Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
Not a member yet
247 research outputs found
Sort by
UJI TOKSISITAS EMPAT DAUN TANAMAN OBAT DENGAN METODE BST (BRINE SHRIMP TEST)
Latar belakang: Uji Brine Shrimp Test (BST) merupakan metode awal yang digunakan untuk melihat adanya toksisitas. Metode ini juga dapat digunakan untuk skrining aktivitas farmakologi dari ekstrak tanaman obat. Daun adalah bagian dari tanaman obat yang banyak digunakan. Tujuan: Mengetahui toksisitas empat daun tanaman obat yang telah diketahui aktivitas farmakologinya. Metode: Uji toksisitas ekstrak etanol empat daun tanaman obat dengan metode Brine Shrimp Test (BST). Jumlah sampel total untuk penelitian EEDGC 300 ekor larva Artemia salina Leach. Tiap kelompok terdiri dari sepuluh ekor larva dengan lima replikasi dengan konsentrasi ekstrak EEDGC 0, 60, 120, 180, 240, dan 300 ppm. Kekasaran permukaan diukur dengan Surface Roughness Tester dan hasilnya diuji statistik dengan One Way Anova. Hasil: Ekstrak daun gelombang cinta, EEDM, EEDTA, dan EEDT memiliki efek toksik terhadap larva Artemia salina Leach dengan harga LC50 berturut-turut adalah 216,5; 10,7; 249 ; dan 208,6 ppm. Simpulan dan saran: EEDGC, EEDM, EEDTA, dan EEDT berpotensi toksik terhadap Artemia salina Leach. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membandingkan dengan minuman bersoda karena dapat menyebabkan abrasi dan menurunkan kekerasan permukaan
ANALISIS KADAR VITAMIN C DAN FRUKTOSA PADA BUAH MANGGA (Mangifera indica L.) VARIETAS PODANG URANG DAN PODANG LUMUT METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Latar belakang: Buah mangga mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, karbohidrat dan berbagai macam asam, protein, lemak, mineral, zat warna dan tanin dan karbohidrat. Salah satu karbohidrat yang terdapat dalam buah mangga podang adalah fruktosa. Asam askorbat atau yang disebut dengan vitamin C adalah senyawa kimia yang mempunyai rumus molekul C6H8O6. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dan gula buah (fruktosa) pada buah mangga podang varietas urang dan mangga podang varietas lumut dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode: Parameter metode validasi dalam penelitian ini meliputi uji presisi, uji linearitas, batas deteksi, batas kuantifikasi, uji sampel, dan uji akurasi. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapat panjang gelombang yang terpilih untuk asam askorbat adalah 260 nm dan untuk fruktosa adalah 520 nm. Dari hasil penelitian didapatkan kadar vitamin C sari mangga podang urang, dan podang lumut berturut-turut sebesar 122,82 mg/100 g dan 111,39 mg/100 g. Sedangkan kadar fruktosa pada buah mangga podang urang dan podang lumut berturut-turut sebesar 1,086 g/100 g dan 0,901 g/100 g. Simpulan dan saran: Tidak ada perbedaan yang siqnifikan kadar vitamin C pada buah mangga podang urang dan podang lumut, serta tidak ada perbedaan yang signifikan kadar fruktosa pada buah mangga podang urang dan podang lumut
SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT X
Latar Belakang: Sistem informasi peminjaman dokumen rekam medis pada Rumah Sakit X dinilai belum efektif karena pencatatan data peminjaman dan data pengembalian masih dilakukan secara tertulis dengan pencatatan menggunakan buku dan kertas sehingga sistem ini tidak efisien dalam menghemat waktu, tenaga dan materi. Tujuan: Membangun sistem informasi peminjaman dokumen rekam medis pada Rumah Sakit Umum X untuk efisiensi pencatatan dan pengembalian dokumen rekam medis. Metode: Penelitian bersifat deskriptif dengan metode pengembangan system SDLC (System Development Life Cycle). Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan database yang digunakan adalah MySQL. Hasil: Terbentuknya rancangan untuk aplikasi sistem informasi peminjaman rekam medis di Rumah Sakit X yang meliputi informasi peminjaman, data peminjam, dan laporan peminjaman. Simpulan dan saran: Sistem Informasi Peminjaman dapat membantu pegawai dalam mengelola data peminjaman, pengembalian dan dapat mengurangi kesalahan dalam pembuatan laporan. Pengembangan dari sistem ini dapat dilanjutkan ke sistem big data supaya dapat mengelola seluruh data rekam medis di rumah sakit
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT DALAM JAMU PEGEL LINU SEDUH DAN KEMASAN YANG DIJUAL DI PASAR BANDAR
