215 research outputs found

    PENGARUH METODE KERJA KELOMPOK TERHADAP INTERAKSI SOSIAL ANAK DI KELOMPOK B TK SINGGANI LERO TATARI KECAMATAN SINDUE

    Full text link
    Permasalah dalam penelitian ini adalah interaksi sosial anak belum berkembang sesuai harapan, penelilitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Metode Kerja Kelompok Terhadap Interaksi Sosial Anak. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 orang anak. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan tehnik persentase dan uji t (paired sample t-tes). Berdasarkan hasil data perhitungan uji t diperoleh nilai thitung ≥ ttabel (8.889 > 1.761). Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh metode kerja kelompok terhadap interaksi sosial anak di Kelompok B TK Singgani Lero Tatari Kecamatan Sindue. Berdasarkan hasil rekapitulasi interaksi sosial anak sebelum diberikan perlakuan metode kerja kelompok, terdapat 0% dalam kategori BSB, 11% dalam kategori BSH, ada 60% dalam kategori MB, dan ada 29% dalam kategori BB. Sesudah melakukan perlakuan metode bercerita terdapat 31%% dalam kategori BSB, ada 49% dalam kategori BSH, ada 20% dalam kategori MB, dan tidak ada anak dalam kategori BB. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode kerja kelompok terhadap interaksi sosial anak. Kata Kunci: Metode Kerja Kelompok, Interaksi Sosial Ana

    PENGARUH KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DI KELOMPOK B TK AISIYAH BUSTANUL ATHFAL IV PALU KELURAHAN BESUSU TENGAH KECAMATAN PALU TIMUR

    Full text link
    Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah kemampuan motorik halus anak belum berkembang sesuai harapan. Sampel penelitian berjumblah 16 anak di Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athafal IV Palu Kelurahan Besusu Tengah Kecamatan Palu Timur. Teknik pengumpulan data yang saya gunakan adalah Observasi, dokumentasi, dan wawancara terdapat 3 anak (27,08%) dalam kategori berkembang sangat baik dan ada 11 anak ( 54,17%) dalam kategori berkembang sesuai harapan dan 2 anak (18,75%) berada dalam kategori mulai berkembang, dan tidak terdapat anak dalam kategori belum berkembang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kegiatan mewarnai gambar terhadap kemampuan motorik halus anak. Kata Kunci: Motorik Halus, dan Kegiatan Mewarnai Gamba

    PERANAN MEDIA KARTU ANGKA DALAM MENGENAL BILANGAN

    Full text link
    Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah kemampuan anak mengenal bilanagan belum berkembang sesusai harapan. Sehubungan dengan masalah tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peranan media kartu angka dalam mengenal bilangan di kelompok B4 TK Tunas Rimba Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 19 anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 13 anak perempuan. Pengumpulan data di lakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengelolaan data di lakukan dengan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa minggu pertama hasil rekapitulasi rata-rata pada aspek menyebutkan urutan bilangan 1-10, menghubungkan simbol bilangan 1-10 dengan gambar, mengacak simbol 1-10. Kategori berkembang sangat baik (BSB) 15,79% anak, kategori berkembang sesusai harapan (BSH) 14,04% anak, kategori mulai berkembang (MB) 26,31% anak, dan  kategori belum berkembang (BB) 43,85% anak. Selanjutnya minggu keempat dengan mengunakan media kartu angka hasil rekapitulasi minggu keempat pada aspek menyebutkan urutan bilangan 1-10, menghubungkan simbol bilangan 1-10 dengan gambar, dan mengacak simbol 1-10 di peroleh rata-rata kategori berkembang sangat baik (BSB) 45,61% anak, kategori berkembang sesuai harapan (BSH) 26,32% anak, kategori mulai berkembang (MB) 15,79% anak, dan kategori belum berkembang (BB) 12,28% anak. Dapat disimpulkan bahwa ada peranan media kartu angka dalam mengenal bilangan di Kelompok B4 TK Tunas Rimba Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Kata Kunci : Media Kartu Angka, Kemampuan Mengenal Bilangan, Anak Usia Din

    PENGARUH KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DI KELOMPOK B TK SATAP KADAMBA NUNGANA SDN PARIGIMPU’U KECAMATAN PARIGI BARAT KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    Full text link
    Masalah dalam kajian ini adalah kemampuan motorik halus anak belum berkembang sesuai harapan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, penelitan ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh kegiatan mewarnai gambar terhadap perkembangan motorik halus anak. Jenis penelitan ini adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subyek penelitian ini adalah 15 anak di kelompok B TK Satap Kadamba Nungana SDN Parigimpu’u Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parigi Moutong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik presentase dan Uji-t hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh kegiatan mewarnai gambar terhadap perkembangan motorik halus anak, jika dilihat dari Uji-t dapat dijelaskan bahwa nilai t hitung sebesar 3.416 > t tabel 1.76131, dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, berarti terdapat pengaruh kegiatan mewarnai gambar terhadap perkembangan motorik halus anak di Kelompok B TK Satap Kadamba Nungana SDN Parigimpu’u Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parigi Moutong. Sedangkan jika dilihat dari hasil rekapitulasi data sesudah diberi perlakuan datri semua aspek yang diamati yaitu kelenturan jari-jari anak, kecepatan dalam mewarnai, ketepatan pada saat mewarnai yaitu 15% dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 33 % dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 42% dalam kategori Mulai Berkembang (MB) dan 9% dalam kategori Belum Berkembang (BB). Kata Kunci: Kegiatan, Mewarnai Gambar, Motorik Halu

