215 research outputs found

    Peranan Metode Demonstrasi Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Di Kelompok B TK Dharma Santi Desa Tolai Barat Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan utama dan mendasar pada penelitian ini adalah masih rendahnya minat belajar anak di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat. Metode demonstrasi yang digunakan pada penelitian ini difokuskan pada permasalahan, yaitu apakah penggunaan metode demonstrasi di PAUD dapat meningkatkan minat belajar anak? Untuk menjawab permasalahan di atas, peneliti melakukan penelitian kelas (penelitian kualitatif) yang terdiri dari kegiatan pengamatan. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong, tahun ajaran 2012/2013. Subyek penelitian adalah 25 anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 16 anak perempuan dengan minat belajar yang masih rendah. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan/observasi. Kemudian data dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan analisis data maka dapat diketahui terjadi peningkatan minat belajar anak di PAUD terdapat 74% anak yang memiliki minat belajar Tinggi, 21,33% anak yang memiliki minat belajar Sedang, dan 4,67% anak yang memiliki minat belajar Rendah. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, jelas sekali membuktikan bahwa penggunaan metode demonstrasi sangat berperan dalam meningkatkan minat belajar anak.   Kata Kunci: Metode Demonstrasi, Minat Belajar Ana

    Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Di Kelompok A TK Alkhairaat Sumari

    No full text
    ABSTRAK Masalah pokok dalam penelitian ini adalah apakah melalui penggunaan metode pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak di kelompok A TK Alkhairaat Sumari?. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui metode pemberian tugas di kelompok A TK Alkhairaat Sumari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 di TK Alkhairaat Sumari dengan melibatkan seluruh anak di kelompok A yang berjumlah 14 orang yang terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 8 orang anak perempuan. Penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu pra tindakan, siklus I, dan Siklus II untuk melihat sejauh mana perubahan yang ditunjukkan oleh anak tentang peningkatan kemampuan kognitif anak sebelum dan setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas. Untuk mengukur peningkatan kemampuan kognitif anak melalui penggunaan metode pemberian tugas, dilakukan dengan cara penilaian terhadap kegiatan Menghubungkan benda dengan lambang bilangan, mengelompokkan benda menurut bentuknya, menyusun puzzle.Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan terhadap kemampuan kognitif anak setelah dipergunakan metode pemberian tugas di dalam kelas sebagai metode pembelajaran oleh guru pada anak didik di TK Alkhairaat Sumari. Hal ini dapat dilihat pada perolehan hasil penilaian akhir dari kegiatan penelitian ini, yaitu kategori berkembang sangat baik pada penilaian Menghubungkan benda dengan lambang bilangan ada 9 orang (64,28,00%), mengelompokkan benda menurut bentuknya terdapat 8 orang (57,14%), menyusun puzzle terdapat 8 orang (57,14%). Melihat perolehan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan metode pemberian tugas di dalam proses pembelajaran di kelompok A TK Alkhairaat Sumari dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak. Kata Kunci : Kemampuan Kognitif, Metode Pemberian Tuga

    Peranan Metode Bercerita dalam Meningkatkan Kemampuan Anak Berbahasa Lisan di Kelompok B1 TK Tunas Bangsa Desa Sidera Kabupaten Sigi

    No full text
    ABSTRAK Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan anak dalam berbahasa lisan,bagaimanakah penggunaan metode bercerita, dan apakah ada peranan metode bercerita dalam meningkatkan kemampuan anak berbahasa lisan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui perananmetode bercerita dalam meningkatkan kemampuan anak berbahasa lisan di Kelompok B1 TK Tunas Bangsa Desa Sidera Kabupaten Sigi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun subyek penelitian ini adalah seluruh anak Kelompok B1 TK Tunas Bangsa Desa Sidera Kabupaten Sigi yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Metode Bercerita adalah suatu metode penyampaian pesan atau penyajian materi pembelajaran secara lisan dalam bentuk cerita dari guru kepada anak TK. Bahasa lisan adalah suatu bentuk komunikasi yang unik dijumpai pada manusia khususnya pada anak yang menggunakan kata-kata yang diturunkan dari kosa kata bersama-sama dengan berbagai macam nama yang diucapkan. Berdasarkan analisis data, maka dapat diketahui ada peranan metode bercerita dalam meningkatkan kemampuan anak berbahasa lisan di Kelompok B1 TK Tunas Bangsa Desa Sidera Kabupaten Sigi. Dapat dilihat dari rekapitulasi pengamatan minggu pertama terdapat 2 anak (13,33%) yang menunjukan kategori BSB, 3 anak (20%) kategori BSH, 4 anak (26,67%) kategori MB, dan 6 anak (40%) kategori BB. Selanjutnyan pada rekapitulasi minggu keenam terjadi peningkatan yang signifikan terdapat 13 anak (86,66%) yang menunjukan kategori BSB, 1 anak (6,67%) kategori BSH, 1 anak (6,67%) kategori MB, dan 0 anak (0%) kategori BB. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbahasa lisan anak meningkat setelah penggunaan metode bercerita. Kata Kunci : Metode Bercerita, Berbahasa Lisa

