215 research outputs found

    Peranan Metode Bercerita Dalam Mengembangkan Nilai-Nilai Moral Pada Anak Di Kelompok B2 TK Pertiwi Palu

    No full text
    ABSTRAK   Pengembangan nilai moral adalah pembentukan perilaku anak melalui pembiasaan yang terwujud dalam perilaku sehari-hari, hal tersebut untuk mempersiapkan anak sedini mungkin dalam mengembangkan sikap dan perilaku yang dilandasi moral pancasila. Salah satu metode yang tepat untuk mengembangkan nilai-nilai moral pada anak usia dini, yaitu melalui metode bercerita, dianggap akan efektif bila diterapkan secara tepat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan nilai-nilai moral pada anak di TK Pertiwi, untuk mengetahui penerapan metode bercerita di TK Pertiwi, dan untuk mengetahui adakah peranan metode bercerita dalam mengembangkan nilai-nilai moral di kelompok B2 TK Pertiwi Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui lembar pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan ada tiga aspek dalam mengembangkan nilai-nilai moral yakni menghargai teman, sopan santun, dan tanggung jawab. Dilihat dari hasil pengamatan pada aspek menghargai teman tejadi peningkatan yaitu terdapat 50% anak dalam kategori BSB, 18,75% anak dalam kategori BSH, 18,75% anak dalam kategori MB, dan 12,5% anak yang termasuk dalam kategori BB. Pada aspek sopan santun terjadi peningkatan yaitu terdapat 56,25% anak dalam kategori BSB, 18,75% anak dalam kategori BSH, 18,75% anak dalam kategori MB, dan 6,25% anak yang termasuk dalam kategori BB. Pada aspek tanggung jawab terjadi peningkatan yaitu terdapat 50% anak dalam kategori BSB, 25% anak dalam kategori BSH, 12,5% anak dalam kategori MB, dan 12,5% anak yang termasuk dalam kategori BB. Dapat disimpulkan bahwa ada peranan metode bercerita dalam mengembangkan nilai-nilai moral pada anak dikelompok B2 TK Pertiwi Palu.   Kata Kunci: Metode Bercerita, Nilai Moral

    Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Penggunaan Alat Permainan Edukatif Pada Kelompok B Tk Alhidayah Talise Palu Utara

    No full text
    ABSTRAK   Permasalahan utama pada penelitian ini yaitu kurangnya kemampuan motorik halus anak pada kelompok B TK Alhidayah Talese. Penelitian dilaksanakan  di TK Alhidayah Talise Palu Utara, melibatkan 15 orang anak terdiri atas 8 orang anak laki-laki dan 7 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui teknik obsevasi, dan pemberian tugas kemudian dianalisis secara deskriptif dari data kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan pengamatan motorik halus anak dalam membuat macam-macam bentuk dari kertas kategori SB 6,66%, B 13,33%, C 26,66%, dan K 53,33%, kemudian motorik halus anak membuat macam-macam bentuk dari plastisin dengan kategori SB  0%, B 13,33%, C 20%, K 66,66%, dan pengamatan menyusun balok menjadi suatu bangunan dengan kategori SB 6,66%, B 6,66%, C 13,33%, K 73,33%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui alat permainan edukuatif dapat meningkatkan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan motorik halus anak dari siklus I ke siklus II  yang diamati dalam membuat macam-macam bentuk dari kertas kategori sangat baik dan baik dari 53,33% menjadi 79,99% (26,66%), peningkatan motorik halus anak dalam membuat macam-macam bentuk dari plastisin kategori sangat baik dan baik dari 46,66% menjadi 80% (33,34%), kemudian yang terakhir pengamatan anak dalam menyusun balok mejadi suatu bangunan kategori sangat baik dan baik dari 53,33% menjadi 86,66% (33,33%). Secara umum terjadi peningkatan dari semua kemampuan yang diukur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan alat permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di TK Alhidayah Talise Palu Utara.   Kata Kunci :  Peningkatan Motorik Halus Anak, Alat Permainan Edukati

    Peranan Media Audio Visual Terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris Anak Usia Dini Di Kelompok B TK Melati Tondo Kecamatan Mantikulore

