Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
Not a member yet
247 research outputs found
Sort by
TINJAUAN SISTEM INFORMASI INDEKS PENYAKIT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TK III 03.06.01 CIREMAI
Latar belakang : Indeks merupakan pembuatan tabulasi sesuai dengan kode yang sudah dibuat dalam kartu indeks. Hasil pengumpulan data dari indeks sebagai bahan untuk penyajian data statistik kesehatan. Tujuan penelitian : Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan sistem informasi indeks penyakit rawat inap di Rumah Sakit TK III 03.06.01 Ciremai. Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil Penelitian : Sistem indeks penyakit di Rumah Sakit Ciremai ini menggunakan SIMRS BasePro.Net yang terdiri dari input, process, dan output. Input dalam sistem indeks penyakit terdiri dari formulir resume medis yang berisikan (nomor rekam medis, alamat, tanggal masuk, tanggal keluar, lama dirawat, dokter yang menangani, diagnosa utama, diagnosa sekunder, diagnosa komplikasi, tindakan, cara pulang, dan golongan pasien). Proses indeks penyakit terdiri dari alur pencatatan indeks penyakit rawat inap dimulai dari ruang rawat inap, assembling, koding, indeks penyakit. Output indeks penyakit di rumah sakit digunakan untuk pelaporan Kesehatan Preventif (Kesprev), Kesehatan Kuratif dan Rehabilitatif (Keskureh) dan laporan RL 4b
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)
Latar Belakang: Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan. Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, fenolik, dan steroid/triterpenoid. Kandungan metabolit sekunder tersebut diyakini memiliki ativitas antioksidan atau anti radikal bebas. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi-fraksi umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Metode: Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) diekstraksi dengan cara panas yaitu metode infundasi kemudian difraksinasi berdasarkan tingkat kepolaran dengan pelarut air, etil asetat, dan n-heksan. Penetapan aktivitas antioksidan dengan metode peredaman DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) diukur serapannya pada panjang gelombang 516,5 nm. Konsentrasi sampel yang digunakan yaitu 10 ppm, 30 ppm, 50 ppm, 70 ppm, dan 90 ppm. Hasil:  pengukuran aktivitas antioksidan fraksi-fraksi umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) masing-masing menunjukkan aktivitas antioksidan yang baik dengan nilai IC50 (inhibition concentration) dari fraksi air, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksan secara berturut-turut yaitu 96,24±3,754 ppm; 26,98±0,507 ppm; dan 10,7±0,681 ppm
PENATALAKSANAAN KASUS PURPURA HENOCH-SCHÖNLEIN PADA ANAK
Latar Belakang : Purpura Henoch-Schönlein (PHS) merupakan vaskulitis pembuluh darah kecil di kulit yang disebabkan oleh kelainan imunologik, disertai keterlibatan sendi, ginjal, saluran gastrointestinal, dan sistem organ lain. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk melaporkan penanganan yang telah dilakukan terhadap kasus PHS pada anak agar dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagi pengambilan keputusan pada kasus yang sama. Metode: Penelitian studi kasus ini merupakan kajian mendalam terhadap pasien anak laki-laki 11 tahun, dengan purpura palpabel eritematosa pada kedua lengan, tungkai dan pantat, di tempat adanya purpura tidak hilang dengan penekanan. Hasil: Diagnosis PHS ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan histopatologik. Diagnosis ini memenuhi 4 dari 5 kriteria dari American College of Rheumatology tahun 1990, yaitu: purpura palpabel, nyeri abdomen dengan atau tanpa hematokesia, hasil biopsi berupa vaskulitis lekositoklastik, dan awitan usia 20 tahun atau kurang. Pengobatan dengan metil prednisolon 20 mg selama 7 hari memberikan perbaikan. Prognosis pada penderita ini quo ad vitam ad bonam, quo ad sanam dubia ad bonam dan quo ad kosmetikam ad bonam. Simpulan: Pengobatan dengan menggunakan metilprednisolon 20mg dapat memberikan perbaikan pada kasus PHS pada anak. Penurunan bertahap dosis metilprednisolon selama dua minggu menunjukkan penyembuhan secara klini
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI POTENSI BIJI SORGUM (Sorgum bicolor L. Moench) SEBAGAI SERAT SECARA IN VITRO
