Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penerapan Model Children's Learning In Science (CLIS) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN Madyopuro 1 Kecamatan Kedungkandang Malang
ABSTRAK Kartikasari, Dwi. 2014. Pengaruh Penerapan Model Children’s Learning In Science (CLIS) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN Madyopuro I Kecamatan KedungkandangMalang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sukamti, M.Pd, (II) Drs. Dimyati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci:Model Children’s Learning In Science (CLIS),Hasil Belajar, IPA Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IIIA dan IIIB SDN Madyopuro 1, di sekolah dasar tersebut belum pernah menggunakan model Children’s Learning In Science (CLIS). Berdasarkan dokumen hasil belajar siswa mata pelajaran IPA diperoleh rata-rata nilai untuk kelas III A yaitu 71,9 dan rata-rata untuk kelas III B yaitu 71,2. Rata-rata nilai kedua kelas ini masih di bawah KKM yang sudah ditetapkan yaitu 73. Peneliti tertarik mengajukan modelChildren’s Learning In Science(CLIS) karena diyakini mampu memberi pengaruh terhadap hasil belajar IPA yang akan dicapai siswa. Model Children’s Learning In Science (CLIS)ini sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPA yang menanamkan konsep alam dan lingkungan pada anak. Tujuan dalam penelitian ini untuk menjawab rumusan masalah (1) bagaimanakah hasil belajar pada pembelajaran IPA materi Energi dan Perubahannya dengan menggunakan modelChildren’s Learning In Science (CLIS) pada siswa kelas III A (kelompok eksperimen) SDN Madyopuro 1 Kec. Kedungkandang Malang? (2) bagaimanakah hasil belajar pada pembelajaran IPA materi Energi dan Perubahannya tanpa menggunakan model Children’s Learning In Science (CLIS)/pembelajaran konvensional pada siswa kelas III B (kelompok kontrol) SDN Madyopuro 1 Kec. Kedungkandang Malang? (3) adakah pengaruh penerapan model Children’s Learning In Science (CLIS) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Madyopuro 1 Kec. Kedungkandang Malang? Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen). Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain nonequivalent kontrol groupdimana pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol akan diberi pretest dan posttest.Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 88 siswa kelas III SDN Madyopuro 1 Malang yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas IIIA dan IIIB. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh anggota populasi (seluruh siswa kelas III SDN Madyopuro 1). Instrumen yang digunakan yaitu dokumentasi (silabus, RPP, kisi-kisi soal) dan instrumen soal tes hasil belajar IPA (soal pretest dan posttest). Teknik analisis data yang digunakan berupa uji prasyarat dan uji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model Children’s Learning In Science (CLIS)terhadap hasil belajar IPA. Hasil tersebut diperoleh dari pengujian data kemampuan akhir (posttest) dan peningkatan hasil belajar (gainscore). Hasil pengujian data kemampuan akhir (posttest) dengan nilai probabilitas 1,9879). Sedangkan hasil pengujian data peningkatan hasil belajar (gainscore) diperoleh nilai probabilitas 1,9879). Berdasarkan hasil pengujian data kemampuan akhir (posttest) dan peningkatan hasil belajar (gainscore) tersebut berarti menolak Ho sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model Children’s Learning In Science (CLIS) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Madyopuro 1 Kecamatan Kedungkandang Malang. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan yaitu model Children’s Learning In Science (CLIS)berpengaruh terhadap hasil belajar IPA. Dalam menerapkan model Children’s Learning In Science (CLIS) disarankan guru menguasai tahapan-tahapan dalam penggunaan model Children’s Learning In Science (CLIS)serta membangun kesepakatan kepada siswa sebelum pembelajaran dimulai untuk tertib dan disiplin baik dari segi waktu atau proses pembelajaran
Penerapan Model Pembelajaran Index Card Match untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI di SDN Kedungsalam 5
