Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Animasi Cerita Bergambar Pada Pembelajaran Berbahasa Anak Kelompok Bermain B di Paud Pelita Kasih Lawang
ABSTRAK Sulistiowati, Elli. 2014. Pengembangan Media Animasi Cerita Bergambar Pada Pembelajaran Berbahasa Anak Kelompok Bermain B di Paud Pelita Kasih Lawang. Sripsi, Penelitian dan Pengembangan, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M. Sn, (II) Drs. I Made Seken, M. Pd Kata Kunci: Media Animasi, Cerita bergambar, Pembelajaran berbahasa Pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab bersama keluarga, sekolah dan masyarakat. Berdasarkan landasan teori behavior kemampuan bahasa anak usia dini dapat distimulasi melalui hal-hal yang disukai anak usia dini. Kurangnya kemampuan menceritakan kembali pada anak usia 3-4 tahun karena teknik pembelajaran dan media yang digunakan belum mampu menarik minat anak. Kemampuan berbahasa yaitu menceritakan kembali cerita sederhana, diharapkan lebih optimal jika anak usia dini konsentrasi menyaksikan cerita dengan menggunakan media animasi cerita bergambar. Pengembangkan media animasi cerita bergambar pada pembelajaran berbahasa anak kelompok bermain B di Paud Pelita Kasih Lawang tema Kebersihan dan kesehatan dengan judul “Doni Sakit Perut” dengan tujuan anak usia dini mampu memahami isi cerita sehingga mampu menceritakan kembali dengan kata-kata sederhana dengan membentuk rangkaian cerita sederhana. Anak usia dini juga diharapkan mampu menceritakan cerita sederhana yang telah disaksikan kepada teman dan guru. Peneliti menyusun sebuah pengembangan media animasi cerita bergambar pada pembelajaran berbahasa, dengan membuat sebuah rancangan penelitian pengembangan Research and Development (R & D), yaitu penelitian digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji kevalidan produk tersebut. Prosedur Penelitian dan Pengembangan adaptasi Sugiono adalah:1) Potensi dan Masalah, 2) Pengumpulan data, 3) Desain Produk, 4) Validasi Desain, 5) Uji coba pemakaian, 6) Revisi Produk, 7) Uji coba produk, 8) Revisi Desain. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Hasil penelitian dan pengembangan ini diperoleh 100 % untuk hasil validasi ahli pembelajaran, 98,07 % untuk hasil validasi ahli media, 93,75 % untuk hasil validasi ahli materi bahasa, 100 % untuk hasil uji coba kelompok kecil, dan 93,33% untuk hasil uji coba lapangan. Berdasarkan hasil tersebut pengembangan media animasi pada pembelajaran berbahasa digolongkan dalam kriteria layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil validasi, observasi pada uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan disimpulkan bahwa pengembangan media animasi pada pembelajaran berbahasa menarik, menyenangkan, dan mudah digunakan. Diharapkan hasil pengembangan media animasi pada pembelajaran berbahasa dikembangkan lebih baik lagi, tepat guna, dan tepat sasaran sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan mencapai tujuan pembelajaran berbahasa anak usia dini
peningkatan hasil belajar menulis deskripsi melalui model Think Pair Share (TPS) di kelas V SDN Kauman 1 Kota Blitar
Herwawan, Hans. 2014. Peningkatan Hasil Belajar menulis deskripsi melalui model Think Pair Share (TPS) di Kelas V SDN Kauman 1 Kota Blitar. Skripsi, Program Studi S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Alif Mudiono, M.Pd, (2) Drs. Santoso Yoewono, S.Pd. Kata Kunci: peningkatan, hasil belajar, menulis deskripsi, model think pair share. Berdasarkan observasi awal yang telah dilaksanakan, ditemukan beberapa penyebab kegiatan pembelajaran menulis deskripsi tidak sesuai dengan harapan, dari 14 siswa hanya 1 siswa yang sudah mampu menulis dengan bahasa yang sempurna, siswa yang lainnya tidak akif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Akibatnya hasil belajar menulis deskripsi pada pra tindakan sangat rendah yaitu 14 siswa hanya 1 siswa yang memperoleh nilai 75 atau 7% dari jumlah siswa. Sedangkan