Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    421 research outputs found

    Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Puzzle Alphabet Di Tk B Muslimat 18 Banjarejo Pakis Malang.

    No full text
    Anindika, Ferda Ferik Putri. 2016. Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Puzzle Alphabet Di Tk B Muslimat 18 Banjarejo Pakis Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ahmad Samawi, M,Hum (II)Sandy Tegariyani Putri S., S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Media Puzzle Alphabet, Membaca Permulaan. Berdasarkan hasil observasi pada kelompok B di TK Muslimat 18 Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan anak kelompok B masih sangat rendah. 25 anak, 11 anak hanya dapat membaca, 12 anak hanya dapat mengenal huruf dan 2 anak  belum dapat mengenal huruf.  Hal ini disebabkan karena anak masih kurang percaya diri mengucapkan kata, anak cenderung kurang aktif dalam membaca; metode membaca yang digunakan metode eja; media pembelajaran yang digunakan adalah papan tulis hitam serta kapur tulis berwana putih, serta bahan ajar yang digunakan hanya buku tulis siswa serta LKS saja.Masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah penggunaan media puzzle alphabet  untuk pelaksanaan pembelajaran  membaca permulaan di TK B Muslimat 18 Banjarejo Pakis Malang. (2) Bagaimanakahmeningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui media puzzle alphabet  di TK B Muslimat 18 Banjarejo Pakis Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif  kuantitatif dan kualitatif dengan desain PTK dengan model Kemmis & MC. Taggart yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan subyek penelitian anak kelompok B TK Muslimat 18 Banjarejo sebanyak 25 anak. Instrumen yang digunakan adalah Lembar observasi, lembar penilaian, dokumentasi dan panduan wawancara tidak terstruktur.Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan media Puzzle Alphabet dalam pembelajaran mempunyai pengaruh yang baik, yakni: (1) anak-anak bersemangat ketika melihat media yang baru; (2)media puzzle alphabet tidak berbahaya bagi anak; (3)media puzzle alphabet yang dirangcang dengan potongan tiap suku kata dapat memudahkan anak untuk belajar membaca permulaan; (4)anak-anak dapat berkelompok sehingga nilai sosial emosionalnya dapat ditumbuhkan dan; (5) motivasi belajar anak lebih meningkat dengan hadirnya media puzzle alphabet. Hasil penerapan pembelajaran melalui media puzzle alphabetdapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B di TK Muslimat 18 Banjarejo, hal ini terbukti dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada tahap pra tindakan dengan skor ketuntasan mencapai44% dan diperoleh skor ketuntasan pada penelitian siklus I sebesar 72%, kemudian dilanjutkan ke siklus II dengan perolehan skor ketuntasan sebesar 88% yakni dengan peningkatan sebesar 44%. Peneliti berharap media puzzle alphabet dapat dijadikan referensi kegiatan belajar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan media puzzle alphabetuntuk mengembangkan aspek perkembangan lainnya terutama aspek perkembangan sosial emosional

