukan anak untuk dapat hidup berdampingan di masyarakat. Apabila ada peneliti mengambil judl yang sama hendaknya hasil peneliti ini ditindak lanjuti dengan memperluas populasi sehingga aplikasinya lebih lua
Profil Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi (Studi Kasus di SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang)
ABSTRAK Nurpridayanti, Purwa Anis. 2013. Profil Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi(Studi Kasus di SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang). Skripsi, JurusanKependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan,Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Abd. Huda, M.Pd.,Pembimbing (II) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: penyelenggaraan, pendidikan inklusi Adanya fakta anak tamatan SLB tidak mudah diterima oleh masyarakat,karena penyelenggaraan pendidikan yang terpisah dari anak-anak pada umumnyasehingga kurang sosialisasi, maka pemerintah mencanangkan pendidikan inklusiyang dikukuhkan oleh Permen Diknas Nomor 70 Tahun 2009. Salah satupendidikan inklusi di Kota Malang, yaitu SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan, dan tindak lanjut dalam penyelenggaraanpendidikan inklusi di SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenispenelitian studi kasus. Sumber data diperoleh dari informan SDN Sumbersari 1Lowokwaru Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknikobservasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis datadalam penelitian kualitatif dilakukan selama dan setelah pengumpulan datadengan mengumpulkan data, menyajikan data, dan menyimpulkan data melaluitahap pra lapangan, pekerjaan lapangan, dan analisis data. Kehadiran penelitisebagai instrument kunci memungkinkan terjadinya bias atau prasangka pada diripeneliti, sehingga dilakukan uji kredibilitas dan teknik triangulasi.Diperoleh simpulan dari penelitian ini, yaitu perencanaan penyelenggaraanpendidikan inklusi di SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang mengacu padapetunjuk pelaksanaan dari Dinas Pendidikan, dan berpedoman pada UU Nomor20 Tahun 2003 dan Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009. Sekolah memilikipaguyuban reguler dan ABK. Pada pelaksanaannya terdapat sistem penerimaansiswa baru reguler dan ABK. Sekolah memiliki 18 siswa ABK dan terdapat lebihdari 10% siswa ABK di beberapa kelas. Sekolah melakukan diversifikasikurikulum, serta modifikasi silabus dan RPP. Perekrutan GPK dilakukan olehpihak sekolah melalui proses pelamaran kerja dan seleksi. Terdapat satu GPKlulusan S1 Pendidikan Matematika. GPK bukan ahli terapi, sementara tugas GPKmengisi jurnal pada waktu mendampingi siswa ABK dan saat melakukanpembelajaran. Sekolah memiliki keterbatasan pada tenaga pendidik yang barumemiliki tiga GPK, maka satu GPK cukup membuat satu PPI. Terdapat Shadowdari yayasan secara pribadi mendampingi satu siswa ABK. Pembelajaran antarasiswa reguler dan ABK berada pada kelas yang sama, khusus kelas VIpembelajarannya terkadang dilakukan di ruang sumber. Sekolah mendapatkanbanyak bantuan dari Dirjen PKLK (Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus).Sekolah telah meraih berbagai prestasi. Tindak lanjut yang dilakukan sekolah,yaitu evaluasi setiap akhir tahun dan workshop
PEMANFAATAN LINGKUNGAN LITERASI DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SDN SEMEN 5 KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Arty, Kurnia Lilin Pintanie. 2013. Pemanfaatan Lingkungan Literasi Dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa SDN Semen 5 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Thoha AR, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Sudarsini, M.Pd Kata Kunci: lingkungan literasi, minat baca, sekolah dasar Pendidikan ialah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi menjadi literate. Untuk menciptakan pelajar Sekolah Dasar yang literate diperlukan lingkungan literasi yang menunjang dalam mewujudkannya. Dalam lingkungan literasi kondisi belajar siswa diatur menjadi kondisi yang penuh dengan literatur sehingga kemampuan membaca siswa akan semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui profil lingkungan literasi di SDN Semen 5 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, 2) minat baca siswa di SDN Semen 5 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, 3) pemanfaatan lingkungan literasi dalam menumbuhkan minat baca siswa di SDN Semen 5 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara yang mendalam, kuosioner, dokumentasi, dan observasi. Kemudian analisis data dilakukan dengan melakukan reduksi data (reduction data), penyajian data (display data), dan verifikasi data (conclution drawing). Sedangkan untuk menjaga keabsahan data dilakukan perpanjangan pengamatan dan triangulasi. