215 research outputs found

    Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Alat Permainan Edukatif di Kelompok A PAUD Anatapura Palu

    Full text link
    Kajian dalam tulisan ini adalah rendahnya kreatifitas anak. Upaya meningkatkan kreativtas tersebut sudah dilakukan PTK melalaui alat permainan edukatif .Setting dan subyeknya anak kelompok A PAUD Anatapura Palu Barat yang berjumlah 25 anak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, selanjutnya dianalisa secara kualitatif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kreatifitas anak dalam membuat aneka bentuk dari balok kategori BSB 4 %, BSH 8%, MB 12% dan BB 76%, membuat aneka bentuk dari plastisin katagori BSB 4%, BSH 12%, MB 12% dan BB 72%. Dan meronce kategori BSH 8% MB 12 % serta BB 80% serta melipat kertas kategori BSB 4 %, BSH 8% MB 12% serta BB 76%. Setelah dilakukan tindakan disimpulkan bahwa melalui APE dapat meningkatkan kreatifitas anak. Terbukti ada peningkatan kreatifitas dari siklus I ke siklus II ,membuat aneka bentuk dari balok kategori BSB, BSH dan MB dari 48% menjadi 80% (32%), membuat aneka bentuk dari plastisin kategori BSB, BSH dan MB dari 52% menjadi 84,% ( 32%), meronce kategori BSB, BSH dan MB dari 48% menjadi 80% (32%), sedangkan melipat kertas kategori BSB, BSH dan MB dari 44% menjadi 80% (36%). Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33 % kategori BSB, BSH dan MB . Walaupun masih ada anak yang belum meningkat kreatifitasnya 19% atau kategori BB .Kata Kunci : Kreatifitas, Alat Permainan Edukati

    Meningkatkan Interaksi Sosial Anak Melalui Metode Kerja Kelompok di Kelompok B TK Negeri Pembina Dolo

    Full text link
    Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah masih kurangnya tingkat interaksi sosial anak. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok untuk meningkatkan interaksi sosial anak di kelompok B TK Negeri Pembina Dolo.Setting penelitian ini yaitu anak kelompok B TK Negeri Pembina Dolo yang berjumlah 21 anak terdiri dari laki-laki 5 anak dan 16 anak perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dengan 4 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun murid.Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan.Kata Kunci : Interaksi sosial anak dan metode kerja kelompo

    Meningkatkan Kemampuan Fisik Motorik Kasar Anak Melalui Metode Demonstrasi di Kelompok B TK Negeri Pembina Dolo

    Full text link
    Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan motorik kasar anak belum sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki motorik kasar anak melalui metode demonstrasi di kelompok B TK Negeri Pembina Dolo, subyek penelitian ini melibatkan 11 anak yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan dengan cara observasi dokumentasi, dan pemberian tugas, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun anak. Hasil penelitian terbukti adanya peningkatan kemampuan motorik kasar anak pada siklus I untuk kemampuan berlari terdapat 36.36% dari penjumlahan ketiga kategori BSB,BSH, dan MB, kemampuan melompat 63.63% dari penjumlahan ketiga kategori BSB,BSH, dan MB, dan kemampuan yang diamati terahir yaitu kemampaun merayap 63.63% dari penjumlahan ketiga kategori BSB,BSH, dan MB, hasil tersebut diperoleh dari penjumlahan tiga kategori. Pada siklus II menunjukan peningkatan kemampuan berlari meningkat menjadi 72,72% kategori berkembang sangat baik dan berkembang sesuai harapan, kemudian pada kegiatan melompat meningkat menjadi yaitu 81.81% dengan kategori berkembang sangat baik dan berkembang sesuai harapan, sedangkan kemampuan anak dalam merayap meningkat menjadi 81,81% kategori berkembang sangat baik dan berkembang sesuai harapan. Dengan hasil yang diperoleh pada pengamatan kemampuan motorik kasar anak pada siklus II sangat jelas mengalami peningkatan dari masing-masing kemampuan yang diamati dalam kategori sangat baik dan baik.Kata Kunci : Motorik Kasar, Metode Demonstrasi

    Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Metode Pemberian Tugas di Kelompok B TK Alkhairaat Maku Kec. Dolo

