Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    247 research outputs found

    PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA CABAI MERAH (Capsicum annum L.) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

    No full text
    Latar belakang: Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu vitamin yang diperlukan oleh tubuh yang berfungsi membantu proses metabolisme tubuh. Vitamin C  berperan dalam pembentukan kolagen interseluler. Pengukuran kadar vitamin C penting dilakukan, salah satunya dengan menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis. Tujuan: Mengetahui kadar vitamin C pada cabai merah (Capsicum annum L.). Metode: Jenis penelitian secara deskriptif eksperimental menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 200-300 nm. Sampel penelitian ini adalah cabai merah yang ditentukan secara random sampling. Hasil: Kadar vitamin C yang diperoleh sebesar 4,463 ppm dan prosentase yang didapat sebesar 0,4463 % b/b. Simpulan dan saran: Hasil menunjukkan bahwa cabai merah (Capsicum annum L.) memiliki kadar vitamin C sebesar 4,463 ppm dan 0,4463 % b/b. Perlu dilakukan uji vitamin C (asam askorbat) pada cabai dengan jenis dan varietas yang berbeda untuk dibandingkan kandungan vitamin C terbesarnya

    PENGGUNAAN INFUSA DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DAN EKSTRAK DAUN PANDAN (Pandanus amarryllifolius Roxb) SEBAGAI PELURUH KALSIUM BATU GINJAL SECARA IN VITRO

    No full text
    Latar belakang: Infusa daun alpukat (Persea americana Mill.) dan ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) lama digunakan oleh masyarakat sebagai obat peluruh batu ginjal dalam bentuk rebusan. Tujuan: Mengetahui pengaruh infusa daun alpukat dan ekstrak daun pandan wangi dalam meluruhkan kalsium batu ginjal menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom. Metode: Batu ginjal yang digunakan dihomogenkan kemudian di uji kualitatif kimiawi untuk mengetahui adanya kalsium. Untuk mengetahui adanya flavonoida Infusa daun alpukat dan ekstrak daun pandan wangi dengan menggunakan Wilstatter Test. Batu ginjal dibagi menjadi tujuh kelompok, masing-masing direndam dalam larutan aquades, larutan Calcusol 1,2b/v, infusa daun alpukat 5%b/v, 10%b/v, 15%b/v, 20%b/v, dan 25%b/v  sedangkan pada ekstrak daun pandan wangi konsentrasi yang digunakan 0,625% b/v, 1,25% b/v, 2,5% b/v, 5% b/v dan 10% b/v selama ±5 jam dengan suhu ±37°C. Hasil: Analisis kualitatif flavonoid dengan Wilstatter Test menghasilkan warna merah tua yang mengindikasikan adanya senyawa flavonoid. Simpulan dan saran: Infusa daun alpukat dan ekstrak daun pandan wangi positif mengandung flavonoid serta mampu melarutkan kalsium batu ginjal. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut secara in vivo untuk mengetahui kemampuan infusa daun alpukat dan ekstrak daun pandan wangi dalam melarutkan kalsium batu ginjal

    ANALISIS TIMBAL (Pb) PADA IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp) DI KERAMBA APUNG SUNGAI BRANTAS SEMAMPIR KEDIRI