    Perancangan Buku Cerita Bergambar Tentang Cara Merawat Gigi Untuk Anak TK

    No full text
    ABSTRAK   Ramadhan, Yunus, 2014. Perancangan Buku Cerita Bergambar Tentang Cara Merawat Gigi untuk Anak TK. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn., (II) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn.   Kata kunci: buku cerita bergambar, merawat gigi, anak TK Gigi merupakan jaringan tubuh yang paling keras dibanding yang lainnya. Strukturnya berlapis – lapis, mulai dari email yang sangat keras, dentin (tulang gigi) di dalamnya, pulpa yang berisi pembuluh darah, pembuluh syaraf, dan bagian lain yang memperkokoh gigi. Namun demikian, gigi merupakan jaringan tubuh yang mudah sekali mengalami kerusakan. Ini terjadi ketika gigi tidak memperoleh perawatan semestinya. Mengingat resiko yang terjadi pada karies gigi berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak, maka cara pencegahan yang lebih awal yaitu melalui pemahaman dan peran serta orang tua terutama ibu dalam memelihara kesehatan gigi anak. Solusi dari permasalahan di atas penulis merancang buku cerita bergambar tentang cara merawat gigi untuk anak TK. Media ini dirancang untuk dapat menjadi media pembelajaranmelalui aktivitas yang berkaitan dengan menyikat gigi dengan sifat edukatif dan informatif. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah model prosedural yang diawali dengan penjabaran latar belakang, perumusan masalah, dan tujuan perancangan, menentukan metode perancangan, mengidentifikasi analisa data, sintesis dan visualisasi. Pada perancangan ini dihasilkan media buku cerita bergambar yang berisi tentang pemahaman cara merawat gigi untuk anak rentang usia 4-6 tahun dan kepedulian akan pentingnya kebersihan gigi sejak usia dini. Dalam buku ini menggunakan ilustrasi kartunal yang disukai anak-anak dan penuh warna dengan sedikit teks dan banyak gambar. Buku ini dapat digunakan secara bersama-sama sebagai media pembelajaran dan juga sebagai bacaan pribadi di rumah

    Peningkatan Kemampuan Menyimak Anak Kelompok B Melalui Permainan Sirkuiit Bisik Berantai di RA Perwanida Kabupaten Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Uyun, Aimah Curutul 2015. Peningkatan Kemampuan Berbahasa Anak Kelompok B Melalui Permainan Sirkuit Bisik Berantai di RA Perwanida Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd, (II) Dra. Sutansi, M.Pd   Kata Kunci: kemampuan berbahasa, permainan sirkuit bisik berantai Berdasarkan obsevasi yang telah dilakukan bahwa kemampuan berbahasa anak masih rendah. Anak mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pendapat serta anak belum mampu fokus dalam mengikuti pembelajaran. Penyebab permasalahan tersebut adalah metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran kurang menarik bagi anak, serta anak merasa bosan dan suka bermain sendiri. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) mendeskripsikan pelaksanaan permainan sirkuit bisik berantai untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok B di RA Perwanida Kabupaten Kediri, (2) mendeskripsikan penggunaan permainan sirkuit bisik berantai agar dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok B di RA Perwanida Kabupaten Kediri. Pendekatan yang dilakukan peneliti adalah pendekatan kualitatif dengan jenis PTK yang terdiri dari 1 siklus dengan dua kali pertemuan. Pada pelaksanaannya dilakukan beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan anak didik kelompok B RA Perwanida Kabupaten Kediri dengan jumlah pesrta 22 anak.  Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada tanggan 26 Januari2015 sampai 12 Februari 2015. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan bisik berantai sirkuit dalam kegiatan pembelajaran terbukti dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak kelompok B. Pada pertemuan pertama sebesar 63%, sedangkan pada pertemuan kedua mencapai 88,7%. Kemampuan bahasa anak mengalami peningkatan sebesar 25,7%. Berdasarkan pada hasil tersenbut dapat disimplkan bahwa penerapan langkah-langkah permainan sirkuit bisik berantai dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak. Berdasarkan penelitian ini disarankan agar pendidik anak usia dini dapat menerapkan langkah-langkah pembelajaran yang motivatif, inovatif, menarik, menyenangkan, menambah kosakata, dapat melancarkan komunikasi dan daya ingat anak dalam pembelajaran untuk mencapi hasil yang maksimal