    Full text link
    Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah masih kurangnya tingkat motorik halus anak. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak di kelompok B TK Alkhairaat Maku Kec. Dolo.Setting penelitian ini yaitu anak kelompok B TK Alkhairaat Maku Kec. Dolo yang berjumlah 20 anak terdiri dari laki-laki 10 anak dan 10 anak perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dengan 4 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun murid. Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan.Kata Kunci : Interaksi sosial anak dan metode kerja kelompo

    Peranan Alat Permainan Edukatif dalam Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak di Kelompok B TK PGRI Baiya

    No full text
    ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah adakah peranan alat permainan edukatif dalam pengembangan kemampuan kognitif anak di kelompok B TK PGRI Baiya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan alat permainan edukatif dalam pengembangan kemampuan kognitif anak di kelompok B TK PGRI Baiya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B TK PGRI Baiya yang berjumlah 24 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase kemudian dinarasikan untuk mengambil kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa alat permainan edukatif memiliki peranan dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak, yaitu sebagai media pembelajaran yang dapat merangsang berkembangnya otak anak menjadi lebih kognitif. Hal itu terbukti dari semakin meningkatnya kemampuan kognitif anak yang masuk kategori berkembang sangat baik. Dalam kegiatan menyusun balok bentuk bangun sederhana terjadi peningkatan kemampuan kognitif anak dari 8,33% menjadi 25%. Dalam kegiatan menyusun puzzel angka, meningkat dari 12,5% menjadi 29,17%. Dalam kegiatan mengelompokkan gambar binatang berkaki 2 dan berkaki 4, meningkat dari 20,83% menjadi 45,83%. Dan dalam kegiatan membandingkan jumlah bola yang lebih banyak dan lebih sedikit, kemampuan kognitif anak meningkat dari 16,67% menjadi 41,67%. Kata Kunci: Alat Permainan Edukatif, Kemampuan Kogniti

    Peranan Kegiatan Menggambar dalam Meningkatkan Motorik Halus pada Anak di Kelompok B TK Bungamputi DWP Untad Palu

    No full text
    ABSTRAK Pengembangan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata, serta tangan yang berkaitan dengan kegiatan meletakkan atau memegang suatu objek dengan menggunakan jari-jari tangan. Salah satu kegiatan yang meningkatkan motorik halus pada anak yaitu kegiatan menggambar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan motorik halus pada anak di TK Bungamputi, untuk mengetahui penerapan kegiatan menggambar di TK Bungamputi, dan untuk mengetahui adakah peranan kegiatan menggambar dalam meningkatkan motorik halus anak di kelompok B TK Bungamputi DWP UNTAD Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui lembar pengamatan, pemberian tugas, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan ada tiga aspek dalam mengembangkan motorik halus anak yakni kelenturan, gerakan mengoles warna, dan menggambar sesuai bentuk. Dilihat dari hasil pengamatan pada aspek kelenturan terjadi peningkatan yaitu 45,55% anak kategori BSB, 28,89% anak kategori BSH, 13,33% anak kategori MB, dan 12,22% anak yang termasuk kategori BB. Gerakan mengoles warna terjadi peningkatan yaitu terdapat 25,55% anak kategori BSB, 15,55% anak kategori BSH, 42,23% anak kategori MB, dan 16,66% anak yang termasuk kategori BB. Menggambar sesuai bentuk terjadi peningkatan yaitu terdapat 28,88% anak kategori BSB, 28,89% anak kategori BSH, 26,66% anak kategori MB, dan 15,56% anak yang termasuk kategori BB. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan menggambar dapat meningkatkan motorik halus anak di kelompok B TK Bungamputi DWP UNTAD Palu. Kata Kunci: Kegiatan Menggambar, Motorik Halu

    Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Metode Pemberian Tugas pada Kelompok B di TK Al-Khairaat Lolu

    No full text
    ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini yaitu kurangnya kemampuan motorik halus anak di kelompok B TK Al-Khairaat Lolu. Penelitian dilaksanakan  di TK Al-Khairaat Lolu, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengukur kemampuan motorik halus anak melalui metode pemberian tugas pada kelompok B di TK Al-Khairaat Lolu. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak dalam menyusun balok menjadi suatu bangunan kategoti SB 5%, B 10%, C 35%, dan K 50%, kemudian kemampuan anak yang mengikat tali sepatu kategori SB 5%, B 10%, C 49%, K 45%, dan kemampuan anak dalam memasang kancing baju kemeja dengan kategori SB 10%, B 10%, C 30%, K 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam menyusun balok menjadi suatu bangunan kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%), kemampuan dalam mengikat tali sepatu kategori sangat baik dan baik dari 45% menjadi 85% (40%), kemampuan dalam memasang kancing baju kemeja kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat kreatifitasnya  tetapi hanya berkisar 6,66% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci :  Kemampuan Motorik Halus, Metode Pemberian Tuga

