Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
Not a member yet
247 research outputs found
Sort by
POTENSI ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BATANG BAKAU HITAM ( Rhizophora mucronata(Lamk.)) DARI PANTAI TIMUR SURABAYA
Latar belakang: Â Wilayah laut Indonesia yang luas dengan garis pantai yang panjang menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang ada disekitar laut terutama potensi hutan mangrove. Mangrove merupakan tumbuhan halofilik yang memiliki karakteristik mampu menangani perubahan salinitas garam yang tinggi dan hipoksia pada air laut. Selama ini antioksidan yang berasal dari alam digunakan dari bahan yang ada di daratan dan pemanfaatan dari laut masih kurang. Hal ini yang mendorong untuk mengembangkan penelitian terhadap salah satu tumbuhan mangrove Rhizophora mucronata yang hidup di wilayah pesisir Pantai Timur Surabaya terhadap potensinya sebagai antioksidan. Tujuan: menentukan aktivitas antioksidan fraksi etil astetat kulit batang mangrove Rhizophora mucronata. Metode: ekstraksi dengan maserasi, fraksinasi dan uji aktivitas antioksidannya dengan TLC autograph dan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl- 1-picrylhydrazyl). Font huruf yang digunakan adalah Times New Roman ukuran 10, tegak (Bahasa Indonesia). Hasil: aktivitas antioksidan secara kualitatif dengan TLC autografi terdapat noda berwarna kuning menandakan positif antioksidan dengan nilai IC50fraksi etil asetat kulit batang R. mucronata sebesar 577,145 ppm. Simpulan dan saran: fraksi etil asetat kulit batang mangrove Rhizophora mucronata aktif sebagai antioksidan. Penelitian dapat dilanjutkan pada tahapan isolasi dan identifikasi senyawa aktif yang berpotensi sebagai antioksidan
POTENSI EKSTRAK BATANG TANAMAN PACAR AIR (Impatiens balsamina) SEBAGAI ANTIBAKTERIA ALAMI SECARA IN VITRO
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak batang tanaman pacar air (Impatiens balsamina) sebagai antibakteria alami secara in vitro. Batang tanaman pacar air memiliki kandungan antibakteri, antara lain naftakuinon, kaempferol dan kuersetin, alkaloid, terpenoid, dan fenol. Pada penelitian ini, batang tanaman pacar air akan diolah menjadi ekstrak menggunakan metode maserasi. Maserat yang didapat akan dilakukan uji lanjutan terhadap bakteri gram positif, yaitu Staphylococcus aerus dengan menggunakan metode disc diffusion. Pengujian akan menggunakan kloramfenikol sebagai kontrol positif, methanol 70% sebagai kontrol negatif dan menggunakan beberapa konsentrasi ekstrak batang tanaman pacar air, antara lain 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil rata-rata zona bening yang terbentuk dari masing-masing konsentrasi, yaitu 25% sebesar 8,67 mm, 50% sebesar 12,07 mm, 75% sebesar 13,63 mm dan 100% sebesar 16,43 mm. Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatan bahwa ekstrak batang tanaman pacar air memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aerus. Potensi tersebut terdapat pada semua konsentrasi, yaitu 25%. 50%, 75% dan 100%. Rata-rata terbesar zona bening yang terbentuk terdapat pada pemberian ekstrak batang tanaman pacar air dengan konsentrasi 100%
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEREKAM MEDIS BAGIAN FILING
Latar Belakang: Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya perlindungan kepada tenaga kerja dan orang lain yang memasuki tempat kerja terhadap bahaya dari akibat kecelakaan kerja. Fungsi penerapan K3 merupakan upaya untuk mencegah kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran, penyakit, di tempat kerja. Tujuan Penelitian:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berpengaruh atau tidak keselamatan, kesehatan, kerja (K3) terhadap produktivitas kerja perekam medis di bagian filing. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan kuisioner dengan jumlah sampel 20 responden di unit rekam medis. Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa K3 sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja baik untuk keselamatan dan kesehatan kerja. Dari analisis data menggunakan program SPSS didapat dalam uji regresi linear mendapatkan nilai signifikansi 0,000 yang berarti keselamatan, kesehatan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja (α < 0.050). Kesimpulan:Dengan mendapatkan nilai signifikansi 0,000 berarti para petugas sudah melakukan penerapan keselamatan, kesehatan kerja dengan bai