Latar belakang: Maraknya usaha jamu racikan yang ada di Pasar Bandar membuat banyak orang beralih untuk mengkonsumsinya. Salah satu jenis obat tradisional yang banyak dikonsumsi adalah jamu pegel linu. Tujuan: Untuk mengidentifikasi bahan kimia obat dexamethason dan parasetamol dalam jamu yang telah diseduh dari toko dan yang belum diseduh yang dijual di Pasar Bandar. Metode: Jenis Penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. Parameter yang diamati berupa kandungan dexamethason dan parasetamol pada jamu yang sudah diseduh dan yang belum diseduh. Hasil: Berdasarkan hasil kromatografi lapis tipis diketahui bahwa hampir semua sampel jamu yang diseduh positif mengandung dexamethason dan parasetamol. Sedangakan pada jamu tradisional kemasan negatif pada dexamethason, tetapi menunjukkan positif pada parasetamol. Simpulan dan saran: Jamu tradisional seduhan yang dijual di pasar Bandar diduga positif mengandung dexamethason dan parasetamol, sedangkan Jamu tradisional kemasan diduga positif mengandung parasetamol. Perlu dilakukan pengujian kadar bahan kimia obat secarakuantitatif
DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL TUNAS BAMBU APUS TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
Latar belakang: Penyakit infeksi bisa disembuhkan dengan pengobatan tradisional, salah satu contoh tanaman yang memiliki daya antibakteri yaitu tunas bambu apus. Tujuan:Menguji daya antibakteri dari ekstrak etanol tunas bambu apus  terhadap bakteri Escherichia coli mewakili bakteri Gram negatif (-) dan Staphylococcus aureus mewakili bakteri Gram positif (+). Metode:Ekstrak etanol tunas bambu apus didapatkan dari hasil maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Selanjutnya ekstrak etanol yang diperoleh dibuat pengenceran konsentrasi 12,5 mg/ml, 25 mg/ml, 50 mg/ml, 100 mg/ml dan 150 mg/ml. Metode yang digunakan adalah metode difusi kertas cakram NA(Natrium agar). Aktivitas antibakteri ditunjukkan oleh adanya kadar hambat minimum (KHM) yang terbentuk dan dilakukan uji kualitatif untuk membuktikan senyawa yang berkhasiat sebagai antibakteri. Hasil:Hasil uji kualitatif yang diduga sebagai antibakteri adalah saponin dan flavonoid. Data hasil uji antibakteri dianalisa statistika dengan menggunakan Anova satu arah (One away) dilanjutkan dengan uji kruskal walis. Kesimpulan:Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol tunas bambu apus mempunyai daya antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan konsetrasi 150 mg/m
KEPATUHAN PELAKSANAAN KEGIATAN HAND HYGIENE PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT X SURABAYA
Latar belakang: Penyakit infeksi masih merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Perilaku  hand  hygine merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap pencegahan terjadinya infeksi nosokomial (INOS) di rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan pelaksanaan kegiatan hand hygiene terhadap petugas tenaga kesehatan di Rumah Sakit X Surabaya. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian evaluasi (evaluation study). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini teknik sampling jenuh yaitu mengambil semua anggota populasi menjadi sampel. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah petugas kesehatan di Rumah Sakit X Surabaya belum tepat dan patuh melakukan kegiatan Hand Hygiene. Simpulan dan saran: Tenaga kesehatan belum mematuhi pelaksanaan kegiatan hand hygiene. Sebaiknya dilakukan edukasi kepada tenaga kesehatan terkait pentingnya kegiatan hand hygiene
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SURVEILANS IMUNISASI DAN PD3I DI DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA
Latar belakang: WHO Regional Director for South-East Asia memperkirakan imunisasi bisa menyelamatkan 2 hingga 3 juta jiwa pada tiap tahunnya di seluruh dunia. Pencapaian cakupan UCI di Kota Surabaya belum diikuti dengan penurunan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Tujuan: Mengembangan model sistem informasi surveilans imunisasi dan PD3I di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Metode: Jenis penelitian ini adalah actions research berupa pengembangan sistem (system development). Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa masalah sistem terdapat pada komponen input, proses, dan output. Informasi baru yang dibutuhkan adalah jumlah cakupan imunisasi dasar lengkap, cakupan imunisasi booster, jumlah kasus PD3I per kelurahan, UCI kelurahan, kelurahan dengan kasus PD3I, kualitas vaksin, wilayah prioritas imunisasi, dan prevalensi kasus PD3I yang belum diimunisasi. Hasil uji coba meunjukkan bahwa sistem informasi surveilans imunisasi dan PD3I cukup mudah dan bermanfaat bagi petugas imunisasi dan surveilans PD3I di puskesmas dan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Simpulan dan saran: Sistem Informasi Surveilans Imunisasi dan PD3I cukup mudah digunakan dan bermanfaat. Kegiatan pencatatan dan pelaporan dalam sistem informasi surveilans imunisasi dan PD3I diharapkan dapat dilakukan pada periode bulanan