    Meningkatkan Pengembangan Moral Anak Melalui Metode Bercerita Pada Kelompok B TK GPID 2 Palu Selatan

    No full text
    ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah pengembangan moral  anak dapat ditingkatkan melalui metode bercerita di kelompok B TK GPID 2 Palu Selatan? Kemudian tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengembangan moral  anak melalui metode bercerita di kelompok B TK GPID 2 Palu Selatan. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan  di TK  GPID 2 Palu Selatan, sebanyak 17 orang anak terdiri atas 9 orang anak laki-laki dan 8 orang anak perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi dianalisis secara deskritif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan untuk pengembangan moral yang diukur pada anak yang mengcupakan salam dengan teman kategoti SB 6,25%, B 12,5%, C 31,25%, dan K 50%, kemudian anak yang memperhatikan guru berbicara kategori SB 6,25%, B 12,5%, C 25%, K 56,25%, dan anak yang patuh pada guru dengan kategori SB 12,5%, B 18,75%, C 18,75%, K 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dapat meningkatkan pengembangan moral anak, terbukti ada peningkatan moral anak dari siklus I ke siklus II yang diukur pada anak yang mengucapkan salam kategori sangat baik dan baik dari 31,25% menjadi 81,25% (50%), kemudian anak yang memperhatikan guru berbicara kategori sangat baik dan baik dari 56,25% menjadi 81,25% (25%), dan yang terakhir anak yang patuh pada guru  kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 68,75% (18,75%). Secara umum terjadi peningkatan dari semua aspek yang diukur. Jika dirata-ratakan peningkatan dari siklus I ke siklus II berkisar 31,25%, walaupun masih ada anak yang belum berhasil tetapi tidak perlu lagi di adakan siklus berikutnya karena sudah menunjukan keberhasilan pada siklus II secara maksimal.   Kata Kunci :  Peningkatan Moral Anak, Metode Bercerita

    Pengaruh Kegiatan Mewarnai Gambar Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Di Kelompok B TK Jaya Kumara Desa Balinggi Jati Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh kegiatan mewarnai gambar dalam meningkatkan motorik halus anak. Sehubungan dengan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiapakah ada pengaruh kegiatan mewarnai gambar dalam meningkatkan motorik halus anak. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK Jaya Kumara Desa Balinggi Jati Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong yang berjumlah 25 anak. Teknikpengumpulandatadilakukanmelalui observasi, dokumentasi, dan pemberian tugas. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh kegiatan mewarnai gambar dalam meningkatkan motorik halus anak di kelompok B TK Jaya Kumara Desa Balinggi Jati Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong, dimana terdapat 80% anak yang memiliki kemampuan motorik halusyang baik, ada 16% anak yang memiliki kemampuan motorik halus cukup, dan ada 4%anak yang memiliki kemampuan morik haluskurang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motorik halus anak meningkat melalui kegiatan mewarnai gambar sebagai kegiatan pembelajaran dengan cara memberikan gambar dan menugaskan anak untuk mewarnai gambar tersebut. Oleh karena itu, sesungguhnya adapengaruh kegiatan mewarnai gambar terhadap motorik halus anak.   Kata Kunci: Mewarnai Gambar, Motorik Halu

    Meningkatkan Minat Belajar Anak Melalui Alat Permainan Edukatif (APE) Di Kelompok A TK Pertiwi Donggala

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya minat belajar anak kelompok A TK Pertiwi Donggala? Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan minat belajar anak melalui alat permainan edukatif di kelompok A TK Pertiwi Donggala. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian berjumlah 14 anak terdiri dari 8 laki-laki dan 6 perempuan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil siklus I 36% meningkat pada siklus II menjadi 79%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa minat belajar anak dapat ditingkatkan melalui alat permainan edukatif di kelompok A TK Pertiwi Palu.   Kata Kunci: Minat Belajar, Alat Permainan Edukati

    132

    full texts

    215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bungamputi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