    PERSEPSI GURU TERHADAP IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK PADA KURIKULUM 2013 DI SDN GUGUS 5 DAN 6 KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Lusita Sari, Fany. 2015.PERSEPSI GURU TERHADAP IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN   SAINTIFIK   PADA   KURIKULUM   2013   DI   SDN GUGUS 5 DAN 6 KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANGJurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Muchtar, S.Pd, M.Si (II) Drs. Sutarno, M.Pd   Kata Kunci : Persepsi, Implementasi Pendekatan Pembelajaran Saintifik, SD Pada tahun ajaran 2013-2014, pendidikan mengalami perubahan kurikulum. Pada kurikulum 2013 pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran saintifik. Pendekatan saintifik terdiri dari kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman  persepsi  guru  terhadap  implementsi  pendekatan pembelajaran saintifik. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru kelas I, II, IV, dan V di SDN gugus 5 dan 6 kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Data hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kegiatan mengamati tergolong kategori sedang, (2) kegiatan bertanya tergolong kategori sedang, (3) kegiatan mencoba tergolong kategori sedang, (4) kegiatan menalar tergolong kategori sedang,  (5) kegiatan mengkomunikasikan tergolong kategori cukup, dan (6) pendapat guru terhadap keseluruhan pelaksanaan pendekatan saintifik tergolong kategori cukup meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan implementasi Pendekatan Saintifik di SDN Gugus 5 dan 6 tergolong sedang artinya pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik masih relatif rendah. Saran bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, hendaknya meningkatkan kegiatan saintifik dengan aktivitas dan tagihan

    Peningkatan Kemampuan Komunikasi Sosial Anak dengan Bermain Peran pada Kelompok B1 di PAUD AL-QURAN Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRACT Peningkatan Kemampuan Komunikasi Sosial Anak dengan Bermain Peran pada Kelompok B1 di PAUD AL-QURAN Kabupaten MalangAtika, Aisyah Nur. 2016. Peningkatkan Kemampuan Komunikasi Sosial Anak dengan Bermain Peran pada Kelompok B1 di PAUD AL-QURAN Kabupaten Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum, (II) Eny Nur Aisyah, S.Pd, I. M.PdKata Kunci:bermain peran, komunikasi sosial, anak Kelompok B  Penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan masalah yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi sosial anak kelompok B1 di PAUD AL-QURAN yang ditunjukkan dengan belum dapat berbicara dengan sopan, mau memohon dan memberi maaf, serta menyapa teman, sehingga sebagian anak cenderung kurang dapat menjalani hubungan baik dan menyenangkan dengan teman sebayanya.   Hal tersebut menjadi alasan yang mendasari rumusan masalah, yaitu (1) bagaimana penerapan metode bermain peran dalam meningkatkan kemampuan komunikasi sosial anak kelompok B1 di PAUD AL-QURAN Kabupaten Malang, (2) apakah bermain peran dapat meningkatkan kemampuan komunikasi sosial anak kelompok B1 di PAUD AL-QURAN Kabupaten Malang.    Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian adalah anak kelompok B1 PAUD AL-QURAN Kabupaten Malang berjumlah 14 anak. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan,refleksi. Teknik pengumpulan data untuk mendukung penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan terhadap kemampuan komunikasi sosial anak dan kegiatan bermain peran lebih menyenangkan.bermain peran dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B1 PAUD AL-QURAN Kabupaten Malang terbukti ketuntasan kelas pada siklus I pertemuan pertama 36% atau 5 anak yang sudah berkembang, pada siklus I pertemua kedua 50% atau 7 anak yang sudah berkembang, pada siklus II pertemuan pertama 71% atau 10 anak yang sudah berkembang, dan pada siklus II pertemuan kedua 93% atau 13 anak yang sudah berkembang.Bermain peran diterapkan dengan cara anak-anak memerankan suatu tokoh dan memerankan sesuai dengan perannya dengan cerita yang sudah ditentukan oleh guru. Kegiatan bermain peran dalam pembelajaran sosial emosional terbukti dapat meningkatkan kemampuan komunikasi sosial anak karena  sudah mencapai target yang ditentukan yaitu ≥  75%. Bagi guru anak usia dini disarankan  memanfaatkan kegiatan bermain peran ini karena dapat dijadikan sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sosial anak

    MELALUI MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER DAPAT MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS III SDN CANDIREJO 04 KECAMATAN PONGGOK

