Bungamputi
Not a member yet
215 research outputs found
Sort by
Hubungan Kegiatan Melipat Kertas (Origami) dengan Kreativitas Anak di Kelompok A TK Melati Tondo Kecamatan Mantikulore
Masalah dalam tulisan ini adalah kreativitas anak belum berkembang sesuai harapan.Upaya mengatasi masalah tersebut sudah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan kegiatan melipat dengan kreativitas anak. Metode penelitian ini adalah kualitatif sedangkan jenisnya deskriptif, subyeknya seluruh anak kelompok A TK Melati Tondo Kecamatan Mantikulore berjumlah 14 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis teknik presentase. Hasil penelitian minggu pertama mengajukan pertanyaan kategori BSB 7,14%, BSH 7,14%, MB 28,57%, BB 57,14%, membuat berbagai macam bentuk lipatan BSB 7,14%, BSH 14,28%, MB 14,28%, BB 64,28%, dan membuat variasi dalam bentuk lipatan kategori BSB 7,14%, BSH 14,28%, MB 21,42%, BB 57,14%. Selanjutnya penelitian minggu keenam mengalami perkembangan yang signifikan, mengajukan pertanyaan kategori BSB 21,42%, BSH 64,28%, MB 7,14%, BB 7,14%, membuat berbagai macam bentuk lipatan kategori BSB 21,42%, BSH 64,28%, MB 7,14%, BB 7,14%, dan membuat variasi dalam bentuk lipatan kategori BSB 21,42%, BSH 57,14%, MB 14,28%, BB 7,14%. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kegiatan melipat kertas dengan kreativitas anak terbukti adanya peningkatan dari minggu pertama sampai minggu keenam dalam semua aspek rata-rata kategori BSB 21,42%, BSH 61,9%, MB 9,52%, walaupun masih ada yang belum berkembang yaitu pada kategori BB 7,14%
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Sosial Anak di Kelompok B1 TK Kemala Bhayangkari 01 Pim Staf Besusu Tengah
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pola asuh orang tua dan perilaku sosial anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah deksriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah anak didik di Kelompok B1 TK Kemala Bhayangkari 01 PIM STAF Besusu Tengah yang berjumlah 20 anak. Pengelolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian pola asuh orang tua terhadap perilaku sosial anak menunjukan presentase rata-rata 10 anak yang diterapkan pola asuh demokratis terdapat 47% kategori BSB, 27% kategori BSH, 23% kategori MB, 3% kategori BB. Selanjutnya persentase rata-rata dari 6 anak yang diterapkan pola asuh otoriter 22% kategori BSB, 28% kategori BSH, 33% kategori MB, dan 17% kategori BB. Kemudian persentase rata-rata dari 4 anak yang diterapkan pola asuh permisif 25% kategori BSB, 25% kategori BSH, 42% kategori MB, 8% kategori BB. Dapat disimpulkan ada pengaruh pola asuh orang tua terhadap perilaku sosial anak terbukti dengan melihat hasil pengamatan beberapa kategori perilaku sosial anak dengan beberapa kategori pola asuh orang tua, Berkembang Sesuai Harapan
Pengaruh Kegiatan Mewarnai Gambar Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Di Kelompok B2 Tk Bustanul Athfal Aisyiyah III Palu
Permasalah pokok dalam penelitian ini adalah kemampuan motorik halus anak belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan mewarnai gambar terhadap perkembangan motorik halus anak di kelompok Kelompok B2 TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan rancangan penelitian yang disesuaikan dengan prosedur penelitian kependidikan. Sampel penelitian ini adalah 16 anak di Kelompok B2 TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore. Teknik pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dari analisi deskriptif, yaitu terdapat 11 anak (54,17 %) berada dalam kategori berkembang sangat baik, terdapat 3 anak (27,08%) berada dalam kategori berkembang sesuai harapan, terdapat 2 anak (18,75 %) dalam kategori mulai berkembang , dan tidak terdapat anak dalam kategori belum berkembang. Dengan demikan dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh kegiatan mewarnai gambar terhadap kemampuan motorik halus anak
Pengaruh Media Kartu Angka Terhadap Kemampuan Anak Mengenal Lambangbilangan di Kelompok A TK Ar-Rahma Sidole Timur Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Mautong
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan anak mengenal lambang bilangan.Metode Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian di tarik kesimpulan.subjek penelitian ini seluruh anak kelompok A TK Ar-Rahma Sidole Timur yang berjumlah 12 anak.Teknik pengumpulan data di lakukan melalui wawancara,observasi, dan dokumentasi. Pengelolaan data di lakukan dengan teknik persentase.Hasil penelitian, kemampuan anak mengenal lambang bilangan sebelum di berikan media katu angka, ada 1 anak 8% berkembang sangat baik, ada 2 anak 17% berkembang sesuai harapan, ada 2 anak 17% mulai berkembang. Dan 7 anak 58% belum berkembang. Setelah penggunaan media kartu angka terdapat 4 anak 33% berkembang sangat baik, ada 5 anak 42% bekembang sesuai harapan, ada 2 anak 17% mulai berkembang, dan 1 anak 8% belum berkembang. Berdasarkan hasil penelitian berlangsung menunjukan bahwa ada pengaruh media kartu angka terhadap kemampuan anak mengenal lambang bilangan di kelompok A Tk Ar-Rahma Sidole Timur Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Mautong