Latar belakang: Â Sorgum merupakan salah satu sumber pangan potensial yang mengandung metabolit primer berupa karbohidrat, protein dan serat. Tujuan: Â Mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada sorgum dan uji aktivitas serat dari sampel biji sorgum dengan dan tanpa pericarp. Metode: Kandungan metabolit sekunder dianalisa menggunakan metode analisa kualitatif berdasarkan perubahan warna atau timbulnya endapan setelah penambahan reagen spesifik. Aktivitas serat diuji dengan kemampuan serat mengikat air, menahan air dan mengikat lemak. Hasil: Skrining fitokimia menunjukkan bahwa sorgum mengandung alkaloid, polifenol dan steroid-triterpenoid. Sorgum memiliki kemampuan menahan dan mengikat air, mengembang dan mengikat minyak yang lebih tinggi dari pembanding. Sorgum dengan pericarp menunjukkan potensi serat yang lebih baik dari sorgum dengan pericarp. Simpulan: Sorgum mengandung beberapa metabolit sekunder dan menunjukkan kemampuan yang lebih baik sebagai sumber serat dibandingkan kontrol
EFEKTIVITAS ALIH MEDIA BERKAS REKAM MEDIS INAKTIF DI RUMAH SAKIT PERTAMINA CIREBON
Latar belakang : Rekam medis harus dibuat secara lengkap, jelas dan tertulis atau secara elektronik. Sebelum melakukan pemusnahan dokumen rekam medis akan dilakukan retensi atau penyusustan rekam medis. Tujuan retensi adalah untuk mengurangi jumlah dokumen rekam medis yang semakin bertambah dan menyelamatkan rekam medis yang bernilai guna tinggi serta mengurangi rekam medis yang tidak bernilai guna. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui efektivitas alih media berkas rekam medis inaktif di Rumah Sakit Pertamina Cirebon. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Pertamina Cirebon dengan subjek penelitian petugas perekam medis di unit rekam medis Rumah Sakit Pertamina Cirebon. Hasil penelitian : Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa efektivitas pelaksanaan alih media di Rumah Sakit Pertamina Cirebon belum dilaksanakan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional rumah sakit yaitu pada tahapan kegiatan berkas rekam medis yang sudah di scan disimpan di program Elektonic Medical Record (EMR), berkas rekam medis yang sudah di scan beri tanda dengan tulisan “sudah di scan†pada berkas rekam medis inaktif, lalu diikat dan di simpan di gudang penyimpanan berkas rekam medis inaktif serta membuat daftar pertelaan masih belum dilaksanakan
TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS FAMILY FOLDER TERHADAP MUTU PELAYANAN DI PUSKESMAS CIJAGRA LAMA
Latar Belakang: Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Sistem family folder merupakan penyimpanan satu rekam medis digunakan oleh satu keluarga serta dimasing-masing formulir diberi kode khusus untuk menandai kode rekam medis ayah, ibu dan anak. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dalam sistem penyimpanan rekam medis family folder di Puskesmas Cijagra Lama. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Sampel dalam penelitian ini adalah satu petugas rekam medis yang bertugas di pendaftaran dan penyimpanan. Hasil Penelitian: Di Puskesmas Cijagra Lama dalam pengambilan berkas rekam medis pasien lama tidak menggunakan tracer. Sistem yang berkaitan dengan sistem penyimpanan di Puskesmas Cijagra Lama yakni dengan penomoran unit numbering system serta pengolahan yang digunakan menggunakan sentralisasi. Saran: Hambatan yang ditemui ialah pencarian berkas rekam medis yang cukup lama yang menyebabkan kurangnya mutu pelayanan pada pasien, sedikitnya petugas rekam medis dan keterbatasan ruang penyimpanan, sehingga perlu adanya penambahan jumlah petugas
PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN BOOKLET TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI SALAH SATU KLINIK DAERAH SIDAREJA
Latar belakang: Penyakit hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan serius. Pada tahun 2011 Badan Kesehatan Dunia menyebutkan 50%-70% pasien tidak patuh terhadap obat antihipertensi. Rendahnya kepatuhan minum obat akan menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol yang dapat meningkatkan risiko komplikasi. Tahun 2015 WHO menyebutkan bahwa penduduk Indonesia dengan usia 18 tahun ke atas akan mengalami hipertensi sebesar 23,8%. Tujuan: Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui booklet terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan one group pre/post test. Penelitian dilakukan terhadap satu kelompok responden, kemudian diberikan intervensi edukasi media booklet dan diukur kembali. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara berdasarkan kuesioner yang telah valid dan reliabel. Hasil: Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan  perubahan signifikan terhadap tingkat kepatuhan pasien hipertensi sebelum dan sesudah pemberian edukasi dengan booklet (p<0,05).  Simpulan dan Saran : Pemberian booklet pada pasien hipertensi sebagai edukasi dapat meningkatan kepatuhan minum obat di salah satu klinik di Sidareja. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada kepatuhan pasien Hipertensi dengan cara edukasi yang berbeda dan cakupan area yang lebih luas