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA MELALUI METODE BERCAKAP-CAKAP DI KELOMPOK A TK ASNUR LASOANI KECAMATAN MANTIKOLURE KOTA PALU

    Full text link
    ABSTRAKMasalah dalam penelitian ini adalah kemampuan anak berbahasa belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut yang dilakukan penelitian tindakan Kelas (PTK), yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak berbahasa melalui metode bercakap-cakap. Setting dan subjek penelitian yaitu anak kelompok A TK Asnur Lasoani Kecamatan Mantikulore yang berjumlah 15 anak, terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, Data dianalisa dengan teknik persentase. Hasil penelitian Pada pra tindakan menyebutkan kosa kata,kemampuan bertanya dan menjawab pertanyaan kategori BSB 6,67%, BSH11,11%, MB 11,11% dan BB 71,11, dan untuk aspek Menyebutkan kosa kata,kemampuan bertanya dan menjawab pertanyaan pada siklus I kategori BSB 13,33%.BSH 17,78%,MB 17,78% dan BB 51,11%.sedangkan untuk aspek menyebutkan kosa kata,kemamp[uan bertanya,menjawab pertanyaan pada siklus II kategori BSB 24,45%,BSH 35,55%,MB 22,22% dan BB 17,78%. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak berbahasa dapat ditingkatkan melalui metode bercakap-cakap.Kata Kunci: Kemampuan Anak Berbahasa, Metode Bercakap-Cakap

    PERANAN METODE BERCAKAP-CAKAP TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK DI KELOMPOK B TK NURJANNAH

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbahasa anak di kelompok B TK Nurjannah Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsi. Adapun subjek penelitian yaitu seluruh anak di kelompok B TK Nurjannah yang berjumlah 16 anak. Terdaftar pada tahun akademik 2018-2019. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan data hasil penelitian pada minggu pertama pada aspek menjawab pertanyaan (12,5%) kategori BSB, (18,75%) kategori BSH, (31,25%) kategori MB, (37,5%) kategori BB, aspek menyebutkan simbol-simbol huruf (12,5%) kategori BSB, (18,75%) kategori BSH, (31,25%) kategori MB, (37,5%) kategori BB, aspek menyebutkan kosa (12,5%) kategori BSB, (18,75%) kategori BSH, (25%) kategori MB, (43,75%) kategori BB. Setelah menggunakan metode bercakap-cakap pada minggu ketiga peningkatan yang signifikan, aspek menjawab pertanyaan (18,75%) kategori BSB, (37,5%) kategori BSH, (31,25%) kategori MB, (12,5%) kategori BB, aspek menyebutkan simbol-simbol huruf (25%) kategori BSB, (31,25%) kategori BSH, (25%) kategori MB, (18,75%) kategori BB, aspek menyebutkan kosa (18,75%) kategori BSB, 6 anak atau (37,5%) kategori BSH, (31,25%) kategori MB (12,5%) kategori BB. Maka dapat disimpulan bahwa kemampuan berbahasa anak dapat ditingkatkan melalui metode bercakap-cakap.Kata Kunci : Metode Bercakap-cakap, Berbahas

    MENINGKATKAN PENERAPAN NILAI MORAL AGAMA ISLAM ANAK MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B PAUD NOSARARA PALU

    Full text link
    Masalah dalam penelitian ini adalah penerapan nilai moral agama islam anak masih rendah, terutama dalam kemampuan praktek wudhu, kemampuan praktek gerakan sholat, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Hal ini disebabkan karena metode yang digunakan guru kurang maksimal, sehingga perkembangan penerapan nilai moral agama islam anak belum optimal yang berdampak pula pada hasil belajar. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan penerapan nilai moral agama islam anak di kelompok B PAUD Nosarara Palu. Setting penelitian ini, yaitu anak kelompok B PAUD Nosarara Palu yang berjumlah 20 anak, terdiri dari 9 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan, pelaksanakan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan secara bersiklus dengan 4 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktivitas guru maupun murid. Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan. Data yang dikumpulkan secara umum, terjadi peningkatan pada semua aspek, dimana pada siklus I terdapat 13,33% dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) , 15% dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 15% dalam kategori Mulai Berkembang (MB), serta 56,67% dalam kategori Belum Berkembang (BB). Selanjutnya pada siklus II terdapat 30% dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 41,67% dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 15% dalam kategori Mulai Berkembang (MB), serta 13,33% dalam kategori Belum Berkembang (BB). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan penerapan nilai moral agama islam anak