PENGARUH MOTIVASI DAN TINDAKAN TIDAK AMAN TERHADAP KECELAKAAN KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DALAM MASA GILING SHIFT 3 PG X KEDIRI
Latar belakang: Timbulnya kecelakaan kerja menjadi masalah utama di perusahaan dan insiden kecelakaan kerja di Indonesia menempati urutan tertinggi di Asia Tenggara. Salah satu faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja adalah motivasi kerja dan tindakan tidak aman, termasuk kasus yang terjadi di PG X Kediri. Tujuan: Mengetahui pengaruh motivasi dan tindakan tidak aman terhadap kecelakaan kerja pada karyawan bagian produksi dalam masa giling shift 3 di PG X Kediri. Metode: Survei analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar check-list. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik multivariat yaitu Regresi Logistik Berganda. Hasil: Responden memiliki motivasi sedang yaitu sebesar 73,1%, responden yang bertindak tidak aman sebesar 80,9%, dan kejadian kecelakaan kerja yang dialami responden sebesar 80.9%. Dari hasil uji statistik multivariat Regresi Logistik Berganda menunjukkan bahwa motivasi karyawan memiliki nilai p=0,035 < 0,05 dan tindakan tidak aman memiliki p=0,02 < 0,05. Simpulan dan saran: Motivasi karyawan dan tindakan tidak aman memiliki pengaruh terhadap kecelakaan kerja. Diperlukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja dilihat dari tindakan pencegahan yang dilakukan
STATUS GIZI DAN STATUS IMUNISASI CAMPAK BERHUBUNGAN DENGAN DIARE AKUT
Latar Belakang: Diare merupakan penyebab utama kematian anak di negara berkembang. Tujuan: Menganalisis hubungan berat lahir, status gizi, status imunisasi campak, pola menyusui, pengetahuan ibu, dan kebiasaan ibu mencuci tangan dengan kejadian diare akut pada balita di Puskesmas Pacar Keling Surabaya. Metode: Desain penelitian case control study dengan menggunakan 152 sampel (76 kasus: 76 kontrol). Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Analisis data bivariat dengan regresi logistik. Hasil: Kejadian diare berhubungan dengan status gizi berdasarkan BB/U p=<0.000 (OR=4,304, CI95%:1.917-9,663), status gizi berdasarkan PB/U p=<0.001 (OR=4,093, CI95%: 1.904-8,800), status imunisasi campak =0.016 (OR=12,692, CI95%:1.595-100.97), pola menyusui p=<0.001 (OR=3.909, CI95%:1.962-7.789), pengetahuan ibu p=<0.001 (OR=5.675, CI95%:2.825-11.400). Simpulan dan saran: Faktor yang mempengaruhi kejadian diare adalah status gizi (BB/U dan PB/U), status imunisasi, pola menyusui, dan pengetahuan ibu. Perlunya penelitian lanjutan menggunakan sampel berdasarkan population based
POTENSI KARBON AKTIF DARI LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI MATERIAL PENGOLAHAN AIR LIMBAH
Latar belakang: Karbon aktif adalah karbon yang mengalami proses pengaktifan menggunakan bahan pengaktif sehingga pori-porinya terbuka, luas permukaan karbon menjadi lebih besar, dan kapasitas adsorpsinya menjadi lebih tinggi. Daya adsorpsi yang tinggi dari karbon aktif berpotensi pemanfaatan karbon aktif sebagai material pengolahan air limbah Tujuan: Mengetahui karakteristik karbon aktf dari limbah pertanian dan daya adsorpsinya. Metode: Proses pembuatan karbon aktif melalui beberapa tahap yaitu dehidrasi, karbonisasi dan aktivasi karbon sehingga dihasilkan karbon aktif. Pembuatan karbon aktif ini menggunakan aktivasi secara kimia menggunakan variasi asam yaitu HCl, H2SO4 dan H3PO4. Hasil: Limbah pertanian dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif didapatkan karakteristik dengan aktivator HCl, H2SO4 dan H3PO4 pada waktu aktivasi 90 menit yaitu kadar air 8,023%, 6,318%, dan 4,555%, kadar abu 1,131%, 1,028% dan 0,985%, dan daya adsorbsi terhadap iod 817,6 mg/g, 848,9 mg/g, dan 932,4 mg/g. Kesimpulan dan Saran: Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa karbon aktif dari limbah pertanian berpotensi digunakan sebagai material pengolahan air limbah. Perlu dilakukan uji lanjut untuk menentukan luas permukaan seperti uji adsorpsi hidrogen