yang lainnya yaitu 1 siswa memperoleh nilai 20, 1 siswa memperoleh nilai 30, 2 siswa memperoleh nilai 40, 2 siswa memperoleh nilai 50, dan 7 siswa memperoleh nilai 60. Pair Share dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, peneliti akan meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul “ Peningkatan Hasil Belajar Menulis Deskripsi melalui Model Think Pair Share (TPS) Di Kelas V SDN Kauman 1 Kota Blitar’’. Upaya perbaikan untuk pembelajaran selanjutnya dengan menggunakan model Think Pair Share untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Model ini dipilih karena untuk memudahkan siswa secara berpasangan untuk berdiskusi bersama dalam menulis deskripsi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V, insturumen penelitian ini meliputi lembar observasi, tes, dokumentasi, kuisoner/angket. Tahapan terdiri dari tiga tahap yaitu pra tindakan, siklus I dan siklus II. Masing-masing tahap terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran menulis deskripsi melalui model Think Pair Share di kelas V SDN Kauman 1 Kota Blitar baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang sangat baik pula. Presentase ketuntasan pada pratindakan 51,7% ( 1siswa yang tuntas dengan skor 70) sedangkan 13 siswa tidak tuntas dengan skor ≤70), pada siklus 1 pertemuan 1 adalah 65% tuntas, siklus 1 pertemuan 2 adalah 78,5% siswa tuntas siklus 2, 93% siswa tuntas. Kesimpulan berdasarkan temuan dari penelitian ini, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran selama pra tindakan, siklus I dan siklus II dengan menerapkan model Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran BI, serta dapat meningkatkan aktivitas siswa dan aktivitas guru.
PersepsidanEkspektasiWaliPesertaDidiktentangSekolahDasarNegeriKauman 1 Malang dan Madrasah IbtidaiyahNegeri Malang 1
ABSTRAK Widiasari, Dina. 2014. PersepsidanEkspektasiWaliPesertaDidiktentangSekolahDasarNegeriKauman 1 Malang dan Madrasah IbtidaiyahNegeri Malang 1.Skripsi, JurusanAdministrasiPendidikan, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. M. Huda A.Y, M. Pd, (II) Dr. H. Sultoni, M. Pd. Kata kunci: Persepsi dan Ekspektasi. Persepsiadalahpemahaman yang lebihmendalamterhadapmaknadariobjeksetelahadaperhatian yang seksama.Ekspektasiadalahbentukkepercayaan yang diinginkanuntukmencapaikebutuhannya.PersepsiwalipesertadidikSekolahDasarNegeri(SDN) Kauman 1 Malang dan Madrasah IbtidaiyahNegeri (MIN) Malang 1 tentangsekolahfavoritterdapatekspektasi yang besar,karenaekspektasimemberipengaruhmunculnyapersepsi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan persepsi dan ekspektasi wali peserta didik tentang sekolah favorit di SDN Kauman 1 Malang dan MIN Malang 1 dan menjelaskan perbedaanpersepsi dan ekspektasi tentang sekolah favorit dari kedua sekolah tersebut. Penelitianinimenggunakanpendekatankuantitatifdeskriptifkomparatifdengananalisisvarians ANOVA.Variabelpenelitianiniadalahpersepsidanekspektasiwalipesertadidiktentangsekolahfavorit. Populasipenelitianiniberjumlah 378 responden, dengansampelberjumlah 191 responden.Teknikpengambilansampeldilakukandengancaraproportional random sampling, sedangkanpengumpulan data menggunakanangkettertutup. Teknikanalisis data yang digunakandenganpengujianvaliditasteknikkorelasiProduct Moment Pearson danreliabilitasdenganteknikAlpha Cronbach.Analisis data diolahdenganmenggunakanbantuan program SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkanhasilpenelitian, persepsiwalipesertadidikSDN Kauman 1 Malang menunjukkankontinumsedang, denganpresentasesebesar 79 %.PersepsiEkspektasiwalipesertadidikwalipesertadidik MIN Malang 1 tentangmenunjukkankontinumsedang, denganpresentasesebesar 71,3 %. PersepsiSDN Kauman 1 Malang dan MIN Malang 1 menunjukkankontinumsedang,denganpresentasesebesar 73,8%. Sedangkanuntukhasileskpektasiwalipesertadidik SDN Kauman 1 Malang menunjukkanpadaderajatsedang, denganpresentasesebesar 64,5%. Ekspektasiwalipesertadidik MIN