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DI APOTEK KOMUNITAS DARI PERSPEKTIF TENAGA KEFARMASIAN
Latar belakang: Apotek komunitas merupakan sumber utama dalam mendapatkan antibiotik. Akses antibiotik tanpa resep di apotek komunitas adalah hal umum di berbagai negara termasuk di Indonesia. Meski regulasi di Indonesia melarang penjualan antibiotik tanpa resep, namun sebagaian besar realisasi dari peraturan itu belum sepenuhya ditegakkan di banyak wilayah. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisa faktor yang memepengaruhi penjualan antibiotik tanpa resep di apotek komunitas kota “X†dari perspektif tenaga kefarmasian. Metode: Riset exploratory dilakukan dengan analisis data sekunder melalui review literatur untuk desain awal kuisioner dan Riset deskriptif dengan metode survei. Sampel adalah tenaga kefarmasian di apotek komunitas kota X dengan teknik sampling non-proprosional random sampling. Dilakukan analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh. Hasil: Penelitian melibatkan 41 responden. nilai Bartlet test of sphericity approx. chi-square sebesar 1.327 sig 0,000 (< 0.5). Hasil analisis faktor menunjukkan terbentuk 6 faktor dari 30 variabel dengan nilai Percent of Variance Keyakinan dan pengalaman (49.21%), Tekanan dari luar dan perilaku serupa (10.11%), Finansial (8.37%), Sikap (6.88%), Critical Sense (5.029%), Kelonggaran Hukum dan Sanksi (3.78%). Simpulan dan saran: Lima dari 6 faktor merupakan faktor internal diri responden. Upaya penggendalian fenomena ini dapat dimulai dari penerapan implementasi regulasi yang tegas dan komitmen tenaga kefarmasian dalam pengendalian resistensi antibiotik
Daya Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocerus Polyrhizus) Terhadap Bakteri Enterococcus Faecalis Secara In Vitro
Latar Belakang: Enterococcus faecalis adalah salah satu penyebab penyakit dalam rongga mulut, seperti karies dan infeksi endodontilk. Resistensi terhadap antibiotik untuk mengontrol infeksi semakin meningkat, sehingga diperlukan bahan alternatif yang memiliki daya antibakteri yang berasal dari alam. Buah Naga Merah adalah jenis tumbuhan yang banyak tersedia di seluruh daerah di Indonesia. Kulit buah Naga Merah (Hylocerus polyrhizus) diketahui memiliki beberapa kandungan zat aktif yang bersifat antibakteri, seperti terpenoid, alkaloid, dan flavonoid. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya daya antibakteri ekstrak kulit buah Naga Merah terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) juga ditentukan. Metode: jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratories dengan post-test only control group design. Sampel penelitian adalah ekstrak kulit buah Naga Merah (Hylocerus polyrhizus) dengan konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,12%, 1,56%, dan 0,78% serta kelompok kontrol positif dan kontrol negatif. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa terdapat daya antibakteri ekstrak kulit buah Naga Merah (Hylocerus polyrhizus) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Ekstrak kulit buah Naga Merah (Hylocerus polyrhizus) dapat menghambat pertumbuhan koloni Enterococcus faecalis pada konsentrasi 1,56% (KHM), dan dapat membunuh Enterococcus faecalis pada konsentrasi 3,12% (KBM). Simpulan dan Saran: Ekstrak kulit buah Naga merah (Hylocerus polyrhizus) mempunyai daya antibakteri terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut untuk mencari konsentrasi yang akurat ekstrak kulit buah Naga merah (Hylocerus polyrhizus) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis pada rentang konsentrasi 1,56% sampai 3,12%
ANALISIS EFISIENSI NILAI BED OCCUPANCY RATE (BOR) PADA MASA PANDEMI COVID-19 PERIODE TRIWULAN 4 TAHUN 2020