    No full text
    ABSTRAK   Rohmadiyah, Eni. 2015. “Melalui Model Numbered Heads Together Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Pkn Pada Siswa Kelas III SDN Candirejo 04 Kecamatan Ponggok. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) H. Hadi Mustofa, M.Pd, (II) H. Syaiful Imam, S. Pd., M.Pd   Kata Kunci: Numbered Heads Together, Prestasi Belajar, Pendidikan Kewarganegaraan Berdasarkan observasi yang dilakukan pada siswa kelas III SDN Candirejo 04 Kecamatan Ponggok ditemukan permasalahan antara lain: metode pembelajaran yang digunakan guru adalah guru menggunakan metode ceramah, dan penugasan, terlihat siswa merasa bosan, siswa tidak dibentuk kelompok, kurang adanya keterlibatan siswa secara aktif, siswa tidak memiliki buku penunjang LKS, guru tidak menggunakan model pembelajaran. Hal demikian menyebabkan prestasi belajar siswa rendah, dari 12 siswa hanya 3 siswa yang memperoleh nilai diatas KKM dengan presentase KBK sebesar 25%. Alternatif yang dipilih untuk mengatasi masalah tersebut yaitu melalui penerapan model Numbered Heads Together. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran PKn dengan menggunakan model Numbered Heads Together pada siswa kelas III SDN Candirejo 04 Kecamatan Ponggok, dan untuk mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar PKn melalui model Numbered Heads Together pada siwa kelas III SDN Candirejo 04 Kecamataan Ponggok. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing dilaksanakan dalam 2 pertemuan. Prosedur pelaksanaan penelitian ini yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes, dokumentasi dan catatan lapangan. Aktivitas dalam analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penerapan model Numbered Heads Together pada pembelajaran PKn dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SDN Candirejo 04 Kecamatan Ponggok. Hal itu dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata prestasi belajar pada pratindakan dengan nilai 53, siklus I dengan nilai 67, dan siklus II dengan nilai 83. Ketuntasan Belajar Klasikal pada pratindakan sebesar 25%, siklus I sebesar 58%, dan siklus II sebesar 92%. Pembelajaran PKn mengalami peningkatan pada setiap siklus. Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Numbered Heads Together pada pembelajaran PKn kelas III dapat dilaksanakan dengan sangat baik. Pembelajaran menjadi aktif dan menyenangkan serta prestasi belajar siswa meningkat dan dapat mencapai Ketuntasan Belajar Klasikal yang ditentukan. Dengan demikian, diharapkan guru dapat menggunakan model pembelajaran yang tepat guna keterlaksanaan proses pembelajaran yang optimal sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA INDAHNYA NEGERIKU MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DI KELAS IV SDN ARIYOJEDING 01 KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK   Maylana, Alfira. 2015. “Peningkatan Hasil Belajar Tema Indahnya Negeriku Melalui Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) di Kelas IV SDN Ariyojeding 01 Kabupaten Tulungagung”. Skripsi, Jurusan KSDP Program Studi S1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si.   Kata kunci: peningkatan hasil belajar, tema indahnya negeriku, model pembelajaran numbered heads together (nht). Pembelajaran di SDN Ariyojeding 01 tema 6 Indahnya Negeriku masih terfokus pada buku paket dan LKS saja, siswa jarang melakukan kegiatan yang berarti. Pada umunya pembelajaran masih menekankan pada model ceramah dan kurang berkesan bagi siswa, siswa hanya menerima materi pelajaran dan kurang penghayatan pada materi. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang optimal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup 1) penerapan model NHT pada pembelajaran tema Indahnya Negeriku, 2) peningkatan hasil belajar siswa kelas. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian ini terdapat 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek peneliti ini adalah kelas IV SDN Ariyojeding 01 dengan jumlah siswa 25 anak. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mendukung data penelitian ini meliputi : 1) observasi, 2) wawancara, 3) tes, 4) catatan lapangan, dan 5) dokumentasi . Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Penerapan model NHT pada pembelajaran tema Indahnya Negeriku dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Pada siklus I rata-rata aktivitas siswa 73% dan pada siklus II rata-rata aktivitas siswa sebesar 78% dengan kategori cukup. Selain itu penerapan model NHT juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I sebanyak 19 siswa dengan prosentase 76% telah mencapai ketuntasan, sedangkan pada siklus II sebanyak 25 siswa dengan prosentase 96% telah mencapai ketuntasan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tema 6 Indahnya negeriku materi Keindahan Alam negeriku dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Ariyojeding 01 Kabupaten Tulungagung. Untuk itu, diharapkan guru dapat menggunakan model pembelajaran NHT yang  berguna untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa secara optimal

