Bungamputi
Not a member yet
215 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN NILAI-NILAI MORAL AGAMA MELALUI METODE BERCERITA BERBASIS MEDIAAUDIO VISUAL DI KELOMPOK B PAUD TERPADU SULAWESI PERMATA BANGSA TONDO KOTA PALU
ABSTRAK Masalah dalam pemelitian ini adalah nilai-nilai moral agama belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki proses belajar mengajar agar dapat meningkatkan nilai-nilai moral agama melalui metode bercerita berbasis media audio-visual. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian anak kelompok B di PAUD Terpadu Sulawesi Permata Bangsa Tondo yag berjumlah 16 anak, terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Penelitia ini menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumntasi. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik persentase. Data pra tindakan meniru gerakan shalat 6,25% kategori BSB, 6,25% kategori BSH, 37,5% kategori MB, dan 50% kategori BB. Data bersikap patuh 6,25% kategori BSB, 6,25% kategori BSH, 31,25% kategori MB, dan 56,25% kategori BB. Data berperilaku baik 6,25% kategori BSB, 12,5% kategori BSH, 31,25% kategori MB, dan 50% kategori BB. Setelah dilakukan tindakan terbukti adanya peningkatan nilai-nilai moral agama anak dari siklus I ke siklus II. Aspek meniru gerakan sholat kategori BSB, BSH, dan MB dari 75% meningkat menjadi 81,5%. Aspek bersikap patuh kategori BSB, BSH, dan MB dari 81,5% meningkat menjadi 100%. Aspek berperilaku baik dari 81,25% meningkat menjadi 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode bercerita berbasis media audio-visual dapat meningkatkan nilai-nilai moral agama di PAUD Terpadu Sulawesi Permata Bangsa Tondo Kota Palu. Kata Kunci; Nilai-nilai Moral Agama, Metode Bercerita, Media Audio-Visua
MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMOK DI KELOMPOK B TK ALKHAIRAAT IV BESUSU
ABSTRAKMasalah dalam kajian artikel ini adalah interaksi sosial anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan interaksi social anak dengan menggunakan metode Kerja Kelompok. Desain yang digunakanmodel alur Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukan secarabersiklus melalui 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Setting dan subjekanak kelompok Setting dan subjek penelitian adalah anak kelompok B TK Alkhairaat IV Besusu berjumlah 14 anak yang terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data melalui observasi, pemberian tugas dan dokumentasi. Jenis data adalah data kualitatif yang dianalisis melalui teknik persentase. Data pra tindakan kemampuan berkomunikasibelum ada masuk kategori BSB 0%, kategori BSH 7,14%, kategori MB 14,28%, dan kategori BB 78,57%. Kerjasama belum ada masuk kategori BSB 0%, kategori BSH 7,14%, kategori MB 7,14%, dan kategori BB 85,71%. Tolong menolong belum ada masuk kategori BSB 0%, kategori BSH 14,28%, kategori MB 7,14%, dan kategori BB 78,57% Setelah dilakukan tindakan, dapat disimpulkan bahwa metode kerja kelompok dapat meningkatkan interaksi sosial anak. Terbukti adanya peningkatan siklus I ke siklus II. Kemampuan berkomunikasi kategori BSB, BSH dan MB dari 42,7% meningkat menjadi 92,84%. Kerjasama kategori BSB, BSH dan MB dari 35,7% meningkat menjadi 92,84%. Tolong menolong kategori BSB, BSH dan MB dari 42,84% meningkat menjadi 92,85%. Rata-rata peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 52,39 % Namun masih ada 7,14% kategori belum berkembang.Kata Kunci: Interksi Sosial Anak; Metode Kerja Kelompo
PERANAN KEGIATAN MENGGAMBAR BEBAS TERHADAP MOTORIK HALUS ANAK DI KELOMPOK B TK PEMBINA MINTI MAKMUR KE
