Bungamputi
Not a member yet
215 research outputs found
Sort by
Peranan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Anak di Kelompok B1 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu
Permasalah pokok dalam penelitian ini adalah rendahnya kemandirian anak di kelompok B1 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu. Penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah 14 anak di kelompok B1 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis deskriptif, yaitu 11 anak (78,57%) dengan pola asuh demokratis, ada 3 anak (21,42%) dengan pola asuh otoriter, dan tidak terdapat anak dengan pola asuh permisif. Selanjutnya, untuk kemandirian anak, dalam aspek memiliki rasa percaya diri, bertanggung jawab, dan mengurus diri, diperoleh hasil terdapat 5 anak (35,71%) dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) atau memiliki kemandirian yang tinggi, ada 8 anak (57,14%) dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) atau memiliki kemandirian yang sedang, ada 1 anak (7,14%) dalam kategori Mulai Berkembang (MB) atau memiliki kemandirian yang mulai nampak atau masih rendah, dan tidak terdapat anak dalam kategori Belum Berkembang (BB) atau belum Nampak kemandiriannya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ada peranan pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak di kelompok B1 Raudhatul Athfal Al Ikhlas Palu
Peranan Metode Demonstrasi terhadap Penerapan Nilai-nilai Agama di Kelompok B TK Melati Buranga Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong
Masalah dalam tulisan ini adalah penerapan nilai-nilai agama belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut sudah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peranan metode demonstrasi terhadap penerapan nilai-nilai agama. Metode penelitian ini adalah kualitatif sedangkan jenisnya deskriptif, subyeknya seluruh anak kelompok B TK Melati Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan dokumentasi. Pengolahan data dengan teknik presentase. Hasil penelitian minggu pertama kemampuan praktek berwudhu kategori BSB 10%, BSH 10%, MB 15%, BB 65%, kemampuan praktek sholat kategori BSB 10%, BSH 10%, MB 15%, BB 65%, dan kemampuan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan kategori BSB 5%, BSH 10%, MB 85%. Selanjutnya penelitian minggu keenam mengalami perkembangan yang signifikan, kemampuan praktek berwudhu kategori BSB 30%, BSH 35%, MB 25%, BB 10%, kemampuan praktek sholat kategori BSB 30%, BSH 40%, MB 20%, BB 10%, dan kemampuan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan kategori BSB 25%, BSH 50%, MB 25%. Dapat disimpulkan bahwa ada peranan metode demonstrasi terhadap penerapan nilai-nilai agama terbukti adanya peningkatan dari minggu pertama hingga minggu keenam dalam semua aspek rata-rata kategori BSB (28,33%), BSH(41,67%), MB (23,33%),walaupun masih ada yang belum meningkat yaitu pada kategori BB (6,67%). Kata Kunci : Metode Demonstrasi,Nilai-Nilai Agam
Peranan Metode Pemberian Tugas Terhadap Peningkatan Kemandirian Anak di Kelompok B2 TK Al-Khairaat Tatura Palu
Masalah dalam tulisan ini adalah kemandirian anak yang masih rendah.Upaya mengatasi masalah tersebut sudah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peranan metode pemberian tugas terhadap peningkatan kemandirian anak.Metode penelitian ini adalah kualitatif sedangkan jenisnya deskriptif.Subyeknya seluruh anak di Kelompok B2 TK Al-Khairaat Tatura Palu yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, dokumentasi dan pemberian tugas, selanjutnya dianalisis dengan teknik persentase.Hasil penelitian minggu pertama bertanggung jawab kategori sangat tinggi 0%,tinggi 5%,sedang 20%,rendah 75%.Keterampilan bantu diri sangat tinggi 5%,tinggi 10%,sedang 20%,rendah 65%,Kemandirian intelektual sangat tingg10%,tinggi 15%,sedang 20%,rendah 55%. Selanjutnya minggu keenam mengalami perkembangan yang signifikan,Bertanggung jawab kategori sangat tinggi 40%,tinggi 25%,sedang 10%,rendah 25%,Keterampilan bantu diri sangat tinggi 40%,tinggi 35%,sedang 10%,rendah 15%,Kemandiriaan intelektual sangat tinggi 40%,tinggi 30%,sedang 15%, rendah 15%. Dapat disimpulkan bahwa ada peranan metode pemberian tugas terhadap peningkatan kemandirian anak terbukti adanya peningkatan dari minggu pertama sampai minggu keenam dalam semua aspek rata- rata kategorisangat tinggi 40%, tinggi 30%, sedang 12% walaupun masih ada masih yang belum berkembang yaitu pada kategori rendah 18 %
Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Metode Demonstrasi di Kelompok B TK Al Khairat Perumnas Tinggede
Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan motorik kasar anak belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan kemampuan motorik kasar anak melalui metode demonstrasi Subyek dan setting penelitian ini anak didik Kelompok B TK Al Khairat Perumnas Tinggede, berjumlah 20 anak terdaftar pada tahun pelajaran 2015/2016. Rancangan penelitian mengacu pada model penelitian Kemmis & Mc. Taggart. Dikumpulkan melalui lembar observasi, dokumentasi dan pemberian tugas. Pra tindakan, aspek keseimbangan tubuh anak katagori BSB 10%, BSH 10%, MB 5%, 30% BB. Aspek kekuatan tubuh anak, katagori BSB 5%, BSH 15%, MB 20%, dan BB 30%. Aspek klelincahan tubuh anak, 10% BSB, 15% BSH, MB 1% dan BB 50%
Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Kemampuan Anak Berbahasa Lisan Di Kelompok A1 Tk Kemala Bhayangkari 01 Palu
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak berbahasa lisan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperime one pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah anak didik di Kelompok A1 TK Kemala Bhayangkari 01 Palu yang berjumlah 13 anak. Pengelolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan teknik OneWay Anova α = 0,05. Hasil penelitian, kemampuan anak berbahasa lisan sebelum pelaksanaan metode bercerita, tidak ada anak dalam kategori Berkembang Sangat Baik., ada 15% ketegori Berkembang Sesuai Harapan, ada 31% kategori Mulai Berkembang, dan 54% dalam kategori Belum Berkembang. Setelah penggunaan metode bercerita terdapat 54% dalam kategori Berkembang Sangat Baik, ada 23% dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan, ada 15% dalam kategori Mulai Berkembang, dan 8% dalam kategori Belum Berkembang. Berdasarkan hasil data perhitungan OneWay Anova α = 0,05 diperoleh nilai Fhitung > dari Ftabel (5,769 > 4,84), maka Ha (Ada pengaruh metode bercerita yang signifikan terhadap kemampuan anak berbahasa lisan di kelompok A1 TK Kemala Bhayangkari 01 Palu) diterima. Hal ini menandakan bahwa metode bercerita mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemampuan anak berbahasa lisan di kelompok A1 TK Kemala Bhayangkari 01 Palu
Meningkatakan Moral Anak Melalui Metode Pemberian Tugas pada Kelompok A TK Negeri Pembina Sindue
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah anak dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas pada kelompok A Di negeri Pembina sindue, melibatkan 16 orang anak terdiri atas 9 orang anak laki-laki dan 7 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013.Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Tagart yang terdiri atas dua siklus. Dimana Pada Setiap Siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencenaan, pelaksanaan observasi, dan refleksi data yang dikumpulkan melalui observasi dan pemebrian tugas. Selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan criteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuntitatif, untuk mengetahui peningkatan moral anak melalui metode pemberian tugas pada kelompok A di TK negeri Pembina sindue. Data yang di kumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak yang saling menghargai ketegoti SB 6,25%, B 12,5%, dan K 50%, Kemudian moral anak dalam membantu teman kategori SB 6,25%, B 12,5%, C 25%, K26m25%, dan moral anak yang saling berbagi dengan kategori SB 6,25% B 18,75%, C 18,75%, K 50% setelah di lakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan moral anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam aspek saling menghargai kategori sangat baik dan baik dari 31,25% menjadi 81,25% (50%), moral anak dalam membantu teman kategori sangat baik dan baik dari 56,25% menjadi 81,25% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ad anak yang belum meningkat moralnya tetapi hanya berkisar 8,33% dari masing-masin
Pengaruh Pemberian Penguatan Terhadap Motivasi Belajar Anak di Kelompok B3 Paud-TK Negeri Pembina Palu
Permasalah pokok dalam penelitian ini adalah Rendahnya motivasi belajar pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian penguatan terhadap motivasi belajar anak di kelompok B3 PAUD-TK Negeri Pembina Palu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan rancangan penelitian yang disesuaikan prosedur penelitian kependidikan. Subyek penelitian ini adalah 27 orang anak di Kelompok B3 PAUD-TK Negeri Pembina Palu. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi, Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian penguatan dapat mempengaruhi motivasi belajar anak di kelompok B3 PAUD-TK Negeri Pembina Palu. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan yang terjadi pada hasil penelitian sebelum diberikan perlakuan, dari tiga aspek yang diamati yaitu aktif mengerjakan tugas, ingin mendapat pujian dan hasrat dalam belajar, menunjukkan persentase kategori sangat tinggi, tinggi, dan sedang hanya mencapai 37,03% sedangkan untuk kategori rendah mencapai 62,97%. Setelah dilakukan tindakan terjadi peningkatan hasil penelitian dari ketiga aspek yang diamati yaitu, menunjukkan kategori sangat tinggi, tinggi, dan sedang mencapai 86,42% dan persentase kategori rendah 13,58%
Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Kemampuan Anak Berkomunikasi di Kelompok B TK Tunas Rimba Palu Timur
Permasalahan pada penelitian ini adalah kemampuan anak berkomunikasi belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh metode bermain peran terhadap kemampuan anak berkomunikasi. Setting dan subyek penelitian ini adalah Kelompok B TKTunas Rimba Palu Timur yang berjumlah 16 anak, terdiri dari 10 anak laki-laki dan 6 anak perempuan, terdaftar pada tahun ajaran 2016. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu serta mengamati kemampuan anak berkomunikasi setiap minggunya. Teknik pengumpulan data yang digunakanadalah teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan dari minggu pertama hingga minggu keenam. Kemampuan anak berkomunikasi secara lisan, 75% anak berkembang sangat baik (BSB) , 12,5% anak (BSH), 6,25% anak (MB), dan hanya 6,25% anak (BB). Untuk aspek penggunaan kosa kata, 68,75% anak BSB, 18,75% anak BSH, 6,25% anak MB dan 6,25% anak BB. Untuk aspek menjawab pertanyaan, sejumlah 62,5% anak BSB, 18,75% anak BSH, 12,5% anak MB, dan 12,5% anak BB. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa metode bermain peran memiliki pengaruh terhadap kemampuan anak berkomunikasi di Kelompok B TKTunas Rimba Palu Timur
Pengaruh Metode Bercerita Menggunakan Buku Cerita Bergambar Terhadap Keterampilan Anak Berbicara di TK Bethel Kecamatan Lore Selatan
Masalah dalam artikel ini adalah keterampilan anak berbicara belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut sudah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bercerita terhadap keterampilan anak berbicara. Metode penelitian adalah kualitatif sedangkan jenisnya deskriptif, subyeknya seluruh anak Kelompok B TK Bethel Kecamatan Lore Selatan yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis teknik presentase. Hasil penelitian sebelum penggunaan metode bercerita kemampuan menyebutkan kosa kata kategori BSB 5%, BSH 5%, MB 10%, BB 80%, kemampuan mengajukan pertanyaan kategori BSB 5%, BSH 5%, MB 15%, BB 75%, menjawab pertanyaan kategori BSB 10%, BSH 10%, MB 5%, BB 75%, dan bercerita kategori BSB 5%, BSH 10%, MB 10%, BB 75%. Selanjutnya setelah penggunaan metode bercerita mengalami perkembangan kemampuan menyebutkan kosa kata kategori BSB 20%, BSH 45%, MB 25%, BB 10%, kemampuan mengajukan pertanyaan kategori BSB 15%, BSH 40%, MB 30%, BB 15%, aspek menjawab pertanyaan kategori BSB 15%, BSH 45%, MB 35%, BB 10%, dan bercerita kategori BSB 20%, BSH 40%, MB 30%, BB 10%. Secara umum, terjadi peningkatan keterampilan anak berbicara setelah penggunaan metode bercerita dalam semua aspek rata-rata kategori BSB 17,5%, BSH 42,5%, MB 28,75%, walaupun masih ada yang belum berkembang yaitu pada kategori BB 11,25%
Hubungan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar (Kognitif) Anak di Kelompok B2 TK Alkhairaat Tavanjuka
Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah hasil belajar (kognitif) anak belum berkembang sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar (kognitif) anak. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah kelompok B2 TK Alkhairaat Tavanjuka yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melaui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan dari aspek menyebutkan nama sayur-sayuran terdapat 8 anak (53,33%) dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 3 anak (20%) dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 3 anak (20%) dalam kategori Mulai Berkembang (MB), dan 1 anak (6,67%) Belum Berkembang (BB). Aspek mengelompokkan sayur-sayuran terdapat 7 anak (46,67%) kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 4 anak (26,66%) kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 3 anak (20%) kategori Mulai Berkembang (MB), dan 1 anak (6,67%) kategori Belum Berkembang (BB). Aspek menghitung sayur-sayuran9 anak (60%) kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 5 anak (33,33%) kategori Berkembnag Sesuai Harapan (BSH), dan 1 anak (6,67%) kategori BB. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar (kognitif) anak di kelompok B2 TK Alkhairaat Tavanjuka