Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penggunaan Media Kereta Api Tiga Dimensi Terhadap Kemampuan Menyebutkan Bangun Ruang pada Siswa Tunarungu Kelas IV SDLB Negeri Sengonagung
ABSTRAK Tyas, Tia Antania Winda. 2015. Pengaruh Penggunaan Media Kereta Api Tiga Dimensi Terhadap Kemampuan Menyebutkan Bangun Ruang pada Siswa TunarunguKelas IV SDLBNegeriSengonagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Moh. Efendi, M.Pd, M.Kes, (II)Dr. Sulthoni, M.Pd. Kata Kunci: Tunarungu, kemampuan menyebutkan bangun ruang, media kereta api tiga dimensi. Siswa tunarungu mengalami hambatan pada proses pembelajaran matematika khususnya pada materi bangun ruang, dikarenakan siswa tunarungu kesulitan untuk memahami konsep bangun ruang apabila materi tesebut hanya dipaparkan secara abstrak tanpa penggunaan media konkret. Materi bangun ruang yang dimaksud meliputi kubus, balok, prisma segitiga, limas segiempat, kerucut dan tabung. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan ditemukan bahwa guru selama ini hanya menggunakan media gambar untuk menerangkan konsep bangun ruang, sehingga siswa kesulitan untuk memahami konsep bangun ruang secara utuh. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) tunarungu kelas IV SDLB Negeri Sengonagung dalam menyebutkan bangun ruang sebelum menggunakan media kereta api tiga dimensi., (2) tunarungu kelas IV SDLB Negeri Sengonagung dalam menyebutkan bangun ruang sesudah menggunakan media keretaapi tiga dimensi, dan (3) ada tidaknya pengaruh media kereta tiga dimensi terhadap kemampuan menyebutkan bangun ruang pada siswa tunarungu kelas IV SDLB Negeri Sengonagung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Single Subject Research (SSR) dengan model desain A-B-A dan menggunakan satu anukur skor.Desain ini digunakan untuk mengukur perubahan yang terjadi pada target behavior dari fase baselin-1 (A1) keintervensi (B) kemudian baseline-2 (A2). Subjek penelitian menggunakan siswa tunarungu yaitu R (12 tahun). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penggunaan media kereta api tiga dimensi sebagai bentuk intervensi untuk meningkatkan kemampuan menyebutkan bangun ruang. Berdasarkan pengolahan data di peroleh mean level pada fase baseline-1 sebesar 25%, mean level pada fase intervensi sebesar 84,4%, dan mean level pada fase baseline-2 sebesar 79,8%. Dalam perhitungan persentase overlap antara fase baseline-1 ke fase intervensi sebesar 0%. Perhitungan tersebut menyatakan intervensi memiliki pengaruh terhadap peningkatan target behavior, karena overlap berada di bawah 90%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dapengaruh penggunaan media kereta api tiga dimensi terhadap kemampuan menyebutkan bangun ruang pada siswa tunarungu kelas IV di SDLB Negeri Sengonagung. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan menyebutkan bangun ruang pada saat sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa media kereta api tiga dimensi. Sehingga disarankan kepada guru untuk memaksimalkan kemampuan siswa tunarungu dengan menggunakan media kereta api tiga dimensi
Purwati, Ridha. 2015. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Tematik “Indahnya Alam Negeriku” Untuk Peserta Didik Tunagrahita Kelas VI di Pendidikan Khusus Negeri Seduri. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Ma
ABSTRAK Purwati, Ridha. 2015. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Tematik “Indahnya Alam Negeriku” Untuk Peserta Didik Tunagrahita Kelas VI di Pendidikan Khusus Negeri Seduri. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd (2) Henry Praherdhiono, M.Pd. Kata kunci: pengembangan multimedia pembelajaran, tema “Indahnya alam negeriku”, tunagrahita Adanya hambatan guru dalam mengajar materi tematik dikarenakan belum tersedianya media yang memadai, untuk itu perlu pengembangan multimedia pembelajaran tematik. Multimedia pembelajaran tematik yang disusun harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Karakteristik siswa tunagrahita mempunyai kemampuan berfikir kongkrit dan mudah sekali lupa, harus menggunakan kata sederhana dan mudah dipahami, sehingga mengharuskan guru untuk membuat suatu media pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan menarik. Pengembangan multimedia pembelajaran tematik ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk multimedia pembelajaran yang dapat mengatasi hambatan dalam proses pembelajaran tematik untuk siswa tunagrahita dan meningkatkan pengetahuan dan motivas siswa tunagrahita. Rancangan penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D). Populasi dari penelitian ini adalah 6 siswa tunagrahita yang mengikuti pembelajaran tematik. Prosedur penelitian dan pengembangan ini terdiri dari (1) analisis kebutuhan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi ahli yaitu uji coba oleh guru, ahli media, dan ahli materi, (5) revisi I yaitu merevisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan, (7) revisi II, (8) uji coba lapangan operasional, (9) penyempurnaan produk akhir, dan (10) diseminasi dan implementasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif berupa jenis data kuantitatif berdasarkan instrumen validasi ahli multimedia, ahli materi, calon pengguna (guru), dan audiens (siswa). Hasil penelitian pengembangan multimedia pembelajaran tematik bagi siswa tunagrahita ini menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran dinyatakan layak oleh ahli multimedia dengan perolehan skor 90.5, layak oleh ahli materi dengan perolehan skor 83, dan valid oleh calon pengguna dengan perolehan skor 84.5. Dari ketiga ahli diperoleh skor rata-rata sebesar 86 yang dinyatakan bahwa multimedia pembelajaran tematik ini layak. Uji coba lapangan awal pada siswa tunagrahita yang mengikuti pembelajaran tematik berjumlah 6 siswa juga dinyatakan efektif dengan perolehan lima orang siswa memenuhi nilai SKM yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil pengembangan multimedia pembelajaran tematik yang divalidasi oleh ahli media, ahli materi tematik, dan praktisi, data nilai yang diperoleh yakni valid. Disarankan bagi calon pengguna untuk mengimplementasikan multimedia pembelajaran tematik disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran yang sama
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MATERI JENIS PEKERJAAN MELALUI MEDIA SNAKES AND LADDERS DI KELAS III SDN CANDIREJO 04 KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Sholichah, Septi Annur Zumrotul. 2015. Peningkatan Hasil Belajar IPS dengan Materi Jenis Pekerjaan melalui Media Snakes and Ladders di Kelas III SDN Candirejo 04 Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Suminah, S.Pd., M.Pd, (2) Dr. H. Alif Mudiono, M.Pd Kata kunci: hasil belajar, ilmu pengetahuan sosial, media snakes and ladders Berdasarkan hasil observasi di lapangan pada pembelajaran IPS dengan materi jenis pekerjaan di kelas III SDN Candirejo 04 Kabupaten Blitar diketahui (1) guru tidak menggunakan media pembelajaran, (2) guru dominan menggunakan metode ceramah yang membosankan bagi siswa, (3) siswa tidak memiliki buku penunjang LKS maupun buku paket, (4) siswa tidak pernah belajar secara berkelompok. Hal tersebut mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Dari 12 siswa, hanya 3 siswa yang memperoleh nilai diatas KKM dengan presentase KBK sebesar 25%. Cara yang dipilih untuk mengatasi masalah tersebut dengan penerapan media snakes and ladders. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan penerapan media snakes and ladders pada pembelajaran IPS dengan materi jenis pekerjaan di kelas III SDN Candirejo 04 Kabupaten Blitar, dan (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi jenis pekerjaan dengan menggunakan media snakes and ladders di kelas III SDN Candirejo 04 Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas III. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Analisis data diawali dengan mengumpulkan data, menyajikan, dan mendeskripsikan data kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas siswa pada siklus I mencapai 33,5%, pada siklus II mengalami peningakatan hingga 83,75%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, pada pratindakan mencapai 25%. Pada siklus I hasil belajar siswa meningkat menjadi 41,5%. Sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa meningkat mencapai 83,5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS dengan materi jenis pekerjaan melalui media snakes and ladders di kelas III SDN Candirejo 04 Kabupaten Blitar dapat meningkatkan aktifitas siswa dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, disarankan bagi guru agar menerapkan media snakes and ladders dalam pembelajaran agar hasil pembelajaran lebih maksimal