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Lingkungan literasi SDN Semen 5 memiliki aspek kelengkapan perpustakaan yaitu: a) tujuan penyelenggaraan lingkungan literasi, b) sarana dan prasarana lingkungan literasi, c) struktur organisasi, d) program dan pendanaan yang dilakukan lingkungan literasi SDN Semen 5, 2) Minat baca siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor yang meliputi faktor intern dan ekstern yang meliputi motivasi, sarana dan prasarana untuk menunjang minat siswa, 3) Pemanfaatan lingkungan literasi dalam menumbuhkan kegemaran minat baca siswa SDN Semen 5 yaitu: a) sebagai sarana untuk meningkatkan kegemaran dan kemampuan membaca, b) sebagai sarana untuk melatih siswa belajar mandiri, c) siswa dapat menyelesaikan tugas-tugas melalui bahan pustaka yang tersedia di lingkungan literasi, d) Sarana untuk mengembangkan informasi dan pengetahuan siswa, e) sebagai sarana rekreasi. Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah Bagi kepala sekolah SDN Semen 5 yaitu perlu adanya upaya untuk meningkatkan pengembangan lingkungan literasi. Terutama dalam pengadaan dan pendanaan fasilitas. Bagi pengelola lingkungan literasi SDN Semen 5 yaitu perlu adanya perencanaan dan pelaksanaan program perpustakaan yang lebih baik dan variatif. Sehingga lingkungan literasi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN 1-10 DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA LOKER CERDAS PADA ANAK KELOMPOK A DI TK MUSLIMAT NU 17 KEBONSARI
ABSTRAKMaisaroh, Any. 2013. Peningkatan Kemampuan Mengenal Bilangan 1-10 dengan Menggunakan Media Loker Cerdas Pada Anak Kelompok A di TK Muslimat NU 17 Kebonsari Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (1) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. (2) Wuri Astuti, S. Pd.Kata Kunci: Anak Kelompok A, Kemampuan Membilang 1-10, Media Loker Cerdas.Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan: dalam menstimulasi kemampuan kognitif, guru dalam memberikan pembelajaran menekankan pada lembar kerja siswa dan tanya jawab. Metode yang digunakan menjadi monoton, karena menekankan pada latihan-latihan dengan mengerjakan lembar kerja siswa dalam mengenalkan lambang bilangan pada anak. Dalam penyelesaian masalah maka peneliti menggunakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Media Loker Cerdas. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana penerapan Media Loker Cerdas dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan anak kelompok A dalam mengenal angka 1-10 di TK Muslimat NU 17 Kebonsari Malang (2) Apakah dengan penggunaan Media Loker Cerdas dapat meningkatkan kemampuan anak kelompok A dalam mengenal bilangan 1-10 di TK Muslimat NU 17 Kebonsari Malang.Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok A di TK Muslimat NU 17 Kebonsari Malang yang berjumlah 15 anak. Pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dihitung menggunakan rumus prosentase untuk setiap komponen penilaiannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan Media Loker Cerdas yang dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan perkembangan anak dapat meningkatkan kemampuan kognitif dengan langkah-langkah permainan yaitu, anak mengambil dadu, mendapat angka, kemudian memasangkan angka dengan gambar pada loker cerdas. Terdapat peningkatan pada siklus I kemampuan kognitif mencapai 65%, pada siklus II mengalami peningkatan mencapai 84,44 %. Peningkatan rata-rata kemampuan kognitif mencapai 19,44%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Media Loker Cerdas dapat meningkatkan kemampuan membilang 1-10 pada anak kelompok A di TK Muslimat NU 17 Kebonsari Malang. Bertitik tolak dari kesimpulan beberapa saran yang dikemukakan: (1)Lembaga Taman kanak-kanak, penelitian ini mampu untuk menciptakan variasi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak dalam dunia pendidikan (2) bagi guru, Jika guru menginginkan dapat meningkatkan mengenal membilang 1-10, maka dapat menggunakan Media Loker Cerdas dalam pembelajaran di kelas