Latar Belakang : Pelayanan kesehatan bermutu terhadap kebutuhan pasien merupakan strategi dalam rangka memenangkan persaingan. Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan dimana salah satu aktivitas yang rutin dilakukan dalam statistik Rumah Sakit adalah menghitung tingkat efisensi hunian tempat tidur. Sensus rawat inap adalah kegiatan pencacahan atau perhitungan pasien rawat inap yang dilakukan setiap hari pada suatu ruang rawat inap, berisi mutasi keluar masuk pasien selama 24 jam. Tujuan Penelitian : Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi nilai Bed Occupancy Rate (BOR) pada masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sample yang digunakan pada penelitian ini adalah data rekapitulasi sensus harian rawat inap pada masing-masing ruangan. Hasil Penelitian : Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa hasil BOR bulan Oktober sebesar 53,99%, bulan November sebesar 47,41%, bulan Desember sebesar 50,76%. Hasil nilai indikator BOR yang rendah berarti semakin sedikit tempat tidur yang digunakan untuk merawat pasien dibandingkan dengan tempat tidur yang tersedia. Saran : Dengan melihat indikator BOR ini maka perlu adanya suatu sistem yang ideal untuk menyeimbangkan kualitas pelayanan medis, kepuasan pasien, keselamatan pasien, kesejahteraan petugas sehingga akan berpegaruh terhadap pendapatan bagi pihak fasilitas pelayanan kesehatan
POTENSI HIDROGEL EKSTRAK ETANOLIK DAUN PECUT KUDA (Stachytarpheta Jamaicensis [L.] Vahl) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM PADA Rattus Novergicus GALUR WISTAR
Latar belakang:  Terapi utama pada ulkus diabetikum adalah perawatan luka dan pemberian antibakteri. Senyawa fenolik dan flavonoid bersifat antibakteri yang terdapat pada tanaman. Tanaman pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis [L.] Vahl) memiliki senyawa tersebut. Tujuan:  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi hidrogel ekstrak daun pecut kuda (EEDPK) terhadap proses penyembuhan ulkus diabetikum pada tikus. Metode:  Pembuatan hidrogel EEDPK menggunakan bahan HPMC, propilenglikol dan metil paraben dengan  konsentrasi ekstrak sebesar 1%, 3%, dan 5%. Dilakukan penetuan kadar total fenolik dan flavonoid. Tikus diolesi povidon iodine, basis hidrogel, EEDPK 1%, 3%, dan 5% pada ulkus diabetikum pada hari ke-7 hingga ke-21. Proses penyembuhan luka dilihat dengan pemeriksaan leukosit dan makrofag pada hari ke-3, 7, 14, 21. Analisis data menggunakan One Way Anova dilanjutkan dengan Post Hoc (taraf kepercayaan 95%). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrogel EEDPK mengandung senyawa fenolik dan flavonoid. Semakin tinggi konsentrasi EEDPK memiliki kandungan senyawa yang semakin besar. Semua tikus mengalami penyembuhan luka selama 21 hari. Semua sediaan dapat menurunkan kadar leukosit dan makrofag secara signifikan terhadap kontrol negatif (p<0.05) Simpulan dan saran:  Hidrogel EEDPK dapat menurunkan kadar leukosit dan makrofag pada hari ke-21
IMPLEMENTASI RESERVASI ONLINE DALAM UPAYA MENUNJANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENYEDIAAN REKAM MEDIS DI PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG
Latar Belakang: Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung telah melayani Reservasi secara online dengan harapan dapat mempercepat pelayanan, meningkatkan kepuasan pasien dan meningkatkan standar pelayanan minimal yang berlaku pada penyediaan berkas rekam medis rawat jalan ≤10 menit[A1] . Tujuan Penelitian: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi reservasi online dalam upaya menunjang standar pelayanan minimal penyediaan rekam medis. Metode Penelitian: Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Peneliti menentukan menggunakan accidental sampling dengan sampel 50 berkas rekam medis. Analisis data dengan analisis univariat. Hasil penelitian: Berdasarkan penelitian menunjukan kecepatan penyediaan dokumen rekam medis pasien lama di pelayanan rawat jalan adalah 9 menit 4 detik, dengan standar deviasi 6,003 dan hasil tersebut memenuhi standar pelayanan minimal pada penyediaan rekam medis yaitu <10 menit. Pada implementasinya reservasi online untuk kontrol pasien rawat jalan secara online yakni menggunakan whatsapp, sms gateway, dan di website resmi www.cicendoeyehospital.org. Saran: indikasi pada organization pasien telah memberikan penilaian kepada reservasi online ini dengan baik karena manfaat dari reservasi online ini yang memudahkan pasien untuk kontrol. Hanya saja terdapat kekurangan pada masyarakat yang belum paham mengenai program reservasi online ini, perlu adanya sosialisasi untuk mendorong masyarakat paham penggunakan program reservasi online dikemudian hari
PENGUJIAN KARAKTER NANOPARTIKEL METODE GELASI IONIK EKSTRAK DAN TABLET DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina Del.)