ABSTRAKPermasalahan pokok dalam penelitian ini adalah motorik halus anak yang belum berkembang sesuai harapan. Sehubungan dengan masalah tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peranan kegiatan menggambar bebas terhadap motorik halus anak dikelompok B TK Pembina Minti Makmur Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subyek penelitian berjumlah 15 anak yang terdiri dari 5 anak perempuan dan 10 anak laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengelolaan data dilakukan dengan tehnik persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa minggu pertama hasil rekapitulasi rata-rata pada aspek kelenturan jari-jemari, kecepatan gerak jari, dan kemampuan hasil karya. Kategori berkembang sangat baik (BSB) 7% anak kategori berkembang sesuai harapan (BSH) 18% anak, kategori Mulai Berkembang (MB) 31% anak, dan Belum Berkembang (BB) 44% anak. Selanjutnya, minggu ketiga dengan menerapkan kegiatan menggambar bebas hasil rekapitulasi data padaaspekkelenturan jari-jemari, kecepatan gerak jari, dan kemampuan membuat hasil karya. Kategori berkembang sangat baik (BSB) 38% anak kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 31% anak, kategori Mulai Berkembang (MB) 18% anak, dan Belum Berkembang (BB) 13% anak. Dapat disimpulkan bahwa, ada peranan kegiatan menggambar bebas terhadap motorik halus anak dikelompok B TK Pembina Minti Makmur Kecamatan Rio Pakava Kabupaten donggala.Kata Kunci: Kegiatan Menggambar Bebas, Motorik Halus Ana
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR DI KELOMPOK B TK AISYIYAH VIII KECAMATAN TATANGA
ABSTRAKMasalah dalam penelitian ini, yaitu kemampuan motorik halus anak belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mewarnai gambar. Subjek dan setting penelitian adalah anak kelompok B berjumlah 20 anak, terdiri dari 10 anak perempuan dan 10 anak laki-laki yang terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart, yang dilaksanakan secara bersiklus. Data yang dikumpulkan melalui observasi, pemberian tugas, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Data pra tindakan, kekuatan memegang alat mewarnai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) 10%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 25%, Mulai Berkembang (MB) 30%, dan Belum Berkembang (BB) 35%. Kelenturan menggerakkan pergelangan tangan kategori BSB 25%, BSH 25%, MB 30%, dan BB 20%. Kerapian dalam mewarnai gambar, BSB 10%, BSH 30%, MB 20%, dan BB 40%. Setelah dilakukan kegiatan mewarnai gambar dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan dari siklus I ke siklus II. Kekuatan memegang alat mewarnai kategori BSB, BSH, dan MB dari 85% menjadi 95% (10%). Kelenturan menggerakkan pergelangan tangan kategori BSB, BSH, dan MB dari 80% menjadi 95% (15%). Kerapian dalam mewarnai gambar kategori BSB, BSH, dan MB dari 80% menjadi 90% (10%). Secara umum, peningkatan rata-rata dari siklus I ke siklus II, yaitu 11,66 kategori BSB, BSH, dan MB. Walaupun masih ada yang belum meningkat kemampuan motorik halusnya 6,67% atau kategori BB. Hasil penelitian membuktikan bahwa kegiatan mewarnai gambar dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok B TK Aisyiyah VIII Kecamatan tatanga.Kata Kunci : Kegiatan Mewarnai Gambar, Kemampuan Motorik Halu
MENINGKATKAN NILAI-NILAI AGAMA MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK PUDJANANTI INDONESIA KALUKUBULA
ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan anak melakukan gerakan berwudhu, shalat dan membaca doa di kelompok B Taman Kanak-kanak Pudjananti Indonesia Kalukubula. Tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan nilai-nilai agama anak di kelompok B Taman Kanak-kanak Pudjananti Indonesia Kalukubula. Metode penelitian adalah kualitatif karena peneliti memaparkan data sesuai dengan apa yang terjadi pada saat penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart. Alur pelaksanaan dimulai dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan (3) observasi dan (4) refleksiSubjek penelitian anak kelompok B Taman Kanak-kanak Pudjananti Indonesia Kalukubula yang berjumlah 16 anak, terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Hasil penelitian menunjukkan demonstrasi berwudhu kategori BSB, BSH dan MB dari 43,75% meningkat menjadi 81,25%. Demonstrasi gerakan shalat kategori BSB, BSH dan MB dari 31,25% meningkat menjadi 75%. Demonstrasi sikap berdoa kategori BSB, BSH dan MB dari 43,75% meningkat menjadi 81,25%. Rata-rata peningkatan kategori BSB, BSH dan MB sebesar 39,59%, namun masih terdapat 20,83% kategori belum berkembang. Dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan nilai-nilai agama di kelompok B Taman Kanak-kanak Pudjananti Indonesia Kalukubula. Kata Kunci: Nilai-nilai Agama; Metode Demonstras
MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK BERKOMUNIKASI MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK ANDINE PALUPI
ABSTRAKPermasalahan pokok dalam penelitian ini adalah masih kurangnya kemampuan anak dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab untuk meningkatkan kemampuan anak berkomunikasi di kelompok B TK Andine. Setting penelitian ini yaitu anak di kelompok B TK Andine yang berjumlah 15 anak terdiri dari laki-laki 9 anak dan 6 anak perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dengan 4 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun murid. Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan.Kata Kunci : Komunikasi dan Metode Tanya Jawa
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MEWARNAI DI KELOMPOK B TK AL-AMIN DESA KANUNA KECAMATAN KINOVARO KABUPATEN SIGI
ABSTRAKMasalah dalam penelitian ini adalah kemampuan motorik halus anak masih rendah, terutama dalam kemampuan kelenturan jari, kemampuan kecepatan, dan kemampuan ketepatan anak. Hal ini disebabkan karena kegiatan yang digunakan guru kurang maksimal, sehingga perkembangan motorik anak belum optimal yang berdampak pula pada hasil belajar. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan kegiatan mewarnai untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak di kelompok B TK Al-Amin Kanuna. Setting penelitian ini, yaitu anak kelompok B TK Al-Amin Kanuna yang berjumlah 15 anak, terdiri dari 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan, pelaksanakan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan secara bersiklus dengan 4 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktivitas guru maupun murid. Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan. Data yang dikumpulkan saat pra tindakan yang menjadi subyek penelitian pada semua aspek yang diamati tentang kemampuan motorik halus anak, 6,67% dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 22,22% dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 31,11% dalam kategori Mulai Berkembang (MB), serta 40% dalam kategori Belum Berkembang (BB). Setelah dilakukan tindakan, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan mewarnai dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak terbukti ada peningkatan dari siklus I ke siklus II. Secara umum, terjadi peningkatan pada semua aspek, dimana pada siklus I terdapat 24,45% dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) , 35,55% dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 20% dalam kategori Mulai Berkembang (MB), serta 20% dalam kategori Belum Berkembang (BB). Selanjutnya pada siklus II terdapat 46,66% dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 40% dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 11,11% dalam kategori Mulai Berkembang (MB), serta 2,23% dalam kategori Belum Berkembang (BB). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan mewarnai dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak.Kata kunci : Kemampuan Motorik Halus Anak, Kegiatan Mewarna
PENERAPAN NILAI AGAMA MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA SINDUE TOBATA OTI
ABSTRAKMasalah yang ditemukan dalam penelitian ini adalah penerapan nilai agama belum berkembang sesuai harapan. untuk mengetahui penerapan nilai agama melalui metode demonstras. Metode penelitian ini adalah kualitatif sedangkan jenisnya deskriptif, subyeknya seluruh anak kelompok B TK Negeri Pembina Sindue Tobata Oti berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan dokumentasi. Pengolahan data dengan teknik presentase. Hasil penelitian minggu pertama kemampuan gerakan berwudhu kategori BSB 10%, BSH 15%, MB 15%, BB 60%, kemampuan gerakan sholat kategori BSB 10%, BSH 10%, MB 15%, BB 65%, kemampuan sikap berdo’a kategori BSB 15%, BSH 10%, MB 10%, BB 65%, dan kemampuan menghafal ayat-ayat pendek kategori BSB 20%, BSH 10%, MB 15%, BB 55%.Selanjutnya penelitian minggu keempat mengalami perkembangan yang signifikan, kemampuan gerakan berwudhu kategori BSB 45%, BSH 40%, MB 10%, BB 5%, kemampuan gerakan sholat kategori BSB 50%, BSH 35%, MB 10%, BB 5%, kemampuan sikap berdo’a kategori BSB 50%, BSH 40%, MB 5%, BB 5%, dan kemampuan menghafal ayat-ayat pendek kategori BSB 45%, BSH 40%, MB 10%, BB 5% Kata Kunci:Metode Demonstrasi, Nilai-Nilai Agam
