215 research outputs found

    PERANAN PEMBERIAN REINFORCEMENT TERHADAP PENGEMBANGAN EMOSI ANAK DI KELOMPOK B4 TK QURRATA A’YUN HIDAYATULLAH KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE

    Full text link
    Penelitian ini yaitu tentang peranan pemberian reinforcement terhadap pengembangan emosi anak di Kelompok B4 TK Qurrata A’yun Hidayatullah Kelurahan Tondo. Jenis peneletian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Adapun subyek dari penelitian ini adalah anak di kelompok B4 yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian dari tiga aspek yang diamati dalam pengembangan emosi, yaitu aspek mengenal perasaan sendiri, mengendalikan diri secara wajar, serta kemampuan diri untuk menyesuaikan dengan situasi, menunjukkan bahwa minggu pertama hasil rekapitulasi kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) sebanyak 4,44%, kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 15,55%, kategori Mulai Berkembang MB sebanyak 31,10%, dan kategori Belum Berkembang (BB) sebanyak 48,88%. Untuk minggu kedua hingga, hasil rekapitulasi diperoleh rata-rata kategori BSB dari 4,44% menjadi 44,44%; kategori BSH dari sebanyak 15,55% menjadi 27,55%; kategori MB dari 31,10% tersisa 13,33% dan kategori BB dari 48,88% tersisa 6,66%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada peranan pemberian reinforcement terhadap pengembangan emosi anak. Kata Kunci : Pemberian Reinforcement, Pengembangan Emos

    HUBUNGAN FINGER PAINTING TERHADAP KREATIVITAS ANAK DI KELOMPOK B TK JABAL RAHMA PALU

    Full text link
    Masalah utama dalam penelitian yang terjadi dalam kreativitas anak  mengkombinasikan warna belum berkembang sesuai harapan, kurangnya kemampuan anak  kreativitas melukis bentuk pohon, dan  kreativitas anak menceritakan hasil gambar. Di kelompok B TK Jabal Rahma Palu tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan finger painting dalam meningkatkan kreativitas anak di kelompok B TK Jabal Rahma Palu. Penelitian ini dilaksanakan di kelompok B TK Jabal Rahma Palu Tahun ajaran 2017/2018. Subjek penelitian adalah anak kelompok yang berjumlah 15 anak , terdiri dari 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik Pengumpulan Data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, Pemberian tugas dan wawancara. Berdasarkan analisis data, dapat diketahui ada peningkatan kreativitas anak di kelompok B TK Jabal Rahma Palu, dari hasil rata-rata nilai hasil pengamatan pada minggu kedua kreativitas anak pada aspek kreativitas mengkombinasikan warna kategori Berkembang Sangat Baik terdapat 4 anak (27%), kategori Berkembang Sesuai Harapan 5 anak (33%), kategori Mulai Berkembang 5 anak (33%), dan kategori Belum Berkembang 1 anak (7%). Terdapat 1 anak yang belum berkembang dikarenakan anak tersebut hanya bermain. Aspek melukis bentuk pohon kategori Berkembang Sangat Baik terdapat 4 anak (27%), kategori Berkembang Sesuai Harapan 5 anak (33%), kategori Mulai Berkembang 4 anak (27%), dan kategori Belum Berkembang 2 anak (13%). Aspek kreativitas menceritakan hasil gambar kategori Berkembang Sangat Baik terdapat 4 anak (27%), kategori Berkembang Sesuai Harapan 5 anak (33%), kategori  Mulai Berkembang 4 anak (27%), dan kategori Belum Berkembang 2 anak (13%). Oleh karena itu, dapat dsimpulkan bahwa finger painting dapat meningkatkan kreativitas anak di kelompok B TK Jabal Rahma Palu. Kata Kunci : Finger Painting, Kreativita

    PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS TERHADAP KREATIVITAS ANAK

    Full text link
    ABSTRAK Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah kreativitas anak yang belum berkembang sesuai harapan. Sehubungan dengan masalah tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode pemberian tugas terdahap kreativitas anak di kelompok B TK Nurul Islam Lambara Kecamatan Tawaeli Palu, Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek berjumlah 15. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi, wawancara, dokumentasi, dan pemberian tugas. Pengelolaan data dilakukan dengan tehnik presentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa minggu pertama hasil rekapitulasi rata rata pada aspek kreativitas finger painting, kreativitas membuat aneka bentuk dari plastisin, kreativitas meronce. Kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) 6,67% anak, kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 6,67% anak, kategori Mulai Berkembang (MB) 17,78% dan kategori Belum Berkembang (BB) 68,88% anak. Selanjutnya, setelah minggu keempat dengan menggunakan metode pemberian tugas hasil rekapitulasi aspek kreativitas finger painting, kreativitas membuat aneka bentuk dari plastisin, dan kreativitas meronce diperoleh rata rata kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) 51,11% anak, kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 24,45% anak, kategori Mulai Berkembang (MB) 15,55% anak, dan kategori Belum Berkembang (BB) 8,89% anak. Dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode pemberian tugas, kreativitas anak di Kelompok B B TK Nurul Islam Lambara Kecamatan Tawaeli Palu berkembang sesuai harapan.Kata Kunci: Metode Pemberian Tugas, Kreativitas, Anak Usia Din

    HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK DI PAUD SARI MEKAR DESA MALEALI DUSUN I GUNUNG SARI

    Full text link
    Masalah utama dari penelitian ini adalah bagaimana dan apakah ada hubungan pola asuh orang tua terhadap perilaku sosial anak di PAUD Sari Mekar Desa Maleali Dusun I Gunung Sari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap perilaku sosial anak. Jenis data adalah data kuantitatif yang diambil dari angket dan lembar observasi penilaian anak. Subjek penelitian ini adalah 13 anak dari PAUD Sari Mekar Desa Maleali Dusun I Gunung Sari, Kecamatan Sausu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019. Penelitian menunjukkan bahwa dari 13 anak terdapat 6 orang (46,15%) menggunakan model pola asuh demokratis, 3 orang (23,08%) menggunakan model pola asuh otoriter, dan 4 orang (30,77%) menggunakan model pola asuh permisif. Berdasarkan hasil analisis dari subjek penelitian mengenai pola asuh demokratis terdapat 6 anak yaitu 2 anak (15,38%) dalam katagori BSB, ada 3 anak (23,08%) dalam katagori BSH, dan ada 1 anak (7,69%) dalam katagori MB, dan tidak ada anak dalam katagori BB. Selanjutnya untuk pola asuh otoriter terdapat 3 anak yaitu tidak terdapat anak dalam katagori BSB, 1 anak (7,69%) dalam katagori BSH, 2 anak (15,38%) dalam katagori MB, dan tidak terdapat anak dalam katagori BB. Selanjutnya untuk pola asuh permisif terdapat 4 anak yaitu tidak terdapat anak dalam katagori BSB, dan dalam katagori BSH, 4 anak  (30,78%) dalam katagori MB, dan tidak terdapat anak dalam katagori BB. Untuk menguji apakah hipotesis diterima atau ditolak, digunakan taraf signitifikasi 95% (a=0,05) dan dikonsultasikan pada nilai rtabel product moment dengan kriteria, yaitu apabila rhitung ≥ rtabel, maka H0 (hipotesis nol) ditolak, maka hasil analisisyang diperoleh rhitung 0,871 > rtabel 0,553 sehingga pernyataan yang mengatakan tidak ada pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap perilaku sosial anak ditolak, terdapat pengaruh yang kuat antara pola asuh orang tua dengan perilaku sosial anak. Kata Kunci:  Hubungan Pola Asuh Orang tua, Perilaku Sosial Ana

    PENGARUH METODE BERMAIN PERAN TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK DI KELOMPOK B3 TK QURRATA A’YUN HIDAYATULLAH KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE

    Full text link
    Permasalahan utama pada penelitian ini adalah kecerdasan interpersonal anak yang masih dalam kategori rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengeruh metode bermain peran terhadap kecerdasan interpersonal anak. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif. Adapun subyek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B3 yang berjumlah 13 orang anak, yang terdiri dari 4 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumntasi. Selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Pengolahan data  menggunakan teknik presentase. Hasil analisis data sebelum dan sesudah menggunakan metode bermain peran, aspek kerjasama kategori Sangat Tinggi (ST) dari 8% menjadi 23%, kategori Tinggi (T) dari 15% menjadi 54%, kategori Sedang (S) dari 31% berkurang menjadi 15%, dan kategori Rendah (R) dari 46% tersisa menjadi 8%. Untuk aspek sopan santun kategori ST dari 8% menjadi 23%, kategori T dari 15% menjadi 54%, kategori S dari 23% berkurang menjadi 15%, dan kategori R dari 52% tersisa menjadi 8%. Untuk aspek terahir yaitu aspek tolong menolong, kategori ST dari 15% menjadi 23%, kategori T dari 15% menjadi 46%, kategori S dari 26% berkurang menjadi 18%, dan kategori R dari 51% tersisa menjadi 8%. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode bermain peran terhadap kecerdasan interpersonal anak. Kata Kunci : Metode Bermain Peran, Kecerdasan Interpersona