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN HURUF KAPITAL DENGAN MODEL THINK TALK WRITE (TTW) DI KELAS III SDIT GLOBAL SCHOOL KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG
ABSTRAK Syafa’ati, Enis. 2013.Meningkatkan Kemampuan Menggunakan Huruf Kapital dengan Model Think Talk Write (TTW) di Kelas III SDIT Global School Malang Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhana Gipayana, M. Pd. (II) Drs. H. M. Thoha A.R, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Model Think Talk Write (TTW), Huruf Kapital, SD. Menulis merupakan proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan disampaikan penulis dapat dipahami pembaca. Dalam pembelajaran menulis, guru seharusnya menerapkan model yang tepat sehingga tujuan menulis tercapai. Kenyataannya, guru belum menerapkan model pembelajaran yang tepat sehingga mempengaruhi kemampuan siswa untuk menulis. Penelitian ini berawal dari masalah yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari di SDIT Global School Malang. Diantaranya ialah kesalahan hal penulisan huruf kapital. Misalnya pertama awal kalimat, nama kota, orang, bulan/hari,dan negara ditulis menggunakan kecil. Dengan demikian perlu tindakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penerapan model Think Talk Write dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan peningkatan kemampuan menulis menggunakan huruf kapital pada siswa kelas III SDIT Global School Kecamatan Sukun Kota Malang dengan model Think Talk Write. Penelitian ini menggunakan pendekatan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar soal evaluasi, lembar observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SDIT Global School yang berjumlah 25 siswa. Adapun untuk menganalisis data yang dikumpulkan digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan prosentase. Pembelajaran Think Talk Write berjalan dengan baik, kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir dilakukan guru dengan baik. Pada kegiatan awal, diawali dengan pemberian gambaran awal tentang langkah kegiatan pembelajaran Think Talk Write. Pada kegiatan inti, muncul langkah Think Talk Write mulai dari kegiatan membaca teks kemudian berdiskusi, presentasi, dan membuat catatan kecil dari hasil diskusi maupun hasil presentasi. Pembelajaran Think Talk Write menyajikan pembelajaran secara utuh dan terpadu. Keterampilan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara disajikan secara terpadu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prosentase penerapan model Think Talk Write sebesar 7%. Pada siklus I skor menunjukkan prosentase 89% dengan kategori “baik”, sedangkan pada siklus II skor menunjukkan 96% menjadi kategori “sangat baik”. Pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam menulis huruf kapital. Hasil evaluasi siswa dalam menjawab pertanyaan berdasarkan soal memperoleh nilai rata-rata 87, yang artinya terjadi peningkatan sebesar 3% dari pra tindakan. Tingkatan kesalahan siswa dalam menjawab soal juga berkurang. Pada siklus II, memperoleh nilai rata-rata 96, yang artinya terjadi peningkatan sebesar 9% dari siklus I. Berdasarkan paparan data dan temuan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa model Think Talk Write merupakan model menulis terbimbing antara guru dengan siswa, langkah kegiatan Think Talk Write diawali dengan kegiatan proses Think atau diskusi kelompok, kemudian Talk atau presentasi, dan langkah yang terakhir yaitu masing-masing siswa membuat catatan kecil untuk mencatat hasil diskusi atau presentasi kelompok. Kemampuan siswa dalam menulis huruf kapital juga mengalami peningkatan mulai dari pra tindakan sampai siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar penjelasan langkah-langkah pembelajaran lebih jelas dan rinci, perlunya motivasi dan penguatan saat pembelajaran
Peningkatan Kemampuan Sosial Emosional Anak Melalui Permainan Goyang-Goyang Air Pada Kelompok A TK Al Hidayah Tanggung Kota Blitar.
