215 research outputs found

    Pengaruh Metode Eksperimen Sains Sederhana terhadap Minat Belajar Anak di Kelompok B5 TK Aisiyah I Palu

    Full text link
    Rumusan masalah pada artikel ini adalah tentang kurangnya minat belajar anak pada saat pembelajaran di dalam kelas. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen sains sederhana terhadap minat belajar anak. Untuk menjawab masalah diatas, peneliti melakukan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok B5 TK Aisyiyah 1 Palu tahun Ajaran 2015/2016.Subjek pada penelitian berjumlah 20 anak.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengamatan sebelum diberi perlakuan rekapitulasinya diperoleh rata-rata, yaitu rata-rata 0% anak dalam kategori Sangat Tinggi (ST), 3,33% anak dalam kategori Tinggi (T), 13,33% anak dalam kategori Sedang (S), dan 83,33% anak dalam kategori Rendah (R), pada aspek pengamatan rasa ingin tahu, ketertarikan anak dan keterlibatan anak Dan pengamatan setelah diberi perlakuan diperoleh rata-rata 35,28% anak yang tergolong kategori Sangat Tinggi (ST), Selanjutnya untuk kategori Tinggi (T) diperoleh rata-rata 17,61%. Untuk kategori Sedang (S) diperoleh rata-rata 20,28%, dan untuk kategori Rendah (R) diperoleh rata-rata 26,83%, pada aspek pengamatan rasa ingin tahu, ketertarikan anak dan keterlibatan anak.Kata kunci : Metode Eksperimen Sains Sederhana, Minat Belajar Ana

    Meningkatkan Perilaku Sosial Anak Melalui Metode Karyawisata di Kelompok B TK Al-Khairaat Toaya Vunta Kabupaten Donggala

    Full text link
    Masalah dalam kajian ini adalah perilaku sosial anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan perilaku sosial anak melalui metode karyawisata. Subjeknya adalah anak kelompok B TK Al-Khairaat Toaya Vunta Kabupaten Donggala dengan jumlah 11 anak. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, pemberian tugas dan dokumentasi, dianalisis menggunakan teknik persentase. Data pra tindakan perilaku akrab, 9,09% kategori BSH, 18,18% kategori MB, dan 72,72% kategori BB. Perilaku sosial simpati, 18,18% kategori BSH, 18,18% kategori MB, dan 63,63% kategori BB. Tolong menolong, 18,18% kategori BSH, 9,09% kategori MB, dan 72,72% kategori BB. Setelah dilakukan tindakan, dapat disimpulkan bahwa metode karyawisata dapat meningkatkan perilaku sosial anak. Terbukti adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Perilaku akrab, kategori BSB, BSH dan MB, dari 45,45% meningkat menjadi 90,9% (45,45%). Perilaku sosial simpati, kategori BSB, BSH dan MB, dari 45,45% meningkat menjadi 90,9% (45,45%). Perilaku sosial saling berbagi, kategori BSB, BSH dan MB, dari 54,54% meningkat menjadi 90,9% (36,36%). Rata-rata peningkatan kategori BSB, BSH dan MB sebesar 48,48%, namun masih ada anak 1 anak atau 9,09% yang belum berkembang.Kata Kunci: Perilaku Sosial; Metode Karyawisat

    Hubungan Metode Bercerita dengan Kemampuan Anak Berbicara di Kelompok B PAUD Madamba Palu