    PENGARUH BERMAIN KONSTRUKTIF TERHADAP KREATIVITAS ANAK DIKELOMPOK A PAUD ANDINE PALU KELUARAHAN PALUPI KECAMATAN TATANGA KOTA PALU

    Full text link
    Permasalahan dalam tulisan  ini adalah kreativitas anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya untak mengatasi masalah tersebut sudah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Bermain Konsturktif  Terhadap Kreativitas Anak. Metode Penelitian ini adalah Kualitatif jenis Deskriptif. Subyek penelitian ini adalah kelompok A PAUD Andine Palu..  berjumlah 13 anak 3 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. selanjutnya diolah dengan teknik presentase. Data sebelum diberikan perlakuan Kreativitas membuat aneka bentuk dari plastisin terdapat 2 anak (15,4%) kategori BSB, 2 anak (15,4%) BSH, 3 anak (23,0%) MB, 6 anak (46,2%) kategori BB. Mengajukan pertanyaan 2 anak (15,4%) BSB, 2 anak (15,4%) BSH, 2 anak (15,4%) MB, 7 anak (53,8%) BB. Anak Mengkombinasikan Warna 2 anak  (15,4%) BSB, 2  anak (15,4%) BSH, 3 anak (23,0%) MB, 6 anak (46,2%) BB. Setelah diberikan diberikan perlakuan, Kreativtas membuat aneka bentuk dari plastisin 4 anak ((30,8%)  BSB, 4 anak (30,8%) BSH, 3 anak (23,0%) MB, 1 anak (7,7%) BB. Mengajukan Pertanyaan 4 anak (30,8%) BSB, 4 anak (30,8%) BSH, 3 anak (23,0%) MB, 2 anak (15,4%) BB. Mengkombinasikan Warna 3 anak (23,0%) BSB, 5 anak (38,5) BSH, 4 anak (30,8%) MB, 1 anak (7,7%) BB. Dapat simpulkan bahwa ada Pengaruh Bermain Konstruktif Terhadap Kreativitas Anak. Bukti hasil pengamatan setelah dirata-ratakan sebelum dan sesudah perlakuan BSB 15,4%, menjadi 28,2%, BSH 15,4% menjadi 35,9%, MB 20,5% menjadi 25,6%, BB 48,7% menjadi 10,3%..                                                                                       Kata Kunci: Bermain Konstrutif, Kreativita

    HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEMAMPUAN ANAK BERBAHASA DI KELOMPOK B PAUD SRIKANDI MAMBORO

    Full text link
    Masalah dalam kajian ini adalah kemampuan anak berbahasa yang belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan anak berbahasa. Subjeknya seluruh anak dan orang tua di kelompok B PAUD Srikandi Mamboro yang masing masing berjumah 20 orang. Jenis peneitian menggunakan peneitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, dokumentasi dan angket, seanjutnya dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasi peneitian, pola asuh Demokratis menyebutkan simbol huruf kategori BSB 4 anak (50%), 3 anak (37,5%) BSH, 1 anak MB (12,5%). Menjawab pertanyaan 4 anak (50%) BSB, 3 anak BSH (37,5%), 1 anak MB (12,5%). Menyebutkan kosa kata 4 anak (50%) BSB, 3 anak BSH (37,5%), 1 anak MB (12,5%). Pola asuh otoriter menyebutkan simbol huruf 4 anak BSB (50%), 3 (37,5%) anak BSH, 1 anak MB (12,5%). Menjawab pertanyaan 4 anak (50%) BSB, 3 anak BSH (37,5%), 1 anak MB (12,5%). Menyebutkan kosa kata 4 anak (50%) BSB, 3 anak BSH  (37,5%),1 anak MB (12,5%). Pola asuh permisif menyebutkan simbol huruf, 2 anak (100%) BSH,  dan BB. Menjawab pertanyaan, 1 anak  BSH (50%), 1 anak BB (50%). Menyebutkan kosa kata, BSH, 2 anak MB (100%). Disimpulkan bahwa ada hubungan pola asuh orang tua terhadap kemampuan anak berbahasa, terbukti pada pola asuh otoriter dengan kontrol penuh orang tua terdapat rata rata BSB 50 %. Kata kunci: Pola Asuh Orang Tua, Kemampuan Anak Berbahas

    MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK NEGERI PEMBINA PALU UTARA