ABSTRAK Dewi, Ratih Purnama. 2014. Penerapan Model Index Card Match untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Kelas VI di SDN Kedungsalam 5 Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sukamti, M.Pd(II) Dr. I Made Suardana, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Index card match, pembelajaran, IPASD. Pembelajaran IPA di kelas VI SDN Kedungsalam 5 masih berpusat pada guru. Siswa hanya melakukan kegiatan membaca, mendengarkan, dan menulis. Hal tersebut mengakibatkan suasana pembelajaran tidak memberikan kesan menyenangkan, apalagi untuk materi hewan dan tumbuhan langka yang cenderung bersifat hafalan membuat mereka kurang bersemangat mengikuti pembelajaran. Siswa yang pasif mengakibatkan nilai rata-rata hasil belajar siswa rendah dan di bawah KKM, hanya sebesar 66,82 dengan ketuntasan klasikal sebesar 40,91%. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan model Index Card Matchdalam pembelajaran IPA yang diterapkan pada materi sistem tata surya. Kemudian bagaimanakah aktivitas belajar siswa ketika pembelajaran berlangsung, dan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran IPA dengan menerapkan model Index Card Match. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Siklus Kemmis dan Taggart yang terdiri dari tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Kedungsalam 5 yang berjumlah 22 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai penerapan model IndexCard Match untuk keberhasilan penyusunan RPP sudah mendapatkan nilai maksimal yaitu 100%, sedangkan keberhasilan tindakan guru meningkat dari nilai rata-rata 91,67 % menjadi 100% pada siklus II. Aktivitas belajar siswa meningkat dari nilai rata-rata sebesar 70,24% di siklus I menjadi 80,16% di siklus II. Hasil belajar siswa meningkat menjadi 78,94 dengan ketuntasan klasikal sebesar 61,37% di siklus I, dan meningkat lagi menjadi 85,18 dengan ketuntasan klasikal mencapai 79,55% di siklus II. Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat memberikan kesimpulan bahwa penerapan model Index Card Match dapat meningkatkan pembelajaran IPA kelas VI SDN Kedungsalam 5. Penulis juga memberikan saran agar model ini dapat dipertimbangkan untuk diterapkan pada pembelajaran IPA khususnya pada materi yang cenderung bersifat hafalan sebagai salah satu alternatif dalam memilih dan menggunakan model yang sesuai untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA
Penerapan Model ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) Untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Kelas VC MIN Kepatihan Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK Wahyudi, Yusuf Eko. 2014.Penerapan Model ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) Untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Kelas VC MIN Kepatihan Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Estu Winahyu, M.Pd(2) Dr. I Made Suardana, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Model ARIAS, Pembelajaran IPA, SD Model ARIAS merupakan model pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasiterhadap pembelajaran IPA di Kelas VC,diperoleh fakta bahwa aktivitas siswa terbatas pada mendengar, mencatat, mengerjakan tugas, dan sesekali menjawab pertanyaan guru secara bersama-sama.Pembelajaran yang kurang melibatkan siswa mengakibatkan nilai rata-rata hasil belajar di bawah KKMyang ditetapkan sekolah sebesar 73.Dari 27 siswa, yang sudah memenuhi KKM sebanyak 12 siswa (44,4%) dengan nilai rata-rata klasikal sebesar 65,9. Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan(1) penerapanpembelajaran IPA dengan model ARIAS, (2) aktivitasbelajar IPA, dan (3) hasilbelajarIPA siswa kelas VC MIN Kepatihan Bojonegoro setelah penerapan model pembelajaran ARIAS. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VCyang berjumlah 27 siswa (15 laki-laki dan 12 perempuan).Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan tes. Analisis datasecara kualitatif dilakukan dengan tahap pemaparan data, reduksi data, kategorisasi data, pemaknaan, dan penyimpulan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenerapan model ARIAS pada pembelajaran IPA di kelas VC dapat dilaksanakan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan: (1) penerapan model ARIAS oleh guru pada siklus 1 yaitu 81,85 dan pada siklus 2 rata-ratanya meningkat menjadi 93,15, (2) aktivitas siswa pada siklus I memperoleh rata-rata 70,7 meningkat menjadi 82,5 pada siklus II, (3) hasil belajar siswa secara klasikal pada pratindakan memperoleh rata-rata 66,5, pada siklus I memperoleh rata-rata 66,52dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu rata-rata 80,09. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model ARIAS dapat meningkatkan pembelajaran IPA kelas VCMIN Kepatihan Bojonegoro. Untuk itu disarakan agar model ARIAS ini dapat dipertimbangkan untuk diterapkan pada pembelajaran IPA sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA.