    Full text link
    Masalah pokok dalam tulisan ini adalah kemampuan anak berbicara belum berkembang sesuai harapan dalam hal mengenal kosa kata, menjawab pertanyaan, dan mengajukan pertanyaan.Upaya meningkatkan kemampuan anak berbicara telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan metode bercerita dengan kemampuan anak berbicara di kelompok B PAUD Madamba Palu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Subjek penelitian seluruh anak di kelompok B PAUD Madamba Palu yang berjumlah 19 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan anak berbicara terbukti minggu terakhir dalam aspek mengenal kosa kata kategori BSB 1 (5,26%), kategori BSH 2 (10,52%), kategori MB 3 (15,78%), dan kategori BB 13 (68,42%) menjadi kategori BSB 5 (26,31%), kategori BSH 6 (31,57%), kategori MB 7 (36,84%), dan kategori BB 1 (5,26%). Dalam aspek menjawab pertanyaan kategori BSB 1 (5,26%), kategori BSH 2 (10,52%), kategori MB 2 (10,52%), dan kategori BB 14 (73,68%) menjadi kategori BSB 5 (26,31%), kategori BSH 8 (42,10%), kategori MB 5 (26,31%) dan kategori BB 1 (5,26%). Dalam aspek mengajukan pertanyaan kategori BSB 1 (5,26%), kategori BSH 2 (10,52%), kategori MB 3 (15,78%), dan kategori BB 13 (68,42%). Meningkat menjadi kategori BSB 6 (31,57%), kategori BSH 7 (36,84%), kategori MB 5 (26,31%). Dan kategori BB 1 (5,26%).Kata Kunci : Metode Bercerita, Kemampuan Anak Berbicar

    Pengaruh Metode Karyawisata terhadap Kemampuan Kognitif Anak di Kelompok B1 TK Alkhairaat Tondo Kecamatan Mantikulore

    Full text link
    Masalah dalam tulisan ini adalah bagaimana tingkat kemampuan kognitif anak? Bagaimana penerapan metode karyawisata? Apakah ada pengaruh metode karyawisata terhadap kemampuan kognitif anak?. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengeruh metode karyawisata terhadap kemampuan kognitif anak. Metode penelitian ini adalah kualitatif jenis penelitian deskriptif. Adapun subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B1 TK Alkhairaat Tondo yang berjumlah 25 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh metode karyawisata terhadap kemampuan kognitif anak, yaitu pada kemampuan menyebutkan benda berdasarkan ukuran, kemampuan menyebutkan benda ciptaan Tuhan, kemampuan menyebutkan benda ciptaan manusia. Adapun data sebelum perlakuan (2,6%) kategori BSB, (12%) kategori BSH, (32%) kategori MB, (53%) kategori BB. Dan data setelah perlakuan (24%) kategori BSH, (48%) kategori BSB, (25%) kategori MB, dan (2,6%) kategori BB. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode karyawisata terhadap kemampuan kognitif anak.Kata Kunci: Metode Karyawisata, Kemampuan Kogniti

    Peranan Metode Pemberian Tugas terhadap Kemandirian Anak di Kelompok A TK Widyatama Tadulako

    Full text link
    Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan metode pemberian tugas?Bagaimana kemandirian anak?dan apakah ada peranan metode pemberian tugas terhadap kemandirian anak? Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan.Adapun subyek penelitian ini adalah seluruh anak kelompok A TK Widyatama Tadulako yang berjumlah 14 anak.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek pertama memiliki sikap gigih, ada 6 anak (43%) kategori BSB, 5 anak (36%) kategori BSH, 2 anak (14%) kategori MB, dan 1 anak (7%) kategori BB. Kemudian Inisiatif terdapat 6 anak (43%) kategori BSB, 5 anak (36%)kategori BSH, 2 anak (14%) kategori MB, dan 1 anak (7%) kategori BB. Mengurus diri ada 5 anak (36%) kategori BSB, 5 anak (36%) kategori BSH, 3 anak (21%) kategori MB, dan 1 anak (7%) kategori BB. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemandirian anak dapat meningkat melalui metode pemberian tugas.Kata Kunci: Metode Pemberian Tugas, Kemandiria

    Peranan Metode Bermain Peran terhadap Pengembangan Moral Anak di Kelompok B TK Pudjananti Kecamatan Sigi Biromaru