Pengembangan Media Kartru Pintar untuk Mengenalkan Huruf Hijaiyah di Taman Kanak-Kanak
ABSTRAK Hanim, Fithriyah. 2015. Pengembangan Media Kartu Pintar untuk Mengenalkan Huruf Hijaiyah di Taman Kanak-Kanak. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Harti Kartini, M.Pd, (2) Wuri Astuti, S.Pd. Kata Kunci: media kartu pintar, huruf hijaiyah, taman kanak-kanakAspek bahasa pada anak kelompok A perlu dioptimalkan dengan pengenalan bentuk-bentuk simbol sederhana seperti pengenalan huruf. Pengenalan huruf hijaiyah juga perlu diberikan pada anak mulai dari sedini mungkin. Selama ini pengenalan huruf hijaiyah hanya menggunakan media iqra’ yang ukurannya kecil dan kurang menarik, sehingga perhatian anak terhadap materi yang diajarkan guru kurang terfokus. Oleh karena itu diperlukan media pengenalan huruf hijaiyah yang menarik yaitu berupa media kartu pintar.Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan media kartu pintar untuk pengenalan huruf hijaiyah pada anak kelompok A; (2) untuk mengetahui aspek-aspek perkembangan yang dapat dioptimalkan, dan (3) mengetahui kemenarikan, kemudahan, dan ketepatan media kartu pintar.Model penelitian yang digunakan yaitu model pengembangan dari Dick & Carey, namun pada penelitian ini hanya digunakan 9 langkah dari 10 langkah yang ada. Mulai dari: (1) analisis kebutuhan dan tujuan; (2) analisis pembelajaran; (3) analisis anak sebagai pengguna; (4) merumuskan tujuan performasi; (5) mengembangkan instrumen; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan dan memilih bahan produk; (8) merancang produk dan melakukan penilaian, dan (9) melakukan revisi produk.Berdasarkan hasil validasi dari para ahli, dinyatakan bahwa produk yang dihasilkan: (1) 98,43% dinyatakan sesuai oleh ahli materi dengan kriteria sangat valid; (2) 87,5% dinyatakan sesuai oleh ahli bahasa dengan kriteria sangat valid, dan (3) 96% dinyatakan sesuai oleh ahli media dengan kriteria sangat valid. Pada uji coba kelompok kecil, dinyatakan: (1) 93,75% media kartu pintar mudah digunakan anak; (2) 90,62 % menarik untuk digunakan anak, dan (3) 90% tepat untuk digunakan anak. Selain itu, pada uji coba lapangan dinyatakan: (1) 95,39% media kartu pintar mudah digunakan anak; (2) 92,76% menarik untuk digunakan anak, dan (3) 92,10% tepat untuk digunakan anak. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut, maka produk media kartu pintar termasuk dalam kategori sangat baik atau layak untuk digunakan tanpa revisi. Sedangkan pada buku panduan terdapat revisi yaitu mengubah latar belakang menjadi satu halaman, telah ditambahkan gambar alat dan bahan dengan ukuran yg besar, dan merubah desain sampul dengan desain yang lebih berwarna dan menarik.Dalam memanfaatkan produk ini disarankan ada pendampingan dan pemberian contoh dari guru, untuk penggunaan dan pelafalan huruf hijaiyah agar anak dapat menggunakan media dan menyebutkan huruf hijaiyah sesuai dengan makharijul huruf
Penerapan Model MindMapping untuk MeningkatkanKeterampilan Menulis Karangan Naratif padaSiswa KelasVSDNTulusrejo 4 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang
ABSTRAK Berdasarkan hasil observasiyang dilakukan peneliti pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN Tulusrejo 4, diperoleh nilai aspek menulis yang rendah. Dari 30 siswa terdapat 12 siswa nilainya belum mencapai 70.Hal ini karena; 1).guru tidak merencanakan langkah-langkah pembelajaran untuk mencapai kompetensi sesuai tahap-tahap menulis; 2).pembelajaran lebih menekankan pada penyelesaian tulisandari pada penguasaantahap-tahap menulis. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan penerapan model mind mappingpada keterampilan menulis karangan naratifdi kelas V SDN Tulusrejo 4 kecamatan Lowokwaru kota Malang. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis karangan naratif siswa kelas V SDN Tulusrejo 4. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, LKS, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan desktiptif kualitatif dan kuantitatif.Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap satu siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Modelmind mappingyang diterapkan guru meliputi 1)pemunculan gagasan, 2) pengembangan gagasan ke dalam cabang-cabang, 3)menulis kata kunci, dan 4) penambahan kata kunci.Berdasarkan hasil pengamatan, guru dalam menerapkan model mind mapping dan aktivitas siswa sangat baik. Hasil penerapan tersebut membantu siswa dalam memunculkan gagasan, mengembangkan unsur-unsur karangan, menyusun kerangka, membuat rancangan, dan menyelesaikan karangan naratif.Setelah diterapkan model pembelajaran mind mappingdalam menulis diketahui bahwa: rata-rata nilai hasil belajar pada siklus 1 sebesar 75 dan siklus II meningkat menjadi 78. Dari data-data yang telah dipaparkan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan naratif siswa. Guru hendakanya dapat menerapkan model pembelajaran mind mapping untuk memperbaiki proses dan hasil belajar menulis karangan naratif
Pelaksanaan Membaca Permulaan Menggunakan Media Flash Card Anak Mild Mental retardation Kelas I SLB Widya Shantika Karangploso Malang
ABSTRAK F.Septian 2014. Pelaksanaan Membaca Permulaan Menggunakan Media Flash Card Anak Mild Mental retardation Kelas I SLB Widya Shantika Karangploso Malang. Program Studi PLB, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Imanuel Hitipeuw, M.A, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd Kata Kunci: Membaca Permulaan, Mild Mental Retardation, Media Flash Card. Pelaksanaan Membaca Permulaan dengan Menggunakan Media Flash Card pada Anak Mild Mental Retardation SLB Widya Shantika Karangploso Malang sangatlah bermanfaat bagi siswa Mild Mental retardation tingkat pendidikan sekolah dasar SD. Membaca permulaan dengan menggunakan media flash card merupakan bentuk suatu strategi pembelajaran untuk memudahkan siswa mild mental retardation membaca permulaan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian survei. Sumber data diperoleh dari informan SLB Widya Shantika Malang. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi terbuka, wawancara terstruktur, dan dokumenstasi. Analisis data dalam penelitian deskriptif dilakukan selama proses pengumpulan data berlansung dan setelah pengumpulan data dengan mengumpulkan data, penyajian data, dan menyimpulkan data melalui tahap pra lapangan, kerja lapangan, dan analisis data. Untuk menjamin tingkat kepercayaan dalam pengecekan data, maka peneliti memilih teknik-teknik penyajian data sebagai berikut: (1) pengajuan melalui teknik deskriptif sumber dan metode, (2) ketekunan pengamatan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, pelaksanaan membaca permulaan menggunakan media flash card anak mild mental retardation di SLB Widya Shantika Karangploso Malang sudah sesuai dengan penyusunan yang ada. dimulai dari perencanaan yang dilakukan yaitu penyusunan rpp. Kemudian dilakukan pelaksanaan dimana guru kelas menyiapkan rpp sebagai pedomam pembelajaran dan media pembelajaran berupa flash card selanjutnya kegiatan pemeblajaran dilakukan dari kegiatan awal hingga kegiatan penutup dan terakhir dilakukan evaluasi dengan cara penilaian tugas. Setiap 3 bulan dilakukan evaluasi dari keseluruhan hasil penilaian membaca permulaan anak. serta kendala dan pencapaiaan anak mild mental retardation dalam membaca permulaan dengan menggunakan media flash card
Nilai-nilai Moral yang Terdapat dalam Cerita Rakyat Ine Pare dan Pemanfaatan Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri II Ende