Hubungan antara Kemampuan Membaca Intensif dengan Kemampuan Menceritakan Kembali Isi Dongeng pada Siswa Kelas III SDN Srengat 03 Blitar
ABSTRAK Mayasiwi, Ariana Fitin. 2014. Hubungan antara Kemampuan Membaca Intensif dengan Kemampuan Menceritakan Kembali Isi Dongeng pada Siswa Kelas III SDN Srengat 03 Blitar. Skripsi, Progam Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Hadi Mustofa, M.Pd. Kata kunci: membaca intensif, menceritakan kembali, dongeng, kemampuan. Membaca intensif adalah membaca yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memahami isi bacaan secara utuh dan mendalam. Pemahaman siswa terhadap suatu bacaan dapat diketahui dari kemampuannya menjawab soal-soal bacaan, mengemukakan gagasan pokok bacaan, membuat ringkasan isi bacaan, serta menceritakan kembali isi bacaan tersebut. Kegiatan menceritakan kembali isi bacaan baik secara lisan maupun tertulis merupakan salah satu teknik untuk mengembangkan kemampuan ekpresif siswa yang berhubungan dengan membaca pemahaman. Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa, siswa yang mencapai nilai tinggi dalam kemampuan memcaba intensif juga mencapai nilai tinggi dalam kemampuan menceritakan kembali isi dongeng, begitu pula sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti terinspirasi melakukan penelitian lebih lanjut dalam skripsi ini. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kemampuan membaca intensif dan kemampuan menceritakan kembali isi dongeng, serta untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kemampuan membaca intensif dengan kemampuan menceritakan kembali isi dongeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitiannya adalah noneksperimen, dengan metode penelitian deskriptif. Pola penelitian deskriptif yang digunakan adalah korelasional. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III yang berjumlah 37 siswa. Terdiri dari 19 siswa kelas III A dan 18 siswa kelas III B. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar tes kemampuan membaca intensif dan lembar tes kemampuan menceritakan kembali isi dongeng. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, untuk kemampuan membaca inten-sif nilai tertinggi 95, nilai terendah 30, dan nilai rata-rata 68,92. Nilai kategori tinggi (73,33 – 100) diperoleh 18 siswa, kategori sedang (46,67 – 73,33) diperoleh 13 siswa, dan kategori rendah (20 – 46,67) diperoleh 6 siswa. Sedangkan untuk kemampuan menceritakan kembali isi dongeng nilai tertinggi 95, nilai terendah 25, dan nilai rata-rata 72,03. Nilai kategori tinggi (75 – 100) diperoleh 20 siswa, kategori sedang (50 – 75) diperoleh 13 siswa, dan kategori rendah (25 – 50) diperoleh 4 siswa. Uji hipotesis dengan korelasi Product Moment diperoleh nilai rxy > rtabel (0,796 > 0,325) dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa, pencapaian kemampuan membaca intensif dan kemampuan menceritakan kembali isi dongeng berada pada kategori tinggi. Sedangkan untuk uji hipotesis, Ha diterima dan H0 ditolak, artinya ada hubungan positif antara kemampuan membaca intensif dengan kemampuan menceritakan kembali isi dongeng
Penggunaan Media Plastisin untuk Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Pecahan Siswa Kelas III SDN Mojolangu 1 Malang
ABSTRAK Wicaksono, H. 2014. The Use of Plasticine as a Media to Improve Story Problem Solving Ability of Smithers for third Grade Students of SDN Mojolangu 1 Malang. Thesis, Teacher Education Program Elementary School, Department of Elementary Education and Pre School, Faculty of Education, University of Malang. Mentors: (I) Dra. Sri Harmini, S.Pd., M.Pd. (II) Drs. Tumardi, S.Pd., M.Pd. Keywords: Plasticine as a Media, Story Problem Solving Ability, Fraction Story Problem. Based on the results of exploratory tests conducted by the researcher on mathematics learning of story problems in class for third grade SDN Mojolangu 1 Malang shows that, on average, students' ability in solving word problems is low at 43,7. This is because the students are not able to understand the purpose of the sentence on word problems and math learning activities on word problems that occur in the classroom could not optimize students' physical activity. During the lesson, students are highly optimized in any mental activity, and because of that, learning becomes less stable and meaningful for students. This study aims to describe the implementation of learning mathematics through the use of plasticine as a media to enhance the ability of students finishing fractions word problems. In addition, this study also aims to