    No full text
    Latar belakang: daerah aliran sungai Brantas mengalami penurunan kualitas air berkaitan dengan aktivitas industri dan pemukiman yang berpotensi menimbulkan pencemaran logam berat timbal (Pb). Ikan merupakan salah satu biota air yang dapat digunakan sebagai indikator terjadinya pencemaran didalam perairan. Tujuan: mengetahui ada atau tidaknya pencemaran logam berat timbal tersebut dalam sampel ikan nila yang dibudidayakan di keramba apung Kelurahan Semampir dan mengetahui kadar Pb tersebut melebihi ambang batas yang disyaratkan SNI atau tidak. Metode: Jenis penelitian ekperimental. Pengambilan sampel ikan nila merah dilakukan dengan menggunakan teknik acak sederhana pada 3 keramba apung. Sampel dipreparasi dengan teknik ektraksi padat-cair dan hasilnya diukur kadarnya menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil: analisis dengan menggunakan metode SSA menunjukkan bahwa ikan nila merah yang dibudidayakan di keramba apung Kelurahan Semampir Kediri telah tercemar logam berat timbal dengan kadar (0,4864 ± 0,0493) mg/kg. Simpulan dan saran : Kandungan logam berat Pb pada sampel ikan nila melewati ambang batas yang disyaratkan SNI nomor 7387:2009 yaitu 0,3 mg/kg. Perlu dilakukan penelitian untuk mengatasi pencemaran logam berat Pb dengan menggunakan bioremidiator sehingga daerah aliran sungai Brantas aman digunakan untuk budidaya ikan

    PERBANDINGAN KADAR TOTAL KAROTEN DAN LIKOPEN UBI JALAR CILEMBU (Ipomea batatas Lamk.) SELAMA PROSES PENGOLAHAN

    No full text
    Latar belakang: Ubi Cilembu merupakan salah satu bahan pangan yang kaya karbohidrat, vitamin dan mineral. Ubi yang mengalami proses pengolahan ini tentunya akan mengalami perubahan komposisi ataupun kadar zat gizi di dalamnya. Tujuan: Mengetahui kadar total karoten dan likopen pada Ubi Cilembu selama proses pengolahan. Metode: Ubi Cilembu yang diteliti adalah Ubi Cilembu panggang dan tepung Ubi Cilembu. Kadar total karoten dan likopen Ubi Cilembu olahan pada penelitian ini dibandingkan dengan Ubi Cilembu segar. Analisis data dilakukan dengan one-way ANOVA, dilanjutkan uji LSD pada taraf uji 5%. Hasil: Kadar total karoten pada Ubi Cilembu segar, Ubi Cilembu panggang, dan tepung Ubi Cilembu berturut-turut adalah 1,363 mg/g±0,113; 0,641 mg/g±0,010; dan 0,526 mg/g±0,014. Kadar likopen pada Ubi Cilembu segar, Ubi Cilembu panggang, dan tepung Ubi Cilembu berturut-turut adalah 0,038 mg/g±0,003; 0,020 mg/g±0,000; dan 0,013 mg/g±0,000. Data statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antar masing-masing sampel dengan taraf signifikan p<0,05. Simpulan dan saran: Kadar total karoten dan likopen Ubi Cilembu mengalami penurunan selama proses pengolahan. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengetahui aktivitas farmakologi pada Ubi Cilembu yang mengalami pengolahan

    OPTIMASI EKSTRAKSI GELATIN DARI TULANG IKAN TUNA (Thunnus albacares)

    No full text
    Latar belakang: Gelatin adalah produk alami yang diperoleh melalui hidrolisis kolagen tulang ikan tuna. Kolagen merupakan protein bermolekul besar yang diperoleh dengan cara estraksi dalam suasana asam. Ekstraksi menggunakan pelarut asam menyebabkan putusnya ikatan hidrogen di antara ketiga rantai tropokolagen. Tujuan: Mengetahui konsentrasi pelarut asam yang menghasilkan rendemen tertinggi dan karakteristik gelatin yang dihasilkan. Pelarut asam yang digunakan adalah asam klorida dengan variasi konsentrasi 1, 3, 5, 7, 9 dan 11% (v/v). Metode: Isolasi gelatin diawali dengan perendaman tulang dalam larutan asam untuk melarutkan garam kalsium dan garam lainnya dalam tulang ikan tuna sehingga tulang relatif menjadi lunak. Hasil: Rendemen tertinggi sebanyak 5,03% dihasilkan dari asam klorida dengan konsentrasi 3%. Karakteristik gelatin yang dihasilkan mempunyai kadar air 8,59%, kadar abu 8,02%, kadar lemak 0,27%, kadar protein 80,2% dengan berat molekul gelatin berada pada rentang 45 kDa dan di atas 100 kDa dan kekuatan gel gelatin adalah 167,8450 gram bloom. Simpulan dan saran: Rendemen gelatin tertinggi dihasilkan dari konsentrasi asam klorida 3% dengan kadar air 8,59%, kadar abu 8,02%, kadar lemak 0,27%, kadar protein 80,2%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap aplikasi gelatin yang dihasilka