ABSTRAKGaa, Alfonsus. 2014. Nilai-nilai Moral yang Terdapat dalam Cerita Rakyat Ine Pare dan Pemanfaatan Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri II EndeTesis, Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing: (I) Prof. Dr. Abdus Syukur Ghazali, M.Pd, (II) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. Kata Kunci: nilai Moral dan pemanfaatan pendidikan karakter siswa.Cerita rakyat Ine Pare dibangun dengan melibatkan unsur-unsur kebudayaan kehidupan masyarakat etnis Ende Lio yang mempunyai adat istiadat dan tradisi tertentu. Cerita rakyat Ine Pare, apa pun bentuknya tidak lepas dari masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai budaya yang terdapat dalam cerita rakyat Ine Pare terdiri dari, nilai moral religius, nilai moral individu, nilai moral sosial, dan pemanfaatannya untuk pendidikan karakter siswa. Tujuan umum penelitian ini, yakni, mendeskripsikan nilai moral religius, nilai moral individu, nilai moral sosial, dan pemanfaatannya untuk pendidikan karakter siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi.Data penelitian ini berupa data lisan, yaitu, cerita rakyat Ine Pare yang mengandung nilai-nilai moral dan pemanfaatannya untuk pendidikan karakter bagi siswa. Sumber data penelitian ini adalah tua-tua adat atau sesepu suku Lio. Teknik atau cara mengumpulkan, yakni, (1) peneliti melakukan kegiatan wawancara atau merekam, (2) peneliti mengidentifikasi dan mengkode data sesuai dengan aspek yang dikajian, dan (3) penelitian mengklasifikasi data yang telah diperoleh pada kegiatan kedua di atas yang meliputi (1) nilai moral religius, (2) nilai moral individu, (3) nilai moral sosial dan pemanfaatan pendidikan karakter siswa.Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa nilai budaya masyarakat etnis Ende Lio dalam kajian ini yang meliputi nilai moral religius, nilai moral individu, dan nilai moral sosial dalam cerita rakyat Ine Pare yang berkaitan dengan pendidikan karakter, nilai religius terdiri atas: (1) percaya kepada Tuhan merupakan suatu sikap yang mempunyai keyakinan atau kepercayaan adanya Tuhan, (2) bersyukur merupakan suatu sikap yang menggucapkan berterima kasih pada Tuhan, dan (3) percaya kepada takdir merupakan suatu sikap dalam kehidupan mempunyai keyakinan bahwa masih adanya ketetapan Tuhan.Nilai moral individu positif, meliputi: (1) kejujuran merupakan sikap dan perilaku yang mencerminkan kesatuan antara pengetahuan, perkataan dan perbuatan (mengetahui yang benar, mengatakan yang benar dan melakukan yang benar), sehingga menjadikan orang yang bersangkutan sebagai pribadi yang dapat dipercaya, (2) kesabaran merupakan suatu sikap tetap dan kuat dalam menghadapi berbagai cobaan, (3) berjiwa besar merupakan suatu sikap mengakui kehebatan, mengakui kesalahan dan kehebatan orang lain, (4) kerja keras merupakan suatu sikap harus berusaha untuk memperbaiki kehidupan dalam hidupnya, (5) mandiri merupakan sikap dan perilaku yang tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan berbagai tugas maupun persoalan, dan nilai moral individu negatif meliputi: (1) tidak jujur merupakan suatu sikap dan tingkah laku perbuatannya tidak benar, dan (3) sirik menggambarkan suatu sikap iri hati dan dengki kepada orang lain.Nilai moral sosial tersebut, meliputi: (1) musyawarah merupakan saling memaafkan, saling menasehati antara satu sama lain dalam hidupnya. (2) rela berkorban merupakan suatu sikap yang selalu memberikan bantuan kepada orang lain, dan (3) kebijaksanaan merupakan suatu sikap yang selalu menggunakan akal budinya. Bagi kalangan pendidik, representasi nilai budaya masyarakat etnis Ende Lio ini bisa digunakan sebagai salah satu alternatif bahan pembelajaran bahasa, sastra yang berkaitan dengan pendidikan karakter, budaya, dan etika di antaranya dari sisi pengunaan bahasa dan retorika dalam karya sastra, nilai budaya daerah, dan budi pekerti luhur. Adapun Pemahaman siswa terhadap implementasi yang akan diajarkan oleh guru di sekiolah antara lain: nilai moral religius, nilai moral individu, dan nilai moral sosial yang terdapat pada cerita rakyat Ine Pare. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai titik tolak untuk penelitian lebih lanjut, misalnya masalah nilai moral budaya yang lain pada masyarakat etnis Ende Lio yang belum terjangkau dalam penelitian ini dan pemakaian pendekatan yang lain atau pendekatan yang berbeda
Penggunaan Media Computer Assisted Instruction (CAI) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Cerita Pada Siswa Kelas V SDN Sidomulyo 4 Kabupaten Lumajang
