215 research outputs found

    Penggunaan Pewarna Tumbuh-tumbuhan untuk Mengembangkan Kreativitas Menggambar pada Anak Kelompok B TK Tunas Rimba Palu

    Full text link
    masalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan kreativitas anak dalam menggambar? Bagaimana penerapan pewarna dari tumbuh-tumbuhan?, dan Apakah dengan menggunakan pewarna tumbuh-tumbuhan dapat mengembangkan kreativitas anak dalam menggambar?. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak dalam menggambar, menggunakan pewarna tumbuh-tumbuhan, dan penggunaan pewarna dari tumbuh-tumbuhan untuk mengembangkan kreativitas menggambar. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah seluruh anak didik di Kelompok B TK Tunas Rimba Palu dengan jumlah 20 orang anak didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi dan dokumentasi, selanjutnya pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian selama bulan November 2015 sampai bulan Desember 2015 menunjukan bahwa penggunaan pewarna dari tumbuh-tumbuhan dapat mengembangkan kreativitas menggambar pada anak di kelompok B TK Tunas Rimba Palu, dimana terdapat 53,3% anak dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 35% anak dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 6,7% anak dalam kategori Mulai Berkembang (MB), dan 5% anak dalam kategori Belum Berkembang (BB). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan pewarna dari tumbuh-tumbuhan dapat mengembangkan kreativitas menggambar pada anak.Kata Kunci: Pewarna Tumbuh-Tumbuhan, Kreativitas Menggamba

    Pengaruh Pola Asuh Primisif terhadap Perilaku Sosial Anak di Kelompok B PAUD Kartika XX-32 Palu

    Full text link
    Masalah dalam tulisan ini adalah perilaku sosial anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh permisif terhadap perilaku sosial anak. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun subyeknya adalah orang tua dari 8 anak di kelompok B1 PAUD Kartika XX-32 Palu. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perilaku sosial kemurahan hati kategori BSB terdapat 1 anak (12,5%), BSH ada 2 anak (25%), MB ada 2 anak(25%), dan BB ada 3 anak (37,5%). Sedangkan perilaku sikap tidak mementingkan diri sendiri BSB terdapat 1 anak (12,5%), BSH ada 1 anak (12,5%), MB ada 3 anak (37,5%), dan BB ada 3 anak (37,5%). Selanjutnya perilaku hasrat akan penerimaan sosial BSB terdapat 1 anak (12,5%), BSH ada 2 anak (25%), MB ada 2 anak (25%), dan BB ada3 anak (37,5%). Dengan demikian dapat diketahui ada pengaruh pola asuh permisif terhadap perilaku sosial anak, pengaruh pola asuh permisif terhadap perilaku sosial anak belum berkembang sesuai harapan dalam hal kemurahan hati, sikap tidak mementingkan diri sendiri dan hasrat akan penerimaan sosial.Kata kunci : Pola Asuh Permisif, Perilaku Sosia

    Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah Melalui Media Gambar pada Kelompok B TK Al-Khairaat Tatura

    Full text link
    Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam mengenal huruf hijaiyah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kreativitas anak melalui alat permainan edukatif di TK Al-Khairaat Tatura. melibatkan 17 anak yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui observasi dan pemberian tugas, selanjutnya diolah secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada siklus I untuk kemampuan dalam menyebutkan huruf-huruf hijaiyah meningkat menjadi 58,81% berkembang sangat baik, kemampuan dalam mengacak huruf hijaiyah meningkat menjadi 41,16% kategori berkembang sangat baik, dan yang kemampuan yang diamati terahir yaitu kemampuan anak mengenal huruf hijaiyah dalam menebalkan huruf hijaiyah terdapat 41,16% dengan kategori berkembang sesuai harapan, hasil tersebut diperoleh dari penjumlahan dua kategori yang dimiliki yaitu sangat baik dan baik. Pada siklus kedua menunjukan peningkatan dalam menyebutkan huruf-huruf hijaiyah meningkat dari 58,81% menjadi 82,34% (23,53%) kategori BSB, kemudian pada kemampuan mengacak huruf hijaiyah meningkat dari 41,16% menjadi 76,46% (35,3%) dengan kategori BSB, sedangkan kemampuan anak mengenal huruf hijaiyah dalam menebalkan huruf hijaiyah meningkat dari 41,16% menjadi 76,46% (35,3%) kategori BSB. Jika dirata-ratakan peningkatan dari siklus I ke siklus II berkisar 31,37%, walaupun masih ada anak yang belum berhasil tetapi tidak perlu lagi di adakan siklus berikutnya karena sudah menunjukan keberhasilan pada siklus II secara maksimal.Kata Kunci : Kemampuan Anak Mengenal Huruf Hijaiyah, Media Gambar

    Pengaruh Percobaan Sains Sederhana terhadap Kreativitas Anak di Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal I Palu