    KARAKTERISTIK SUARA LINGUO PALATAL /C/ PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN KENNEDY KELAS II MODIFIKASI 1 DENGAN KONEKTOR BERBEDA

    No full text
    Latar Belakang: Pemakaian gigi tiruan mampu meningkatkan fungsi fonetik serta dapat mengakibatkan kelainan bicara. Suara linguopalatal /c/ adalah salah satu konsonan dengan  artikulasi lidah berkontak dengan palatum keras bagian depan. Faktor yang mempengaruhi organ fonetik pemakai gigi tiruan adalah konektor utama. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konektor gigi tiruan maksila terhadap karakteristik suara. Metode: Jenis penelitian studi kasus. Subyek penelitian adalah satu pasien dengan kehilangan gigi tiruan akrilik kennedy kelas II modifikasi I pada rahang atas dan memakai alat gigi tiruan yang berbeda, tidak menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan maksila sebagai kontrol, kelompok perlakuan menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan maksila dengan bentuk konektor utama U-Shape, Single Palatal Strap, Single Palatal Bar, Anterior Posterior Palatal Strap, dan Full. Kata /cacah/, /cicih/ dan /cucu/ yang terekam diproses dengan program Matrix Laboratory. Hasil: Tidak terdapat perbedaan frekuensi suara /cacah/ dan terdapat perbedaan frekuensi suara /cucu/ dan /cicih/ di antara kelompok. Pada kata /cicih/ terdapat persamaan frekuensi suara antara Single Strap, U-Shape, dan Anterior Posterior Strap dengan kontrol. Simpulan dan saran: Terdapat perbedaan suara pada /cicih/ dan /cucu/ antara perlakuan dengan kontrol. Untuk mengetahui pengaruh kerangka logam pada suara, penelitian ini bisa dilanjutkan dengan kerangka bahan dasar logam

    HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN DENGAN KADAR GULA DARAH ACAK PADA TIKUS DIABETES MELLITUS

    No full text
    Latar belakang: Penyandang diabetes mellitus akan mengalami defisiensi insulin, sehingga terganggunya metabolisme protein dan lemak yang menyebabkan penurunan berat badan, sehingga mengakibatkan berkurangnya jumlah simpanan kalori. Tujuan: Mengetahui hubungan antara berat badan dengan kadar glukosa darah pada tikus yang mengalami diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 tikus Rattus norvegicus Barkenhout, 1769. Variabel terikat berupa berat badan sedangkan variabel bebas berupa gula darah. Analisis yang dilakukan berupa uji perbandingan kemudian dilakukan regresi coleration. Hasil: Berdasarkan uji korelasi antara berat badan dan gula darah didapatkan nilai kovisien korelasi (R2) adalah 0,774. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara berat badan dan glukosa pada tikus yang mengalami diabetes mellitus. Perlu adanya penentuan tingkat imunitas dan stress pada hewan coba