ABSTRAK Eka Nurdiani, Vivi. 2013. Peningkatan Kemampuan Sosial Emosional Anak Melalui Permainan Goyang-Goyang Air Pada Kelompok A TK Al Hidayah Tanggung Kota Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd (2) Drs. Tomas Iriyanto, S. Pd, M.Pd Kata Kunci : kemampuan sosial emosional, permainan goyang-goyang air, anak kelompok A Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di kelompok A TK Al Hidayah Tanggung Kota Blitar, dan ditemukan masalah dalam kemampuan sosial emosional yaitu anak belum bisa melakukan kerjasama dengan teman dan anak belum bisa menghargai pendapat antar teman satu dengan yang lain. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat dan suasana belajar yang kurang menyenangkan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan penerapan permainan goyang-goyang air pada anak kelompok A TK Al Hidayah Tanggung Kota Blitar dan; (2) mendeskripsikan pengembangan kemampuan sosial emosional melalui permainan goyang-goyang air pada anak kelompok A TK Al Hidayah Tanggung Kota Blitar. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah anak kelompok A yang berjumlah 18 anak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik data kualitatif dan kuantitatif yang meliputi cara reduksi data, penyajian data dan pemberian kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penerapan permainan goyang-goyang air pada anak kelompok A dapat berjalan baik sesuai dengan rencana, hal ini dibuktikan dengan hasil catatan lapangan guru anak sudah mampu melaksanakan permainan goyang-goyang air dengan baik. Dalam penerapan permainan goyang-goyang air hasil penilaian proses aktivitas anak pada siklus I sampai siklus II juga terus meningkat, (2) dari hasil observasi kemampuan sosial emosional dari pra siklus, siklus I sampai siklus II juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Dari analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan goyang-goyang air dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional anak kelompok A TK Al Hidayah Tanggung Kota Blitar. Disarankan bagi guru agar menerapkan permainan goyang-goyang air dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak dan bagi peneliti lain permainan goyang-goyang air ini dapat digunakan sebagai bahan penelitian untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan anak lainnya, seperti kognitif, fisik motorik, bahasa atau moral agama
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS IV SDN TANGGUNG 1 KOTA BLITAR
ABSTRAK Fransiskus Waitaby Abstrak: Berdasarkan hasil observasi di kelas IV SDN Tanggung 1 Kota Blitar, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia, guru lebih mendominasi proses pembelajaran, siswa terkesan pasif, guru masih menggunakan metode ceramah, pemberian tugas membaca dan mengafal, mengerjakan soal-soal dari penerbit tertentu, guru kurang telaten membiasakan siswa untuk selalu berkomunikasi lisan, serta tidak adanya media pembelajaran. Untuk meningkatkan pembelajaran berbicara dilakukan penelitian dengan menerapkan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini betujuan (1)Untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan CTL dalam peningkatan kemampuan berbicara siswa kelas IV SDN Tanggung 1 Kota Blitar. (2) untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan CTL dapat atau tidaknya meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas IV SDN Tanggung 1 Kota Blitar . Penelitian yang dilakukan ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus (putaran). Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian pada penerapan metode role playing diperoleh rata-rata persentase kegiatan siklus I 45,5%, % dan siklus II 87,8%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). dapat meningkatkan pembelajaran berbicara siswa. Kata kunci : Kemampuan berbicara, Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL
PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR 5E UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENJELASKAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SDN I BUNTARAN KECAMATAN REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK Rahayu, Lini Anggraeni. 2013. Penerapan Model Siklus Belajar 5E untuk Meningkatkan Keterampilan Menjelaskan Konsep dalam Pembelajaran IPA Siswa Kelas IV SDN I Buntaran Kecamatan RejotanganKabupaten Tulungagung. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd, (2) Dra. Hj. Wasih DS, M.Pd. Kata Kunci: keterampilan siswa menjelaskan konsep, siklus belajar 5E, dan pembelajaran IPA. Keterampilan siswa menjelaskan konsep merupakan keterampilan menerangkan secara gamblang hubungan antar fakta sehingga konsep tersebut dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk memecahkan masalah. Hasil dari observasi pendahuluan di SDN I Buntaran kelas IV menunjukkan bahwa keterampilan siswa menjelaskan konsep dalam pembelajaran IPA masih rendah. Ini disebabkan oleh pemilihan model pembelajaran yang kurang sesuai dengan karakreristik IPA. Guru lebih banyak berceramah dan siswa mendengarkan, membaca materi di buku, terkadang menjawab pertanyaan dari guru, serta siswa kurang diberikan kesempatan untuk mengungkapkan ide-idenya selama pembelajaran. Oleh karena itu, diadakan penelitian untuk meningkatkan keterampilan siswa menjelaskan konsep dalam pembelajaran IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses belajar siswa dalam pembelajaran IPA selama tahap pratindakan. Menjelaskan keterampilan siswa dalam menjelaskan konsep pada tahap pratindakan. Menjelaskan proses belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan menerapkan siklus belajar 5E pada setiap siklus.. Menjelaskan keterampilan siswa dalam menjelaskan konsep dengan menerapkan siklus belajar 5E pada setiap siklus. Menjelaskan peningkatan keterampilan siswa dalam menjelaskan konsep dengan menggunkan model siklus belajar 5E. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri atas 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang terdiri atas 9 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data digunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada tahap pratindakan siswa belajar dengan model pembelajaran semikonvensional dan siswa belum diberikan kesempatan mengungkapkan ide-idenya. Keterampilan siswa menjelaskan pada tahap pratindakan mendapat skor 18,78 dengan kualifikasi sangat kurang. Aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II lebih baik jika dibandingkan dengan tahap pratindakan. Pada akhir siklus I memperoleh skor 68 dengan kualifikasi cukup dan di akhir siklus II memperoleh skor 82 dengan kualifikasi baik. Peningkatan skor keterampilan siswa menjelaskan konsep cukup tajam dari tahap pratindakan ke akhir siklus I yaitu 44,55 poin. Sementara itu, peningkatan dari akhir siklus I ke akhir siklus II sebesar 18,11 poin. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Proses belajar IPA pada tahap pratindakan belum mengembangkan keterampilan menjelaskan. Keterampilan siswa menjelaskan konsep selama pembelajaran IPA pada tahap pratindakan belum berkembang atau masih rendah. Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan siklus belajar 5E pada masing-masing siklus mengalami peningkatan. Keterampilan siswa menjelaskan konsep dengan menerapkan siklus belajar 5E menjadi lebih baik tahap pratindakan. Terjadi peningkatan skor keterampilan siswa dalam menjelaskan mulai dari tahap pratindakan dengan skor 18,78 (sangat kurang) menjadi 61,33(cukup) pada pertemuan 3 siklus I dan skor meningkat lagi menjadi 79,44 (baik) pada pertemuan 3 siklus II. Jadi penerapan siklus belajar 5E yang baik dapat meningkatkan keterampilan siswa menjelaskan konsep dengan kualifikasi baik. Saran yang dapat diberikan antara lain siswa hendaknya aktif mengikuti pembelajaran dan berani mengungkapkan pendapatnya. Guru hendaknya mempersiapkan pembelajaran yang inovatif dan kreatif agar dapat mengembangkan keterampilan proses pada diri siswa. Hendaknya sekolah mendorong agar para guru selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran
Penerapan Media Teka-Teki Silang untuk Meningkatkan Partisipasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SDN Jatimulyo 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang
ABSTRAK Suprapti. 2013. Penerapan Media Teka-Teki Silang untuk Meningkatkan Partisipasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SDN Jatimulyo 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Toha Mashudi, S. Pd M. Pd, (II) Dra. Sri Sugiharti, M. Pd. Kata Kunci: Penerapan Media Teka-Teki Silang, Partisipasi Belajar , Hasil Belajar, IPS SD Berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa kelas IV di SDN Jatimulyo 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, ditemukan fakta bahwa guru masih mengajar secara konvensional, pembelajaran lebih terpusat pada guru. Partisipasi siswa selama pembelajaran juga kurang. Saat pembelajaran berlangsung, terdapat beberapa siswa yang tidak memperhatikan pelajaran, siswa ada yang berbicara sendiri, menggambar dan bermain kertas dengan temannya. Sedangkan dari hasil dokumentasi sekolah ditemukan fakta bahwa dari jumlah keseluruhan siswa kelas IV SDN Jatimulyo 1 Malang yaitu 15 siswa, hanya 5 siswa atau 33,3% yang hasil ulangannya mencapai atau lebih dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (≥68), sedangkan 10 siswa lainnya atau 66,7% siswa, nilainya kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)