Bungamputi
Not a member yet
215 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEGIATAN FINGER PAINTING TERHADAP KREATIVITAS ANAK
Masalah dalam penelitian ini yaitu masih rendahnya kreativitas anak di kelompok BI TK Mantikulore Lasoani, Kecamatan Palu Timur Kota Palu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kegiatan finger painting terhadap kreativitas anak di kelompok B1 TK Mantikulore Lasoani. Desain penelitian yang digunakan adalah “One Groups Pre-tes post-test Design” dengan jenis penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini adalah anak di kelompok B1 TK Mantikulore Lasoani, berjumlah 15 anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengelolaan data dilakukan dengan teknik persentase dan uji t (paired sample t-test). Berdasarkan dari hasil analisis data tentang kreativitas anak dari hasil rekapitulasi sebelum perlakuan dalam tiga aspek yang diamati diperoleh data rata-rata persentase kategori sangat tinggi (ST) hanya mencapai 6.66%, untuk kategori tinggi (T) mencapai 15,55%, kategori sedang (S) mencapai 42.22% dan kategori rendah (R) mencapai 35,55%. Sedangkan hasil pengamatan sesudah perlakuan menunjukkan presentase rata-rata kategori sangat tinggi (ST) mencapai 39.99%, untuk kategori tinggi (T) mencapai 33.33%, kategori sedang (S) mencapai 19.99% dan kategori rendah ( R) mencapai 6,66%. Berdasarkan hasil pengamatan sebelum dan sesudah perlakuan maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan finger pinting dapat mempengaruhi kreativitas anak di kelompok B1 TK Mantilulore Lasoani Kecamatan Palu Timur Kota Palu. Berdasarkan hasil data perhitungan uji t di peroleh nilai t hitung ≥ t tabel (9.738 ≥ 1,761), dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H₁ diterima, yang berarti terdapat pengaruh kegiatan finger painting terhadap kreativitas anak di Kelompok B1 TK Mantikulore Lasoani Kecamatan Palu Timur Kota Palu. Kata Kunci : Finger Painting, Kreativitas, Anak Usia Dini, Eksperime
PENGARUH METODE BERCERITA TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK DI KELOMPOK B TK TERATAI PUTIH KELURAHAN KAMPAL KECAMATAN PARIGI TENGAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Masalah utama penelitian ini adalah perilaku sosial anak yang belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bercerita terhadap perilaku sosial anak di Kelompok B TK Teratai Putih Kabupaten Parigi Moutong. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian adalah eksperimen. Subyek penelitian berjumlah 15 anak. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian analisis deskriptif, nilai rata-rata perilaku sosial anak, terdapat 33,33% dalam kategori BSB, ada 51,11% dalam kategori BSH, ada 15,55% dalam kategori MB da nada 0% dalam kategori BB Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik persentase dan uji-t. hasil penelitian dari uji-t menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar -10,425 dengan signifikan 0,000, karena sig < 0,05, maka dapat dijelaskan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode bercerita berpengaruh signifikan terhadap perilaku sosial anak. Kata Kunci: Metode Bercerita, Perilaku Sosial Ana
PENGARUH METODE BERCERITA TERHADAP KEMAMPUAN ANAK BERKOMUNIKASI DI KELOMPOK B2 TK ASYIYAH BUSTANUL ATHFAL III PALU KELURAHAN TALISE KECAMATAN MANTIKULORE
Masalah pokok dalam tulisan ini adalah kemampuan anak berkomunikasi belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut,dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan anak berkomunikasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, subjek seluruh anak di kelompok B2 TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Palu Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore yang berjumlah 16 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik presentase. Data sebelum menggunakan metode bercerita kemampuan menyebutkan kosakata 1 anak (6%) kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 4 anak (25%) kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 7 anak (44%) kategori Mulai Berkembang (MB), 4 anak (25%) kategori Belum Berkembang (BB). Kemampuan menjawab pertanyaan 1 anak (6%) kategori BSB, 3 anak (19%) kategori BSH, 9 anak (56%) kategori MB, 3 anak (19%) kategori BB. Bercerita sederhana 1 anak (6%) kategori BSB, 2 anak (16%) kategori BSH, 6 anak (38%) kategori MB, 7 anak (44%) kategori BB. Setelah menggunakan metode bercerita, menyebutkan kosakata terdapat 4 anak (25%) kategori BSB, 7 anak (44%) kategori BSH, 4 anak (25%) kategori MB, dan 1 anak (6%) kategori BB. Kemampuan menjawab pertanyaan 4 anak (25%) kategori BSB, 9 anak (56%) kategori BSH, 2 anak (13%) kategori MB, 1 anak (6%) kategori B. Bercerita sederhana 4 anak (25%) kategori BSB, 7 anak (44%) kategori BSH, 4 anak (25%) kategori MB, 1 anak (6%) kategori BB. Disimpulkan bahwa ada pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan anak berkomunikasi. Terbukti adanya peningkatan kemampuan anak berkomunikasi setelah menggunakan metode bercerita rata-rata BSB 25%, BSH 48%, MB 21%. Kata Kunci : Metode Bercerita, Kemampuan Berkomunikas
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA REALITA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK DIKELOMPOK B TK AN-NISA KITA SINGGANI MAKU KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI
Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan motivasi belajar anak yang kategori sangat tinggi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh penggunaan media realita terhadap motivasi belajar anak.Metode penelitian kuantitatif dan jenis penelitian media realita. Adapun subjeknya adalah anak didik dikelompok B Tk An Nisa Kita Singgani Maku Kecematan dolo kabupaten sigi yang berjumlah 15 anak tediri dari 9 anak peempuan dan 6 anak laki-laki terdaftar pada ajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara.Pengolaan data dilakukan dengan teknik presentase dan uji-t.berdasarkan hasil rekapitulasi pengembangan motivasi belajar anak dalam tiga aspek yang telah diamati, yaitu aspek minat siswa terhadap pelajaran, aspek semangat siswa untuk melaksanakan tugas, aspek tertarik pada pembelajaran yang diajarkan. Sebelum maupun sesudah diberikan perlakuan berupa kegiatan media realita, kategori sangat tinggi (ST) dari 0% menjadi (22,22%), kategori Tinggi (T) dari (26,67%) menjadi (53,33%), kategori sedang (S) dari 40% menjadi (13,33%) kategori rendah (33,33%) menjadi (11,11%). Sesuai hasil data perkembangan uji-t dapat dijelaskan bahwa nilai t hitung sebesar -26,192> 1,753 dengan signifikan 0,00< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, berarti terdapat pengaruh penggunaan media realita terhadap motivasi belajar anak di kelompok B TK An Nisa kita Singgani Maku kecematan dolo kabupaten sigi. Kata kunci: penggunaan media realita, motivasi belaja
PERANAN MEDIA KARTU ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN ANAK MENGENAL KONSEP BILANGAN DI KELOMPOK B3 TK SIS AL-JUFRI 2 PETOBO KECAMATAN PALU SELATAN KOTA PALU
Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan anak mengenal konsep bilangan belum berkembang sesuai harapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan media kartu angka terhadap kemampuan anak mengenal konsep bilangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan jenisnya deskriptif. Subjek anak didik di B3 TK Sis Al-Jufri 2 Petobo Kecamatan Palu Selatan Kota Palu berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan teknik presentase dan uji-t. Berdasarkan hasil rekapitulasi pengembangan motorik halus anak dalam tiga aspek yang telah diamati, yaitu menyebutkan urutan bilangan, mengacak simbol, dan menghubungkan bilangan dengan gambar. Sebelum maupun sesudah diberikan perlakuan berupa media kartu angka, kategori berkembang sangat baik (BSB) dari 22,22% menjadi 35,55%, kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dari 24,45% menjadi 48,90%, kategori mulai berkembang (MB) dari 28,89% menjadi 11,11%, dan kategori belum berkembang (BB) dari 24,44% menjadi 4,44%. Sesuai hasil data perhitungan uji t, dapat dijelaskan bahwa nilai t hitung ≥ tabel (13,208 ≥ 1,770). Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, berarti terdapat kegiatan media kartu angka sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan di kelompok B3 TK Sis Al-Jufri 2 Petobo Kecamatan Palu Selatan Kota Palu. Kata Kunci: Media Kartu Angka, Kemampuan Konsep Bilanga