Kemampuan Anak Berbahasa Ditinjau dari Media Audio Visual
Masalah pokok dalam tulisan ini adalah kemampuan anak berbahasa yang belum berkembang sesuai harapan. Sehubungan dengan masalah tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan media audio visual terhadap kemampuan anak berbahasa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, adapun subjek seluruh anak di kelompok B1 PAUD Terpadu Mutiara Hati Palu yang berjumlah 16 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, data dianalisis dengan teknik persentase. Hal ini dibuktikan dengan hasil minggu pertama yang menunjukan menjawab pertanyaan, 12,5% kategori Berkembang Sangat Baik, 31,25% Berkembang Sesuai Harapan, 37,5% Mulai Berkembang, dan 18,75% Belum Berkembang. Aspek penguasaan kosa kata, 12,5% Berkembag Sangat Baik, 25% Berkembang Sesuai Harapan, 18,75% Mulai Berkembang, 43,75% Belum Berkembang. Menceritakan kembali cerita yang telah ditonton, 0% Berkembang Sangat Baik, 18,75% Berkembang Sesuai Harapan, 43,75% Mulai Berkembang, 37,5% Belum Berkembang. Selanjutnya minggu kedua terjadi peningkatan yang menunjukan, menjawab pertanyaan, 25% kategori BSB, 43,75% BSH, 31,25% MB, 0% BB. Penguasaan kosa kata, 18,75% BSB, 37,5% BSH, 31,25% MB, 12,5% BB. Menceritakan kembali cerita yang telah ditonton, 18,75% BSB, 31,25% BSH, 31,25% MB, 18,75% BB. Disimpulkan bahwa ada hubungan media audio visual terhadap kemampaun anak berbahasa
Pengaruh Metode Pemberian Tugas Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B2 di TK Samporoa Dharma Wanita Persatuan Kota Palu
Masalah pokok dalam tulisan ini adalah kemampuan motorik halus anak yang belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemberian tugas terhadap kemampuan motorik halus. Melalui metode kualitatif dengan jenisnya deskiptif. Subjeknya seluruh anak di kelompok B2 TK Samporoa Dharma Wanita Persatuan Kota Palu yang berjumlah 14 anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisa melalui teknik persentase. Sebelum menggunakan metode pemberian tugas, kemampuan mewarnai gambar kategori BSH 1 anak (7,14%), MB 2 anak (14,29%) dan BB 11 anak (78,57%). Kemampuan menggunting gambar kategori MB 2 anak (14,29%) dan kategori BB 12 anak (85,71%). Kemampuan menempel gambar kategori BSH 1 anak (7,14%), kategori MB 3 anak (21,43%) dan kategori BB 10 anak(71,43%). Setelah penerapan metode pemberian tugas, ada peningkatan kemampuan motorik halus anak, kemampuan mewarnai gambar kategori BSB 4 anak (28,57%), kategori BSH 7 anak (50,00%), kategori MB 2 anak (14,29%) dan kategori BB 1 anak (7,14%). Kemampuan menggunting gambar kategori BSB 4 anak (28,57%), kategori BSH 6 anak (42,86%), kategori MB 3 anak (21,43%) dan kategori BB 1 anak (7,14%). Kemampuan menempel gambar kategori BSB 4 anak (28,57%), kategori BSH 7 anak (50,00%), kategori MB 2 anak (14,29%) dan kategori BB 1 anak (7,14%). Disimpulkan bahwa ada pengaruh metode pemberian tugas terhadap kemampuan motorik halus anak. Terbuki setelah diberi metode pemberian tugas terlihat ada peningkatan
Pengembangan Pembelajaran Berbasis Outbound Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak di Kelompok B2 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah belum berkembangnya Kemampuan Motorik Kasar Anak di Kelompok B2 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pengembangan pembelajaran berbasis outbound terhadap kemampuan motorik kasar anak di Kelompok B2 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu. Pendekatan yang digunakan deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian adalah eksperimen sederhana. Adapun subyek penelitian adalah 16 anak, terdiri dari 8 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian terlihat pada setiap aspek yang diamati mengalami kenaikan, yaitu pada aspek keseimbangan menaiki perosotan, terdapat 3 anak (19%) dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 9 anak (56%) kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 3 anak (19%) kategori Mulai Berkembang (MB), dan 1 anak (6%) kategori Belum Berkembang (BB), kemudian dalam kelincahan melewati terowongan kayu pelangi, ada 5 anak (31%) katgori BSB, 8 anak (50%) kategori BSH, 3 anak (19%) kategori MB, dan tidak ada anak kategori BB. Selanjutnya, aspek kekuatan melewati tangga lengkung pelangi, ada 4 anak (25%) kategori BSB, 7 anak (44%) kategori BSH, ada 4 anak (25%) kategori MB, dan ada 1 anak (6%) kategori BB. Disimpulkan bahwa pengembangan pembelajaran berbasis outbound berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar anak di kelompok B2 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu
Pengaruh Pemberian Penguatan Terhadap Perkembangan Moral Anak di Kelompok B3 TK Negeri Pembina Palu
Permasalah pokok dalam penelitian ini adalah perkembangan moral anak belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian penguatan terhadap perkembangan moral anak di kelompok B3TK Negeri Pembina Palu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan rancangan penelitian yang disesuaikan prosedur penelitian kependidikan. Sampel penelitian ini adalah 27 orang anak di Kelompok B3 TK Negeri Pembina Palu. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi, Berdasarkan hasil rekapitulasi sebelum diberikan perlakuan dari tiga aspek yang diamati yaitu 1) pembiasaan sikap sopan dan santun, 2) pembiasaan sikap peduli, dan 3), kebersihan diri dan lingkungan, hasil penelitian sebelum diberikan perlakuan menunjukkan persentase kategori berkembang sangat baik, berkembang sesuai harapan dan mulai berkembang hanya mencapai 48,15% sedangkan untuk kategori rendah mencapai 51,85%. Setelah dilakukan tindakan terjadi peningkatan hasil penelitian dari ketiga aspek yang diamati yaitu, menunjukkan kategori berkembang sangat baik, berkembang sesuai harapan dan mulai berkembang mencapai 90,12% dan persentase kategori rendah 9,88%. Demikian dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian penguatan terhahap perkembangan moral anak kelompok B3 Tk Negeri Pembina Palu
Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Perkembangan Moral Anak di Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Palu
Permasalah pokok dalam penelitian ini adalah rendahnya nilai moral anak di kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Palu. Penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah 15 anak di kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Palu. Teknik Pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara, dari hasil penelitian dari analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian rekapitulasi sebelum dan sesudah metode demonstrasi bahwa perkembangan nilai moral anak sudah berkembang sesuai harapan dalam masing-masing aspek yang diamati yaitu menggosok gigi, membuang sampah dan mencuci tangan, diperoleh hasil rekapiulasi sebelum metode demonstrasi terdapat 1 anak (20,01%) dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) 1 anak(26,67%) dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 2 anak (40%) dalam kategori Mulai Berkembang (MB) dan 11 anak (213,32%) dalam kategori Belum Berkembang (BB). Selanjutnya hasil rekapitulasi sesudah metode demonstrasi terdapat 3 anak (20%) dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 8 anak (51,11%) dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), terdapat 4 anak (28,89%) dalam kategori Mulai Berkembang (MB), dan tidak terdapat anak dalam kategori Belum Berkembang (BB). Demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode demonstrasi dalam perkembangan nilai moral anak di kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Palu
Pengaruh Kegiatan Menggambar Bebas Terhadap Kreativitas Anak di Kelompok B TK Permataku Desa Lenju Kecamatan Sojol Utara Kabupaten Donggala
Masalah dalam artikel ini adalah kreativitas anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut sudah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan menggambar bebas terhadap kreativitas anak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, subyeknya yaitu anak kelompok B TK Permataku berjumlah 16 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis teknik persentase. Data sebelum diberi perlakuan kemampuan menggambar sesuai gagasannya, kategori BSB (6,25%), BSH (12,5%), MB (31,25%), dan BB (50%), kemampuan bertanya dan menjawab pertayaan, kategori BSB (6,25%), BSH (12,5%), MB (37,5%), dan BB (43,75%), dan hasil karya, kategori BSB (6,25%), BSH (12,5%), MB (31,25%), dan BB (50%). Selanjutnya,data sesudah diberi perlakuan, kemampuan menggambar sesuai gagasannya, kategori BSB (18,75%), BSH (37,5%), MB (25%), dan BB (18,75%), kemampuan bertanya dan menjawab pertayaan, BSB (18,75%), BSH (37,5%), MB (25%), dan BB (18,75%), dan hasil karya, BSB (18,75%), BSH (37,5%), MB (25%), dan BB (18,75%). Disimpulkan ada pengaruh kegiatan menggambar bebas terhadap kreativitas anak, terbukti adanya peningkatan rata-rata, kategori BSB 18,75%, BSH 37,5%, MB 25%