    HUBUNGAN PELAYANAN POSYANDU X DENGAN TINGKAT KEPUASAN LANSIA

    No full text
    Latar Belakang: Kepuasan merupakan gambaran harapan seseorang terhadap pelayanan ataupun jasa yang dirasakan apakah sesuai dengan harapan atau tidak. Tingkat kepuasan akan meningkat pada lansia yang mendapat pelayanan yang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan Posyandu X dengan tingkat kepuasan lansia di Kabupaten Kediri. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional dengan menggunkan teknik accidental sampling. Sampel penelitian sebanyak 24 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pelayanan posyandu sedangkan variabel terikatnya adalah tingkat kepuasan lansia. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan pelayanan posyandu X dengan tingkat kepuasan lansia. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelayanan Posyandu X dinilai sedang yaitu sebesar 73,08%, serta tingkat kepuasan lansia adalah puas yaitu sebesar 61,54%. Dari hasil uji statistik Rank Spearman nilai r = 0,582 dan sig = 0,02 yang menunjukkan terdapat hubungan antara  pelayanan Posyandu X dengan tingkat kepuasan lansia di Posyandu X. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan pelayanan Posyandu X dengan tingkat kepuasan lansia di Posyandu X Kabupaten Kediri. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan jumlah sampel yang representatif dengan teknik sampling yang sesuai

    OPTIMALISASI ENERGI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK MELALUI TERAPI INFRARED PADA PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK

    No full text
    Latar belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronik yang ditandai dengan hambatan aliran udara pada saluran nafas, yang bersifat progresif dan berhubungan dengan respon inflamasi paru-paru terhadap partikel atau gas beracun dan berbahaya.. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemanfaatan gelombang elektromagnetik melalui terapi  infrared pada penderita PPOK. Metode: Penelitian studi kasus dilakukan di Rumah Sakit Paru Dungus Madiun pada seorang pasien penderita PPOK. Variabel independen yaitu terapi infrared sedangkan variabel dependen yaitu efek terapi infrared terhadap proses penyembuhan penyakit paru obstruktif kronik yang diidentifikasi melalui ukuran sangkar thorak dan pengukuran intensitas sesak nafas pasien. Hasil: Pasien dengan kondisi Penyakit Paru Obstruksi Kronik setelah dilakukan terapi sebanyak enam belas kali dalam waktu 8 hari diperoleh hasil, yaitu: (1) Terjadi penurunan derajat sesak napas dan otot pernafasan menjadi rileks, (2) terjadi peningkatan mobilitas sangkar thorak, (3) terjadi peningkatan aktifitas fungsional, dan (4) terjadi pembersihan jalan nafas dan pengurangan batuk berdahak. Simpulan dan Saran: Gelombang elektromagnetik pada terapi infrared dapat memperbaiki ventilasi dan memperbaiki kapasitas fungsional pernapasan

    UJI EFEK PENYEMBUHAN ULKUS DARI PERASAN DAGING BUAH MANGGA PODANG URANG (Mangifera Indica L.) PADA LAMBUNG TIKUS YANG DIINDUKSI ASPIRIN

    No full text
    Latar belakang: Rebusan daun dan bunga tanaman mangga telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antiulser. Tujuan: Mengetahui efek penyembuhan ulkus dari perasan daging buah mangga podang urang (Mangifera indica L.). Metode: Pengujian efek penyembuhan ulkus dilakukan pada 6 kelompok tikus putih jantan galur Wistar yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, dan 3 kelompok perlakuan selama 2 hari. Data yang dianalisa meliputi ulcer index dan persentase healing index dengan  menggunakan One way Anova yang dilanjutkan uji Post Hoc LSD. Hasil: Terdapat perbedaan ulcer index yang bermakna diantara keenam kelompok perlakuan. Perasan daging buah mangga podang urang dengan dosis 400 mg/200 g BB mempunyai efek penyembuhan ulkus yang terbesar dibandingkan pemberian dosis perasan lainnya dengan persentase healing index sebesar 28,88%. Simpulan dan saran: Pemberian perasan buah mangga podang urang secara oral ini memberikan efek penyembuhan ulkus pada lambung tikus yang diinduksi oleh aspirin. Perlu penelitian lebih lanjut menggunakan pengamatan histopatologi lambung tikus

    0

    full texts

    247

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