Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    247 research outputs found

    EFEKTIVITAS KOMPOS BERBAHAN DASAR LUMPUR PABRIK KERTAS DENGAN PENAMBAHAN Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica chinensis Var. Pakchoi)

    No full text
    Latar belakang: Pembuatan kompos dari limbah lumpur dengan penambahan jamur T. harzianum dapat mempercepat proses pengomposan. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsentrasi kompos yang dapat memberikan pertumbuhan optimal terhadap tanaman sawi. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 1 faktor perlakuan, yaitu konsentrasi kompos meliputi 2,53 g; 5,06 g; 10,12 g; 20,24 g; dan 0,11 g urea sebagai kontrol. Parameter yang diukur yaitu pertumbuhan tanaman sawi yang meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, dan biomassa basah. Analisis data menggunakan ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji BNT untuk mengetahui perbedaan di antara perlakuan. Hasil: Pemberian kompos berbahan baku limbah lumpur pabrik kertas dengan penambahan T. Harzianum memberikan efek terhadap pertumbuhan tanaman sawi yang berbeda nyata (p<0.05) dengan kelompok kontrol. Pertumbuhan paling baik terdapat pada pemberian konsentrasi sebesar 20,24 g kompos. Simpulan dan saran: Pemberian kompos berbahan limbah lumpur pabrik kertas dengan penambahan T. harzianum berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengevaluasi karakter morfometrik organ vegetatif tanaman golongan Brassicae secara lebih spesifik

    GINGIVOSTOMATITIS HERPETIKA PRIMER PADA NY. N USIA 32 TAHUN

    No full text
    Latar belakang: Gingivostomatitis Herpetika Primer adalah infeksi yang disebabkan Herpes simplex virus (HSV) tipe I  yang mengenai area orolabialis. Penularan virus dapat terjadi melalui kontak langsung dengan lesi, seperti droplet saliva dari individu yang terinfeksi. Herpes simplex virus virus dapat aktif kembali kapan saja sesuai kondisi dan bisa menjadi laten  di daerah masa jaringan saraf dan ganglia (misalnya, trigeminal ganglion. Umumnya herpes labialis muncul dalam 4 tahap yang berlangsung selama 2-3 minggu. Tujuan: Memberikan informasi  kasus tentang suspek Gingivostomatitis Herpetika primer yang terjadi pada pasien karyawati swasta. Penatalaksanaan: Pasien wanita usia 32 tahun merasakan tubuhnya demam, malaise, pusing. dan nyeri otot. Dua hari kemudian muncul gelembung kecil-kecil banyak dalam rongga mulutnya, diperkirakan sariawan, pasien memberikan albotyl pada bibirnya. Keesokan harinya pada bibir atas dan bawah terlihat luka yang semakin parah.pemberian obat antivirus terbukti efektif melawan infeksi HSV 1. Obat tersebut bekerja dengan menghambat sintesis DNA sehingga dapat menghambat replikasi virus. Salah satu obat anti virus yang sering digunakan adalah acyclovir tablet dan acyclovit salep. Pada hari ke-14 setelah minum obat secara teratur dan mengikuti edukasi yang diberikan pasien sembuh. Simpulan: Pemakaian tablet acyclovir dan salep acyclovir sebagai obat anti virus sangat efektif dalam penanganan kasus ini

    EVALUASI SISTEM SURVEILANS CAMPAK DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANGKALAN

    No full text
    Latar Belakang: Campak merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD31), disebabkan oleh virus (Morbilivirus) dan berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Tujuan: Menggambarkan pelaksanaan sistem surveilans campak, mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi dari permasalahan yang ditemukan. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif jenis evaluasi dilakukan di Kabupaten Bangkalan pada bulan Juni 2015. Responden dalam penelitian ini adalah petugas surveilans kabupaten dan puskesmas se-Kabupaten Bangkalan. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Kekurangan pelaksanaan sistem surveilans banyak ditemukan dalam komponen input dan proses kegiatan surveilans terutama di tingkat puskesmas. Sebagian besar petugas tidak mendapatkan pelatihan sehingga tidak mampu melakukan analisis dan pengolahan. Hal ini menyebabkan atribut surveilans seperti kualitas, sensitivitas, dan stabilitas data rendah. Simpulan dan saran: Pelaksanaan sistem surveilans campak di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan belum memenuhi Permenkes No 1116/SK/VII/20113 dan buku Juknis Surveilans Campak (2012). Solusi untuk memperbaiki sistem surveilans adalah dengan memberikan pelatihan bagi seluruh petugas surveilans dan pemenuhan sarana dalam pelaksanaan sistem surveilans campak

    PENGARUH LOGAM BERAT MERKURI CLORIDA (HgCl2) TERDADAP PERKECAMBAHAN BIJI KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)