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI METODE DEMONSTRASI DI TK ANATA PURA PETIMBE

    Full text link
    ABSTRAKPermasalahan pokok dalam penelitian ini adalah masih kurangnya kemampuan motorik kasar anak. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di TK Anata Pura Petimbe Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Setting penelitian ini yaitu anak di TK Anata Pura Petimbe Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi yang berjumlah 20 anak terdiri dari laki-laki 12 anak dan 8 anak perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dengan 4 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun murid. Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan.Kata Kunci : Meningkatkan Motorik kasar, Metode Demonstrasi Anak Usia Din

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING KERTAS PADA ANAK KELOMPOK B TK AL - ABRAR KECAMATAN KINOVARO KABUPATEN SIGI

    Full text link
    ABSTRAKPermasalahan dalam penelitian ini, yaitu kemampuan motorik halus anak belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan meggunting kertas. Subjek dan setting penelitian adalah anak kelompok B berjumlah 20 anak, terdiri dari 13 anak laki-laki dan 7 anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart, yangdilaksanakan secara bersiklus, dimana pada setiap siklus dilaksanakan dua kali tindakan. Data yang dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan pemberian tugas, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Data pra tindakan, aspek kekuatan jari – jemari kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) 10%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 15%, Mulai Berkembang (MB) 15%, dan Belum Berkembang (BB) 60%. Ketepatan menggunting kategori BSB 10%, BSH 15%, MB 20% dan BB 55%. Kerapian menggunting kategori BSB 10%, BSH 15%, MB 15% dan BB 60%. Setelah dilakukan tindakan melalui kegiatan menggunting kertas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan dari tindakan siklus I ke tindakan Siklus II. Kekuatan jari-jemari kategori BSB, BSH dan MB dari 75% menjadi 100%. Ketepatan menggunting kategori BSB, BSH dan MB dari 85% menjadi 100%. Kerapian menggunting kategori BSB, BSH dan MB dari 85% menjadi 100%. Adapun peningkatan rata-rata dari tindakan Siklus I ke tindakan Siklus II, yaitu 18,33% kategori BSB, BSH, dan MB. Sudah tidak ada kemampuan motorik halus anak yang menunjukan kategori BB. Hasil penelitian membuktikan bahwa melalui kegiatan menggunting kertas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di Kelompok B TK Al-Abrar Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi.Kata Kunci : Kegiatan Menggunting Kertas, Kemampuan Motorik Halu

    PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B TK PGRI PURNAMA KEL. BAMBALAMOTU KEC. BAMBALAMOTU KAB. PASANGKAYU

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemberian tugas terhadap kemampuan motorik halus anak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Adapun subjek seluruh anak dikelompok B TK PGRI PURNAMA yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, data dianalisis dengan teknik persentase. Data sebelum menggunakan metode pemberian tugas pada Kelenturan mewarnai gamabar, terdapat 1 anak (7%) kategori (BSB), 3 anak (20%) kategori (BSH), 3 anak (20%) kategori (MB), dan 8 anak (53%) kategori (BB). Kemampuan menggunting gambar 1 anak (7%) kategori (BSB), 2 anak (13%) kategori (BSH), 3 anak (20%) kategori (MB), dan 9 anak (60%) kategori (BB). Ketepatan menempel gambar 1 anak (7%) kategori (BSB), 3 anak (20%) kategori (BSH), 5 anak (33%) kategori (MB), dan 6 anak (40%) kategori (BB). Sesudah menggunakan metode pemberian tugas ada peningkatan kemampuan motorik halus anak pada kelenturan mewarnai gambar 5 anak (33%) kategori (BSB), 8 anak (53%) kategori (BSH), 1 anak (7%) kategori (MB), dan ada 1anak (7%) kategori (BB). Kemampuan menggunting gambar 5 anak (33%) kategori (BSB), 7 anak (47%) kategori (BSH), dan 2 anak (13%) kategori (MB), dan 1 anak (7%) kategori (BB). Ketepatan menempel gambar 5 anak (33%) kategori (BSB), 8 anak (53%) kategori (BSH), 1 anak (7%) kategori (MB), dan ada 1 anak (7%) kategori (BB). Disimpulkan bahwa ada pengaruh metode pemberian tugas terhadap kemampuan motorik halus anak terbukti ada peningkatan rata-rata 40% kategori (BSB), 69% kategori (BSH), 33% kategori (MB), 58% kategori (BB).Kata Kunci : Metode Pemberian Tugas, Kemampuan Motorik Halus Ana

    132

    full texts

    215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bungamputi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