Latar Belakang: Ekstrak daun afrika (Vernonia amygdalina Del) adalah sediaan kering, kental, cair dengan menyari simplisia daun afrika menurut cara yang cocok diluar pengaruh cahaya langsung.Nanopartikel adalah partikel berukuran 10-1000 nanometer berguna untuk memodifikasi sistem penghantaran obat sehingga dapat memperbaiki absorbsi suatu senyawa makromolekul. Pembuatan bentuk nanopartikel diharapkan meningkatkan bioavailabilitas sediaan khususnya tablet ekstrak etanol daun afrika. Tujuan: menguji karakter nanopartikel ekstrak dan tablet nanopartikel ekstrak daun afrika yang dibuat menggunakan metode gelasi ionik. Metode: Pembuatan Nanopartikel menggunakan metode gelasi ionik, sedangkan karakterisasi nanopartikel dan tablet  ekstrak etanol Daun Afrika menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) untuk mengetahui ukuran partikel dan potensial zeta. Hasil:  karakterisasi nanopartikel ekstrak etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina Del) menghasilkan data yaitu ukuran partikel 111,3 nm, indeks polidipersitas 0,241 dan zeta potensial -1,6 mV, sedangkan karakterisasi tablet nanopartikel menghasilkan ukuran partikel 245,3 nm, indeks olidipersitas 0,286 dan zeta potensial -1,6 mV. Simpulan: nanopartikel ekstrak dan tablet daun afrika  memenuhi karakteristik nanopartikel
HUBUNGAN PARENTING STYLE DENGAN KEMANDIRIAN ANAK PADA USIA 4-5 TAHUN
Latar belakang Fenomena yang terjadi di TK Dewi Sartika Wonokromo Surabaya terlihat orang tua masih mengambil alih aktivitas yang seharusnya dilakukan oleh anaknya, seperti membawa tas kesekolah dan melepaskan sepatu. Seharusnya anak umur 3-6 tahun sudah bisa berkembang kemampuan kemandiriannya. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara parenting style dengan kemandirian anak pada usia 4-5 tahun di TK Dewi Sartika Wonokromo Surabaya. Metode: Desain Penelitian ini analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh orang tua yang mempunyai anak usia 4-5 tahun berjumlah 45 responden, besar sampel sebesar 40 responden, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang disampaikan melalui google form. Pengolahan data melalui editing, scoring, coding, processing, cleaning, dan tabulating. Selanjutnya dilakukan analisis uji Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05 Hasil: Hasil penelitian dari 40 responden sebagian besar (57.5 %) responden menerapkan pola asuh demokratis dan sebagian besar (52.5 %) anak kurang mandiri. Dari 23 responden yang menerapkan pola asuh demokratis, sebagian besar (73.9 %) anak kurang mandiri. Hasil menggunakan uji Spearman’s rho dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 didapatkan bahwa Ï=0,006 yang berarti ada hubungan parenting style dengan kemandirian anak pada usia 4-5 tahun di TK Dewi Sartika Wonokromo Surabaya. Simpulan dan Saran Setiap pola asuh memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, Semakin orang tua menerapkan parenting style yang baik maka anak akan lebih mandiri. Diharapkan peneliti bisa dijadikan referensi dan bisa dihubungkan dengan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi parenting style