    No full text
    Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan moral anak? Bagaimana penerapan metode bermain peran? Dan apakah ada peranan metode bermsin peran terhadap pengembangan moral anak? Sehubungan dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode bermain peran, pengembangan moral anak, dan mengetahui ada peranan metode bermain peran terhadap pengembangan moral anak. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B Tk Pudjananti Kecamatan Sigi Biromaru yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui, observasi, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peranan metode bermain peran terhadap pengembangan moral anak yaitu pengembangan moral dalam menjaga kebersihan lingkungan, pengembangan moral patuh terhadap peraturan, serta pengembangan moral anak dalam sopan santun, terdapat 6 anak (40%) dalam kategori BSB, 8 anak (53,3%) dalam kategori BSH, 1 anak (6,7%) dalam kategori MB, dan 0 anak (0%) dalam kategori BB. Kemudian dalam aspek patuh terhadap peraturan, ada 6 anak (40%) kategori BSB, 7 anak (46,6%) kategori BSH, 1 anak (6,7%) kategori MB, dan 1 anak (6,7%) kategori BB. Selanjutnya, pada aspek sopan santun, ada 6 (40%) kategori BSB, 8 anak (53,3%) kategori BSH, 1 anak (6,7%) kategori MB, dan tidak terdapat anak (0,0%) kategori BB. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan moral anak dapat berkembang melalui metode bermain peran. Oleh karena itu, ada peranan metode bermain peran terhadap pengembangan moral anak.Kata Kunci: Metode Bermai Peran, Pengembangan Mora

    Hubungan Media Gambar dengan Motivasi Belajar Anak di Kelompok B TK Nurul Yaqiin Talise Kecamatan Mantikulore

    Full text link
    Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan media gambar ?Bagaimana motivasi belajar anak?dan apakah ada hubungan media gambar dengan motivasi belajar anak ? Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subyek penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK Nurul Yaqiin Talise Kecamatan Mantikulore berjumlah 15 anak.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek pertama motivasi belajar anak dalam aspek antusias mengikuti materi pembelajaran terdapat 6 anak (40%) dalam kategoru ST, ada 8 anak (53,33%) dalam kategori T, ada 1 anak (6,67%) dalam kategori S, dan tidak terdapat dalam kategori R. Sedangkan motivasi belajar anak dalam aspek menonjolkan kemampuan diri dikelas terdapat 6 anak (40%) dalam kategori ST, ada 8 anak (53,33%) dalam kategori T, ada 1 anak (6,67%) dalam kategori S dan tidak terdapat dalam kategori R.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar anak dapat meningkat melalui media gambar.Kata Kunci: Media Gambar , Motivasi Belajar

    Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melipat Kertas di TK Dharma Wanita Labuan Panimba

    No full text
    Masalah yang dikaji dalam tulisan ini adalah rendahnya kemampuan motorik halus yang disebabkan oleh berbagai faktor. Upaya mengatasi masalah tersebut telah dilakukan PTK melalui kegiatan melipat kertas. Subyek dan settingnya anak kelompok B TK Dharma wanita Labuan Panimba yang berjumlah 20 anak, Rancanganya adalah tindakan kelas yang dimulai dari perenanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, selanjutnya dianalisa secara persentasi. Data yang dikumpulkan saat pra tindakan kemampuan motorik melipat kertas menjadi bentuk pesawat kategori BSH, MB dan BB 20%, melipat kertas menjadi bentuk perahu BSB, BSH, MB dan BB 20%. melipat kertas menjadi bentuk baju BSH, MB dan BB 15% dan kecepatan menyelesikan tugas BSH, MB dan BB 15%. Setelah dilakukan tindakan , disimpulkan melalui kegiatan melipat kertas dapat meningkatkan kemampuan motorik anak terbukti ada peningkatan kemampuan motorik dari siklus I ke siklus II . Melipat kertas menjadi bentuk pesawat dari 45% menjadi 80% kategori BSB, BSH dan MB, melipat kertas menjadi bentuk perahu kategori BSB, BSH dan MB dari 45% menjadi 85% , melipat kertas menjadi bentuk baju kategori BSB, BSH dan MB dari 40% menjadi 85% kecepatan melipat kertas menjadi aneka bentuk dari 40% menjadi 80%. Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 40% dari siklus I ke siklus II. Meskipun masih ada anak yang belum meningkat kemampuan motorik halusnya atau kategori BB 17,5 % .Kata Kunci : Motorik halus, melipat kerta