    Meningkatkan Kemampuan Anak Mengenal Warna Melalui Eksperimen Di Kelompok A TK Pertiwi Palu

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak mengenal warna. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal warna melalui eksperimen di kelompok A TK Pertiwi Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah anak kelompok A TK Pertiwi Palu berjumlah 15 anak yang terdiri dari 7 anak perempuan dan 8 anak laki-laki yang terdaftar pada tahun 2012/2013. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil siklus I 33% meningkat pada siklus II menjadi 53%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan eksperimen dapat meningkatkan kemampuan anak mengenal warna di kelompok A TK Pertiwi Palu.   Kata Kunci: Warna, Eksperime

    Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Sumber Belajar Lingkungan Pada Kelompok B TK Negeri Model Terpadu Madani Palu

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini adalah penelitian tindakan  kelas. Terdiri beberapa aspek perlakuan dan pengamatan utama yaitu  peningkatan kreativitas anak. Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah kreativitas anak dapat ditingkatkan melalui alat permainan edukatif di kelompok B TK Negeri Model Terpadu Madani? Penelitian dilaksanakan  di TK Negeri Model Terpadu Madani, melibatkan 20 orang anak, terdiri atas 11 anak laki-laki dan 9 anak perempuan, terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui teknik obsevasi, pemberian tugas, dan dokumentasi kemudian dianalisis secara deskriptif dari data kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan yaitu Anak yang memiliki rasa ingin tahu kategoti BSB 5%, BSH 30%, MB 30%, dan BB 35%, kemudian anak yang percaya diri kategori BSB 5%, BSH 25%, MB 30%, BB 35%, dan anak yang berani berbuat dengan kategori BSB 10%, BSH 30%, MB 20%, BB 40%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui sumber belajar lingkungan dapat meningkatkan kreativitas anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II yaitu tentang aspek Anak yang memiliki rasa ingin tahu kategori sangat baik dan baik dari 60% menjadi 90% (30%), anak yang percaya diri kategori sangat baik dan baik dari 55% menjadi 95% (40%), anak yang berani berbuat kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 90% (40%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 36,66% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat kreativitasnya  tetapi hanya berkisar 8,33% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci :  Peningkatan Kreativitas Anak, Sumber Belajar Lingkunga

    Meningkatkan Perilaku Sosial Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Di Kelompok B TK Alkhairat Marana

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah perilaku sosial anak dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas di TK Alkhairat Marana. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan perilakus sosial anak melalui metode pemberian tugas di TK Alkhairat Marana.Penelitian dilaksanakan di TK Alkhairat Marana, melibatkan 11orang anak terdiri atas 6 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perempuanyang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013.Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan dengan cara observasi dokumentasi, dan pemberian tugas, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun anak. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan pada anak yang menghargai teman kategoti Berkembang Sangat Baik 9,09%, Berkembang Sesuai Harapan 9,09%, Mulai Berkembang 27,27%, dan Belum Berkembang 54,54%, kemudian anak yang bekerja sama kategori Berkembang Sangat Baik 0%, Berkembang Sesuai Harapan 9,09%, Mulai Berkembang 18,18%, Belum Berkembang 72,72%, dan anak yang berperilaku sopan santun dengan kategori Berkembang Sangat Baik 9,09%, Berkembang Sesuai Harapan 9,09%, Mulai Berkembang 36,36%, Belum Berkembang 45,45%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui pemberian tugas dapat meningkatkan perilaku sosial anak, terbukti ada peningkatan dari siklus I ke siklus II pada anak yang mau menghargai teman dengan kategori berkembang sangat baik dan baik dari 18,18 % menjadi 72,72% (54,54%), anak yang bekerja sama dengan kategori berkembang sangat baik dan baik dari 27,27% menjadi 72,72% (45,45%), dan anak yang berperilaku sopan dengan kategori berkembang sangat baik dan baik dari 36,36% menjadi 81,81% (45,45%). Dari hasil tindakan siklus I dan Siklus II terjadi peningkatan dari semua aspek yang diukur. Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 48,48% dari Siklus I ke Siklus II. Walaupun masih ada anak yang belum meningkat perilaku sosialnya berkisar 27,27% dari ketiga aspek yang diamati dengan kategori belum berkembang. Kata Kunci : Perilaku Sosial,Pemberian Tuga