Hubungan Permainan Tradisional Terhadap Perilaku Sosial Anak di Kelompok B1 TK Alkhairaat Tavanjuka
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana perilaku sosial anak, bagaimana penerapan permainan tradisional serta adakah hubungan permainan tradisional terhadap perilaku sosial anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan permainan tradisional terhadap perilaku sosial anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Setting dan subjek yaitu TK Alkhairaat Tavanjuka kelompok B1 yang berjumlah 15 anak yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017. Teknik pengumpilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik presentase. Berdasarkan hasil penelitain dapat disimpulkan bahwa ada hubungan permainan tradisional terhadap perilaku sosial anak. Hal ini dibuktikan dengan hasil minggu pertama yang menunjukan hal kerjasama kategori BSB terdapat (20%) anak, kategori BSH terdapat (27%) anak, kategori MB terdapat (33%) anak, kategori BB terdapat (20%) anak sedangkan dalam hal simpati kategori BSB (13%), kategori BSH terdapat (33%) anak, kategori MB terdapat (27%) anak, kategori BB terdapat (27%). Selanjutnya dalam hal persaingan kategori BSB terdapat (20%) anak, kategori BSH terdapat (20%) anak, kategori MB terdapat (33%) anak, kategori BB terdapat (27%). Selanjutnya dalam pengamatan minggu kedua terjadi peningkatan yang menunjukan hal kerjasama kategori BSB terdapat (33%) anak, kategori BSH terdapat (40%) anak, kategori MB terdapat (20%) anak, kategori BB terdapat (7%) anak sedangkan dalam hal simpati kategori BSB terdapat (27%), kategori BSH terdapat (40%) anak, kategori MB terdapat (20%) anak, kategori BB terdapat (13%) anak. Selanjutnya dalam hal persaingan kategori BSB terdapat (33%) anak, kategori BSH terdapat (40%) anak, kategori MB terdapat (20%) anak, kategori BB terdapat (7%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan permainan tradisional terhadap perilaku sosial anak dalam aspek kerjasama, simpati, persaingantidak terdapat anak yang tidak berkembang
Hubungan Menggambar Bebas Terhadap Kreativitas Anak Di Kelompok B2 Tk Al-Khairaat III Palu
Masalahan pokok dalam artikel ini adalah kreativitas anak yang belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan menggambar bebas terhadap kreativitas anak di kelompok B2 TK A-Khairaat III Palu. Metode penelitian ini adalah kualitatif jenisnya deskriptif. Subyeknya adalah anak kelompok B2 yang berjumlah 20 yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian pada pengamatan minggu ke I mewarnai gambar 1 anak (5%) BSB, ada 2 anak (10%) BSH, ada 3 anak (15%) MB, dan 14 anak (70%) BB. Menggambar bebas dari bentuk dasar persegi terdapat 1 anak (5%) BSB, ada 2 anak (10%) BSH, ada 1 anak (5%) MB, dan ada 16 anak (80%) BB. Menggambar bebas dari bentuk dasar lingkaran terdapat 1 anak (5%) BSB, ada 2 anak (10%) BSH, ada 3 anak (15%) MB14 anak (70%) BB. Selanjutnya pada pengamatan minggu ke VI terjadi peningkatan yang signifikan, mewarnai gambar 5 anak (25%) BSB, ada 9 anak (45%) BSH, ada 3 anak (15%) MB, dan 3 anak (15%) BB. Menggambar bebas dari bentuk dasar persegi 4 anak (20%) BSB, ada 8 anak (40%) BSH, ada 6 anak (30%) MB, dan ada 2 anak (10%) BB. Menggambar bebas dari bentuk dasar lingkaran 5 anak (25%) BSB, ada 9 anak (45%) BSH, ada 3 anak (15%) MB, dan ada 3 anak (15%) BB. Dari penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan menggambar bebas terhadap kreativitas anak di kelompok B2 TK Al-Khairaat III Palu yang terbukti adanya peningkatan pada minggu ke VI