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan utama dan mendasar pada penelitian ini adalah apakah media audio visual dapat berperan terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris di Kelompok B TK Melati Tondo Kecematan Mantikulore, Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya peranan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Inggris anak usia dini di Kelompok B TK Melati Tondo Kecematan Mantikulere. Observasi dilakukan selama 1 (satu) bulan sebanyak 4 (empat) kali pertemuan. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah semua anak di TK Melati Tondo Kelompok B1 berjumlah 18 orang dan Kelompok B2 berjumlah 18 orang, sehingga total populasi 36 anak. Metode  penarikan sampel adalah Random sampling yaitu 18 orang anak. Data dikumpulkan melalui observasi, selanjutnya data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan perhitungan skala Likert (skala sikap) agar dapat mengetahui gambaran dari pelaksanaan penelitian ini yang kemudian dapat ditarik kesimpulan. Dari hasil akhir penelitian ini didapatkan pada aspek tingkat respon anak dengan nilai rata-rata 90%, aspek tingkat perhatian anak dengan nilai rata-rata 92%, aspek kemampuan mengucapkan/pronounciation dalam Bahasa Inggris dengan nilai rata-rata 94%, aspek kemampuan membentuk kata/Vokabulary dengan nilai rata-rata 89%. Dengan perolehan nilai tersebut, menggambarkan media audio visual memiliki peran sebagai media yang mampu mengarahkan perhatian anak untuk berkonsentrasi sehingga mendorong kemudahan dalam pembelajaran Bahasa Inggris.   Kata Kunci : Media Audio Visual, Pembelajaran Bahasa Inggri

    Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Anak Melalui Metode Kerja Kelompok Di Kelompok B TK Bina Potensi Sis Aljufri Tatura

    No full text
    ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah kemampuan interaksi sosial anak dapat ditingkatkan melalui kerja kelompok pada kelompok B di TK Bina Potensi Sis Aljufri Tatura. Penelitian dilaksanakan  di TK Bina Potensi Sis Aljufri Tatura, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengatahui kemampuan interaksi anak melalui metode kerja kelompok  pada kelompok B di TK Bina Potensi Sis Aljufri Tatura. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak dalam bergaul dengan teman kategoti SB 10%, B 25%, C 30%, dan K 35%, kemudian kemampuan anak yang dapat membantu teman kategori SB 5%, B 25%, C 30%, K 40%, dan kemampuan anak dalam menghargai teman dengan kategori SB 10%, B 30%, C 20%, K 40%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui kerja kelompok dapat meningkatkan kemampuan interaksi anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam bergaul dengan teman kategori sangat baik dan baik dari 55% menjadi 80% (25%), kemampuan dalam membantu teman kategori sangat baik dan baik dari 60% menjadi 85% (25%), kemampuan dalam menghargai teman kategori sangat baik dan baik dari 60% menjadi 80% (20%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 23,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat kreatifitasnya  tetapi hanya berkisar 6,67% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci : Kemampuan Interaksi Sosial, Metode Kerja Kelompo

    Meningkatkan Interaksi Sosial Melalui Metode Bermain Peran Di Kelompok B2 TK Madani Palu

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya guru yang menggunakan metode bermain peran, sehingga pembelajaran membosankan bagi anak. Disamping itu tidak banyak pengaruhnya bagi peningkatan interaksi sosial anak. Rancangan penelitian tindakan kelas ini mengacu pada model John Elliot yang dilakukan dalam dua siklus, dengan setiap siklus melalui 4 tahap dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Yang menjadi subjek penelitian adalah seluruh anak kelompok B2 TK Negeri Model Terpadu Madani Palu yang berjumlah 20 orang, terdiri dari 9 laki-laki dan 11 perempuan. Jenis data adalah data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru dan anak. Adapun faktor yang diteliti meliputi: (1) input yaitu jumlah anak dan guru yang mengajar di TK Madani Palu; (2) Proses yaitu selama pembelajaran berlangsung; dan (3) Output yaitu peningkatan interaksi sosial melalui metode bermain peran.  Cara pengambilan data melalui (1) observasi dengan menggunakan lembar observasi; (2) Tanya jawab melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru saat mengajar; (3) Dokumentasi berupa foto-foto kegiatan saat pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak kelompok B2 dalam berinteraksi sosial melalui metode bermain peran mengalami peningkatan, yakni pada siklus I tingkat perkembangan kemampuan yang dicapai subyek penelitian terdapat 25 % yang memiliki kemampuan baik, 61,67 % yang memiliki kategori cukup dan 13,33 % yang memiliki kategori kurang. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II diketahui bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak yaitu terdapat 51,67 % yang memiliki kategori baik, 40 % yang memiliki kategori cukup dan 8,33 % yang memiliki kategori kurang.   Kata Kunci : Interaksi Sosial, Metode Bermain Pera