Malang 1 menempatiderajatsedang, denganperolehanpresentase 53,5%. Untukhasiekspektasiwalipesertadidik SDN Kauman 1 Malang dan MIN Malang 1 menunjukkanderajatsedang, denganpresentase 57,1%.Penelitianini,membuktikanteori Vroom bahwapersepsi yang ditunjukkanpadakontinumsedangberbandinglurusdenganekspektasi yang menunjukkanderajatsedang pula.Namun, untukhasilujihipotesisperbedaanpersepsiwalipesertadidikberdasarkansekolahterhadapsekolahfavoritadaperbedaan, di manawalipesertadidik MIN cenderungmemililkipersepsilebihtinggi.Sedangkanujihipotesisperbedaanekspektasiwalipesertadidikberdasarkansekolahterhadapsekolahfavorittidakadaperbedaan, keduawalipesertadidik di SDN Kauman 1 Malang dan MIN Malang 1 memilikikesamaan. Diharapkandarihasilpenelitianini,dapatdijadikanbahanreferensiolehpihaksekolahsecarakhususdansekolahlainnyapadaumumnyauntukmeningkatkankualitaspelayanansebagaibentukperbaikancitrasekolah.Selainitu, diharapkanpadapenelitiselanjutnya, untukmenindaklanjutihasilpenelitianpadalokasipenelitian yang berbeda
Penerapan Metode Pembelajaran Proyek Untuk Mengembangkan Kemampuan Bersosialisasi Pada Anak Kelompok B Di TK Aisyiyah Busthanul Atfhal 7 Kota MalangABSTRAK Rohmah, Aila Aulia. 2014. Penerapan Metode pembelajaran Proyek untuk Mengembangkan Kemampuan Berso
ABSTRAK Rohmah, Aila Aulia. 2014. Penerapan Metode pembelajaran Proyek untuk Mengembangkan Kemampuan Bersosialisasi Anak Kelompok B di TK Aisyiyah Busthanul Atfhal 7 Kota Malang. Skripsi, Jurusan S1 Pendidikan Guru PAUD Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd, (II) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata kunci: metode pembelajaran proyek, kemampuan bersosialisasi, anak kelompok B Fokus penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu kemampuan bersosialisasi anak. Permasalahan yang terjadi di kelas yaitu kemampuan anak sangat kurang ketika anak harus melakukan sosialisasi dengan temannya. Dari hasil observasi pada anak kelompok B di TK Aisyiyah Busthanul Atfhal 7 Kota Malang ditemukan bahwa sejumlah 18 anak mengalami kesulitan bergaul dengan teman sebayanya. Hal ini karena guru kurang memodifikasi tempat duduk anak selain itu guru menggunakan metode pembelajaran yang kurang bervariasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah penerapan metode proyek untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi anak kelompok B di TK Aisyiyah Busthanul Atfhal 7 Kota Malang, 2) Bagaimanakah peningkatan kemampuan bersosialisasi anak kelompok B di TK Aisyiyah Busthanul Atfhal 7 Kota Malang dengan menggunakan metode pembelajaran proyek. Penelitian ini menggunakan Rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model Kemis & MC. Taggart dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan di TK Aisyiyah Busthanul Atfhal 7 Kota Malang dengan jumlah 24 anak. Hasil penelitian pelaksanaan siklus I masih kurang maksimal karena anak-anak masih belum mengerti tentang metode proyek dan media yang digunakan terlalu mudah, sehingga peneliti merangcang siklus II untuk memperbaiki siklus I dengan menggunakan media dan proses pembelajaran yang lebih menarik. Sehingga pada siklus II kemampuan anak bisa meningkat. Rata-rata kemampuan bersosialisasi anak khususnya kemampuan untuk berbagi tugas dengan temannya, kemampuan bekerjasama dan kemampuan berperilaku akrab dengan temannya anak kelompok B di TK Aisyiyah Busthanul Atfhal 7 Kota Malang mengalami peningkatan sebesar 21, 06 %. Saran yang dapat diberikan peneliti kepada guru adalah diharapkan guru dapat mengajarkan metode pembelajaran lain yang lebih bervariasi, agar anak lebih optimal untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi. Saran bagi peneliti lain untuk dapat mengembangkan kemampuan bersosialisasi dengan menggunakan metode pembelajaran yang lebih bervariasi
Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Media Gambar pada Siswa Kelas III SDN Ngaringan 04 Kabupaten Blitar
