Bungamputi
Not a member yet
215 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Hasil Belajar Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Di Kelompok B Tk Negeri Pembina Donggala
ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah belum maksimalnya hasil belajar anak kelompok B TK Negeri Pembina Donggala? Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan perbaikan proses pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar anak. Rancangan penelitian mengacu pada alur PTK dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara bersiklus. Subyek penelitian ini yaitu anak kelompok B yang berjumlah 18 anak terdiri dari 11 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Data dikumpulkan dengan cara observasi, pemberian tugas, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisa secara deskriptif kualitatif dengan teknik persentase. Dapat disimpulkan bahwa metode pemberian tugas dapat meningkatkan hasil belajar anak terbukti ada peningkatan hasil belajar anak dari siklus satu kesiklus dua yaitu 24% menjadi 52%, walaupun masih terdapat anak yang belum meningkat hasil belajarnya hanya 11% saja. Kata Kunci: Hasil Belajar; Metode Pemberian Tuga
Meningkatkan Nilai-Nilai Agama Anak Melalui Metode Demonstrasi Pada Kelompok B TK Dharma Wanita Labuan Panimba
ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah nilai-nilai agama pada anak dapat ditingkatkan melalui metode demonstrasi di kelompok B TK Dharma Wanita Labuan Panimba? Penelitian dilaksanakan di TK Dharma Wanita Labuan Panimba, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui teknik obsevasi, pemberian tugas, dan dokumentasi kemudian dianalisis secara deskriptif dari data kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan pada anak berlaku sopan pada guru dengan kategoti SB 10%, B 25%, C 30%, dan K 35%, kemudian anak yang rajin belajar kategori SB 5%, B 25%, C 30%, K 40%, dan anak praktek berdoa dengan kategori SB 10%, B 30%, C 20%, K 40%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan penerapan nilai-nilai agama pada anak, terbukti ada peningkatan dari siklus I ke siklus II dalam anak yang berlaku sopan pada guru kategori sangat baik dan baik dari 55% menjadi 80% (25%), kemudian anak yang rajin belajar dengan kategori sangat baik dan baik dari 60% menjadi 85% (25%), dan praktek berdoa dengan kategori sangat baik dan baik dari 60% menjadi 80% (20%). Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 23,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat nilai-nilai agama tetapi hanya berkisar 6,67% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang. Kata Kunci : Nilai-Nilai Agama dan Metode Demonstras
Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Melalui Singing Game Di Kelompok B TK Negeri Pembina Donggala
ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah belum maksimalnya kemampuan berbahasa anak kelompok B TK Negeri Pembina Donggala? Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan perbaikan proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran singing game yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak berbahasa. Rancangan penelitian mengacu pada alur PTK dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara bersiklus. Subyek penelitian ini yaitu anak kelompok B yang berjumlah 13 anak terdiri dari 4 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Data dikumpulkan dengan cara observasi, pemberian tugas, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisa secara deskriptif kualitatif dengan teknik persentase. Dapat disimpulkan bahwa singing game dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak terjadi peningkatan dari siklus I 23% meningkat menjadi 54% pada siklus II, walaupun masih terdapat anak yang belum meningkat hasil belajarnya hanya 8%. Kata Kunci: Kemampuan Berbahasa, Singing Gam
Meningkatkan Kemampuan Anak Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Di Kelompok B TK Teratai Sunju
ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbicara anak kelompok B TK Teratai Sunju. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak berbicara melalui metode bermain peran di Kelompok B TK Teratai Sunju. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah anak kelompok B berjumlah 14 anak terdiri dari 7 laki-laki dan 7 perempuan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil siklus I 54% meningkat pada siklus II menjadi 82%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak. Kata Kunci: Berbicara; Metode Bermain Peran
Meningkatkan Perilaku Sosial Anak Melalui Karya Wisata Pada Kelompok B TK Karya Thaiyyibah Bale
ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian yaitu kurang berkembangnya ini perilaku sosial anak pada kelompok B di TK Karya Thayyibah Bale. Penelitian dilaksanakan di TK Karya Thayyibah Bale, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui observasi selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengukur kemampuan motorik halus anak melalui karya wisata pada kelompok B di TK Karya Thayyibah Bale. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan perilaku sosial anak dalam menghargai guru kategoti SB 5%, B 10%, C 35%, dan K 50%, kemudian anak yang memberi salam dengan kategori SB 5%, B 10%, C 49%, K 45%, dan anak yang mau bergaul dengan teman dengan kategori SB 10%, B 10%, C 30%, K 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui karya wisata dapat meningkatkan perilaku sosial anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II yang diukur pada aspek anak yang menghargai guru kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%), kemudian anak yang memberi salam kategori sangat baik dan baik dari 45% menjadi 85% (40%), dan yang terakhir yaitu anak yang mau bergaul dengan teman kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%). Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat perilaku sosialnya tetapi hanya berkisar 6,66% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang. Kata Kunci : Perilaku Sosial Anak, Metode Karya Wisata