    Full text link
    Masalah dalam penelitian ini adalah perilaku sosial anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui metode bermain peran. Subjek penelitian anak kelompok B TK Negeri Pembina Palu Utara berjumlah 20 anak, terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, pemberian tugas dan dokumentasi, data dianalisa dengan teknik persentase. Data pra tindakan kerjasama, terdapat 2 anak (10%) kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 2 anak (10%) kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 2 anak (10%) kategori Mulai Berkembang (MB) dan 14 anak (70%) kategori Belum Berkembang (BB). Tanggung jawab, terdapat 1 anak (5%) kategori BSB, 2 anak (10%) kategori BSH, 2 anak (10%) kategori MB dan 15 anak (75%) kategori BB. Sopan santun, 2 anak (10%) kategori BSH, 2 anak (10%) kategori MB dan 16 anak (80%) kategori BB. Pada siklus II. Kerjasama kategori BSB, BSH, dan MB dari 40% meningkat 90%. Tanggung jawab kategori BSB, BSH, dan MB dari 55% meningkat 90%. Sopan santun kategori BSB, BSH, dan MB dari 40% meningkat 85%. Rata-rata peningkatan kategori BSB, BSH, dan MB dari siklus I ke siklus II yaitu 43,33%, namun terdapat 11,67% kategori BB. Dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan perilaku sosial anak di kelompok B TK Negeri Pembina Palu Utara. Kata Kunci: Perilaku Sosial; Metode Bermain Pera

    HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERILAKU MORAL ANAK DI KELOMPOK B2 TK AL-IQRO KELURAHAN DUYU

    Full text link
    ABSTRAKPermasalahan dalam penelitian ini adalah perilaku moral anak belum berkembang sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pola asuh orangtua dengan perilaku moral anak. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B2 TK Al-Iqro Kelurahan Duyu, berjumlah 20 orang anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Pengolaan data menggunakan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 12 anak (60%) dengan pola asuh demokratis, ada 2 anak (10%) dengan pola asuh permisif, dan ada 6 anak (30%) dengan pola asuh otoriter. Dari 12 anak yang dikualifikasikan pola asuh Demokratis terdapat (49,99%) kategori BSB, (36,10%) kategori BSH, (13,88%) kategori MB dan tidak ada anak dalam kategori BB. Selanjutnya presentase rata-rata dari 2 anak yang dikualifikasikan pola asuh permisif terdapat (66,66%) kategori BSB, (33,33%) kategori BSH, tidak ada anak dalam kategori MB dan BB. Kemudian, presentase rata-rata dari 6 anak yang dikualifikasikan pola asuh otoriter terdapat kategori BSB (44,44%), kategori BSH (38,88%), kategori MB (16,66%) dan tidak ada anak dalam kategori BB. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pola asuh orangtua terhadap perilaku moral anak terbukti dengan melihat hasil pengamatan beberapa kategori perilaku moral anak dengan beberapa kategori pola asuh orangtua, berkembang sesuai harapan. Kata Kunci: Pola Asuh Orangtua, Perilaku Moral Anak

    PENGARUH STORYTELLING TERHADAP PENGEMBANGAN NILAI MORAL ANAK DIKELOMPOK B1 TK KRISTEN BALA KESELAMATAN

    Full text link
    ABSTRAKPermasalahan pokok dalam penelitian ini adalah perkembangan nilai moral anak belum berkembang sesuai harapan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan nilai-nilai moral pada anak di kelompok B1 TK Kristen Bala Keselamatan Palu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian berjumlah 15 anak, terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan, terdaftar pada tahun 2019/2020.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Sebelum pemberian perlakuan  hasil penelitian pengembangan moral pada anak dalam aspek bertanggung jawab, tolong menolong dan sopan santun kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) (15,56%), kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) (20%), kategori Mulai Berkembang (MB) (26,67%), kategori Belum Berkembang (BB) (37,77). Dan sesudah Pemberian perlakuan hasil penelitian pengembangan moral pada anak dalam aspek bertanggung jawab, tolong menolong dan sopan santun terjadi peningkatan dengan kategori Berkembang sangat Baik (BSB) (37,77%), kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) (48,89%), kategori Mulai Berkembang (MB) (11,11%),  kategori Belum Berkembang (BB) (2,23%). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh storytelling terhadap terhadap pengembangan  moral pada anak di kelompok B1 TK Kristen Bala Keselamatan Palu. Terbukti dari hasil pengamatan dari sebelum perlakuan sampai sesudah pemberian perlakuan, yang menunjukkan peningkatan pada kategori BSB dan BSH dan adanya penurunan pada kategori MB dan BB. Untuk hasil uji statistik untuk nilai rata-rata untuk sebelum perlakuan terdapat 6,40% dan sesudah perlakuan mencapai 9,60%.  Dan hasil Uji T disimpulkan bahwa t hitung 8,147 > t tabel 2,145, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang artinya ada pengaruh storytelling terhadap pengembangan moral anak di kelompok B1 TK Kristen Bala Keselamatan Palu. Kata kunci: Storytelling, Nilai Moral Anak

    132

    full texts

    215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bungamputi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