ABSTRAK Juliastutik, Dwi. 2014. Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Media Gambar pada Siswa Kelas III SDN Ngaringan 04 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd., (II) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: kemampuan menulis puisi, media gambar, siswa kelas III SD Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan kemampuan menulis puisi diperoleh data hanya 1 siswa yang mengalami ketuntasan dan 12 siswa belum tuntas. Hal ini disebabkan karena guru tidak menggunakan media pembelajaran dan guru tidak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media gambar, dan (2) untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis puisi dengan menggunakan media gambar. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian adalah melalui pendekatan PTK dan dilaksanakan 2 siklus setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini observasi, dokumentasi, dan studi dokumen serta instrumen pengumpulan data yang terdiri dari lembar observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas siswa siklus I yaitu pada siswa tidak mengikuti pelajaran dengan baik, siswa terpaku dengan buku, dan hasil tindakan siklus I hanya 2 siswa yang mengalami ketuntasan dengan persantase 15% sedangkan pada aktivitas siswa siklus II siswa nampak antusias dan semangat, siswa sudah tidak terpaku dengan buku lagi, serta hasil tindakan siklus II 9 siswa yang mengalami ketuntasan dengan persantase 69%. Kesimpulannya adalah terjadinya peningkatan pada aktivitas guru siklus I sebesar 67% sedangkan siklus II sebesar 94%, dan aktivitas siswa siklus I sebesar 57% sedangkan siklus II sebesar 74%. Peningkatan juga nampak nilai akhir siswa pada siklus I sebesar 54% sedangkan siklus II sebesar 73%. Saran yang diberikan peneliti yang berkaitan dengan pembelajaran menulis puisi adalah: guru hendaknya meningkatkan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media gambar karena dapat meningkatkan aktivitas siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa.odel pembelajaran tersebut dengan baik
penerapan model pembelajaran TAI untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas II MI Hidayatul mubtadiin kota malang
ABSTRAK Jannah, Miftahul. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Team Accelerated Instruction (TAI) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas II MI Hidayatul Mubtadiin Kota Malang. Skripsi, Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Harti Kartini, M.Pd (2) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd Kata kunci: Model pembelajaran Team Accelerated Instruction (TAI), aktivitas belajar, hasil belajar, IPS Tujuan pembelajaran IPS adalah membentuk siswa menjadi warga negara yang faham masalah sosial di masyarakat dan menjadi warga negara yang baik di lingkungan masyarakatnya. Akan tetapi aktivitas dan hasil belajar yang terjadi di sekolah belum sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas II MI Hidayatul Mubtadiin Kota Malang pada kegiatan pembelajaran IPS dapat diketahui beberapa permasalahan, di antaranya siswa cenderung pasif, hanya ada 6 siswa yang terlihat aktif yang ke Enam siswa tersebut duduk di urutan bangku paling depan dan termasuk siswa dengan kemampuan tinggi. Sedangkan siswa yang lain kurang antusias dikarenakan siswa kesulitan dalam pemahamam konsep IPS, hal itu berakibat pada aktivitas dan hasil belajar siswa rendah yaitu rata-rata 60,81 kurang dari KKM 75. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan model pembelajaran TAI dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas II. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan rancangan PTK. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu a) perencanaan; b) pelaksanaan tindakan; c) observasi; dan d) refleksi. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan dilengkapi dengan tes dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II MI Hidayatul Mubtadiin Kota Malang sebanyak 39 siswa terdiri dari 18 laki dan 21 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas belajar siswa. Pembetukan pembelajaran dengan tutor sebaya menjadikan siswa berani bertanya dan menjawab pertanyaan guru dan teman. Siswa lebih peduli untuk membantu siswa yang belum faham materi, sehingga siswa bersemangat dalam pembelajran. Sedangkan hasil belajar siswa juga terdapat peningkatan dari nilai rata-rata 60,81 pada pra tindakan menjadi 64,61 pada siklus 1, dan meningkat menjadi 75,38 pada siklus II. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TAI dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas II. Disarankan kepada guru agar dalam kegiatan pembelajaran pembagian kelompok hendaknya dibentuk sebelum pembelajaran, siswa lebih ditekankan bahwa keberhasilan individu ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya, pengaturan alokasi waktu sesuai yang diprogramkan, aktivitas dan hasil belajar siswa lebih ditingkatkan dari penelitian ini
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN GOBAK SODOR PELUIT PADA ANAK KELOMPOK B DI TK DHARMA WANITA BENDO 02 DESA BENDO KECAMATAN PONGGOK KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Noviana, Eka. 2014. Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak melalui Permainan Gobak Sodor Peluit pada Anak Kelompok B di TK Dharma Wanita Bendo 02 Desa Bendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ucep Kustiawan, M.Sn (2) Dra. Sutansi, M.Pd Kata Kunci : kemampuan motorik kasar, permainan gobak sodor peluit. Pembelajaran motorik di sekolah tidak terlepas dari perkembangan kemampuan fisik motorik anak, terutama dalam hal kelincahan dan koordinasi gerak. Berdasarkan hasil observasi pada anak kelompok B di TK Dharma Wanita Bendo 02 Kabupaten Blitar, diketahui bahwa kemampuan fisik motorik kasar anak masih belum berkembang optimal seperti yang diharapkan. Hal ini terbukti berdasar hasil observasi 28 % atau 5 anak lincah dalam bergerak dan berlari, 44 % atau 8 anak mau bergerak lincah jika diminta guru dan 28 % atau 5 anak malas bergerak meskipun diperintah oleh guru. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu 1) Bagaimana penerapan Permainan Gobak Sodor Peluit pada pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik kasar anak kelompok B di TK Dharma Wanita Bendo 02 Desa Bendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar? dan 2) Apakah penerapan Permainan Gobak Sodor Peluit dapat meningkatkan kemampuan Fisik Motorik Kasar anak kelompok B di TK Dharma Wanita Bendo 02 Desa Bendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar? Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian yaitu kelompok B TK Dharma Wanita Bendo 02 sebanyak 18 anak. Intrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi dan dokumentasi kegiatan. Analisis data penelitian yang dipakai adalah deskriptif yang dilihat dari pedoman observasi dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran motorik kasar anak melalui permainan gobak sodor peluit dengan peningkatan kemampuan motorik kasar anak dalam hal kelincahan dan koordinasi gerak. Hal ini dapat diketahui dari hasil penelitian Kemampuan motorik kasar anak pada siklus I sebesar 64,5% dengan persentase ketuntasan sebesar 11,1%. Pada siklus II, kemampuan motorik kasar anak berjumlah 90,63% dengan ketuntasan sebesar 83,3 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan permainan gobak sodor peluit, kemampuan motorik kasar anak mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian, didapat kesimpulan bahwa penerapan permainan gobak sodor peluit dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di kelompok B TK Dharma Wanita Bendo 02 sehingga disarankan: 1) Bagi pendidik supaya lebih kreatif dalam memlih permainan untuk anak, 2) Bagi sekolah disarankan untuk lebih mengenalkan permainan tradisional seperti gobak sodor peluit, 3) Bagi peneliti berikutnya disarankan dapat memberikan kreasi baru dalam menciptakan permainan untuk meningkatkan motorik kasar anak