PENGARUH MEDIA LOOSE PARTS TERHADAP PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK
Masalah dalam artikel ini adalah perkembangan kreativitas anak dengan kategori rendah. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui pengaruh media loose parts terhadap pengembangan kreativitas anak. Artikel ini membahas mengenai penggunaan media loose parts terhadap pengembangan kreativitas anak dikelompok B2 TK Bina Anak Bangsa Palu. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif, dengan subjek 15 orang anak yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan, terdaftar pada tahun ajaran 2020/2021. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui (1) observasi (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Selanjutnya uji hipotesis penelitian yang digunakan yakni uji-t berpasangan (praired sampel t-test) hasil rekapitulasi pengembangan kreativitas anak sebelum diberikan perlakuan, terdapat 6,67% kategori ST, terdapat 22,22% kategori T, terdapat 35,56% kategori S, dan terdapat 35,55% kategori R. Sesudah perlakuan terdapat 37,78% kategori ST, terdapat 51,11% kategori T, terdapat 11,11% kategori S, dan 0% kategori R. Hasil perhitungan uji-t diperoleh nilai thitung ≥ ttabel (7,466 > 1.76131). Maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh media loose parts terhadap pengembangan kreativitas anak di kelompok B2 TK Bina Anak Bangsa Palu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media loose parts terhadap pengembangan kreativitas anak. Kata kunci: pendidikan anak usia dini, media loose parts, kreativitas ana
HUBUNGAN MANAJEMEN KELAS TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIOAL EMOSIONAL ANAK DI KELOMPOK B TK GRAHA KRIDA PKS UNGKAYA KECAMATAN WITA PONDA KABUPATEN MOROWALI
Masalah dalam penelitian ini adalah Perkembangan Sosial Emosional anak yang belum berkembang sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan manajemen kelas terhadap perkembangan sosial emosional anak. Metode penelitian yang digunaka adalah metode pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian pesentase. Adapun subjek penelitian ini adalah anak di Kelompok B TK Graha Krida PKS Ungkaya Kecamatan Wita Ponda Kabupaten Morowali yang berjumlah 16 anak. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui obeservasi,wawancara, dan dokumentasi. Pengelolahan data dilakukan dengan teknik presentase. Hasil penelitian analisis deskriptif, terdapat hubungan manajemen kelas terhadap perkembangan sosial emosional anak, dilihat dari nilai rata-rata BSH anak pada 4 pendekatan manajemen kelas yang diterapakan di TK Graha Krida PKS Ungkaya yaitu : Rekapitulasi perkembangan Sosial Emosional Anak Dengan Pendekatan Ancaman berkembang sangat baik 20,83%, 39,59% katagori berkembang sesuai harapan, 39.58% katagori mulai berkembang. Rekapitulasi perkembangan Sosial Emosional Anak Dengan Pendekatan Kebebasan berkembang sangat baik 20,83%, 43,75% katagori berkembang sesuai harapan, 35.42% katagori mulai berkembang. Rekapitulasi perkembangan Sosial Emosional Anak Dengan Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial berkembang sangat baik 20,83%, 68,83% katagori berkembang sesuai harapan, 8.33% katagori mulai berkembang. Rekapitulasi perkembangan Sosial Emosional Anak Dengan Pendekatan Perubahan Tingkah Laku berkembang sangat baik 20,83%, 39,59% katagori berkembang sesuai harapan, 39.58% katagori mulai berkembang. kemudian dapat dilihat bahawa pendekatan yang memiliki presentasi BSH paling tinggi adalah Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial, serta yang paling rendah adalah Pendekatan Ancaman. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan manajemen kelas terhadap perkembangan sosial emosional anak.. Kata Kunci : Anak Usia Dini ;Media Gambar ; Kemampuan Kognitif Ana