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI ACE INHIBITOR LISINOPRIL TERHADAP KEJADIAN BATUK KERING PADA PASIEN HIPERTENSI DI KOMUNITAS GEREJA DI KABUPATEN MALANG
Latar belakang: Lisinopril adalah obat antihipertensi dari golongan obat angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEi) yang dapat memiliki efek samping batuk kering. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan menilai resiko pada penggunaan obat golongan ACE inhibitor yang menimbulkan batuk kering pada pasien hipertensi di lingkup gereja. Metode: Desain penelitian ini analitic case control. Kriteria inklusi adalah pasien hipertensi yang menggunakan obat golongan ACE inhibitor >3 bulan, rentang umur 35-60. Subjek terdiri dari 49 pasien yang menggunakan Lisinopril (ACE inhibitor) dan 49 pasien yang tidak menggunakan Lisinopril (Non-ACE inhibitor) yang diambil secara nonprobability sampling pada bulan April-Mei 2020. Alat pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan kuesioner. Kejadian batuk kering akibat dievaluasi menggunakan Algoritma Naranjo. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Simpulan dan saran: Hasil menunjukkan penggunaan ACE inhibitor memiliki hubungan yang bermakna pada faktor usia, pekerjaan, dan riwayat merokok. Responden dengan usia 46-50 tahun dan Ibu rumah tangga memiliki resiko kejadian batuk kering lebih kecil 0,8 (p= 0,035, 95%; CI= 0,004-0,817) dan 2,78 (p= 0,016, 95%; CI= 1,51-57,65) kali dibandingkan dengan responden Non ACE inhibitor. Sedangkan responden dengan riwayat tidak merokok memiliki resiko kejadian batuk kering empat kali lebih besar pada pengobatan dengan ACE inhibitor (p= 0,043, 95%; CI= 1,00-8,00)
PENGARUH EDUKASI TERHADAP SELF CARE BEHAVIOURS PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH DIABETES UBAYA
 Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang sehingga memerlukan manajemen pengelolaan mandiri untuk mencegah terjadinya komplikasi. “Diabetes self managemen education†merupakan elemen yang sangat penting dalam pengelolaan diabetes yang baik, yang dapat memfasilitasi pasien dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan perawatan diri. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Diabetes self managemen education terhadap peningkatan self-care pasien. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pra-experimental satu kelompok dengan desain intervensi pretest-postest, analisis data secara deskriptif, dengan melibatkan 25 pasien DM tipe 2 selama periode Oktober-November 2018 di Rumah Diabetes Ubaya. Subjek diberikan edukasi DSME sebagai intervensi dan hasil utama yang diukur adalah perubahan self-care. Penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan self care subjek antara sebelum dan sesudah diberikan DSME. Pemberian DSME menyebabkan peningkatan signifikan (p<0,05) tingkat self care pasien diabetes. Saran penelitian berikutnya pengambilan sampel pada populasi yang lebih luas lagi
ANALISIS PENUNDAAN PEMBAYARAN KLAIM PADA SISTEM VEDIKA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN DI RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH YOGYAKARTA
Latar belakang: Sistem vedika merupakan sistem penyelasaian klaim yang dilakukan di kantor BPJS Rumah Sakit Nur Hidayah pada bulan Juli-Desember 2017. Di Rumah Sakit Nur Hidayah masih mengalami pending claim rawat inap sebanyak 165 berkas rekam medis. Tujuan: mengidentifikasi penyebab pending claim BPJS dengan sistem vedika di Rumah Sakit Nur Hidayah. Metode: Deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik total sampling. Rancangan penelitian dengan menggunakan studi kasus. Instrumen penelitian yang digunakan checklist observasi, pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data kualitatif dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil: Rumah Sakit Nur Hidayah mengalami pending claim rawat inap sebanyak 23 berkas setiap bulannya atau sebesar 7% dari seluruh berkas yang diajukan. Simpulan dan saran: Persentase jumlah pending claim pada sistem vedika BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Nur Hidayah mencapai 7% berkas yang dikembalikan. Faktor penyebabnya yaitu persentase ketidaktepatan pemberian coding 43%, ketidaklengkapan berkas 23% dan diagnosa tidak sesuai kriteria 34%. Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan surat tugas pelatihan coding, melakukan pendekatan kepada DPJP dan melakukan sosialisasi kepada seluruh bagian yang terlibat langsung dalam menangani pasien