improve the ability to solve fraction word problems for students after using the plasticine as the media. The study design used is PTK model by Kemmis and Taggart Cycles, comprising the steps of an action plan, action, observation and reflection. This study was conducted in two cycles in simple fractions with the subject matter of research are third grade students of SDN Mojolangu 1 Malang as many as 13 students. The results showed that after implementing teacher learning about mathematics word problems through the use of plasticine as the media it can enhance students' ability in solving fraction word problems. The average ability students in solving word problems fraction increased from 77,4 in the first cycle up to 86,6 in the second cycle. Through the data analysis it can be concluded that the use of plasticine as a media, it can improve the ability to solve fraction word problems for third grade students of SDN Mojolangu 1 Malang. Suggestions by the researcher are the use of varied instructional media should always be held, in order to optimize the activity by students when learning, both physically and mentally
Pembelajaran Konseptual dan Prosedural untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan Senilai Siswa Kelas IV SDN Wonocatur Kediri
ABSTRAK Utama, Angger Yudha. 2013. Pembelajaran Konseptual dan Prosedural untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan Senilai Siswa Kelas IV SDNWonocatur Kediri: (1) Dra. Hj. Endang Setyo Winarni, M.Pd. (2) Drs. H.Syaiful Imam, S.Pd., M.Pd Kata kunci: pembelajaran konseptual, pembelajaran prosedural, hasil belajar,pecahan senilai Hasil observasi pra penelitian yang dilakukan oleh peneliti didapatkanbahwa siswa masih kesulitan dalam materi pecahan terutama pecahan senilai.Kesulitan tersebut dapat diketahui dari jawaban siswa yang salah dari jenis soaltentang pecahan senilai dan nilai siswa yang masih kurang dari KKM. Kondisitersebut disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu siswa kurangmemahami tentang konsep pecahan senilai. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan keterlaksanaanpembelajaran konseptual dan prosedural yang dapat meningkatkan hasil belajarpecahan senilai, (2) mendeskripsikan aktivitas siswa kelas IV SDN WonocaturKediri melalui penerapan pembelajaran konseptual dan prosedural, dan (3)mendeskripsikan hasil belajar pecahan senilai siswa kelas IV SDN WonocaturKediri melalui pembelajaran konseptual dan prosedural.Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklusterdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4)refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN Wonocatur Kediri denganjumlah 22 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran konseptual danprosedural pada materi pecahan senilai kelas IV mampu meningkatkan hasilbelajar siswa. Pada siklus 1 persentase ketuntasan belajar sebesar 82% lalu padasiklus 2 meningkat menjadi 100%. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan bahwapembelajaran konseptual dan prosedural dapat meningkatkan hasil belajar padamateri pecahan senilai siswa kelas IV di SDN Wonocatur Kediri. Dalampembelajaran konseptual dan prosedural yang harus diperhatikan yaitu pemberianbimbingan kepada siswa secara menyeluruh, penggunaan media konkret, danmemotivasi siswa agar lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatanpembelajaran
penerapan model pembelajaran predict, observe, and explain (poe) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran ipa kelas v sdn pisangcandi 4 malang
ABSTRAK Ayu Ningtyas, Winda. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Predict, Observe, and Explain (POE) untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA Kelas V SDN Pisangcandi 4 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Agus Triwidjaja, M. Pd, (II) Dra. Sri Estu Winahyu, M. Pd. Kata kunci: Pembelajaran IPA, Model POE Model POE merupakan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa melalui tahap predict, observe, dan explain. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam membuat prediksi, melakukan percobaan, dan menjelaskan hasil percobaan masih belum dikembangkan. Hal ini akibat dari pembelajaran yang belum memberikan kesempatan pada siswa untuk memprediksi, belum memotivasi untuk mengumpulkan data percobaan yang sesuai, dan belum membimbing untuk menjelaskan data hasil percobaan. Dampak dari pembelajaran tersebut, siswa yang tuntas hasil belajarnya hanya mencapai 40% atau sebanyak 10 siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) penerapan model POE pada pembelajaran IPA, (2) aktivitas siswa saat diterapkan model POE, dan (3) hasil belajar siswa melalui penerapan model POE. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Pisangcandi 4 yakni 11 perempuan dan 14 laki-laki. Rancangan penelitian ini adalah PTK bentuk kolaboratif partisipatoris dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi di setiap pertemuannya. Hasil dari penelitian tersebut dapat dilihat dari penilaian aktivitas belajar siswa. Rata-rata nilai aktivitas belajar siswa di siklus I mencapai 66,12 meningkat menjadi 76,24 di siklus II. Hasil belajar siswa setelah penerapan model POE juga mengalami peningkatan. Jumlah siswa yang tuntas hasil belajarnya di siklus I dengan KKM 70 mencapai 68% meningkat menjadi 80% di siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya peningkatan pembelajaran, aktivitas dan hasil belajar siswa setelah penerapan model POE. Penerapan model POE terbukti dapat mengaktifkan siswa dalam membuat prediksi, mengumpulkan data yang sesuai dengan kegiatan percobaan, dan menjelaskan hasil percobaan yang dilakukan. Peningkatan aktivitas saat penerapan model POE berkaitan juga dengan peningkatan keterampilan proses memprediksi, mengobservasi, dan menjelaskan pada diri siswa. Hal tersebut akhirnya juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran yang terkait dengan penelitian ini adalah dibutuhkannya pertanyaan-pertanyaan pengarah yang nantinya dapat membantu siswa dalam membuat prediksi pada tahap predict. Perlu disiapkan juga pertanyaan-pertanyaan penggali dan beberapa buku sumber untuk membimbing siswa dalam tahap explain. Pada tahap predict sebaiknya siswa diberikan kesempatan untuk membuat prediksinya masing-masing
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN AKROSTIK SEBAGAI ALAT PERMAINAN EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK KARTIKA IV - 43 KOTA BLITAR
ABSTRAK Mardika, Risma Anggun. Pengembangan Media Papan Akrostik Sebagai Alat PermainanEdukatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Kartika IV-43Kota Blitar. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas IlmuPendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Kentar Budhojo, M. Pd,(II)Suryadi, S. Sn. Kata Kunci: Papan Akrostik, Kemampuan Bahasa, Taman Kanak-kanak. Pada usia TK anak-anak mempunyai perbendaharaan kata yang luas dan strukturberbahasa mereka semakin rumit. Anak-anak pada usia ini semakin ingin tahu tentang bahasadan semakin percaya kepada bahasa untuk memberitahukan keinginan dan kebutuhan mereka.Permainan Akrostik adalah penggunaan huruf kunci untuk membentuk suatu kata.Akrostik bisa menggunakan huruf awal atau huruf akhir. Di Indonesia akrostik dikenal dengansebutan “Jembatan Keledai”. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Media PapanAkrostik yang diharapkan mudah dilakukan anak di Taman Kanak-kanak serta memberikanalternatif media pembelajaran baru bagi guru dalam mengajar. Guru di TK Kartika IV- 43 KotaBlitar belum pernah menerapkan permaianan ini. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan. Subjek dalampenelitian ini adalah siswa Kelompok B, khusnya anak usia 5-6 tahun di TK Kartika IV- 43.Prosedur penelitian diawali dengan pengumpulan data awal, desain produk, validasi desain (ahlimedia dan ahli pembelajaran), uji kelompok Kecil dan uji lapangan (kelompok besar).Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan angket.Intrumen yang digunakan untuk menggumpulkan data berupa kuisioner dan lembar observasi.Analisis data menggunakan data skala dan rumus persentase. Berdasarkan analisis data keseluruhan produk ini termasuk kategori baik dan dapatdigunakan. Hasil akhir dari produk ini adalah sebuah penggabungan permainan akrostik denganmedia papan bergambar. Sehingga peneliti menamainya sebagai papan akrostik.Sebelum disebarluaskan sebaiknya produk ini dievaluasi kembali dan disesuaikan dengansituasi dan kondisi sekolah yang akan dituju serta disosialisasikan kepada pihak-pihak yangterkait
Peningkatan Kemampuan Bercerita Melalui Media Gambar Seri Di Kelas III SDN Kauman 2 Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar
ABSTRAK Rahael Fridolin, 2012. Peningkatan Kemampuan Bercerita Melalui Media Gambar Seri Di Kelas III SDN Kauman 2 Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Alif Mudiono M.Pd (II) Dra. Sri Nuryati, M.Pd Kata Kunci: hasil belajar, bahasa indonesia,media gambar seri Hasil pengamatan diperoleh masalah pembelajaran yang bersumber dari guru berupa penggunaan metode yang kurang bervariatif (ceramah), pembelajaran berpusat pada guru, tidak adanya penggunaan media pembelajaran, siswa terlihat keluar masuk ruang kelas, siswa sibuk sendiri tanpa memerhatikan penjelasan guru. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa. Siswa yang tuntas sebanyak 9 dengan presentase 30%, siswa yang tidak tuntas sebanyak 18 dengan presentase 70%. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran media gambar seri untuk meningkatkakan kemampuan bercerita dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dua siklus. Tahapan penyusunan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan tes. Teknik analisis data dengan menggunakan batas ketuntasan individu 75% dan ketuntasan klasikal 80%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang diperoleh siswa pra tindakan rata-ratanya 55 dengan persentase 55%, siklus I pertemuan 1 rata-ratanya 67 dengan persentase 37%, pertemuan 2 rata-ratanya 70 dengan persentase 56%. Siklus II pertemuan 1 rata-ratanya 75 dengan persentase 78%, pertemuan 2 rata-ratanya 81 dengan persentase 89%. Dari siklus I sampai dengan siklus II mencapai peningkatan sebesar 12% dari 27 siswa yang tuntas 23 siswa dan yang belum tuntas 4 siswa Karena mereka dari keluarga yang broken home dan memiliki latar belakang keluarga yang tidak berpendidikan, sehingga kurang perhatian dalam belajar, selain itu motivasi dan keinginan untuk berprestasi kurang. Kesimpulannya bahwa dengan menerapkan media gambar seri pada pembelajaran bahasa indonesia dapat meningkatkan kemampuan bercerita Disarankan, guru hendaknya menerapkan media gambar seri pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran
PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HAIL BELAJAR IPS KELAS IV DI SDN RAMPAL CELAKET 2 KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG
ABSTRAKMahmudah, Siti. 2013. Penerapan Model Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPS di SDN Rampal Celaket 2 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, S1 PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. M. Imron Rosyadi H.Sy, S.Pd,M.Pd. (2) Dra. Nur Hanifah, M. Pd.Kata Kunci: Model Group Investigation, Aktivitas, Hasil Belajar IPS SDBerdasarkan observasi awal peneliti di SDN Rampal Celaket 2 Kota Malang membuktikan bahwa pembelajaran masih didominasi guru. Pembelajaran yang berpusat pada guru ini hanyalah mentransfer informasi dari guru ke siswa dan tidak ada proses mengalami bagi siswa, sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar. Guru harus mempunyai metode yang tepat sehinngga membuat siswa mengalami proses belajar.Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu: (1) Mendeskripsikan penerapan model Group Investigation (GI) pada siswa kelas IV mata pelajaran IPS di SDN Rampal Celaket 2 Kota Malang. (2) Mendeskripsikan penerapan model Group Investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS di SDN Rampal Celaket 2 Kota Malang. (3) Mendeskripsikan penerapan model Group Investigation (GI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS di SDN Rampal Celaket 2 Kota Malang.Rancangan penelitian ini menggunakan jenis PTK dengan model (Kemmis dan MC. Taggart,dalam Sa’dun Akbar,2010:10) dengan 2 siklus pembelajran. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas IVb SDN Rampal Celaket 2 kota Malang yang berjumlah 36 siswa. Data penelitian dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, wawancara dan tes.Hasil penelitian pada penerapan model Group Investigation (GI) pada siswa kelas IVb mata pelajaran IPS di SDN Rampal Celaket 2 Kecamatan Klojen Kota Malang menunjukkan adanya peningkatan pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari data keberhasilan guru dalam pembelajaran, dengan rata- rata nilai prosentase keberhasilan guru pada pra tindakan sebesar 58,33%, siklus I sebesar 70,84% dan siklus II sebesar 87,5%. Aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan pada pra tindakan sebesar 56%, siklus I sebesar 68,75% dan pada siklus II sebesar 80,09%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari nilai rata- rata pretes 53,31, postes I sebesar 67,96 dan postes II sebesar 86,11.Dengan data di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model Group Investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV di SDN Rampal Celaket 2 Kecamatan Klojen Kota Malang. Saran dari penelitian ini adalah hendaknya guru menggunakan model Group Investigation (GI) dalam pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini hendaknya ditindaklanjuti agar semakin sempurna dan semakin berguna penelitian ini