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IIIB SDN SEMANDING KABUPATEN KEDIRI
ABSTRAK Khakiim, Uluul. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IIIB SDN Semanding Kabupaten Kediri. Skripsi, Program Studi S1 PGSD, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Sri Sugiharti, M.Pd, (2) Dra. Hj. Murtiningsih, M.Pd. Kata kunci : model pembelajaran Snowball Throwing, aktivitas, hasil belajar,IPS. Permasalahan dalam pembelajaran IPS di kelas IIIB SDN Semanding Kabupaten Kediri yang ditemukan peneliti dari hasil observasi dan wawancara yaitu pembelajaran masih konvensional, keaktifan siswa dalam pembelajaran masih rendah. Selain itu hasil belajar siswa juga belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan yaitu 70. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan penerapan model Snowball Throwing pada pembelajaran IPS di kelas IIIB SDN Semanding; (2) mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa selama menerapkan model Snowball Throwing pada pembelajaran IPS di kelas IIIB SDN Semanding; (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa setelah menerapkan model Snowball Throwing pada pembelajaran IPS di kelas IIIB SDN Semanding. Snowball Throwing adalah model pembelajaran yang menggali potensi kepemimpinan siswa dalam kelompok dan keterampilan membuat pertanyaan yang dipadukan melalui suatu permainan imajinatif melempar bola salju. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Pada rancangan penelitian ini menggunakan model siklus Kemmis & MC. Taggart dan dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklusnya terdiri dari 2 pertemuan. Penelitian ini dilakukan di SDN Semanding pada semester I tahun pelajaran 2013/2014 dengan subyek penelitian 21 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing berhasil dilaksanakan, dibuktikan dari persentase kemampuan guru menerapkan model tersebut mencapai 87,49%. Nilai rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I yaitu 66,74, meningkat 11,83 menjadi 78,57 pada siklus II. Persentase ketuntasan aktivitas meningkat dari 52,38% pada siklus I menjadi 80,95% pada siklus II, meningkat 28,57%. Peningkatan hasil belajar siswa sebesar 11,28, pada siklus I yaitu 67,64 menjadi 78,92 pada siklus II. Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 61,60% menjadi 80,95% pada siklus II, peningkatannya 19,35%. Kesimpulan penelitian ini yaitu, penerapan model pembelajaran Snowball Throwing pada mata pelajaran IPS kelas IIIB telah berhasil dilaksanakan. Aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing pada matapelajaran IPS materi pokok kerja sama. Saran bagi guru, hendaknya model pembelajaran ini diterapkan pada materi dan mata pelajaran lainnya
Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi Melalui Model Kooperatif Tipe Round Table Pada Siswa Kelas IV SDN Sumberagung 03 Kabupaten Blitar
ABSTRAK Yuniati, Elva Rafika. 2014. Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi Melalui Model Kooperatif Tipe Round Table Pada Siswa Kelas IV SDN Sumberagung 03 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program Studi S1 PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Alif Mudiono, M.Pd, (II) Drs. H. Hadi Mustofa, M.Pd Kata kunci: Round Table, deskripsi, menulis. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi di kelas IV SDN Sumberagung 03 yang menunjukkan bahwa tingkat kemampuan siswa dalam menulis deskripsi masih kurang berkembang. Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui bahwa dari 19 siswa kelas IV, 11 atau 57,89% siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan belajar yang telah ditetapkan yaitu 65 dan 8 atau 42,11% siswa sudah memenuhi kriteria keberhasilan belajar. Hal ini dikarenakan siswa kesulitan dalam menuangkan ide, pikiran, perasaan, informasi, dan gagasan secara tertulis. Untuk dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa maka perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe Round Table. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah penerapan model kooperatif tipe round table dalam meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas IV SDN Sumberagung 03 Kabupaten Blitar?, (2) Apakah pembelajaran model kooperatif tipe round table dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas IV SDN Sumberagung 03 Kabupaten Blitar? Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian ini adalah 19 siswa kelas IV SDN Sumberagung 03. Instrumen penelitian ini meliputi lembar observasi, lembar tes, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data secara kualitatif. Penelitian ini dilakukan 2 siklus dengan tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan terhadap hasil menulis deskripsi siswa meningkat dari pra tindakan terdapat 42,11% siswa yang tuntas, siklus I pertemuan 1 terdapat 57,89% siswa yang tuntas belajar, siklus I pertemuan 2 terdapat 63,16%, siklus II pertemuan 1 terdapat 73,68 dan pada siklus II pertemuan 2 menjadi 84,21% siswa yang tuntas belajar dari jumlah 19 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar guru menerapkan model kooperatif tipe round table ini untuk materi pelajaran lain agar siswa senang dalam mengikuti pembelajaran
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas V-C Di SDN Model Kota Malang
ABSTRAK Wulandari, Novita. Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas V-C Di SDN Model Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dimyati, S.Pd., M.Pd. (II) Dra. Nihayati, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Model Problem Based Learning (PBL), Pembelajaran IPA. Model Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang mengembangkan keterampilan siswa dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan penyelidikan (pengamatan dan percobaan). Berdasarkan hasil observasi terhadap pembelajaran IPA di kelas V-C SDN Model Kota Malang, ditemukan fakta-fakta antara lain: (1) guru melakukan pembelajaran IPA hanya dengan ceramah dan memberikan drill soal, (2) keaktifan di dalam kelas saat pembelajaran IPA didominasi oleh beberapa siswa saja baik aktif dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan guru, (3) siswa belum mendapatkan kesempatan untuk aktif memperoleh pengetahuan maupun memecahkan masalah, (4) kegiatan yang dilakukan siswa hanya meliputi membaca, mendengarkan dan mengerjakan soal sehingga aktivitas siswa di dalam kelas menjadi rendah, (5) keterkaitan antara materi pelajaran dengan keterampilan siswa dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari belum diperhatikan, (6) hasil kajian terhadap data nilai yang berasal dari dokumen guru diketahui bahwa dari 23 siswa hanya 10 siswa saja yang tuntas hasil belajarnya dengan rata-rata kelas 67,83 dan ketuntasan klasikal 43,48%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran IPA di kelas V-C SDN Model Kota Malang, (2) aktivitas belajar siswa kelas V-C di SDN Model Kota Malang saat diterapkannya model Problem Based Learning (PBL) dan (3) hasil belajar IPA siswa kelas V-C di SDN Model Kota Malang setelah diterapkannya model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model kolaboratif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, dokumentasi, catatan lapangan dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan keberhasilan guru saat menerapkan model PBL, meningkatkan aktivitas belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Keberhasilan guru dalam menyusun RPP model PBL meningkat dari rata-rata 97,5 pada siklus I menjadi 100 pada siklus II, keberhasilan guru dalam menerapkan model PBL meningkat dari rata-rata 86,46 pada siklus I menjadi 96,88 pada siklus II, nilai aktivitas belajar siswa meningkat dari rata-rata 71,15 pada siklus I menjadi 81,99 pada siklus II. Sedangkan hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata 74,39 pada siklus I menjadi rata-rata 85,16 pada siklus II