ABSTRAK Franata, Haris. 2014. Penggunaan Media Computer Assisted Instruction (CAI) untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Cerita pada Siswa Kelas V SDN Sidomulyo 4 Kabupaten Lumajang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Rumidjan, M.Pd, (2) Dra. Ratna Trieka Agustina, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Media CAI, Keterampilan menyimak, Cerita, SD Berdasarkan hasil pembelajaran pra tindakan menunjukkan bahwa tingkat keterampilan menyimak cerita siswa masih rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain siswa kurang berminat terhadap pembelajaran menyimak cerita karena dianggap sebagai pelajaran yang membosankan dan kurang menarik, siswa mengalami kesulitan dalam menceritakan kembali isi cerita, pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan cara membacakan cerita hanya sebatas yang ada pada buku paket Bahasa Indonesia. Rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu tentang 1) bagaimanakah penggunaan media CAI dan 2) Bagaimana peningkatan keterampilan menyimak cerita pada siswa kelas V SDN Sidomulyo 4 Kabupaten Lumajang dengan menggunakan media CAI. Pendekatan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart. Data dikumpulkan dengan 5 teknik, yaitu (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Tes, (4) Dokumentasi, (5) Catatan Lapangan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 13 siswa, yang terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2013/2014. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga cara, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Pelaksanaan pembelajaran menyimak cerita menggunakan media CAI dengan menyajikan video cerita membuat siswa menjadi antusias dalam belajar, suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, dan siswa lebih berkonsentrasi dalam menyimak cerita. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata nilai aktivitas siswa dalam menyimak cerita mencapai 72,88 dengan kriteria baik. Sedangkan rata-rata nilai keterampilan menyimak cerita siswa pada penelitian ini mencapai 73,84 dengan kriteria baik. Kesimpulan dari penelitian yaitu bahwa penggunaan media CAI dapat meningkatkan keterampilan menyimak cerita pada siswa kelas V SDN Sidomulyo 4 Kabupaten Lumajang. Disarankan bahwa dalam pembelajaran menyimak, guru kelas V SDN Sidomulyo 4 Kabupaten Lumajang hendaknya menggunakan media CAI . Bagi peneliti lanjut, hendaknya menggunakan media yang variatif dan menarik sebagai materi menyimak bagi siswa
ANALISIS BUKU TEMATIK TERPADU KURIKULUM 2013 KELAS IV TEMA INDAHNYA KEBERSAMAAN
ABSTRAK Afandi, ‘Alia Nur Husna. Analisis Buku Tematik Terpadu Pada Kurikulum 2013 Kelas IV Tema Indahnya Kebersamaan. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd., (II) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd. Kata Kunci: buku tematik terpadu, kurikulum 2013 Pada kurikulum 2013 di sekolah dasar, buku tematik terpadu kurikulum 2013 merupakan sumber belajar wajib. Penyusunan buku ini harus mengacu pada landasan teori kurikulum yang menaunginya. Berdasarkan hal tersebut dilakukan analisis awal pada pembelajaran pertama subtema 1 tema indahnya kebersamaan dalam buku siswa pada buku tematik terpadu kurikulum 2013 kelas IV. Beberapa ketidaksesuaian yang ditemukan pada analisis awal antara lain (1) belum ada kegiatan pengaitan informasi yang telah dimiliki siswa, (2) kompetensi dasar 3.4 pada mata pelajaran PKn masih belum terlihat pada tugas/latihan soal/penilaian dalam buku siswa, (3) belum terdapat informasi kompetensi yang harus dikuasai siswa dan informasi pentingnya penguasaan kompetensi bagi siswa. Dari hal di samping peneliti tertarik untuk melakukan analisis lebih lanjut pada seluruh pembelajaran pada tema tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif. Dari data yang berupa angka-angka tersebut akan dipersentase untuk menentukan tingkatan kesesuaiannya dan disimpulkan secara deskriptif. Analisis tersebut dibagi menjadi tiga jenis, masing-masing untuk menjawab rumusan masalah, yaitu (1) kesesuaian buku siswa pada buku tematik terpadu kurikulum 2013 kelas IV tema indahnya kebersamaan dengan karakteristik pembelajaran terpadu, (2) langkah pendekatan saintifik, dan (3) sesuai dengan prinsip penyusunan buku pelajaran yang mencakup kelengkapan sajian dan relevansi serta kaidah bahasa. Berdasarkan hasil analisis, diketahui karakteristik pembelajaran terpadu dalam buku mendapat persentase sebesar 77,08%, langkah-langkah pendekatan saintifik mendapat persentase sebesar 84,72%, dan prinsip buku pelajaran yang baik mendapat persentase sebesar 60,41%. Ketiga variabel tersebut ditotal menghasilkan hasil analisis buku siswa sebesar 74,07%. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat hasil analisis termasuk dalam kriteria cukup valid artinya buku tersebut dapat digunakan namun perlu direvisi kecil. Hal-hal yang ditemukan antara lain, (1) terdapat 3 pembelajaran yang masih sulit untuk terkait dengan subtema, (2) terdapat 15 pembelajaran tidak ada kegiatan pengaitan informasi yang sudah dimiliki siswa, (3) terdapat 4 pembelajaran yang sebatas memakai media gambar dan teks saja, (4) aspek keaktifan belum maksimal, karena aktivitas menggambar dan gerak sebatas jika terdapat mata pelajaran SBdP dan PJOK, (5) lemahnya aspek menyaji pada langkah pendekatan saintifik, (6) seluruh pembelajaran pada buku siswa belum terdapat sajian kompetensi yang akan dikuasai siswa, (7) 15 pembelajaran terdapat kesalahan ejaan
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENULIS SURAT RESMI OLEH SISWA SD KELAS VI DI SDN SANANWETAN 1 KOTA BLITAR
ABSTRAK Susanti, Rini. 2014. Analisis Kesalahan dalam Menulis Surat Resmi oleh Siswa SD Kelas VI di SDN Sananwetan 1 Kota Blitar. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Alif Mudiono, M.Pd.,(II) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd. Kata Kunci: analisis, ejaan, surat resmi Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia di SDN Sananwetan I kota Blitar, siswa sekolah dasar masih memiliki penguasaan surat resmi yang rendah. Misalnya dalam penggunaan huruf kapital, dan tanda baca dalam penulisan surat resmi. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan analisis secara mendalam tentang kesalahan pada hasil menulis surat resmi siswa. Tujuan penelitian yaitu untuk mengungkapkan apa dan bagaimana bentuk kesalahan dalam menggunakan format penulisan surat resmi, huruf kapital, tanda baca, serta kesalahan dalam menggunakan kata, faktor penyebab munculnya kesalahan dan upaya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjeknya adalah guru dan siswa kelas VI dengan jumlah 1 orang guru dan 20 siswa. Data penelitian berupa hasil menulis surat resmi siswa kelas VI SDN Sananwetan I kota Blitar. Instrumen yang digunakan adalah lembar tugas menulis surat resmi, pedoman wawancara, dan angket. Pengumpulan data menggunakan teknik kuisioner, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan merupakan teknik analisis data kualitatif yang disajikan dalam bentuk naratif dan tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 100% siswa dengan jumlah 20 siswa mengalami kesalahan dalam menulis surat resminya. Jumlah seluruh kesalahan yang terjadi sebanyak 189 kesalahan. Kesalahan yang terjadi yaitu kesalahan pada (1) penggunaan format penulisan surat resmi (37%), (2) penggunaan huruf kapital (32%), (3) penggunaan tanda baca (22%), serta (4) penggunaan kata (9 %). Faktor penyebabnya adalah kecerobohan siswa, siswa kurang memahami materi, serta siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. Adapun upaya guru dalam memperbaiki kesalahan tersebut yaitu mengkombinasikan metode pembelajaran yang ada agar pembelajaran tersebut menjadi pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Sedangkan upaya yang dilakukan siswa adalah berlatih terus menerus, mengulang semua materi yang tidak mengerti, dan bertanya kepada teman atau guru tentang materi yang tidak dimengerti. Berdasarkan hasil temuan dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis surat resmi sudah cukup baik. Hal ini terbukti pada ditemukannya kesalahan berupa, (1) kesalahan dalam penggunaan format penulisan surat resmi, (2) kesalahan huruf kapital, (3) kesalahan tanda baca, dan (4) kesalahan pada penggunaan kata. Adapun saran yang dapat diberikan adalah dalam mengajar Bahasa Indonesia guru dapat lebih menekankan aspek kebahasaan maupun non kebahasaan. Menunjukkan kesalahan yang terjadi kepada siswa selain serta memberikan umpan balik tentang materi-materi apakah yang belum dipahaminya