    Meningkatkan Perilaku Sosial Anak Melalui Metode Kerja Kelompok pada Kelompok Adi TK Aisyiyah Bustanul Athfal Toboli

    No full text
    ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah perilaku sosial anak dapat ditingkatkan melalui metode kerja kelompok pada kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Toboli? Kemudian tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan perilakus sosial anak melalui metode kerja kelompok pada kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal Toboli.Subjek peneleitiandi TK Aisyiyah Bustanul Athfal Toboli, subjek14orang anak terdiri atas 8 orang anak laki-laki dan 6 orang anak perempuanyang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukansecarabersiklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi dianalisis secara deskritif dari data kualitatif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan perilaku anak yang saling membantu kategoti Berkembang Sangat Baik 7,14%, Berkembang Sesuai Harapan 14,28%, Mulai Berkembang  21,42%, dan Belum Berkembang 57,14%, kemudian perilaku anak yang bekerja sama kategori Berkembang Sangat Baik 7,14%, Berkembang Sesuai Harapan 21,42%, Mulai Berkembang  28,57%, Belum Berkembang 42,85%, dan perilaku anak yang menghormati guru dengan kategori Berkembang Sangat Baik 14,28%, Berkembang Sesuai Harapan 7,14%, Mulai Berkembang  28,57%, Belum Berkembang   50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode kerja kelompok dapat meningkatkan perilaku sosial anak, terbukti ada peningkatan dari siklus I ke siklus II dalam perilaku saling membantu sangat baik dan baik dari 35,7% menjadi 85,71% (50,01%), kerja sama Kategori Berkembang Sangat Baik dan baik dari 35,7% menjadi 78,56% (42,86%), menghormati guru Kategori Berkembang Sangat Baik dan baik dari 42,85% menjadi 71,42% (28,57%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 39,48% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat perilaku sosialnya  tetapi hanya 9,52% dari masing-masing perilaku sosial yang diamati dengan kategori kurang. Kata Kunci :  Perilaku Sosial Anak,Metode Kerja Kelompo

    Peranan Finger Painting terhadap Kemampuan Anak Mengenal Konsep Warna di Kelompok B TK Nurul Islam Lambara Kecamatan Tawaeli

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan dalam penulisan ini adalah adakah peranan finger painting terhadap kemampuan anak mengenal konsep warna di Kelompok B TK Nurul Islam Lambara. Untuk menjawab masalah tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui adanya peranan finger paintingterhadap kemampuan anak mengenal konsep warna. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian ini adalah seluruh anak di Kelompok B TK Nurul Islam Lambara yang berjumlah 15 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data di analisis secara deskriptif kualitatif dan teknik persentase. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, finger painting memiliki peranan terhadap kemampuan anak mengenal konsep warna, hal ini terbukti dari semakin meningkatnya kemampuan anak mengenal konsep warna yang masuk dalam kategori berkembang sangat baik. Dalam kegiatan menyebutkan macam-macam warna meningkat dari 26,67% menjadi 73,33%, mengelompokan macam-macam warna meningkat dari 20% menjadi 60 %, dan mengenal symbol-simbol warna meningkat dari 20% menjadi 40%.   Kata Kunci :Finger Painting, Konsep Warn

    Meningkatkan Interaksi Sosial Anak Melalui Metode Kerja Kelompok Di Kelompok A TK Alkhairaat Toaya