    Full text link
    Permasalahan pada artikel ini adalah kreativitas anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya untuk mengatasi dengan melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh percobaan sains sederhana terhadap kreativitas anak. Jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di kelompok B3 TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Palu tahun Ajaran 2015/2016. Subjek pada penelitian berjumlah 21 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui ada perbedaan dari data sebelum dan setelah penelitian. Data sebelum penelitian kreativitas mewarnai pasir, diperoleh 9.52% kategori BSH, 33.33% kategori MB dan 57.14% kategori BB. kreativitas membuat kolase dari pasir warna, diperoleh 9.52% kategori BSH, 38.09% kategori MB, dan 52.38% kategori BB. Kreativitas dalam bertanya, diperoleh 4.76% kategori BSH, 33.33% dalam kategori MB, dan 61.90% kategori BB. Dan data setelah penelitian terjadi peningkatan yaitu kreativitas mewarnai pasir diperoleh 23.80% kategori BSB, 42.85% kategori BSH, 28.57% kategori MB dan 4.76% kategori BB. Kreativitas membuat kolase dari pasir warna diperoleh 23.80% kategori BSB, 42.85% kategori BSH, 23.80% kategori MB, dan 9.52% kategori BB. Dan kreativitas dalam bertanya diperoleh 19.04% kategori BSB, 52.38% kategori BSH, 19.04% kategori MB, dan 9.52% kategori BB. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh percobaan sains sederhana terhadap kreativitas anak.Kata kunci : Percobaan Sains Sederhana, Kreativitas Ana

    Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Metode Pemberian Tugas di Kelompok B TK An-Nisa Kita Singgani Maku

    Full text link
    efektif yang disebabkan guru dalam proses pembelajaran kurang menerapkan penggunaan metode pemberian tugas yang berdampak pada rendahnya kreativitas anak. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kreativitas anak melalui metode pemberian tugas.Setting penelitian ini yaitu anak kelompok B TK Annisa Kita Singgani Maku yang berjumlah 20 anak terdiri dari laki-laki 10 anak dan 10 anak perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dengan 4 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun murid.Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan.Kata Kunci : Kreativitas anak dan metode pemberian tuga

    Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Metode Pemberian Tugas di Kelompok B TK PKK Langaleso

    Full text link
    Masalah pokok penelitian ini adalah proses pembelajaran yang kurang efektif yang disebabkan guru dalam proses pembelajaran kurang menerapkan penggunaan metode pemberian tugas yang berdampak pada rendahnya kreativitas anak. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kreativitas anak melalui metode pemberian tugas.Setting penelitian ini yaitu anak kelompok B TK PKK Langaleso yang berjumlah 23 anak terdiri dari laki-laki 15 anak dan 8 anak perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dengan 4 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun murid.Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan.Kata Kunci : Kreativitas anak dan metode pemberian tuga

    Pengaruh Penggunaan Media Realita terhadap Motivasi Belajar Anak di Kelompok A TK Permata Bunda Desa Loli Oge Kec. Banawa

    Full text link
    Permasalahan utama pada penilitian ini adalah apakah ada pengaruh penggunaan media realita terhadap motivasi belajar anak dikelompok A TK Permata Bunda Desa Loli Oge Kec. Banawa. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media realita terhadap motivasi belajar anak dikelompok A TK Permata Bunda Desa Loli Oge Kec.Banawa. untuk menjawab permasalahan diatas, peneliti melakukan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelompok A TK Permata Bunda Desa Loli Oge Kec. Banawa tahun ajaran 2015/2016. Subyek penelitian berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.Berdasarkan analisis data, maka dapat diketahui terjadi peningkatan motivasi anak dari pengamatan dalam semua aspek mau melakukan kegiatan mewarnai gambar, tekun mengerjakan tugas dan tertarik pada pembelajaran yang diajarkan. Data rekapitulasi sebelum penelitian diperoleh rata-rata yaitu, terdapat 0% anak dalam kategori sangat tinggi (ST), 13,33% anak dalam kategori tinggi (T), 39,99% anak dalam kategori sedang (S) dan 46,66% anak dalam kategori rendah (R). Dan pada pengamatan setelah penelitian Minggu kedua rekapitulasinya diperoleh rata-rata terdapat 26,66% anak dalam kategori sangat tinggi (ST), 44,44% anak dalam kategori tinggi (T), 19,99% anak dalam kategori sedang (S) dan 8,88% anak dalam kategori rendah (R). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media realita berpengaruh terhadap motivasi belajar anak dikelompok A TK Permata Bunda Desa Loli Oge Kec. Banawa.Kata kunci : penggunaan media realita, motivas

    Pengaruh Metode Bermain Peran terhadap Pengembangan Moral Anak Di Kelompok B TK Pudjananti Kecamatan Sigi Biromaru