    Pengaruh Kegiatan Kolase terhadap Kreativitas Anak di Kelompok B1 TK Alkhairaat Tatura Kecamatan Palu Selatan

    Full text link
    Masalah dari penelitian ini adalah kreativitas anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan Kolase, pengembangan kreativitas anak dan pengaruh kegiatan kolase dengan kreativitas anak. Motode penelitian yang digunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya. Subyek penelitian ini adalah anak didik di kelompok B1 TK Alkhairaat Tatura Palu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kegiatan kolase terhadap kreativitas anak di kelompok B1 TK Alkhairaat Tatura Palu. Hal ini dapat dibuktikan sesuai dengan hasil rekapitulasi yang menunjukkan bahwa untuk aspek kreativitas anak menempelkan bahan kolase ke dalam pola terdapat 79,16% kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Mulai Berkembang (MB) yang lebih besar jika dibandingkan dengan kategori Belum Berkembang (BB) 20,83%. Aspek kreativitas anak mengkombinasi warna terdapat 82,5% kategori BSB, BSH dan MB yang lebih besar jika dibandingkan dengan kategori BB 17,5%. Aspek kemampuan anak menghasilkan sesuatu yang baru ada 80,83% kategori BSB, BSH dan MB yang lebih besar jika dibandingkan dengan kategori BB 19,17%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kreativitas anak dapat meningkat melalui kegiatan kolase.Kata Kunci: Kegiatan Kolase, Kreativita

    Hubungan Kegiatan Montase dengan Kemampuan Motorik Halus Anak di Kelompok B1 TK Alkhairaat Tondo palu

    Full text link
    Masalah dalam tulisan ini adalah apakah ada hubungan kegiatan montase dengan kemampuan motorik halus. Sehubugan dengan masalah tersebut penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan kegiatan Montase, untuk mengetahui pengembangan motorik halus pada anak, dan untuk mengetahui hubungan kegiatan montase dengan kemampuan motorik halus anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya. Subyek penelitian ini adalah anak didik di Kelompok B1 di TK Alkhairaat Tondo Palu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kegiatan montase dengan kemampan motorik halus anak, telihat dari peningkatan jumlah anak pada setiap aspek yang diamati dari seiap minggunya. Kekuatan jari jemari dalam menggunting terdapat 3 anak (15%) kategori BSB, ada 6 anak (30%) kategori BSH, ada 7 anak (35%) kategori MB, dan 4 anak (20%) kategori BB. Selanjutnya, ketepatan menempel, terdapat 3 anak (14%) kategori BSB, ada 7 anak (37%) kategori BSB, ada 7 anak (34%) kategori MB, dan ada 3 anak kategori BB, dan pada aspek kesesuaian hasil karya, terdapat 3 anak (13%) kategori BSB, ada 6 anak (32%) kategori BSH, ada 7 anak (34%) kategori MB, dan 4 anak (19%) kategori BB. Kemudian, hasil rekapitulasi hasil penelitian terdapat 15% kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), ada 33% kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), ada 34% kategori Mulai Berkembang, dan ada 18% kategori Belum Berkembang (BB). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan montase ada hubungan antara kegiatan montase dengan kemampuan motorik halus anak.Kata kunci : Kegiatan Montase, Kemampuan Motorik Halu

    132

    full texts

    215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bungamputi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