    No full text
    ABSTRAK Masalah pokok dalam penelitian ini adalah apakah melalui penggunaan metode kerja kelompok dapat meningkatkan interaksi sosial anak di kelompok A TK Alkhairaat Toaya?. Tujuan penelitian untuk meningkatkan interaksi sosial anak melalui metode kerja kelompok di kelompok A TK Alkhairaat Toaya.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2012 di TK Alkhairaat Toaya dengan melibatkan seluruh anak di kelompok A yang berjumlah 14 orang yang terdiri dari 5 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan. Penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu pra tindakan, siklus I, dan siklus II untuk melihat sejauh mana perubahan yang ditunjukkan oleh anak tentang peningkatan interaksi sosial anak sebelum dan setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas. Untuk mengukur peningkatan interaksi sosial anak melalui metode kerja kelompok, dilakukan dengan cara penilaian terhadap interaksi sosial anak dengan guru, interaksi sosialanak dengan teman, serta interaksi sosial anak dengan lingkungan.Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan terhadap interaksi sosialanak setelah dipergunakan metode kerja kelompok di dalam kelas sebagai metode pembelajaran oleh guru pada anak didik di TK Alkhairaat Toaya. Hal ini dapat dilihat pada perolehan hasil penilaian akhir dari kegiatan penelitian ini, yaitu kategori sangat baik pada penilaian interaksi sosial anak dengan guru ada 8 orang (57,14%), interaksi sosial anak dengan teman terdapat 9 orang (64,28%), dan interaksi sosial anak dengan lingkungan terdapat9 orang anak (64,28%). Melihat perolehan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan metode kerja kelompok di dalam proses pembelajaran di kelompok A TK Alkhairaat Toayadapat membantu meningkatkan interaksi sosial anak. Kata Kunci : Interaksi Sosial, Metode Kerja Kelompo

    Pengaruh Permainan Lompat Tali terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak di Kelompok B RA Al-Muhajirin Palu

    No full text
    ABSTRAK Perkembangan fisik motorik adalah proses kemampuan gerak seorang anak yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh motorik kasar diperlukan agar anak dapat melompat, duduk, menendang, berlari, dan naik turun tangga.Salah satu permainanyang mampu mengembangkankemampuan motorik kasar pada anak usia dini, yaitu melalui permainan lompat tali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan lompat tali terhadap kemampuan motorik kasar di kelompok B RA AL-Muhajirin Palu.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui lembar pengamatan, pemberian tugas, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan ada tiga aspek dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak yakni keseimbangan, kekuatan tubuh anak, dan kelincahan. Dilihat dari hasil pengamatan pada aspek keseimbangan tejadi peningkatan yaitu terdapat 58,33% dalam kategori BSB, ada 18,33% dalam kategori BSH, ada 10,00% dalam kategori MB, dan 13,33% dalam kategori BB. Pada aspek kekuatan tubuh anak terjadi peningkatan yaitu terdapat 28,33% dalam kategori BSB, ada 18,34% dalam kategori BSH, ada 33,33% dalam kategori MB, dan 20,00% dalam kategori BB. Pada aspek kelincahan terjadi peningkatan yaitu terdapat 38,33% dalam kategori BSB, ada 25,83% dalam kategori BSH, ada 24,16% dalam kategori MB, dan ada 11,67% dalam kategori BB. Kesimpulan bahwa ada pengaruh permainan lompat tali terhadap kemampuan motorik kasar di kelompok B RA AL-Muhajirin Palu. Kata Kunci: Permainan Lompat Tali, Motorik Kasar Ana

    Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Alat Permainan Edukatif Pada Kelompok B Di TK Buah Hati Nupabomba

    No full text
    ABSTRACT The problem in this study is whether creativity can be enhanced through educational toys in TK group B Nupabomba Buah Hati? The experiment was conducted in a Child Tk Nupabomba, involving 15 children consisted of 6 boys and 9 girls enrolled in the academic year 2012/2013 . The design of this research study Kemmis and Mc. Taggart consisting of two cycles. Where on each cycle of meetings held three times in the classroom and each cycle consists of four stages: planning, implementation, observation , and reflection. Data were collected through observation techniques, assignments, and then analyzed by descriptive documentation of qualitative and quantitative data. Data collected prior to the action being assessed in the aspect of courage Verry Good 6.66%, Excellent 6.66%, Enough 6.66%, and Less 80%, then the curious aspects of the category Verry Good of 6.66%, 13.33% Excellent, Enough 6.66%, Less 73.33%, and the child's ability to produce unique works of Verry Good category 6.66%, Excellent 6.66%, Enough 13.33%, and Less 73.33%. After the action is taken, the results of this study it can be concluded that through educational toys can enhance the creativity of children, there is an increased ability proved from the first cycle to the second cycle in the aspect of courage is excellent and good categories from 26.66% to 73.32% (46,66%), aspect ungin know very well and good categories from 26.66% to 73.32% (46.66%), producing unique works excellent and good categories from 26.66% to 66.66% (40%). In general, an increase in the average 44.44 % of cycle one to cycle two, although there are still children who have not increased their creativity but only about 13.33 % of the aspects of each category observed with less.   Keyword: Childresn’s Creativity, Educational Gaming Devic

    132

    full texts

    215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bungamputi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