    Pengaruh Media Kartu Huruf Hijaiyyah Terhadap Kemampuan Anak Mengenal Huruf Hijaiyyah Di Kelompok B TK 1 Al-Khairaat Kasimbar

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan anak mengenal huruf hijaiyyah sebelum dan sesudah menggunakan kartu huruf hijaiyyah, adakah kendala penggunaan kartu huruf hijaiyyah dalam mengenalkan huruf hijaiyyah, adakah pengaruh media kartu huruf hijaiyyah terhadap kemampuan anak mengenal huruf hijaiyyah. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan anak mengenal huruf hijaiyyah sebelum dan sesudah menggunakan kartu huruf hijaiyyah, untuk mengetahui kendala dalam penggunaan kartu huruf hijaiyyah dalam mengenalkan huruf hijaiyyah, adanya pengaruh media kartu huruf hijayyah terhadap kemampuan anak mengenal huruf hijaiyyah di kelompok B TK 1 Alkhairaat Kasimbar yang terdaftar pada tahun ajaran 2012-2013. Yang berjumlah 15 anak. Hasil penelitian sebelum penggunaan media kartu huruf hijaiyyah kemampuan menyebutkan huruf hijaiyyah 1-7 dalam kategori BSB tidak ada, kategori BSH terdapat 1 anak (6,67%), kategori MB terdapat 3 anak (20%), kategori BB terdapat 11 anak (73,33%), Menyebutkan huruf hijaiyyah secara acak yang kategori BSB tidak ada, kategori BSH terdapat 1 anak (6,67%), kategori MB terdapat 2 anak (13,33%), kategori BB terdapat 12 anak (80%) sedangkan aspek menyebutkan huruf hijaiyyah secara baik dan benar dalam kategori BSB tidak ada, kategori BSH terdapat 1 anak (6,67%), kategori MB terdapat 1 anak (6,67%), dan kategori BB terdapat 13 anak (86,66%). Sesudah perlakuan menggunakan kartu huruf hijaiyyah, kemampuan menyebutkan huruf hijaiiyah 1-7 untuk kategori (BSB) terdapat 7 anak (46,67%), untuk kategori (BSH) terdapat 2 anak  (13,33%), kategori (MB) terdapat 3anak (20%), dan untuk kategori (BB) terdapat 3 anak (20%). Menyebutkan huruf hijaiyyah secara acak yang kategori BSB terdapat 6 anak (40), kategori BSH terdapat 3 anak (20%), kategori MB terdapat 4 anak (26,67%), kategori BB terdapat 2 anak (13,33%) sedangkan aspek menyebutkan huruf hijaiyyah secara baik dan benar dalam kategori BSB 8 anak (53,33), kategori BSH terdapat 4 anak (26,67%), kategori MB terdapat 2 anak (13,33%), dan kategori BB terdapat 1 anak (6,67%). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kendala penggunaan kartu huruf hijaiyyah dikelompok B TK 1 Alkhairaat Kasimbar yaitu seperti anak yang mempunyai kemampuan maksimal guru mengalami kesulitan dalam mengarahkannya karena sering mengganggu teman dan cenderung mengacaukan proses pembelajaran berlangsung, jadi ada pengaruh penggunaan media kartu huruf hijaiyyah karena terbukti adanya peningkatan sebelum penggunaan media kartu huruf hijaiyyah.   Kata Kunci : Huruf Hijaiyah, Media Kartu Huruf

    Meningkatkan Kemandirian Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Di Kelompok A TK PKK Kavaya Marana Kec. Sindue