ANALISIS KENDALA ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK BELAJAR DARING DI RUMAH (BDR) PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI KELOMPOK B PAUD DARUL ULLUM DESA SIDOLE BARAT KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala orang tua dalam mendampigi anak belajar daring di rumah pada masa pandemi covid 19. Penelitian ini dilakukan di kelompok B PAUD Darul Ullum Desa Sidole Barat Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Pedekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 10 orang tua anak terdapat 6 orang tua yang tidak mengalami kendala dan 4 orang tua yang mengalami kendala selama mendampigi anak belajar daring di rumah. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 4 bentuk kendala orang tua selama mendampigi anak belajar daring di rumah pada masa pandemi covid 19 yaitu sibuk bekerja, sulit membagun minat belajar anak, kurang sabar dalam mendampigi anak, dan kurang paham dalam mengoprasikan Hp/Gadget. Dengan demikian bahwa kendala orang tua sangat berpengaruh dalam pendampigan anak selama belajar dari rumah pada masa pandemi covid 19. Kata Kunci : Kendala Orang Tua, Mendampigi Ana
IMPLEMENTASI HANDWASHING DANCE SEBAGAI LITERASI KESEHATAN ANAK USIA DINI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELOMPOK B2 PAUD TK NEGERI MODEL TERPADU MADANI
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan handwashing dance sebagai literasi kesehatan anak usia dini pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini dilakukan di kelompok B2 PAUD TK Negeri Model Terpadu Madani. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 5 anak yang sudah mampu melakukan langkah-langkah mencuci tangan dengan benar tanpa bantuan, dan 4 anak yang mampu melakukan langkah-langkah mencuci tangan dengan benar masih dengan bantuan melalui 3 aspek yang diamati, yaitu aspek kognitif, aspek afektif, aspek psikomotor. Hasil penelitian tersebut didapatkan dari pengamatan 3 aspek yang digunakan adalah pertama, aspek kognitif yaitu anak mampu menyebutkan saat yang tepat untuk menyuci tangan, anak dapat mengetahui manfaat mencuci tangan, dan anak dapat menyebutkan urutan mencuci tangan yang benar. Kedua, aspek afektif yaitu anak mau mencuci tangan menggunakan sabun, anak tidak membuang-buang air saat mencuci tangan, anak merasa senang saat mencuci tangan, anak mau mengantri pada saat mencuci tangan, anak mau mengeringkan tangannya menggunakan tisu, dan anak mau membuang tisu yang digunakan ke tempat sampah. Ketiga, aspek psikomotorik yaitu anak dapat melakukan langkah-langkah mencuci tangan dengan benar. Kata Kunci: Handwashing Dance, Literasi Kesehatan, Anak Usia Din
PENGARUH KEGIATAN MENGGAMBAR BEBAS TERHADAP KREATIVITAS ANAK KELOMPOK B TK NAJADI TOPANDE KELURAHAN KAMONJI KECAMATAN PALU BARAT
Masalah dalam penelitian ini adalah kreativitas anak yang belum berkembang sesuai harapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan menggambar bebas terhadap kreativitas anak. Penelitian ini tentang Kegiatan Menggambar Bebas Terhadap Kreativitas Anak Kelompok B TK Najadi Topande Kelurahan Kamonji Kecamatan Palu Barat. Meode penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan jenisnya deskriptif. Dengan melibatkan 15 orang anak terdiri dari 7anak laki-laki dan 8 anak perempuan,terdaftar pada tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data dilakikan melalui lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase dan uji t (paired sample t-test). Berdasarkan hasil data perhitungan uji t diperoleh nilai t hitung> t tabel (5.967>1.753). Maka dapat disimpulkan maka Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh Kegiatan Menggambar Bebas Terhadap Kreativitas Anak Kelompok B TK Najadi Topande Kelurahan Kamonji Kecamatan Palu Barat. Berdasarkan hasik rekapitulasi kreativitas anak sebelum diberi perlakuan kegiatan menggambar bebas, terdapat 2,22% dalam kategori (BSB), ada 20% dalam kategori( BSH), ada 28,89% dalam kategori( MB), dan ada 48,89% dalam kategori (BB). Sesudah diberikan perlakuan kegiatan menggambar bebas terdapat 20% dalam kategori (BSB), ada 53,33% dalam kategori( BSH), ada 17,78% dalam kategori( MB), dan ada 8,89% dalam kategori (BB). Kata Kunci: Kegiatan Menggambar Bebas, Kreativita