    Full text link
    Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan metode Bermain Peran di kelompok B TK Pudjananti Kecamatan Sigi Biromaru, untuk mengetahui pengembangan moral pada anak di Kelompok B TK Pudjananti Kecamatan Sigi Biromaru, dan untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran terhadap pengembangan moral anak di Kelompok B TK Pudjananti Kecamatan Sigi Biromaru. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif untuk mengambarkan keadaan sesungguhnya. Subjek penelitian ini adalah anak didik di kelompok B TK Pudjananti Kecamatan Sigi Biromaru. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara.Hasil Penelitian sebelum dan sesudah diberikan tindakan metode bermain peran untuk aspek Menghormati Orang Lain, kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dari 6,67% menjadi 53,33%, Untuk kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dari 6,67% menjadi 20,00%, kemudian untuk kategori Mulai Berkembang dari 6,67% menjadi 20,00%, untuk kategori Belum Berkembang (BB) dari 80,00% menjadi 6,67%. Kemudian untuk aspek Bersikap Sopan dan Santun, untuk kategori BSB dari 6,67% menjadi 46,67%, untuk kategori BSH dari 6,67% menjadi 26,67%, kemudian untuk kategori MB dari 6,67% menjadi 13,33%, untuk kategori BB yaitu dari 80,00% menjadi 6,67%. Kemudian untuk aspek Menjaga Lingkungan Kelas, kategori BSB dari 6,67% menjadi 40,00%, untuk kategori BSH dari 6,67% menjadi 33,33%, untuk kategori MB yaitu dari 26,67% menjadi 20,00%, kemudian untuk kategori BB dari 60,00% menjadi 6,67%.Melihat perolehan nilai tersebut mengambarkan bahwa terdapat pengaruh metode bermain peran terhadap pengembangan moral anak.Kata Kunci : Metode Bermain Peran dan Pengembangan Mora

    Pengaruh Metode Bercerita terhadap Perilaku Moral Anak Kelompok B TK Karya Thayyibah II Desa Wombo Kabupaten Donggala

    Full text link
    Masalah dalam kajian ini adalah apakah ada pengaruh metode bercerita terhadap perilaku moral anak? Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh metode bercerita terhadap perilaku moral anak. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu mengamati secara langsung untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya. Setting dan subjek penelitian yaitu anak TK Karya Thayyibah II Desa Wombo Kabupaten Donggala berjumlah 19 anak yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi, data dianalisa dengan teknik persentase. Hasil penelitian perilaku sopan santun pada minggu pertama untuk kategori BSB, BSH dan MB hanya mencapai 15,79% meningkat pada minggu keenam menjadi 89,48%. Perilaku bertanggung jawab pada minggu pertama untuk kategori BSB, BSH dan MB hanya mencapai 21,06% meningkat pada minggu keenam menjadi 89,48%. Perilaku jujur pada minggu pertama untuk kategori BSB, BSH dan MB hanya mencapai 26,36% meningkat pada minggu keenam menjadi 89,48%. Ada pengaruh metode bercerita terbukti perilaku sopan santun, terdapat 15,79% kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 21,93% kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 14,91% kategori Mulai Berkembang (MB), dan 47,37% kategori Belum Berkembang (BB). Perilaku bertanggung jawab, terdapat 18,42% kategori BSB, 24,56% kategori (BSH, 16,67% kategori MB, dan 40,35% kategori BB. Perilaku jujur, terdapat 17,54% kategori BSB, 26,32% kategori BSH, 17,54% kategori MB, dan 38,59% kategori BB. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode bercerita terhadap perilaku moral anak TK Karya Thayyibah II Desa Wombo Kabupaten Donggala.Kata Kunci: Metode Bercerita; Perilaku Mora

    Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Melalui Metode Pemberian Tugas di Kelompok B PAUD Permata Hati Pombewe Kabupaten Sigi

    Full text link
    Masalah dari penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar anak. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan motivasi belajar anak melalui metode pemberian tugas. Setting penelitian dilaksanakan di PAUD Permata Hati Desa Pombewe khususnya kelompok B. Subyeknya adalah anak di kelompok B yang berjumlah 15 anak. Hasil penelitian pra tindakan, dari ketiga aspek yang diamati, kategori sangat tinggi, tinggi dan sedang 35,57%, kategori rendah 64,44%. Hasil tindakan siklus I terjadi peningkatan kategori sangat tinggi, tinggi dan sedang 62,22%, kategori rendah 37,78%. Hasil penelitian tindakan siklus II dari tiga aspek yang diamati kategori sangat tinggi, tinggi, dan sedang meningkat menjadi 93,33%. Dapat disimpulkan bahwa metode pemberian tugas dapat meningkatkan motivasi belajar anak di kelompok B PAUD Permata Hati Pombewe Kabupaten Sigi.Kata Kunci: Motivasi Belajar, Metode Pemberian Tuga

    132

    full texts

    215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bungamputi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