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kemandirian halus anak dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas pada kelompok A di TK PKK Kavaya Marana Kec. Sindue”. Penelitian dilaksanakan di TK PKK Kavaya Marana Kec. Sindue”., melibatkan 20orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuanyang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013.Penelitian ini menggunakan desain penelitianKemmis dan McTaggart (Dahlia, 2012:29), yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui observasi dan pemberian tugas, selanjutnya diolah secara deskriptif dengan kriteria penilaian empat bintang (berkembang sangat baik), tiga bintang (berkembang sesuai harapan), dua bintang (mulai berkembang) dan satu bintang (belum berkembang). Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak dalam membentuk plastisin kategori Berkembang Sangat Baik 5%, Berkembang Sesuai Harapan 10%, Mulai Berkembang 35%, dan Belum Berkembang 50%, kemudian kemampuan anak yang menggambar kategori Berkembang Sangat Baik 5%, Berkembang Sesuai Harapan 10%, Mulai Berkembang 49%, Belum Berkembang 45%, dan kemampuan anak dalam menyusun puzzle dengan kategori Berkembang Sangat Baik 10%, Berkembang Sesuai Harapan 10%, Mulai Berkembang 30%, Belum Berkembang 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan kemandirian anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam membentuk plastisin kategori berkembang sangat baik dan baik dari 55% menjadi 80% (25%), kemampuan dalam menggambar kategori berkembang sangat baik dan baik dari 60% menjadi 85% (40%), kemampuan dalam menyusun puzzle kategori berkembang sangat baik dan baik dari 60% menjadi 80% (30%). Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat kemandiriannya tetapi hanya berkisar 6,66% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori belum berkembang. Kata Kunci : Kemandirian,Metode Pemberian Tuga

    Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Di Kelompok B TK Aisyiyah Parigi

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui metode pemberian tugas. Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah kemampuan motorik halus anak dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas pada kelompok B di TK Aisyiyah Parigi. Penelitian dilaksanakan di TK Aisyiyah Parigi, melibatkan 15 orang anak terdiri atas 6 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengatahui kemampuan motorik halus anak melalui metode pemberian tugas  pada kelompok B di Aisyiyah Parigi. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak dalam menyusun balok menjadi suatu bangunan kategoti BSB 6,67%, BSH 13,33%, MB 20%, dan BB 60%, kemudian kemampuan anak yang mengikat tali sepatu kategori BSB 6,67%, BSH 13,33%, MB 26,67%, BB 53,33%, dan kemampuan anak memakai baju kemeja dengan kategori BSB 6,67%, BSH 20%, MB 33,33%, BB 40%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam menysusn balok menjadi suatu bangunan kategori sangat baik dan baik dari 40% menjadi 80% (30%), kemampuan dalam mengikat tali sepatu kategori sangat baik dan baik dari 40% menjadi 80% (30%), kemampuan dalam memakai baju kemeja kategori sangat baik dan baik dari 46,67% menjadi 86,67% (40%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat motorik halusnya  tetapi hanya berkisar 6,67% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang. Kata Kunci :  Kemampuan Motorik  Halus,  Metode Pemberian Tuga

    Peranan Pendidikan Jasmani Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Di Kelompok B PAUD Terpadu Tri Dharma Santi Lebagu Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan utama dan mendasar pada penelitian ini adalah apakah ada peranan pendidikan jasmani dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di Kelompok B PAUD Terpadu Tri Dharma Santi Lebagu. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya peranan pendidikan jasmani dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di Kelompok B PAUD Terpadu Tri Dharma Santi Lebagu. Untuk menjawab permasalahan di atas, peneliti melakukan penelitian kualitatif dengan metode observasi, terdiri dari kegiatan pengamatan awal dan pengamatan akhir. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok B PAUD Terpadu Tri Dharma Santi Lebagu tahun ajaran 2012/2013. Subyek penelitian adalah 25 anak, terdiri dari 11 anak laki-laki dan 14 anak perempuan dengan kemampuan motorik kasar yang masih rendah. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan. Kemudian, data dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan analisis data, dapat diketahui terjadi peningkatan kemampuan motorik kasar anak di Kelompok B PAUD Terpadu Tri Dharma Santi Lebagu dari rata-rata nilai pada pengamatan akhir terdapat 74% anak yang memiliki kemampuan motorik kasar dengan kategori Baik, 21% anak yang memiliki kemampuan motorik kasar dengan kategori Cukup, dan 5% anak yang memiliki kemampuan motorik kasar dengan kategori Kurang. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada peranan pendidikan jasmani dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, hal ini dapat dilihat setelah melakukan tes jasmani yang berunsurkan permainan seperti Berjalan Zig-zag, Berlari Membawa Bendera, Meloncat Mengambil Batu, dan Melompati Kardus terjadi peningkatan kemampuan motorik kasar anak pada setiap kategori untuk masing-masing aspek yang diamati. Maka dari itu, pendidikan jasmani perlu diterapkan pada anak usia dini karena mampu memperkuat motorik kasar anak sehingga kelak anak akan lebih terampil dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.   Kata Kunci: Pendidikan Jasmani, Kemampuan Motorik Kasa

    132

    full texts

    215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bungamputi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