    No full text
    Latar Belakang: Merkuri merupakan logam yang berbahaya bagi makhluk hidup. Salah satu efek adanya merkuri yaitu adanya penghambatan perkecambahan, contohnya pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Tanaman ini merupakan salah satu komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak dimakan rakyat Indonesia. Tujuan: Mengetahui daya hambat (Inhibitory Concentration) konsentrasi HgCl2 terhadap perkecambahan biji kacang hijau. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Konsentrasi larutan HgCl2 yang digunakan yaitu 900 ppm, 700 ppm, 500 ppm, 300 ppm, 100 ppm, dan dan kontrol yang tidak mengandung HgCl2. Parameter pengamatan berupa daya hambat pembentukan radikula yang kemudian di analisis dengan menggunakan grafik probith guna mencari Inhibitory Concentration. Hasil dan saran: Terjadi penghambatan pembentukan radikula dengan rata-rata persentase penghambatan lebih dari 50 % dengan nilai IC50 sebesar 435,29   ppm. Perlu dilakuan penelitian tentang bagaimana pengaruh merkuri pada struktur anatomi dan efek terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau yang terpapar merkuri.mi

    HUBUNGAN POSISI MENERAN DENGAN RUPTUR PERINEUM PERSALINAN NORMAL PADA MULTIGRAVIDA DI BPS DESA PUTREN KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN NGANJUK

    No full text
    Latar belakang: Penyebabnya dikarenakan berat badan bayi yang besar, perineum kaku, kurang mendapat tahanan yang kuat pada perineum saat kepala keluar pintu, posisi ibu yang salah pada saat meneran, serta bisa juga pada persalinan dengan bantuan alat misalnya vacum. Tujuan: Dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara posisi meneran  dengan rupture perineum persalinan normal pada multigravida. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional, dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan observasi, dianalisa menggunakan uji Korelasi Phi. Hasil : Diketahui bahwa sebagian besar responden multigravida rupture perineum saat persalinan yaitu 14 responden (38,9%) dan sebagian besar responden tidak mengalami ruptur perineum dengan posisi meneran tidak lithotomy yaitu 14 responden (38,9%). Dari analisis data dengan derajat kemaknaan α = 0,05 didapatkan hasil uji statistik dengan nilai signifikan 0,003. Yang berarti p-value< α yaitu 0,003 < 0,05 Simpulan dan Saran : Posisi meneran sangat mempengaruhi ruptur perineum. Sebaliknya peranan bidan mendukung ibu dalam pemilihan posisi apapun yang dipilihnya, menyarankan alternatif apabila tindakan ibu tidak efektif atau membahayakan ibu dan bayinya

    PERUBAHAN KEKERASAN EMAIL PADA PERMUKAAN GIGI SETELAH DIRENDAM SOFT DRINK BERKARBONASI

    No full text
    Latar belakang: Email merupakan lapisan gigi yang paling luar, lebih keras dibandingkan dengan lapisan dibawahnya yakni dentin. Kekerasan email adalah suatu sifat fisik yang dimiliki bagian gigi yaitu email yang dapat diukur menggunakan Brinell Hardness dengan satuan Kg/mm2. Soft drink merupakan minuman yang terdiri dari berbagai jenis asam yang menurunkan pH rongga mulut. Tujuan : Mengetahui perubahan kekerasan email pada permukaan gigi setelah direndam soft drink berkarbonasi Metode : Sampel gigi premolar post ekstraksi perawatan orthodonti, kemudian dilakukan perendaman pada soft drink berkarbonasi selama 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Setelah itu dilakukan pengukuran kekerasan dengan menggunakan alat Brinell Hardness. Hasil : Uji One Way Anova didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) terdapat perbedaan tingkat kekerasan email pada permukaan gigi antar kelompok perlakuan. Hasil uji LSD terdapat perbedaan yang bermakna. Kesimpulan dan saran: Terdapat perbedaan kekerasan email pada permukaan gigi setelah direndam soft drink berkarbonasi. Perlu adanya DHE (Dental Health Education) tentang efek merugikan mengkonsumsi soft drink berkarbonasi terhadap enamel gigi

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU TIDAK AMAN MAHASISWA PADA SAAT PRAKTIK DI LABORATORIUM PERGURUAN TINGGI X DI JAWA TIMUR

    No full text
    Latar belakang: Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap tenaga kesehatan, termasuk mahasiswa kesehatan yang sedang melakukan praktikum di laboratorium. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, unsafe act  mahasiswa yang tidak melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah praktek di laboratorium yaitu dari 10 mahasiswa yaitu 8 mahasiswa tidak melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah praktek, 1 mahasiswa cuci tangan setelah praktek, 1 mahasiswa cuci tangan sebelum dan sesudah praktek. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini adalah  47 mahasiswa. Jumlah sampel sebanyak 32 mahasiswa diambil dengan teknik simple random sampling. Variabel independen yaitu umur, jenis kelamin, pengetahuan dan fasilitas cuci tangan, sedangkan variabel dependen unsafe action cuci tangan, yang  dianalisis menggunakan uji regresion logistics. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan regresion logistics  menunjukkan pengetahuan merupakan faktor determinan dengan OR 20.301. Simpulan dan saran: Mahasiswa yang mempunyai pengetahuan kurang, perlu diberikan sosialisasi  untuk meningkatkan kesadaran dan  pengetahuan K3 dan  unsafe action, sehingga mahasiswa dapat menyadari, memahami dan menerapkan perilaku yang aman

    0

    full texts

    247

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