    Pengembangan Media Video Senam Irama Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif Pada Siswa Tunagrahita Kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang

    No full text
    ABSTRAK   Pangesti, Restu. 2015. Pengembangan Media Video Senam Irama Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif Pada Siswa Tunagrahita Kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Abdul Huda, M.Pd.   Kata Kunci: Media Video Senam Irama, Pendidikan Jasmani Adaptif, Tunagrahita Tunagrahita adalah kelainan yang meliputi fungsi intelektual di bawah rata-rata. Siswa dengan kelainan tunagrahita memiliki problema belajar yang disebakan adanya hambatan perkembangan intelegensi, mental, emosi, sosial, dan fisik. Pada pembelajaran pendidikan jasmani adaptif, siswa tunagrahita memerlukan keberagaman kegiatan olahraga salah satunya adalah kegiatan senam irama. Oleh karena itu siswa tunagrahita memerlukan media pembelajaran yang tepat dalam proses kegiatan belajar mengajar pendidikan jasmani adaptif. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan media video senam irama dalam pembelajaran pendidikan jasmani adaptif pada siswa tunagrahita kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang yang disesuaikan dengan karakteristik siswa tunagrahita. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi langkah-langkah pengembangan model Dick & Carey yang diadaptasi oleh Setyosari (2013). Subjek uji coba produk terdiri dari ahli materi, ahli media, praktisi, dan uji coba kelompok kecil yang terdiri dari 5 siswa tunagrahita kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Hasil pengembangan menunjukan tingkat kevalidan media video senam irama. Hasil penilaian ahli materi memperoleh presentasae 92%, ahli media memperoleh 94%, praktisi memperoleh 92%, dan uji coba kelompok kecil memperoleh rata-rata 88% dengan kualifikasi sangat layak untuk digunakan. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu produk yang dihasilakan mendapat hasil yang tepat dan valid digunakan siswa tunagrahita Kelas VI SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Saran yang diajukan adalah (1) peneliti selanjutnya dapat mengembangankan senam irama dengan model gerakan dan irama yang lainya dalam pembelajaran pendidikan jasmani adaptif, (2) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan senam irama dengan menggunakan subjek Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang lainya, (3) peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan memperbanyak keragaman populasi dan wilayah penelitian

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA INDAHNYA NEGERIKU MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DI KELAS IV SDN ARIYOJEDING 01 KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK   Maylana, Alfira. 2015. “Peningkatan Hasil Belajar Tema Indahnya Negeriku Melalui Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) di Kelas IV SDN Ariyojeding 01 Kabupaten Tulungagung”. Skripsi, Jurusan KSDP Program Studi S1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si.   Kata kunci: peningkatan hasil belajar, tema indahnya negeriku, model pembelajaran numbered heads together (nht). Pembelajaran di SDN Ariyojeding 01 tema 6 Indahnya Negeriku masih terfokus pada buku paket dan LKS saja, siswa jarang melakukan kegiatan yang berarti. Pada umunya pembelajaran masih menekankan pada model ceramah dan kurang berkesan bagi siswa, siswa hanya menerima materi pelajaran dan kurang penghayatan pada materi. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang optimal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup 1) penerapan model NHT pada pembelajaran tema Indahnya Negeriku, 2) peningkatan hasil belajar siswa kelas. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian ini terdapat 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek peneliti ini adalah kelas IV SDN Ariyojeding 01 dengan jumlah siswa 25 anak. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mendukung data penelitian ini meliputi : 1) observasi, 2) wawancara, 3) tes, 4) catatan lapangan, dan 5) dokumentasi . Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Penerapan model NHT pada pembelajaran tema Indahnya Negeriku dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Pada siklus I rata-rata aktivitas siswa 73% dan pada siklus II rata-rata aktivitas siswa sebesar 78% dengan kategori cukup. Selain itu penerapan model NHT juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I sebanyak 19 siswa dengan prosentase 76% telah mencapai ketuntasan, sedangkan pada siklus II sebanyak 25 siswa dengan prosentase 96% telah mencapai ketuntasan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tema 6 Indahnya negeriku materi Keindahan Alam negeriku dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Ariyojeding 01 Kabupaten Tulungagung. Untuk itu, diharapkan guru dapat menggunakan model pembelajaran NHT yang  berguna untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa secara optimal

    Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Jaringan Dasar Kelas X Semester I Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan Sekolah Menengah Kejuruan

    No full text
    ABSTRAK   Shidqi, Wahyu M. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Jaringan Dasar Kelas X Semester I Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan Sekolah Menengah Kejuruan. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muladi, S.T, M.T. (2) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom.   Kata kunci : bahan ajar, jaringan dasar, kurikulum 2013, model pendekatan ilmiah, model pengembangan ADDIE. Tahun 2013 adalah awal kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013 yang menggantikan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) terdapat mata pelajaran baru, salah satunya adalah mata pelajaran jaringan dasar. Sebagai materi baru tentunya bahan ajar yang tepat masih belum tersedia, sehingga siswa kesulitan dalam belajar. Siswa hanya belajar dari penjelasan guru dan tidak memiliki buku pegangan yang sesuai. Hal ini membuat guru harus menentukan sumber belajar yang tepat bagi siswa dan mengupayakan alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa. Salah satu alternatif guru dalam memperoleh sumber belajar adalah BSE. Ditinjau dari situs resmi BSE, buku mata pelajaran jaringan dasar belum ada. BSE sendiri masih memakai KTSP sehingga tidak sesuai dengan Mata Pelajaran Jaringan Dasar. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam proses pembelajaran baik siswa maupun guru. Untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi, perlu dikembangkan sebuah bahan ajar Mata Pelajaran Jaringan Dasar yang sesuai dan mencakup kegiatan pembelajaran. Tujuan pengembangan ini untuk mengem­bangkan bahan ajar Mata Pelajaran Jaringan Dasar Kelas X Semester I Program Keahlian TKJ SMK. Bahan ajar dikembangkan dalam bentuk buku pelajaran untuk mengatasi keterbatasan bahan ajar dan membantu siswa dalam mencapai ketuntasan belajar. Produk bahan ajar disusun berdasarkan model pendekatan ilmiah yaitu, pembelajaran yang mengembangkan tiga ranah, antara lain sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Sehingga dapat membentuk siswa yang aktif, kritis, dan kreatif. Proses pengembangan bahan ajar menggunakan model pengembangan ADDIE. Model tersebut memiliki 5 tahap pengembangan, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Bahan ajar akan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media pembelajaran. Uji coba produk akan dilakukan pada subjek uji coba yaitu guru mata pelajaran jaringan dasar dan siswa Kelas X SMK Program Keahlian TKJ. Pengambilan data validasi dan uji coba digali dengan menggunakan instrumen berupa angket. Hasil validasi produk oleh ahli materi diperoleh persentase sebesar 91,25% dengan kategori layak, sedangkan dari ahli media dipero­leh persentase sebesar 97,5% dengan kategori layak. Hasil uji coba produk oleh guru diperoleh persentase sebesar 75% dengan kategori cukup layak, dari uji coba kelompok kecil diperoleh persentase sebesar 75,71% dengan kategori layak, dan dari uji coba kelompok besar diperoleh persentase sebesar 86,67% dengan kategori layak. Berdasarkan keseluru­han data yang diperoleh, bahan ajar Buku Pelajaran Jaringan Dasar Kelas X Semester I SMK/MAK dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran

    0

    full texts

    421

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